0
12 Jul






























Ini juga bukan tentang pertanyaan pelik dari handai taulan di saat silatil arham. Ini hanya kisah seorang pemuda 20 tahun yang merasa yakin pada pilihan, meski "nekad" barangkali adalah kata yang lebih tepat.

Dia bertemu calon istrinya pertama kali pada 8 Juli 2004 di rumah seorang Ustadz. Ya, sebab ketakpercayaan diri untuk berikhtiar mandiri, dia percayakan urusan "siapa" pada Allah dan serta guru yang dipandang mumpuni, barangkali agar lebih fokus mempersiapkan "bagaimana".

"Mau calon yang kriterianya seperti apa?", tanya sang Ustadz tempo hari.

"Yang shalihah dan menshalihkan", jawabnya.

"Bagus. Tapi abstrak. Bisa agak konkret sedikit?"

"Emm.. Yang punya sedikitnya 3 kelompok binaan pengajian?"

"OK. Mantap. Baarakallaahu fiik."

Lalu tak lama, diapun telah memegang beberapa lembar biodata. Dia telah tahu nama, orang tua, saudara, pendidikan, tinggi dan berat badan, aktivitas, hobi, tradisi keluarga, hingga penyakit yang pernah diderita. Dan hari untuk berjumpa dan melihatnya pun tiba.

انْظُرْ إِلَيْهَا، فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا

“Lihatlah wanita yang akan kaunikahi itu, karena yang demikian lebih mungkin melanggengkan hubungan di antara kalian berdua.” (HR. An Nasa`i/3235, At Tirmidzi/1087. Dishahihkan Al Albani dalam Ash Shahihah/96)

Nasehat Rasulullah untuk Al Mughirah ibn Syu`bah ini sebenarnya hendak dia `amalkan segera. Ketika membaca bahwa gadis itu bekerja paruh waktu di sela kuliah sebagai Asisten Apoteker, diapun mencoba untuk mengamatinya. Kali itu dengan cara sembunyi-sembunyi seperti Sayyidina Jabir diajari Sang Nabi.

Belanja ke Apotek dimaksud, dibelinya multivitamin seharga 18 ribu. Tapi ternyata AA tugasnya di belakang, meracik obat, bukan melayani pembeli. Nazhar pertama seharga 18 ribu itu gagal total.

Maka di pertemuan 8 Juli itu diniatkanlah untuk melihat. Namun apa daya, ternyata sepanjang pertemuan tak banyak kata, dan pemuda ini terus-menerus menundukkan kepala, sama sekali tak berani menatap langsung pada gadis yang ada di hadapannya.

Untunglah meja ruang tamu itu terbuat dari kaca. Bening sekali.😉

Baru pada pertemuan kedua pada 12 Juli, dengan dimoderatori pasangan Ustadz dan sang istri, terjadilah diskusi. Pertanyaan, "Visi misi pernikahan menurut Anda?", "Bagaimana konsep pendidikan anak yang tepat?", "Apa pandangan Anda tentang istri yang berkarier?", "Seperti apa proyeksi nafkah nantinya?", "Bagaimana pendapat Anda tentang homeschooling?", "Rencana tempat tinggal dan penataannya?", diberondongkan dengan lebih mengerikan daripada ujian pendadaran.

Tapi endingnya adalah pengakuan.

"Maaf, saya tidak bisa memasak."

Si pemuda bergumam dalam hati, "Ya Allah aku kemarin minta yang shalihah dan menshalihkan. Mengingati Ibunda `Aisyah, rupanya pandai memasak belum termasuk di situ. Ya Allah apakah Kau menguji kesungguhan kriteriaku?" Lalu dia kuatkan hati, "Tidak apa Ukhti. Di kota ini banyak rumah makan. Murah-murah lagi."

"Saya juga tidak terbiasa mencuci."

"Alamak", batin hati si pemuda. Tapi mengingat hal yang sama, dia berkata lagi, "Tidak apa Ukhti. Di kota ini banyak laundry. Kiloan lagi."

"Saya bukan mencari tukang masak dan tukang cuci. Melainkan seorang istri. Kalau diperkenankan, saya akan segera menghadap pada Ayah Anda." Maka hari itu, tanggal lamaran pun ditetapkan pada enam hari kemudian, tepatnya 18 Juli.

Kisahnya akan bersambung dalam tulisan "Kapan Melamar?" yang akan datang insyaallah. Sementara itu, pertanyaannya: mengapa pacaran tak memberi kita perkenalan sejati? Karena kita selalu ingin tampil lebih demi memikat hati. Lalu ketika dua hati telah terikat janji, mental set "beri penawaran terbaik" tak diperlukan lagi.

Maka dalam konseling pernikahan, keluhan pasutri yang memukadimahi rumahtangga dengan pacaran biasanya berbunyi, "Tolong Ustadz.. Suami saya sudah kelihatan aslinya."

Nah bagaimana saling mengenal yang hakiki? Ta`aruf itu istilah umum. Dalam Al Quran, ia adalah hikmah diciptakannya kita bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Jadi, kapan ta`arufnya suami-istri?

Ta`aruf itu seumur hidup. Sebab manusia adalah makhluq penuh dinamika. Dia sedetik lalu takkan persis serupa dengan kini adanya. Ta`aruf itu seumur hidup. Sebab kenal sejati adalah saat bergandengtangan dalam surgaNya.

Dua belas tahun berta`aruf, pemuda itu masih terus belajar mengenal istrinya. Dan selalu ada kejutan ketika prasangka baik dikedepankan. Misalnya, si dia yang mengaku tak bisa memasak itu, pada HUT RI ke-60 setahun kemudian, menjadi juara lomba masak Agustusan. Tingkat RT. Lumayan bukan?



Salim A. Fillah

Dikirim pada 12 Juli 2016 di Muhasabah
















1. Seorang wanita yang jatuh cinta terhadap seorang lelaki, lalu meminta bantuan -mak comblang- agar dijodohkan. Inilah kisah "Separuh Hati" Rasûlullah dan Siti Khadijah. Ketika itu, Siti Khadijah meminta bantuan Maisarah, seorang budak yang menjadi asisten Rasul ketika berdagang, diminta Khadijah untuk menyampaikan isi hatinya kepada Nabi Muhammad Saw yang pada saat itu belum menjadi nabi.

2. Pasangan yang belum terpikir menikah yang akhirnya ijab qabul karena dijodohkan. Hal ini terjadi pada pernikahan Rasul Saw. dengan Siti Saudah. Pada waktu itu, keduanya tidak terfikir untuk menikah disebabkan keadaan masing-masing yang masih berkabung akibat ditinggal oleh pasangannya masing-masing. Akan tetapi, atas jasa Haulah, sang mak comblang, keduanya akhirnya berijab qabul.

3. Seorang pria yang langsung menyatakan pada pujaan hatinya. Kasus ini pernah dicontohkan oleh Rasul Saw. terhadap Siti `Aisyah, dimana Rasul sendiri yang memilih dan menkhitbahnya. Beliau berterus terang kepada `Aisyah dan mendatangi Abu AshShidiq, Ayah `Aisyah untuk menikahi putrinya.

4. Orang tua yang nawarin putrinya untuk dinikahi. Perjodohan seperti ini pernah terjadi antara Rasul Saw. dengan Hafshah dimana orang tua Hafshah sendiri, yaitu Umar bin Khattab yang menawarkan putrinya yang berstatus janda ditinggal syahid kepada Nabi Muhammad Saw. Sebelumnya Hafshah pernah ditawarkan kepada Abu Bakar, kemudian Utsman, akan tetapi tidak berhasil.

5. Seorang wanita yang menyatakn pda pujaan hatinya. Hal ini terjadi pada pernikahan Rasul Saw. dengan Zainab bt. Jahsy. Zainab lah yang pertama kali mengungkapkan isi hatinya kepada Rasul Saw, kemudian beliau menikahinya.

6. Seorang lelaki yg bak ketiban durian runtuh. Ini pernah terjadi ketika Rasul menolak pinangan seorang wanita. Dikarenakan Rasul tidak berkenan menikahi wanita tersebut, akhirnya seorang lelaki mendapatkan pasangan hidup.

Semoga berkah dikala setiap tahapannya. Semoga berkah disetiap keshabarannya selamat menemukan "separuh aku"-nya. Dan menggenapkan separuhnya.
Sebab cinta adalah kebiasaan. Maka rawatlah ia agar terus berdetak.

Dikirim pada 12 Juli 2016 di Cinta

Islam hanya mengajarkan bentuk-bentuk curahan kasih
sayang dan cinta itu setelah melalui satu proses sakral
yakni pernikahan.
Adapun beberapa tahapan yang perlu dilewati, antara
lain :
1. Ta’aruf (Perkenlan) 3. Nikah
2. Khitbah (lamaran) 4. Walimah
Ta’aruf (perkenalan).
Yang penting dari ta’aruf adalah saling mengenal antara
kedua belah pihak, saling memberitahu keadaan keluarga
masing-masing, saling memberi tahu harapan dan
prinsip hidup, saling mengungkapkan apa yang disukai
dan tidak disukai, dan seterusnya. Kaidah-kaidah yang
perlu dijaga dalam proses ini intinya adalah saling
menghormati apa yang disampaikan lawan bicara,
mengikuti aturan pergaulan Islami, tak berkhalwat, tak
mengumbar pandangan.
Bila belum berani bertatap muka langsung (yang
tentunya ditemani oleh mahramnya ^-^), anda bisa
memilih alternatif berikut..
Yaitu dengan mencari tahu kepribadian calon pasangan
dengan meminta teman kita ( pria-wanita ) untuk
mengorek informasi dari orang-orang terdekatnya.
Informasi apa yang kira-kira perlu kita ketahui ? Coba
Titipkan pertanyaan ringan berikut..
Agama: “Adakah amalan sunnah yang sudah jadi
kebiasaan?” karena mereka yang mampu merawat amalan
sunnah, sudah hampir dipastikan amalan wajibnya tidak
terbengkalai.
Akhlak: “Bagaimana perhatiannya dengan keluarganya?”
karena dia yang sangat perhatian dengan keluarga sudah
barang tentu besoknya keluarga akan jadi perhatian
utama. “Apakah emosinya stabil?” Karena kalau
emotionalnya stable, bagus dia sudah mulai masuk area
kedewasaan yang matang. Pancing orangnya dengan
membeberkan atau menanyakan salah satu kejelekan
orang . Kalo tidak berminat berarti aman.
Pemikiran: Menyatukan visi itu sangat penting sehingga
tau mau dibawa kemana keluarga ini? Atau pendidikan
semacam apa yang diberikan kepada anak. Visi bisa
ditanyakan langsung, “apa visimu wahai calon teman
setiaku?”. Untuk ngecek apakah ngegombal atau gak,
cek melalui teman dengan pertanyaan, “Bahasan apa
yang sering diperbincangkan? Agama? Pendidikan?
Hiburan?”. Kalo pengen yang sama-sama berjuang dalam
berdakwah pilih yang mengutamakan bahasan agama.
Tambahan, kalo pengen yang cerdas selidiki sekritis apa
dia menilai sesuatu.
Sosok calon: Foto tidak menjamin sama dengan kualitas
fisiknya. Baiknya ketemu langsung atau kalo cari aman
(dari penyakit hati), lihat dari kejauhan bagaimana
sebenarnya fisiknya. Kalo anaknya berjilbab gak mungkin
donk minta dibuka gitu, tanya ke temen deketnya apakah
ada yang minus? misal ada yang tidak normal atau
punya penyakit kulit?.
Pola pengelolaan keuangan: “Bagaimana model
belanjanya? Membeli tanpa pikir panjang? atau Sering
ngutang?”
Dalam tahap ini anda dan dia bisa saling mengukur diri
apakah cocok satu sama lain atau tidak. Masing-masing
pihak masih harus sama-sama membuka options/
kemungkinan batal atau jadi. Maka umumnya dilakukan
tanpa terlebih dahulu melibatkan orangtua agar tidak
menimbulkan kesan ‘harga jadi’ dan tidak ada lagi
proses tawar menawar, sehingga jika pun gagal/batal
tidak ada konsekuensi apa-apa. Karena jika sudah
sampai menemui orangtua berarti secara samar maupun
terang-terangan seorang pria sudah menunjukkan niat
untuk memperistri si wanita. Yang perlu di ingat,
seringkali pasangan-pasangan itu terjebak dalam
aktifitas pacaran yang terbungkus sampul ta’aruf.
Apa namanya bukan pacaran kalau ada rutinitas
kunjungan yang melegitimasi silaturahmi dengan embel-
embel ‘ingin lebih kenal’.
Khitbah (lamaran)
Khitbah adalah jalan pembuka menuju pernikahan. Boleh
dibilang, khitbah merupakan jenjang yang memisahkan
antara pemberitahuan persetujuan seorang gadis yang
sedang dipinang oleh seorang pemuda dan
pernikahannya. Keduanya sepakat untuk menikah. Tapi,
ini hanya sekadar janji untuk menikah yang tidak
mengandung akad nikah.
Batasan Khitbah :
1. Khitbah biasanya, peminangan seorang pria kepada
wanita (tentunya kepada wali wanita tersebut). seorang
wanita juga bisa meminta kepada pria untuk dinikiahi.
Rasulullah bersabda yang di riwayatkan oleh imam
bukhari dan muslim. Yang artinya: telah datang seorang
prempuan kepada Rasulullah yang mana prempuan
tersevut meminta kepada nabi untuk
menikahinya,sehingga nabi berdiri di sampingnya lama
sekali, ketika itu salah satu dari sahabat melihatnya dan
beranggapan bahwa beliau tidak berkehendak untuk
menikahinya, maka sahabat tersebut berkata: nikahkan
saya ya Rasullah jikalau kamu tidak ada hajah
(berkehendak) untuk menginginkannya, maka berkata
Rasulullah : apakah kamu punya punya sesuatu? dia
berkata tidak!, dan beliau berkata lagi buatlah cicin
walaupun dari besi, kemudian sahabat tersebut
mencarinya dan tidak mendapatkan nya, kemudian beliau
bersabda : apakah kamu hafal beberapa surat dari
alquran ?Dia menjawab iya!surat ini dan ini,maka beliau
bersabda : saya nikahkan kamu dengan nya dengan apa
yang kamu hafal dari alquran.”
Dari kontek hadist di atas sudah jelas sekali bahwa di
perbolehkan bagi perempuan untuk meminta kepada
seorang lelaki soleh yang bertaqwa dan berpegang
teguh terhadap Dinnya untuk meminangnya, jika lelaki
tersebut ingin maka nikahi dan jikalau tidak maka
tolaklah, akan tetapi tidak di anjurkan untuk menolaknya
secara terang-terangan cukup diam dengan memberikan
isyarat, untuk menjaga kehormatan hati prempuan
tersebut .
2. Khitbah bukan menghalalkan segalanya Khitbah
(tunangan) bukanlah syarat sahnya nikah ,akad nikah
tanpa khitbah tetap sah, akan tetapi khitbah suatu
wasilah untuk menuju ke jenjang pernikahan yang di
perbolehkan .
Mari kita simak syafi’iyah: khitbah adalah suatu yang di
sunatkan dan di anjurkan ,dengan dalil fi’iliyah sebagai
mana Rasulullah meminang aisyah binti abu bakar ra.
Dalam masa penantian sebelum resmi menikah, seorang
lelaki dan perempuan wajib menjaga kehormatan dirinya.
Meskipun sudah melakukan khitbah atau pertunangan,
tetap saja keduanya belum dihalalkan untuk melakukan
sesuatu yang lazim dipraktekkan pasangan suami isteri.
Dari sini, tidak dibenarkan bagi kedua tunangan untuk
melanggar batas-batas syariat, seperti percampuran dan
kencan. Ketentuan umum terkait aurat, ikhtilath/khalwat
tetap menjadi larangan. Untuk menghindari hal-hal
sepertiini, solusi terbaik adalah tindakan preventif dari
hal-hal yang diharamkan Allah swt, termasuk menjaga
jarak dengan calon isteri atau suaminya sedini mungkin.
Sebab, hubungan khatib (pelamar) dgn makhtubahnya
(perempuan yang dilamar) adalah hubungan yang paling
rawan dan berbahaya.
3. Jangan berlama dalam masa khitbah Meski tidak ada
nash khusus tentang batas waktu masa khitbah, tapi
dianjurkan menikah dan khitbah tidak terlalu lama. Untuk
menghindarkan fitnah dan berbagai potensi terjadinya
kerusakan. Sesudah khitbah (permohonan menikah)
disetujui, sebaiknya keluarga kedua pihak
bermusyawarah mengenai kapan dan bagaimana walimah
dilangsungkan.
“Dan sesuatu yang mengantarkan kepada keharaman,
haram pula hukumnya”
4. Haram meminang pinangan saudaranya diriwayatkan
oleh al-Bukhari bahwa Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma
menuturkan: “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
melarang sebagian kalian membeli apa yang dibeli
saudaranya, dan tidak boleh pula seseorang meminang
atas pinangan saudaranya hingga peminang sebelumnya
meninggalkannya atau peminang mengizinkan
kepadanya”
Boleh hukumnya mengkhitbah lewat SMS, karena ini
termasuk mengkhitbah lewat tulisan (kitabah) yang
secara syar’i sama dengan khitbah lewat ucapan. Kaidah
fikih menyatakan : al-kitabah ka al-khithab (tulisan itu
kedudukannya sama dengan ucapan/lisan). (Wahbah Az-
Zuhaili, Ushul Al-Fiqh Al-Islami, 2/860). Kaidah itu
berarti bahwa suatu pernyataan, akad, perjanjian, dan
semisalnya, yang berbentuk tulisan (kitabah) kekuatan
hukumnya sama dengan apa yang diucapkan dengan
lisan (khithab).
Namun setelah saya coba konsultasi dengan mas’ul, bila
SMS ini juga sudah disetujui oleh sang akhwat(wanita),
maka haruslah setelah itu sang ikhwan(pria) berkunjung
bersama walinya ke orang tua akhwat tersebut. agar
khitbahnya menjadi sah.
Yang perlu disadari, khitbah mirip jual beli, dalam masa
tawar menawar bisa jadi, bisa juga batal. Pembatalannya
harus tetap sopan menurut aturan Islami, tidak menyakiti
hati dengan kata-kata yang kasar, tidak membicarakan
aib yang sempat diketahui dalam khitbah kepada orang
lain. Namun sebagaimana jual beli harus ada prinsip
kedua belah pihak ridho. Khitbah baru bisa berlanjut ke
pernikahan jika kedua pihak ridho, jika salah satu
membatalkan proses tawar menawar maka pernikahan tak
akan jadi. Kalaupun dibatalkan (meski mungkin
menyakitkan), harus ada alasan yang kuat untuk salah
satu pihak membatalkan rencana nikah yang sudah
matang. Sebab Islam melarang ummatnya saling
menyakiti tanpa alasan. Jadi jika ada yang ragu (dengan
alasan yang benar) sebelum menikah, sebaiknya
membatalkan sebelum terlanjur.
Nikah Tidak ada satu nash pun baik dalam Al-Qur`an
maupun As-Sunnah yang menetapkan batasan waktu
antara khitbah dan nikah. Baik tempo minimal maupun
maksimal. (Yahya Abdurrahman, Risalah Khitbah, hal.
77). Dengan demikian, boleh saja jarak waktu antara
khitbah dan nikah hanya beberapa saat, katakanlah
beberapa menit saja. Boleh pula jarak waktunya sampai
hitungan bulan atau tahun. Semuanya dibolehkan,
selama jarak waktu tersebut disepakati pihak laki-laki
dan perempuan. Satu hari bisa jadi sudah deadline bagi
pria-wanita yang sudah sedemikian menggebunya
hingga khawatir terjerumus kepada dosa zina. Namun
jika bisa merasa ‘aman’ dengan menunda beberapa
waktu tidak masalah.
Walimah Wajib mengadakan walimah setelah dhukul
(bercampur), berdasarkan perintah Nabi saw. kepada
Abdurrahman bin ’Auf r.a. agar menyelenggarakan
walimah sebagaimana telah dijelaskan pada hadits
berikut. Dari Buraidah bin Hushaib bertutur, ”Tatkala Ali
melamar Fathimah r.anha, berkata, bahwa Rasulullah saw
bersabda, ”Sesungguhnya pada perkawinan harus
diadakan walimah.” (Shahih Jami’us Shaghir no:2419 dan
al-Fathur Rabbani XVI:205 no:175).
Beberapa hal yang patut diperhatikan dalam
penyelenggaraan walimah :
a. HENDAKNYA walimah dilaksanakan dalam tiga hari,
setelah dhukhul (bercampur), karena perbuatan inilah
yang dinukil dari Nabi saw. Anas r.a. bertutur, “Nabi
saw. menikahi Syafiyah dan menjadikan pemerdekaannya
sebagai maharnya dan mengadakan walimah selama tiga
hari.” (Sanadnya Shahih: Adabuz Zifaf hal.74,
diriwayatkan Abu Ya’la dengan sanad hasan
sebagaimana yang disebutkan dalam Fathul Bari, IX:199
dan yang sema’na diriwayatkan Imam Bukhari
sebagaimana yang dijelaskan dalam Fathul Bari IX:224
no:1559. Demikian menurut Syaikh al-Albani.
b. Mengundang orang-orang yang shalih baik fakir
maupun kaya, karena Rasulullah saw. bersabda,
“Janganlah kamu bersahabat kecuali dengan orang
mukmin. Dan Jangan (pula) menyantap makananmu
kecuali orang yang bertakwa.” (Hasan: Shahihul Jami’us
Shaghir no:7341, ‘Aunul Ma’bud XIII:178 no:4811 dan
IV:27 no:2506).
c. Hendaknya mengadakan walimah, dengan memotong
seekor kambing atau lebih, bila mampu. Hal ini
berdasarkan sabda Nabi saw. yang ditujukan kepada
Abdurrahman bin ’Auf r.a., ”Adakanlah walimah meski
hanya dengan menyembelih seekor
kambing.” (Muttafaqun ’alaih). Dari Anas r.a. berkata,
”Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw. mengadakan
walimah untuk pernikahan dengan seorang wanita
sebagaimana yang beliau adakan ketika kawin dengan
Zainab dimana beliau menyembelih seekor
kambing.” (Muttafaqin ’alaih: Muslim II:1049 no:90 dan
1428, dan lafadz ini baginya, Fathul Bari IX:237 no:5171,
dan Ibnu Majah I:615 no:1908).
Boleh menyelenggarakan acara walimah dengan
hidangan yang mudah didapatkan walaupun tanpa
daging berdasarkan hadits Anas. Dari Anas r.a. berkata,
”Nabi saw. pernah menginap tiga hari di suatu tempat
antara Khabir dan Madinah untuk menyelenggarakan
perkawinan dengan Shafiyah binti Huyay. Kemudian aku
mengundang kaum muslimin untuk menghadiri walimah
Beliau. Dan tidak didapatkan dalam walimah tersebut ada
roti ada daging, lalu diatasnya diletakkanlah korma
kering dan minyak samin. Sehingga hidangan itu
menjadi walimah Beliau.” (Muttafaqun ’alaih: Fathul Bari
IX:224 no:1559 dan lafadz ini baginya, Imam Bukhari,
Muslim II:1043 no:1365 dan Nasa’i VI:134).
Tidak boleh mengkhususkan undangan hanya untuk
orang-orang kaya, tanpa orang-orang miskin, Nabi saw
bersabda, ”Seburuk-buruk hidangan ialah hidangan
walimah. Dimana orang yang berhak mendatanginya
(orang yang berhak mendatanginya: orang miskin)
dilarang mengambilnya, sedangkan orang yang enggan
mendatanginya (Orang yang enggan mendatanginya:
orang kaya (peng..)) diundang (agar memakannya). Dan
barangsiapa yang tidak memenuhi undangan, maka
sungguh ia bermaksiat kepada Allah dan Rasul-
Nya.” (Muttafaqun ’alaih: Muslim II:1055 no:110/1432,
dan diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim juga
dari Abu Hurairah secara mauquf padanya bisa dilihat
dalam Fathul Bari IX:244 no:5177).

Dikirim pada 13 April 2015 di Hikmah


Oleh: Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tata
cara pernikahan berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah
yang shahih sesuai dengan pemahaman para Salafush
Shalih, di antaranya adalah:
1. Khitbah (Peminangan)
Seorang laki-laki muslim yang akan menikahi seorang
muslimah, hendaklah ia meminang terlebih dahulu
karena dimungkinkan ia sedang dipinang oleh orang
lain. Dalam hal ini Islam melarang seorang laki-laki
muslim meminang wanita yang sedang dipinang oleh
orang lain. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
“Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang
membeli barang yang sedang ditawar (untuk dibeli) oleh
saudaranya, dan melarang seseorang meminang wanita
yang telah dipinang sampai orang yang meminangnya
itu meninggalkannya atau mengizinkannya.” [1]
Disunnahkan melihat wajah wanita yang akan dipinang
dan boleh melihat apa-apa yang dapat mendorongnya
untuk menikahi wanita itu.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Apabila seseorang di antara kalian ingin meminang
seorang wanita, jika ia bisa melihat apa-apa yang dapat
mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah!” [2]
Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallaahu ‘anhu pernah
meminang seorang wanita, maka Nabi shallallaahu
‘alaihi wa sallam berkata kepadanya:
“Lihatlah wanita tersebut, sebab hal itu lebih patut untuk
melanggengkan (cinta kasih) antara kalian berdua.” [3]
Imam at-Tirmidzi rahimahullaah berkata, “Sebagian ahli
ilmu berpendapat dengan hadits ini bahwa menurut
mereka tidak mengapa melihat wanita yang dipinang
selagi tidak melihat apa yang diharamkan darinya.”
Tentang melihat wanita yang dipinang, telah terjadi
ikhtilaf di kalangan para ulama, ikhtilafnya berkaitan
tentang bagian mana saja yang boleh dilihat. Ada yang
berpendapat boleh melihat selain muka dan kedua
telapak tangan, yaitu melihat rambut, betis dan lainnya,
berdasarkan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam,
“Melihat apa yang mendorongnya untuk menikahinya.”
Akan tetapi yang disepakati oleh para ulama adalah
melihat muka dan kedua tangannya. Wallaahu a’lam. [4]
Ketika Laki-Laki Shalih Datang Untuk Meminang
Apabila seorang laki-laki yang shalih dianjurkan untuk
mencari wanita muslimah ideal -sebagaimana yang telah
kami sebutkan- maka demikian pula dengan wali kaum
wanita. Wali wanita pun berkewajiban mencari laki-laki
shalih yang akan dinikahkan dengan anaknya. Dari Abu
Hatim al-Muzani radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata,
“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhai
agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan
anak kalian). Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di bumi
dan kerusakan yang besar.’” [5]
Boleh juga seorang wali menawarkan puteri atau saudara
perempuannya kepada orang-orang yang shalih.
Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, ia berkata,
“Bahwasanya tatkala Hafshah binti ‘Umar ditinggal mati
oleh suaminya yang bernama Khunais bin Hudzafah as-
Sahmi, ia adalah salah seorang Shahabat Nabi yang
meninggal di Madinah. ‘Umar bin al-Khaththab berkata,
‘Aku mendatangi ‘Utsman bin ‘Affan untuk menawarkan
Hafshah, maka ia berkata, ‘Akan aku pertimbangkan
dahulu.’ Setelah beberapa hari kemudian ‘Utsman
mendatangiku dan berkata, ‘Aku telah memutuskan
untuk tidak menikah saat ini.’’ ‘Umar melanjutkan,
‘Kemudian aku menemui Abu Bakar ash-Shiddiq dan
berkata, ‘Jika engkau mau, aku akan nikahkan Hafshah
binti ‘Umar denganmu.’ Akan tetapi Abu Bakar diam dan
tidak berkomentar apa pun. Saat itu aku lebih kecewa
terhadap Abu Bakar daripada kepada ‘Utsman.
Maka berlalulah beberapa hari hingga Rasulullah
shallallaahu ‘alaihi wa sallam meminangnya. Maka, aku
nikahkan puteriku dengan Rasulullah. Kemudian Abu
Bakar menemuiku dan berkata, ‘Apakah engkau marah
kepadaku tatkala engkau menawarkan Hafshah, akan
tetapi aku tidak berkomentar apa pun?’ ‘Umar men-
jawab, ‘Ya.’ Abu Bakar berkata, ‘Sesungguhnya tidak ada
sesuatu yang menghalangiku untuk menerima
tawaranmu, kecuali aku mengetahui bahwa Rasulullah
telah menyebut-nyebutnya (Hafshah). Aku tidak ingin
menyebarkan rahasia Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa
sallam. Jika beliau meninggalkannya, niscaya aku akan
menerima tawaranmu.’” [6]
Shalat Istikharah
Apabila seorang laki-laki telah nazhar (melihat) wanita
yang dipinang serta wanita pun sudah melihat laki-laki
yang meminangnya dan tekad telah bulat untuk menikah,
maka hendaklah masing-masing dari keduanya untuk
melakukan shalat istikharah dan berdo’a seusai shalat.
Yaitu memohon kepada Allah agar memberi taufiq dan
kecocokan, serta memohon kepada-Nya agar diberikan
pilihan yang baik baginya. [7] Hal ini berdasarkan hadits
dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata,
“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengajari
kami shalat Istikharah untuk memutuskan segala sesuatu
sebagaimana mengajari surat Al-Qur’an.” Beliau
shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila
seseorang di antara kalian mempunyai rencana untuk
mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat
sunnah (Istikharah) dua raka’at, kemudian membaca
do’a:
“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat
kepada-Mu dengan ilmu-Mu dan aku memohon
kekuatan kepada-Mu (untuk mengatasi persoalanku)
dengan ke-Mahakuasaan-Mu. Aku mohon kepada-Mu
sesuatu dari anugerah-Mu yang Mahaagung, sungguh
Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau
Maha Mengetahui sedang aku tidak mengetahui dan
Engkaulah yang Maha Mengetahui yang ghaib. Ya Allah,
apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang
yang mempunyai hajat hendaknya menyebut
persoalannya) lebih baik dalam agamaku,
penghidupanku, dan akibatnya terhadap diriku (atau
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘..di dunia
atau akhirat) takdirkan (tetapkan)lah untukku,
mudahkanlah jalannya, kemudian berilah berkah atasnya.
Akan tetapi, apabila Engkau mengetahui bahwa
persoalan ini membawa keburukan bagiku dalam
agamaku, penghidupanku, dan akibatnya kepada diriku
(atau Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘…di
dunia atau akhirat’) maka singkirkanlah persoalan
tersebut, dan jauhkanlah aku darinya, dan takdirkan
(tetapkan)lah kebaikan untukku di mana saja kebaikan
itu berada, kemudian berikanlah keridhaan-Mu
kepadaku.’” [8]
Dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata,
“Tatkala masa ‘iddah Zainab binti Jahsy sudah selesai,
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada
Zaid, ‘Sampaikanlah kepadanya bahwa aku akan
meminangnya.’ Zaid berkata, ‘Lalu aku pergi mendatangi
Zainab lalu aku berkata, ‘Wahai Zainab, bergembiralah
karena Rasulullah mengutusku bahwa beliau akan
meminangmu.’’ Zainab berkata, ‘Aku tidak akan
melakukan sesuatu hingga aku meminta pilihan yang
baik kepada Allah.’ Lalu Zainab pergi ke masjidnya. [9]
Lalu turunlah ayat Al-Qur’an [10] dan Rasulullah
shallallaahu ‘alaihi wa sallam datang dan langsung
masuk menemuinya.” [11]
Imam an-Nasa’i rahimahullaah memberikan bab terhadap
hadits ini dengan judul Shalaatul Marhidza Khuthibat
wastikhaaratuha Rabbaha (Seorang Wanita Shalat
Istikharah ketika Dipinang).”
Fawaaid (Faedah-Faedah) Yang Berkaitan Dengan
Istikharah:
1. Shalat Istikharah hukumnya sunnah.
2. Do’a Istikharah dapat dilakukan setelah shalat
Tahiyyatul Masjid, shalat sunnah Rawatib, shalat Dhuha,
atau shalat malam.
3. Shalat Istikharah dilakukan untuk meminta
ditetapkannya pilihan kepada calon yang baik, bukan
untuk memutuskan jadi atau tidaknya menikah. Karena,
asal dari pernikahan adalah dianjurkan.
4. Hendaknya ikhlas dan ittiba’ dalam berdo’a Istikharah.
5. Tidak ada hadits yang shahih jika sudah shalat
Istikharah akan ada mimpi, dan lainnya. [12]
[Disalin dari buku Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga
Sakinah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit
Putaka A-Taqwa Bogor – Jawa Barat, Cet Ke II Dzul
Qa’dah 1427H/Desember 2006]
__________
Foote Note
[1]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no.
5142) dan Muslim (no. 1412), dari Shahabat Ibnu ‘Umar
radhiyallaahu ‘anhuma. Lafazh ini milik al-Bukhari.
[2]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (III/334,
360), Abu Dawud (no. 2082) dan al-Hakim (II/165), dari
Shahabat Jabir bin ‘Abdillah radhiyallaahu ‘anhuma.
[3]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no.
1087), an-Nasa-i (VI/69-70), ad-Darimi (II/134) dan
lainnya. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani
rahimahullaah dalam Shahiih Sunan Ibni Majah (no.
1511).
[4]. Lihat pembahasan masalah ini dalam Syarhus
Sunnah (IX/17) oleh Imam al-Baghawi, Syarh Muslim
(IX/210) oleh Imam an-Nawawi, Silsilah al-Ahaadiits
ash-Shahiihah (I/97-208, no. 95-98) oleh Syaikh al-
Albani, al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah al-Muyassarah
(V/34-36) oleh Syaikh Husain bin ‘Audah al-‘Awayisyah
dan Fiqhun Nazhar (hal. 82-89).
[5]. Hadits hasan lighairihi: Diriwayatkan oleh at-
Tirmidzi (no. 1085). Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-
Shahiihah (no. 1022).
[6]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no.
5122) dan an-Nasa-i (VI/77-78). Lihat Shahiih Sunan an-
Nasa-i (no. 3047).
[7]. Al-Insyiraah fii Aadabin Nikaah (hal. 22-23) oleh
Syaikh Abu Ishaq al-Khuwaini, Jaami’ Ahkaamin
Nisaa(III/216) oleh Musthafa al-‘Adawi dan Adabul
Khithbah waz Zifaaf fis Sunnah al-Muthahharah (hal.
21-22) oleh ‘Amr ‘Abdul Mun’im Salim.
[8]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no.
1162), Abu Dawud (no. 1538), at-Tirmidzi (no. 480), an-
Nasa-i (VI/80), Ibnu Majah (no. 1383), Ahmad (III/334),
al-Baihaqi (III/52) dari Shahabat Jabir bin ‘Abdillah
radhiyallaahu ‘anhuma.
[9]. Yaitu mushalla tempat shalat di rumahnya.
[10]. Yaitu surat al-Ahzaab ayat 37. Allah telah
menikahkan Nabi shallal-laahu ‘alaihi wa sallam dengan
Zainab binti Jahsyi melalui ayat ini.
[11]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 1428
(89)), an-Nasa-i (VI/79), dari Shahabat Anas
radhiyallaahu ‘anhu.
[12]. Jaami’ Ahkaamin Nisaa’ (III/218-222).

Dikirim pada 13 April 2015 di Hikmah


Bismillahirrahman nirrahiim….
Ini merupakan pengalaman pribadi penulis saat
terserang flu berat. Ketika saya telah selesai
melaksanakan shalat di sebuah Masjid, dan saya
mengeluhkan terkena flu berat. Akibat flu berat
tersebut mata jadi panas, kepala pusing, hidung
mampet, dahak banyak dan otomatis semua aktifitas
terganggu – tidak konsentrasi.
Keluhan yang saya sampaikan kepada jamaah,
rupanya mendapat perhatian dari salah satu jamaah.
Seseorang tersebut menjelaskan pengalaman
pribadinya. Saya dengan seksama memperhatikan apa
yang disampaikan oleh seorang jamaah tersebut.
Rupanya seorang jamaah tersebut sudah sering
terserang flu berat dan Alhamdulillah selama ini bisa
diatasi. Ia mulai memberikan penjelasannya kepada
saya. Obat yang disampaikan tersebut, ternyata bukan
obat melainkan ‘air’.
Berdasarkan penjelasannya, dan karena saya sudah
tidak sanggup lagi menderita flu, akhirnya saya coba
tips yang diberikan, walaupun rasanya agak berat.
Alhamdulilah kira-kira 2 (dua) hari berikutnya flu saya
jadi hilang dan sampai sekarang Alhamdulillah tidak
pernah lagi menderita flu berat.
TIPS :
Ambil air masukkan pelan-pelan ke dalam hidung
dengan cara dihirup. Usahakan air dari hidung bisa
masuk ke mulut hingga terasa air panas yang mengalir
di dalam mulut. Tahap pertama coba sekali dulu,
awalnya akan terasa perih di hidung. Tak lama
kemudian maka lendir yang ada di dalam hidung serta
dahak akan keluar.
Setengah jam atau satu jam kemudian di coba lagi,
agar seluruh lendir yang ada keluar. Yang penting
kita merasakan air itu mengalir dari hidung terus ke
mulut dan jangan ragu-ragu. Kita cuma berusaha Allah
yang menyembuhkannya…………………
Insya Allah, jika dipraktekkan berarti kita ‘mengatasi
masalah tanpa masalah.’ Sebab kata orang berilmu,
obat yang kita masukkan ke dalam tubuh itu
sebenarnya adalah racun. Maksudnya untuk
membunuh penyakit, penyakitnya belum tentu sembuh
justru menambah dan menimbulkan penyakit yang
baru.
Selamat mencoba……….. Wallahu’alam.

Dikirim pada 06 April 2015 di Kesehatan


TIPS DAN DOA AGAR DAPAT JODOH
Ikhtiar untuk menemukan jodoh anda? Khusus, hanya
untuk yang siap nikah tidak pakai pacaran.
Siapakah jodoh kita, kapan waktunya tiba, di mana akan
dipertemukan, apakah ia benar-benar orang shaleh/
shalehah?. Semua itu rahasia Allah SWT.
Allah SWT menetapkan tiga bentuk taqdir dalam masalah
jodoh. Pertama, cepat mendapatkan jodoh. Kedua,
lambat mendapatkan jodoh, tapi suatu ketika pasti
mendapatkannya di dunia. Ketiga, menunda
mendapatkan jodoh sampai di akhirat kelak. Apapun
pilihan jodoh yang ditentukan Allah adalah hal terbaik
untuk kita. Allah SWT berfirman: “Boleh jadi kamu
membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan
boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia
amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu
tidak mengetahuiâ€‌ (QS. Al Baqarah: 216).
Kita harus terikat aturan Allah. Kita juga dibekali akal
untuk memahami aturan-Nya.

Ketika kita memutuskan
untuk taat atau melanggar aturanNya adalah pilihan kita
sendiri. Bagaimana cara kita untuk mendapatkan jodoh
adalah pilihan kita. Dengan jalan yang diridhoiNya atau
tidak. Tetapi hasil akhirnya Allah yang menentukan.
Berikut ini ada beberapa tips agar cepat mendapatkan
jodoh bagi anda yang sampai saat ini belum
mendapatkan jodoh untuk menikah:


1. Tentukan terlebih dahulu kriteria pasangan ideal
Nabi bersabda: â€‌Apabila datang kepada kalian lelaki
yang kalian ridhai agama dan akhlaknya,maka
nikahkanlah ia (dengan puteri kalian). Sebab jika tidak,
maka akan terjadi fitnah dibumi dan kerusakan yang
besarâ€‌. "Lelaki yang bertaqwa akan mencintai dan
memuliakan istrinya. Jika ia marah tidak akan
menzhalimi istrinya. Kaum jahiliyah menikah dengan
melihat kedudukan, kaum Yahudi menikah dengan
melihat harta, kaum Nasrani menikah dengan melihat
rupa, sedangkan umat Islam menikahkan dengan melihat
agama".
Nabi bersabda:"Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah
perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita
(isteri) yang sholehahâ€‌. Beliau juga bersabda, â€‌Wanita
dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta
kekayaannya, karena kedudukannya, karena
kecantikannya, dan karena agamanya. Hendaknya
pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu.â€‌
Sulit mencari jodoh bisa jadi karena kriteria terlalu
muluk. Janganlah kita menginginkan kesempurnaan
orang lain, padahal diri kita tidak sempurna.


2. Memperluas Pergaulan Sesuai Syariat
Seringlah bersilaturrahim ke tempat saudara atau
mengikuti majelis ta`lim. Ustadz, teman, orang tua,
saudara, keluarga, dan yang lain Insyaallah pasti bisa
diminta bantuan.


3. Sebisa mungkin hindari berpacaran
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya
zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu
jalan yang buruk.â€‌ (QS. Al Israa’: 32). Kita dilarang
berkhalwat, memandang lawan jenis dengan syahwat,
wanita bepergian sehari semalam tanpa muhrim, dll.
Biasanya, orang pacaran selalu menutupi kekurangannya
dan menampilkan yang baik-baik saja. Cari informasi
dari orang dekatnya (saudara, teman, tetangganya).
Perlu juga penilaian dari orang tua dan keluarga kita.
Biasanya kita tidak dapat melihat kekurangan orang yang
kita cintai.


4. Perbanyak introspeksi diri
Jika kita ingin mendapatkan jodoh yang shaleh, maka
kita harus menjadi orang yang shaleh juga. Allah SWT
berfirman: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-
laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat
wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang
baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang
baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula}â€‌ (QS.
An Nuur: 26).
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah SWT
tidak melihat pada bentuk-bentuk (lahiriah) dan harta
kekayaanmu, tapi Dia melihat pada hati dan amalmu
sekalian. " (HR. Muslim, Hadits no. 2564 dari Abu
Hurairah). Jadi, lelaki atau wanita yang baik menurut
pandangan Allah itu adalah lelaki atau wanita yang baik
iman dan amalnya.
Secara lahiriah kita perlu menjaga kebersihan, kerapihan
dan menjaga bau badan. Bukan berdandan berlebihan
(tidak Islami), tapi tampil menarik.


5. Jangan Mencintai Secara Berlebihan
“Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena
Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah,
dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya.
(HR. Abu Dawud)
Jika kita mencintai manusia lebih daripada Allah,
niscaya hati kita akan hancur dan putus asa jika
ditinggalkan. Jika kita mencintai Allah di atas segalanya,
niscaya kita akan selalu tegar dan tabah karena kita
yakin bahwa Allah itu Maha Hidup dan Abadi serta
selalu bersama hamba yang Sholeh.


6. Jika Gagal Berusaha Lagi
Jika kita gagal, jangan putus asa dan minder. Kita harus
sabar dan tetap berusaha mendapatkan yang lebih baik
lagi. Yakinlah ada yang lebih baik yang sedang
dipersiapkan Allah untuk kita.
Para sahabat besarpun mengalaminya. Contohnya
Utsman RA yang melamar putri Abu Bakar ditolak, lalu
melamar putri Umar juga ditolak, akhirnya malah menjadi
menantu Rasulullah SAW.
Jodoh tidak akan lari dan akan datang pada waktunya.
Bersabarlah dan sibukkan diri dengan amal sholeh.
Hadapilah dengan sikap tenang, santai, tidak mudah
emosi/sensitif, tidak larut dalam kesedihan, tidak
berputus asa dan tetap bersemangat.
Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh menakjubkan
kondisi seorang mukmin. Segala keadaan dianggapnya
baik, dan hal ini tidak akan terjadi, kecuali bagi seorang
mukmin. Apabila mendapat kesenangan ia bersyukur,
maka itu tetap baik baginya dan apabila ditimpa
penderitaan ia bersabar maka itu tetap baik
baginya.â€‌ (HR Muslim)
Gunakan energi kita untuk lebih mendekatkan diri dan
mencintai Allah SWT., orang tua, dan umat. Yakinlah
dengan keadilan-Nya bahwa setiap manusia pasti
memiliki jodoh masing-masing. Yakinlah bahwa semua
kondisi adalah baik, berguna, dan berpahala bagi kita.


7. Siap menerima taqdir Allah
Hidup adalah ujian. Bisa saja, takdir jodoh kita bukan
orang shaleh. Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang
yang beriman. Sesungguhnya di antara pasanganmu dan
anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-
hatilah kamu terhadap mereka… Sesungguhnya hartamu
dan anakmu, hanyalah ujian bagimu, dan di sisi Allah
pahala yang besar.â€‌ (Q.S. At-Taghaabuun: 14-15)
Hal tersebut tetap bisa menjadi kebaikan apabila
dijadikan sebagai lahan amal shaleh dan batu ujian
untuk meningkatkan keimanan, tawakal, dan kesabaran.


8. Wanita bisa melamar lelaki
Bukan hal yang dilarang jika wanita menemukan lelaki
sholeh dan berinisiatif menawarkan diri dalam
pernikahan melalui peran orang yang dipercaya. Khadijah
RA melalui pamannya melamar Nabi Muhammad SAW
setelah mengetahui akhlak dan agama beliau.


9. Taqarrub Ilallah
Perburuan jodoh secara syar’i adalah dengan mendekati
Allah super ekstra. Caranya dengan bertawasul amal-
amal shaleh, tidak hanya ibadah wajib (berbakti kepada
orangtua, sholat wajib), juga ibadah sunnah (shoum
sunnah, sholat tahajjud/ taubat/ istikhoroh/ hajat/ witir/
d huha, tilawah Al Qur’an, istighfar, infaq, dan lain-lain).
Semakin dekat dengan Allah, iman bertambah dan do’a
kita semakin terkabul. Usaha yang konsisten, optimis
dan prasangka baik akan memudahkan jalan kita.


10. Tidak putus asa dan selalu berdoa
Bacalah doa: “Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada
kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai
penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi
orang-orang yang bertakwaâ€‌. (QS. Al Furqon: 74).
Doa lebih terkabul pada tempat mustajab, waktu
mustajab dan memperhatikan adab berdoa. Berdoalah
menurut apa yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya.
Tempat mustajab: masjid, majlis ta’lim, Arafah, Hajar
Aswad, Hijr Ismail, di atas sajadah, dll.


Waktu mustajab seperti sepertiga malam yang akhir,
selesai sholat wajib/tahajjud/hajat, saat sujud/I`tidal
terakhir dalam sholat, sedang berpuasa, berbuka puasa,
dalam perjalanan, selesai khatam qur`an, hari Jum`at,
baru mulai hujan, diantara azan dan iqamat, ketika
minum air zamzam, bulan ramadhan/lailatul qodar,
antara zuhur dan ashar juga antara ashar dan maghrib,
selesai sholat subuh, dalam kesulitan, sedang sakit,
sedang ada jenazah.
Adab berdoa seperti menjauhkan hal yang haram, ikhlas,
diawali dan diakhiri tahmid/sholawat, menghadap kiblat,
suci dari hadats dan najis, khusyu’ dan tenang,
menengadahkan kedua tangan, dengan suara rendah dan
pengharapan sepenuh hati, mengulangi berkali-kali,
tidak berputus asa, menghadirkan Allah dalam hati, tidak
meninggalkan sholat wajib, tidak melakukan dosa besar,
tidak minta sesuatu yang dilarang Allah, sambil
menangis.
Nabi Musa as berdoa setelah menolong dua perempuan
penggembala kambing: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku
sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau
turunkan kepadaku." (QS 28:24).

Allah SWT memahami
keperluan dan prioritasnya, sehingga tidak saja memberi
makanan, tapi juga memberi jodoh, tempat tinggal dan
pekerjaan. Wallahu’alam bishawab.
Doa bagi laki2 yang berharap jodoh :
“ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH
AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA
SHOOHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL
AAKHIROHâ€‌.
“Ya Robb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari
sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang
menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia
dan akhiratâ€‌.
Doa bagi wanita yang berharap jodoh :
“ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN
WAYAKUUNA SHOOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL
AAKHIROHâ€‌.
“Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari
sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam
urusan agama, urusan dunia & akhiratâ€‌
“ALLOHUMMAB’ATS BA’LAN SHOOLIHAN LIKHITHBATHII
WA’ATTHIF QOLBAHU â€ALAYYA BIHAQQI KALAAMIKAL
QODIIMI WABIROSUULIKAL KARIIMI BI ALFI ALFI LAA
HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL â€ALIYYIL
â€AZHIIM WA SHOLLALLOOHU â€ALAA SAYYIDINAA
MUHAMMADIN WA’ALAA AALIHII WA SHOHBIHI WA
SALLAMA WALHAMDULILLAAHIROBBIL â€AALAMIIN.â€‌
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Tuhanku, utuslah seorang suami yang shalih untuk
melamarku, condongkanlah hatinya kepadaku berkat
kebenaran Kalam-Mu yang qadim dan berkat utusanMu
yang mulia dengan keberkahan sejuta ucapan LAA
HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL â€ALIYYIL
â€AZHIIM. Dan semoga Allah Melimpahkan Rahmat dan
salam kepada junjungan kita, Nabi Muhammad, dan
kepada segenap keluarga serta sahabatnya. Dan segala
puji bagi Allah Tuhan sekalian Alam.â€‌

Dikirim pada 21 Maret 2015 di Muhasabah


Seorang wanita cantik dan gaul mendekati seorang
lelaki sholeh yang belum menikah.
Dia penasaran kenapa lelaki tampan yang juga seorang
ustadz ini nggak tertarik sama dirinya.
Padahal puluhan lelaki mengejar-ngejar dirinya.
Akhirnya di sebuah kesempatan kajian keslaman, sang
wanita yang terpaksa memakai kerudung gaul itu
memberanikan diri bertanya pada sang lelaki ini yang
menjadi narasumber kajian tersebut
Wanita: "Ustadz muda yang tampan dan sholeh, apakah
dalam Islam ada yang namanya pacaran?"
Ustadz: "Maaf Mba, sebelumnya terimakasih sudah
mendoakan saya. Sejujurnya saya masih jauh untuk
dikatakan sholeh.
Segala puji itu hanya milik Allah yang Maha Mulia.
Memang dalam Al Qur’an surat Al-Isra ayat 32 Allah
menegaskan, "Dan janganlah kamu mendekati zina;
(zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan
yang buruk."
Nah, pacaran itu salah satu jalan mendekati zina"
Wanita: "Tapi bagaimana dong caranya kita kenal
dengan calon suami kita. Emangnya kita mau beli kucing
dalam karung?"
Ustadz: "Mba sepertinya orang cerdas. pasti bisa jawab
pertanyaan ini, Coba kalau seorang penjual ingin
dagangannya cepat laku.
Apa yang mesti dia lakukan?"
Wanita: (Mengernyitkan dahinya) "Mm.. kebetulan saya
dulu jurusan manajemen, saya coba jawab ya.
Jadi gini ibu-ibu, sang pedagang pasti akan berusaha
supaya si pembeli tertarik.
Iklannya harus menarik, packagingnya harus keren,
diskon besar, mm.. ya gitu deh.
Ih ustadz kok malah nanya balik?"
Ustadz: "Terimakasih Mba, tepat sekali jawabannya.
Itulah bedanya orang yang menikah dengan cara
pacaran dan cara taaruf yang disukai Allah".
Wanita: "Maksud Ustadz gimana sih?
Makin bingung deh! Iya kan jamaah?" (Sambil melihat
pada para jamaah)
Ustadz: "Saat seseorang berpikir bahwa pacaran bisa
membuat dirinya lebih mengenal calon pasangan
hidupnya.
Sebenarnya yang sedang dilakukan dirinya adalah
memperindah kemasan alias topeng dirinya supaya
calon pasangannya suka dengan dirinya.
Misalnya: kalau jalan berdua pasti pake baju paling
bagus, sisiran paling rapi, mobil kalau lelaki pake mobil
bagus walau modal pinjem, sampe nraktir walau pake
uang pinjaman kanan kiri. Wanitanya juga demikian, ia
akan berdandan bak artis, pake make up tebal biar si
pacar makin demen.
Nah apakah selama 2 tahun jalan berdua mereka sudah
mengenal 100 persen pasangannya?
Saat menikah ketahuan deh ternyata lelakinya gak
punya mobil, males-malesan, atau justru wanitanya
cantik hanya saat dimakeup, konsumtif, dan bau badan
misalnya.
Wajar, kalau akhirnya banyak terjadi pacaran 7 tahun,
cerai setelah 7 bulan nikah."
Wanita: "I.. iya juga sih Ustadz. Tapi bagaimana cara kita
mengenal calon pasangan kita?
Nikah kan sekali seumur hidup?"
Ustadz: "Inilah indahnya Islam Mba. Islam sangat
menjunjung tinggi nilai pernikahan.
Maka untuk masa pengenalan ada namanya taaruf.
Dalam jangka waktu itu setiap pasangan diperkenankan
mencari tahu selengkap mungkin tentang kepribadian,
kesehatan juga latar belakang keluarga calon.
Tentunya dengan tidak berdua-duaan, sms mesra, atau
kegiatan yang mendekati zina lainnya.
Kalau memang ada kepentingan bisa sms sekedarnya
atau lewat perantara saudara.
Saat ada yang mau didiskusikan untuk ke jenjang
pernikahan harus ditemani mahromnya. Biar tidak terjadi
fitnah".
Wanita: "Ribet banget sih.. Mau nikah aja sulit banget!
"
Ustadz: "Lebih sulit lagi kalau orang tua membiarkan
anak wanitanya jalan berdua dengan calon yang belum
pasti menikahinya.
Namun yang sudah pasti bermaksiat dengannya. Berapa
banyak yang pulang hilang kehormatannya.
Lalu dijauhi begitu saja oleh sang lelaki saat sudah
menikmati manisnya?
Disinilah Islam menjaga harga diri dan kehormatan
wanita."
Wanita: (Mulai paham, dan merasa dirinya kotor)
"Ustadz, tapi apakah seorang wanita yang banyak dosa
dan masa lalunya kelam bisa dapatkan suami yang
soleh?"
Ustadz: Jangan takut Mba, ampunan Allah begitu besar.
InsyaAllah jika kita terus mensucikan diri maka Allah
akan memberikan jodoh terbaik bagi diri kita.
InsyaAllah"
Wanita: "Terimakasih Ustadz. Doakan agar saya dan
para wanita lainnya bisa bertaubat dan menjadi sebaik-
baik wanita yang dicintai Allah dan mendapatkan jodoh
lelaki sholeh seperti Ustadz."
Ustadz: "Aamiin. Barokallahufiik um"
Semoga Bermanfaat

Dikirim pada 15 Maret 2015 di Kisah-kisah


Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh - tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.
Kekhawatiran Para Malaikat.
Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu, mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah s.w.t.: "Wahai Tuhan kami! Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami,padahal kami selalu bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya akan bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya,sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu."
Allah berfirman, menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:
"Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya."
Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,kering dan lumpur hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna.
Iblis Membangkang.
Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain,yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya.Iblis merasa dirinya lebih mulia,lebih utama dan lebih agung dari Adam,karena ia diciptakan dari unsur api,sedang Adam dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain,walaupun diperintah oleh Allah.
Tuhan bertanya kepada Iblis:"Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"
Iblis menjawab:"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur."
Karena kesombongan,kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan,maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.
Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu,bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam,sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat,dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat,mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.
Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:
"Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah."
Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.
Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi,maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:"Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam."
Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata:"Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana."
Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam,berfirmanlah Allah kepada mereka:"Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan."
Adam Menghuni Syurga.
Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:"Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"
Berkatalah Adam:"Seorang perempuan."Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya."Siapa namanya?"tanya malaikat lagi."Hawa",jawab Adam."Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?",tanya malaikat lagi.
Adam menjawab:"Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah."
Allah berpesan kepada Adam:"Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga,rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini."
Iblis Mulai Beraksi.
Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya.Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.
Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal.Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.
Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: "Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."
Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:"Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis.Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami."
Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.
Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.
Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu.Harapan untuk tinggal terus di syurga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah,hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya,akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada mereka:"Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yang telah ditentukan."
Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali.Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.
Kisah Adam dalam Al-Quran.
Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A`raaf ayat 11 sehingga 25
Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.
Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oelh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia - keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.
Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf. Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu.Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.
Bahawasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.Rahmat allah dan maghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.
Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis yang turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t.



Sumber : Kisah 25 Nabi

Dikirim pada 01 Juli 2014 di Kisah-kisah



Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Catatan pertama,

Ketika walikota surabaya, Ibu Tri Rismaharani mendeklarasikan penutupan kampung zina terbesar di Indonesia, ribuan pasukan iblis pembela maksiat berusaha menghadang dengan berbagai makarnya. Anehnya, mereka tidak segan meminjam istilah islam sebagai nama kegiatan mereka, mulai dari pengajian akbar Pro Rakyat bersama Gus Gendheng, hingga Istighatsah kubro menolak penutupan lokalisasi. Penutupan lokalisasi tidak sejalan dengan prikemanusiaan.

Dari mana mereka bisa menggunakan istilah itu?

Tidak lain adalah wahyu iblis. Dia membisikkan kepada bala tentaranya berbagai alasan dan dalil untuk melestarikan kemaksiatan.

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا

Demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, yaitu setan dari jenis manusia dan jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). (QS. Al-An’am: 112)

Kenyataan ini memberi pelajaran bagi kita, apapun bentuk kejahatan, kemaksiatan, dan kesesatan, semuanya memiliki dalil dan alasan.

Ketika Iblis menolak untuk tunduk terhadap perintah Allah untuk sujud kepada ‎Adam, dia menggunakan dalil. Dalil yang digunakan iblis adalah dalil qiyas.,

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ‏

Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu ‎aku menyuruhmu?” Iblis menjawab, “Saya lebih baik dari pada dia, Engkau ciptakan saya ‎dari api sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”. (QS. Al-A’raf: 12)‎

Di ayat lain, Allah berfirman,‎

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ قَالَ أَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِينًا

Ingatlah, tatkala Kami berfirman kepada Para Malaikat: “Sujudlah kamu semua kepada ‎Adam”, lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: “Apakah aku akan sujud kepada ‎orang yang Engkau ciptakan dari tanah?” (QS. Al-Isra: 61)‎

Menurut iblis, api lebih mulia dari pada tanah. Dengan logika ini, dia beralasan, makhluk ‎yang lebih baik asal penciptaannya, tidak selayaknya memberikan hormat kepada ‎makhluk yang lebih rendah asal penciptaannya.

Semata berdalil, bukan jaminan itu benar. Namun perlu juga ditimbang dengan ‎keshahihan cara berdalil. Kenyataan ini menuntut kita untuk semakin cerdas memahami dalam memahami dalil.

Catatan kedua,

Kita yakin, para tokoh agama setempat tentu telah mengingatkan bahaya zina dan dampak buruk dosa zina. Karena hukum al-Quran yang berbicara masalah ini sudah sangat jelas.

Tapi mengapa penjelasan kiyai tentang hukum al-Quran tidak bisa mencegah mereka?

Tentu bukan kiyainya yang salah. Para kiyai telah menyampaikan peringatan kepada mereka.

Namun seperti inilah manusia. Banyak orang yang mereka tidak bisa dihentikan untuk maksiat dengan penjelasan al-Quran. Dan ketika itulah, Allah menunjuk penguasa untuk mencegah mereka.

Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

إن الله يزع بالسلطان ما لا يزع بالقرآن

Sesungguhnya Allah mencegah maksiat dengan kekuasaan, yang tidak bisa dicegah dengan dakwah al-Quran. (Simak Tarikh al-Madinah, Ibnu Syabbah an-Numairi, 3/988).

Kita patut bersyukur, ketika Allah memberikan pemimpin yang berpihak terhadap kebenaran, mengawal langkah setahap terwujudnya aturan syariat.

Catatan ketiga,

Tempat lokalisasi terbesar di Indonesia itu telah bertahan 100 tahunan di tengah kerumunan masyarakat pengagung para wali. Kita yakin kesehariannya mereka adzan dan suara dzikiran di masjid. Dan tidak lupa, para kyai setempat pasti sudah sering mengingatkan bahaya zina.

Namun ketika amar makruf nahi munkar tidak ditegakkan secara penuh, di saat itulah kebatilan akan terus bertahan dan terus berdikari.

Di sinilah fungsi besar pihak yang berwenang sangat dibutuhkan, karena keterlibatan mereka dalam amar makruf nahi munkar, memberikan peran penting terhadap pendidikan masyarakat.

Seorang ulama menasehatkan,

الامر بالمعروف والنهي عن المنكر سفينة النجاة

Amar makruf nahi munkar adalah perahu keselamatan.

Keberadaan orang soleh tidak ada artinya ketika mereka hanya diam di hadapan kemaksiatan.

Ummu Salamah pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَا رَسُولَ اللهِ أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ؟

“Ya Rasulullah, apakah kita akan binasa sementara banyak orang soleh di tengah kita?”

Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

نَعَمْ، إِذَا كَثُرَ الْخَبَثُ

”Ya, jika maksiat merajalela.” (HR. Muslim 2880).

Siapa yang kuat, dia yang berkuasa. Orang baik namun lemah, hanya akan ditindas mereka yang jahat. Di saat itulah kemaksiatan menjadi pemenang.

Orang baik yang kuat, akan membuat kerdil ahli maksiat. Di saat itulah, kebenaran akan menjadi pemenang.

Dari Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memuji kedisplinan Umar dalam amar ma’ruf nahi munkar, hingga setanpun takut kepadanya.

يَا ابْنَ الخَطَّابِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا لَقِيَكَ الشَّيْطَانُ سَالِكًا فَجًّا قَطُّ، إِلَّا سَلَكَ فَجًّا غَيْرَ فَجِّكَ

”Hai Umar bin Khatab, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, jika ada setan yang memergokikamu di satu jalan, maka dia akan mencari jalan yang lain selain jalan yang kamu lewati.” (HR. Bukhari 3683).

Selama kita mampu melakukan amar ma’ruf nahi munkar, jangan ditunda, sebelum ahli maksiat menjajah.

Allahu a’lam.



Sumber: konsultasi_syariah

Dikirim pada 19 Juni 2014 di Hikmah


Assalamualaikum wr.wb.

“Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.”(Al-Mu’minun : 12-14)

Dari ayat tersebut kita bisa mengetahui bahwa sesungguhnya kita manusia diciptakan dari sesuatu yang hina, akan tetapi kebanyakan manusia tidak menyadarinya. Jikalah kita mengkaji ayat tersebut lebih dalam lagi, kita bisa melihat bahwa manusia diciptakan dari sesuatu yang hina lalu dibentuk menjadi sesuatu yang sempurna. Pernahkah kita berfikir apa yang membuat manusia itu bisa menjadi makhluk yang mulia dan sempurna di hadapan sang pencipta? Yang bisa membuat manusia menjadi Makhluk yang mulia dan sempurna di hadapan sang pencuipta adalah akal yang di miliki manusia. Perbedaan Manusia dengan Hewan ada pada akalnya, manusia diberikan akal oleh sang pencipta untuk bisa membedakan yang mana yang benar dan yang mana yang salah. Manusia bisa disebut sebagai manusia apabila mau menggunakan akalnya, manusia yang tidak menggunakan akalnya malah menjadikan hawa nafsu sebagai landasan berbuat seperti dalam QS. Al-A’raaf : 176 yang berbunyi sebagai berikut :

“Dan kalau Kami menghendaki, Sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi Dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, Maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya Dia mengulurkan lidahnya (juga). demikian Itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. Maka Ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” (QS. Al-A’raaf :176)

Dalam ayat diatas manusia hendak dijadikan tinggi derajatnya tetapi manusia malah cenderung kepada hawa nafsu yang rendah, dan apabila manusia seperti itu maka tidak berbeda manusia tersebut dengan seekor anjing. Oleh karena itu jika manusia ingin derajatnya tinggi disisi sang pencipta maka menggunakan akal adalah sangat mutlak adanya, karena itu adalah titik pembeda antara manusia dengan hewan, jadi kita harus sadar bahwa kita adalah manusia bukanlah hewan yang berbuat berlandaskan hawa nafsunya yang rendah.

Salah satu hal yang penting untuk difikirkan oleh manusia adalah bagaimana adanya alam semesta ini, bagaimana bisa alam semesta ini ada begitu saja, dan bagaimana bisa kita ada dengan begitu saja tanpa ada yang menciptakan. Dan tidak akan mungkin alam semesta yang sebesar ini tidak ada yang mengaturnya. Seperti dalam QS. Ibrahim : 33 yang berbunyi sebagai berikut :

“Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.” QS. (Ibrahim : 33)

Dari ayat diatas jelas bahwa Alam Semesta ini ada yang mengaturnya dan tidak berjalan sendiri. Lalu siapakah yang mengatur semua ini dan siapakah yang menciptkannya? Yang menciptakan manusia dan Alam Semesta adalah Alloh, seperti dalam QS. Al-A’raaf : 54 yang berbunyi :

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas `Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-A’raaf : 54)


Ayat tersebut menjelaskan bahwa Alloh yang maha suci dan maha tinggi adalah Tuhan semesta alam yang menciptkan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, dan semuanya tidak luput dari kekuasaan dan kehendaknya, betapa alam semesta ini tidak akan berdaya apabila Alloh tidak mengaturnya. Dan apabila Alloh berkendak untuk menciptakan sesuatu kita tidak bisa berbuat apa-apa dan apabila Alloh hendak akan mengakhiri sesuatu maka kita tidak berdaya melawannya, Semua apa yang diciptakan Alloh tidaklah kekal. Alloh adalah yang maha berkehendak atas segala urusan yang ada di alam semesta, dan apabila Alloh berkehendak sesuatu maka Alloh hanya cukup berkata “Jadilah”, maka jadilah sesuatu tersebut, seperti dalam QS. Al-Baqoroh : 117 yang berbunyi :

“Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, Maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" lalu jadilah ia.”(QS. Al-Baqoroh : 117)

Jelas bahwa Alloh adalah Kholiq yang maha berkehendak atas segala sesuatu dan tidak ada kholiq selain Alloh. Allohlah yang menciptakan buah-buahan dan hewan ternak untuk kita makan. Coba bayangkan kalaulah Alloh tidak menciptakan itu semua untuk manusia, bisa apa manusia? Bagaimana manusia bisa hidup? Selaku makhluk apa yang harus manusia lakukan kepada sang Kholiq yang telah menciiptakan? Pernahkah kita mendengar kata “Akhlaq” apa itu akhlaq? Akhlaq adalah sikap atau perilaku yang diperbuat Makhluk kepada sang Kholiq, Akhlaq bukanlah perilaku antar Makhluk. Bersyukur atas segala nikmat yang diturunkan oleh sang kholiq kepada Makhluk adalah Akhlaq yang benar yang harus dilakukan oleh manusia, Betapa buruknya akhlaq seorang makhluk kepada Alloh apabila ia tidak mau bersyukur kepada Alloh Kholiq alam semesta ini karena begitu banyak nikmat yang telah diberikannya seperti dalam surat Ar-Rohman manusia di ingatkan untuk bersyukur kepada Alloh bahkan sampai 31 kali Alloh mengulangnya “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Lalu bagaimanakah cara kita bersyukur kepada Alloh sebagai bentuk Akhlaq yang benar kepada sang Kholiq? Untuk bersyukur kepada Alloh maka yang harus kita lakukan adalah menyembah Alloh dan tidak mempersekutukannya dengan apapun, mau melakukan apa yang diperintahkannya dan mau menjauhi apa yang di larangannya, seperti dalam QS. An-nisa : 46 :


“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.”(QS. 4:36)

Maka sudah sepatutnya kita selaku makhluk hanya menyembah Alloh saja, karena dengan itulah kita bisa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan olehnya, dan apabila kita mempersekutukan Alloh dengan Tuhan (Ilah) yang lain maka sungguh itu adalah Akhlaq yang buruk, karena itu membuktikan bahwa kita tidak bersyukur atas segala nikmat yang telah Alloh berikan kepada kita.

Maka sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Alloh kita haruslah menyembah dan beribadah kepada Alloh saja, dan mau menjalankan apa yang Alloh perintahkan dan menjauhi apa yang Alloh larang, serta meniadakan Ilah-ilah selain Alloh dalam hidup kita, yang berhak mengatur kita, yang harus kita taati dan yang harus kita sembah.

Demikian pembahasan ini semoga bermanfaat, tulisan selanjutnya saya akan membahas ilah-ilah selain Alloh. Mohon maaf apabila ada kesalahan, karena sesungguhnya yang benar itu hanya datang dari petunjuk Alloh dan yang salah itu datang dari kesalahan pribadi penulis.

semoga bermanfaat dan menjadi wawasan

Wassalamulaikum wr.wb

Dikirim pada 15 Mei 2014 di Hikmah


Istilah wahan diungkapkan oleh Nabi Muhammad saw-tatkala menjelaskan kondisi umat manusia di masa akan datang. Penyakit wahan ini menjadi penyebab utama segala keburukan dan keterpurukan umat Islam sehingga karenanya mereka menjadi bulan-bulanan musuh-musuh islam. Bahkan lebih tragis lagi, Nabi Muhammad saw mengibaratkan mereka laksana makanan yang menjadi rebutan orang-orang rakus yang kelaparan.
Dari Tsauban radliyallahu `anhu berkata, "Rasulullah saw bersabda, "Akan datang suatu masa, di mana bangsa-bangsa akan mengeroyok kalian seperti orang-orang rakus memperebutkan makanan di atas meja.
Ada seorang yang bertanya, `Apakah karena pada saat itu jumlah kami sedikit?`
Rasulullah saw menjawab: `Tidak, bahkan kamu pada saat itu mayoritas, akan tetapi kamu seperti buih di atas permukaan air laut. Sesungguhnya Allah telah mencabut rasa takut dari musuh-musuh kalian, dan telah mencampakkan penyakit al wahan pada hati kalian`.
Seorang sahabat bertanya: `Ya Rasulallah, apa penyakit al wahan itu?.`
Rasulullah saw-menjawab: `Al Wahan adalah penyakit cinta dunia dan takut mati` ". (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan lainnya)
Sebab-sebab Wahan
Penyakit wahan timbul karena merasuknya cinta kepada dunia ke dalam hati manusia, seperti cinta berlebih kepada harta, benda, tahta, wanita, dan lainnya. Dari kecintaan dunia yang sangat berlebih nantinya akan melahirkan mental pengecut yang takut mati.
Cinta dunia dan takut mati saling berkait, laksana satu paket. Keduanya menjadi penyebab kehinaan dalam agama di hadapan musuh. Semoga Allah melindungi kita darinya.
Akibat dari penyakit wahan akan menumbuhkan keengganan berjuang dan berjihad untuk mempertahankan iman dan memperjuangkan agama. Padahal meninggalkan jihad merupakan sebab keterpurukan umat ini. Rasulullah saw bersabda:
"Jika kalian berdagang dengan sistem `inah (salah satu bentuk riba), kalian ridha dengan peternakan, kalian ridha dengan pertanian dan kalian meninggalkan jihad maka Allah timpakan kepada kalian kehinaan yang tidak akan dicabut sampai kalian kembali kepada agama kalian." (HR. Ahmad, Abu Daud dan yang lainnya, dishahihkan oleh Al-Albani dalam al Silsilah, No. 11)
hadits ini menyimpulkan bahwa dalam hadits terdapat celaan dan ancaman bagi orang yang sibuk dengan pertanian dan peternakannya di saat musim jihad. Dari situ dapat disimpulkan bahwa di antara dimaksud dengan Dien (yang menjadi solusi dengan kembali padanya) dalam hadits ini adalah Jihad. Karena shalat, zakat, puasa, haji dan dzikir tidak akan mampu mengangkat umat ini dari kehinaan. Semua ibadah ini memang merupakan bagian dari Ad-Dien dan mempunyai peran penting, dalam melenyapkan kehinaan ini.
Manusia pada dasarnya ingin kaya, pangkat tinggi, memiliki pangaruh yang besar, terkenal di mana-mana, dan mempunyai istri yang cantik. Manakala seseorang telah mencapai keinginannya sementara aturan-aturan Allah tidak dipergunakan dalam mengatur dan mengendalikan kekayaan dunianya, maka inilah yang disebut materialistis, alias cinta dunia.
Faham materilisme ini sama sekali tidak dibolehkan dalam ajaran Islam, bahkan adalah merupakan musuh Islam yang tergolong utama. Faham ini merupakan warisan dari Iblis la`natullahi`alaihi, yang memang kehadiran dan keberadaanya di dalam diri hanya untuk menggoda agar manusia rusak, sehingga (pada akhirnya kelak) menjadi penghuni neraka bersama Iblis.
Kepada Iblis Allah Subhanahu wa Ta`ala bertanya: "Apakah yang menghalangimu sujud kepada Adam?" Iblis menjawab: "Aku lebih baik daripada Adam. Engkau ciptakan aku dari api dan Engkau menciptakannya dari tanah ?" (QS.Al-A`raaf: 12).
Setidaknya ada empat hal yang menyebabkan timbulnya penyakit wahan di masyarakat muslim, yakni:
Kaum muslimin banyak yang belum memahami karakteristik ajaran Islam itu sendiri. Akibatnya, dengan mudah mereka menerima faham-faham yang tidak sesuai ajaran Islam. Mereka hanya menerima hal-hal yang sesuai dengan tuntutan hawa nafsunya. Sedangkan hal-hal yang jelas berdasarkan prinsip-prinsip ajaran Islam dilihat dan disikapinya sebagai suatu beban dan menyusahkan kehidupan. Mereka merasa ragu dan telah phobi terhadap Islam.
Pengaruh racun berpikir yang disuntikan sejak lama oleh musuh-musuh Islam terhadap kaum muslimin. Proses pencekokan tersebut berlangsung dengan demikian halus dan terorganisir, sehingga umat Islam menjadi lemah dan terpecah-pecah. Hal itu sesungguhnya amat kita lihat dan rasakan.
Kekuasaan militer, politik dan pemerintahan yang tidak berada di tangan kaum muslim sehingga urusan umat Islam diserahkan kepada orang-orang kafir lagi fujur, fasik dan munafik. Mereka mengangkangi kaum muslimin dalam berbagai bidang.
Untuk mewujudkan cita-citanya musuh-musuh Islam (Yahudi dan Nasrani) merancang taktik strategi untuk menghadapi umat Islam. Mereka memanfaatkan kekayaan, ilmu pangetahuan, dan teknologi yang mereka miliki untuk menghadapi dan memperdaya umat Islam. Sehingga situasi dan kondisi dunia lslam benar-benar dalam keadaan lemah, terbelakang, terpecah-pecah, dan malah sesama umat Islam itu sendiri saling beradu dan bermusuhan.
Membasmi Penyakit Wahan
Penyakit wahan ini bisa diatasi dengan jalan bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala dan kembali kepada tuntunan ajaran Islam.Mereka yang merasa bahwa penyakit ini telah menghinggapi dirinya hendaklah melakukan langkah-langkah berikut :
Meningkatkan keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala dan hari akhir, sampai pada derajat yakin. Dengan keyakinan ini penyakit cinta dunia atau takut mati akan hilang.
"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (QS. Al Hadid:20)
Selalu mengkaji dan memahami ajaran Islam, terutama bidang akidah, yang merupakan inti ajaran Islam.
"Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang Hak) melainkan Allah." (QS.Mubammad: 19)
Menghayati perspektif Islam terhadap konsep kebahagiaan dunia dan akhirat. Sesungguhnya Islam tidak mengharamkan dunia dan perhiasannya, akan tetapi menjadikannya sebagai alat untuk mencapai kehidupan dan kebahagjaan akhirat.
Meningkatkan dan memantapkan ibadah dan pendekatan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala. Dengan demikian maka sifat qana`ahnya muncul dan menjadi citra diri dan kehidupannya. Rasa syukurnya semakin meningkat, dan tawadhu (rendah hati) akan menjadi benteng dan sekaligus penghias dirinya.
"Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."(QS An-Nahl:96).
Berjihad di jalan Allah dengan segenap kemampuannya yang ada. Karena orang yang berjihad telah menjual diri dan hartanya kepada Allah dengan surga. Dan ini adalah sebesar-besar ketundukan kepada-Nya dan sebesar-besar pengorbanan untuk-Nya. Maka tepat sekali jika Allah menjamin hidayah bagi orang yang benar dalam jihadnya.
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Furqaan :52)

Dikirim pada 08 April 2014 di Hikmah


Hari itu merupakan hari bahagiaku, alhamdulillah. Aku telah menyempurnakan separo dienku: menikah. Aku benar-benar bahagia sehingga tak lupa setiap sepertiga malam terakhir aku mengucap puji syukur kepada-Nya.

Hari demi hari pun aku lalui dengan kebahagiaan bersama istri tercintaku. Aku tidak menyangka, begitu sayangnya Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadaku dengan memberikan seorang pendamping yang setiap waktu selalu mengingatkanku ketika aku lalai kepada-Nya. Wajahnya yang tertutup cadar, menambah hatiku tenang.

Yang lebih bersyukur lagi, hatiku terasa tenteram ketika harus meninggalkan istri untuk bekerja. Saat pergi dan pulang kerja, senyuman indahnya selalu menyambutku sebelum aku berucap salam. Bahkan, sampai saat ini aku belum bisa mendahului ucapan salamnya karena selalu terdahului olehnya. Subhanallah.

Wida, begitulah nama istri shalihahku. Usianya lebih tua dua tahun dari aku. Sekalipun usianya lebih tua, dia belum pernah berkata lebih keras daripada perkataanku. Setiap yang aku perintahkan, selalu dituruti dengan senyuman indahnya.

Sempat aku mencobanya memerintah berbohong dengan mengatakan kalau nanti ada yang mencariku, katakanlah aku tidak ada. Mendengar itu, istriku langsung menangis dan memelukku seraya berujar, “Apakah Aa’ (Kakanda) tega membiarkan aku berada di neraka karena perbuatan ini?”

Aku pun tersenyum, lalu kukatakan bahwa itu hanya ingin mencoba keimanannya. Mendengar itu, langsung saja aku mendapat cubitan kecil darinya dan kami pun tertawa.

Sungguh, ini adalah kebahagiaan yang teramat sangat sehingga jika aku harus menggambarkanya, aku tak akan bisa. Dan sangat benar apa yang dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Dunia hanyalah kesenangan sementara dan tidak ada kesenangan dunia yang lebih baik daripada istri shalihah.” (Riwayat An-Nasa’i dan Ibnu Majah).

Hari terus berganti dan tak terasa usia pernikahanku sudah lima bulan. Masya Allah.

Suatu malam istriku menangis tersedu-sedu, sehingga membangunkanku yang tengah tertidur. Merasa heran, aku pun bertanya kenapa dia menangis malam-malam begini.

Istriku hanya diam tertunduk dan masih dalam isakan tangisnya. Aku peluk erat dan aku belai rambutnya yang hitam pekat. Aku coba bertanya sekali lagi, apa penyebabnya? Setahuku, istriku cuma menangis ketika dalam keadaan shalat malam, tidak seperti malam itu.

Akhirnya, dengan berat hati istriku menceritakan penyebabnya. Astaghfirullah… alhamdulillah, aku terperanjat dan juga bahagia mendengar alasannya menangis. Istriku bilang, dia sedang hamil tiga bulan dan malam itu lagi mengidam. Dia ingin makan mie ayam kesukaanya tapi takut aku marah jika permohonannya itu diutarakan. Terlebih malam-malam begini, dia tidak mau merepotkanku.

Demi istri tersayang, malam itu aku bergegas meluncur mencari mie ayam kesukaannya. Alhamdulillah, walau memerlukan waktu yang lama dan harus mengiba kepada tukang mie (karena sudah tutup), akhirnya aku pun mendapatkannya.

Awalnya, tukang mie enggan memenuhi permintaanku. Namun setelah aku ceritakan apa yang terjadi, tukang mie itu pun tersenyum dan langsung menuju dapurnya. Tak lama kemudian memberikan bingkisan kecil berisi mie ayam permintaan istriku.

Ketika aku hendak membayar, dengan santun tukang mie tersebut berujar, “Nak, simpanlah uang itu buat anakmu kelak karena malam ini bapak merasa bahagia bisa menolong kamu. Sungguh pembalasan Allah lebih aku utamakan.”

Aku terenyuh. Begitu ikhlasnya si penjual mie itu. Setelah mengucapkan syukur dan tak lupa berterima kasih, aku pamit. Aku lihat senyumannya mengantar kepergianku.

“Alhamdulillah,” kata istriku ketika aku ceritakan begitu baiknya tukang mie itu. “Allah begitu sayang kepada kita dan ini harus kita syukuri, sungguh Allah akan menggantinya dengan pahala berlipat apa yang kita dan bapak itu lakukan malam ini,” katanya. Aku pun mengaminkannya.



sumber: kata2 hikmah

Dikirim pada 17 Maret 2014 di Hikmah


Cinta sahabat Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra memang luar biasa indah, cinta yang selalu terjaga kerahasiaannya dalam sikap, kata, maupun expresi. Hingga konon karena saking teramat rahasianya setan saja tidak tahu urusan cinta diantara keduanya. Dan akhirnya Allah menyatukan mereka dalam sebuah ikatan suci pernikahan.
Sudah lama Ali terpesona dan jatuh hati pada Fatimah, ia pernah tertohok dua kali saat Abu Bakar dan Ummar melamar fatimah. Sementara dirinya belum siap untuk melakukannya.
Pada saat kaum muslimin hijrah ke madinah, Fathimah dan kakaknya Ummu Kulsum tetap tinggal di Makkah sampai Nabi mengutus orang untuk menjemputnya.Setelah Rasulullah SAW menikah dengan Aisyah binti Abu Bakar, para sahabat berusaha meminag Fathimah. Abu Bakar dan Umar maju lebih dahulu untuk meminang tapi nabi menolak dengan lemah lembut. Lalu Ali bin Abi Thalib datang kepada Rasulullah untuk melamar, lalu ketika nabi bertanya, “Apakah engkau mempunyai sesuatu ?”, Tidak ada ya Rasulullah,” jawabnya. “ Dimana pakaian perangmu yang hitam, yang saya berikan kepadamu,” Tanya Rasullah SAW lagi.“ Masih ada padaku wahai Rasulullah,” jawab Ali. “Berikan itu kepadanya (Fatimah) sebagai mahar,”.kata beliau.
Lalu Ali bergegas pulang dan membawa baju besinya, lalu Nabi menyuruh menjualnya dan baju besi itu dijual kepada Utsman bin Affan seharga 470 dirham, kemudian diberikan kepada Rasulullah dan diserahkan kepada Bilal untuk membeli perlengkapan pengantin. Dan di sisi lain, Fatimah ternyata juga sudah lama memendam cintanya kepada Kaum muslim merasa gembira atas perkawinan Fathimah dan Ali bin Abi Thalib, setelah setahun menikah lalu dikaruniai anak bernama Hasan dan saat Hasan genap berusia 1 tahun lahirlah Husein pada bulan Sya’ban tahun ke 4 H.
Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah keduanya menikah, Fatimah berkata kepada Ali:
Fatimah : “Wahai suamiku Ali, aku telah halal bagimu, aku pun sangat bersyukur kepada Allah karena ayahku memilihkan aku suami yang tampan, sholeh, cerdas dan baik sepertimu”.
Ali : “Aku pun begitu wahai Fatimahku sayang, aku sangat bersyukur kepada Allah akhirnya cintaku padamu yang telah lama kupendam telah menjadi halal dengan ikatansuci pernikahanku denganmu.”
Fatimah : (berkata dengan lembut) “Wahai suamiku, bolehkah aku berkata jujur padamu? karena aku ingin terjalin komunikasi yang baik diantara kita dan kelanjutan rumah tangga kita”.
Ali : “Tentu saja istriku, silahkan, aku akan mendengarkanmu…”.
Fatimah : “Wahai Ali suamiku, maafkan aku, tahukah engkau bahwa sesungguhnya sebelum aku menikah denganmu, aku telah lama mengagumi dan memendam rasa cinta kepada seorang pemuda, dan aku merasa pemuda itu pun memendam rasa cintanya untukku. Namun akhirnya ayahku menikahkan aku denganmu. Sekarang aku adalah istrimu, kau adalah imamku maka aku pun ikhlas melayanimu, mendampingimu, mematuhimu dan menaatimu, marilah kita berdua bersama-sama membangun keluarga yang diridhoi Allah”
Sungguh bahagianya Ali mendengar pernyataan Fatimah yang siap mengarungi bahtera kehidupan bersama, suatu pernyataan yang sangat jujur dan tulus dari hati perempuan sholehah. Tapi Ali juga terkejut dan agak sedih ketika mengetahui bahwa sebelum menikah dengannya ternyata Fatimah telah memendam perasaan kepada seorang pemuda. Ali merasa agak sedih karena sepertinya Fatimah menikah dengannya karena permintaan Rasul yang tak lain adalah ayahnya Fatimah, Ali kagum dengan Fatimah yang mau merelakan perasaannya demi taat dan berbakti kepada orang tuanya yaitu Rasul dan mau menjadi istri Ali dengan ikhlas.
Namun Ali memang sungguh pemuda yang sangat baik hati, ia memang sangat bahagia sekali telah menjadi suami Fatimah, tapi karena rasa cintanya karena Allah yang sangat tulus kepada Fatimah, hati Ali pun merasa agak bersalah jika hati Fatimah terluka, karena Ali sangat tahu bagaimana rasanya menderita karena cinta. Dan sekarang Fatimah sedang merasakannya. Ali bingung ingin berkata apa, perasaan didalam hatinya bercampur aduk. Di satu sisi ia sangat bahagia telah menikah dengan Fatimah, dan Fatimah pun telah ikhlas menjadi istrinya. Tapi disisi lain Ali tahu bahwa hati Fatimah sedang terluka. Ali pun terdiam sejenak, ia tak menanggapi pernyataan Fatimah.
Fatimah pun lalu berkata, “Wahai Ali suamiku sayang, Astagfirullah maafkan aku. Aku tak ada maksud ingin menyakitimu, demi Allah aku hanya ingin jujur padamu, saat ini kaulah pemilik cintaku, raja yang menguasai hatiku.”.
Ali masih saja terdiam, bahkan Ali mengalihkan pandangannya dari wajah Fatimah yang cantik itu.
Melihat sikap Ali, Fatimah pun berkata sambil merayu Ali, “Wahai suamiku Ali, tak usah lah kau pikirkan kata-kataku itu, marilah kita berdua nikmati malam indah kita ini. Ayolah sayang, aku menantimu Ali”.
Ali tetap saja terdiam dan tidak terlalu menghiraukan rayuan Fatimah, tiba-tiba Ali pun berkata, “Fatimah, kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu, kau pun tahu betapa aku berjuang memendam rasa cintaku demi untuk ikatan suci bersamamu, kau pun juga tahu betapa bahagianya kau telah menjadi istriku. Tapi Fatimah, tahukah engkau saat ini aku juga sedih karena mengetahui hatimu sedang terluka. Sungguh aku tak ingin orang yang kucintai tersakiti, aku bisa merasa bersalah jika seandainya kau menikahiku bukan karena kau sungguh-sungguh cinta kepadaku. Walupun aku tahu lambat laun pasti kau akan sangat sungguh-sungguh mencintaiku. Tapi aku tak ingin melihatmu sakit sampai akhirnya kau mencintaiku.”.
Fatimah pun tersenyum mendengar kata-kata Ali, Ali diam sesaat sambil merenung, tak terasa mata Ali pun mulai keluar air mata, lalu dengan sangat tulus Ali berkata lagi, “Wahai Fatimah, aku sudah menikahimu tapi aku belum menyentuh sedikit pun dari dirimu, kau masih suci. Aku rela menceraikanmu malam ini agar kau bisa menikah dengan pemuda yang kau cintai itu, aku akan ikhlas, lagi pula pemuda itu juga mencintaimu. Jadi aku tak akan khawatir ia akan menyakitimu. Aku tak ingin cintaku padamu hanya bertepuk sebelah tangan, sungguh aku sangat mencintaimu, demi Allah aku tak ingin kau terluka… Menikahlah dengannya, aku rela”.
Fatimah juga meneteskan airmata sambil tersenyum menatap Ali, Fatimah sangat kagum dengan ketulusan cinta Ali kepadanya, ketika itu juga Fatimah ingin berkata kepada Ali, tapi Ali memotong dan berkata, “Tapi Fatimah, sebelum aku menceraikanmu, bolehkah aku tahu siapa pemuda yang kau pendam rasa cintanya itu?, aku berjanji tak akan meminta apapun lagi darimu,namun izinkanlah aku mengetahui nama pemuda itu.”
Airmata Fatimah mengalir semakin deras, Fatimah tak kuat lagi membendung rasa bahagianya dan Fatimah langsung memeluk Ali dengan erat. Lalu Fatimah pun berkata dengan tersedu-sedu,“Wahai Ali, demi Allah aku sangat mencintaimu, sungguh aku sangat mencintaimu karena Allah."
Berkali-kali Fatimah mengulang kata-katanya. Setelah emosinya bisa terkontrol, Fatimah pun berkata kepada Ali, “Wahai Ali, Awalnya aku ingin tertawa dan menahan tawa sejak melihat sikapmu setelah aku mengatakan bahwa sebenarnya aku memendam rasa cinta kepada seorang pemuda sebelum menikah denganmu, aku hanya ingin menggodamu, sudah lama aku ingin bisa bercanda mesra bersamamu. Tapi kau malah membuatku menangis bahagia. Apakah kau tahu sebenarnya pemuda itu sudah menikah”.
Ali menjadi bingung, Ali pun berkata dengan selembut mungkin, walaupun ia kesal dengan ulah Fatimah kepadanya ”Apa maksudmu wahai Fatimah? Kau bilang padaku bahwa kau memendam rasa cinta kepada seorang pemuda, tapi kau malah kau bilang sangat mencintaiku, dan kau juga bilang ingin tertawa melihat sikapku, apakah kau ingin mempermainkan aku Fatimah?, sudahlah tolong sebut siapa nama pemuda itu? Mengapa kau mengharapkannya walaupun dia sudah menikah?”.
Fatimah pun kembali memeluk Ali dengan erat, tapi kali ini dengan dekapan yang mesra. Lalu menjawab pertanyaan Ali dengan manja, “Ali sayang, kau benar seperti yang kukatakan bahwa aku memang telah memendam rasa cintaku itu, aku memendamnya bertahun-tahun, sudah sejak lama aku ingin mengungkapkannya, tapi aku terlalu takut, aku tak ingin menodai anugerah cinta yang Allah berikan ini, aku pun tahu bagaimana beratnya memendam rasa cinta apalagi dahulu aku sering bertemu dengannya. Hatiku bergetar bila ku bertemu dengannya. Kau juga benar wahai Ali cintaku, ia memang sudah menikah. Tapi tahukah engkau wahai sayangku, pada malam pertama pernikahannya ia malah dibuat menangis dan kesal oleh perempuan yang baru dinikahinya”
Ali pun masih agak bingung, tapi Fatimah segera melanjutkan kata-katanya dengan nada yang semakin menggoda Ali, ”Kau ingin tahu siapa pemuda itu? Baiklah akan kuberi tahu. Sekarang ia berada disisiku, aku sedang memeluk mesra pemuda itu, tapi kok dia diam saja ya, padahal aku memeluknya sangat erat dan berkata-kata manja padanya, aku sangat mencintainya dan aku pun sangat bahagia ternyata memang dugaanku benar, ia juga sangat mencintaiku…”
Ali berkata kepada Fatimah, “Jadi maksudmu…???”
Fatimah pun berkata, “Ya wahai cintaku, kau benar, pemuda itu bernama Ali bin Abi Thalib sang pujaan hatiku”.
Subhanallah, Betapa Indahnya Kisah Cinta antara Ali Bin Abi Thalib Dan Fatimah Az-Zahra. Maha Suci Allah, Dialah yang mengatur segalanya. Dialah yang telah mengatur jodoh, rezeki, pertemuan, dan maut dari setiap insan di Dunia.

Dikirim pada 25 Februari 2014 di Kisah-kisah


Suatu hari, Rosulullah saw bertamu ke rumah Abu Bakar. ketika sedang bercengkerama dg Nabi saw, tiba-tiba datang seorang arab badui menemui Abu Bakar dan langsung mencela Abu Bakar. makian, kata-kata kotor keluar dari mulut orang itu. namun Abu Bakar tidak menghiraukannya. Ia melanjutkan perbincangan dg Rosulullah. Malihat hal ini Rosulullah tersenyum.
Kemudian orang badui itu kembali memaki Abu Bakar. kali ini, makian dan hinaannya makin kasar. namun, dengan keimanan yg kokoh serta kesabarannya, Abu Bakar tetap membiarkan orang tersebut. Rosulullah kembali memberikan senyum.

Semakin marahlah orang badui ini. untuk ketiga kalinya, ia mencela Abu Bakar dg makian tg lebih menyakitkan. kali ini selaku manusia biasa yg memilii hawa nafsu, Abu Bakar tidak dapat menahan amarahnya. dibalasnya makian orang badui itu . terjadilah perang mulut. seketika itu, Rosulullah meninggalkan Abu Bakar tanpa mengucapknan salam.

Melihat hal ini, selaku tuan rumah, Abu Bakar tersadar dan menjadi bingung. dikejarnya Rosulullah yg sudah sampai halaman rumah. kemudian , Abu Bakar berkata, “Wahai Rosulullah, janganlah anda biarkan aku dalam kebingungan yg sangat. jika aku berbuat kesalahan, jelaskan kesalahanku”.

Rosulullah menjawab, “Sewaktu ada seorang arab badui datang lalu mencelamu, dan engkau tidak menanggapinya, aku tersenyum karena karena banyak malaikat disekelilingmu yg akan membelamu dihadapan ALLAH. begitupun yg kedua kali, ketika ia mencelamu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya. oleh sebab itu, aku tersenyum. namun, ketika kali ketiga ia mencelamu dan engkau menanggapinya dan membalasnya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu. hadirlah iblis disisimu. oleh karena itu, aku tidak ingin berdekatan dengannya, dan aku tidak memberikan salam kepadanya”..

Semoga menjadi pelajaran bagi kalian semua..

Sumber : renungan hikmah

Dikirim pada 23 Februari 2014 di Kisah-kisah


Semangat dalam menjalani kehidupan dengan ikhlas.
Semangat menghadapi ujian dengan sabar.
Semangat bertahan pada kebenaran.
Semangat dalam berlomba-lomba berbuat kebaikan.
Dan semangat dalam memperbaiki diri.

Hari ini hadir setelah hari kemarin.
Dan hari kemarin tak akan pernah kembali.
Sedetik yang berlalu tak akan pernah kita temui lagi.
Sebab waktu hanya milik Allah.
Kita tak dapat menarik mundur ataupun maju.
Yang dapat kita lakukan adalah evaluasi diri
Dan berupaya untuk menjadi lebih baik.

Menjadi lebih baik adalah sebuah keinginan setiap kita.
Tentu tidak ada orang yang ingin menjadi lebih buruk.
Menjadi lebih baik secara integratif itulah yang semestinya.
Walau faktanya tak mudah untuk menjadi lebih baik.

Sahabat sekalian yang baik hati.
Waktu adalah kesempatan yang Allah berikan untuk kita.
Untuk meraih kebaikan dan menjadi lebih baik.
Baik secara fisik maupun mental.
Baik secara lahir dan batin.
Baik secara aqidah dan ibadah.
Baik dunia maupun akhirat.

Apalah arti kebaikan duniawi bila itu hanya akan menghancurkan akhirat kita.
Apalah arti kebaikan fana bila itu hanya akan mengabaikan pahala surga.

Sebagaimana Allah ingatkan kita dalam firman-Nya:
"Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)." (QS. Al-Baqarah : 281)

Semoga Allah jadikan hari ini membawa kita pada keikhlasan dan kesabaran yang lebih baik.. Aamiin..

Dikirim pada 12 Februari 2014 di Motivasi


Manfaat Buah Tomat Bagi Kesehatan Tubuh- Buah tomat mempunyai nama ilmiah Licopersicum Esculentum, dan merupakan buah asli amerika tengah dan amerika selatan. Buah tomat sering kita jumpai dalam berbagai menu masakan maupun dalam bentuk jus. Tomat dikategorikan sebagai buah yang berkeluarga dekat dengan kentang, hanya saja berwarna merah saat matang. Buah tomat adalah jenis buah yang mempunyai kandungan vitamin yang cukup banyak sehingga sangat baik bagi kesehatan tubuh anda. < Tahukah anda apa saja vitamin yang terkandung dalam buah tomat? Berdasarkan penelitian, buah tomat yang telah masak / matang memililiki berbagai kandungan vitamin di antaranya adalah sebagai berikut :

Kalsium = 5 mg
Vitamin A = 1500 SI
Kalori + 20 kal
Vitamin C = 40 mg
Protein = 1.0 g
Lemak = 0.3 mg
Karbohidrat = 4.2 g


Berdasarkan kandungan nutrisi di dalamnya tersebut, maka buah tomat baik dikonsumsi setiap hari karena akan membantu menjaga kesehatan anda. Maka tidak heran jika sebagian besar orang menyukai buah tomat untuk dikonsumsi dalam sajian yang beraneka ragam. Berikut ini adalah beberapa manfaat buah tomat bagi kesehatan tubuh manusia :

1. Menjaga kesehatan mata anda

Buah tomat yang telah masak memiliki kandungan vitamin A sebanyak 1500 SI. Itu artinya buah tomat sangat baik utnuk menjaga kesehatan mata anda. Mata membutuhkan vitamin A untuk membentuk sistem penglihatan yang baik, vitamin ini akan membantu mengkonversi sinyal molekul dari sinar yang diterima oleh retina untuk menjadi suatu proyeksi gambar di otak kita. Jika mata anda kekurangan vitamin A maka mata anda menjadi tidak sehat, misalnya gangguan penglihatan dan lain sebagainya.

2. Mencegah penggumpalan darah

Tahukah anda bahwa salah satu penyebab penyakit stroke dan jantung adalah karena penggumpalan darah. Darah yang menggumpal akan menyumbat darah untuk mengaliri semua anggota tubuh anda, sehingga jika itu terjadi maka organ-organ dalam tubuh akan kehilangan suplai darah. Organ yang paling rentan terhadap penggumpalan darah ini adalah jantung. Dalam buah tomat terdapat biji, dan di luar biji tersebut terdapat gel berwarna kekuning-kuningan. Nah, itulah zat yang mampu mencegah penggumpalan darah dalam tubuh.

3. Antioksidan

Sistem kekebalan tubuh yang baik akan menjaga anda dari berbagai macam penyakit / virus yang masuk ke dalam tubuh anda. untuk mendapatkan kekebalan tubuh, anda disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung antioksidan, salah satunya buah tomat. Dalam buah tomat mengandung lycopene, yaitu semacam antioksidan yang berfungsi untuk menghancurkan radikal bebas dalam tubuh akibat asap rokok , polusi udara, dan zat berbahaya lainnya yang masuk ke dalam tubuh. Bukan hanya itu, ternyata lycopene juga berperan aktif dalam mencegah kerusakan sel yang dapat mengakibatkan kanker prostat, kanker lambung, usus besar, tenggorokan, dan kanker rahim.

4. Anti inflamasi

Inflamasi atau yang sering disebut radang adalah satu dari respon utama sistem kekebalan terhadap infeksi dan iritasi. Inflamasi dapat menyebabkan berbagai macam penyakit koronis, misalnya kanker, diabetes, dan luka dan jerawat. Buah tomat adalah makanan anti inflamasi sehingga jika anda memiliki masalah dengan luka dan jerawat, maka sebaiknya anda mengkonsumsi tomat setiap hari.

5. Mencegah wasir dan sembelit

Mengapa buah tomat dapat mencegah wasir dan sembelit? Jawabannya adalah karena buah tomat kaya akan serat, sehingga mampu mengatasi gangguan pencernaan anda. Jika pencernaan bekerja dengan baik maka anda tidak akan mengalami wasir dan sembelit.

6. Membantu menurunkan demam

Buah tomat dapat menurunkan demam? Ya, buah tomat dapat membantu menurunkan demam karena mengandung antiperitik. Antiperitik adalah zat-zat yang dapat menekan suhu badan pada keadaan demam.

7. Menambah jumlah produksi sperma

Bagi anda kaum pria yang ingin memiliki sperma yang lebih banyak, cobalah untuk mengkonsumsi buah tomat. Buah tomat mengandung lycopene yang dapat membantu meningkatkan jumlah sperma, sehingga di prancis buah tomat dikenal dengan "pomme d`amour" atau apel cinta. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat bagi anda dan terima kasih telah membaca artikel ini.

Sumber: Constiti

Dikirim pada 30 Januari 2014 di Kesehatan


Cinta jarak jauh adalah, dua orang yang saling mencintai, namun ia terpisahkan oleh jarak yang jauh di sana, Terhalangi oleh perbatasan Waktu.
Namun inilah tips Cinta jarak jauh :
1. Jika engkau merindukannya, maka Rindukanlah dia dalam Munajadmu agar ia sama , merindukanmu dalam Munajadnya
2. Jika engkau Teringat akan Kasih sayangnya, maka Do`akanlah agar ia selalu dalam keadaan yang baik, dan selalu dalam lindungan-Nya

3. Jika engkau Takut kehilangannya.. Maka angkatlah tanganmu dan pejamkan matamu.. Dan katakanlah `` Ya Allah aku sangat menyayanginya, aku sangat merindukannya, dan aku takut kehilangannya, Maka jagalah ia untukku, Ya Allah sungguh Kutitipkan ia kepada-Mu .. dan Sayangilah ia dengan Kasih sayang-Mu agar selalu dalam lindungan-Mu

4. Yakinlah, Cinta jarak jauh ini tidak akan selamanya..
Percayalah bahwa suatu saat nanti Cinta ini akan bersatu dalam ikatan yang Suci.

Dikirim pada 16 Januari 2014 di Muhasabah


1. Al istighlal bi’uyubil kholqi (sibuk dengan aib orang lain), sehingga lupa pada aib sendiri. Semut di seberang kelihatan sedang gajah di pelupuk mata tidak kelihatan.
2. Qaswatul qulub (hati yang keras). Kerasnya hati terkadang lebih keras dari batu karang. Sulit menerima nasehat.

3. Hubbud dunya (cinta dunia), takut mati, merasa hidupnya hanya
di dunia saja maka segala aktifitasnya tertuju pada kenikmatan dunia sehingga lupa akan hari esok di akhirat.

4. Qillatul haya’ (sedikit rasa malunya), jika seseorang telah kehilangan rasa malu maka akan melakukan apa saja tanpa takut dosa.

5. Thuulul amal ( panjang angan-angan), merasa hidupnya masih lama di dunia ini sehingga enggan untuk taubat.

6. Zhulmun la yantahi (kezhaliman yang tak pernah berhenti). Perbuatan maksiat itu biasanya membuat kecanduan bagi pelakunya jika tidak segera taubat dan berhenti maka sulit untuk meninggalkan kemaksiatan tersebut.

Astaghfirullahal`adzhiim..

Semoga Allah memberikan kita petunjuk dan hidayah-Nya, agar di setiap ilmu yang kita miliki, dapat menggerakkan kita untuk lebih dekat lagi kepada Allah. Aamiin..

Dikirim pada 25 Desember 2013 di Hukum


Ketika dua insan telah ditakdirkan untuk berjodoh, Maka..
Sejauh apapun jarak tempat tinggal mereka.
Sesulit apapun rintangan yang menghalangi mereka.
Sebesar apapun perbedaan diantara mereka.
Sekuat apapun usaha mereka untuk menghindarinya.

Pasti di suatu saat,
Mereka akan bersatu juga pada akhirnya.
Selalu ada hal yang datang menjadi penyebab untuk dapat menyatukan mereka berdua.
Selalu ada suatu kejadian yang akan membuat mereka saling mendekat dan pada akhirnya bersatu dalam sebuah ikatan suci.

Akan tetapi..

Ketika dua insan telah ditakdirkan untuk tidak berjodoh.
Maka.. Sedekat apapun jarak tempat tinggal mereka.
Sebesar apapun usaha mereka untuk saling mendekat.
Sekeras apapun upaya mereka untuk bisa bersatu.
Sekuat apapun perasaan yang telah ada dalam hati mereka berdua.
Sesering apapun hubungan diantara mereka sebelumnya.

Pasti di suatu saat..
Mereka pada akhirnya akan terpisah juga.
Selalu ada hal yang dapat membuat mereka akhirnya saling menjauh. Selalu ada hal yang membuat mereka saling merasa tidak sreg, Selalu ada hal yang membuat mereka saling menyadari bahwa memang bukan dia yg terbaik.

Tapi ada satu hal yang tidak boleh kita abaikan..

Setelah kita berupaya dengan segala apa yang kita harapkan, tapi kenyataan mengatakan lain..
Maka percayalah bahwa keputusan-Nya adalah jalan terbaik bagi kita. Rancangan-Nya adalah sebaik-baiknya rancangan untuk kita.

Ketika kita tidak mendapatkan suatu hal yang kita inginkan, bukan berarti bahwa kita tidak pantas untuk mendapatkannya.

Akan tetapi justru sebaliknya..
Kiita pantas mendapatkan yang lebih baik menurut Kehendak-Nya

Dikirim pada 10 Desember 2013 di Hikmah


Tatkala hati rindu akan kasih sayang seorang insan…
Janganlah terlalu berharap balasan dari dirinya..
Namun berharaplah kepada Allah..
Kerana hati setiap insan ada dalam genggaman Allah.
Sehingga hanya Allah lah yang mampu membolak balikkan hati
dari benci menjadi sayang...

demikian pula sebaliknya..
Dengan berharap kepada Allah hati yang rapuh menjadi kuat…
Hati yang galau menjadi tenang..
Hati yang risau menjadi
tentram…

Teruslah istiqomah dalam kebaikan,
Agar Allah memilihkan yang baik pula untuk menjadi
teman seperjuangan kita..

Ya Allah,, andai dia Engkau takdirkan menjadi jodohku,
Satukan hatinya dan hatiku dalam pernikahan yang barokah..

Namun bila dia bukan Engkau ciptakan menjadi jodohku,
Beri kami jalan yang terbaik agar tidak saling menyakiti..

Aamiin . .

Dikirim pada 24 November 2013 di Muhasabah


Mungkin, matahari begitu banyak mengitari bumi sehingga membuat semua peristiwa yang pernah kita alami menjadi sebuah kisah bernama "Persaudaraan". Yang berawal dari sebuah kata asing dilanjutkan dengan kenal (ta`aruf) hingga saat ini kita mengalami banyak peningkatan yaitu "Pemahaman akan pribadi masing-masing". Semua itu tidaklah semudah yang terbayangkan akal dan juga tidaklah sesulit yang dirancangkan.

Dahulu, begitu seringnya melalui masa-masa baik susah maupun senang bersama. Sehingga, diantara kita pun bisa saling mengenal satu dengan yang lainnya. Menjadikan kita merasa berharga di matanya saat memang dirinya menganggap diri kita adalah bagian dari hidupnya yaitu "saudara". Berapa banyak waktu yang kita habiskan hanya untuk mengetahui apa yang kau suka dan apa yang ku suka?? Tapi, semuanya belalu begitu saja karena memang kita merasakan "Arti Sahabat" yang tertuang di dalamnya.

Sekarang, semua kisah lama yang telah terangkum dalam bingkai "Persaudaran" membuat kita semakin mengerti betul, bahwa semua masa dimana ada pertemuan pastilah ada perpisahan akan menghampiri kehidupan kita. Hanya bisa melihat dari sebongkah kisah lama dalam album kenangan yang telah terlukis dalam "Buku Harian Bersama Sahabatku". Tawa, senyuman, air mata dan cerita nostalgia pun terekam kembali dalam benak. "Betapa indahnya ukhuwah itu saat bersama denganmu, duhai sahabatku". Begitu terasa arti hadirmu sebagai penyejuk qolbu dan membuat semuanya sehangat sentuhan mentari pagi.

Inilah, kisah tentang "Ukhuwah" yang akan selalu menjadi motivasi tersendiri dalam ingatan hati. Benarlah bahwa semua yang kita rajut atas dasar Ar-Rahman akan begitu bermakna walau hanya sebaris catatan tentang ukhwuah tersebut. Allah telah mempertemukan hati kita untuk merajut tali kasih ukhuwah agar kita bisa sama-sama saling menerapkan "Amal Ma`ruf Nahi Munkar". Sehingga, kita banyak belajar dari kehidupan bagaimana caranya UNTUNG di hari akhir. Percayalah, bukan hal yang sia-sia dalam pertemuan kita, duhai sahabatku!! Yakinlah, ukhuwah yang terjalin karena-Nya akan berakhir indah dalam Jannah-Nya.

(saling mendo`akan agar ukhuwah sesama muslim tetap terjaga dimana pun, kapan pun dan oleh siapa pun sehingga kita bisa menegakkan Dienul Islam ini bersama-sama)


Aamiin Allahumma Aamiin..

Dikirim pada 22 Oktober 2013 di Hikmah


Meski sekarang berjauhan..
Jika Allah berkehendak untuk menyatukan dua orang hambaNya.
Maka Tidak mustahil, pasti ia akan bersatu..

Meski sekarang tidak saling kenal..
Jika Allah berkehendak untuk saling kenal dua orang hambaNya..
Maka tidak Mustahil, pasti ia akan saling mengenal..

Begitupun sebaliknya..
Meski sekarang sudah saling dekat..
Jika Allah tak berkenan menyatukan dua orang hambaNya,
Maka pasti ia akan saling menjauh..

Namun..
Bagaimanapun hidup ini..
Percayalah.. Bahwa RencanaNya adalah yang Terbaik..

Jangan Bersedih karena di tinggalkan oleh seseorang..
Yakinlah.. Bahwa Allah telah mempersiapkan seseorang yang lebih baik..dan Harus yakin..
Bahwa Rencana Allah adalah yang Terbaik dan Terindah...
Insya Allah..

Dikirim pada 17 Oktober 2013 di Muhasabah
17 Okt


Jangan tangisi sebuah perpisahan.
Suatu saat engkau akan berterimakasih karena hal itu telah membuatmu menjadi pribadi yang lebih kuat.

Ketika ada orang yang menyakitimu.
Janganlah membalas untuk menyakiti.
Tetapi bersikaplah lebih dewasa menghadapinya.

Karena sakit yang sedang engkau rasakan adalah pelajaran yang teramat berharga untuk masa yang akan datang.

Benar..
Jika luka di tubuh bisa dengan mudahnya sembuh.
Sedangkan luka di hati sulit sekali untuk diobati.
Namun dengan keikhlasan hati akan mampu mengobatinya.

Semoga kita menjadi pribadi yang penyabar dan semakin dewasa dalam bersikap pada sebuah kekecewaan.

Aamiin..

Dikirim pada 17 Oktober 2013 di Muhasabah


KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN YANG AKU IDAM-IDAMKAN ..?



QUR’AN MENJAWAB : ………. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)



KENAPA AKU DIUJI ..?



QUR’AN MENJAWAB : "Apakah manusia itu mengira bahwa merekadibiarkan (saja) mengatakan:" Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut : 2).



Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-Ankabuut : 3)



KENAPA AKU DIBERI UJIAN SEBERAT INI ..?



QUR’AN MENJAWAB : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya ………. (Al-Baqarah : 286)



AKU FRUSTASI ..?



QUR’AN MENJAWAB : Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) , jika kamu orang-orang yang beriman. (Ali Imraan : 139)



AKU TAK DAPAT BERTAHAN ..?



QUR’AN MENJAWAB : ………..dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (Yusuf : 87)



AKU TAK SANGGUP ..!!



QUR’AN MENJAWAB : “Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.. (Qs. Yusuf : 87)



BAGAIMANA CARA MENGHADAPI UJIAN SEBERAT INI ..?



QUR’AN MENJAWAB :Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali Imraan : 200).



Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. (Al-Baqarah : 45)



BAGAIMANA AGAR HATI INI TENANG ..?



QUR’AN MENJAWAB : "orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram". (Ar Ra`d ayat 28).



KEPADA SIAPA AKU BERHARAP ..?



QUR’AN MENJAWAB : “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal. (At-Taubah : 129)



APA BENAR ALLAH BERSAMAKU DAN APAKAH ALLAH AKAN MENGURANGI KESULITANKU ..??



QUR’AN MENJAWAB :"dan Dia bersama kalian dimanapun kalian berada..." (Al-Hadid:4). "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu dalam kebenaran." (QS. Al-Baqarah : 186)



“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan.” (QS. An-Naml: 62)



APA YANG KU DAPAT DARI SEMUA UJIAN INI ..?



QUR’AN MENJAWAB : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka………. (At-Taubah : 111)



Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...

Dikirim pada 19 September 2013 di Hikmah


Ketika engkau begitu merindukan seseorang yang sangat engkau sayangi nun jauh disana. Maka rindukanlah dia dalam setiap doamu. Rindukanlah dia dalam setiap sujudmu.Pintalah agar dia selalu berada di jalan_Nya.Pintalah agar dia selalu menjaga hatinya..
Ingatlah..
Jarak jauh adalah Ujian sebuah hubungan cinta.
Jarak dekatpun adalah ujian keimanan sebuah hubungan cinta.
Dan menanti dengan penuh ketulusan adalah bukti kesetiaan dan pengorbanan sebuah hubungan cinta..

Sesungguhnya jarak itu bukan bermaksud untuk menghukummu. Akan tetapi untuk menjaga dirimu dengannya..
Menjaga kefitrahannya..

Bersabarlah hingga suatu saat waktunya akan tiba..
Dalam sebuah ikatan yang terlindungi ridha-Nya..

Maka bertahanlah dalam sebuah penantian penuh dengan keikhlasan. Dalam sebuah penantian penuh dengan ketulusan.
Dalam menjemput hubungan yang benar2 dihalalkan..

Dikirim pada 27 Agustus 2013 di Cinta


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim...

Tepat adzan Isya aku sampai di halaman masjid di sebuah komplek perumahan. Usai memarkirkan sepeda motorku di halaman masjid itu, aku bergegas mengambil air wudhu lalu sholat berjama`ah. Selepas sholat isya dan ba`diyahnya, aku kembali menuju halaman masjid tempat aku memarkirkan sepeda motorku.
Ada rasa yang mulai tak menentu kala itu. Karena setelah ini aku akan mengunjungi rumah seseorang. Seseorang yang telah dipilihkan oleh murobbiku, Ustadz Utsman. Seseorang itu adalah Fathiyya. Seorang akhwat lugu nan mempesona serta baik akhlaqnya. Ia tak banyak bicara dan pandangannya tertunduk jika ada ikhwan disekitarnya. Pakaiannya sederhana, tetapi jilbabnya istimewa. Hampir separuh bagian atas tubuhnya tertutup oleh balutan jilbabnya.

Sebelum meninggalkan halaman masjid itu, aku menyapa seorang jama`ah masjid,
"Assalaamu`alaikum, pak.."
"Wa`alaikumsalaam warohmatulloh.." jawabnya fasih.
"Maaf pak...saya mau tanya, barangkali Bapak tahu rumahnya Fathiyya?"
"Fathiyya yah? Kamu tahu siapa orangtuanya?"
"Kalau tidak salah, nama bapaknya, Haji Nashiruddin.."
"Bukan Nashiruddin, tapi Nashruddin..." jelasnya.
"I..iya..maaf pak, itu yang saya maksud.."

"Rumahnya deket dari sini. Di pertigaan itu kamu belok kiri.
Rumah ketiga disebelah kanan itu rumahnya.." kata beliau.
"Oh terimakasih pak.. Kalau begitu saya permisi duluan.." jawabku.
"Motornya dituntun aja, Mas.. Kita jalan kaki aja. Kebetulan bapak pulang ke arah situ juga." lanjutnya.

Demi menghormatinya, aku pun menuntun sepeda motorku dan kami berjalan ke arah yang sama. Setelah aku memperkenalkan diri, selama perjalanan kami terlibat pembicaraan seputar kondisi pemuda muslim akhir-akhir ini. Menurut beliau pemuda zaman sekarang sudah jarang sekali yang masih peduli terhadap shalat, apalagi berjama`ah di masjid.

"Bahkan tidak sedikit diantara mereka yang mengaku muslim, tetapi belum bisa baca Al Qur`an dengan baik" tambahnya. Dan aku hanya meng-iya-kan saja karena memang begitu keadaannya.

Tak begitu lama kami pun sampai di depan sebuah rumah. Sederhana, pagarnya pun tidak begitu tinggi sehingga aku bisa melihat pekarangan rumahnya. Tidak banyak perhiasan di halamannya selain rimbunnya tanam-tanaman dan beberapa pohon di sana.

"Di sini tempat tinggal Fathiyya.." ungkap beliau memutus perbincangan kami.
"Oh ya.. Terimakasih sudah berkenan mengantar saya, pak.." jawabku.

Mendengar jawabanku beliau malah tersenyum dan segera berlalu mendekati pintu pagar lalu membukanya.
"Motornya simpan di dalam aja, Nak `Ali.." ujarnya.

Kontan saja perasaanku tak menentu karena sikap beliau. Tadi bapak ini memanggilku dengan panggilan `Mas` sekarang beliau malah memanggilku dengan panggilan `Nak`. Jangan-jangan..???

"Ayo..bawa masuk motornya." suara beliau memecah keherananku.
"I..iya..pak..." jawabku dengan suara yang mulai nampak gugup.

Beliau kemudian menghampiri pintu rumah itu dan..
"Assalaamu`alaikum..! Fathiyya Mas `Alinya udah dateng nih..!"

Perasaanku tak karuan. Aku merasa bahwa sepanjang perjalanan dari masjid tadi aku berbincang dengan seseorang yang namanya salah kuucapkan, Pak Haji Nashruddin, bapaknya Fathiyya..!

Tidak lama kemudian terdengar suara lembut dari dalam..
"Wa`alaikumsalaam warohmatullah.."

Aku mengenal suara lembut itu, sama seperti suara lantunan murottalnya Fathiyya yang kudengar dari ruang sebelah ketika di rumah Ustadz Utsman. Karena di sanalah kami selalu mengadakan `liqo` (pertemuan). Para ikhwan di ruang depan, sementara para akhwat di ruang tengah. Ya..suara lembut itu, suara Fathiyya.

Dari balik jendela bertirai itu aku melihat samar-samar sosok akhwat menuju pintu keluar. Menyalami lalu mencium tangan beliau.

"Ayah tumben pulang dari masjidnya lebih awal...?" lanjut akhwat yang ternyata adalah Fathiyya.
"Ayah???" hentakku dalam bathin. Benar dugaanku, beliaulah Pak Haji Nashruddin.
Dan aku tak ingat lagi apa yang mereka bicarakan selanjutnya. Karena pikiran dan perasaanku kian tak menentu. Kakiku pun rasanya berat untuk dilangkahkan. Dan tiba-tiba..
"Ayo Nak `Ali..nuggu apa di situ? Mari masuk..!" kata pak H. Nashruddin mengejutkanku.

Singkat cerita, aku sudah berada di ruang tamu rumah itu. Duduk tepat dihadapan Ayahnya Fathiyya. Ada rasa bersalah jika kuingat kejadian di masjid tadi. Hingga aku pun mengutarakan rasa bersalahku.
"Saya mohon maaf pak..tadi sewaktu di masjid..saya kira.."
"Sudah, sudah..enggak apa-apa!" ucapnya memutus perkataanku yang semakin gugup.
"Enggak ada yang salah kok, dan enggak perlu minta maaf.." sambungnya.

Namun tetap saja perasaanku tidak enak, ditambah lagi rasa gugup yang menyelimutiku. Sehingga bathinku terus menerus membisikkan do`a,
"Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS Thohaa : 25-28)

Kami pun mulai berbincang kembali. Ternyata beliaulah yang meminta melalui Fathiyya agar Ustadz Usman menyuruhku datang kerumahnya. Untuk sekedar bershilaturrahiim dan mungkin memastikan keseriusan niat suci kami. Selanjutnya beliau menanyakan tentang asal-usulku juga asal-usul keluargaku. Lalu tentang aktifitas kerjaku dan kesibukkanku yang lainnya.

Di tengah perbincangan kami, tiba-tiba Fathiyya datang dengan sebuah nampan di tangannya. Di atas nampan itu ada dua gelas minuman yang tampak masih hangat. Baru kali ini aku bisa melihat Fathiyya dari jarak yang cukup dekat. Yaitu saat ia menaruh gelas satu-persatu ke atas meja yang berada diantara aku dan Ayahnya. Kalau boleh jujur, sebetulnya Fathiyya tidak begitu cantik, kulitnya pun tidak begitu putih. Ia berwajah manis dengan kulit sawo matang. Serta balutan jilbab di tubuhnya membuatnya nampak begitu mempesona.

"Ehm ehem..silakan diminum Nak `Ali.." suara Pak Nashruddin mengalihkan keterpanaanku pada Fathiyya.
"O..iya..Pak, makasih..." jawabku terkejut.
Kuperhatikan lagi sekilas wajah Fathiyya tersenyum simpul. Mungkin dia menertawakan kegugupanku. Membuat debaran di dalam dadaku kian kencang.

Perbincangan pun berlanjut. Kali ini beliau menanyakan kepastianku untuk menunaikan niat suciku pada putrinya. Menggenapkan separuh agamaku bersama putri semata wayangnya, Fathiyya. Hingga akhirnya aku menyatakan diri untuk melamar putrinya.

"Bapak sih tergantung Fathiyya. Yang penting, calon imam Fathiyya kelak harus bisa ngaji Al Quran dengan baik dan benar! Supaya dia bisa membimbing Fathiyya menjadi istri yang shalihah. Nah kalau tidak keberatan, Bapak ingin kamu membacakan beberapa ayat saja. Surat Luqman ayat 12 sampai 15." sambil menyerahkan Al Quran cetakan Timur Tengah.

Saat kuterima Al Quran dari tangan beliau, desiran kegugupanku semakin kencang. Ia menjalar ke setiap sel-sel di tubuhku. Aku mulai merasakan keringat dingin meliputiku. Mendadak aku lupa surat Luqman urutan ke berapa. Apalagi di Al Quran cetakan Timur Tengah, tidak dicantumkan nomor surat di setiap surat-suratnya. Lembar demi lembar mushafnya kususuri, hingga kutemukan ayat yang dimaksud. QS Luqman ayat 12 - 15.

Dengan teliti dan berhati-hati, aku mulai membaca ayat demi ayat yang diminta beliau. Kubaca dengan sepenuh kemampuanku. Huruf demi huruf, tajwid demi tajwid, kubaca sebaik mungkin.

Selesai membaca rangkaian ayat tersebut, ku angkat pandanganku dari mushaf ke arah beliau. Kulihat beliau hanya termenung tanpa sedikit pun ekspresi diwajahnya. Sesekali beliau mengangguk-anggukan kepala. Entah apa yang akan dikatakan beliau.

"Mmmh...suaranmu bagus! Murottalmu juga enak didengar! Tidak menjenuhkan meskipun bacaannya panjang. Tapi..ada beberapa hal yang harus kamu sempurnakan."

Mendengar pernyataan beliau, rasa gugup di dadaku kini mulai menyebar ke arah kepalaku.
"MasyaAllah..." ungkapku membathin, ternyata bacaanku belum sempurna menurut beliau.

"Pertama..Makhorijul hurufmu kadang meleset. Harus jelas beda antara Syin dan Shod, Dzal dan Dal, Zay dan Zho, Tsa dan Sin, juga huruf yang lainnya..."
"Astaghfirullah...seburuk itukah makhorijul hurufku" kataku dalam hati.
Hal yang nampak sepele menurutku, tapi justru itu malah jadi kesalahan pertamaku.

"Kedua..Mad mu juga tidak istiqomah. Mana Mad Ashli, mana Mad Arid Lisukun. Mad ashli kamu jadikan Mad Jaiz, Mad Arid Lisukun malah kamu jadikan Mad Ashli. Kadang Mad Ashli tidak kamu baca panjang.."
Rasa gugup yang menyelimuti kepalaku kini serasa meledak di dalamnya.

"Ketiga..ikhfa mu masih ada yang terdengar izhar. Lalu perhatikan mana tanda waqof, mana tanda washol. Teruus....."

Suara beliau kini tak dapat kuperhatikan lagi. Karena ledakkan dalam kepalaku seakan meluluh lantahkan isinya. Keringat dingin pun kian menderas disekitar kerah bajuku. Jasadku mungkin dihadapan beliau, tetapi jiwaku entah kemana, seakan menghindari keadaan yang begitu memalukan menurutku. Dan entah apa lagi yang diucapkan beliau, yang pasti banyak kekurangan yang harus kusempurnakan.

"Kamu baik-baik aja, Nak `Ali..?" tanya beliau menyadarkan aku dari kegalauan.
"I..iya..ustadz, eh Pak.." jawabku semakin kacau.

"Ya sudah..mungkin kamu lagi kurang enak badan hari ini. Bapak hanya mau menyarankan kamu supaya kamu mau belajar lagi menyempurnakan bacaanmu. Kamu bisa hubungi keponakan Bapak, dia seorang pengajar Al Quran di MAQDIS, ini kartu namanya." kata beliau sambil menyerahkan sebuah kartu nama.

Dalam perasaan yang tak dapat lagi kugambarkan itu, aku berusaha meraih kartu nama yang diserahkan beliau. Tapi tanganku terasa berat meraihnya. Kartu nama yang sudah sampai ditanganku pun seakan terasa berat. Lalu kubaca, di sana tertulis nama "Utsman Fathurrahman, S.Ag."!

"Ustadz Utsman...?!" ucapku dengan spontan, terkejut.
"Ya...Ustadz Utsman, dia putra dari adik sepupu Bapak" jawab beliau.

Bukankah Ustadz Utsman itu adalah murobbiku? Dan istrinya adalah murobbi Fathiyya. Ternyata Ustadz Utsman masih ada hubungan kerabat dengan keluarga Fathiyya. Aku baru tahu.

"Kamu mnengenalnya bukan?" tanya beliau.
"Iya Pak..saya kenal sekali Ustadz Utsman. InsyaAllah saya akan belajar lebih baik lagi kepada beliau.."
"Bagus, kalau begitu. Bapak senang melihat pemuda yang semangat dalam mencari ilmu."

"Jadi...kapan saya harus kesini lagi Pak..?" tanyaku ingin segera mengakhiri perbincangan.
"Untuk apa...?" jawabnya singkat.
"Di test ngaji lagi?"
"Oh..enggak perlu, untuk apa di test lagi..???"

Bagai halilintar di tengah siang, pikiranku meledak lagi. Semua rasa yang tak dapat kugambarkan lagi menyerang seluruh isi ragaku. "Aku ditolak..!" bisikku dalam bathin. Ingin rasanya aku segera pergi meninggalkan rumah ini. Meninggalkan rasa-rasa yang kubenci ini. Meninggalkan harapan niat suciku bersama Fathiyya.

"O iya..titip salam buat orangtuamu, dari kami." lanjut beliau menyadarkan aku.
"InsyaAllah..Pak...nanti saya sampaikan." jawabku lirih.
"Sampaikan juga pada mereka, kapan bisa shilaturrahim kesini? Untuk memastikan kapan kamu dan Fathiyya melangsungkan akad nikah.."

Subhanallah..!!! Kali ini entah apa yang aku rasakan. Semua rasa yang menekan ku dari tadi, kini telah sirna begitu saja. Berganti menjadi rasa yang entah bagaimana aku harus menggambarkannya.
"Jadi..maksud Bapak..lamaran saya diterima???" tanyaku dengan rasa gugup bercampur gembira.

"Memangnya siapa yang menolak lamaran kamu, Nak `Ali...? Bukankah Nabi kita SAW mengingatkan,
`Kalau datang lelaki yang kalian sukai karena agamanya, untuk melamar putri kalian, maka nikahkanlah dia dengan putri kalian tersebut. Kalau kalian tidak menikahkan mereka, niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi.`.
Jadi tidak ada alasan lagi untuk Bapak ataupun Fathiyya menolak lamaran kamu."

Alhamdulillah..akhirnya pinanganku diterima. Meskipun dengan bacaan yang belum sempurna menurut beliau. Menuntutku untuk belajar lebih baik lagi. Menyempurnakan lagi bacaanku hingga tiba waktunya kami genapkan separuh agama kami.

Fathiyya...kupinang engkau dengan Al Quran.

Sumber dari Yusuf Al-Hamdani

Dikirim pada 17 Agustus 2013 di Kisah-kisah


" Jodoh bukanlah tentang siapa dia, tapi bagaimana aku "
Ini menarik, Allah tidak mengatakan secara langsung dalam Al Qur`an yang mulia bahkan Nabi dengan hadistnya yang menyatakan bahwa jodoh kita telah ditulis berupa nama seseorang..
Bahwa Fulan akan berjodoh dengan Fulanah..
Beberapa dari kita juga ramai membicarakan tentang memperbaiki kualitas diri tanpa tahu apa yang mendasarinya..
Bermodal yakin pada sebuah janji Allah saja..
Bahwa perempuan baik-baik akan berjodoh dengan laki-laki baik-baik dan sebaliknya..
Tanpa mempertimbangkan lagi dan bertanya, seperti apa penilaian dan kriteria baik tersebut menurut Allah..

Meski kita telah berupaya menghapalkan aneka surat dalam quran, shalat wajib dan sunah..
Puasa senin-kamis..
Apakah kita telah dinilai seorang yang teramat baik sehingga kita pantas mendapatkan seorang bidadari atau seorang pangeran?,

Itulah yang Allah rahasiakan, bagaimana cara Allah memasangkan hamba-hamba-Nya..
Seperti pada pembuka tulisan, tak satupun dari kalimat quran dan hadist yang mengatakan bahwa jodoh telah ditetapkan berupa seseorang dengan seseorang..

Allah menjodohkan " kualitas ",,

Mari saya ajak bertamasya pikiran ala CInta Hakiki ^__^

Saya termasuk orang yang percaya bahwa kalimat al quran akan dipahami orang secara berbeda-beda tergantung pada kadar iman dan kadar ilmunya..
Serta tujuannya..

QS An Noor ayat 3

" Laki-laki berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik, dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.. "

QS An Noor ayat 26

" Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula)..
Dan wanita-wanita baik-baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik-baik (pula).…… "

Perhatikan, Allah memasangkan kualitas "

Pezina/Musyrik «——» Pezina/Musryik

Keji «——» Keji

Baik-baik «——» Baik-baik

Mukmin «——» Mukmin

Mari kita perhatikan kode dari Allah ini..
Dalam banyak kasus di masyarakat kita..
Kita menjumpai ada seorang perempuan yang baik tapi suaminya jahat amit-amit jabang bayi..

Kita juga mendapati ada seorang laki-laki yang maaf (cacat secara fisik baik itu pendek, dsb) tapi mendapatkan perempuan yang normal dan baik..

Anomali kan?, itulah Allah yang maha rahasia..
Cara kerja Allah tidak pernah bisa dipahami dengan logika manusia bukan?,
Karena logika kita sendiri diciptakan oleh-Nya..

Mari lagi-lagi saya ajak bertamasya pikiran..

Allah mengajarkan kita melalui berbagai anomali, jika kita dilahirkan normal dengan keadaan fisik yang sempurna..
Mengapa harus ada yang lahir cacat padahal Allah bisa dengan mudah melahirkan mereka dalam keadaan yang sama seperti kita..
Jawabannya : agar kita berpikir - belajar - memahami..

Sama pula dengan jodoh tadi..

Allah sama sekali tidak mengatakan bahwa SAYA akan berjodoh dengan siapa misalnya..
Tapi yang dijodohkan adalah kualitas SAYA saat ini berjodoh dengan kualitas seorang perempuan di seberang sana..

KUALITAS !

Nah, yang udah sering bicara tentang meningkatkan kualitas diri..

Ada satu hal yang sekali lagi harus dipahami dengan tepat dan dalam..
Bahwa ukuran kualitas kita bukanlah kita yang menilai, tapi Allah..
Dan kualitas itu saya pahami diukur secara menyeluruh..
Total..

Bisa jadi kamu adalah perempuan yang amat sangat menutup aurat - tilawahnya bagus - hapalannya banyak dan segala kebaikan lainnya tapi Allah menjodohkanmu pada seorang laki-laki yang sebaliknya, hafalannya buruk - bacaan qurannya kurang lancar - suka melamun..

Lantas, apakah kamu serta merta menolak semua " takdir " itu..
Maka seperti melihat sebuah daun, jika orang kebanyakan hanya melihat daun dari tampak atas, mari kita lihat daun dari bahwa dimana tulang-tulang daun begitu menonjol, permukaan yang lebih kasar daripada permukaan atasnya..

Allah menjodohkan kualitas itu secara total..
Apakah kamu melihat bahwa laki-laki tadi memiliki kebaikan dalam sisi yang lain..
Laki-laki tersebut amat bertanggung jawab pada hidupmu..
Yang setiap bertemu pada ayah-ibumu perkataannya lembut dan selalu mencium tangan mereka..

Sama halnya pada laki-laki sok idealis yang menginginkan istri layaknya Khadijah r.a.
Apakah dia telah sepadan dengan Nabi SAW?,

Jika perempuanmu ini tidak pintar memasak, pencemburu yang amat sangat, cerewet dan sangat teliti..
Agamanya belum baik, bahkan mungkin tingkat pendidikan formalnya jauh dibawahmu..
Atau gara-gara perempuan tersebut belum menutup aurat dgn baik, belum berkerudung seperti harapanmu misalnya..
Apakah kamu sebagai laki-laki serta merta menolak semua itu..
Tanpa mau sedikitpun melihat kualitasnya yang lain..
Dia yang sangat menyayangi anak-anak, dengan ketelitian dan cerewetnya dia selalu mengingatkanmu dalam hal-hal baik..
Dia tidak bisa memasak bukan sebuah masalah besar bukan?,
Kamu tetap masih bisa makan..

Ingat saja Allah itu bilang, Arrijalu Qowwamuna `Alannisa | (QS. An Nisa : 34).

Artinya : " Kalian (laki-laki) sengaja diciptakan untuk menjadi pemimpin bagi mereka (perempuan), maka jadilah pemimpin yang baik, yang melindungi, yang membimbing, yang bijak.. "

Pemimpin yang baik juga harus mendengarkan orang yang dipimpinnya ! Bukan begitu?

Soal kualitas, itulah..
Kita harus melihat kualitas jodoh kita nanti secara menyeluruh, bukan secara parsial..
Manusia jenis kita ini lebih suka melihat seseorang dari sisi buruknya lantas dengan itu kita menggugurkan segala sisi baiknya..

Kita tentu memiliki kriteria masing-masing dan tentang seperti apa jodoh yang kita harapkan..
Ya itu manusiawi..

Mari kita perbaiki kualitas diri kita dan tetaplah berpegang teguh pada satu keyakinan..
Bahwa jodoh kita nanti adalah orang yang kualitas totalnya setara dengan kita..
Kualitas yang Allah nilai, bukan yang manusia nilai..

Terus ada yang tanya, gimana kalau cerai?,
Berpikir balik saja, berarti kualitas mereka tidak lagi setara..
Suami-istri tidak mampu mempertahankan kesetaraan kualitas secara bersama..
Cerai adalah ketika kualitas keduanya jurangnya sudah terlampau jauh..
Pernikahan adalah sebuah lembaga bagi suami-istri untuk saling dan sama-sama meng-upgrade kualitas nya..
Bukan hanya salah satu

Gimana kalo membujang sampai mati?,
Ada 2 kasus: pertama orang yang sengaja men-single-kan diri..
Menolak menikah tanpa alasan yang logis seperti sakit keras, menderita sakit menular, dan sebegainya..
Telah jelas bahwa mungkin Allah melihat bahwa kualitas dirinya telah jatuh hingga tak satupun perempuan/laki2 di muka bumi ini yang kualitasnya sama dengannya..
Nabi sendiri mengatakan bahwa, tidak termasuk umatnya bagi orang yang membenci sunahnya..

Kasus kedua, orang yang tak kunjung bertemu jodohnya meski telah berusaha mencari tapi tidak ketemu-ketemu sampai mati..
Karena hukum nikah itu bukan fardhu`ain..
Allah lebih memahami perkara ini, saya sendiri belum menemukan pemahaman yang tepat mengenai anomali yang satu ini..
Bisa jadi Allah mempersiapkan untuknya yang lain di akhirat sebagai pengganti atas keimanannya dan ketaqwaannya..
Atau wallahu`alam..
Semoga Allah melindungi saya dari dosa atas jawaban yang seenaknya ini..

Allah merahasiakan jodoh agar kita mengusahakannya kan?,
Kita mau ngambil dengan jalan halal atau haram, kitalah yang pilih..
Jodoh tidak akan tertukar, karena seolah-olah kita sendirilah yang " Menentukan " keputusan Allah tersebut..

Manusia seperti kita ini sejak lahir telah diilhami untuk memilih jalan baik atau buruk..
Saya pernah mengatakan bahwa pacaran tidak serta merta membuat jodoh itu dekat, pun jomblo tidak akan membuat jodohmu menjadi jauh..

Ingat sekali lagi. Jodoh bukanlah perkara pasangan nama, namun pasangan kualitas..
Selamat memperbaiki diri..

" Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu..
Dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal itu amat buruk bagimu..
(Mengapa?) Allah maha mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui "
(QS. Albaqarah: 216)

Dikirim pada 01 Agustus 2013 di Muhasabah


Tidak dipungkiri lagi bahwasannya bidadari surga yang selalu disebut Allah dalam Al-Qur`an, mampu membuat kaum muslimin berfasta biqul khairat untuk memperoleh bidadari-bidadari surga tersebut.
Sebab salah satu kenikmatan surga yang selalu diidamkan oleh setiap kaum muslimin khususnya kaum laki-laki adalah ingin mendapat pelayanan dan cinta kasih bidadari.

Bagaimana tidak ingin bidadari surga?
Berbagai keterangan tentang bidadari surga, baik tentang keelokan parasnya, kecantikannya, keharuman tubuhnya serta keperawanannya yang tidak pernah hilang, membuat banyak orang merindukannya.

Orang-orang yang beriman kepada Allah kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur`an yang mulia, diantaranya:

" Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik "
(QS. Al Waqiah : 22-23).

" Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya "
(QS. Al Waqiah : 35-37).

" Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin "
(QS. Ar Rahman : 56).

Dari sini munculah pertanyaan yang seolah-olah mempertanyakan keadilan Allah tentang laki-laki, wanita dan adanya bidadari surga.
Mengapa laki-laki dijanjikan Allah memperoleh bidadari di surga?
Mengapa wanita tidak dijanjikan mendapatkan bidadari di surga? Adilkah Tuhan?

Meskipun bidadari surga itu memiliki banyak kelebihan dan derajat terhormat, tetapi di dalam surga mereka masih kalah mulia dengan wanita dunia yang solehah.
Mari kita simak percakapan Rasulullah Saw dengan salah satu isterinya yaitu Ummu Salamah r.a.

Ummu Salamah bertanya, " Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari bermata jeli?,

Rasulullah saw menjawab, " Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat. "

Ummu Salamah bertanya, " Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari? "

Rasulullah saw menjawab, " Karena sholat mereka, puasa mereka dan ibadah mereka kepada Allah..
Allah meletakkan:

cahaya di wajah mereka

Tubuh mereka adalah kain sutera

Kulitnya putih Bersih

Pakaianya berwarna hijau

Perhiasannya kekuningan

Sanggulnya mutiara

Dan sisirnya terbuat dari emas.

Mereka berkata (wanita shalehah) " Kami hidup abadi dan tidak mati.
Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali.
Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali.
Kami ridha dan tidak pernah bersungut sungut sama sekali.
Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya…"

Subhanallah, alangkah hebatnya Allah memuliakan wanita.
Begitulah cara Allah menciptakan bidadari surga untuk memuliakan wanita sholehah.
Dengan begitu apakah para suami akan memilih bidadari surga ataukah isteri sholehah yang di surga kelak menjadi sangat cantik melebihi bidadari?,

Dan tak hanya di akherat, wanita solehah mendapat kemuliaan juga di dunia, sebagaimana sabda Rasullulah Saw :
" Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalehah "
(HR.Muslim)

Sebaik-baik wanita adalah wanita sholehah dan sebaik-baik laki-laki adalah yang memuliakan wanita.
Semoga kita menjadi muslim dan muslimah yang soleh, Allah Ta`ala berfirman:

"…dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar "
(QS. An Nisa` : 13).

Wallahu A`lam Bis Shawab..

Dikirim pada 01 Agustus 2013 di Hikmah


"Maka segala sesuatu yang membawa wanita kepada perbuatan tabarruj, nampak (perhiasan) nya, dan tampil bedanya seorang wanita dari para wanita lain dalam hal mempercantik (diri), maka ini diharamkan bagi wanita "
(Majmu`atul as-ilatin Tahummul `Usratal-Muslimah, hal. 10)

Berhijab, adalah perintah Allah yang mutlak wajib diimani oleh setiap muslimah.
Bagi setiap wanita yang mengikrarkan diri sebagai muslimah, maka tidak ada keraguan sedikitpun akan wajibnya menutup aurat dengan hijab.
Berhijab adalah sebuah bentuk ketundukan, kepasrahan dan ketaatan kepada Allah. Karena Allah yang menciptakan kitalah.. yang menyuruh kita untuk berhijab.

Alhamdulillaah seiring perkembangan zaman, maka jilbab makin semarak dan populer di kalangan masyarakat.
Zaman saya bersekolah dulu, masih sedikit yang berjilbab.
Dan itupun kadang agak dipersulit.
Baik bagi para pelajar dan pencari kerja, ruang gerak mereka tidaklah sebebas sekarang.
Jilbab masih dipandang sesuatu yang asing, aneh, ekstrem bahkan kampungan.

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

Artinya : "Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing itu "
(HR. Muslim no. 208)

Tapi, seiring dengan banyaknya wanita yang menutup rambutnya dengan jilbab, makin bergeser juga arti ke-syar`i-an sebuah jilbab.
Jika dulu saya memandang jilbab panjang senior-senior saya di sekolah dengan penuh kekaguman, kini fenomena jilbab panjang dan lebar di sekolah, kampus dan jalan-jalan itu mulai sepi.
Berganti dengan jilbab berbagai model dengan corak dan warna yang jauh dari kriteria syar`i.

Sungguh saya sedih melihatnya.
Saya rindu akan sosok-sosok wanita berhijab lebar yang dahulu kala ibaratnya seperti mencari jarum di tumpukan jerami, amat jarang ditemukan.
Yang dengan sempurnanya hijab itu mereka lebih dihargai dan dipandang dengan penuh penghormatan sebagai seorang muslimah.
Yang mendekati mereka pun bukan sembarang orang.
Ya, di mata saya kala itu.. nilai mereka sebagai seorang wanita begitu mahal dan berharga..

Pakaian longgar nan elegan yang dulu banyak dikenakan bahkan diperjuangkan dalam berbagai kegiatan di sekolah, kini berganti dengan pakaian yang katanya busana muslim tapi serba ketat dan minimalis.
Jilbab panjang mereka pangkas, makin pendek, serba lilit dan membentuk sanggul.
Menggantinya dengan topi dibalut scarf, bahkan sampai lehernya juga kelihatan saking transparannya.
Plus atasan atau blus lengan panjang ketat, dipadu dengan celana panjang yang juga tak kalah ketat.
Tak lupa riasan wajah untuk mempercantik penampilan.
Semua atas nama fashion.
Semua dengan alasan keindahan.

Bahkan untuk lebih `memperkenalkan` jilbab pada khalayak, dibuatlah berbagai kontes bertemakan hijab modern yang menawarkan konsep lebih cantik, tidak monoton dan penuh warna warni.
Atau fashion show muslimah yang kontestannya berlenggak lenggok di atas catwalk memperkenalkan trend terbaru hijab masa kini..
Di depan puluhan pasang mata, baik laki-laki maupun perempuan.
Lagi-lagi mengatasnamakan da`wah kepada hijab, agar tak terkesan kumuh dan kampungan.

" Berjilbab tapi tetap cantik dan menarik "..
Itu slogan mereka.

Itukah hijab yang sesungguhnya?
Padahal jika mereka paham, fungsi hijab itu menutupi keindahan, bukan malah menonjolkan.
Karena keindahan itu.. adalah diri dan pesona wanita itu sendiri yang sejatinya wajib untuk ditutupi.
Padahal, esensi hijab itu.. bukan hanya sekedar selembar kain penutup kepala dan kulit.
Dalam hijab, ada syarat-syarat yang wajib dipenuhi, yang kali ini saya tidak bermaksud membahasnya karena pernah saya tulis disini.

" Sisters.. Hijab is hijab. Fashion is fashion. And hijab is not fashion. There`s no relation between syar`i and stylish "

Saudariku.. sesungguhnya hijab syar`i itu..

1. Sederhana, praktis dan mudah digunakan
Salah satu keuntungan dari mengenakan hijab syar`i adalah karena kemudahan dan kepraktisannya.
Menyiapkan diri dengan satu stel jubah lengkap dengan jilbabnya paling lama 15 menit sudah selesai.
Tidak makan waktu lama, tinggal pakai jubahnya, jangan lupa ciput atau dalaman untuk jilbab, langsung pasang jilbab dan tadaaa..! Selesai. Simpel kan?
Nggak mesti repot sama lusinan jarum pentul, tutorial yang super ribet atau bongkar sana sini plus berlama-lama mix and match di depan cermin.

Apalagi bagi ibu-ibu seperti saya yang urusannya kalau mau pergi nggak cuma ngurus diri sendiri.
Ada urusan anak-anak dan suami yang juga mesti disiapkan.
Nah kebayang kan riweuhnya kalau mesti pake jilbab yang juga super riweuh?

2. Bisa langsung dipakai shalat
Alhamdulillaah, betapa Allah bermaksud memudahkan muslimah dengan perintah berhijab.
Dengan hijab yang memenuhi kriteria syari`at, maka kita tak perlu repot mencari mukena ketika tengah safar atau bepergian.
Karena sesungguhnya, aurat wanita itu di dalam dan di luar shalat, adalah sama.
Sama-sama harus menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Dengan sepasang jubah longgar dan jilbab panjang plus kaus kaki, (yang tentunya suci dari najis ya..) kita sudah bisa melaksanakan shalat.
Bandingkan dengan mereka yang tidak menutup aurat, atau menutup aurat tapi tidak sempurna.
Jadi, tidak perlu lagi membawa mukena di tas atau antri mukena di masjid ketika akan shalat.

3. Murah dan terjangkau
Satu stel jubah dan jilbab model sederhana bila dibandingkan dengan jilbab gaul yang serba berpotongan semisal blus, rok dan segala aksesorisnya yang serba beragam tentu akan jauh berbeda harganya.
Walau ada juga jubah dan jilbab yang harganya mencapai ratusan ribu bahkan jutaan.
Tapi rata-rata harga sepasang jubah dan jilbab syar`i di pasaran amatlah terjangkau.
Apalagi kalau bisa bikin dan jahit sendiri, wah dobel deh keuntungannya.
Bagi saya pribadi, hijab itu tidak harus yang mahal, kualitas impor atau yang serba `wah`.
Asal enak dipakai, nyaman dan yang paling penting… memenuhi fungsi busana yang syar`i

4. Sesuai dengan segala usia dan bentuk tubuh
Setiap kali saya menjumpai wanita yang berbusana syar`i, berapapun usia mereka, seperti apapun bentuk tubuh mereka.. rasanya selalu pantas-pantas saja dipandang mata.
Baik yang masih muda belia bahkan yang sudah sepuh sekalipun, di mata saya mereka selalu terlihat pantas dan cocok menggunakannya.
Pun begitu dengan jilbab dan jubah yang lebar.. mau gemuk atau kurus tetap saja tersembunyi dibalik kain yang menutup rapat tubuh mereka.
Betapa Islam memuliakan wanita dengan tidak menjadikannya objek pemuas mata kaum pria.
Memberikan mereka kebebasan untuk tidak hanya dinilai dari sekadar fisik.

Teringat peristiwa beberapa hari yang lalu ketika akan berangkat menuju Daurah Muslimah di Cijantung, saya yang waktu itu di atas motor berpapasan dengan seorang ibu lanjut usia yang mungkin sebaya dengan ibu saya.
Beliau mengenakan busana yang sedang trend ala Hijabers yang sungguh menurut saya agak memaksakan diri dengan usianya yang tak lagi muda.
Benar-benar nggak cocok.
Bukan hanya karena style seperti itu tidak syar`i, tapi juga karena tidak nyaman dipandang mata.
Duh, kalau kenal dekat udah saya bilangin deh.. Hehe.

5. Up to date di segala zaman
Apapun zamannya, musimnya, tahunnya.. busana muslimah syar`i tak pernah berubah dari masa ke masa.
Ia tak lekang oleh waktu. Jadi tak perlu kita menyesuaikan diri dengan perkembangan mode yang tak pernah ada habisnya, menganggarkan dana lebih untuk selalu tampil trendy dan up to date, menjadi budak fashion yang sejatinya merendahkan kedudukan mereka sebagai wanita yang bebas merdeka dari aturan manusia.
Deep down inside, ask yourself.. be true to your heart. What is your purpose to dress, muslimah?
To serve and please Allah only, your creator.. Or to please human?

من لبس ثوب شهرة في الدنيا ألبسه الله ثوب مذلة يوم القيامة ثم ألهب فيه نارا

Artinya : " Barang siapa mengenakan pakaian syuhroh (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka. "
(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dengan sanad hasan)

Jika kita selalu memikirkan dan terpengaruh pada pendapat orang kapan kita bisa tenang dan beristirahat? Kapan selesainya?
Bukankah pendapat manusia itu hanya relatif semata?
Tapi pandangan di mata Allah itu pasti, abadi dan merupakan standar kebenaran sejati.

6. Membantu lawan jenis untuk menundukkan pandangannya
Dengan berhijab syar`i yang tidak lagi menampakkan kecantikannya, maka seorang wanita telah membantu lawan jenisnya untuk menjaga pandangannya.
Betapa tidak?
Coba bayangkan, bagaimana jika seorang pria berpapasan dengan wanita yang berpakaian serba `ala qadarihi alias ala kadarnya?
Atau wanita berjilbab yang berhias, baik dengan pakaiannnya atau riasan make up yang mencolok mata.
Secara naluriah, ia akan memandang lekat pada wanita tersebut.
Dan ini adalah fitrah manusia yang memang menyukai keindahan.
Namun jika ia laki-laki bertaqwa, ia akan berusaha menundukkan dan menahan pandangannya.. atau lekas berpaling ke arah lain bila terlanjur melihatnya.

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ، فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

Artinya : " Wanita itu aurat, maka bila ia keluar rumah, setan terus memandanginya (untuk menghias-hiasinya dalam pandangan lelaki sehingga terjadilah fitnah). "
(Dishahihkan Al-Imam Al-Albani t dalam Shahih At-Tirmidzi, Al-Misykat no. 3109, dan Al-Irwa` no. 273.
Dishahihkan pula oleh Al-Imam Muqbil ibnu Hadi Al-Wadi’i t dalam Ash-Shahihul Musnad, 2/36)

Asal cinta dan ketertarikan bermula dari pandangan mata.
Sebuah perbuatan zina tidaklah langsung dilakukan tanpa langkah-langkah awal yang kemudian menggiringnya menuju bentuk zina yang lebih besar.
Ada banyak pintu menuju zina. Dan pandangan adalah salah satu diantaranya.
Dengan menutup rapat peluang untuk itu, maka para wanita telah ikut andil dalam mencegah kemungkaran dan kemudharatan yang mungkin menimpa dirinya sendiri.

7. Mendatangkan keridhaan Allah Ta`ala
Ketika seorang wanita muslimah mendengar ayat tentang hijab, lalu memutuskan berhijab, maka sesungguhnya ia telah melaksanakan satu ketaatan kepada Allah.
Tapi cukupkah hanya sampai disitu?
Jika keridhaan-Nya saja yang ia cari, maka ia akan berusaha menyempurnakan perintah-Nya..
Berhijab sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya, bukan apa yang dikehendaki manusia.
Lillaahi Ta`ala.
Dengan berhijab sesuai syari`at, maka seorang wanita telah berusaha membuat penciptanya ridha kepadanya.

Syaikh Nashiruddin al Albani dalam bukunya yang amat terkenal yaitu Jilbab Mar’atil Muslimah halaman 131 berkata..

" Karena tujuan dari memakai jilbab adalah supaya tidak timbul fitnah, yang (demikian) ini hanya dapat terwujud dengan memakai jilbab yang longgar dan tidak ketat.
Adapun jilbab (pakaian) yang ketat, meskipun menutupi kulit maka akan tetap membentuk postur tubuh wanita dan menggambarkannya pada pandangan mata laki-laki.
Ini jelas akan menimbulkan kerusakan (fitnah) dan merupakan pemicunya.
Oleh karena itu (seorang wanita) wajib (mengenakan) jilbab yang longgar ".

Saudariku.. sesungguhnya hijab syar`i itu mengangkat derajat kita, para wanita.
Kita bukan barang dagangan yang bebas dipandang bahkan dipegang siapa saja.
Wanita bagaikan mutiara cantik yang tersimpan baik di dalam cangkang, yang tidak sembarang tangan bisa mengambilnya.
Dan kecantikan kita, bukanlah pada pakaian, riasan dan hiasan.
Tapi kecantikan kita terletak pada keimanan, ketakwaan, akhlak dan rasa malu yang terpancar dari pakaian yang kita kenakan.

Saudariku..
Ketika banyak wanita sebelum mereka keluar rumah, melihat ke dalam cermin untuk memastikan tampil cantik dan menarik di mata lelaki.. seorang wanita shalihah melihat ke dalam cermin untuk sesuatu yang berbeda.
Ia bercermin untuk memastikan ia berpakaian secara pantas menurut syari`at, memastikan bahwa Allah ridha terhadapnya, memastikan bahwa segala keindahan itu telah tertutup rapat.
Maka ketika ia keluar dan berhijab sempurna, hanya untuk mencari ridha-Nya.. then she`s beautiful.
Dan itulah kecantikan yang sejati dan sesungguhnya..

Barakallaahu fiyk

# Terinspirasi dari sebuah artikel dalam Majalah As Sunnah dengan mabhats Jilbab Gaul Dalam Timbangan Syari`at, No. 11/ Thn. XVI, Maret 2013

Dikirim pada 01 Agustus 2013 di Hukum


Bismillahirrahmanirrahim...
Bagaimana bisa aku masuk ke dalam hati yang nyatanya sudah berpenghuni?
Meski penghuni itu hanyalah ilusi, yang masih saja dibawa dari masa2 yang sudah terlewati..
Bagaimana bisa aku bersikeras untuk masuk, sedangkan pemilik kediaman tidak akan mempersilakan aku duduk?

Pada akhirnya nanti, aku akan sampai pada titik di mana aku harus bangun dari segala mimpi..

Pada akhirnya nanti, aku harus menyadari bahwa ada hal2 yang telah disediakan namun bukan untuk aku miliki..

Pada akhirnya nanti, aku yang harus memilih untuk memperjuangkanmu hingga letih atau mempersiapkan diri untuk kemudian pergi..

Pada akhirnya nanti, aku akan menemui saat2 dimana sudah tidak memungkinkan lagi untuk memperjuangkan..

Bukankah tak ada artinya menunggu padahal kamu bukanlah untuk kutunggu?
Bukankah tidak mungkin aku memiliki sesuatu yang tidak diperuntukkan bagiku?

Ketika aku memutuskan untuk angkat kaki, itu artinya aku tidak ingin mempertahankan kamu lagi..

Ketika aku menganggap segalanya usai, itu artinya kamu bukan lagi sesuatu yang ingin aku gapai..
Mungkin kita bukanlah untuk saling mencari dan melengkapi..
Siapa tahu, kebahagiaanmu sudah Tuhan rancang ditangan orang lain..Kebahagiaanku juga pasti sudah disediakan sebaik mungkin..

Aku melepaskan kamu sebagai hati yang ingin aku pilih dan kuharap bisa membuatnya pulih..
Namun kini, aku membiarkan kamu untuk berlabuh ke manapun yang kamu mau..
Karena di titik ini, aku sudah dengan pasti mampu melepaskan dan merelakan..
Mari pergi dari titik ini dan cari bahagia kita sendiri..

Aku melepaskan, supaya ia yang sedang datang menujuku dapat menemukan jalannya yang sudah ditentukan..
Dialah jodoh yang telah ditentukanNya..

Dikirim pada 01 Agustus 2013 di Hikmah


Makna kalimat "Berlomba-lombalah dalam kebaikan"
Dari kalimat tersebut diatas, mengapa tidak menggunakan berkompetisi atau bertandinglah dalam kebaikan. Allah menurunkan wahyu , menurunkan ayat - ayatnya dengan maksud dan tujuan tertentu . Serta perlu memahami menggunakan akal & ilmu kita, serta kita harus melihat keadaan sekitar lingkungan kita agar mengetahui maksud dan makna kalimat yang terkandung di dalam ayat - ayat-Nya. Allah memerintahkan agar kita selalu mempergunakan,pemikiran, ilmu serta akal kita di dalam memahami semua perintah yang tertera di dalam kitab - Nya karena makna yang terkandung sangat luas dan dalam.
“Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang TIDAK MAU mempergunakan AKAL.” (QS. Al-Maa’idah, surat 5, ayat 58)
“Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya). Maka apakah mereka tidak MEMIKIRKAN?“ (QS. Yaasiin, surat 36, ayat 68)
Musa berkata: “Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu MEMPERGUNAKAN AKAL;.” (QS. Asy-Syu’araa’, surat 26, ayat 28)
“Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang BERFIKIR.” (QS. Ar-Ra’d, surat 13, ayat 4)
“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu MEMAHAMINYA.” (QS. Yusuf, surat 12, ayat 2)
“Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu MEMAHAMINYA(nya).” (QS. Az-Zukhruf, surat 43, ayat 3)
Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau MEMIKIRKAN (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al-Mulk, surat 67, ayat 10)
Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya yang ia menghadap kepadanya. Maka BERLOMBA -LOMBALAH didalam kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian . Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(Qs.2:148)
...maka BERLOMBA-LOMBAlah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,(Qs.5:48)
BERLOMBA -LOMBALAH kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.(Qs.57:21)
...dan untuk yang demikian itu hendaknya orang BERLOMBA-LOMBA.(Qs.83:26)
Makna kalimat berlomba-lomba lah dalam kebaikan yaitu apabila ada orang lain berbuat baik kepada siapa pun , maka kita harus berbuat lebih baik kepada siapapun ,tanpa harus melukai orang lain dan merugikan orang lain atau bahkan menghalalkan segala cara agar kita dapat dianggap lebih baik dari orang tersebut .
Tetapi berbeda makna apabila menggunakan kata "berkompetisilah" atau bahkan "bertandinglah" . Apabila telah menggunakan kalimat tersebut , makna yang terkandung berbeda .
Berkompetisi & bertanding merupakan hal yang sering kita dengar, pasti ada orang yang kalah , ada seseorang yang menggunakan berbagai macam cara agar menang di dalam pertandingan atau kompetisi . Dan pasti salah satu diantara orang yang berkompetisi ada yang jatuh atau dirugikan.
Saudaraku ..
Manusia tak lepas dari sebuah dosa.
Dimanapun kita berada pasti kita sering melakukan dosa setiap harinya ,entah kita sadari atau tidak.
Apabila kita ingin berbuat baik kepada orang lain.
Terkadang kita salah mengerti dengan keadaan orang tersebut sehingga terjadi salah paham diantara sesama.
Dimanapun kaki ini menginjak dan dimanapun nafas ini masih menghembus, jalankanlah perintah berlomba-lombalah dalam kebaikan sesuai dengan maksud yang ada.
Berikanlah yang terbaik untuk sesama & pahami bagaimana keadaannya terlebih dahulu agar kita terhindar dari rasa kesalahpahaman antar sesama serta tidak ada yang dirugikan atas semua tindakan baik kita.
Semoga bermanfaat.. aamiin.. :)


Dikirim pada 21 Juli 2013 di Motivasi


Manusia sering merasakan kenikmatan dan kesenangan tersendiri bila memperoleh pujian,bahkan ia selalu merasa bangga bila orang orang menyanjung dan memujinya,dan akan merasakan sakit hati bila orang menghina dan merendahkannya,terlepas dari masalah benar-salah,baik-buruk nya hal itu adalah suatu yang manusiawi : melekat sebagai karakter manusia yang memiliki rasa.
Pujian oleh orang tertentu sering kali dipandang secara negatif,walau memang di satu sisi mungkin ada aspek positip yang selalu bisa diambil,misal pujian itu bisa memberi semangat atau motivasi tersendiri kepada seseorang,bergantung pada bagaimana orang itu menyikapinya.tapi di sisi lain kebanyakan manusia mungkin tidak berfikir tentang bahaya dibalik sebuah pujian,sebaliknya manusia sering membenci atau bereaksi secara negative terhadap kritikan apalagi hinaan dan cacian tapi mungkin ia tidak tahu makna atau manfaat besar dibalik itu.

Ibarat orang yang minum jamu yang sangat pahit tetapi menjadi sehat,segar bugar, tetapi mengidap penyakit tertentu karena terlalu banyak makan dan minum yang manis manis….

Bahkan kita harus curiga kepada diri sendiri bila merasa haus akan pujian dan perhatian tetapi merasa tidak enak atau benci dengan kritikan,atau sedih bila orang orang tidak memperhatikan kita,sebab bila itu yang terjadi maka berarti fondasi jiwa kita masih kosong karena jiwa kita begitu bergantung pada arus yang datang dari luar.

KEBAHAGIAAN ….itu adalah kuncinya,sebuah fondasi bagi jiwa yang sangat kuat-permanen.orang yang bahagia ia selalu bahagia dengan apa yang diyakini dan dilakukannya tidak peduli apakah orang menyanjung atau menghinanya,memperhatikan atau tidak memperhatikannya.

Bila pujian lebih anda anggap sebagai suatu yang bisa menjadi ‘racun yang membunuh’ dan kritikan atau cacian lebih anda anggap sebagai jamu yang pahit tetapi bisa membuat raga menjadi segar bugar maka mana yang lebih cenderung anda pilih ?

Tetapi masalah pujian menurut saya bergantung bagaimana kita menyikapinya,sebab jangan salah orang yang menyayangi kita terkadang memuji kita untuk membuat kita bahagia atau makin bersemangat dalam menjalani sesuatu,bahkan Tuhan saja pernah memuji hamba nya yang saleh,tentu Tuhan bukan bermaksud membenamkan mental nya kan ? tetapi di sisi lain jangan pernah sakit hati dengan cercaan Tuhan sebab itu untuk membuat manusia berfikir..

Dikirim pada 09 Juli 2013 di Muhasabah


Yaa Rabbi..

Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta..
berfikir sebelum bertindak..
santun dalam berbicara..
tenang ketika gundah..
diam ketika emosi melanda..
bersabar dalam setiap ujian..

Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq..
Sebijaksana Umar bin Khattab..
Sedermawan Utsman bin Affan..
Sepintar Ali bin Abi Thalib..
Sesederhana Bilal..
Setegar Khalid bin Walid radliallahu’anhum..
Amiin ya Rabbal’alamin.

Duhai Calon ”makmum”ku..

Apa kabar engkau disana? siapapun engkau..
Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan kepadamu..
dan semoga kekuatan Iman&Takwa selalu melekat di dalam hatimu..

Calon “makmum“ku..

Aku tau ALLAH menunda waktu kita tuk bersama..
ALLAH hanya memberi jeda tuk kita bisa mempersiapkan segalanya saat tiba kita bersama nanti..
Bersama dalam satu atap dalam satu hati…

Mengertilah calon makmumku..

Aku mencintaimu.. Aku membutuhkanmu…
Mungkin aku tak dapat menyampaikan rasa cinta ini kepadamu secara langsung saat ini..
Namun aku percaya ALLAH akn mencintaimu slalu dalam setiap rinai waktu yang kau jalani..

Duhai Calon ”Makmum”ku..

Jika memang kita berjodoh..
Allah pasti akan memberikan cinta di dalam hati kita..
Di dalam hatiku dan di dalam hatimu..
Dan jika memang kita tidak berjodoh..
Allah pasti sedang merencanakan yang terbaik untuk kita..
Karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan..

Ku serahkan rasa yg tiada sanggup dijadikan halal itu kepada Maha Yang Maha Memberi dan Memilikinya,
Biarkan Dia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya,
Karena ku ingin menjaga cintaku hanya untuk yang halal..

Calon “makmum“ku..

Aku tak menuntut banyak darimu..
Aku tak memaksamu tuk membalas cintaku sekarang..
Semua itu kuyakin akan tumbuh perlahan dalam hati tulusmu..
Akan mekar layaknya bunga namun tetap terjaga..
Dan takkan layu oleh panas matahari maupun oleh hujan yang setiap saat menerpa….

Calon “makmum“ku..

Mungkin kau tak mencintaiku dengan hatimu saat ini..
Tapi janganlah kau pudarkan cintamu pada-NYA yang begitu mencintaimu..
Yang memberikan nafas kehidupan..
Yang memberikan sempat padam tuk dapat berkarya yang menjadikan itu ibadahmu..

Calon “makmum“ku..

Aku terus menanti saat itu..
Terus menanti saat kita bersanding dan mengucap janji suci walimatul’ursy..
Janji suci yang lekat dengan tanggung jawab kepada ALLAH SWT..

Saat kau merangkulku erat..
Menuntunku menuju amanah ALLAH tuk mendampingmu..
Menuntunku tuk selalu mencari surgaku melalui dirimu..

Calon “makmum“ku..

Hati ini akan selalu untukmu…
Akan selalu kujaga untukmu..
Kumohon jangan kau nodai ketulusan ini dengan sesuatu yang bisa kau buat sebagai alasan..
Jangan kau hakimi hatiku dengan perasaan yang tak pasti..

Calon “makmum“ku..

Mungkin saat kau baca ini, hatimu tak terketuk sama sekali..
Mungkin kau menganggapku berlebihan dengan apa yang kurasakan..
Sekali lagi maafkan aku calon makmumku..
Ini hanya ungkapan hati yang aku miliki saat ini..
Karena aku tak dapat berbicara langsung denganmu..
Bagaimanapun itu, Aku hanya berharap…
ALLAH senantiasa melindungmu..
Senantiasa memelukmu..
memudahkan langkahmu..

Dan ALLAH akan membawamu padaku, saat kau telah siap menerimaku dengan apa adanya aku…
Semoga ALLAH membuka jalan kemudahan itu calon makmumku..

Jaga diri baik-baik calon Makmumku..
Aku merindukanmu…
Akan kujaga baik-baik hati dan diriku, hingga takdir mempertemukan kita kelak..

Jadilah “BINTANG” halal buatku..

“aku belum tentu menikahi dengan orang yang aku cintai, tapi aku akan mencintai siapapun yang menikah denganku karena dia adalah kekasih dunia akhirat“

Ya Allah……
Bila Hamba menjadi pasangan seseorang..
Izinkanlah diri hamba menjadi pelindung baginya..
Izinkanlah wajah hamba menjadi kesenangan baginya..
Izinkanlah mata hamba menjadi keteduhan baginya..
Izinkanlah pundak hamba menjadi tempat melepas keresahan baginya..
Izinkanlah setiap perkataan hamba menjadi kesejukan baginya..

Ya Allah..
Izinkanlah setiap pelukan menjadi jalan untuk lebih mendekat kepadaMu..
Izinkanlah setiap sentuhan menjadi perekat cinta kepadaMu..
Izinkanlah setiap pertemuan menjadikan kami bersyukur kepadaMu..
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin..

Bunga-bunga cinta indah bersemi diantara harap pinta padaNya
Ya Allah tautkanlah cinta di hati berpadu indah dalam mihrab cinta

Dikirim pada 30 Juni 2013 di Muhasabah


1. Luruskan niat, hanya karena alloh ta’ala saja dan niatkan untuk ibadah, maka apapun jawabannya insya alloh tidak akan merasa sakit hati atau kalaupun sakit hati insya allah tidak akan sampai berkepanjangan,

2. Sempurnakan Ikhtiar, Meminta secara baik-baik dan berusaha sebaik-baiknya dengan mengharapkan jawaban yang tegas dan ikhlas tentu saja, maka insya allah kita tidak akan terhindar dari kekecewaan dan penyesalan
Sebab tidak akan ada penyesalan dengan shalat istikharah dan tidak ada kekecewaan dengan musyawarah.

3. Do’a , setelah ikhtiarnya sempurna jadikan do’a sebagai penolong mu karena kekuatan do’a ini memang luar biasa, makanya benar senjatanya orang muslim adalah dengan berdo’a ,
Kata pepatah :
"Sedalam-dalamnya lautan dapat diselami, hati orang siapa yang tahu"
Jawabannya adalah:
"Allah yang maha tahu ",
Allah yang mengusai hati ini dan allah pula yang akan memberi tahu isi hati seseorang kepada orang yang dikehendakinya.
Dan jalannya adalah tentunya dengan sholat dan berdo’a.

4. Tawakal, serahkan semua urusan dan masalah hanya kepada allah, cukupkan allah saja yang menjadi penolong dan sebaik-baik penolong.
Semua taqdir dan ketentuannya adalah yang terbaik buat hambanya, bila dalam sangkaan kita baik belum tentu bagi allah. Maka sudah sepantasnya lah kita berprasangka baik kepadaNYA,
Allah akan mengingat hambanya sepanjang hambanya itu mengingatNYA.


Kita Tidak akan merasa patah hati kalo sekiranya tahu bahwa hati ini hanya milik Allah, dan Allah yang menguasai hati ini, Allah pula yang menggenggam hati ini.

Maka bagi yang masih merindukan Hadirnya pendamping hidup senantiasalah berusaha dan berdo’a, karena yaqinlah sesungguhnya kita sudah diciptakan berpasang-pasangan, maka pintalah pasangan yang Haq buat kita menurutNYA yang telah ditentukan oleh Allah untuk kita.
Semoga kerinduan kita dalam menemukan pasangan ini selalu ada dalam jalan yang diridhaiNYA, aamiin..

Dan jangan minta disegerakan apa-apa yang ditangguhkan olehNYa, dan jangan pula minta ditangguhkan apa-apa yang disegerakan olehNYA.
Karena semua ketentuanNYa adalah yang terbaik buat hambanya pada waktu yang sudah di tetapkanNYA..

Dikirim pada 26 Juni 2013 di Muhasabah


Ketika kesendirian merajam hati…
Termangu…
dan ku terjebak dalam Suramnya dunia…
Keheningan kini seakan setia temani ku kembali…
Duhai engkau hati…
Bersabarlah…

“Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin: yaitu jika mendapat kebahagiaan ia bersyukur karena itu yang terbaik baginya, jika tertimpah musibah ia pun bersyukur karena itu yang terbaik baginya.” [HR.Muslim]

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” [Al-Baqarah: 153].

Disaat yang tepat dia pun datang…
Datang membawa berjuta keanggunan Ciptaan-MU…
Memberi terang disaat ku butuhkan cahaya…
Saat senyum,,, canda dan tawa menghangatkan kalbu…
Sungguh indah duniaku saat itu…
Saat ku perjuangkan cintaku…
Bersamamu…
Namun inilah perjalanan hidup yang harus ku lalui…
Cobaan demi cobaan begitu deras bagai hujan…

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” [ al-baqarah 286]

Karena ini jalan yang KAU beri… dan aku tidak membencinya….

“jika kejahatan dibalas dengan kejahatan, maka itu adalah dendam…,jika kebaikan dibalas dengan kebaikan itu adalah perkara biasa…, jika kebaikan dibalas kejahatan itu adalah zalim…, tapi jika kejahatan dibalas dengan kebaikan, itu adalah mulia dan terpuji.”

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” [ al-baqarah 216]

Ya Allah ku pasrahkan semua ini pada-MU…
Karena ENGKAU yang maha membolak-balikkan hati kami…

“Cukup Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. DIA mengetahui apa yang dilangit dan dibumi.” [ al-ankabut 52]

Maka janganlah kamu berputus asa…
Karena sabar adalah kemenangan…

Dikirim pada 23 Juni 2013 di Motivasi


Di suatu ballroom mewah sekelompok pemuda dengan senyum yang sumringah, ditemani orang terdekat seperti orang tua, keluarga dan kekasih menambah kebahagiaan para pemuda tersebut. Kelompok pemuda tersebut adalah para wisudawan yang baru saja mendapatkan gelar sarjana.

Di tempat yang lain terlihat baju- baju seragam yang kini memiliki warna-warni dari pilok. Siswa – siswi SMA yang telah merampungkan jenjang pendidikan di tingkat menengah mengekspresikan kebahagian mereka atas kesuksesan yang telah mereka raih .

Itulah bentuk kesuksesan dari perspektif dua kelompok yang berbeda, jangankan kelompok besar setiap individu memaknai kesuksesan yang berbeda-beda, namun apa hakikat kesuksesan sesungguhnya?

Sukses menurut kamus bahasa Indonesia adalah berhasil dan beruntung .

Menurut definisi di atas bahwa yang disebut orang sukses itu adalah orang yang berhasil dan beruntung.

Kesuksesan yang hakiki

Keberhasilan dan keberuntungan yang sebenarnya adalah tatkala seorang manusia bisa mendapatkan suatu kenikmatan yang sifatnya kekal nan abadi ,bukan hanya kenikmatan yang sifatnya semu dan fana(sementara ).

Berbicara tentang kesuksesan yang hakiki dalam AL Quran Allah subhanahu wa ta’ala telah memberitahukan kepada hambaNya apakah hakekat kesuksesan yang hakiki tersebut .

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

كل نفس ذائقة الموت وإنما توفون أجوركم يوم القيامة فمن زحزح عن النار وأدخل الجنة فقد فاز وما الحياة الدنيا إلا متاع الغرور

Artinya :”setiap yang bernyawa akan merasakan mati .dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu .barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga ,dia sungguh telah mendapatkan kemenangan ,kehidupan dunia adalah kesenangan yang memperdaya.” (QS.Ali Imran : 185)

Ayat diatas menjelaskan kepada kita bahwa setiap yang bernyawa pastilah akan merasakan kematian ,kemudian sampailah manusia pada marhalah dimana amalan – amalan selama didunia akan dihisab dan di adili.

فمن زحزح عن النار وأدخل الجنة فقد فاز

“Barang siapa yang terhindar dan selamat dari api neraka dan di masukkan kedalam syurga maka ia telah mendapatkan kemenangan dan kesuksesan yang sebenarnya” .

Dalam penutup ayat ini disebutkan nilai dunia yang sifatnya hanya sementara lagi memperdaya.

“Kehidupan dunia adalah kesenangan yang memperdaya” Yaitu, Perendahan, celaan terhadap dunia yang sifatnya tidak kekal, sedikit,dan akan hilang.

Inilah hakekat kesuksesan yang hakiki, kenikmatan yang kekal nan abadi ,dan pasti setiap individu akan sentiasa merindui .dan pastilah ,untuk menuju kepadanya kita harus mengetahui jalan yang harus di titi.Wallohu a’lam.

Dikirim pada 20 Juni 2013 di Motivasi


Anaphalis javanica, yang dikenal secara populer sebagai Edelweiss jawa (Javanese edelweiss), adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Nusantara. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 m dan dapat memiliki batang sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m. Tumbuhan ini sekarang dikategorikan sebagai langka. Bunga ini dianggap sebagaian orang merupakan perlambangan cinta dan pengorbanan. Mengapa disebut seperti ini karena bunga ini hanya tumbuh di puncak-puncak atau lereng-lereng gunung yang tinggi sehingga untuk mendapatkannya membutuhkan perjuangan yang amat berat. Selain itu, menurut cerita orang edelweis merupakan perlambang cinta yang penuh ketulusan mengingat tekstur yang halus dan lembut dengan warnanya yang putih yang biasanya warna putih dianggap sebagai bukti ketulusan cinta.
Selain itu, meskipun dipetik bunga ini tidak akan berubah bentuk dan warnanya, selama disimpan di tempat yang kering dengan suhu ruangan. Sehingga disebut dengan bunga keabadian dan bunga yang membuat cinta akan tetap abadi.
Tetapi bila kita bayangkan, dibalik keabadiannya bunga edelweis ini merupakan tumbuhan yang langka. Bila setiap pendaki mengambil setangkai bunga ini, maka populasi edelweis ini semakin langka. Perlu diingat juga bahwa kelangsungan kehidupan anak cucu kita tergantung apa yang kita lakukan sekarang. Coba kita bayangkan bila anka cucu kita tidak dapat melihat edelweis lagi. Bila bunga edelweis tidak bisa dinikmati lagi oleh anak cucu kita, sungguh berdosa bila kita merupakan bagian dari yang memusnahkan populasi eidelweis ini. Biarkanlah bunga ini tetap tumbuh di tingginya pegunungan nusantara. Biarkanlah bunga ini tetap lestari di atas dinginnya puncak pegunungan nusantara. Edelweis ini tidak akan bisa disebut bunga abadi bila tidak bisa dinikmati untuk anak cucu kita.
Kamu tidak akan pernah mendapatkan cinta abadi hanya dari sekuntum bunga abadi, tapi cinta sejati itu juga bukan dari sekuntum bunga Edelweis. Kamu justru tidak akan mendapatkan keduanya jika kamu tidak meyakini bahwa yang sedang kamu rasakan sekarang ini adalah cinta sejati dan juga abadi.

Dikirim pada 18 Juni 2013 di Cinta


Wanita adalah segala fungsi, peran, dan kedudukannya di dalam keluarga maupun masyarakat memungkinkan untuk meraih kedudukan tertinggi di surga. Fitrahnya yang diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, butuh kehalusan dan kesabaran untuk menghadapinya. Tapi, apakah wanita selalu identik dengan mahluk lemah dan cengeng?

Seperti yang kita ketahui, hakikat wanita adalah makhluk yang penuh kelembutan, halus, sensitif, dan mudah tersentuh. Beberapa hak wanita yang harus diperoleh antara lain diayomi, dilindungi, dihargai, dihormati, serta diperhatikan.

Namun, seiring perkembangan zaman yang semakin ketat seringkali kodrat wanita harus dipertaruhkan demi bertahan di atas kehidupan yang keras. Emansipasi Wanita yang dahulu menjadi naungan berlindungnya para wanita, kini seringkali menjadi tombak untuk bertarung melawan persaingan globalisasi.
Seperti pemandangan yang sering kita lihat di sekitar, wanita tua yang seharusnya santai menikmati hari tuanya. Namun, harus rela berjemur di bawah terik matahari untuk menyambung hidup.

Cobalah kita tengok sebentar di sekitar kita. Sebagai renungan, kita ambil contoh di pasar. Mungkin pasar lebih identik dengan kaum hawa karena berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari yang pada umumnya memang tugas mereka. Tetapi jika lebih seksama lagi, keberadaan mereka di pasar tidaklah hanya sebagai konsumen. Keberadaan mereka ternyata juga sebagai penjual. Tak hanya sekadar penjual biasa. Penjual yang mencari nafkah. Sehingga seringkali masa tua mereka dihabiskan di sana.

Keterpurukan ekonomi bangsa yang melanda negeri harus menyulap tangan halus mereka menjadi tangan baja. Siap turun tangan dari fajar menyongsong sampai petang menjelang demi sesuap nasi. Menerima dengan lapang dada terik matahari mengubah kulit lembutnya menjadi hitam legam. Bulir-bulir air sebesar biji jagung dari kulit pori-pori membasahi wajah dan sekujur tubuh mereka.

Pendidikan rendah atau tidak sama sekali tahu bangku sekolah mungkin salah satu faktor mereka harus bekerja dengan urat dan otot. Bukan di sebuah ruangan ber-AC, duduk manis di sebuah ruangan bersih dan wangi, atau hanya tangan lentik nan indah mengetik di atas keyboard dan depan monitor.
Sebuah perjuangan hidup. Terkadang kaki yang sudah mulai rapuh harus siap mengayuh sepeda tua untuk mencari pelanggan, pundak yang sudah melemah harus siap memikul barang berat untuk dibarter menjadi lembaran uang yang tak seberapa. Entah itu barang dagangan atau barang bekas yang diperoleh dari tempat yang bau dan menjijikan.

Ekonomi yang tidak pernah kunjung membaik mengharuskan mereka memegang double-role dalam keluarga. Mereka harus siap menjadi Wonder woman bagi sekelilingnya. Kelembutan mereka bisa menjadi sebuah ketangguhan.
Jika kita mau flashback kembali kepada sejarah. Wanita tangguh sudah ada sejak zaman Fir`aun. Di balik kelembutannya, ada kekuataan dan keberanian yang tersembunyi. Masyithah tukang sisir anak Fir`aun rela direbus hidup-hidup demi mempertahankan aqidah dan kalimat tauhid. Hingga pengorbanaanya dibalas surga dan wangi-wangian.

Asma putri Abu Bakar, tegar saat melihat anak laki-lakinya Abdullah bin Zubair terbunuh dalam keadaan terpancang di tiang salib. Al Khansa yang telah menghadiahkan empat orang anaknya di jalan Allah hingga gugur mereka sebagai syuhada. Keanggunan mereka membuktikan dapat berubah menjadi keberanian yang luar biasa.

Mungkin keberanian para wanita sekarang melawan badai kehidupan merupakan titisan keberanian dari wanita-wanita terdahulu yang tangguh. Meski bukan keberanian menunggang kuda untuk melawan kaum kafir. Bukan pula keberanian direbus dalam keadaan hidup-hidup demi mempertahankan kalimat tauhid.
Lalu, bagaimana dengan tugas wanita yang sebenarnya? Bukankah mereka memiliki tugas sendiri? Menjaga rumah, menjaga anak-anak, menyiapkan makanan, bahkan membuat rumah seindah surga.

Mengingat kisah bang Toyib yang tak pulang-pulang, bisa menjadi salah satu pemicu isteri menjadi wanita tangguh. Gambaran suami yang tidak bertanggung jawab meninggalkan isteri dan anak-anak begitu saja tanpa kabar dan berita. Waktu erus berjalan, sementara kebutuhan hidup terus menuntut untuk dipenuhi. Berdiam duduk manis di rumah bukanlah jalan solusinya.

Ada yang kerja keras membanting tulang berangkat pagi pulang malam. Memikul beban berat sendiri. Bahkan rela menjadi pengisi devisa negara demi kebutuhan sehari-hari terpenuhi.

Setelah melihat roda kehidupan yang telah terjadi, ternyata keadaanlah yang sering membuat kodrat harus dipertaruhkan. Kehalusan dan kelembutan mereka harus disimpan dahulu untuk menentang kerasnya hidup.

Bahkan bisa semua jalan ditempuh demi mendapatkan sesuap nasi. Saat iman tidak melekat di hati, mata hati tertutup rapat, segala jalan ditempuh tanpa melihat halal dan haram. Kenyataan seperti itu sering kita lihat di ibu kota besar. Karena keterpurukan hidup wanita sering kali menjadi korban atau mengorbankan.

Wanita... kau tidak tercipta dari tulang kepala karena bukan untuk angkuh kepada suamimu. Tidak juga tercipta dari tulang kaki karena bukan untuk dihina oleh siapapun. Namun, kau tercipta dari tulang rusuk yang bengkok. Dekat dengan hati agar selalu disayangi, bersabar menghadapi cobaan, dan tetap tegar meski kau dilanda kesedihan.

Jangan sekali-kali kalian mengambil jalan pintas untuk menyelesaikan masalah hidupmu, karena arga diri dan kehormatanmu lebih berharga. Kalian tetap makhluk indah dan anggun. Semerbak seperti bunga. Hiduplah seperti bunga edelweiss yang tegar dan kuat. Meski dirinya jarang merasakan air, tetap tegar dan kokoh berdiri. Jadilah edelweiss yang tegar dan putih seperti salju. Putih bersih dan dingin menyejukan.

Wanita derajatnya telah tinggi di hadapan Allah. Perhiasan yang paling indah adalah wanita solehah. Bahkan Wanita adalah tiangnya negara. Sudah seharusnya kaum wanita dihargai, diayomi, dan dijaga. Bukankah menjaga mereka sama artinya kita menjaga ibu, nenek, bahkan saudara perempuan kita?
Berbahagialah bagi para kaum hawa. Sejak kelahiran baginda Rasulallah SAW., derajat kalian dijunjung setinggi-tingginya. Kehormatan kalian dilindungi. Bahkan segala urusan wanita diatur serapi mungkin dalam kitab Suci Al-Qur`an.

Para kaum hawa yang kini menyebar di muka bumi... berpijaklah sebagaimana kodratmu. Perhatikan syari’at-Nya. Peranmu sangat penting. Dari rahimmu kelak akan terlahir generasi yang akan memperbaiki negerimu. Berjuanglah terus dengan kelembutanmu dan yakinlah bahwa ketangguhan dan keringatmu suatu saat bisa merubah dunia menjadi lebih baik.

Dikirim pada 18 Juni 2013 di Hikmah


Bagaimana kita menemukan jodoh setia dalam bahagia dan derita? Sahabatku, bila ingin mendapatkan jodoh yang bisa menjadi partner bahagia dan derita lihatlah keimanan dan ketakwaannya kepada Allah sebab kualitas hidup kita akan diketahui dan teruji hanya setelah kita hidup berpasangan, karena dalam hidup berpasangan akan dapat diketahui kualitas, kapasitas dan sifat-sifat kemanusiaannya. Dalam hidup pernikahan itulah seseorang teruji kepribadiannya, tanggung jawabnya, keibuannya, kebapakannya, perikemanusiaannya, ketangguhannya, kesabarannya. Begitu besar makna hidup berumah tangga sampai Nabi mengatakan bahwa di dalam hidup berumah tangga sudah terkandung separoh urusan agama. fitrah kita sebagai manusia membutuhkan sebagai pendamping hidup, sebagai partner dalam suka maupun duka sekaligus sebagai pasangan yang mampu selalu berpikir dan berkehendak baik terhadap pasangannya. Ia akan memberi dukungan jika ia merasa bahwa dukungannya itu akan membawa kebaikan pasangannya.
Sebaliknya jika pasangannya keliru jalan, ia akan berkata tidak! meski pahit diucapkan dan pahit di dengar. Pasangan yang materialistis biasanya rajin hadir dalam keadaan suka, tetapi ia segera menjauh jika pasangannya dalam kesulitan, ia pasangan hanya dalam suka, tidak dalam duka. Pasangan dunia biasanya angin-anginan, terkadang mesra, tetapi suatu ketika bisa menjadi musuh, bahkan musuh yang sukar didamaikan. Pasangan dunia adalah pasangan sehidup, tetapi belum tentu semati. Hanya pasangan dunia akhirat yang biasanya hadir dalam keadaan suka, tetapi juga hadir membela ketika dalam duka. Pasangan yang terikat oleh nilai-nilai kebaikan, ikhlas dan ibadah. Ketika kita sudah matipun pasangan sejati tetap menjaga nama baik kita, mendoakan kita. Dialah jodoh anda sehidup semati, pasangan di dunia dan pasangan di akhirat.
Sahabatku yang ingin segera menikah, carilah jodoh dunia akhirat, jodoh yang setia dalam mengarungi bahtera rumah tangga hanya dengan mengharap keridhaan Allah. bila memang ada niat & keinginan sungguh2 untuk mendapatkan jodoh. Jangan putus asa, tetaplah berikhitiar & memohon kpd Allah maka Allah akan mengirimkan jodoh yg terbaik untuk anda.

Sumber : facebook sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 12 Juni 2013 di Cinta


Jika Hatimu merindukan seseorang…Pejamkan Matamu dan Katakan dalam hati….
Yaa ALLAH…aku merindukannya kerana-Mu Ya ALLAH..Jauhkanlah aku dari perkara yang bisa membuat aku lupa kepada-Mu..
aku semakin mengerti bahwa jarak ini bukan untuk menghukumku..Tapi Jarak ini untuk Menjaga aku dan dia..
Dengan`Jarak`ini..aku dan dia berjanji untuk berubah menjadi lebih baik..

Dengan jarak ini..aku dan dia berjanji untuk Memperbaiki cinta kepada Ilahi..

Dengan jarak ini..aku dan dia berjanji untuk Mencintai Pencipta kami lebih dari segalanya..

Dengan jarak ini..aku dan dia berjanji untuk mendalami ajaran agama ini..

Dan dengan jarak ini juga..aku dan dia yakin andai tiba saatnya nanti..aku dan dia akan lebih siap untuk melayari semua ini dengan jalan yang diridhai..

Ya ALLAH…Kerana memberi peluang kepadaku melalui jalan-Mu ini..

Yaa Rabbi..Kerana memberikan jarak itu kepada aku dan dia..

Ya ALLAH….Sekiranya dia baik untuk dunia dan akhiratku, maka dekatkanlah dan satukanlah aku dengannya….Tapi sekiranya dia buruk untuk dunia dan akhiratku…Maka jauhkanlah aku darinya…Dan dekatkanlah yang menurut-MU baik, dan aku butuhkan walau bukan yang aku inginkan...

Aamiin ya Rabbal`alamin..

Dikirim pada 11 Juni 2013 di Hikmah


Sebaik-baik suami adalah yg dapat membimbing istrinya untuk taat kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta`ala yang selalu melihat kelebihan" istrinya bukan kekurangannya yang dapat memenuhi hak-hak dan kebutuhannya lahir dan bathin,dengan penuh kasih sayang,tidak membebaninya dengan kerja yang berat,serta tidak menyakiti fisik dan hatinya

Sebaik baik istri adalah yang dapat mendorong suaminya untuk taat kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta`ala dan Rasulnya
yang tidak banyak menuntut dunia yg selalu mendampinginya dan melayaninya dalam senang dan susah,yang menjaga kehormatannya dengan tidak memperlihatkan auratnya kepada yang bukan mahram..

Semoga Akhina Wa Ukhtina adalah calon suami dan istri yang baik sehingga tercipta keluarga yg harmonis,Sakinah Mawaddah Warahmah...bernaung dalam Baity Jannati...

Aamiin ya Rabbal`alamin..

Dikirim pada 11 Juni 2013 di Muhasabah


Jadilah seorang wanita beriman..
Yang hatinya dibalut rasa takwa kepada ALLAH.
Yang jiwanya berpegang teguh terhadap Agama.
Yang senantiasa haus dengan ilmu.
Yang senantiasa dahaga akan pahala.

Jadilah seorang wanita terhormat..

Yang solatnya adalah maruah dirinya.
Yang auratnya selalu terhijab.
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu.
Yang berani menolak ajakan kemaksiatan.

Jadilah seorang wanita mulia..

Yang menjaga tutur katanya.
Yang tidak suka bertingkah.
Yang tidak tebar pesona cantik fisiknya.
Yang sentiasa berbuat kebajikan dan penyayang.
Yang menghiasi dirinya dengan prilaku muslimah.

Karena itulah potret wanita cantik yang sesungguhnya.
Bukan yang cantik karena usapan kosmetik di wajahnya.

Dikirim pada 11 Juni 2013 di Hikmah


العيون الجميله ليست العيون السوداء
وليست العيون الزرقاء
وليست العيون الخضراء
وليست العيون ذات الرموش الطويله
وليست العيون العسليه
وانما العيون الجميله هى العيون التى اذا نظرت تنظر برحمة
وإذا التفتت التفتت بحياء
إذا التقت نظراتها بنظرات شخص ما غضت طرفها وأغلقت أجفانها لتحميها من شرار جهنم
إنها عين بكت من خشية الله وسهرت على القرآن وتأملت آيات الله


Mata yang indah bukanlah mata yg hitam..

Bukan pula mata yg berwarna biru..

Ataupun mata yg berwarna hijau ..

Bukan pula mata yg memiliki bentuk yg panjang..

Dan bukan pula mata yg manis seperti madu..

Akan tetapi mata yg indah adalah mata jika memandang penuh dgn pandangan kasih sayang..

Jika berpaling, berpaling karena malu (kpd Allah)..

Jika bertatapan dengan pandangan seseorang dia (bukan mahram) menundukkan pandangannya dan merendahkan kelopak matanya, agar terjaga dari siksanya neraka jahannam..

Mata yg indah sesungguhnya adalah mata yg menangis karena takut kepada Allah..

Dikirim pada 23 Mei 2013 di Kata-kata Mutiara




“Laa Yu’minuu ahadukum hatta yakuunu hawaahu tab’an lima ji’tu bihi”. Artinya “Tidak beriman seorang diantara kamu sebelum hawa nafsunya tunduk kepada apa yang aku bawa dengannya Al-Qur’an & As-sunnah”. (Alhadits)
I. Pengertian Hidup :

1. Hidup adalah tahapan perjalanan/ terminal

Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? ( QS. 2 : 28 )

2. Hidup adalah Ujian
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan ( QS. 21 : 35 )

3. Hidup adalah pertanggungan jawab

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)? ( QS. 75 : 36 )
II. Hidup dibentuk oleh Pikiran kita

Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah), sebagi suatu kerugian, dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan untuk mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukan mereka kedalam rahmat (surga)Nya; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS. 9 : 98 - 99 )

III. Maksud dan Tujuan Hidup.

Setiap orang, sekali waktu dalam kehidupan ini, pasti pernah mempertanyakan dalam dirinya tentang dari mana ia berasal, akan kemana, dan apa tujuan sebenarnya dari kehidupan ini
. Oleh sebab itu satu-satunya cara adalah mengubah pola pikir manusia itu sendiri dengan memberikan penjelasan tentang pemikiran yang menyeluruh tentang alam semesta, manusia dan kehidupan (di dunia dan akhirat). Penjelasan ini hanya di dapat didalam Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.
Pada saat Alloh menciptakan manusia, Ia tidak pernah meminta pendapat kita, apa perlu penciptaan itu atau tidak. Artinya Alloh Maha Berkehendak. Dia telah memiliki tujuan yang mutlak berkenaan dengan penciptaan manusia.
Jadi, sekiranya kita yang dilahirkan ke bumi ini mencari dan menciptakan tujuan hidup sendiri, berarti kita telah mengkhianati Alloh yang menciptakan kita. Tujuan hidup yang harus dicapai manusia adalah tujuan yang telah ditetapkan Alloh. Ada nggak manusia yang usul agar dirinya diciptakan Alloh karena ia mempunyai cita-cita yang hendak dicapainya di dunia ini ? tidak ada.

Dua pokok masalah yang penting yaitu :
1. Apa yang dimaksud dengan ‘Tujuan”?
2. Apakah “Kehidupan”?

TUJUAN adalah sesuatu yang ingin dicapai manusia sesuai dengan fitrah dan keinginan-keinginan manusia.
Sedangkan KEHIDUPAN menurut pandangan Al-Qur’an :
“Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia) kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Alloh Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (Qs.18/45 dan 10/24).
Dari ayat-ayat tersebut diatas seolah-olah Sang Pencipta mengatakan :

“HIDUP ADALAH FENOMENA KEILAHIAN”. Kehidupan dengan aspek alamiahnya tidak bisa membawa umat manusia kepada tujuan ideal hidup di dunia ini. Mengapa demikian? Sebabnya adalah Bahwa kehidupan ini adalah sebagai sarana untuk memasuki tahap kehidupan yang abadi.
“….supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir”. (Qs.36/70). Mereka yang siap untuk menerima pesan para Nabi dan siap pula untuk menggunakan akal dan hati nurani, mereka inilah yang akan hidup bahagia di dunia yang diciptakan Alloh ini. Firman Alloh :
“Maka hadapkanlah wajah (tujuan hidup)mu dengan hanif kepada Ad-Dien (tetaplah atas) fitrah Alloh yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu …” (Qs.30/30).
“Dan siapakah yang lebih baik Diennya daripada orang-orang yang ikhlas menyerahkan (tujuan hidup)nya kepada (tujuan) Alloh sedang ia mengerjakan kebaikan …. “ (Qs.4/125)
Tujuan hidup manusia adalah memeluk Dien yang hanif dan menyerahkan seluruh tujuan hidupnya kepada tujuan Alloh menciptakan manusia. Seluruh hidup manusia harus menyerahkan seluruh kehendaknya kepada kehendak Alloh. Itulah yang disebut kehidupan mencari ridho Alloh, sesuai dengan kehendak dan tujuan Alloh menciptakan manusia.
“Maka apakah mereka mencari Dien yang lain dari Dien Alloh, padahal kepada-Nyalah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Alloh-lah mereka dikembalikan”. (Qs.3/83)
Bagi orang yang beriman tidak punya cita-cita lain dalam kehidupan di dunia kecuali hanya satu yaitu “Ridho Alloh”. Kenikmatan hidup yang paling hakiki terletak pada keridhoan Alloh dan itu adalah kebahagiaan sejati. Sabda Nabi s.a.w:
“Barangsiapa yang mencari keridhoan Alloh dengan kemurkaan manusia, pasti Alloh mencukupi kepadanya daripada keperluan kepada manusia dan barangsiapa mencari keridhoan manusia dengan kemurkaan Alloh pasti Alloh serahkan dia kepada manusia”. (HR.Tirmidzi).
Firman Alloh SWT :

“Dan diantara manusia ada yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhoan Alloh, dan Alloh Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya”. (Qs.2/207).
Kepuasan hidup bukan terletak pada bentuk dan wujud materi, tetapi kebahagiaan jiwa karena mendapat ridho Alloh. Sabda Rosululloh s.a.w. :
“Kaya itu bukanlah karena banyaknya harta, tetapi (hakekat) kaya itu adalah kaya (kepuasan) jiwa hati”. (HR.Bukhari-Muslim)
IV. Bangunan, Sifat dan Cara Hidup Manusia : Di dalam riwayat perjalanan manusia kita mengenal hidup manusia bermacam-macam. Menurut bangunan, sifat dan cara yang terdapat di dalamnya, maka hidup manusia dibagi menjadi 3 bagian :
1. Hidup Hissi

Adalah hidup hanya untuk keperluan dirinya sendiri. Yang dikejar-kejar ialah hanya kepentingan yang berkenaan dengan dirinya, dengan rumah tangganya. Kadang-kadang ia bergerak juga di medan umum tetapi bergeraknya itu hanyalah untuk keperluan diri, keperluan materi belaka. Orang yang demikian itu sesungguhnya memiliki sifat “Diam”. Bukan “Diam” karena ia tak kuasa berjalan, bukan pula “Diam” karena ia tak pandai bergerak. Tetapi ia disebut “Diam” karena tak pandai menjalankan hukum-hukum Alloh. Hidup yang demikian itu boleh diibaratkan hidup secara tumbuh-tumbuhan dan binatang, hidup dengan tidak sadar dan insaf akan arti dan harga hidupnya. Maka hidup inilah yang dinamakan “Hidup Hissy”, hidup hanya karena tak mati belaka.
2. Hidup Ma`nawi

Hidup untuk menjalankan hukum-hukum Alloh tetapi belum mempunyai kesadaran yang cukup, belum memiliki keyakinan yang kuat dan teguh, dan belum mempunyai kepercayaan yang utuh. Ia mudah berubah,mudah digoyangkan dan dijatuhkan, mudah pula ia pindah haluan dan sikap, hanya karena ada sangkutan dengan salah satu kepentingan keduniaan belaka. Ia belum mempunyai pendirian yang kuat dan teguh.
3. HIDUP Ma`anni

Hidup yang dipergunakan untuk melakukan amal kebaikan dan kebajikan yang sebanyak-banyaknya dan sesempurna-sempurnanya; amal yang timbul dari keyakinan yang kuat dan iman yang teguh. Amal yang dilakukannya hanya karena mengharapkan Rahmat dan Ridho Alloh SWT belaka. Dan tidak karena ataupun harapan yang diluarnya. Hidup sadar dan hidup insaf ini tak mudah tercapai kecuali dengan kemurahan dan karunia Alloh semata-mata. Lebih-lebih sukar lagi mencapai hidup yang demikian itu, karena si amil itu harus pandai menyatukan ketiga pendirian amal. (Isti’anah, istiqomah, istitho’ah). Orang yang duduk dalam kehidupan ma’anni itu, tak lagi mengenal sukar dan sulit, berat dan susah, takut dan was-was dan lain-lain yang boleh mencegah manusia bisa melakukan amal yang sempurna.
V. Kenali Hidup Anda

1. VISI HIDUP

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui ( QS.30:30 ) Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan iamengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya. ( QS. 4 :125 ) Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan. ( QS. 7 : 181 )


2. MISI HIDUP

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." ( QS. 2 : 30 )

3. CITA-CITA HIDUP

Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. ( QS. 2 : 207 )


4. PEDOMAN HIDUP

Al Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. ( QS. 45 : 20 )


5. IDEOLOGI/FALSAFAH HIDUP

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. ( . QS. 2 : 208 )

6. TUGAS HIDUP

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. ( QS. 51 : 56 )

7. TAULADAN HIDUP

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah ( QS. 33 : 21 )
Muhammad Rosulullah, sebagai :
a. Manusia biasa yang digelari Al-Amin
b. Pedagang yang menjalankan bisnis
c. Suami teladan
d. Bapak/orangtua teladan
e. Panglima perang
f. Kepala Negara
g. dll
8. PIMPINAN/LOYALITAS HIDUP : 5/55, 4/59
Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). ( QS. 5 : 54 )

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. ( QS. 4 : 59 )
Alloh / Al-Qur’an
Rosul / As-Sunnah
Ulil Amri / Nizhom
9. TEMAN HIDUP
Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul."Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). ( QS. 25 : 27 - 28 )

Katakanlah: "Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): "Marilah ikuti kami." Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam, dan agar mendirikan sembahyang serta bertakwa kepadaNya." Dan Dialah Tuhan yang kepadaNyalah kamu akan dihimpunkan ( QS. 6 : 71 - 72 )
Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. ( QS. 9 : 119 )
- Orang yang mau mendengar kita disaat tak ada lagi orang yang mau mendengar kita
- Orang yang mau menopang tubuh kita di saat kita lemah tak berdaya apa-apa.
- Orang yang mau membantu kita di saat orang lain menjauhi kita.

10. AMALAN HIDUP :
- ISTI’ANAH
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan ( QS. 1 :5 )
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar ( QS. 2 : 153 )
- ISTIQOMAH

Katakanlah: "Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua- dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras. ( QS. 34 : 46 )
Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu` ( QS. 2 : 238 )
Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; dan Dia-lah Yang Maha cepat hisab-Nya. ( 13 : 41 )

Dia telah mensyari`atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). ( QS. 42 : 13 )
Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan). Berfirman Allah: "Bukankah (kebangkitan ini benar?" Mereka menjawab: "Sungguh benar, demi Tuhan kami." Berfirman Allah: "Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu mengingkari(nya)." ( QS. 6 : 30 )
- ISTITHO’AH


Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). ( QS. 8 : 60 )
Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. ( QS. 64 : 16 )
11. MOTTO / SEMBOYAN HIDUP

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar ( QS. 9 :111 )

Sumber : iqraku

Dikirim pada 23 Mei 2013 di Muhasabah




Tak kenal maka tak sayang! Itulah sebuah ungkapan yang telah populer di kehidupan kita. Bahkan, ungkapan itu memang berlaku umum, yaitu sejak seseorang mulai mengenal lingkungan hidupnya. Dalam konteks hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, istilah “tak kenal maka tak sayang” adalah awal dari terjalinnya hubungan saling mencintai. Apa lagi, di zaman sekarang ini hubungan seperti itu sudah umum terjadi di masyarakat. Yaitu, suatu hubungan yang tidak hanya sekadar kenal, tetapi sudah berhubungan erat dan saling menyayangi. Hubungan seperti ini oleh masyarakat dikenal dengan istilah “pacaran”.

Istilah pacaran berasal dari kata dasar pacar yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih. Istilah pacaran dalam bahasa Arab disebut tahabbub. Pacaran berarti bercintaan; berkasih-kasihan, yaitu dari sebuah pasangan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.

Para ulama telah banyak membicarakan masalah ini, seperti misalnya yang terdapat dalam Fatwa Lajnah Daimah, sebuah kumpulan fatwa dari beberapa ulama. Sebelum sampai pada simpulan hukum pacaran, terlebih dahulu ditelusuri berbagai kemungkinan yang terjadi ketika sebuah pasangan muda-mudi yang bukan mahram menjalin hubungan secara intim. Dengan penelusuran seperti ini, suatu tindakan tertentu yang berkaitan dengan hubungan muda-mudi ini dapat dinilai dari sudut pandang syar’i. Dengan demikian, kita akan dengan mudah mengetahui suatu “hubungan” yang masih dapat ditoleransi oleh syariat dan yang tidak.

Apa yang terjadi dari sebuah hubungan antara seseorang dengan orang lain secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi lima: perkenalan, hubungan sahabat, jatuh cinta, hubungan intim, dan hubungan suami istri.

Perkenalan

Islam tidak melarang seseorang untuk menganal orang lain, termasuk lawan jenis yang bukan mahram. Bahkan, Islam menganjurkan kepada kita untuk bersatu, berjamaah. Karena, kekuatan Islam itu adalah di antaranya kejamaahan, bahkan Allah menciptakan manusia menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku itu untuk saling mengenal.

Allah SWT berfirman yang artinya, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal.” (Al-Hujuraat: 13).

Hubungan Sahabat

Hubungan sahabat adalah hubungan sebagai kelanjutan dari sebuah hubungan yang saling mengenal. Setelah saling mengenal, seseorang berhubungan dengan orang lain bisa meningkat menjadi teman biasa atau teman dekat (sahabat). Hubungan sahabat dimulai dari saling mengenal. Hubungan saling mengenal ini jika berlangsung lama akan menciptakan sebuah hubungan yang tidak hanya saling mengenal, tetapi sudah ada rasa solidaritas yang lebih tinggi untuk saling menghormati dan bahkan saling bekerja sama. Contoh yang mungkin dapat diambil dalam hal ini adalah seperti hubungan antara Zainudin MZ dengan Lutfiah Sungkar, Neno Warisman dengan Hari Mukti, dan lain-lain. Mereka adalah pasangan lawan-lawan jenis yang saling mengenal, juga dalam diri mereka terjalin hubungan yang saling menghormati, bahkan mungkin bisa bekerja sama. Dalam Islam, hubungan semacam ini tidaklah dilarang.

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Al-Maidah: 2).

Jatuh Cinta

Islam juga tidak melarang seseorang mencintai sesuatu, tetapi untuk tingkatan ini harus ada batasnya. Jika rasa cinta ini membawa seseorang kepada perbuatan yang melanggar syariat, berarti sudah terjerumus ke dalam larangan. Rasa cinta tadi bukan lagi dibolehkan, tetapi sudah dilarang. Perasaan cinta itu timbul karena memang dari segi zatnya atau bentuknya secara manusiawi wajar untuk dicintai. Perasaan ini adalah perasaan normal, dan setiap manusia yang normal memiliki perasaan ini. Jika memandang sesuatu yang indah, kita akan mengatakan bahwa itu memang indah. Imam Ibnu al-Jauzi berkata, “Untuk pemilihan hukum dalam bab ini, kita harus katakan bahwa sesungguhnya kecintaan, kasih sayang, dan ketertarikan terhadap sesuatu yang indah dan memiliki kecocokan tidaklah merupakan hal yang tercela. Terhadap cinta yang seperti ini orang tidak akan membuangnya, kecuali orang yang berkepribadian kolot. Sedangkan cinta yang melewati batas ketertarikan dan kecintaan, maka ia akan menguasai akal dan membelokkan pemiliknya kepada perkara yang tidak sesuai dengan hikmah yang sesungguhnya, hal seperti inilah yang tercela.”

Begitu juga ketika melihat wanita yang bukan mahram, jika ia wanita yang cantik dan memang indah ketika secara tidak sengaja terlihat oleh seseorang, dalam hati orang tersebut kemungkinan besar akan terbesit penilaian suatu keindahan, kecantikan terhadap wanita itu. Rasa itulah yang disebut rasa cinta, atau mencintai. Tetapi, rasa mencintai atau jatuh cinta di sini tidak berarti harus diikuti rasa memiliki. Rasa cinta di sini adalah suatu rasa spontanitas naluri alamiah yang muncul dari seorang manusia yang memang merupakan anugerah Tuhan. Seorang laki-laki berkata kepada Umar bin Khattab r.a., “Wahai Amirul Mukminin, aku telah melihat seorang gadis, kemudian aku jatuh cinta kepadanya.” Umar berkata, “Itu adalah termasuk sesuatu yang tidak dapat dikendalikan.” (HR Ibnu Hazm). Dalam kitab Mauqiful Islam minal Hubb, Muhammad Ibrahim Mubarak menyimpulkan apa yang disebut cinta, “Cinta adalah perasaan di luar kehendak dengan daya tarik yang kuat pada seseorang.”

Sampai batas ini, syariat Islam masih memberikan toleransi, asalkan dari pandangan mata pertama yang menimbulkan penilaian indah itu tidak berlanjut kepada pandangan mata kedua. Karena, jika raca cinta ini kemudian berlanjut menjadi tidak terkendali, yaitu ingin memandang untuk yang kedua kali, hal ini sudah masuk ke wilayah larangan.

Allah SWT berfirman yang artinya, “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” Katakanlah kepada wanita yang beriman, “˜Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka “.An-Nuur: 30-31). Menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak dilepas begitu saja tanpa kendali sehingga dapat menelan merasakan kelezatan atas birahinya kepada lawan jenisnya yang beraksi. Pandangan yang terpelihara adalah apabila secara tidak sengaja melihat lawan jenis kemudian menahan untuk tidak berusaha melihat lagi kemudian.

Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah saw tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi, “Palingkanlah pandanganmu itu”. “ (HR Muslim, Abu Daud, Ahmad, dan Tirmizi).

Rasulullah saw. berpesan kepada Ali r.a. yang artinya, “Hai Ali, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya! Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun berikutnya tidak boleh.” (HR Ahmad, Abu Daud, dan Tirmizi).

Ibnul Jauzi di dalam Dzamm ul Hawa menyebutkan bahwa dari Abu al-Hasan al-Wa’ifdz, dia berkata, “Ketika Abu Nashr Habib al-Najjar al-Wa’idz wafat di kota Basrah, dia dimimpikan berwajah bundar seperti bulan di malam purnama. Akan tetapi, ada satu noktah hitam yang ada wajahnya. Maka orang yang melihat noda hitam itu pun bertanya kepadanya, “Wahai Habib, mengapa aku melihat ada noktah hitam berada di wajah Anda?” Dia menjawab, “Pernah pada suatu ketika aku melewati kabilah Bani Abbas. Di sana aku melihat seorang anak amrad dan aku memperhatikannya. Ketika aku telah menghadap Tuhanku, Dia berfirman, “Wahai Habib?” Aku menjawab, “Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah”. Allah berfirman, “Lewatlah Kamu di atas neraka”. Maka aku melewatinya dan aku ditiup sekali sehingga aku berkata, “Aduh (karena sakitnya)”. Maka Dia memanggilku,” Satu kali tiupan adalah untuk sekali pandangan. Seandainya kamu berkali-kali memandang, pasti Aku akan menambah tiupan (api neraka).” Hal tersebut sebagai gambaran, bahwa hanya melihat amrad (anak muda belia yang kelihatan tampan) saja akan mengalami kesulitan yang sangat dalam di akhirat kelak.

Hubungan Intim

Jika rasa jatuh cinta ini berlanjut, yaitu menimbulkan langkah baru dan secara kebetulan pihak lawan jenis merespon dan menerima hubungan ini, terjadilah hubungan yang lebih jauh dan lebih tinggi levelnya, yaitu hubungan intim. Hubungan ini sudah tidak menghiraukan lagi rambu-rambu yang ketat, apalagi aturan. Dalam hubungan ini pasangan muda-mudi sudah bisa merasakan sebagian dari apa yang dialami pasangan suami istri. Pelaku hubungan pada tingkatan ini sudah lepas kendali. Perasan libido seksual sudah sangat mendominasi. Dorongan seksual inilah yang menjadi biang keladi hitam kelamnya hubungan tingkat ini. Bersalaman dan saling bergandeng tangan agaknya sudah menjadi pemandangan umum di kehidupan masyarakat kita, bahkan saling berciuman sudah menjadi tren pergaulan intim muda-mudi zaman sekarang. Inilah hubungan muda-mudi yang sekarang ini kita kenal dengan istilah “pacaran”.

Malam minggu adalah malam surga bagi pasangan muda-mudi yang menjalin hubungan pada tingkatan ini. Mereka telah memiliki istilah yang sudah terkenal: “apel”. Sang kekasih datang ke rumah kekasihnya. Ada kalanya apel hanya dilaksanakan di rumah saja, ada kalanya berlanjut pergi ke suatu tempat yang tidak diketahui lingkungan yang dikenalnya. Dengan begitu, mereka bebas melakukan apa saja atas dasar saling menyukai.

Al-Hakim meriwayatkan, “Hati-hatilah kamu dari bicara-bicara dengan wanita, sebab tiada seorang laki-laki yang sendirian dengan wanita yang tidak ada mahramnya melainkan ingin berzina padanya.”

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia berduaan dalam tempat sepi dengan seorang wanita, sedang dia dengan wanita tersebut tidak memiliki hubungan keluarga (mahram), karena yang ketiga dari mereka adalah setan.” (HR Ahmad).

Ath-Thabarani meriwayatkan, Nabi saw. bersabda yang artinya, “Awaslah kamu dari bersendirian dengan wanita, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang lelaki yang bersendirian (bersembunyian) dengan wanita malainkan dimasuki oleh setan antara keduanya. Dan seorang yang berdesakkan dengan babi yang berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya.”

Ibnul Jauzi di dalam Dzamm ul-Hawa menyebutkan bahwa Abu Hurairah r.a. dan Ibn Abbas r.a. keduanya berkata, Rasulullah saw. berkhotbah, “Barang siapa yang memiliki kesempatan untuk menggauli seorang wanita atau budak wanita lantas dia melakukannya, maka Allah akan mengharamkan surga untuknya dan akan memasukkan dia ke dalam neraka. Barangsiapa yang memandang seorang wanita (yang tidak halal) baginya, maka Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam neraka. Barangsiapa yang berjabat tangan dengan seorang wanita (yang) haram (baginya) maka di hari kiamat dia akan datang dalam keadaan di belenggu tangannya di atas leher, kemudian diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka. Dan barangsiapa yang bersenda gurau dengan seorang wanita, maka dia akan ditahan selama seribu tahun untuk setiap kata yang diucapkan di dunia. Sedangkan setiap wanita yang menuruti (kemauan) lelaki (yang) haram (untuknya), sehingga lelaki itu terus membarengi dirinya, mencium, bergaul, menggoda dan bersetubuh dengannya, maka wanitu itu juga mendapatkan dosa seperti yang diterima oleh lelaki tersebut.”

Hubungan intim ini akan sampai pada puncaknya jika terjadi suatu hubungan sebagaimana layaknya yang dilakukan oleh suami istri.

Hubungan Suami-Istri

Agama Islam itu adalah agama yang tidak menentang fitrah manusia. Islam sangat sempurna di dalam memandang hal semacam ini. Manusia diciptakan oleh Allah SWT memiliki dorongan sek. Oleh karena itu, Islam menempatkan syariat pernikahan sebagai salah satu sunah nabi-Nya.

Hubungan sepasang kekasih mencapai puncak kedekatan setelah menjalin hubungan suami-istri. Dengan pernikahan, seseorang sesungguhnya telah dihalalkan untuk berbuat sesukannya terhadap istri/suaminya (dalam hal mencari kepuasan libido seksualnya: hubungan badan), asalkan saja tidak melanggar larangan yang telah diundangkan oleh syariat.

Kita tidak menyangkal bahwa di dalam kenyataan sekarang ini meskipun sepasang kekasih belum melangsungkan pernikahan, tetapi tidak jarang mereka melakukan hubungan sebagaimana layaknya hubungan suami-istri. Oleh karena itu, kita sering mendengar seorang pemudi hamil tanpa diketahui dengan jelas siapa yang menghamilinya. Bahkan, banyak orang yang melakukan aborsi (pengguguran kandungan) karena tidak sanggup menahan malu memomong bayi dari hasil perbuatan zina.

Jika suatu hubungan muda-mudi yang bukan mahram (belum menikah) sudah seperti hubungan suami istri, sudah tidak diragukan lagi bahwa hubungan ini sudah mencapai puncak kemaksiatan. Sampai hubungan pada tingkatan ini, yaitu perzinaan, banyak pihak yang dirugikan dan banyak hal telah hilang, yaitu ruginya lingkungan tempat mereka tinggal dan hilangnya harga diri dan agama bagi sepasang kekasih yang melakukan perzinaan. Selain itu, sistem nilai-nilai keagamaan di masyarakat juga ikut hancur.

Di dalam kitab Ibnu Majah diriwayatkan bahwa Ibnu Umar r.a. bertutur bahwa dirinya termasuk sepuluh orang sahabat Muhajirin yang duduk bersama rasulullah saw. Lalu, beliau mengarahkan wajahnya kepada kami dan bersabda, “Wahai segenap Muhajirin, ada lima hal yang membuat aku berlindung kepada Allah dan aku berharap kalian tidak mendapatkannya. Pertama, tidaklah perbuatan zina tampak pada suatu kaum sehingga mereka melakukan terang-terangan, melainkan mereka akan tertimpa bencana wabah dan penyakit yang tidak pernah ditimpakan kepada orang-orang sebelum mereka. Kedua, tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan, melainkan mereka akan tertimpa paceklik, masalah ekonomi, dan kedurjanaan penguasa. Ketiga, tidaklah suatu kaum menolak membayar zakat, melainkan mereka akan mengalami kemarau panjang. Sekiranya tidak karena binatang, niscaya mereka tidak akan diberi hujan. Keempat, tidaklah suatu kaum melakukan tipuan (ingkar janji), melainkan akan Allah utus kepada mereka musuh yang akan mengambil sebagian yang mereka miliki. kelima, tidaklah para imam (pemimpin) mereka meninggalkan (tidak mengamalkan Alquran), melainkan akan Allah jadikan permusuhan antarmereka.” (HR Ibnu Majah dan Hakim).

‘Semalam aku melihat dua orang yang datang kepadaku. Lantas mereka berdua mengajakku keluar. Maka aku berangkat bersama keduanya. Kemudian keduanya membawaku melihat lubang (dapur) yang sempit atapnya dan luas bagian bawahnya, menyala api, dan bila meluap apinya naik orang-orang yang di dalamnya sehingga hampir keluar. Jika api itu padam, mereka kembali ke dasar. Lantas aku berkata, “Apa ini?’ Kedua orang itu berkata, “Mereka adalah orang-orang yang telah melakukan zina”. (Isi hadis tersebut kami ringkas redaksinya. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim).

Atha’ al-Khurasaniy berkata, ‘Sesungguhnya neraka Jahanam memiliki tujuh buah pintu. Yang paling menakutkan, paling panas dan paling busuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang melakukan perbuatan tersebut setelah mengetahui hukumnya.” (Dzamm ul-Hawa, Ibnul Jauzi).

Dengan mengetahui dampak negatif yang sangat besar ini, kita akan menyadari dan meyakini bahwa apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw. itu ternyata memang benar. Apabila seorang pemuda sudah siap untuk menikah, segerakanlah menikah. Hal ini sangat baik untuk menghindari terjadinya perbutan maksiat. Tetapi, jika belum mampu untuk menikah, orang tersebut hendaknya berpuasa. Karena, puasa itu di antaranya dapat menahan hawa nafsu.

“Wahai segenap pemuda, barang siapa yang mampu memikul beban keluarga hendaklah menikah. Sesungguhnya pernikahan itu lebih dapat meredam gejolak mata dan nafsu seksual, tetapi barang siapa belum mampu, hendaklah dia berpuasa, karena puasa itu benteng (penjagaan) baginya.” (HR Bukhari). (Abu Annisa)

Sumber : www.ppmr.org/arsip/hubungan-muda-mudi-sebelum-menikah-pacaran-dalam-tinjauan-syariat/

Dikirim pada 23 Mei 2013 di Hikmah


Setiap orang pada dasarnya mempunyai keinginan untuk disukai dan disayangi oleh siapapun. Ada banyak cara orang lakukan agar disayangi orang lain. Ada yang menggunakan cara yang baik, ada juga cara yang curang dan terselubung. Memiliki kualitas diri yang baik adalah satu-satunya cara yang paling baik untuk mendapatkan sayang dan kasih dari orang lain. Berikut adalah kualitas-kualitas diri yang bisa Anda pelajari agar menjadi individu yang disenangi banyak orang:
TULUS
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Namun, tentu saja akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak akan menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
RENDAH HATI
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, rendah hati justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.
SETIA
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
BERPIKIR POSITIF
Orang yang berpikir positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.
CERIA
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
BERTANGGUNG JAWAB
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
PERCAYA DIRI
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
BERJIWA BESAR
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
SANTAI
Orang yang santai (easy going) menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stres dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.
EMPATI
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.



Sumber : Motivasi dan Inspirasi Sukses

Dikirim pada 18 Mei 2013 di Muhasabah


Di antara kesempurnaan Islam adalah mengajarkan kepada pemeluknya segala sesuatu yang mendatangkan manfaat bagi mereka dan semua perkara yang bisa menambah pahala bagi mereka, walaupun itu sampai tata cara buang air. Di antara tuntunan tersebut ada yang wajib hukumnya dan sebagian lagi ada yang sunnah.

Berikut ini tata cara buang air yang diajarkan Nabi Muhammad SAW

1. Buang Air Dengan Jongkok

Dianjurkan buang air dalam keadaan jongkok.

Aisyah RA berkata, “Barangsiapa yang menceritakan kepada kalian bahwa Nabi SAW buang air kecil sambil berdiri, maka janganlah kalian percaya. Beliau tidak pernah buang air kecil kecuali sambil duduk.” (HR. Tirmidzi).

“Sambil Duduk,” maksudnya yaitu dengan jongkok. Jongkoknya nabi ketika buang air kecil ini, tidak terlepas dari kondisi zaman itu dan dari pakaian yang beliau pakai. Pada zaman nabi, WC terletak di dalam tanah yang ditutup dengan besi berlubang. Meskipun buang air kecil dengan jongkok lebih baik, namun pada prinsipnya adalah bagaimana cara agar tidak terkena najis.Kita diperbolehkan kencing sambil berdiri dengan syarat badan dan pakaiannya aman dari percikan air kencing dan aman dari pandangan orang lain kepada. Terutama kalau hal tersebut (berdiri) sangat dibutuhkan karena sempitnya pakaian atau karena ada penyakit di tubuh kita, namun hukumnya makruh kalau tidak ada kebutuhan.

2. Manfaat Buang Air Besar Sambil Jongkok

Secara medis, buang air besar (BAB) dengan posisi jongkok dapat mencegah terjadinya kanker usus besar. Saat posisi duduk, usus bagian bawah akan tertekuk sehingga proses pembuangan tidak dapat berlangsung efektif tanpa bantuan mengejan. Padahal, mengejan sambil menahan napas akan meningkatkan tekanan dalam usus bagian bawah serta menyebabkan regangan dan pembengkakan pembuluh darah balik membentuk wasir, terutama jika kebiasaan ini dilakukan secara kontinyu dalam jangka lama.

3. Tidak Menghadap Kiblat

Dari Abu Ayyub Al-Anshari dia berkata: Nabi -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:

“Jika kalian mendatangi tempat buang air maka janganlah kalian menghadap ke arah kiblat dan jangan pula membelakanginya. Akan tetapi menghadaplah ke timurnya atau ke baratnya.“

Abu Ayyub berkata, “Ketika kami datang ke Syam, kami dapati WC rumah-rumah di sana dibangun menghadap kiblat. Maka kami beralih darinya (kiblat) dan kami memohon ampun kepada Allah Taala.” (HR. Al-Bukhari no. 245 dan Muslim no. 264)

Sabda Nabi, “Akan tetapi menghadaplah ke timurnya atau ke baratnya,” berlaku bagi negara-negara yang kiblatnya di utara atau di selatan. Sedangkan bagi yang kiblatnya di timur atau di barat (seperti Indonesia) maka dianjurkan menghadap ke utara atau ke selatan.

4. Tidak Berbicara Saat Buang Air

Makruh berbicara di saat buang hajat kecuali darurat. Berdasarkan hadits yang bersumber dari Ibnu Umar diriwayatkan: “Bahwa sesungguhnya ada seorang lelaki lewat, sedangkan Rasulullah SAW sedang buang air kecil. Lalu orang itu memberi salam (kepada Nabi), namun beliau tidak menjawabnya.” (HR. Muslim)

5. Masuk Dengan Kaki Kiri, Keluar Dengan Kaki Kanan

Disunnahkan masuk ke WC dengan mendahulukan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan berbarengan dengan doanya masing-masing.

Dari Anas bin Malik Radhiallaahu ‘anhu diriwayatkan bahwa ia berkata: “Adalah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa salam apabila masuk ke WC mengucapkan :

“Allaahumma inni audzubika minal khubusi wal khabaaits”
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari pada syetan jantan dan setan betina“.


Dan apabila keluar, mendahulukan kaki kanan sambil mengucapkan:

“Gufraanaka”
Artinya: “Ampunan-Mu ya Allah“.

6. Bersegera Membuang Hajat

Apabila seseorang merasa akan buang air maka hendaknya bersegera melakukannya, karena hal tersebut berguna bagi agamanya dan bagi kesehatan jasmani.

Secara medis, menahan keinginan untuk buang air kecil dapat mengakibatkan infeksi saluran kemih. Gejala infeksi saluran kemih di antaranya, waktu buang air, air seni terasa panas, air seni kerap keluar setiap kita melakukan gerakan-gerakan ringan seperti duduk atau terasa nyeri di lubang tempat keluar air seninya. Kalau masih dibiarkan, bisa menyebabkan penyakit ginjal.

Setiap ada keinginan buang air, jangan ditahan. Dalam keadaan normal, kita harusnya buang air kecil setiap lima jam sekali. Jika kita termasuk orang yang banyak minum, frekuensi tadi bisa lebih sering dan itu normal.



Sumber : FacebookSebelumEngkauHalalBagiku

Dikirim pada 18 Mei 2013 di Kesehatan


Betapa kecewanya hati.
Ketika orang yang kita sukai.
Pada akhirnya tak bisa memiliki.
Akan lebih kecewa lagi.
Ketika orang yang telah kita miliki.
Tanpa alasan yang pasti dia memilih pergi.
Jangan karena hal itu maka menjadikan diri kita terlalu larut dalam kesedihan.
Dan menjadikan diri kita terus tenggelam dalam Kekecewaan yang teramat sangat.

Ketika kita harus kehilangan seseorang yang kita sayangi.
Tak perlu kita terlalu meratapi kepergiannya.
Tak perlu kita terlalu menangisi kepergiannya.
Tak perlu kita terlalu membuang air mata.
Tak perlu kita sampai putus asa dibuatnya.

Karena sesungguhnya..

Dia pergi akan ada yang menggantikan.
Dia pergi akan ada yang lebih baik lagi.
Dia pergi akan menguatkan hati.
Dia pergi akan melatih kita bangkit kembali.

Kepergiannya bukanlah akhir dari segalanya.
Di depan sana masih terbentang luas.
Untuk kita raih dengan sebuah harapan.
Yakinlah suatu hari nanti Allah akan memberi ganti yang lebih baik..

Orang Bijak Berkata:

"Kebahagiaan itu bukan karena DENGAN SIAPA kita hidup. Akan tetapi karena bagaimana kita MENJALANI & MENERIMA hidup dengan tulus dan ikhlas."

Itulah kebahagiaan yang sebenar-benarnya.



#facebook_sebelum_engkau_halal_bagiku

Dikirim pada 17 Mei 2013 di Hikmah


Diambil dari sebuah pengalaman bukan prediksi..
Setelah ikhtiar maksimal, berdo`a dan shalat maka tanda itu Allah tunjukan:
1. Berupa keyakinan yang besar untuk menuju pernikahan tidak bisa tergoyahkan oleh apapun sekalipun banyak ujian walau tanpa cinta dan hanya ta`aruf sesaat..
2. Merasa nyaman dan cocok dengannya, tidak ada ganjalan berupa rasa tidak cocok dalam hati, sehingga tiada keraguan untuk menikah..

3. Bisa menjadi diri sendiri tanpa adanya kepura-puraan atau tanpa sesuatu yang ditutupi..

4. Ikhlas menerima apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihannya..

5. Allah mudahkan segala urusannya walau harus ada ujian di dalamnya..

6. Niat yang lurus dari keduanya hanya mengharap ridho Allah..

7. Ada restu dan do`a dari kedua belah orang tua..

8. Sebesar apapun ujian jika berjodoh maka pasti akan bertemu juga dipelaminan....­­insya Allah ..

Semoga Bermanfaat..

#facebook_sebelum_engkau_halal_bagiku

Dikirim pada 17 Mei 2013 di Cinta


Sengaja aku tak menghubungimu,
Tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu.
Mungkin ini tak biasa,
Tapi bagiku,
Inilah cara terbaik mencintaimu.

Aku mencintaimu dengan cara menjauh darimu,
Bukan karena aku mulai tak menyukaimu,
Justru karena aku sangat mencintaimu,
Dan aku ingin menjagaku juga menjagamu,
Menjaga tulusnya hatimu, juga menjaga kesucian hatiku.

Inilah caraku mencintaimu,
Dalam diamku,
Dalam ketulusanku,
Dalam kesucianku,
Dalam cara tak biasaku,

Meski sulit,
Meski berat,
Meski sakit untukku,
Namun ku tahu ini pilihan terbaik agar kita tak terlalu saling mengharap.

Karena berharap hanya pantas pada Sang Pemilik Hati,
Karena berharap hanya pantas digantungkan pada Sang Pemilik Cinta,
Pada-Nya kuharap Dia kan menjagamu untukku,
Pada-Nya kutitipkan hatimu,

Biarlah ku hanya bisa menyapamu lewat senandung doa,
Agar Untukmulah segala kebaikan,
Agar bersamamulah segala keindahan.

Dikirim pada 01 Mei 2013 di Muhasabah




Kami persembahkan nasehat ini untuk saudara-saudara kami terkhusus para pemuda dan remaja muslim. Mudah-mudahan nasehat ini dapat membuka mata hati mereka sehingga mereka lebih tahu tentang siapa dirinya sebenarnya, apa kewajiban yang harus mereka tunaikan sebagai seorang muslim, agar mereka merasa bahwa masa muda ini tidak sepantasnya untuk diisi dengan perkara yang bisa melalaikan mereka dari mengingat Allah subhanahu wata’ala sebagai penciptanya, agar mereka tidak terus-menerus bergelimang ke dalam kehidupan dunia yang fana dan lupa akan negeri akhirat yang kekal abadi.

Wahai para pemuda muslim, tidakkah kalian menginginkan kehidupan yang bahagia selamanya? Tidakkah kalian menginginkan jannah (surga) Allah subhanahu wata’ala yang luasnya seluas langit dan bumi?

Ketahuilah, jannah Allah subhanahu wata’ala itu diraih dengan usaha yang sungguh-sungguh dalam beramal. Jannah itu disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa yang mereka tahu bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, mereka merasa bahwa gemerlapnya kehidupan dunia ini akan menipu umat manusia dan menyeret mereka kepada kehidupan yang sengsara di negeri akhirat selamanya. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Ali ‘Imran: 185)

Untuk Apa Kita Hidup di Dunia?

Wahai para pemuda, ketahuilah, sungguh Allah subhanahu wata’ala telah menciptakan kita bukan tanpa adanya tujuan. Bukan pula memberikan kita kesempatan untuk bersenang-senang saja, tetapi untuk meraih sebuah tujuan mulia. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (Adz Dzariyat: 56)

Beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Itulah tugas utama yang harus dijalankan oleh setiap hamba Allah.

Dalam beribadah, kita dituntut untuk ikhlas dalam menjalankannya. Yaitu dengan beribadah semata-mata hanya mengharapkan ridha dan pahala dari Allah subhanahu wata’ala. Jangan beribadah karena terpaksa, atau karena gengsi terhadap orang-orang di sekitar kita. Apalagi beribadah dalam rangka agar dikatakan bahwa kita adalah orang-orang yang alim, kita adalah orang-orang shalih atau bentuk pujian dan sanjungan yang lain.

Umurmu Tidak Akan Lama Lagi

Wahai para pemuda, jangan sekali-kali terlintas di benak kalian: beribadah nanti saja kalau sudah tua, atau mumpung masih muda, gunakan untuk foya-foya. Ketahuilah, itu semua merupakan rayuan setan yang mengajak kita untuk menjadi teman mereka di An Nar (neraka).

Tahukah kalian, kapan kalian akan dipanggil oleh Allah subhanahu wata’ala, berapa lama lagi kalian akan hidup di dunia ini? Jawabannya adalah sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala:

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan dilakukannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Luqman: 34)

Wahai para pemuda, bertaqwalah kalian kepada Allah subhanahu wata’ala. Mungkin hari ini kalian sedang berada di tengah-tengah orang-orang yang sedang tertawa, berpesta, dan hura-hura menyambut tahun baru dengan berbagai bentuk maksiat kepada Allah subhanahu wata’ala, tetapi keesokan harinya kalian sudah berada di tengah-tengah orang-orang yang sedang menangis menyaksikan jasad-jasad kalian dimasukkan ke liang lahad (kubur) yang sempit dan menyesakkan.

Betapa celaka dan ruginya kita, apabila kita belum sempat beramal shalih. Padahal, pada saat itu amalan diri kita sajalah yang akan menjadi pendamping kita ketika menghadap Allah subhanahu wata’ala. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ: أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ, فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ, يَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ.

“Yang mengiringi jenazah itu ada tiga: keluarganya, hartanya, dan amalannya. Dua dari tiga hal tersebut akan kembali dan tinggal satu saja (yang mengiringinya), keluarga dan hartanya akan kembali, dan tinggal amalannya (yang akan mengiringinya).” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Wahai para pemuda, takutlah kalian kepada adzab Allah subhanahu wata’ala. Sudah siapkah kalian dengan timbangan amal yang pasti akan kalian hadapi nanti. Sudah cukupkah amal yang kalian lakukan selama ini untuk menambah berat timbangan amal kebaikan.

Betapa sengsaranya kita, ketika ternyata bobot timbangan kebaikan kita lebih ringan daripada timbangan kejelekan. Ingatlah akan firman Allah subhanahu wata’ala:

فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ نَارٌ حَامِيَةٌ

“Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.” (Al Qari’ah: 6-11)

Bersegeralah dalam Beramal

Wahai para pemuda, bersegeralah untuk beramal kebajikan, dirikanlah shalat dengan sungguh-sungguh, ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Karena shalat adalah yang pertama kali akan dihisab nanti pada hari kiamat, sebagaimana sabdanya:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمْ الصَّلاَةُ

“Sesungguhnya amalan yang pertama kali manusia dihisab dengannya di hari kiamat adalah shalat.” (HR. At Tirmidzi, An Nasa`i, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad. Lafazh hadits riwayat Abu Dawud no.733)

Bagi laki-laki, hendaknya dengan berjama’ah di masjid. Banyaklah berdzikir dan mengingat Allah subhanahu wata’ala. Bacalah Al Qur’an, karena sesungguhnya ia akan memberikan syafaat bagi pembacanya pada hari kiamat nanti.

Banyaklah bertaubat kepada Allah subhanahu wata’ala. Betapa banyak dosa dan kemaksiatan yang telah kalian lakukan selama ini. Mudah-mudahan dengan bertaubat, Allah subhanahu wata’ala akan mengampuni dosa-dosa kalian dan memberi pahala yang dengannya kalian akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

Wahai para pemuda, banyak-banyaklah beramal shalih, pasti Allah subhanahu wata’ala akan memberi kalian kehidupan yang bahagia, dunia dan akhirat. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (An Nahl: 97)

Engkau Habiskan untuk Apa Masa Mudamu?

Pertanyaan inilah yang akan diajukan kepada setiap hamba Allah subhanahu wata’ala pada hari kiamat nanti. Sebagaimana yang diberitakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam salah satu haditsnya:

لاَ تَزُوْلُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ : عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلاَهُ وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ.

“Tidak akan bergeser kaki anak Adam (manusia) pada hari kiamat nanti di hadapan Rabbnya sampai ditanya tentang lima perkara: umurnya untuk apa dihabiskan, masa mudanya untuk apa dihabiskan, hartanya dari mana dia dapatkan dan dibelanjakan untuk apa harta tersebut, dan sudahkah beramal terhadap ilmu yang telah ia ketahui.” (HR. At Tirmidzi no. 2340)

Sekarang cobalah mengoreksi diri kalian sendiri, sudahkah kalian mengisi masa muda kalian untuk hal-hal yang bermanfaat yang mendatangkan keridhaan Allah subhanahu wata’ala? Ataukah kalian isi masa muda kalian dengan perbuatan maksiat yang mendatangkan kemurkaan-Nya?

Kalau kalian masih saja mengisi waktu muda kalian untuk bersenang-senang dan lupa kepada Allah subhanahu wata’ala, maka jawaban apa yang bisa kalian ucapkan di hadapan Allah subhanahu wata’ala Sang Penguasa Hari Pembalasan? Tidakkah kalian takut akan ancaman Allah subhanahu wata’ala terhadap orang yang banyak berbuat dosa dan maksiat? Padahal Allah subhanahu wata’ala telah mengancam pelaku kejahatan dalam firman-Nya:

مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلَا يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

“Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.” (An Nisa’: 123)

Bukanlah masa tua yang akan ditanyakan oleh Allah subhanahu wata’ala. Oleh karena itu, pergunakanlah kesempatan di masa muda kalian ini untuk kebaikan.

Ingat-ingatlah selalu bahwa setiap amal yang kalian lakukan akan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah subhanahu wata’ala.

Jauhi Perbuatan Maksiat

Apa yang menyebabkan Adam dan Hawwa dikeluarkan dari Al Jannah (surga)? Tidak lain adalah kemaksiatan mereka berdua kepada Allah subhanahu wata’ala. Mereka melanggar larangan Allah subhanahu wata’ala karena mendekati sebuah pohon di Al Jannah, mereka terbujuk oleh rayuan iblis yang mengajak mereka untuk bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala.

Wahai para pemuda, senantiasa iblis, setan, dan bala tentaranya berupaya untuk mengajak umat manusia seluruhnya agar mereka bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala, mereka mengajak umat manusia seluruhnya untuk menjadi temannya di neraka. Sebagaimana yang Allah subhanahu wata’ala jelaskan dalam firman-Nya (yang artinya):

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fathir: 6)

Setiap amalan kejelekan dan maksiat yang engkau lakukan, walaupun kecil pasti akan dicatat dan diperhitungkan di sisi Allah subhanahu wata’ala. Pasti engkau akan melihat akibat buruk dari apa yang telah engkau lakukan itu. Allah subhanahu wata’ala berfirman (yang artinya):

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apapun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (Az Zalzalah: 8)

Setan juga menghendaki dengan kemaksiatan ini, umat manusia menjadi terpecah belah dan saling bermusuhan. Jangan dikira bahwa ketika engkau bersama teman-temanmu melakukan kemaksiatan kepada Allah subhanahu wata’ala, itu merupakan wujud solidaritas dan kekompakan di antara kalian. Sekali-kali tidak, justru cepat atau lambat, teman yang engkau cintai menjadi musuh yang paling engkau benci. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

“Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu karena (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan perbuatan itu).” (Al Maidah: 91)

Demikianlah setan menjadikan perbuatan maksiat yang dilakukan manusia sebagai sarana untuk memecah belah dan menimbulkan permusuhan di antara mereka.

Ibadah yang Benar Dibangun di atas Ilmu

Wahai para pemuda, setelah kalian mengetahui bahwa tugas utama kalian hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala semata, maka sekarang ketahuilah bahwa Allah subhanahu wata’ala hanya menerima amalan ibadah yang dikerjakan dengan benar. Untuk itulah wajib atas kalian untuk belajar dan menuntut ilmu agama, mengenal Allah subhanahu wata’ala, mengenal Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, dan mengenal agama Islam ini, mengenal mana yang halal dan mana yang haram, mana yang haq (benar) dan mana yang bathil (salah), serta mana yang sunnah dan mana yang bid’ah.

Dengan ilmu agama, kalian akan terbimbing dalam beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala, sehingga ibadah yang kalian lakukan benar-benar diterima di sisi Allah subhanahu wata’ala. Betapa banyak orang yang beramal kebajikan tetapi ternyata amalannya tidak diterima di sisi Allah subhanahu wata’ala, karena amalannya tidak dibangun di atas ilmu agama yang benar.

Oleh karena itu, wahai para pemuda muslim, pada kesempatan ini, kami juga menasehatkan kepada kalian untuk banyak mempelajari ilmu agama, duduk di majelis-majelis ilmu, mendengarkan Al Qur’an dan hadits serta nasehat dan penjelasan para ulama. Jangan sibukkan diri kalian dengan hal-hal yang kurang bermanfaat bagi diri kalian, terlebih lagi hal-hal yang mendatangkan murka Allah subhanahu wata’ala.

Ketahuilah, menuntut ilmu agama merupakan kewajiban bagi setiap muslim, maka barangsiapa yang meninggalkannya dia akan mendapatkan dosa, dan setiap dosa pasti akan menyebabkan kecelakaan bagi pelakunya.

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ.

“Menuntut ilmu agama itu merupakan kewajiban bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah no.224)

Akhir Kata

Semoga nasehat yang sedikit ini bisa memberikan manfaat yang banyak kepada kita semua. Sesungguhnya nasehat itu merupakan perkara yang sangat penting dalam agama ini, bahkan saling memberikan nasehat merupakan salah satu sifat orang-orang yang dijauhkan dari kerugian, sebagaimana yang Allah subhanahu wata’ala firmankan dalam surat Al ‘Ashr:

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat- menasehati dalam kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)

Wallahu ta‘ala a’lam bishshowab.

Sumber: Buletin Al-Ilmu, Penerbit Yayasan As-Salafy Jember

Dikirim pada 30 April 2013 di Muhasabah


Bismillahirrahmanirrahim...
Wanita mana yang tidak menginginkan pendamping hidup yang sholeh?
Lelaki mana yang tidak menginginkan pendamping hidup yang sholehah?

Inilah yang selalu diharapkan lelaki dan wanita yang masih belum menikah.
Mereka mengharapkan kebahagiaan yang sangat didambakannya ketika dirinya telah siap untuk mengakhiri masa lajangnya.

Kebahagiaan yang hendak diraihnya saat Ijab Qabul tersyi`ar dari suara sang pujaan hati hingga mengarungi bahtera kehidupan baru yang diridhai Allah.Yakni rumah tangga yang sakinah, mawaddah warohmah.

Alangkah indah dan bahagianya
Pernikahan yang dilandasi karena agama.
Bukan karena tahta yang melimpah ruah,
Bukan karena kecantikan atau ketampanan yang akan sirna dimakan usia.
Juga bukan karena keturunan yang berstatuskan kaya raya.

Rumah tangga yang dibangun karena Iman dan Takwa,
Menjadi sepasang suami isteri yang taat beragama.
Yang dicarinya adalah kebahagiaan dunia dan akhirat.

Baginya kebahagiaan adalah apa yang ia dapat dari pasangannya bukan karena cinta semata,
Bukan karena harta dan tahta,
Bukan pula karena istana yang megah dan mewah.
Tapi kebahagiaan baginya adalah karena keimanan dan ketaqwaan yang senantiasa menghiasi dirinya.
Itulah kebahagiaan dalam pernikahan yang dijadikan sebagai bentuk ibadah,

Laa takhaf wa aa tahzan.
Bersabarlah menunggu kepastian ketetapan-Nya.
Sesungguhnya Allah Maha Tahu apa yang kita mau.

Dikirim pada 22 April 2013 di Cinta


Islam Memberikan Hak-Hak Wanita Dengan Sempurna
Sesungguhnya Islam menempatkan wanita di tempat yang sesuai pada tiga bidang :

1. Bidang Kemanusiaan :
Islam mengakui haknya sebagai manusia dengan sempurna sama dengan pria. Umat-umat yang lampau mengingkari permasalahan ini.

2. Bidang Sosial :
Telah terbuka lebar bagi mereka (terpisah dari kaum pria, pent) di segala jenjang pendidikan, di antara mereka menempati jabatan-jabatan penting dan terhormat dalam masyarakat sesuai dengan tingkatan usianya, masa kanak-kanak sampai usia lanjut. Bahkan semakin bertambah usianya, semakin bertambah pula hak-hak mereka, usia kanak-kanak; kemudian sebagai seorang isteri, sampai menjadi seorang ibu yang menginjak lansia, yang lebih membutuhkan cinta, kasih dan penghormatan.

3. Bidang Hukum
Islam memberikan pada wanita hak memiliki harta dengan sempurna dalam mempergunakannya tatkala sudah mencapai usia dewasa dan tidak ada seorang pun yang berkuasa atasnya baik ayah, suami, atau kepala keluarga.
Hak-hak ini semua tidak terdapat dalam faham yang menamakan dirinya "faham modern", yang menyerukan `Emansipasi Wanita` itu. (Bahkan sebaliknya) mereka mengatakan bahwa Islam menghilangkan hak-hak wanita dan memenjarakannya di dalam rumah.
Apakah karena Islam tidak menjadikan wanita sebagai dagangan murah yang bisa dinikmati setiap pandangan mata dan pemuas nafsu mereka yang bejat itu?
Inikah kebebasan yang mereka kumandangkan? Dan inikah hak yang mereka tuntut? Apakah mereka menginginkan kita mengeluarkan puteri-puteri dan isteri-isteri kita ke jalan raya dengan pakaian tanpa hijab, bercampur baur dengan kaum pria? Lalu di mana rasa cemburu terhadap kehormatan dan harga diri kita?
Benarlah apa yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap mereka dan pendukung mereka, sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dan Imam Bukhari, dari Ibnu Mas`ud Radhiallahu ‘anhu: "Sesungguhnya termasuk yang didapati manusia dari salah satu ucapan kenabian yang terdahulu adalah : jika kamu tidak mempunyai perasaan malu, maka berbuatlah semaumu".
Demi Allah! Yang demikian itu berarti terjerumus ke dalam rayuan dan ajakan Salibis yang dengki dan Zionis yang jahat.
Tidaklah mereka itu, melainkan corong-corong yang berbunyi menurut perintah bos-nya dari Barat dan Timur, untuk menghancurkan kita dalam beragama Islam.
Dan saya mengatakan dengan tegas, sesungguhnya mereka itu tidak menyerukan kebebasan dan hak-hak wanita, karena Allah Azza wa Jalla telah memberikan hak-hak mereka dengan sempurna, tetapi mereka - demi Allah - menyerukan kebebasan tubuh-tubuh wanita agar melanggar batas-batas akhlak yang utama dan adat istiadat yang baik, sehingga tersebarlah kerusakan dan kebejatan moral di muka bumi.
Alangkah jauhnya angan-angan mereka, sementara di sana telah siap putera-putera yang telah bersumpah untuk menjadi tentara Allah yang jujur di jalan agama, untuk mengorbankan segala apa yang ada pada diri mereka.
Gunakan Hijabmu Wahai Saudariku…..
Di bawah ini keterangan bagaimana hijab yang syar`i, yang telah diperintahkan oleh Allah Azza wa Jalla padamu. jangan biarkan hijab anda seperti apa yang mereka kehendaki, dengan alasan cinta dan kasih sayang.
Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menghendaki jilbab itu sebagai penutup tubuhmu dari pandangan mata-mata serigala, penjaga rasa malu, dan memelihara kehormatanmu. Karena itu, jangan anda campakkan rasa malu itu dengan menjauhi perintah-Nya, sebaliknya pegang teguhlah perintah itu, karena perasaan malu selalu membawa kepada kebaikan.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari - Muslim dari "Imran bin Hushain Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah rasa malu itu ada, kecuali selalu mendatangkan kebaikan".
Demikian juga Imam Hakim dan yang lainnya mengeluarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiallahu anhuma, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Perasaan malu dan iman itu selalu berdampingan, bila salah satunya hilang, hilanglah yang lainnya".
Maka peganglah dengan teguh perkara yang dapat membawa kebaikan dan mendekatkan diri anda kepada Allah Azza wa Jalla. Ketahuilah bahwa kehidupan di dunia ini adalah sementara, sedang kehidupan akhirat adalah kekal/selama-lamanya.jangan anda jual kenikmatan yang abadi itu dengan harta dunia yang sirna ini.
Allah Subhanahu wa ta’ala, berfirman: "Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan sendau gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahami-nya?" (QS Al An`am : 32).
Berikut ini sifat hijab yang syar`i, saya mohon kepada Allah Azza wa Jalla agar memberikan pertolongan kepada anda untuk memegang teguh padanya, dan menjadikan anda termasuk orang-orang yang mendengarkan nasehat dan mengikuti jalan yang baik.

1. Hijab itu hendaknya menutupi seluruh badan, dari atas kepala, sampai di bawah mata kaki, kecuali bagian-bagian yang dikecualikan oleh syariat.

2. Hendaknya jilbab itu luas dan longgar, sehingga tidak nampak bentuk tubuh dan anggota-anggota badan.

3. Kain jilbab itu harus tebal, sehingga tidak menampakkan warna kulit atau yang lainnya.

4. Tidak bersifat menghias tubuh yang menarik pandangan pria, karena tujuan jilbab itu sendiri adalah untuk menutupi keindahan tubuh.

5. Tidak menyerupai pakaian pria.

6. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir.

7. Tidak menyolok dan menarik pandangan orang.

8. Tidak memakai pewangi atau minyak wangi yang tercium baunya.

Demikianlah syarat-syarat jilbab yang Syar`i, yang masing-masing ada dalilnya baik dari Al Qur`an maupun Sunnah, dan sengaja tidak saya cantumkan supaya tidak terlalu panjang pembahasannya.
Untuk lebih jelasnya, saya sarankan anda membaca dengan teliti kitab "Hijabul Mar`atul Muslimah menurut Al Qur`an dan As Sunnah" yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, karena banyak manfaatnya bagi kaum muslimin. (Beliau rahimahullah sudah wafat, semoga ruhnya ditempatkan bersama para syuhada dan shalihin, amin, pent).
Referensi: Buku “Membina Keharmonisan Berumah Tangga Menurut Al Qur’an dan Sunnah dan Bahaya Emansipasi Wanita” Hal. 23-28 Penerbit Cahaya Tauhid Press, Malang)

Dikirim pada 14 April 2013 di Hukum


Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di masjid. Suatu hari ia ditanya oleh para tabi’in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) kunci kebahagiaan dunia, yaitu:

1. Qalbun syakirun (hati yang selalu bersyukur)
Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat ALLAH SWT, sehingga apapun yang diberikan ALLAH, ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan ALLAH.
Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu, “Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita”. Dan bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya.
2. Al azwaju shalihah (pasangan hidup yang sholeh)
Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholehah, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya.
3. Al auladun abrar (anak yang sholeh)
Saat Rasulullah SAW thawaf, beliau bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet- lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu, “Kenapa pundakmu itu?” Jawab anak muda itu, “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya” Lalu anak muda itu bertanya, ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua?”
Nabi SAW memeluk anak muda itu dan mengatakan, “Sungguh ALLAH ridho kepadamu, kamu anak yang sholeh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu” Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang sholeh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan ALLAH.
4. Albiatu sholihah (lingkungan yang kondusif untuk iman kita)
Kita tentu boleh mengenal siapapun, tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat, haruslah orang- orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Sebagaimana Rasulullah yang menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh yang akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.

5. Al malul halal (harta yang halal)
Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. “Kamu berdo’a sudah bagus”, kata Nabi SAW, “Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan?” Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena do’anya akan sangat mudah dikabulkan ALLAH. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hati semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya.
6. Tafakuh fi dien (semangat untuk memahami agama)
ALLAH menjanjikan nikmat bagi umat-NYA yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada ALLAH dan rasul-NYA. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng “hidup” kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman.
7. Al-umrul mabruk (umur yang baroqah)
Umur yang baroqah itu adalah umur, yang selalu diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak nostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome).
Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan ALLAH. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah umurnya.

Dikirim pada 12 April 2013 di Muhasabah


Alhamdulillah, kesadaran memakai jilbab telah mulai tumbuh di kebanyakan wanita muslimah di tanah air kita. Memakai jilbab sudah bukan merupakan barang aneh atau terlarang di tempat kerja. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan terbukanya era globalisasi, banyak sekali dari wanita muslim yang ingin berpakaian syar’i, mereka ingin memakai jilbab, tapi mereka juga ingin tampil modis dan cantik. Mereka memakai jilbab karena mengikuti trend atau agar terlihat “Islami”, terlihat lebih anggun dan cantik, atau hanya ikut-ikutan saja. Maka mereka pun lebih mementingkan faktor keindahannya, keanggunan dan gaya, TANPA MEMPEDULIKAN SUDAH BENAR ATAU BELUM JILBAB YANG DIGUNAKANNYA.

Tak pelak, kita dapatkan seorang wanita muslim mengenakan kerudung yang menutupi kepala dan rambutnya, namun berpakaian tipis dan transparan, atau ketat sehingga menampakkan lekuk tubuhnya. Contohnya, kepala dibalut kerudung/jilbab, tapi berbaju atau berkaos ketat, bercelana jeans atau legging yang mencetak lekuk tubuhnya. Fenomena inilah yang mulai menjamur dan membingungkan kebanyakan orang awam, sebagian mereka berkomentar “MASIH MENDING PAKAI JILBAB GAUL DARIPADA GAK PAKE SAMA SEKALI!!” Yang lain berkomentar, “LHO, INI KAN MASIH DALAM TAHAP BELAJAR?!”, “YANG UDAH PAKE JILBAB DIKOMENTARIN TERUS, TAPI GIMANA SAMA WANITA YANG PAKE BIKINI? KOK GAK DIKOMENTARIN?” Dan komentar lainnya yang terkesan benar, tapi sejatinya sangat-sangat jauh dari kebenaran. Karena seorang muslim dituntut untuk menjalankan agama secara kaffah (total dan sempurna). BAGAIMANA ISLAM MEMANDANG HAL FENOMENA INI? ADAKAH DOSA DIBALIK JILBAB GAUL? Jikalau kita cermati, jilbab yang dipakai oleh wanita muslimah itu bermacam-macam.

Bisa kita bagi secara umum menjadi 3 macam jilbab, yaitu:

- Jilbab besar

- Jilbab biasa

- Jilbab gaul atau jilbab “funky bin jilbab nyekek leher” saja

Simak penjelasannya satu-persatu - Jilbab besar adalah jilbab syar’i, yaitu jilbab yang menutup seluruh aurat, tidak menjadi perhiasan dan pusat perhatian, tidak tipis, tidak ketat, tidak menyerupai lelaki, tidak menyerupai wanita-wanita kafir, tidak berparfum dan bukan termasuk pakaian syuhrah. Pakaian syuhrah adalah setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan untuk meraih popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakaian tersebut mahal (yang dipakai seseorang untuk berbangga dengan dunia & perhiasannya) maupun pakaian yang bernilai rendah (yang dipakai seseorang untuk menampakkan kezuhudannya dan dengan tujuan riya’). (Imam Asy Syaukani dalam Nailul Athar II/94) -

Adapun jilbab biasa adalah sama dengan di atas, namun dengan ukuran yang sedang, tidak sebesar jilbab di atas. Hukum jilbab seperti ini adalah tidak mengapa, asal sifat-sifat yang ada pada jenis pertama (menutup seluruh aurat, tidak menjadi perhiasan dan pusat perhatian, tidak tipis, tidak ketat, tidak menyerupai lelaki, tidak menyerupai wanita-wanita kafir, tidak berparfum dan bukan termasuk pakaian syuhrah) masih bisa dipertahankan.

- Sedangkan jilbab gaul adalah jilbab yang lagi booming sekarang ini. Contoh-contohnya: Ada yang memakai kerudung dengan bawahan rok yang hanya sebetis/ malah kain yang dipakai berbelah di depan (split), ada yang hanya mengikatkan kerudung pada kepala tanpa menutup dada, ada yang memakai bawahan hanya ngepas pada mata kaki dan tanpa kaos kai, ada juga yang memakai baju berlengan panjang hingga pergelangan tangan tanpa decker/kaos tangan, sehingga jika diangkat tangannya maka akan terlihat perhiasan yang ada di tangannya, ada yang pakai kerudung tapi untaian rambutnya lebih panjang daripada kerudungnya ada yang pakai kerudung “saringan tahu” karena saking tipisnya sehingga rambut dan ikat rambutnya terlihat jelas, ada yang pakai jilbab dengan corak warna yang mencolok sehingga bisa mencuri perhatian sekitar terutama laki-laki. Ada yang menghiasi jilbab dengan renda dan asesoris yang mencolok seperti bros, yang terakhir, ada yang jilbab “nyekek leher” lalu luarnya ditambah kerudung/kain yang berbeda warna dengan yang di dalam, yang terlihat seperti “Biarawati Nasrani” …wal iya dzubillah. Bagi wanita muslimah yang memakai jilbab jenis ketiga ini, apakah bisa dikatakan sudah cukup dan lebih “mending” dan baik daripada yang tidak pakai sama sekali? Jawabannya, justru bisa jadi wanita tersebut berdosa karena melanggar batasan-batasan syari’at tentang jilbab dan busana muslimah. Hal ini jika kita cermati, niscaya banyak sekali penyimpangan-penyimpangan dari jenis jilbab “gaul” ini, antara lain:

A. JILBAB GAUL TIDAK MENUTUP AURAT SECARA SEMPURNA (HANYA “MEMBUNGKUS” AURAT)

Aurat wanita adalah seluruh tubuh, kecuali muka dan telapak tangan. Namun, banyak dari busana muslimah saat ini, tidak menutupi aurat secara keseluruhan. Masih ada saja celah-celah yang menampakkan aurat mereka. Di antara mereka masih ada yang menampakkan leher, lengan, tangan, kaki. Padahal jilbab syar’i adalah yang menutup aurat secara sempurna, kecuali muka dan telapak tangan saja.

Dari Abu Dawud, dari Aisyah berkata, bahwa Asma suatu kali mendatangi Rasulullah dengan mengenakan pakaian tipis lalu Rasulullah berkata kepadanya,”Wahai Asma’, wanita yang telah haid (maksudnya telah baligh), tidak boleh terlihat darinya kecuali ini, beliau mengisyaratkan ke mukanya dan telapak tangannya.” (HR.Abu Dawud no.4104)

B. JILBAB GAUL MENARIK PERHATIAN KAUM LELAKI

Di antara tujuan jilbab adalah melindungi diri dari godaan lelaki dan menghindar dari fitnah, namun jilbab gaul justru malah menarik perhatian kaum lelaki. Bagaimana mungkin jilbab justru menarik perhatian kaum lelaki? Hal ini disebabkan antara lain:

- Jilbab gaul berwarna warni dan dihiasi berbagai macam motif. Syaikh al Albani menegaskan, “Tujuan disyari’atkannya memakai jilbab adalah untuk menutup perhiasan wanita, maka tidak masuk akal jika seorang wanita muslim memakai jilbab yang penuh motif & hiasan”. (Jilbab Mar’ah Muslimah: 120) Oleh karenanya, Allah berfirman,”Dan janganlah menampakkan perhiasannya” (QS.An Nur: 31). Keumuman ayat ini menunjukkan bahwa hiasan yang tidak boleh ditampakkan adalah mencakup pakaian itu sendiri jika dipenuhi oleh hiasan yang menarik perhatian kaum lelaki. APAKAH BERARTI SEORANG WANITA MUSLIM HARUS MEMAKAI PAKAIAN HITAM? Tidak juga, karena kriteria pakaian bagi muslimah adalah pakaian yang berwarna lazim atau familiar, tidak menjadi pusat perhatian. Sehingga, jika suatu daerah justru membenci warna hitam, maka tidak mengapa dia memilih pakaian berwarna terang seperti merah, hijau, dll jika termasuk pakaian yang lazim dipakai. Ibrahim an Nakha’i suatu hari bersama Alqamah mendatangi para istri Nabi, mereka berdua mendapatkan istri para Nabi memakai pakaian berwarna merah. (Jilbab Mar’ah Muslimah: 122)

- Jilbab gaul tipis dan transparan Menutup aurat tidak mungkin terwujud dengan pakaian tipis dan transparan, justru dengan pakaian tipis, akan menambah fitnah dan menjadi hiasan bagi kaum wanita. Karenanya Nabi ﷺ bersabda, ”Dua golongan dari ahli Neraka yang tidak pernah aku lihat: seseorang membawa cambuk seperti ekor sapi yang dia memukul orang-orang, dan perempuan yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepalanya bagai punuk onta yang bergoyang. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya,sekalipun ia bisa didapatkan sejauh perjalanan sekian dan sekian.” (HR.Muslim) Ibnu Abdil Barr mengatakan,”Makna ‘kasiyatun ‘ariyatun’ (berpakaian tapi telanjang) adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutup dengan sempurna). Mereka berpakaian, namun hakikatnya mereka telanjang.” (Jilbab Mar’ah Muslimah: 125-126)

- Jilbab Gaul ketat, memakai jilbab itu bertujuan menghindari fitnah, dan hal ini tak mungkin terwujud dengan memakai pakaian ketat. Meskipun terkadang pakaian ini menutupi warna kulit, namun pakaian seperti ini menampakkan sebagian bahkan seluruh lekuk tubuh.

- Jilbab Gaul berparfum, padahal Nabi ﷺ menegaskan,”Tidaklah seorang wanita memakai minyak wangi lalu keluar melewati sebuah kaum supaya mereka mencium parfumnya, maka sesungguhnya wanita itu adalah pezina.” (HR.Ahmad)

- Jilbab Gaul menyerupai wanita-wanita kafir, karena biasanya jilbab gaul mengikuti mode yang sedang berkembang di dunia barat kemudian dipoles sedikit dengan nuansa Islami, belum lagi dengan model yang sedang nge- trend yang menyerupai biarawati nasrani..wal iya dzubillah MENGAPA FENOMENA INI SEMAKIN MARAK DAN DIGANDRUNGI OLEH SEBAGIAN REMAJA PUTERI DAN WANITA MUSLIMAH? Boleh jadi hal ini disebabkan pengetahuan mereka yang minim mengenai jilbab yang syar’i. Sehingga mereka hanya ikut-ikutan saja, sebab pemahaman keIslamannya masih minim. Atau mereka termakan berbagai propaganda musuh-musuh Islam yang ingin menggiring kaum muslimah keluar rumah dalam keadaan “telanjang” dengan alasan emansipasi, kesetaraan gender,dll. Propaganda lainnya yang menyebutkan bahwa jilbab hanya adat dan budaya negara Arab saja, dsb. Bagaimana solusinya? Tentunya dengan menanamkan pendidikan Islam secara menyeluruh dan berkesinambungan kepada para generasi muda umat ini dimulai dari diri mereka sendiri. Wallahu A’lam



(Oleh: Ust. Abu Rufaid Agus Suseno, Lc)

Sumber : Catatan Hati Muslimah

Dikirim pada 11 April 2013 di Hukum




قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : "عَيْنَانِ لاَ تَمَسُّهَمَا النَّارُ أَبَداً : عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللهِ، وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ".
Rasulullah SAW bersabda: “Dua mata yang tidak akan disentuh api neraka untuk selama-lamanya : mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang bermalam dalam rangka berjaga di jalan Allah”. (HR. Tirmidzi)

Menangis adalah sebuah fitrah, sebuah sunnatullah yang Allah berlakukan untuk setiap hamba-Nya. Banyak tangisan atau tetesan air mata yang bernilai sia-sia, hampa, tanpa pahala, bahkan terkadang bernilai tipuan dan dosa yang akan mengakibatkan pelakunya mendapatkan murka Allah SWT.

Namun dalam pandangan Islam, menangis memiliki nilai tersendiri, di mana, ada beberapa tangisan atau tetesan air mata yang membuat pelakunya akan mendapatkan kedudukan mulia dan ganjaran pahala yang luar biasa dari Allah SWT.

Dua Mata Yang Tidak Disentuh Api Neraka

Dalam hadits di atas disebutkan dua macam mata yang tidak akan disentuh api neraka selama-lamanya:

Pertama : Mata yang menangis karena takut kepada Allah

Jenis mata yang pertama ini tidak dimiliki oleh semua orang. Orang yang memiliki mata ini tidak akan mampu meneteskan air matanya, kecuali bila jiwanya bersih, ruh dan hatinya jernih diiringi dengan rasa takut kepada Allah SWT, yang demikian ini akan memudahkan mengalirnya air mata takwa, bukan air mata palsu yang penuh dengan kepura-puraan.

Menangis karena takut kepada Allah adalah diantara sifat orang-orang Mukmin. Dan orang yang tidak mampu untuk menetekan air matanya karena takut kepada Allah adalah orang memiliki hati yang sangat keras, hati yang sangat keras ini disebabkan karena banyaknya dosa, dan banyaknya dosa diantaranya disebabkan dari makanan yang dimakan dengan cara yang tidaka hala alias haram, memakan makanan yang haram karena lupa akan kematian, lupa akan kematian karena terlalu jauh berangan-angan, panjang angan-angan kerena cinta dunia, dan cinta dunia pangkal dari segala kekeliruan.

Allah SWT memuji orang-orang suka menangis karena takut kepada-Nya, demikian Allah SWT berfirman dalam Al-Quran :

"إِنَّ الذِّيْنَ أُوْتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّوْنَ لِلأَذْقَانِ سُجَّدًا. وَيَقُوْلُوْنَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُوْلاً. وَيَخِرُّوْنَ لِلأَذْقَانِ يَبْكُوْنَ وَيَزِيْدُهُمْ خُشُوْعًا".
“Sesungguhnya orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur`an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi". Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu”. (QS. Al-Isra : 107-109)

Menangis karena takut kepada Allah SWT memiliki keutamaan yang sangat agung di sisi Allah SWT :
Rasulullah SAW bersabda :

لاَ يَلِجُ النَّارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللهِ تَعَالَى حَتَّى يَعُودَ اللَّبَنُ فِي الضَّرْعِ...".

“Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah, hingga susu kembali ke payudara”. (HR. Tirmidzi dan Nasa’i)

Abdullah bin Umar RA berkata : “Aku menangis karena takut kepada Allah lebih aku sukai dari pada aku berinfaq sebesar seribu dinar”.

Ada banyak jenis tangisan, diantaranya seperti yang di sebutkan oleh Yazid bin Maisarah rahimahullah, beliau berkata : “Menangis itu ada tujuh macam : Menangis karena bahagia, menangis karena sedih, ketakutan, riya, kesakitan, syukur dan menangis kerena takut kepada Allah ta’ala, menangis karena takut kepada Allah inilah yang akan dapat memadamkan api yang besarnya seluas lautan”.

Rasulullah SAW bersabda :

"لَيْسَ شَيْءٌ أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ قَطْرَتَيْنِ وَأَثَرَيْنِ : قَطْرَةٌ مِنْ دُمُوْعِ خَشْيَةِ اللهِ ، وَقَطْرَةُ دَمٍ تَهْرَاقُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ...".

“Tidak ada sesuatu yang lebih Allah sukai selain dua tetes dan dua jejak, tetesan air mata karena takut kepada Allah, da tetesan darah yang mengalir di jalan Allah ….”.(HR. Tirmidzi)


Kedua : Mata yang bermalam dalam rangka berjaga di jalan Allah

Jenis mata yang kedua ini juga tidak akan disentuh api neraka, karena dia menjalankan tugas mulia untuk terus melek dalam rangka fi sabilillah. Demikian sebagaimana di sebutkan dalam hadits di atas.
Dua mata ini pula yang pada hari kiamat kelak akan mendapatkan suatu naungan yang tidak akan ada naungan melainkan hanya naungan Allah SWT.

Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh imam bukhari dan imam Muslim disebutkan bahwa ada tujuh golongan manusia yang Allah SWT naungi dengan naugan-Nya di hari yang tidak ada lagi naungan melainkan hanya naungan-Nya, diantaranya adalah : “…dan seseorang yang mengingat Allah saat menyendiri lalu kedua matanya meneteskan air mata”. (HR. Bukhari & Muslim)

Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa jenis menangis : "Menangis karena takut, menangis kasih sayang, Menangis karena cinta dan rindu, menangis karena senag dan bahagia, menangis kerena nifaq".

Manfaat dan keutamaan menangis karena Allah SWT:
Pertama : Menangis akan melahirkan hati yang lembut. Kedua : Menangis adalah diantara ciri-ciri orang shalih.Ketiga : Menangis adalah diantara sifat orang-orang yang khusyuk yang akan menghuni surga. Keempat : Menangis adalah jalan untuk memperoleh keridhaan dan kecintaan Allah SWT.

Allahu a`lam (Taufik Hamim)

Dikirim pada 06 April 2013 di Muhasabah




Menangis merupakan hal yang manusiawi, tidak ada manusia pun yang tidak pernah menangis. Ketika kita dilahirkan di dunia tangisan adalah hal yang pertama kita lakukan. Ketika kita dalam keadaan bersedih hati juga menangis, ketika kita kehilangan seseorang yang kita sayangi juga menangis. Namun bagaimanakah pandangan Islam tentang menangis ?

Berikut ini merupakan beberapa keterangan yang menjelaskan tentang menangis :
1.Surat Al Isra: 109Dan mereka bersujud sambil menangis dan maka bertambahlah atas mereka perasaan khusyu’”
2.Surat An Najmi: 59-60 “Apakah karena keterangan ini kamu merasa heran, lalu tertawa dan tidak menangis?”
3.Surat Maryam: 58 “…apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.


Kisah-Kisah Tangisan Dalam Hadits

Hadits 1

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu Rasulullah bersabda kepadaku: “Bacakanlah kepadaku Al Qur’an. Aku menjawab, “Ya Rasulullah bagaimana aku akan membacakan Al Qur’an kepadamu, padahal kepadamulah Al Qur’an itu telah diturunkan. Rasul bersabda: “Aku suka mendengar Al Qur’an itu dibaca oleh orang lain. Maka aku membaca surat An Nisa’ sampai kepada ayat fakaifa idza ji’na min kulli ummatin bi syahidin waji’na bika ‘ala haaulai syahidan (bagaimanakah bila Kami telah mendatangkan engkau (Rasulullah) sebagai saksi atas semua mereka itu?) Rasulullah bersabda, “ Cukuplah bacaanmu itu Ibnu Mas’ud. Maka Ibnu Mas’ud berkata, “maka aku menoleh pada Nabi, maka kulihat mata Nabi berlinang basah oleh air mata.
(HR. Bukhari Muslim)


Hadits 2

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, pada suatu hari Rasulullah berkhutbah yang mana belum pernah aku mendengar khutbah Beliau yang seperti itu. Maka Beliau bersabda dalam khutbahnya itu: “Andaikata kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu semua akan sedikit tertawa dan banyak menangis”. Anas berkata, “saat itu para Sahabat Nabi semuanya menutup wajah mereka sambil menangis tersedu-sedu.(HR. Bukhari Muslim)

Hadits 3

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah telah bersabda, “Tidak akan masuk ke dalam neraka, seseorang yang pernah menangis karena takut kepada Allah, sehingga air susu kembali ke putingnya, dan tidak akan dapat bersatu debu saat berjihad fisabillah dengan asap neraka jahannam”. (HR. Tarmidzi)

Hadits ini mengungkapkan bahwa mustahil bagi seseorang yang pernah menangis berurai air mata karena takut kepada Allah saat di dunia, bakal dimasukkan ke dalam neraka oleh Allah Azza Wa Jalla di hari kiamat.

Hadits 4

Dari Abdullah bin As Syikhkhir dia berkata, aku datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam saat itu Beliau sedang melaksanakan shalat, maka terdengarlah rintihan Nabi karena menangis seumpama air yang sedang direbus dalam periuk. (HR. Abu Dawwud, Turmidzi)

Hadits 5

Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah telah bersabda, “Tiada sesuatu yang lebih disukai Allah melainkan dua tetes dan dua bekas; Tetesan air mata karena takut kepada Allah dan tetesan darah dalam mempertahankan agama Allah. Adapun dua bekas adalah bekas perjuangan fi sabilillah dan bekas yang timbul karena memperjuangkan hal-hal yang diwajibkan Allah. (HR. Turmidzi)

Hadits 6.

Rasul bersabda: “Menangislah kamu semua. Dan apabila kamu tidak dapat menangismaka pura-pura menangislah kamu!” (HR. Ibnu Majah dan Hakim. Dishohihkan oleh Hakim dan Dzahabi).

Dalam hadits ini, menangis jelas ada diperintahkan oleh Rasulullah kepada umatnya. Dan jika hati kita masih keras sehingga sulit untuk menangis, maka Nabi memerintahkan untuk berpura-pura menangis terlebih dahulu. Pura-pura menangis bukanlah sesuatu yang buruk. Banyak orang hari ini, karena ketidak tahuannya, mereka selalu menghina saat melihat orang lain berusaha keras untuk menangis dengan menuduh mereka pura-pura menangis.

Di mata mereka pura-pura menangis adalah perbuatan hina dan dosa. Padahal berpura-pura menangis adalah ibadah di sisi Allah Azza Wa Jalla. Kenapa pura-pura menangis disebut ibadah? Jawabnya tidak lain karena pura-pura menangis adalah perintah Rasulullah. Sudah diketahui dalam Islam bahwa menjalankan sebuah perintah Nabi adalah ibadah di sisi Allah. Dan, menjalankan sebuah ibadah akan mendapatkan pahala dan ganjaran kebaikan dari Allah Robbul Jalal. Maka apakah pantas orang yang sedang beribadah , dalam hal ini pura-pura menangis, mendapatkan ejekan dari mereka yang mengaku muslimin juga?

Hadits 7.

Dari Al Irbad bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Rasulullah telah menasehati kami dengan nasehat yang menyebabkan hati kami bergetar dan airmata kami bercucuran.” ( HR. Abu Daud)

Setelah membaca keterangan diatas dapat sekiranya kita mengambil pelajaran. Bahwa menangis itu merupakan termasuk beribadah kepada Allah.

(Sumber : http://tengkuzulkarnain.net/index.php/artikel/index/57/Menangis-Adalah-Sunnah-Dalam-Islam)

Dikirim pada 06 April 2013 di Hikmah


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Maka celakalah bagi mereka yang keras qalbunya dari berdzikir kepada Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (Az-Zumar: 22)
Tidaklah Allah memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. An-Naar (neraka) adalah diciptakan untuk melunakkan qalbu yang keras. Qalbu yang paling jauh dari Allah adalah qalbu yang keras, dan jika qalbu sudah keras mata pun terasa gersang. Qalbu yang keras ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan: makan, tidur, bicara, dan pergaulan.
Sebagaimana jasmani jika dalam keadaan sakit tidak akan bermanfaat baginya makanan dan minuman, demikian pula qalbu jika terjangkiti penyakit-penyakit hawa nafsu dan keinginan-keinginan jiwa, maka tidak akan mempan padanya nasehat.
Barangsiapa hendak mensucikan qalbunya maka ia harus mengutamakan Allah dibanding keinginan dan nafsu jiwanya.
Karena qalbu yang tergantung dengan hawa nafsu akan tertutup dari Allah subhanahu wa ta’ala, sekadar tergantungnya jiwa dengan hawa nafsunya.
Banyak orang menyibukkan qalbu dengan gemerlapnya dunia. Seandainya mereka sibukkan dengan mengingat Allah subhanahu wa ta’ala dan negeri akhirat tentu qalbunya akan berkelana mengarungi makna-makna Kalamullah dan ayat-ayat-Nya yang nampak ini, dan ia pun akan menuai hikmah-hikmah yang langka dan faedah-faedah yang indah. Jika qalbu disuapi dengan berdzikir dan disirami dengan berfikir serta dibersihkan dari kerusakan, ia pasti akan melihat keajaiban dan diilhami hikmah.
Tidak setiap orang yang berhias dengan ilmu dan hikmah serta memeganginya akan masuk dalam golongannya. Kecuali jika mereka menghidupkan qalbu dan mematikan hawa nafsunya.
Adapun mereka yang membunuh qalbunya dengan menghidupkan hawa nafsunya, maka tak akan muncul hikmah dari lisannya.
Rapuhnya qalbu adalah karena lalai dan merasa aman, sedang makmurnya qalbu karena takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan dzikir. Maka jika sebuah qalbu merasa zuhud dari hidangan-hidangan dunia, dia akan duduk menghadap hidangan-hidangan akhirat. Sebaliknya jika ia ridha dengan hidangan-hidangan dunia, ia akan terlewatkan dari hidangan akhirat.
Kerinduan bertemu Allah subhanahu wa ta’ala adalah angin semilir yang menerpa qalbu, membuatnya sejuk dengan menjauhi gemerlapnya dunia. Siapapun yang menempatkan qalbunya disisi Rabb-nya, ia akan merasa tenang dan tentram. Dan siapapun yang melepaskan qalbunya di antara manusia, ia akan semakin gundah gulana.
Ingatlah! Kecintaan terhadap Allah tidaklah akan masuk ke dalam qalbu yang mencintai dunia kecuali seperti masuknya unta ke lubang jarum (sesuatu yang sangat mustahil).
Jika Allah subhanahu wa ta’ala cinta kepada seorang hamba, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan memilih dia untuk diri-Nya sebagai tempat pemberian nikmat-nikmat-Nya, dan Ia akan memilihnya di antara hamba-hamba-Nya, sehingga hamba itu pun akan menyibukkan harapannya hanya kepada Allah. Lisannya senantiasa basah dengan berdzikir kepada-Nya, anggota badannya selalu dipakai untuk berkhidmat kepada-Nya.
Qalbu bisa sakit sebagaimana sakitnya jasmani, dan kesembuhannya adalah dengan bertaubat. Qalbu pun bisa berkarat sebagaimana cermin, dan cemerlangnya adalah dengan berdzikir. Qalbu bisa pula telanjang sebagaimana badan, dan pakaian keindahannya adalah taqwa. Qalbu pun bisa lapar dan dahaga sebagaimana badan, maka makanan dan minumannya adalah mengenal Allah subhanahu wa ta’ala, cinta, tawakkal, bertaubat dan berkhidmat untuk-Nya.
(diterjemahkan dan diringkas dari kitab Al-Fawaid karya Ibnul Qayyim rahimahullah hal 111-112)

Dikirim pada 05 April 2013 di Hikmah




Bagi muslimin ada satu reuni yang memiliki nilai luar biasa, yaitu kesempatan bertemunya kembali keluarga besar seketurunan di tempat baru yang sangat menyenangkan di akhirat kelak.

Allah berfirman dalam QS Ar-Ra`d [13]: 22-24 yang artinya

"Orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), yaitu Surga `Adn yang mereka masuk kedalamnya bersama-sama orang yang saleh dari bapak-bapak mereka, istri-istri mereka, dan anak-cucu mereka, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), `salaamun alaikum bimaa shabartum (keselamatan atasmu berkat kesabaranmu). `Maka, alangkah baiknya tempat kesudahan itu"

Sayyid Quthb dalam "Tafsir Fi Zhilalil-Qur`an" menjelaskan peristiwa di atas laksana sebuah festival atau reuni dimana mereka saling bertemu, mengucapkan salam, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang menyenangkan dan menggembirakan serta penuh dengan penghormatan.

Kebersamaan di surga tersebut tentu tidak mudah untuk dicapai, karena dalam kisah yang dijelaskan Alquran banyak keturunan/keluarga yang tidak lagi bisa bertemu di akhirat, seperti: Nabi Nuh dengan putra dan istrinya, Asiyah yang solehah dengan suaminya (Firaun), dan Nabi Luth dengan istrinya. Namun bertemunya keluarga besar di surga bukan pula sesuatu yang tidak mungkin.

Allah menjelaskan dalam QS. Ar-Ra`d [13] : 18-21 kita bersama keluarga besar bisa bertemu di surga `Adn, asal dapat memenuhi delapan syarat.

>>Pertama, memenuhi seruan Tuhannya Barang siapa yang patuh kepada Allah niscaya ia akan mendapatkan pembalasan yang sebaik-baiknya.

>>Kedua, memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian. Janji Allah disini mutlak, meliputi semua macam perjanjian. Janji terbesar yang menjadi pokok pangkal semua perjanjian ialah janji iman. Perjanjian untuk setia menunaikan segala konsekuensi iman.

>>Ketiga, menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan. Dalam hal ini taat secara paripurna, istiqomah yang berkesinabungan, dan berjalan di atas sunnah sesuai dengan aturan-Nya dengan tidak menyimpang dan tidak berpaling.

>>Kempat, takut kepada Allah. Takut kepada Allah dan takut kepada siksaan yang buruk dan menyedihkan pada hari pertemuan yang menakutkan.

>>Kelima, sabar. Sabar atas semua beban perjanjian di atas (seperti beramal, berjihad, berdakwah, berijtihad), sabar dalam menghadapi kenikmatan dan kesusahan, dan sabar dalam menghadapi kebodohan dan kejahilan manusia yang sering menyesakkan hati.

>>Keenam, mendirikan Shalat. Ini termasuk juga memenuhi janji dengan Allah. Shalat ditonjolkan karena merupakan rukun pertama perjanjia ini, sekaligus menjadi lambang penghadapan diri secara tulus dan sempurna kepada Allah. Juga penghubungan yang jelas antara hamba dengan Tuhan, yang tulus dan suci.

>>Ketujuh, Menginfakkan sebagian rezeki secara sembunyi atau terang-terangan.

>>Kedelapan, menolak kejahatan dengan kebaikan dalam pergaulan sehari-hari. Dalam hal ini diperintahkan membalas kejelekan dengan kebaikan apabila tindakan ini memang dapat menolak kejahatan itu, bukan malah menjadikan yang bersangkutan semakin senang berbuat kejahatan.

Delapan syarat ini telah Allah jamin akan menghantarkan seseorang dapat berkumpul di surga `Adn. Mereka mendapati tempat kesudahan yang baik.

Di samping masuk surga, mereka juga dimuliakan dengan bertemunya kembali dengan orang-orang yang mereka cintai. Hal ini merupakan kelezatan lain yang mereka rasakan di dalam surga. Semoga kita termasuk di dalamnya. Aamiin..


Dari Ir Aris Ahmad Risadi MSi

Dikirim pada 03 April 2013 di Muhasabah


Wanita Sholehah adalah sebaik-baik keindahan. Menatapnya, menyejukkan Qolbu. Mendengarkan suaranya, menghanyutkan bathin. Ditinggalkan menambah keyakinan.
Wanita Sholehah adalah bidadari surga yang hadir di dunia.
Wanita Sholehah adalah Ibu dari anak-anak yang mulia.
Wanita Sholehah adalah Istri yang meneguhkan jihad suami.
Wanita Sholehah penebar rahmat bagi rumah tangga, cahaya dunia dan Akhirat. (Aa’ Gym)
Wanita Sholehah adalah wanita yang menyenangkan bila dipandang mata, menyejukkan jika dilihat dan menentramkan hati suaminya.

Wanita Sholehah adl wanita yg taat pada Allah taat pada Rasul. Kecantikan tak menjadikan fitnah pada orang lain. Kalau wanita muda dari awal menjaga diri selain diri akan terjaga juga kehormatan dan kemuliaan akan terjaga pula dan diri akan lbh dicintai Allah krn orang yg muda yang taat lbh dicintai Allah daripada orang tua yg taat. Dan Insyaallah nanti oleh Allah akan diberi pendamping yg baik. Agar wanita solehah selalu konsisten yaitu dgn istiqomah menimba ilmu dari alam dan lingkungan di sekitar dan mengamalkan ilmu yg ada.

Wanita yg solehah juga dapat berbakti terhadap suami dan bangsa dan wanita yg sholehah selalu belajar. Tiada hari tanpa belajar.
Wanita yg didunia solehah akan menjadi cahaya bagi keluarga melahirkan keturunan yg baik dan jika wafat di akhirat akan menjadi bidadari.

Wanita solehah merupakan penentram batin menjadi penguat semangat berjuang suami semangat ibadah suami. Suami yakin tak akan dikhianati kalau ditatap benar-benar menyejukkan qolbu kalau berbicara tutur kata menentramkan batin tak ada keraguan terhadap sikapnya.

Wanita sholehah akan membawa kebaikan bagi dirinya maupun orang lain karena kedekatannya dengan Allah swt. Pesona wanita sholehah tidak kalah dari kecantikan wanita manapun. Allah swt memberikan kemuliaan kepada wanita sholehah dengan menjadikannya bidadari di surga. Dari wanita sholehah lah kelak akan lahir generasi-generasi yang berkualitas.
”Seluruh dunia ini adalah perhiasan dan perhiasan terbaik di dunia ini adalah wanita yang sholehah.” (HR. an-Nasa’I dan Ahmad)
Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 70 orang pria yang soleh.

Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.
Beruntunglah bagi setiap lelaki yang memiliki istri sholehah, sebab ia bisa membantu memelihara akidah dan ibadah suaminya. Nabi Muhammad saw bersabda, ”Barangsiapa diberi istri yang sholehah, sesungguhnya ia telah diberi pertolongan (untuk) meraih separuh agamanya. Kemudian hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara separuh lainnya.” (HR Thabrani dan Hakim).


Dikirim pada 01 April 2013 di Muhasabah


Kau mungkin tak tahu betapa hatiku penuh luka saat aku harus membuat keputusan untuk meninggalkanmu. Saat aku menghadapi keadaan yang bisa membunuhku, bahkan membunuhmu ketika aku harus mempertahankanmu.
Saat aku merasa sendiri dan sepi, tak seorangpun sudi menghela.
Kau tak pernah tahu dan mungkin tak kan pernah tahu.............
Aku menyadari bahwa saat ini kau sudah tidak lagi punya urusan denganku, begitu juga seharusnya denganku yang sudah tak punya andil apapun terhadapmu. Aku telah mendengar semua itu dari bibir dan hatimu. Aku sungguh telah mendengarnya. Hatiku gerimis setelahnya.....
Betapa sungguh secepat itu namaku lenyap dari hati dan pikiranmu!!!
Secepat itu juga kau menemukan bidadari yang lain. setahun yang lalu, bahkan kau baru saja berterus terang bahwa kau hanya punya tiga bidadari dalam hidupmu. bidadari pertama yaitu ibumu, bidadari kedua yaitu adikmu satu-satunya, dan bidadari yang ketiga yaitu " aku" . Tapi aku pikir, aku harus tahu diri bahwa sinarku tak cukup menerangi jalanmu. Aku yakin dan percaya bahwa sesungguhnya ada matahari lain yang bisa menerangi hatimu. Menghangatkan jiwamu....
Aku berdoa untuk kebahagiaanmu....
Kalau boleh aku berujar, matahari itu sesungguhnya telah ada di dekatmu. Tinggal bagaimana caramu untuk menarik sinar itu hingga dia bisa memberikan sinarnya padamu. Kau mungkin tak pernah tahu bahwa aku sudah merasa seperti itu sejak kau masih berada disampingku dulu.
Semoga kau masih bisa menerimaku, masih bisa mengingatku atau aku sangat berharap bisa jadi asteroid bagimu. Meskipun harus mendapatkan sinar dari matahari untuk bisa menyinarimu. Meskipun tidak seterang mentari, tapi setidaknya aku bisa sedikit menerangi hatimu dan menyingkirkan mendung di kelopak matamu.Biarkan aku jadi seperti itu dan aku rela menyerahkan sinarku untuk mataharimu yang selanjutnya.Biarkan sinar itu hidup dalam raga orang lain daripada harus menderita tak berdaya dalam hatiku.Biar sinar itu hidup melalui orang lain, daripada harus menanggung sakit dan bersalah dalam jiwa ragaku.
Semoga kau tahu bahwa sinar itu masih hidup dan menunggumu.
Dan semoga kau tahu bahwa aku pernah mencintai seseorang hingga aku menangis.
Aku hidup bukan hanya untuk menunggumu,....
masih banyak mereka yang sama sepertiku.
Tugasku adalah,....
Memperbaki diri, melangkah dari bertahan
menebus kesalahanku di masa lalu
dan berbagi dengan sahabat, teman, saudara
untuk membantu menguatkan mereka agar tetap mampu bertahan
dalam hempasan gelisah yang menggengam jiwa mereka!!!
Aku berusaha walau belum tentu bisa, namun akan aku coba,.....
Aku tak mau ada orang-orang sepertiku yang dulu,
tersudut tertunduk kaku tanpa bisa beranjak dari penat
karena tiada teman yang menguatkan dan berbagi kisah namun amanah !!!
Rasa sakit & pahit itu menjadikan kekuatan untuk ku,
lewat tulisan dan goresan tuk berbagi rasa dalam kata,.....
Semoga kita bisa sama-sama bisa memperbaiki diri dan muhasabah..
Berharap ridlo Allah Lillahita’ala....
InsyaAllah,...

Dikirim pada 01 April 2013 di Muhasabah




Pukul 4.05, alerm di hpku membangunkan. Ia ikut bangun. Padahal, aku tahu baru pukul 23.30, ia bisa tidur setelah berjibaku dengan kerjanya, kerja rumah tangga, mengurus anakku yg baru satu, dan mengurusi aku sebagai suami. Belum lagi, pukul 01.15 terbangun untuk sebuah interupsi.

Ups, rupanya ia lupa menyetrika baju kantorku. Aku mandi, shalat lail dan shalat subuh. Ia selesai pula menyelesaikan itu. Plus, satu stel pakaian kerjaku telah siap.

Aku siap berangkat. Ah, ada yang tertinggal rupanya. Aku lupa memandangi wajahnya pagi ini. “bunda, kamu cantik sekali hari ini,” kataku memuji.

Ia tersenyum. “ayah tebak sudah berapa lama kita menikah?” Aku tergagap sebentar. Melongo. Lho, koq nanya itu. Hatiku membatin. Aku berhenti sebentar dan menghitung sudah berapa lama kami bersama. Karena, perasaanku baru kemarin aku datang ke rumahnya untuk meminangnya.”Lho, baru kemarin aku datang untuk meminta kamu jadi istriku dan aku nyatakan ‘aku terima nikahnya dengan mas kawin sebagaimana tersebut tunai.” Kataku cuek sembari mengaduk kopi hangat rasa cinta dan perhatian darinya.

Ia tertawa. Wuih, manis sekali. Mungkin, bila kopi yang aku sruput tak perlu gula. Cukuplah pandangi wajahnya. “kita sudah lima tahun ayah.” Katanya memberikan tas kerjaku.

“aku berangkat ya bund, assalamualaikum,” kataku bergeming dari kalimat terakhir yang ia ajukan.

Aku buru-buru. “hati-hati yah dijalan.” Sejatinya, aku ingin ngobrol terus. Sayang, aku di jalan bersama sejumlah perasaan. Ada sesuatu yang hilang. Mungkin benar kata dewa, separuh nafasku hilang saat kau tidak bersamaku. Kembali wajahnya menguntit seperti hantu. Hm, cantiknya istriku. Sayang, waktu tidak berpihak kepadaku untuk lebih lama menikmatinya.

Sungguh, kala itu kupikir hanya wanita bodoh saja yang mau menerimaku, seorang jejaka tanpa harapan dan masa depan. Tanpa kerja dan orang tua mapan. Tanpa selembar modal ijazah sarjana. Tanpa dukungan dari keluarga besar untuk menanggung biaya-biaya operasional.

Kehidupan harus terus berjalan. Kutarik segepok udara untuk mengisi paru-paruku. Kurasakan syukur mendalam. Walau tanpa kerja dan orang tua mapan, ‘kapal’ku terus berlabuh. Bahkan, kini sudah mengarung lebih stabil dibanding dua dan tiga tahun pertama.

Ternyata, memang benar allah akan menjamin rezeki seorang yang menikah. Allah akan memberikan rezeki dari arah yang tidak terduga. Walaupun tetap semua janji itu muncul dengan sunatullah, kerja keras. Kerja keras itu terasa nikmat dengan doa dan dampingan seorang wanita yang rela dan ikhlas menjadi istriku.

Namun, aku tahu wajah cantik istri ku mungkin akan memudar dengan segala kesibukan, mempersiapkan makanan untuk si ayah dan dede, belum lagi mengurusi tetek bengek rumah tangga. Kelelahan seolah menggeser kecantikan dan kesegarannya. Untunglah, saat aku pulang, ia bisa mengembalikan semua keceriaan itu dengan seulas senyum yang menyelinap dibalik penat dan kelelahan.

Istriku cantik sekali pagi ini. Maafkan aku tak bisa menemanimu. Namun, doa dan ridhaku selalu bersamamu.

Sayangku,kumohon dekat di sini, temani jasadku yang belum mati (ddg)

lihatlah kekurangan sebelum memutuskan menjadi pasangan, lihatlah kelebihan dan kebaikan sebelum memutuskan perpisahan…

Dikirim pada 01 April 2013 di Hikmah

30 Kesalahan dalam Shalat
"Sesungguhnya yang petama kali akan dihisab atas seorang hamba pada hari kiamat adalah perkara shalat. Jika Shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalan ibadah lainnya, kemudian semua amalannya akan dihitung atas hal itu."(HR. An NasaI : 463)
Banyak orang yang lalai dalam shalat, tanpa sengaja melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak diketahuinya, yang mungkin bisa memubat amalan shalatnya tidak sempurna.kami akan paparkan kesalahan yang sering terjadi dalam shalat.
1. Menunda–nunda Shalat dari waktu yang telah ditetapkan. Hal ini merupakan pelanggaran berdasarkan firman Allah, "Sesungguhnya shalat suatu kewajiban yang telah ditetepkan waktunya bagi orang-orang beriman". (QS. An-Nisa : 103)
2. Tidak shalat berjamah di masjid bagi laki-laki. Rasullah bersabda, "Barang siapa yang mendengar panggilan (azan) kemudina tidak menjawabnya (dengan mendatangi shalat berjamaah), kecuali uzur yang dibenarkan". (HR. Ibnu Majah Shahih) Dalam hadits bukhari dan Muslim disebutkan. "Lalu aku bangkit (setelah shalat dimulai) dan pergi menuju orang-orang yang tidak menghadiri shalat berjamaah, kemudian aku akan membakar rumah-rumah mereka hingga rata dengan tanah."
3. Tidak tumaminah dalam shalat. Makna tumaminah adalah, seseorang yang melakukan shalat, diam (tenang) dalam ruku.itidal,sujud dan duduk diantara dua sujud. Dia harus ada pada posisitersebut, dimana setiap ruas-ruas tulang ditempatkan pada tempatnya yang sesuai. Tiak boleh terburu-buru di antara dua gerakan dalam shalat, sampai dia seleasi tumaninah dalam posisi tertentu sesuai waktunya. Nabi bersabda kepada seseorang yang tergegesa dalam shalatnya tanpa memperlihatkan tuma;minah dengan benar, "Ulangi shalatmu, sebab kamu belum melakukan shalat."
4. Tidak khusu dalam shalat, dan melakukan gerakan-gerakan yang berlebihan di dalamnya. Rasulallah bersabda, "Sesungguhnya, seseorang beranjak setelah megnerjakan shalatnya dan tidak ditetapkan pahala untuknya kecuali hanya sepersepuluh untuk shalatnya, sepersembilan, seperdelapan, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga atau setangah darinya. " (HR. Abu Dawud, Shahih) mereka tidak mendapat pahala shlatnya dengan sempurna disebabkan tidak adanya kekhusyuan dalam hati atau melakukan gerakan-gerakan yang melalaikan dalam shalat.
5. Sengaja mendahului gerakan iman atau tidak mengikuti gerakan-gerakannya. Perbuatan ini dapat membatalkan shalat atau rakaat-rakaat. Merupakan suatu kewajiban bagi mukmin untuk mengikuti imam secara keseluruhan tanpa mendahuluinya atau melambat-lambatkan sesudahnya pada setiap rakaat shalat. Rasulallah bersabda, "Sesungguhnya dijadikan imam itu untuk diikuti keseluruhannya. Jika ia bertakbir maka bertakbirlah, dan jangan bertakbir sampai imam bertakbir, dan jika dia ruku maka rukulah dan jangan ruku sampai imam ruku ". (HR. Bukhari)
6. Berdiri untuk melngkapi rakaat yang tertinggal sebelum imam menyelesaikan tasyahud akhir dengan mengucap salam ke kiri dan kekanan. Rasulallah bersabda, "Jangan mendahuluiku dalam ruku, sujud dan jangan pergi dari shalat (Al-Insiraf)". Para ulama berpedapat bahwa Al-Insiraf, ada pada tasyahud akhir. Seseorang yang mendahului imam harus tetap pada tempatnya sampai imam menyelesaikan shalatnya (sempurna salamnya). Baru setalah itu dia berdiri dan melengkapi rakaat yang tertinggal.
7. Melafadzkan niat. Tidak ada keterangan dari nabi maupun dari para sahabat bahwa meraka pernah melafadzkan niat shalat. Ibnul Qayyim rmh menyatakan dalam Zadul-Maad "Ketika Nabi berdiri untuk shalat beliau mengucapkan "Allahu Akbar", dan tidak berkata apapun selain itu. Beliau juga tidak melafalkan niatnya dengan keras.
8. Membaca Al-Quran dalam ruku atau selama sujud. Hal ini dilarang, berdasarkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi bersabda, "saya telah dilarang untuk membaca Al-Quran selama ruku atau dalam sujud." (HR. Muslim)
9. Memandang keatas selama shalat atau melihat ke kiri dan ke kanan tanpa alasan tertentu. Rasulallah bersabda, "Cegalah orang-orang itu untuk mengangkat pandangan keatas atau biarkan pandangan mereka tidak kembali lagi". (HR. Muslim)
10. Melihat ke sekeliling tanpa ada keperluan apapun. Diriwayatkan dari Aisyah, bahwa ia berkata, "Aku berkata kepada Rasulallah tentang melihat ke sekeliling dalam shalat Beliau menjawab, "Itu adalah curian yang sengaja dibisikan setan pada umat dalam shalatnya". (HR. Bukhari)
11. Seorang wanita yang tidak menutupi kepala dan kakinya dalam shalat. Sabda Rasulallah, "Allah tidak menerima shalat wania yang sudah mencapai usia-haid, kecuali jiak dia memakai jilbab (khimar)". (HR. Ahmad)
12. Berjalan di depan orang yang shalat baik orang yang dilewati di hadapanya itu sebagai imam, maupun sedang shalat sendirian dan melangka (melewati) di antara orang selama khutbah shalat Jumat. Rasulallah bersabda, "Jika orang yang melintas didepan orang yang sedang shalat mengetahui betapa beratnya dosa baginya melakukan hal itu, maka akan lebih baik baginya untuk menunggu dalam hitungan 40 tahun dari pada berjalan didepan orang shalat itu". (HR. Bukhari dan Muslim). Adapun lewat diantara shaf orang yang sedang shalat berjamaah, maka hal itu diperbolehkan menurut jumhur bedasarkan hadits Ibnu Abbas : "Saya datang dengan naik keledai, sedang saya pada waktu itu mendekati baligh. Rasulallah sedang shalat bersama orang –orang Mina menghadap kedinding. Maka saya lewat didepan sebagian shaf, lalu turun dan saya biarkan keledai saya, maka saya masuk kedalam shaf dan tidak ada seorangpun yang mengingkari perbuatan saya". (HR. Al-Jamaah). Ibnu Abdil Barr berkata, "Hadits Ibnu Abbas ini menjadi pengkhususan dari hadits Abu Said yang berbunyi "Jika salah seorang dari kalian shalat, jangan biarkan seseorangpun lewat didepannya". (Fathul Bari: 1/572)
13. Tidak mengikuti imam (pada posisi yang sama) ketika datang terlambat baik ketika imam sedang duduk atau sujud. Sikap yang dibenarkan bagi seseorang yang memasuki masjid adalah segera mengikuti imam pada posisi bagaimanapun, baik dia sedang sujud atau yang lainnya.
14. Seseorang bermain dengan pakaian atau jam atau yang lainnya. Hal ini mengurangi kekhusyuan. Rasulallah melarang mengusap krikil selama shalat, karna dapat merusak kekhusyuan, Beliau bersabda, "Jika salah seorang dari kalian sedang shalat, cegahlah ia untuk tidak menghapus krikil sehingga ampunan datang padanya". (Hadits Shahih Riwayat Ahmad)
15. Menutup mata tanpa alasan. Hal ini makruh sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, "Menutup mata buka dari sunnah rasul". Yang terbaik adalah, jika membuka mata tidak merusak kekhusyuan shalat, maka lebih baik melakukannya. Namun jika hiasan, ornament dsn sebagainya disekitar orang yang shalat atau antara dirinya dengan kiblat mengganggu konsentrasinya, maka dipoerbolehkan menutup mata. Namun demikian pernyataan untuk melakukan hal itu dianjurkan (mustahab) pada kasus ini. Wallahu Alam.
16. Makan atau minum atau tertawa. "Para ulama berkesimpulan orang yang shalat dilarang makan dan minum. Juga ada kesepakatan diantara mereka bahwa jika seseorang melakukannya dengan sengaja maka ia harus mengulang shalatnya.
17. Mengeraskan suara hingga mengganggu orang-orang di sekitarnya. Ibnu Taimuiyah menyatakan, "Siapapun yang membaca Al-Quran dan orang lain sedang shlat sunnah, maka tidak dibenarkan baginya untuk membacanya dengan suara keras karean akan mengganggu mereka. Sebab, Nabi pernah meninggalkan sahabat-sahabatnya ketika merika shalat ashar dan Beliau bersabda, "Hai manusia setip kalian mencari pertolongan dari Robb kalian. Namun demikian, jangan berlebihan satu sama lain dengan bacaan kalian".
18. Menyela di antara orang yang sedang shalat. Perbuatan ini teralarang, karena akan mengganggu. Orang yang hendak menunaikan shalat hendaknya shalat pada tempat yang ada. Namun jika ia melihat celah yang memungkinkan baginya untuk melintas dan tidak mengganggu, maka hal ini di perbolehkan. Larangan ini lebih ditekankan pada jamaah shalat Jumat, hal ini betul-betul dilarang. Nabi bersabda tentang merka yang melintasi batas shalat, "Duduklah! Kamu mengganggu dan terlambat datang".
19. Tidak meluruskan shaf. Nabi bersabda, "Luruskan shafmu, sesungguhnya meluruskan shaf adalah bagian dari mendirikan shalat yang benar" (HR. Bukhari dan Muslim).
20. Mengangkat kaki dalam sujud. Hal ini bertentangan dengan ynag diperintahkan sebagaimana diriwayatkan dalam dua hadits shahih dari Ibnu Abbas, "Nabi telah memerintah bersujud dengan tujuh anggota tubuh dan tidak mengangkat rambur atau dahi (termasuk hidung), dua telapak tangan, dua lutut, dan dua telapak kaki." Jadi seseorang yang shalat (dalam sujud), harus dengan dua telapak kaki menyentuk lantai dan menggerakan jari-jari kaki menghadao kiblat. Tiap bagian kaki haris menyentuk lantai. Jika diangkat salah satu dari kakinya, sujudnya tidak benar. Sepanjang dia lakukanutu dalam sujud.
21. Meletakkan tangan kiri dia atas tangan kanan dan memposisikannya di leher. Hal ini berlawanan dengan sunnah karena Nabi meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan meletakkan keduanya di dada beliau. Ini hadits hasan dari beberapa sumber yang lemah di dalamya. Tapi dalam hubungannya saling menguatkan di antara satu dengan lainnya.
22. Tidak berhati-hati untuk melakukan sujud dengan tujuh angota tubuh (seperti dengan hidung, kedua telapak tangan, kedua lutuk dan jari-jari kedua telapak kaki). Rasulallah bersabda, "Jika seorang hamba sujud, maka tujuh anggota tubuh harus ikut sujud bersamanya: wajah, kedu telapak tangan kedua lutut dan kedua kaki". (HR. Muslim)
23. Menyembunyikan persendian tulang dalam shalat. Ini adala perbuatan yang tidak dibenarkan dalam shalat. Hal ini didasarkan pad sebuah hadits dengan sanad yang baik dari Shubah budak Ibnu Abbas yang berkata, "Aku shalat di samping Ibnu Abbas dan aku menyembunyikan persedianku." Selesai shalat di berkata, "Sesungguhnya kamu kehilangan ibumu!, karena menyembunyikan persendian ketika kamu shalat!".
24. Membunyikan dan mepermainkan antar jari-jari (tasbik) selama dan sebelum shalat. Rasulallah, "Jika salah seorang dari kalian wudhu dan pergi kemasjid untuk shalat, cegahlah dia memainkan tangannya karena (waktu itu) ia sudah termasuk waktu shalat." (HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi)
25. Menjadikan seseorang sebagai imam, padahal tidak pantas, dan ada orang lain yang lebih berhak. Merupakan hal yang penting, bahwa seorang imam harus memiliki pemahaman tentang agama dan mampu membaca Al-Quran dengan benar. Sebagaimana sabda Nabi "Imam bagi manusia adalah yang paling baik membaca Al-Quran" (HR. Muslim)
26. Wanita masuk ke masjid dengan mempercantik diri atau memakai harum-haruman. Nabi bersabda, "Jangan biarkan perempuan yang berbau harum menghadiri shalat isya bersama kita." (HR. Muslim)
27. Shalat dengan pakaian yang bergambar, apalagi gambar makhluk bernyawa. Termasuk pakaian yang terdapat tulisan atau sesuatu yang bisa merusak konsentrasi orang yang shalat di belakangnya.
28. Shalat dengan sarung, gamis dan celana musbil melebihi mata kaki). Banyak hadits rasulallah yang meyebutkan larangan berbuat isbal diantaranya : A. Rasulallah bersabda : sesungguhnya allah tidak menerima shalat seseorang lelaki yang memakain sarung dengan cara musbil." (HR. Abu Dawud (1/172 no. 638); B. Rasulallah bersabda : Allah tidak (akan) melihat shalat seseorang yang mengeluarkan sarungnya sampai kebawah (musbil) dengan perasaan sombong." (Shahih Ibnu Khuzaimah 1/382); C. Rasulallah bersabda : "Sarung yang melebihi kedua mata kaki, maka pelakunya di dalam neraka." (HR.Bukhari : 5887)
29. Shalat di atas pemakaman atau menghadapnya. Rasulallah bersabda, "Jangan kalian menjadikan kuburan sebagai masjid. Karena sesungguhnya aku telah melarang kalian melakukan hal itu." (HR. Muslim : 532)
30. Shalat tidak menghadap ke arah sutrah (pembatas). Nabi melarang perbuatan tersebut seraya bersabda : "Apabila salah seorang diantara kalian shalat menghadap sutrah, hendaklah ia mendekati sutahnya sehingga setan tidak dapat memutus shalatnya. (Shahih Al-Jami : 650) Inilah contoh perbuatan beliau "Apabila beliau shalat di tempat terbuka yang tidak ada seorangpun yang menutupinya, maka beliau menamcapkan tombak di depannya, lalu shalat menghadap tombak tersebut, sedang para sahabat bermakmum di belakangnya. Beliau tidak membiarkan ada sesuatu yang lewat di antara dirinya dan sutrah tresebut." Shifat Shalat Nabi karya Al-Albani (hal : 55)
Dirangkum dari "30 Kesalahan Shalat oleh Syaikh Muhammad Jibrin & Al Qaulu Mubin fi Akhthail Mushallin, Syaikh Mansyhur Hasan Salman. Dan Diterbikan Oleh Al-Amin Publising

Dikirim pada 19 Maret 2013 di Hukum


Setiap wanita adalah cantik. Dia terlahir indah dan telah menjadi fitrahnya untuk mencintai keindahan. Wanitapun juga suka melakukan banyak hal agar pesona kecantikannya semakin terpancar. Namun tahukah kita jika betapapun tingginya nilai kecantikan itu, tetap akan terasa hambar jika sebuah kecerdasan tidak diusahakan untuk dimilikinya?

Ketika seorang wanita tidak cerdas mendidik hatinya, maka siapapun pasti akan tahu bahwa tiada lagi kecantikan akhlak atasnya.

Ketika wanita tidak cerdas dalam berinteraksi dengan sesamanya, maka kecantikan tentang jati dirinya seakan diragukan oleh makhluk disekelilingnya.

Ketika kecerdasan itu tidak dia hadirkan dalam caranya berdialog atau berbicara, maka kecantikan juga dengan mudah lenyap dari dirinya, yang kemudian berganti dengan julukan penggosip dan atau perempuan kasar.

Ketika kecerdasan juga tidak ada dalam caranya berperilaku dalam kesehariannya, maka tidak akan ada pula kecantikan yang terpancar atas predikatnya sebagai seorang wanita.

Sungguh, Kecerdasan tak hanya melulu dilihat dari kuatnya daya ingatnya atas sesuatu, atau hanya tercetak dalam lembaran catatan akademis, tapi lebih pada kesadaran wanita itu sendiri untuk menampilkan dirinya sebagai wanita dengan segenap nalurinya yang memang indah dan pantas untuk dihormati.

Begitupun halnya dengan sebuah kecantikan. Kecantikan yang utama tidaklah hanya terbatas pada bagaimana caranya seorang wanita memoles muka, menuturkan bahasa dan atau menempatkan diri dalam pergaulannya. Namun kecantikan yang sesungguhnya terletak dalam cerdasnya dia menjaga diri dan kehormatannya. Yaitu, ketika seorang wanita cerdas dalam menata dirinya sesuai dengan aturan Allah subhanahu wata`ala.

Jika hal tersebut dipenuhinya, maka kecantikan yang ada padanya tidak akan menjadi santapan liar laki- laki yang hanya melihat wanita tersebut dengan nafsu. Atau dengan kata lain wanita tersebut tidak akan hanya dibutuhkan oleh lelaki sebagai obyek yang hanya dilihat, dipikat, disikat, lalu ditinggal minggat, tetapi benar benar punya kelas dan partner handal untuk diajak berdebat.

Jadi, kecantikan dan kecerdasan bukanlah dua sisi yang harus dipilih namun harus digabungkan. Hal ini karena jika dua pesona itu bergabung dalam diri wanita, tentu saja hal itu akan menjadikan makhluk indah bernama wanita, terlihat semakin indah.

Memang, di dunia ini tidak ada kata sempurna, pun demikian halnya dengan kepemilikan sebuah kecerdasan dan keindahan dalam diri wanita. Namun percayalah, bahwa wanita yang mengusahakan agar kecerdasan dan kecantikan itu selalu ada dalam dirinya, tentu saja akan memiliki nilai lebih, dan akan nyaris mendekati sempurna.

Selanjutnya, wanita seperti ini tentunya juga akan lebih mudah dipilih oleh laki- laki yang sholeh dari pada mereka yang hanya terlihat sibuk untuk tampil indah dengan rangkaian perhiasan bling bling di tubuhnya saja.

(Syahidah/voa-islam.com)

Dikirim pada 18 Maret 2013 di Hikmah


Ada dua cara utama agar hati kita bisa selalu cinta al Quran:
Meminta dan memohon kepada Allah agar hati kita selalu dekat dan cinta al Quran
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk membaca doa:
اللهم إني عبدك وابن عبدك وابن أمتك، ناصيتي بيدك، ماض فيَّ حكمك، عدل فيَّ قضاؤك، أسألك بكل اسمٍ هو لك سميت به نفسك أو أنزلته في كتابك أو علمته أحدًا من خلقك أو استأثرت به في علم الغيب عندك، أن تجعل القرآن ربيع قلبي ونور صدري وجلاء حزني وذهاب همِّي
“Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.”
(HR. Ahmad 1/391. Menurut pendapat Al-Albani, hadits tersebut adalah sahih)
Selalu membaca dan mengkaji tentang kebesaran dan keagungan al Quran. Menelaah keadaan dan sejarah orang-orang soleh terdahulu dengan al Quran. Kelezatan hidup dengan al Quran jauh lebih berharga dari kelezatan duniawi.
Membaca al Quran termasuk salah satu sebab utama bertambahnya keimanan, sebagaimana firman Allah:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal,” (QS. Al Anfaal, 2)
Sungguh al Quran memiliki pengaruh yang luar biasa dalam mengobati penyakit hati maka sudah selayaknyalah bagi kita untuk memiliki dzikir harian dari al Quran; membaca 5 juz setiap hari atau satu juz atau setengah juz atau satu halaman atau bahkan hanya setengah halaman yang penting jangan sampai ada hari di mana kita tidak membaca al Quran. Bacalah walau hanya sedikit karena sebaik-baik amal adalah yang istiqomah walau hanya sedikit.

Dikirim pada 17 Maret 2013 di Hikmah


Semua orang ingin sukses, tapi tidak semua orang berhasil sukses. Kenapa? Masalahnya cuma satu: gagal menemukan arti sukses sebenarnya.
Ada orang yang merumuskan arti sukses dengan pengertian yang sederhana. Akhirnya, ia pun merasa sudah mencapai sukses meski tanpa berbuat apa-apa. Mengalir seperti air apa adanya, begitu katanya.


Ada juga orang yang merumuskan arti sukses dengan pengertian yang rumit. Akhirnya, ia pun merasa sulit mencapai sukses, ya sudah mau bilang apa? pasrah aja, barangkali sudah takdir, begitu katanya.

Jadi, apa arti sukses sebenarnya?

Sukses adalah sebuah pencapaian. Apa yang hendak dicapai?
Sukses adalah bergerak maju mencapai tujuan. Kemana hendak dituju?
Sukses adalah mendapatkan sesuatu yang dikehendaki. Apakah itu?
Sukses adalah sebuah proses perjalanan. Tanpa mendapatkan sesuatu?
Sukses adalah memperoleh penghargaan. Dari siapa?

Jadi, apa arti sukses sebenarnya?

Mari kita bertanya kepada Yang Maha mengetahui dan Maha Bijaksana.

Dia berfirman:
لَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ ۖ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Sesungguhnya telah kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya? (QS. 21:10)

Kemuliaan = Kesuksesan, setuju kan?

Kalau begitu, mari kita membaca Alquran untuk memahami:

Apakah arti sukses?
Bagaimanakah mencapai sukses?
Siapakah orang sukses itu?
Apakah arti sukses?

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ
الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah sukses. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. 3:185)

Jadi, sukses adalah masuk surga. Terserah apa profesi kita hari ini, yang penting kita bisa masuk surga. Setuju?

Bagaimanakah cara mencapai sukses? Bagaimanakah cara masuk surga?

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ
وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ
قَرِيبٌ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: Bilakah datangnya pertolongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS. 2:214)

Sukses bukan khayalan. Sukses hanya dicapai dengan perjuangan dan pengorbanan. Berat ya? jangan khawatir, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. Allah akan menolong kita sebagaimana Allah menolong hamba-hamba-Nya yang beriman sebelum kita.

إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ
Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman pada kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat), (QS. 40:51)

Pantaskah kita mendapatkan pertolongan Allah?
Bukan soal pantas tidak pantas, yang jadi soal, apakah kita sedang berjuang mencapai sukses hingga Allah berkenan memberikan pertolongan-Nya? Siapa yang berjuang, dialah yang ditolong.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS. 47:7)

Nah, jika Allah sudah memberikan pertolongan, apakah masih terasa berat perjuangan menuju sukses sejati?

إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ ۖ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ ۗ وَعَلَى اللَّهِ
فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan kamu; dan jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat
menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaknya kepada Allah saja orang-orang mumin bertawakkal. (QS. 3:160)

Bertawakkal kepada Allah = menyerahkan segala urusan kepada Allah = menyelesaikan segala urusan dengan cara-cara Allah = caranya pakai cara Allah, ya hasilnya terserah Allah. Habis perkara.
Kalau mau pakai cara-cara sendiri, ya sudah selesaikan sendiri. Rugi ga ditanggung ya.. :-)

Jadi, bagaimana soal urusan mencapai sukses sejati, yaitu mencapai surga?
Jawabnya cuma satu: pakai cara Allah, jangan pakai cara sendiri!
Bagaimanakah cara Allah yang harus kita terapkan untuk mencapai sukses sejati?
Nah, untuk dapat menjawabnya, kita harus selesaikan pertanyaan ketiga: Siapakah orang sukses itu?

Tapi bahasannya sudah terlalu panjang ya.. bagaimana kalau di lanjut di bahasan berikut? setuju kan?

sumber: nurisfm

Dikirim pada 12 Maret 2013 di Motivasi

Mau tau kunci sukses bisnis yang sudah di jalani oleh Rasul Allah Muhammad SAW yang selama masa Hidupnya pernah mengalami masa kejayaan dan beliau adalah Seorang pebisnis Sukses. Beliau menjalani hidup sebagai pebisnis sukses selama 28 Tahun, mulai dari usia 12 tahun hingga 40 tahun. Dan selebihnya adalah masa keRasulan sebagai suri tauladan kita semua sebagai umat Muslim.

Apa saja Nilai warisan yang bisa kita Tiru dari Rasul yang bisa kita ikuti sebagai pengikutnya, Khususnya untuk seorang Hambanya yang menjadi Pengusaha sebagai Orang yang mencari Nafkah Semasa Mudanya RasulAllah ini Sudah berkenalan dengan Bisnis dari Usia Dini, Dimulai dari menggembala Kambing.

Lalu Bisnisnya ke-Level yang lebih tinggi, Pada waktu itu Beliau masih berusia 12 Tahun dan Beliau di Ajak oleh pamannyaAbu Thalib untuk berdagang di Negeri Syam. Disitulah Awalannya Nabi Muhammad SAW mengenal Bisnis secara serius, dan Menjadi Enterprenur Sejati. Hingga beliau mendapat reputasi yang sangat baik bagi penduduk Negri tersebut.



Reputasi-reputasinya adalah sebagai Orang yang Terpercaya (Al-Amin) di dalam Perdagangannya maupun di Kehidupan sehariannya. Pada usia 17 Tahun Nabi Muhammad SAW sudah di beri mandat penuh oleh pamannya untuk Berdagang dari dagangannya. Hingga usia 20 tahun beliau sudah hampir menguasai Pusat Bisnis Global di Jamannya. Kalo sekarang ( Irak, Yordania, Bahrain, Suriah, dan Yaman).



Mau, tau Rahasia-rahasia Bisnis Nabi Muhammad SAW yang Hebat Itu. Hingga sekarang Masih di Gunakan dengan Prinsip-prinsip Bisnis Modern di Dunia saat ini. Dan juga mengajarkan kita sebagai Umat Muslim untuk menjadi seorang Enterprenur Sejati dan Berakhlak Sebagai Makhluk Allah SWT. Dan menjauhkan Bisnis Kita hanya dari Keuntungan Semata (KAPITALISME)....



Ini Adalah Rahasia-rahasia berbisnis Ala Nabi Muhammad SAW :

Cara Berpikir dan BerEtika di dalam Bisnisnya :

Jujur di dalam Bisnisnya, Kejuran adalah syarat fundamental dalam berbisnis yang di lakukkan oleh RasullAllah Muhammad SAW. Beliau pernah melarang para pedagang untuk meletakkan barang Busuk/jelek di dalam dagangannya. dan beliau selalu memberikan barang sesuai dengan seadannya dan terbaik bagi Konsumennya.
Berprinsip pada nilai Illahi, Bisnis yang di lakukkan tidak terlepas dari pengawasan Tuhan. Dan menyadarkan manusia sebagai makluk Illahiyah (berTuhan).
Prinsip kebebasan Individu yang bertanggung Jawab, Bukan bisnis hasil dari Paksaan atau Riba. Yang menjerat kebebasan Individu.
Bertanggung Jawab, Bertanggung Jawab moral kepada Tuhan atas perilaku Bisnisnya maupun Orang lain/Partner Bisnisnya maupun Konsumennya.
Keadilan dan Keseimbangan, Keadilan dan keseimbangan sosial, bukan hanya keuntungan semata tetapi Kemitraan/bantu membantu di dalam bisnisnya (Win-Win-Solution)
Tidak hanya mengejar keuntungan, dan berorientasi untuk menolong orang lain, Atau WIN Win Solution.
Berniat baik di Bisnisnya, berniat baik adalah Aset Paling berharga oleh pelaku Bisnis selain untuk menjadi terbaik tapi bermanfaat bagi orang lain.
Berani mewujudkan Mimpi, RasullAllah dari seorang penggembala Kambing, berniat untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik lagi, menjadi pedagang, lalu Manager hingga beliau mewujudkan cita-citanya menjadi Owner (Pemilik perusahaan) dengan menikahi Siti Khadijah. Beliau adalah Enterprenur Cerdas.
Branding/Menjaga nama baik, RasullAllah selalu menggunakan cara ini sebagai Modal Utama, Track Record sebagai orang Terpercaya (Al Amin), Justru paling di cari dan siapapun ingin bekerja sama dengannya. Sifat inilah yang Sekarang Langka di Jaman ini,Tirulah...

Cara Merintis Bisnis :
Fokus dan Konsentrasi, RasulAllah selalu Fokus terhadap bisnis yang beliau tekuni, Tidak mengerjakan bisnis yang satu ke satunya lagi sebelum beliau menyelesaikannya...
Mempunyai Goal dan rencana yang jelas
Merintis Bisnis Dari NOL, kesuksesan beliau tidak datang dalam satu malam walaupun seorang RasullAllah, tetapi harus dimulai dari langkah-langkah kecil. Dari seorang Karyawan/Salles hingga jadi Owner. Dan semua tanpa ada praktek KKN.
Tidak Mudah Putus Asa, beliau Berkata : Janganlah kamu berdua putus asa dari rizky selama kepalamu masih bergerak. Karena manusia dilahirkan ibunya dalam keadaan merahtidak mempunyai baju, Kemudian Allah SWTmemberikan rizky kepadanya (HR.Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya)
Berusaha Menjadi Trend Center
Inovatif, Semua barang yang di Jual Rasul selalu berbeda dari kompetitornya, dengan harga murah tetapi Hight Quality.
Memahami kondisi dan analisa Pasar
Kemampuan merespon strategi Pesaingnya
Belajar menguasai pasar, Dikisahkan Ketika beliau di Mekkah para pedagang dari kaum Quraisy yang ingin menjatuhkan Bisnisnya, dengan menjatuhkan Harga dengan tidak Wajar. Tetapi beliau menerapkan Hukum Suply&Demand, beliau menyiasati dan bersabar. Hingga semua dagangan para Kompetitornya habis semua.



Rasul baru Menjual Dagangannya karena Rasul Percaya kalau jumlah Permintaan (Demand) jauh lebih tinggi dari jumlah Penawaran (Supply) di Kota itu. Tak lama kemudian Rakyat Kota tersebut membeli Barang Dagangan Rasul dengan Harga Normal, ketika rombongan Pedagang itu pulang Mekkah gempar.

Semua pedagang Rugi akibat banting harga kecuali Nabi Muhammad SAW yang untung besar. Itulah kejelian melihat, menganalisis, dan memahami Pasar. Hingga menguasai Pasar yang ada.



Mampu Memanagement Organisasi secara Efektif
Bisa menghilangkan Mental Blocking, Atau juga yang di sebut dengan Ketakutan yang Berlebihan dalam menghadapi kegagalan usaha. Rasul selalu bisa mengalahkan diri sendiri dari hal-hal Negatif (mujahadah).
Mampu menarik dan meyakinkan pemilik Modal untuk ikut serta dalam bisnis yang dilaksanakannya

Cara Menjalankan Bisnisnya :

Bekerja Sama (bersinergi), Beliau bersabda "Keberkahan sesungguhnya berada dalam Jamaah. Dan, tangan Allah sesungguhnya bersama Jamaah"
Kerja Pintar, Kreatif dan Visioner
Menerapkan kesepakatan Win-Win-Solution (Saling menguntungkan, dan tidak ada yang dirugikan)
Bekerja dengan Prioritas
Tidak melakukan Monopoli
Selalu berusaha dan Tawakal
Tepat Waktu
Berani ambil Resiko
Tidak menimbun barang dagangan (ihtikar), Rasul melarang Keras pelaku Bisnis dan menyimpan barang pada massa tertentu, hanya untuk keuntungan semata. Rasul bersabda bahwa pedagang yang mau menjual barang dagangannya dengan spontan akan di beri kemudahan. Tapi penjual yang sering menimbun dagangannya akan mendapat kesusahan (Dalam HR Ibnu Majah dan Thusiy).
Profesional di Bisnis yang Di kelolannya
Selalu Bersyukur di Segala Kondisi
Berusaha dengan Mandiri, Tekun dan Tawakal
Menjaga nilai-nilai harga diri, kehormatan, dan kemuliaan dalam proses interaksi bisnis
Melakukan bisnis berdasarkan Cinta (Passion).
Tidak MenZhalimi (Merugikan Orang lain)
Rajin Bersedekah

Cara memasarkan Produk :

Memasarkan Produk yang Halal dan Suci
Tidak melakukan Sumpah Palsu,
Tidak merpura-pura menawar dengan harga tinggi, Agar orang lain tertarik
Melakukan timbangan dengan benar
Tidak menjelekkan bisnis Orang lain, Beliau bersabda " Janganlah seseorang di antara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual oleh orang lain" (HR. Muttafaq ‘alaih)
Pintar beriklan/Promosi, Rasul hafal betul dimana ada Bazaar di suatu tempat tertentu. Sehingga makin banyak orang mengenal beliau dan barang dagangannya.
Transparansi (keterbukaan), Beliau bersabda "Tidak dibenarkan seorang Muslimin menjual satu-satu jualannya yang mempunyai aib, sebelum dia menjelaskan aibnya" (HR. Al-Quzuwaini)
Mengutamakan pelanggan (Customer Satisfaction)
Networking (Jejaring) di wilayah lain
Cakap dalam berkomunikasi dan bernegosiasi (tabligh)
Tidak mengambil Untung yang berlebihan
Mengutamakan penawar pertama
Menawar dengan harga yang di inginkan
Melakukan perniagaan sepagi mungkin, RasulAllah mendoakan orang-orang yang pagi-pagi dalam bekerja. "Ya Allah, berkahilah umatku dalam berpagi-paginya mereka" (HR.Shahr Al Ghamidi)
Menjaga Kepercayaan pelanggan
Mewujudkan Win-Win Solution
Barang Niaga harus bermutu, Murah, Bermanfaat, Mutakhir dan Berkualitas
Kemudahan dalam hal transaksi dan pelayanan
Menentukan Harga dengan jelas ketika akad (Deal)
Cara berhubungan dengan Karyawan :

Berbagi perhatian kepada karyawan, Tidak memilih-milih karyawan Istimewa semua sama.
Bermitra Bisnis, Karyawan dan Majikan seperti hubungan kekeluargan yang kental. Bukan seperti Tuan dan Budak.
Memberi gaji yang Cukup kepada Karyawannya
Memberi gaji tepat Waktu kepada Karyawannya, Sebelum keringat karyawan kering
Tidak membebani Karyawan dengan tugas diluar kemampuannya
Karyawan di Wajibkan kerja sungguh-sungguh dengan seluruh kekuatannya
Sering memberikan Bonus-bonus tambahan di luar gaji pokok
Contoh di Atas adalah sebagian kecil dari sifat-sifat Suri tauladan Rasul Allah Muhammad SAW yang bisa kita Contoh dalam membangun Kerajaan Bisnis Kita, jauh lebih Sukses, berakhlak dan membantu terhadap sesamanya.



Sumber: Lembaga Dakwah Islam Indonesia



Dikirim pada 12 Maret 2013 di Ekonomi


Cerdasnya orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat, yang sekejap untuk hidup yang panjang. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati,tapi mati itulah untuk hidup.
Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT.

Mati bukanlah cerita dalam akhir hidup,tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.

Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:

1, Tahajjud

karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.

2, membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari

Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.

3, Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu shubuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.

4, jaga shalat Dhuha karena kunci rezeki terletak pada shalat dhuha.

5. jaga sedekah setiap hari.

Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekahsetiap hari.

6 jaga wudhu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah”.

7, amalkan istighfar setiap saat.

Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

Dzikir, kata Arifin Ilham, adalah bukti syukur kita kepada Allah. Bila kita kurang bersyukur, maka kita kurang berdzikir pula, oleh karena itu setiap waktu harus selalu ada penghayatan dalam melaksanakan ibadah dan ibadah ajaran Islam lainnya.

“Dzikir merupakanmakanan rohani yang paling bergizi,” katanya, dan dengan dzikir berbagai kejahatan seperti narkoba, KKN, danlainnya dapat ditangkal sehingga jauhlah umat manusia dari sifat-sifat hewani yang berpangkal pada materialisme dan hedonisme..

Dikirim pada 11 Maret 2013 di Hukum
11 Mar


NAFSU DAN TABI’ATNYA ADA 7 MACAM :

1. Nafsu Ammaroh . Letaknya di bagian dada agak sebelah kiri. Tabiatnya senang
berlebih-lebihan, royal, hura-hura, serakah, dengki, dendam, iri, membenci orang, tidak
tahu kewajiban, sombong, tinggi hati, senang nurutin sahwat, suka marah-marah dan
akhirnya gelap tidak mengetahui Tuhannya.
2. Nafsu Lawwamah . Letaknya ada di dalam hati sanubari di bawah susu yang kiri kira-
kira dua jari. Tabiatnya acuh, senang memuji diri, pamer, senang mencari aibnya orang
lain, senang menganiaya, berdusta, pura-pura tidak tahu kewajiban.

3. Nafsu Mulhimah . Tempatnya kira-kira dua jari ke arah susu yang kanan dari tengah
dada. Tabiatnya suka memberi, sederhana, menerima apa adanya, belas kasih, lemah
lembut, merendahkan diri, taubat, sabar dan tahan menghadapi kesulitan serta siap
menanggung betapa berat dan lelahnya melaksakan kewajiban.

4. Nafsu Muthmainnah. Tempatnya di dalam rasa kira-kira dua jari ke arah susu kiri dari
tengah-tengah dada. Tabiatnya senang bersedekah, tawakkal, senang ibadah, senang
bersyukur kepada Tuhan, ridha kepada hukum ketentuan Allah dan takut kepada Allah.

5. Nafsu Radhiyah . Tempatnya di dalam hati nurani dan di seluruh jasad. Tabiatnya
pribadi yang mulia, zuhud, lkhlas, waro, riyadhah, dan menepati janji.

6. Nafsu Mardhiyah . Tempatnya di alam yang samar, mengarah kira-kira dua jari
ketengah dada. Tabiatnya bagusnya budi pekerti, bersih dari segala dosa, senang
mengajak dan memberi nasehat kepada semua makhluk.

7. Nafsu Kamilah.g Tempatnya di alam yang sangat samar. Mengarah di kedalaman dada
yang paling dalam. Tabiatnya: Ilmu-yakin, Ainul-yakin dan Haqqul-yakin.



Dikirim pada 11 Maret 2013 di Hikmah


Meskipun kebiasaan ini sudah mulai ditinggalkan sebagian orang, namun ada baiknya budaya bangun pagi terus digiatkan. Hal ini karena kebiasaan tersebut memiliki banyak manfaat baik seperti berikut ini.
①. PERUBAHAN POLA PIKIR.
Ketika kita membiasakan tidur tepat waktu dan bangun pagi, kita memulai kedisiplinan ala jaman orang tua kita. Orang dahulu lebih tangguh dan sukses karena membiasakan diri bangun pagi untuk mengawali hari. Mereka adalah tipe orang yang akan selalu siap menghadapi tantangan.

②. LEBIH RELIGIUS.

Pergantian petang menjadi hari yang cerah akan menjadi hal yang disyukuri oleh semua orang. Orang² yang menikmati momen munculnya matahari pagi biasanya akan memiliki spirit yang menyejukkan. Anda bisa berdoa dan melakukan kegiatan religius lainnya di pagi hari.

③. HIDUP LEBIH SEHAT.

Orang yang begadang dan bangun siang, memiliki kecenderungan pankreas yang kurang sehat. Tubuh kita memiliki jam di mana mereka memperbaharui diri, oleh karena itu, tidur tepat waktu dan bangun pagi dapat membuat kita lebih sehat dan minim stres.

④. TIPE PASANGAN IDAMAN.

Ups, ini yang paling menyenangkan nih. Orang yang senang bangun pagi itu pada umumnya disukai karena dianggap memiliki tanggung jawab dalam menjalani hidupnya. Orang yang bangun pagi terkesan rajin sehingga sering menjadi salah satu nilai plus untuk jadi pasangan idaman.

⑤. LEBIH PUNYA BANYAK WAKTU.

Dibanding orang yang tidur larut dan bangun siang, mereka yang bangun pagi lebih punya banyak waktu untuk melakukan hal² yang bermakna. Karena orang pada umumnya tidak selalu beraktivitas di dini hari. Biasanya orang seperti ini punya gaya hidup teratur dan bahagia.

Itulah beberapa manfaat baik bangun pagi.



sumber : facebook

Dikirim pada 05 Maret 2013 di Hikmah
05 Mar


Tahukah kalian syarat diterimanya ibadah adalah rasa ikhlas sebagaimana diterangkan dalam ayat Al Qur`an (QS. Az Zumar: 65)," Jika kamu mempersekutukan (Rabb), niscaya akan hapuslah amalmu."

Dengan ikhlas kita tidak akan tersesat ke jalan yang tidak diridhoi Allah, dengan ikhlas pula kita tidak akan menjadi orang yang riya’ atau sombong, karena sombong itu merupakan sifatnya setan.

Syaitan berkata,” Ya Tuhanku, oleh karena Engkau telah menetapkanku sesat, sungguh akan kuusahakan agar anak manusia memandang indah segala yang tampak di bumi dan aku akan sesatkan mereka semua. Kecuali hamba-hambaMu dari antara mereka yang ikhlas(Al-Hijr: 39-40).

Seseorang yang ikhlas ibarat orang yang sedang membersihkan beras dari kerikil-kerikil dan batu-batu kecil di sekitar beras. Maka, beras yang dimasak menjadi nikmat dimakan. Tetapi jika beras itu masih kotor, ketika nasi dikunyah akan tergigit kerikil dan batu kecil. Demikianlah keikhlasan, menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak membuat lelah, dan segala pengorbanan tidak terasa berat. Sebaliknya, amal yang dilakukan dengan riya’ akan menyebabkan amal tidak nikmat. Pelakunya akan mudah menyerah dan selalu kecewa.Tetapi banyak dari kita yang beribadah tidak berlandaskan rasa ikhlas kepada Allah SWT, melainkan dengan sikap riya’ atau sombong supaya mendapat pujian dari orang lain. Hal inilah yang dapat menyebabkan ibadah kita tidak diterima oleh Allah SWT.
Arti Dari Ikhlas
Secara bahasa, Ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih dari kotoran. Sedangkan secara istilah, Ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain.
Oleh karena itu, bagi seorang muslim sejati makna ikhlas adalah ketika ia mengarahkan seluruh perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya untuk Allah, mengharap ridha-Nya, dan kebaikan pahala-Nya tanpa melihat pada kekayaan dunia, tampilan, kedudukan, kemajuan atau kemunduran. Dengan demikian Si Muslim tersebut menjadi tentara fikrah dan akidah, bukan tentara dunia dan kepentingan. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku.” Dan yang berkarakter seperti itulah yang mempunyai semboyan “Allahu Ghayaatunaa”, yang artinya Allah adalah tujuan kami, dalam segala aktivitas dalam mengisi kehidupan.
Kedudukan Ikhlas
Rasulullah SAW. Pernah bersabda, “ Ikhlaslah dalam beragama, cukup bagimu amal yang sedikit.” Dalam hadist lain Rasulullah SAW. bersabda,“ Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya.”
Imam Syafi’i pernah memberi nasihat kepada seorang temannya,“ Wahai Abu Musa, jika engkau berijtihad dengan sebenar-benar kesungguhan untuk membuat seluruh manusia ridha (suka), maka itu tidak akan terjadi. Jika demikian, maka ikhlaskan amalmu dan niatmu karena Allah Azza wa Jalla.”
Karena itu tak heran jika Ibnul Qoyyim memberi perumpamaan seperti ini,“ Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat.” Dalam kesempatan lain beliau berkata,“ Jika ilmu bermanfaat tanpa amal, maka tidak mungkin Allah mencela para pendeta ahli Kitab. Jika ilmu bermanfaat tanpa keikhlasan, maka tidak mungkin Allah mencela orang-orang munafik.”
Dari beberapa contoh hadist di atas menunjukkan bahwa ikhlas itu memang sangat penting bagi umat muslim dalam melaksanakan ibadah, karena tanpa rasa ikhlas dan hanya mengharap ridho dari Allah SWT ibadah kita tidak akan diterima oleh Allah.
Ciri-Ciri Orang Ikhlas
1. Terjaga dari segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT, baik sedang bersama dengan manusia atau sendiri. Disebutkan dalam hadits,“ Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.” (HR Ibnu Majah)
2. Senantiasa beramal di jalan Allah SWT baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang orang lain, baik ada pujian ataupun celaan. Ali bin Abi Thalib r.a. berkata,“ Orang yang riya memiliki beberapa ciri; malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.”
3. Selalu menerima apa adanya yang diberikan oleh Allah SWT dan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

4. Mudah memaafkan kesalahan orang lain.
Pengelompokan Ikhlas
1. Iklhas Mubtadi’ : Yakni orang yang beramal karena Allah, tetapi di dalam hatinya terbesit keinginan pada dunia. Ibadahnya dilakukan hanya untuk menghilangkan kesulitan dan kebingunan. Ia melaksanakan shalat tahajud dan bersedekah karena ingin usahanya berhasil. Ciri orang yang mubtadi’ bisa terlihat dari cara dia beribadah. Orang yang hanya beribadah ketika sedang butuh biasanya ia tidak akan istiqamah. Ia beribadah ketika ada kebutuhan. Jika kebutuhannya sudah terpenuhi, ibadahnyapun akan berhenti.
2. Ikhlas Abid : Yakni orang yang beramal karena Allah dan hatinya bersih dari riya’ serta keinginan dunia. Ibadahnya dilakukan hanya karena Allah dan demi meraih kebahagiaan akhirat, menggapai surga, takut neraka, dengan dibarengi keyakinan bahwa amal ini bisa menyelamatkan dirinya dari siksaan api neraka. Ibadah seorang abid ini cenderung berkesinambungan, tetapi ia tidak mengetahui mana yang harus dilakukan dengan segera (mudhayyaq) dan mana yang bisa diakhirkan (muwassa’), serta mana yang penting dan lebih penting. Ia menganggap semua ibadah itu adalah sama.
3. Ikhlas Muhibb : Yakni orang yang beribadah hanya karena Allah, bukan ingin surga atau takut neraka. Semuanya dilakukan karena bakti dan memenuhi perintah dan mengagungkan-Nya.
4. Ikhlas Arif, yaitu orang yang dalam ibadahnya memiliki perasaan bahwa ia digerakkan Allah. Ia merasa bahwa yang beribadah itu bukanlah dirinya. Ia hanya menyaksikan ia sedang digerakkan Allah karena memiliki keyakinan bahwa tidak memiliki daya dan upaya melaksanakan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan. Semuanya berjalan atas kehendak Allah.
Manfaat dan Keutamaan Ikhlas
1. Membuat hidup menjadi tenang dan tenteram
2. Amal ibadahnya akan diterima oleh Allah SWT.
3. Dibukanya pintu ampunan dan dihapuskannya dosa serta dijauhkan dari api neraka.
4. Diangkatnya derajat dan martabat oleh Allah SWT.
5. Doa kita akan diijabah.
6. Dekat dengan pertolongan Allah.
7. Mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.
8. Akan mendapatkan naungan dari Allah SWT di hari kiamat.
9. Allah SWT akan memberi hidayah (petunjuk) sehingga tidak tersesat ke jalan yang salah.
10. Allah akan membangunkan sebuah rumah untuk orang-orang yang ikhlas dalam membangun masjid
11. Mudah dalam memaafkan kesalahan orang lain
12. Dapat memiliki sifat zuhud (menerima dengan apa adanya yang diberikan oleh Allah SWT)
Cara Mencapai Ikhlas
Cara agar kita dapat mancapai rasa ikhlas adalah dengan mengosongkan pikiran dissat kita sedang beribadah kepada Allah SWT. Kita hanya memikirkan Allah, shalat untuk Allah, zikir untuk Allah, semua amal yang kita lakukan hanya untuk Allah. Lupakan semua urusan duniawi, kita hanya tertuju pada Allah. Jangan munculkan ras riya’ atau sombong di dalam diri kita karena kita tidak berdaya di hadapan Allah SWT. Rasakanlah Allah berada di hadapan kita dan sedang menyaksikan kita. Insya Allah dengan cara di atas anda dapat mencapai ikhlas. Dan jangan lupa untuk berdoa memohon kepada Allah SWT agar kita dapat beribadah secara ikhlas untuk-Nya, sebagaimana do’ a Nabi Ibrahim a.s,” Sesungguhnya jika Rabb-ku tidak memberi hidayah kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat.” (QS. al An`aam: 77).

Dikirim pada 05 Maret 2013 di Hikmah


Bismillahirrahmanirrahim ,,,
Sebaik-baiknya rancangan..
Tiada yang dapat menandingi kesempurnaan rancangan_Nya.
Sebaik-baiknya pilihan..
Tiada yang dapat menandingi kesempurnaan pilihan_Nya.
Ketika dua hati telah digariskan untuk bersatu.
Sejauh apapun jarak tempat tinggal mereka.
Sesulit apapun rintangan yang menghalangi mereka.
Sebesar apapun perbedaan diantara mereka.
Sekuat apapun usaha mereka untuk menghindarinya.
Pada akhirnya mereka akan bersatu juga.
Selalu ada penyebab untuk menjadikan mereka bertemu.
Selalu ada suatu kejadian yang akan membuat mereka saling mendekat.
Hingga pada akhirnya mereka dpersatukan dalam sebuah ikatan suci.
Akan tetapi sebaliknya..
Ketika dua hati telah ditakdirkan untuk tidak bersatu.
Sedekat apapun jarak tempat tinggal mereka.
Semudah apapun langkah mereka untuk bisa bersatu.
Sekuat apapun perasaan yang telah ada dalam hati mereka berdua.
Sesering apapun hubungan yang terjalin diantara mereka sebelumnya.
Pada akhirnya mereka akan terpisah juga.
Selalu ada penyebab yang membuat mereka saling menjauh.
Selalu ada kejadian yang membuat mereka saling tidak menyukai.
Selalu ada sesuatu yang membuat mereka menyadari bahwa dia bukan pilihan yang terbaik.
Itulah rahasia jodoh yang tak akan pernah lepas dari campur tangan_Nya.
Percayalah bahwa rencana_Nya adalah yang terbaik bagi kita.
Rancangan_Nya adalah sebaik-baiknya rancangan untuk kita.
Ketika kita tidak mendapatkan suatu hal yang kita inginkan.
Bukan berarti bahwa kita tidak pantas untuk memilikinya.
Akan tetapi justru sebaliknya.
Kiita pantas untuk mendapatkan seseorang yang lebih baik menurut pilihan_Nya.

sumber: facebook sebelum halal bagiku

Dikirim pada 03 Maret 2013 di Cinta


Bismillahirrahmanirrahim,

Allah Ta’ala berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.” (Aali ‘Imraan:200)

Dan Allah Ta’ala berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأَمْوَالِ وَالأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:155)

Dan Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar:10)
Dan Allah Ta’ala berfirman:

وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الأُمُورِ

“Tetapi orang yang bersabar dan mema`afkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (Asy-Syuuraa:43)

Dan Allah Ta’ala berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:153)

Dan Allah Ta’ala berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kalian.” (Muhammad:31)

Dan ayat-ayat yang memerintahkan sabar dan menerangkan keutamaannya sangat banyak dan dikenal.

Pengertian dan Jenis-jenis Sabar

Ash-Shabr (sabar) secara bahasa artinya al-habsu (menahan), dan diantara yang menunjukkan pengertiannya secara bahasa adalah ucapan: “qutila shabran” yaitu dia terbunuh dalam keadaan ditahan dan ditawan. Sedangkan secara syari’at adalah menahan diri atas tiga perkara: yang pertama: (sabar) dalam mentaati Allah, yang kedua: (sabar) dari hal-hal yang Allah haramkan, dan yang ketiga: (sabar) terhadap taqdir Allah yang menyakitkan.

Inilah macam-macam sabar yang telah disebutkan oleh para ‘ulama.

Jenis sabar yang pertama: yaitu hendaknya manusia bersabar terhadap ketaatan kepada Allah, karena sesungguhnya ketaatan itu adalah sesuatu yang berat bagi jiwa dan sulit bagi manusia. Memang demikianlah kadang-kadang ketaatan itu menjadi berat atas badan sehingga seseorang merasakan adanya sesuatu dari kelemahan dan keletihan ketika melaksanakannya. Demikian juga padanya ada masyaqqah (sesuatu yang berat) dari sisi harta seperti masalah zakat dan masalah haji.

Yang penting, bahwasanya ketaatan-ketaatan itu padanya ada sesuatu dari masyaqqah bagi jiwa dan badan, sehingga butuh kepada kesabaran dan kesiapan menanggung bebannya, Allah berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.” (Aali ‘Imraan:200)

Allah juga berfirman
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاَةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” (Thaahaa:132)

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْءَانَ تَنْزِيلاً(23) فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur. Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu.” (Al-Insaan:23-24)

Ayat ini menerangkan tentang sabar dalam melaksanakan perintah-perintah, karena sesungguhnya Al-Qur`an itu turun kepadanya agar beliau (Rasulullah) menyampaikannya (kepada manusia), maka jadilah beliau orang yang diperintahkan untuk bersabar dalam melaksanakan ketaatan.

Dan Allah Ta’ala berfirman:
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya.” (Al-Kahfi:28)
Ini adalah sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah.

Jenis sabar yang kedua: yaitu bersabar dari hal-hal yang Allah haramkan sehingga seseorang menahan jiwanya dari apa-apa yang Allah haramkan kepadanya, karena sesungguhnya jiwa yang cenderung kepada kejelekan itu akan menyeru kepada kejelekan, maka manusia perlu untuk mengekang dan mengendalikan dirinya, seperti berdusta, menipu dalam bermuamalah, memakan harta dengan cara yang bathil, dengan riba dan yang lainnya, berbuat zina, minum khamr, mencuri dan lain-lainnya dari kemaksiatan-kemaksiatan yang sangat banyak.

Maka kita harus menahan diri kita dari hal-hal tadi jangan sampai mengerjakannya dan ini tentunya perlu kesabaran dan butuh pengendalian jiwa dan hawa nafsu.

Diantara contoh dari jenis sabar yang kedua ini adalah sabarnya Nabi Yusuf ‘alaihis salaam dari ajakan istrinya Al-’Aziiz (raja Mesir) ketika dia mengajak (zina) kepadanya di tempat milik dia, yang padanya ada kemuliaan dan kekuatan serta kekuasaan atas Nabi Yusuf, dan bersamaan dengan itu Nabi Yusuf bersabar dan berkata:
قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ وَإِلاَّ تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ

“Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (Yuusuf:33)

Maka ini adalah kesabaran dari kemaksiatan kepada Allah.

Jenis sabar yang ketiga: yaitu sabar terhadap taqdir Allah yang menyakitkan (menurut pandangan manusia).

Karena sesungguhnya taqdir Allah ‘Azza wa Jalla terhadap manusia itu ada yang bersifat menyenangkan dan ada yang bersifat menyakitkan.

Taqdir yang bersifat menyenangkan; maka butuh rasa syukur, sedangkan syukur itu sendiri termasuk dari ketaatan, sehingga sabar baginya termasuk dari jenis yang pertama (yaitu sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah). Adapun taqdir yang bersifat menyakitkan; yaitu yang tidak menyenangkan manusia, seperti seseorang yang diuji pada badannya dengan adanya rasa sakit atau yang lainnya, diuji pada hartanya –yaitu kehilangan harta-, diuji pada keluarganya dengan kehilangan salah seorang keluarganya ataupun yang lainnya dan diuji di masyarakatnya dengan difitnah, direndahkan ataupun yang sejenisnya.

Yang penting bahwasanya macam-macam ujian itu sangat banyak yang butuh akan adanya kesabaran dan kesiapan menanggung bebannya, maka seseorang harus menahan jiwanya dari apa-apa yang diharamkan kepadanya dari menampakkan keluh kesah dengan lisan atau dengan hati atau dengan anggota badan.

Allah berfirman:
فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ

“Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu.” (Al-Insaan:24)



forgiveness Allah

Dikirim pada 26 Februari 2013 di Hikmah
26 Feb


Ketika dirimu gelisah. Sentuhlah hatimu dengan lantunan ayat-ayat cinta dalam kitab-Nya
Ketika kau lemah & tak Berdaya. Rangkum kembali makna-makna kebersamaan, bersama saudara-saudaramu agar saling menguatkan. Ketika kau lelah dan mulai putus asa. Maka Allah swt akan tersenyum padamu yakinlah tiada usaha halal yg sia-sia.
Ketika peluh & kerja tak dihargai maka saat itu kita sedang belajar tentang ketulusan. Ketika usaha keras kita dinilai sia-sia oleh orang lain Maka saat itu kita sedang memaknai keikhlasan.

Ketika hati terluka dalam karena tuduhan atas hal yang tak pernah kita lakukan maka saat itu kita sedang belajar tentang memaafkan. Ketika lelah mendera & kecewa menerpa maka saat itu kita sedang belajar memaknai tentang arti kesungguhan.

Ketika sepi menyergap & sendiri membulat dalam keramaian maka saat itu kita sedang memberi makna tentang ketangguhan. Ketika kita harus membayar biaya yang sebenarnya tak perlu kita tanggung, maka saat itu kita sedang belajar tentang kemurahhatian.

Bersama kesulitan ada kemudahan. Jangan pernah merugikan & menyakiti org lain. Allah maha meliihat & mendengar rintihan hatimu: BERDOALAH.

Dikirim pada 26 Februari 2013 di Muhasabah


Berkata Abu Hurairah r.a : bahwa Nabi saw telah bersabda: ”Ada tujuh kelompok yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindungan-Nya. Mereka adalah pemimpin yang adil, anak muda yang senantiasa beribadah kepada Allah Azza wa Jalla,seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: “Sungguh aku takut kepada Allah”, seseorang yang mengeluarkan shadaqah lantas di-sembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya, dan seseorang yang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi kemudian ia mencucurkan air mata”. (H.R.Bukhary – Muslim)

Hadits ini menjelaskan bahwa pada hari kiamat ada tujuh tipe atau golongan manusia yang akan mendapatkan perlindungan Allah swt., yaitu :

1. Pemimpin yang adil

Menjadi pemimpin yang adil itu tidaklah mudah, butuh pengorbanan pikiran, perasaan, harta, bahkan jiwa. Dalam ajaran Islam, kepemimpinan bukanlah fasilitas namun amanah. Kalau kita menganggap kepemimpinan atau jabatan itu sebagai fasilitas, kemungkinan besar kita akan memanfaatkan kepemimpinan itu sebagai sarana memperkaya diri tanpa menghiraukan aspek halal atau haram.

Sebaliknya, kalau kita menganggap kepemimpinan atau jabatan itu sebagai amanah, kita akan melaksanakan kepemimpinan itu dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab. Nah, untuk melaksanakan kepemimpinan dengan cara yang amanah itu tidaklah mudah, Karena itu logis kalau kita menjadi pemimpin yang adil, Allah akan memberi perlindungan di akhirat kelak.

2. Anak muda yang saleh

Masa muda adalah masa keemasan karena kondisi fisik masih prima. Namun diakui bahwa ujian pada masa muda itu sangat beragam dan dahsyat. Oleh sebab itu, apabila ada anak muda yang mampu melewati masa keemasannya dengan taqarrub (mendekatkan) diri kepada-Nya, menjauhkan diri dari berbagai kemaksiatan, serta mampu mengendalikan nafsu syahwatnya, Allah akan memberikan perlindungan-Nya pada hari kiamat. Ini merupakan imbalan dan penghargaan yang Allah berikan kepada anak-anak muda yang saleh.

3. Orang yang hatinya terikat pada mesjid

Kalimat “seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid” seperti yang disebutkan hadits di atas, paling tidak menunjukkan dua pengertian. Pengertian pertama, orang-orang yang kapan dan di manapun berada selalu ingin memakmurkan tempat ibadah. Pengertian kedua, orang-orang yang tidak pernah melalaikan ibadah di tengah kesibukan apapun yang dijalaninya.

4. Bersahabat karena Allah

Poin ini terambil dari kalimat “dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah”. Bersahabat karena Allah swt. maksudnya kita mencintai seseorang atau membencinya bukan karena faktor harta, kedudukan, atau hal-hal lain yang bersifat material, namun murni semata-mata karena Allah swt.

Kalau sahabat kita berbuat baik, kita mendukungnya, dan kalau berbuat salah kita mengingatkannya, bahkan kita berani meninggalkannya kalau sekiranya sahabat tersebut akan menjerumuskan kita pada gelimang dosa dan maksiat. Inilah yang dimaksud dengan persahabatan karena Allah.

5. Mampu menghadapi godaan lawan jenis “

Seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: “Sungguh aku takut kepada Allah.” Kalimat ini menggambarkan bahwa kalau kita mampu menghadapi godaan syahwat dari lawan jenis, maka kita akan mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat.

Di sini digambarkan seorang laki-laki yang digoda wanita bangsawan nan rupawan tapi dia menolak ajakannya bukan karena tidak selera kepada wanita itu, namun karena takut kepada Allah. Jadi, rasa takut kepada Allahlah yang menjadi benteng laki-laki tersebut, sehingga tidak terjerembab pada perbuatan maksiat. Karena itu Allah memberikan penghargaan pada hari kiamat dengan memberikan pertolongan-Nya. Di sini diumpamakan laki-laki yang digoda wanita, namun sangat mungkin wanita pun digoda laki-laki.

6. Ihklas dalam beramal “

Seseorang yang mengeluarkan sedekah lantas disembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya.” Ini gambaran keihlasan dalam beramal. Saking ihklasnya dalam beramal sampai-sampai tangan kiri pun tidak tahu apa yang diinfakkan atau disumbangkan oleh tangan kanannya. Pertanyaannya, bolehkah kita bersedekah sambil diketahui orang lain, bahkan nama kita dipampang di koran?

Boleh saja, asalkan benar-benar kita niatkan karena Allah swt., bukan karena cari popularitas. Perhatikan ayat berikut, ” Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikannya itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S.Al-Baqarah 2: 271)

7. Zikir kepada Allah dengan khusyu

Seseorang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi, kemudian ia mencucurkan air mata. ”Zikir artinya mengingat Allah. Kalau seseorang berdo’a dengan khusyu hingga tak terasa air mata menetes karena sangat nikmat berzikir dan munajat kepada-Nya, maka Allah akan memberikan pertolongan kepadanya pada hari kiamat kelak.

Wallahualam bishshawab.

Dikirim pada 26 Februari 2013 di Muhasabah
26 Feb


Bismillahirrahmanirrahim,
Istiqomah adalah anonim dari thughyan (penyeimbang atau melampaui batas). Ia bisa berarti berdiri tegak di suatu tempat tanpa pernah bergeser, karena akar kata istiqomah dari kata “qooma” yang berarti berdiri. Maka secara etimologi, istiqomah berarti tegak lurus. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, istiqomah diartikan sebagai sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen.

Dalil-dalil dan Dasar Istiqomah “Maka tetaplah (istiqomah) kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. 11:112).

Juga dalam ayat lain disebutkan, “Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Tuhan) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. 41: 31-32)

“Sesunguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni- penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. 46: 13-14)

Ayat diatas menggambarkan urgensi istiqomah setelah beriman dan pahala besar yang dijanjikan Allah SWT seperti hilangnya rasa takut, sirnanya kesedihan dan surga bagi hamba-hamba Allah yang senantiasa memperjuangkan nilai-nilai keimanan dalam setiap kondisi atau situasi apapun.

Hal ini dikuatkan hadits Nabi berikut ini. “Aku berkata: “Wahai Rasulullah katakanlah kepadaku satu perkataan DALAM Islam yang aku tidak akan bertanya kepada seorang pun selain engkau. Beliau bersabda: “Katakanlah, `Aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqomahlah (jangan menyimpang).” (HR. Muslim dari Abu’ Amarah Sufyan bin Abdullah)

Faktor-Faktor yang Melahirkan Istiqomah Ibnu Qayyim dalam “Madaarijus Salikiin” menjelaskan bahwa ada lima faktor yang mampu melahirkan istiqomah dalam jiwa seseorang sebagaimana berikut:

1. Beramal dan melakukan optimalisasi

“Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar- benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (al-Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atau segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS. 22:78)

2. Berlaku moderat antara tindakan melampaui batas dan menyia-nyiakan

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. 25:67)

Rasulullah SAW bersabda kepada Abdullah bin Amr bin Al-Ash: “Wahai Abdullah bin Amr, sesungguhnya setiap orang yang beramal memiliki puncaknya dan setiap puncak akan mengalami kefuturan (keloyoan). Maka barangsiapa yang pada masa futurnya (kembali) kepada bid’ah, maka ia akan merugi” (HR. Iman Ahmad dari sahabat Anshor)

3. Tidak melampaui batas yang telah digariskan ilmu pengetahuannya

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya.” (QS. 17:36)

4. Tidak menyandarkan pada faktor kontemporal, melainkan bersandar pada sesuatu yang jelas – ikhlas

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam(menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan meunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (QS. 98:5)

5. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW bersabda: “Siapa diantara kalian yang masih hidup sesudahku maka dia pasti akan melihat perbedaan yang keras, maka hendaklah kalian mengikuti sunnahku dan sunnah para Khalifah Rasyidin (yang lurus), gigitlah ia dengan gigi taringmu.” (Abu Daud dari Al- Irbadi bin Sariah)

Imam Sufyan berkata: “Tidak diterima suatu perkataan kecuali bila ia disertai amal, dan tidaklah lurus perkataan dan amal kecuali dengan niat, dan tidaklah lurus perkataan, amal dan niat kecuali bila sesuai dengan sunnah.”



Sumber : forgiveness Allah

Dikirim pada 26 Februari 2013 di Hikmah




Ta’aruf diartikan sebagai perkenalan. Namun dalam praktek sehari-hari ada yang menggunakan kata taaruf sebagai suatu proses sebelum ikhwan dan akhwat menjalani pernikahan. Dalam taaruf, mereka saling mengenalkan keadaan diri masing-masing, bila cocok bisa dilanjutkan ke proses khitbah dan bila tidak maka proses akan dihentikan. Mungkin seperti itu secara sederhananya, walaupun pada prakteknya bisa begitu rumit dan kompleks.

Pacaran adalah suatu hubungan dekat yang dibuat oleh 2 orang (biasanya lawan jenis) tanpa ada ikatan resmi. Biasanya pacaran dilakukan karena adanya rasa saling suka. Dalam pacaran kadang disertai aktivitas yang terlalu intim dan dilarang agama, namun ada juga yang masih bisa menjaga dirinya masing2. Dalam hubungan pacaran, bisa jadi ada rencana pernikahan, namun kebanyakan belum memikirkan ke arah pernikahan. Dan bagi yang memikirkan pernikahan pun ada yang mau nikah dalam waktu dekat dan ada yang masih lama rencana nikahnya. Namun, persepsi umum dari pacaran adalah aktivitas intim (kedekatan) yang dilakukan 2 orang yang masih belum resmi menjadi suamu istri. Kedekatan itu bisa kedekatan secara fisik dan bisa jadi kedekatan komunikasi.

Banyak orang-orang yang berniat ta’aruf namun dalam prakteknya mereka berbuat aktivitas seperti layaknya orang pacaran. Sehingga niat menikah pun menjadi tertunda gara-gara mereka sudah merasa dekat, dan mereka puas dengan kedekatan itu sehingga tidak jadi memikirkan ke arah pernikahan.

Adapun perbedaan pacaran dengan ta’aruf yaitu:
1. Tujuan
- taaruf : mengenal calon istri/suami, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pernikahan.
- pacaran : mengenal calon pacar, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pacaran, syukur-syukur bisa nikah dan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina dan maksiat.

2. Kapan dimulai
- ta’aruf : saat calon suami dan calon istri sudah merasa bahwa menikah adalah suatu kebutuhan, dan sudah siap secara fisik, mental serta materi.
- pacaran : saat sudah diledek sama teman:”koq masih jomblo?”, atau saat butuh temen curhat, atau yang lebih parah saat taruhan dengan teman.

3. Pertemuan
- ta’aruf : pertemuan dilakukan sesuai dengan adab bertamu biasa, dirumah sang calon, atau ditempat pertemuan lainnya. Hanya semua itu harus dilakukan dengan cara yang benar dan dalam koridor syari`ah Islam. Minimal harus ditemani orang lain baik dari keluarga calon istri atau dari calon suami. Sehingga tidak dibenarkan untuk pergi jalan-jalan berdua, nonton, boncengan, kencan, ngedate dan seterusnya dengan menggunakan alasan ta`aruf. Dan frekunsi pertemuannya, lebih sedikit lebih baik karena menghindari zina hati.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
“Jangan sekali-kali salah seorang kalian berkhalwat dgn wanita kecuali bersama mahram.”

Hal itu krn tidaklah terjadi khalwat kecuali setan bersama keduanya sebagai pihak ketiga sebagaimana dlm hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir mk jangan sekali-kali dia berkhalwat dgn seorang wanita tanpa disertai mahram krn setan akan menyertai keduanya.”

Selama pertemuan pihak laki dan wanita dipersilahkan menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing nanti selama mengarungi kehidupan, kondisi pribadi, keluarga, harapan, serta keinginan di masa depan.
Menjadi jelas pula bahwa tidak boleh mengungkapkan perasaan sayang atau cinta kepada calon istri selama belum resmi menjadi istri. Baik ungkapan itu secara langsung atau lewat telepon, ataupun melalui surat. Karena saling mengungkapkan perasaan cinta dan sayang adalah hubungan asmara yang mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah.
Adapun cara yang lebih syar’i untuk mengenal wanita yang hendak dilamar adalah dengan mencari keterangan tentang yang bersangkutan melalui seseorang yang mengenalnya, baik tentang biografi (riwayat hidup), karakter, sifat, atau hal lainnya yang dibutuhkan untuk diketahui demi maslahat pernikahan. Bisa pula dengan cara meminta keterangan kepada wanita itu sendiri melalui perantaraan seseorang seperti istri teman atau yang lainnya. Dan pihak yang dimintai keterangan berkewajiban untuk menjawab seobyektif mungkin, meskipun harus membuka aib wanita tersebut karena ini bukan termasuk dalam kategori ghibah yang tercela. Hal ini termasuk dari enam perkara yang dikecualikan dari ghibah, meskipun menyebutkan aib seseorang. Demikian pula sebaliknya dengan pihak wanita yang berkepentingan untuk mengenal lelaki yang berhasrat untuk meminangnya, dapat menempuh cara yang sama.

- pacaran : pertemuan yang dilakukan hanya berdua saja, pagi boleh, siang oke, sore ayo, malam bisa, dini hari klo ngga ada yang komplain juga ngga apa-apa. Pertemuannya di rumah sang calon, kantor, mall, cafe, diskotik, tempat wisata, kendaraan umum & pribadi, pabrik dll. Frekuensi pertemuan lazimnya seminggu sekali, pas malem minggu. Adapun yang dibicarakan cerita apa aja kejadian minggu ini, ngobrol ngalur-ngidul, ketawa-ketiwi.

4. Lamanya
- ta’aruf : ketika sudah tidak ada lagi keraguan di kedua belah pihak, lebih cepat lebih baik. dan ketika informasi sudah cukup (bisa sehari, seminggu, sebulan, 2 bulan), apa lagi yang ditunggu-tunggu?
- pacaran : bisa 3 bulan, 6 bulan, setahun, 2 tahun, bahkan mungkin 10 tahun.

5. Saat tidak ada kecocokan saat proses
- ta’aruf : salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan, dan proses stop dengan harus cara yang baik dan menyebut alasannya.
- pacaran : salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan, dan proses stop dengan/tanpa menyebut alasannya.

Dengan demikian jelaslah bahwa pacaran bukanlah alternatif yang ditolerir dalam Islam untuk mencari dan memilih pasangan hidup.

6)} Kira-kira hal apa saja yang perlu diketahui atau diperhatikan dari pasangan ta’aruf agar merasa tidak tertipu?

Adapun yang perlu kita ketahui dari pasangan ta’aruf kita (diambil dari http://www.eramuslim.com) yaitu:
Pertama, kenalilah calon pasangan anda. Apakah ia seorang yang memiliki komitmen terhadap agamanya? Apakah ia konsisten menjalankannya? Apakah ia selalu memperdalam pengetahuan agamanya? Apakah ia siap berubah sesuai arahan NabiNya (Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam)?

Kedua, amati bagaimana caranya mengatasi masalah hidup. Apakah ia mencari arahan dari Al Qur’an atau Sunnah Nabi ? Apakah ia cukup sabar dan tidak mengeluh dan menyalahkan nasib?

Ketiga, kenali bagaimana calon anda dalam menghadapi saat-saat senang atau gembira? Apakah ia mudah bersyukur? Apakah dalam bergembira ia tidak berlebihan?

Keempat, bagaimana caranya berinteraksi dengan anda dan orang lain? Apakah mudah berkomunikasi atau sulit? Apakah sering mengumbar janji muluk dan kata pujian? Dalam berbicara apakah siap bermusyawarah atau lebih suka menang sendiri? Apakah ia mudah menghargai orang lain?

Kelima, tentang sikap dan pandangannya tentang diri sendiri? Apakah ia terlalu percaya diri? Ataukah percaya diri secara proporsional dan berdasar? Apakah ia minder dan mudah putus asa?

Keenam, tentang sikap terhadap ilmu, apakah berwawasan luas dan mau belajar ataukah lebih suka membatasi minat dan perhatiannya terhadap hal-hal yang sempit?

Ketujuh, bagaimana sikapnya terhadap atasan dan bawahan dirinya? Apakah ia terlalu takut pada atasan? Apakah ia sewenang-wenang terhadap bawahan?

Kedelapan, kenalilah selera-seleranya, apakah ada yang sangat bertentangan dengan anda sendiri? Apakah tidak bisa saling memahami perbedaan selera ini?

Kesembilan, kenali keluarganya. Apakah ada hal-hal yang perlu menjadi catatan seperti apakah calon mertua sangat dominan terhadap anaknya ataukah biasa-biasa saja?

Mungkin masih banyak contoh-contoh pertanyaan dan pengamatan yang dapat diujikan kepada calon pasangan. Cari tahulah dengan berbagai cara, baik bertanya langsung, bertanya ke pada orang-orang dekatnya atau mengamati.

Sesudah mengumpulkan berbagai bahan ini, kemudian diskusikanlah dengannya beberapa hal berikut:

1. Bagaimana atau dari mana akan mengambil sumber hukum dalam kebijakan rumahtangga? Darimana sumber hukumnya dan bagaimana proses penetapan keputusannya?

2. Bagaimana cara menghadapi perbedaan pendapat dan ke mana mencari penengah?

Diskusikan juga berbagai hal kecil namun mungkin penting, misal akan tinggal di mana kelak? Dari mana sumber penghasilan keluarga? Apakah ada diantara anda berdua yang masih ingin melanjutkan sekolah? Apakah istri kelak akan bekerja? Bagaimana mengasuh anak? Dan masih banyak lagi, namun pilihlah yang bagi anda lebih penting.

Jika ha-hal ini sudah dibicarakan dan ternyata tak ada masalah atau perbedaan pendapat yang terlalu tajam antara anda berdua, barulah dapat dikatakan Insya Allah anda berdua cocok. Wallahua’lam .

7)} Bagaimana Bila Ta’aruf Gagal?

Karena ta’aruf adalah sarana pertama menuju pernikahan, maka adakalanya ia berhasil lalu berlanjut ke khitbah dan akad nikah, ada kalanya pula ia tidak berlanjut ke pernikahan. Bagaimana bila ta’aruf gagal? Ada empat tips dalam buku Tak Kenal Maka Ta’aruf yaitu :
Pertama, Yakinilah bahwa ini yang terbaik dari Allah. Bukankah lebih baik ta’aruf tidak dilanjutkan daripada menikah tetapi tidak ada kecocokan lalu timbul perselisihan dan banyak permasalahan?
Kedua, tetaplah memperbaiki diri. Kembali kepada QS. An-Nur : 26 bahwa perempuan yang baik hanya untuk lelaki yang baik, demikian sebaliknya.
Ketiga, tak perlu malu dan trauma. Jangan takut untuk melakukan ta’aruf lagi.
Keempat, lakukan muhasabah dan evaluasi diri. Bisa jadi ta’aruf yang gagal membuat kita tersadar ada kelemahan yang harus diperbaiki. Dengan demikian kita menjadi lebih baik dan sempurna.



Sumber : Sahabat Dari Hati

Dikirim pada 10 Februari 2013 di Muhasabah


Pagi bangun tidur, lakukan senam selama 10 menit ditempat tidur, Ini akan bermanfaat bagi memperkuat berbagai organ tubuh dan bisa mencegah penyakit pembuluh darah otak dan jantung.
1. Sisir rambut dengan jari selama 1 menit : Mulai dari kening / jidat

kebelakang sampai batas rambut belakang, lakukan merata seluruh kepala, akan dapat melancarkan peredaran darah dikepala, menambah volume darah di otak, dapat mencegah penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah otak dan dapat membuat rambut hitam bercahaya.

2. Pijat daun telinga selama 1 menit : Lalu pijat ke dua daun telinga, sampai terasa panas, daun telinga mempunyai banyak acupoint yang mempengaruhi seluruh tubuh, ini dapat melancarkan qi meridian. Khusus terhadap gejala telinga mendenging, mata kunang2 dan mudah lupa mempunyai khasiat yang baik.

3. Putar bola mata selama 1 menit : Putar searah jarum jam dan sebaliknya dapat melatih otot mata dan membuat mata terang.

4. Lain2 di muka : Pijat hidung, gatuk2kan gigi akan dapat menyehatkan gigi. Khususnya akar gigi. Putar2 lidah akan dapat membuat lidah tidak kaku dan tetap memelihara kepekaannya.

5. Regangkan anggota badan: Melalui gerakan2 ini akan membuat aliran darah kembali mengalir keseluruh tubuh, dapat mencegah penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah otak dan jantung, Menambah / melincahkan anggota badan.

6. Usap pusar selama 1 menit: Usap melingkar pusar dengan kedua telapak

bergantian, lingkaran agar lebar sampai lk 4 jari diatas dan dibawahnya. Akan berakibat positif bagi pencegahan stroke dan memperkuat qinjal.

7. Kempiskan perut dan tahan dubur 1 menit : Dengan berulang kali mengempiskan perut dan mengangkat / menahan dubur, disamping dapat memperbaiki fungsi seksual, juga mencegah wasir dan kencing yang tidak tertahan.

8. Pijat telapak kaki 1 menit : Gunakan tumit untuk memijat telapak kaki

bergantian, membuat telapak terasa hangat, dapat menguatkan limpa lambung, menghidupkan meridian dan membuat tenang.

9. Bolak balik 1 menit : Miring kanan kiri dengan perlahan2, guna melenturkan otot pinggang dan otot tulang belakang.

TAPI JANGAN KETERUSAN TIDUR LAGI !

Dikirim pada 08 Februari 2013 di Kesehatan


Menunggu hadirnya jodoh itu bukanlah suatu beban.
Menunggu hadirnya jodoh itu bukanlah suatu ketersiksaan.
Jika kita menunggunya dengan hati ikhlas.
Jika kita menunggunya dengan penuh kesabaran.

Kadang ALLAH sengaja menguji kita dengan melambatkan hadirnya seorang pasangan yang sangat kita harapkan.

Semata-mata agar kita lebih menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menyambut kedatangannya.

Dan ketahuilah..
Sebenarnya ALLAH telah mengatur waktu yang terbaik untuk kita yang sedang gelisah dalam penantian.

Maka..
Menunggulah dengan penuh kesabaran.
Menunggulah dengan penuh keyakinan.
Menunggulah dengan penuh ketawakkalan atas keputusan-Nya.

Karena..
Menunggu dengan kesabaran akan berbuah bahagia.
Menunggu dengan ketawakkalan akan berbuah cinta-Nya.

Jangan lupa..
Jangan pernah merasa lelah dan berhenti untuk berdoa dan meminta.
Kerana janji ALLAH itu selalu BENAR dan NYATA.

Insyaallah.

Sumber : Ketika Qalbu Bertasbih

Dikirim pada 07 Februari 2013 di Muhasabah


Setelah sekian lama menyimak kisah perjalanan B.J. Habibie dan Ainun, saya berkesimpulan bahwa terdapat 7 perekat keduanya sehingga cinta mereka benar-benar fenomenal. Ketujuh perekat tersebut adalah:
1. Masa perkenalan dan masa pacaran Habibie-Ainun hanya berlangsung 3 bulan. Bagi Habibie, hidup itu memang perlu direncanakan dengan matang. Urusan berumah tangga juga demikian. Semakin cepat melabuhkan cinta dalam bahatera pernikahan, semakin banyak waktu yang tidak terbuang dengan percuma. Masa berpacaran hanyalah penuh kesia-siaan. Dan Habibie-Ainun menyadari tentang hal tersebut. Oleh karena itu, begitu hati keduanya sudah saling terpagut, mereka tak menunda waktu lagi untuk selanjutnya melangsungkan pernikahan.

2. Setelah selesai melangsungkan pernikahan, Habibie-Ainun berangkat ke Jerman. Habibie harus menyelesaikan studi doktornya di negara maju tersebut. Jika menuruti kata hati, Ainun mungkin bisa bertahan di Jakarta. Waktu itu karier Ainun memang sedang melejit. Sebagai seorang dokter di rumah sakit kenamaan RS Ciptomangunkusumo, tentu masa depan Ainun sangat menjanjikan. Namun, karier gemilang itu ditinggalkannya demi rasa cintanya pada sang suami. Ke Jerman, bahkan ke mana pun sang suami bertugas, Ainun senantiasa mendampinginya dengan penuh rasa setia.

3. Syahdan, ketika Habibie-Ainun pertama kali menginjakkan kaki di Jerman, gaji Habibie hanya DM 800 atau setara dengan Rp 180.000. Dua per tiga dari pendapatan per bulan tersebut digunakan untuk biaya sewa pavilliun kecil di Kota Aachen. Ainun harus berhemat dengan sisa uang yang tinggal DM 300 tersebut. Ya, dengan sisa uang tersebut, di sebuah kota dengan biaya hidup sangat tinggi, manalah mungkin bisa melanjutkan kelangsungan hidup jika tidak pandai-pandai berhemat. Dalam bentuk perbuatan seperti itulah Habibie-Ainun mensyukuri nikmat yang telah Allah turunkan kepada keduanya.

4. Ketika karier suami melejit, Ainun berusaha mendukungnya dengan penuh perhatian. Demi keberhasilan rumah tangga, mereka pun kemudian berbagi tugas. Sang suami mengkonsentrasikan diri dalam studi doktornya sambil bekerja mencari penghasilan tambahan. Apa pun yang dirasakan halal dikerjakan oleh Habibie demi memenuhi kebutuhan nafkah keluarganya. Lebih-lebih ketika anak pertama mereka sudah lahir. Sementara Ainun untuk sementara melupakan karier dokternya dan berkonsentrasi pada manajemen keluarganya di rumah.

5. Ainun berusaha agar tidak terlalu banyak bergantung kepada orang lain. Semua hal yang bisa dikerjakan sendiri, ditanganinya tanpa menunggu bantuan suami. Ia belajar dengan tekun bagaimana memanfaatkan waktu seefisein mungkin. Dalam sehari semalam, Ainunlah yang mempersiapkan segala kebutuhan keluarga, mulai dari pengaturan menu sehat untuk keluarga, membersihkan rumah, menjahit pakaian, menyiapkan permainan edukatif untuk buah hati tercinta, hingga memadupadankan pakaian yang harus dikenakan sang suami tercinta.

6. Ada kalanya sang suami terpuruk dalam kekecewaan yang mendalam hingga semangatnya benar-benar jatuh. Dalam kondisi seperti ini Ainun dengan segala upaya berusaha membangkitkan kembali gairah hidup sang suami. Pernah suatu ketika Habibie mendapatkan ide briliant untuk membuat konstruksi pesawat yang kecepatan terbangnya melebihi tujuh kali kecepatan suara. Namun, pada saat bersamaan Habibie mengeluh karena ada perhitungan yang meleset. Ainun pun kemudian meredam kegalauan Habibie dengan mengingatkan adanya kemungkinan kesalahan dalam memasukkan data. Dan hal ini memang kemudian menyadarkan Habibie sehingga semangatnya bangkit kembali.

7. Habibie-Ainun bisa saling menghayati dan mendalami pikiran masing-masing. Keduanya lebih banyak mengungkapkan perasaan tersebut tanpa melalui lisan, melainkan melalui perbuatan. Di saat Habibie sedang menghadapi problema, Ainun dengan penuh pengertian membantu memecahkan persoalan sang suami sesuai dengan kemampuannya. Sebaliknya Habibie, ia senantiasa berusaha untuk meringankan pekerjaan sang istri. Pakar teknologi penerbangan ini tidak segan-segan untuk membersihkan rumah, mencuci piring, bahkan mengganti popok bayi, manakala sang istri sedang sibuk dengan aktivitas rumah tangga lainnya.

Itulah ketujuh perekat rumah tangga Habibie-Ainun. Semoga Kita semua bisa mempraktikkannya agar rumah tangga yang akan ataupun yang sedang dibangun ini bisa menghasilkan kebahagiaan tiada tara. aamiin..

Sumber : Dunia Islam

Dikirim pada 04 Februari 2013 di Cinta


❥ KetahuiLah..
❥ Aku adalah LELAKI pada umumnya..
❥ Aku adalah LELAKI yang penuh kekurangan..
❥ Aku adalah LELAKI yang mengharap mendapatkan WANITA untuk menopang segala GUNDAH GULANAKU..
❥ Aku LELAKI yang dengan PENUH HARAP engkau menjadi SEPARUH DARI AGAMAKU..

Tetapi aku tidak akan memaksamu jika engkau tidak REDHA..
Tetapi aku tidak akan memaksamu jika engkau tidak IKHLAS..
Tetapi aku tidak akan memaksamu jika tidak ada RESTU ORANG TUAMU..

❥ Karena aku lelaki tidak BERHARTA dan BERTAHTA..
❥ Yang kupunya hanya segenap CINTA yang akan kuberikan hanya untukmu..
❥ Aku hanya lelaki tak BERUANG banyak..
❥ Tetapi aku hanya dapat memberikan MAHAR hanya dengan BISMILLAH untukmu..
❥ Tetapi aku bukan LELAKI BERPANGKAT DERAJAT yang tinggi..
❥ Tapi aku akan mengangkat DERAJATMU diakherat nanti insya Allah..

Karena Aku mencari WANITA bukan karena Ia CANTIK..
Karena aku takut jika engkau TUA nanti WAJAHMU berkerut termakan Senja..
Dan aku takut aku akan berpaling darimu..!!

❥ Aku mencari WANITA bukan dia BERHARTA dan BERTAHTA..
❥ Karena aku takut jika harta itu diambil yang kuasa..
❥ Maka CINTAKU pergi dengan seiringnya harta itu ludes..
❥ Aku hanya MENGINGKAN pasanganku nanti akan melihat selalu CANTIK dalam keadaan apapun.

Dikirim pada 04 Februari 2013 di Muhasabah


Ketika kehidupan memberikan seribu masalah untuk membuat kita bersedih dan menangis.
Maka tunjukkan pada Kehidupan bahwa kita punya sejuta alasan untuk berusaha tetap tersenyum.
Tinggalkan masa lalu tanpa penyesalan.
Tinggalkan masa lalu tanpa kesedihan.
Jalani masa sekarang dengan penuh keyakinan.
Hadapi masa depan dengan penuh harapan.
Songsonglah masa datang dengan penuh kebahagiaan.

Walaupun erjalanan hidup terkadang membawa kita jatuh bangun dalam berbagai cobaan dan kesulitan yang terasa begitu berat.
Terkadang membikin dada terasa begitu sesak.
Bumi yang terhampar begitu luas seakan menjadi sempit.
Maka jangan sampai keadaan tersebut membuat kita berputus asa..
Berusahalah untuk tetap bersabar dalam berbagai macam ujian.

LA YUKALLIFULLAHU NAFSAN ILLA WUS`AHA
Bukankah Allah SWT tak akan membebani setiap hamba-Nya melebihi batas kemampuannya?

Dan ketahuilah..
Sesungguhnya kemenangan itu mengiringi dalam setiap langkah kesabaran.
Jalan keluar beriringan dengan kesulitan..
Dan sesudah kesulitan itu pada akhirnya akan berganti dengan kemudahan..

Hadapilah ketentuan ALLAH dengan tulus dan ikhlas.
Bukan dengan cara bersedih dan gelisah, apalagi sampai kita marah-marah.
Karena apapun itu takdir ALLAH pasti akan terjadi.
Berprasangka baiklah kepada-Nya terutama dengan ketentuannya.
Kita harus pandai-pandai menyikapi hikmah dibalik semua keputusan ALLAH.

Berusaha, berdoa dan Tawakkal adalah kata Kuncinya.
Karena ALLAH SWT selalu bersama orang-orang yang selalu berserah diri kepada-NYA.

YA ALLAH..
Jadikanlah kami termasuk dalam golongan orang-orang yang sabar menerima ketentuan-Mu.





Sumber :Ketika Qalbu Bertasbih

Dikirim pada 04 Februari 2013 di Muhasabah
04 Feb


✓ Lebih Baik Punya 1 teman yang mengerti kamu dari pada punya 100 teman yang hanya sekedar status dan kenal Nama.
✓ Meski kadang sudah menjadi sosok Terbaik, namun tak selalu dipandang baik, maka janganlah berhenti berbuat Baik.
✓ Jangan Menilai seseorang dari fisiknya, percaya atau tidak? Wajah, Harta, kekuasaan dan jabatan bisa menipu.
✓ Jadilah dirimu sendiri, temukan orang yang mencintaimu tak hanya dikala kamu `di atas`, bahkan ketika kamu jatuh `dibawah`

✓ Jangan mengatur orang lain, jika bahkan diri sendiri tak ingin diatur oleh orang lain. (Beda ceritanya kalau atasan mengatur bawahan, karena itu memang prosedurnya.)

✓ Nikmati Hidup, Jalani setiap hari dengan penuh rasa syukur, maka insyaAllah hidup senantiasa akan bahagia. (Tak percaya? Buktikan saja)

✓ Jangan menjadi kacang lupa akan kulitnya, minum air harus mengerti asal sumber air, manusia juga harus ingat dari mana ia berasal.

✓ manusia hidup dengan menatap kedepan, bagaimana waktu seharusnya berputar. (Tak percaya juga? Lihat saja, sebagaimana manusia diciptakan kakinya untuk berjalan maju bukan berjalan mundur.)

✓ Masa lalu hanya perlu diingat sebagai bagian dari kenangan dan pembelajaran hidup untuk masa depan, namun tak perlu disesali jika ada yang tidak menyenangkan hati.

✓ Cantik dan Tampan? Semuanya hanya Khayalan Belaka. Jangan terikat akan itu. Karena tampan dan cantik yang sebenarnya adalah kecantikan dan ketampanan akhlak.

✓ Cintai Pekerjaanmu maka kamu takkan merasa terbebani, berusahalah untuk senantiasa penuh suka cita, dan selalu Bersemangat.

✓ Tanggung Jawab adalah sebuah Kepercayaan. Terima dan jalani dengan penuh Kejujuran.

Maka jika semua itu mampu kita praktekkan, niscaya kebahagiaan hidup ada dalam genggaman kita.

InsyaAllah.



Sumber : Ketika Qalbu Bertasbih

Dikirim pada 04 Februari 2013 di Kata-kata Mutiara


Jika Hatimu merindukan seseorang...
Pejamkan Matamu dan Katakan...
Yaa Allah...
Aku merindukannya kerana_Mu Ya Allah..
Jauhkanlah aku dari perkara yang bisa membuat aku lupa kepada_Mu..
Aku semakin mengerti bahwa jarak ini bukan untuk menghukumku..
Tapi Jarak ini untuk Menjaga aku dan dia..

- Dengan ‘jarak’ ini..Aku dan dia berjanji untuk berubah menjadi lebih baik..

- Dengan jarak ini..Aku dan dia berjanji untuk Memperbaiki cinta kepada Ilahi..

- Dengan jarak ini..Aku dan dia berjanji untuk Mencintai Pencipta kami lebih dari segalanya..

- Dengan jarak ini..Aku dan dia berjanji untuk Mendalami ajaran Islam...

- Dan Dengan jarak ini juga..Aku dan dia yakin andai tiba saatnya nanti..Aku dan dia akan lebih siap untuk melayari semua ini dengan jalan yang diridhai..

Syukur Ya Allah...
Kerana memberi peluang kepadaku melalui jalan_Mu ini..

Syukur Yaa Rabbi..
kerana memberikan jarak itu kepada aku dan dia..

Ya Allah ....
Sekiranya dia baik untuk dunia dan akhiratku,maka dekatkanlah dan satukanlah aku dengannya....tapi sekiranya dia buruk untuk dunia dan akhiratku...maka jauhkanlah aku darinya ...Aamiin..

Dikirim pada 25 Januari 2013 di Hikmah


Ada seorang pemuda yang lama sekolah diluar negeri,ia telah kembali ketanah air, sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama (Ustadz)/siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaan darinya.
Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.
Pemuda :: (Dng nada sombong pemuda itu bertanya) Anda siapa...???dan apakah bisa menjawab pertanyaan saya...???

Ustadz :: Saya hanya hamba ALLAH & dengan izinnya saya akan menjawab pertanyaan anda.

Pemuda :: (Tetap dng nada sombong)Anda yakin....??? sedang profesor & banyak orang pintar saja gak mampu menjawab pertanyaan saya.

Ustadz :: Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya....!!!

Pemuda :: Saya punya 3 buah pertanyaan...???

1. Kalau memang TUHAN itu ada,tunjukan wujud TUHAN kepada saya ?

2. Apakah yang dinamakan TAKDIR ?

3. Kalau SETAN diciptakan dari api, kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api,tentu tidak menyakitkan buat setan,sebab mereka memiliki unsur yang sama..? apakah TUHAN tidak pernah berfikir sejauh itu..?

Tiba-tiba Pemuka Agama tersebut menampar pipi si pemuda dengan keras.

(sambil menahan sakit) si Pemuda berkata :::

Pemuda : Kenapa...??? anda marah kepada saya...???

Ustadz :: Saya tidak marah...!!! tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya..!!!

Pemuda :: Saya sungguh2 tidak mengerti..???!!!

Ustadz :: Bagaimana rasanya tamparan saya..!?

Pemuda :: Tentu saja saya merasakan sakit..!

Ustadz :: Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada ?!!

Pemuda :: Ya..percaya !!

Ustadz :: Tunjukan pada saya wujud sakit itu ??!!

Pemuda :: Saya tidak bisa..!!!

Ustadz :: Itulah jawaban pertanyaan pertama,kita semua merasakan keberadaan TUHAN tanpa mampu melihat wujudnya.

Ustadz :: Apakah tadi malam anda bermimpi akan di tampar oleh saya..??!!

Pemuda :: Tidak...!!!

Ustadz:: Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini..??!!

Pemuda :: Tidak...!!!

Ustadz :: Itulah yang dinamakan TAKDIR !!!

Ustadz :: Terbuat dari apakah tangan yang saya gunakan untuk menampar anda..??!!

Pemuda :: Kulit...!

Ustadz :: Terbuat dari apa pipi anda...??!!

Pemuda :: Kulit...!!!

Ustadz :: Bagaimana rasanya tamparan saya..??!!

Pemuda :: Sakit...!!!

Ustadz :: Walaupun setan terbuat dari api dan neraka terbuat dari api, jika TUHAN berkehendak maka neraka akan menjadi tempat menyakitkan bagi setan.

MASIHKAH ANDA MERAGUKAN KEHADIRAN `TUHAN` DALAM HARI-HARI KALIAN???

TIADA TUHAN SELAIN ALLAH SWT

Dikirim pada 25 Januari 2013 di Muhasabah


Bersikaplah rendah hati betapapun tinggi kedudukan kita. Dan jangan bersikap sombong. Karena sepintar apapun orang bisa gagal. Dan sehebat apapun kemampuan bisa jatuh juga.
Kesombongan bukanlah terletak pada orang yang senang keindahan. Akan tetapi kesombongan adalah menentang agama Allah dan merendahkan hamba² Allah. Demikianlah yang dijelaskan oleh Rasulullah tatkala beliau ditanya oleh Abdullah bin Umar...

"Apakah sombong itu bila seseorang memiliki perhiasan yang dikenakannya...???"

"TIDAK...!!!" (jawab beliau.)

"Apakah bila seseorang memiliki sandal dan talinya yang bagus...???"

"TIDAK...!!!" (jawab beliau.)

"Apakah bila seseorang memiliki binatang tunggangan (kendaraan) yang dikendarainya...???"

"TIDAK...!!!" (jawab beliau.)

"Apakah bila seseorang memiliki teman yang biasa duduk bersamanya...???"

"TIDAK...!!!" (jawab beliau.)

"Wahai Rasulullah... lalu apakah kesombongan itu...???"

Kemudian beliau menjawab "MEREMEHKAN KEBENARAN DAN MEREMEHKAN MANUSIA...!!!" ( HR. Ahmad ).

Di sisi lain orang yang menyombongkan diri lupa akan kelemahannya sehingga sulit untuk lebih berkembang karena bisanya mereka kurang peduli terhadap masukan dari orang lain.

Sifat sombong dapat dihilangkan dengan cara terus mendekatkan diri kepada Allah sehingga timbul kesadaran bahwa ada Allah yang Maha Kuasa di atas segalanya, kita hanya sebatas hamba yang terus berusaha menjadi baik atas bimbingan-Nya.

Subhanallah...

Dikirim pada 25 Januari 2013 di Muhasabah


Memaafkan itu indah ...
Memaafkan itu Sedekah ...
Memaafkan itu mengundang Maghfirah-Nya ...
Memaafkan itu mengundang Rahmat-Nya ...
Memaafkan itu menghadirkan keridha`an-Nya ...
Memaafkan itu nikmat ....
Memaafkan itu lezat ....
Memaafkan itu melapangkan perasaan ...
Memaafkan itu melapangkan kesusahan ...

Memaafkan itu membuka pintu-pintu cinta ....
Memaafkan itu membuka pintu-pintu dunia ....
Memaafkan itu membuka pintu-pintu bahagia ...
Memaafkan itu membuka pintu-pintu surga ...

Memaafkan itu melepaskan masalah ...
Memaafkan itu melepaskan rasa resah ....
Memaafkan itu melepaskan rasa serba salah ...
Memaafkan itu melepaskan lelah ...

Memaafkan itu melancarkan pernapasan ...
Memaafkan itu melancarkan hubungan ...
Memaafkan itu menambah ketampanan ...
Memaafkan itu menambah kejelitaan ...

Memaafkan itu mengikhlaskan ...
Memaafkan itu menyehatkan ...
Memaafkan itu mendewasakan ...
Memaafkan itu mencerdaskan ...

Memaafkan itu membersihkan diri ...
Memaafkan itu mengundang rejeki ...
Memaafkan itu menenangkan hati ...
Memaafkan itu mengundang ridho Ilahi ...



Sumber: Facebook

Dikirim pada 25 Januari 2013 di Muhasabah




Duhai puanku, bila saatnya tiba kau baca surat cintaku ini, aku hanya berharap esok hari saat dimana kau kecup punggung tanganku untuk yang pertama kali di hadapan penghulu, para saksi, orang tua kita, saudaramu, saudaraku, sahabatmu, sahabatku, adalah simbol cintamu yang akan selalu ada disisiku sampai Izrail menghampiri kita.

Pujaanku, jangan kaget bila aku menuliskan surat cinta ini jauh dari hari saat kau membacanya. Saat aku belum melihat paras cantikmu, saat aku belum mengenal akhlak muliamu, saat aku belum tahu namamu. Jangan khawatir sayang, dulu kita sudah bertemu. Saat di alam ruh. Allah telah memilihkan kamu untuk menjadi istriku, saat empat bulan masa kandunganku di dalam perut ibu. Sejak saat itu namamu sudah disandingkan di sebelah namaku. Sejak saat itu aku sudah mencintaimu.

Kasihku, selain mahar yang kau minta saat pernikahan kita. Aku ingin berikan kau satu lagi : sebuah mukjizat Nabi terakhir. Alquranul Karim, yang akan selalu kau baca dengan suara merdumu, sebagai pelepas lelahku sepulang aku bekerja. Alquranul Karim, yang akan kau ajarkan betapa indah lantunan ayat-ayat suci kepada anak-anak kita nanti. Alquranul Karim, yang akan kau baca tepat disampingku nanti, saat aku terkulai lemah tak lagi berarti walau hanya untuk menjentikan jari. Alquranul Karim, yang akan selalu kau bawa dan kau baca tepat di samping nisanku nanti apabila Izrail menjemputku lebih dulu. Tetaplah bacakan untukku walau seayat, aku pasti akan merindukan suara bidadariku bernyanyi : Kau mengaji.

Sayangku, mungkin aku tak lebih hebat dari ayahmu dalam menjagamu. Aku tak segagah ia melindungi dirimu, mempertahankanmu dari para pria yang menginginkanmu darinya, termasuk aku yang akhirnya ia percayakan sebagai penggantinya untuk menjagamu. Tapi puanku, percayalah, kaulah alasanku untuk belajar menjadi pria yang kuat. Pria yang rela walau harus sampai mati melindungimu, demi menjaga hatimu, kehormatanmu juga ragamu. Dinginnya malam sekalipun tak akan aku biarkan mengigit kulit indahmu.

Cintaku, izinkanlah akau saat esok hari nanti, sebelum kuucapkan ijab qabul pernikahan kita yang disahkan para saksi, kulantunkan sebait ayat suci : An Nisa, 34, sebagai janjiku yang akan selalu melindungimu atas nama laki-laki sebagaimana Allah telah mewahyukan ayat itu kepada Muhammad nabi kita.

Duhai wanitaku, saat kau sudah menggenapkan agamaku nanti, sesudah kau amini Al-Fatihahku yang pertama kali, setelah pertama kalinya kau cium tanganku selepas sholat, aku ingin saat itu kau selalu jadi pengingatku : aku hanya manusia yang terkadang lupa, sering melakukan salah, dan laki-laki yang tak peka seperti wanita. Sekali kau memohon : ‘Maukah kau lakukan itu untukku?’ Demi apa pun, apalah arti dunia jika aku melihat air matamu. Kan kulakukan sepenuh hati hanya untukmu duhai Betariku.

Bidadariku, aku berjanji, karena aku sadar tidak akan mampu berbuat adil sebagaimana Rasulullah, saat kau menjadi istriku nanti, akan kujadikan kaulah satu-satunya wanita di dunia dan akhirat, seperti halnya Sayidina Ali Radliallahuanhu menjadikan Fatimah Az Zahra satu-satunya bidadari bumi yang dimilikinya.

Kasihku, saat aku telah menjadi imammu nanti, tak akan pernah berhenti aku mencari rezeki. Selama masih keluar keringat kuperas dari tubuhku, selama masih kuat kubanting tulang punggungku, aku akan terus menafkahimu. Tak akan kubiarkan kau dan anak-anak kita kelaparan dan kehausan, kupastikan kalian tak akan pernah kekurangan cinta & kasih sayangku.

Jelitaku, kalau boleh aku meminta. Aku menginginkan putri yang menjadi buah hati kita yang pertama. Kita didik ia menjadi anak yang shalehah, dan kan kutanam sekeping jiwamu pada dirinya. Agar apabila nanti kau dipanggil lebih dulu oleh Pemilikmu yang sebenar – benarnya, aku masih bisa melihat kamu dalam diri putri kita. Dan aku ingin putra kita hanya terpaut satu tahun dengan kakaknya. Agar ia bisa tumbuh dewasa bersama saudari kandungnya. Dan akan kutempa dia agar menjadi pria yang kuat, bahkan melebihi aku. Agar apabila nanti aku yang kembali lebih dulu ke sisiNya, ia bisa menjaga ibu dan kakaknya seperti yang telah kulakukan dan kuajarkan kepadanya.

Manis, saat aku resmi menjadi suamimu nanti. Tak kan kulewatkan pagi tanpa mengecup keningmu yang harum. Kan kulakukan tiap aku hendak bekerja, atau tiap kali aku pergi meninggalkanmu. Dan akan selalu kulisankan tiga kata setelah bibirku ini meletakkan cinta di wajahmu : I love you. Dan tak akan kulewatkan pula detik berharga sebelum kau memejamkan mata, kembali kan kuletakkan cinta di kening atau pipimu. Aku tak akan bosan menciummu setiap hari, sayang. Seperti halnya nabimu juga nabiku yang tak pernah bosan melakukan hal romantis ini kepada istrinya setiap hari.

Batariku, aku tahu perjalanan bahtera kita tak akan selalu berlangit cerah. Syaitan pun tak kan pernah berhenti merusak hidup manusia sampai kiamat tiba. Maka ingatkanlah aku dengan kelembutan hatimu, agar tak ada hal lain yang kulakukan untukmu selain mencintaimu dan melindungimu. Sungguh aku tahu wanita itu tercipta dari tulang rusuk pria yang paling bengkok. Maka tak akan kupaksa ‘tuk luruskan engkau hingga patah, dan tak akan pula kubiarkan engkau tetap bengkok. Islam yang akan selalu menuntunku bagaimana seharusnya aku memperlakukanmu.

Sayang percayalah, aku akan selalu mencintaimu di tiap waktuku. Aku akan tetap menciummu, meski pipimu tak lagi sekencang dulu, meski keriput tlah menggarisi keningmu. Aku akan tetap membelai rambutmu, meski putih telah memakan habis hitamnya yang indah. Aku akan tetap memelukmu, meski bungkuk badanmu dan ringkih tubuhmu, aku akan tetap memelukmu.

Berjanjilah cinta, apabila tiba saatnya Izrail memamerkan surga dan neraka di kedua sayapnya di hadapanku. Jangan pernah berhenti bisikkan nama Allah di telingaku, jangan pernah kau lepas genggaman tanganku dan jangan dulu jatuhkan air matamu sebelum malaikat benar – benar mencabut ruh dari ragaku. Sudah kubilang: Apalah arti dunia jika aku melihat air matamu.

Tenanglah kasih, batu nisan memang akan pisahkan dunia kita nanti, tapi dia tak akan mampu pisahkan cinta kita. Aku mencintaimu tak hanya di dunia.

Semoga Allah mengabulkan doa di tiap sujudku, agar pernikahan kita tak hanya dilanggengkan di dunia, tapi juga diabadikan di taman surgaNya. Amin…

Aku mencintaimu karena Allah, bidadari surgaku…

(dari Renungan Malam-Facebook)

Dikirim pada 15 Januari 2013 di Muhasabah


Aku belajar diam dari banyaknya bicara.
Aku belajar sabar dari sebuah kemarahan.
Aku belajar mengalah dari suatu keegoisan.
Aku belajar menangis dari kebahagiaan.
Aku belajar tegar dari kehilangan
Hidup Adalah BELAJAR.......
Belajar Bersyukur Meski tak Cukup,
Belajar Ikhlas Meski Tak Rela,
Belajar Taat Meski Berat,
Belajar Memahami Meski Tak Sehati,
Belajar Sabar Meski Terbebani,
Belajar Setia Meski Tergoda,
Belajar Memberi Meski Tak Seberapa,
Belajar Mengasihi Meski Disakiti,
Belajar Tenang Meski Gelisah,
Belajar Percaya Meski Susah,

Belajar dan Terus Belajar...
Belajar sampai pada akhirnya Allah yang menyempurnakan..
Aamiin!!

Janganlah pernah menyerah....teruslah berjuang......
Hidup bukanlah satu tujuan..,melainkan perjalanan.....
Nikmatilah..........

Hidup adalah tantangan....Hadapilah....

Hidup adalah anugerah....Terimalah....

Hidup adalah pertandingan....Menangkanlah.....

Hidup adalah tugas.....Selesaikanlah.....

Hidup adalah cita cita....Capailah....

Hidup adalah misteri....Singkapkanlah....

Hidup adalah kesempatan....Ambilah....

Hidup adalah lagu....Nyanyikanlah....

Hidup adalah janji....Penuhilah....

Hidup adalah keindahan...Bersyukurlah....

Hidup adalah teka teki....Pecahkanlah....

Satu hal yang membuat kita bahagia adalah CINTA...

Dan satu hal yang membuat kita dewasa adalah MASALAH...
Dunia diciptakan untuk sebuah MASALAH...
Hadapilah sejuta MASALAH apa bila MASALAH itu bisa memberi manfaat kepada kita dan banyak orang di sekitar kita.....
Akan tetapi HINDARI satu masalah apabila masalah itu akan memberi MUDHARAT kepada kita dan orang di sekitar kita...

Dikirim pada 09 Januari 2013 di Muhasabah


Jodoh, cinta dan kesetiaan adalah bagian yang tak terpisahkan. Dalam keluarga yang paling penting sebagai kesetiaan, tetapi tabiat manusia dalam ikatan kekeluargaan bersifat angin-anginan. Ada pemeo berbunyi, "famili itu jika berada di tempat yang jauh baunya wangi," tetapi jika berdekatan, apalagi serumah mudah berubah menjadi bau busuk. Konflik antar keluarga sering lebih sulit didamaikan dibanding konflik antar bukan keluarga. Dalam keluarga yang kesetiaannya hanya diikat oleh faktor harta benda, tunggulah kehancuran, karena tabiat harta memang curang. Ia hanya mau menemani dalam keadaan suka, sementara dalam keadaan duka harta justru sering menjadi pemicu permusuhan. Pameo lainnya ada yang berbunyi: ada uang, abangku sayang. tak ada uang, abang kutendang. Ada uang berarti abang saya, tidak ada uang abang payah.

Perekat kesetiaan yang kekal abadi adalah ikatan amal saleh, ikatan kebaikan. Keluarga, pasangan suami istri maupun pertemanan yang diikat oleh nilai-nilai kesucian kebaikan biasanya tahan godaan, tahan banting, tahan ombak. Di kala suka mereka bersyukur, di kala duka mereka bersabar. Sepanjang zaman mereka tetap kuat, tabah dan indah dan bahkan kebahagiaan dan keindahan masih tetap terasa meski yang satu sudah mendahului berada di alam lain. Pasangan yang demikianlah yang akan dapat menjadi pasangan bukan hanya seumur hidup, tetapi pasangan dunia akhirat.

Sahabatku, cara cepat menjemput jodoh adalah Perbaikilah diri dan tingkatkan ketaqwaan anda kepada Allah. Terkadang tanpa kita sadari, kita mendikte Allah tentang jodoh kita. Bisa jadi seseorang yang kita anggap buruk, dia adalah baik untuk kita dan yang kita anggap baik, dia adalah orang yang buruk untuk kita. Maka mohonlah yang terbaik menurut Allah maka terbaik pula untuk kita.

sumber : facebook

Dikirim pada 09 Januari 2013 di Muhasabah
15 Des


Mencintai seseorang itu fitrah manusia. Jatuh cinta tidaklah terlarang selama tidak diikuti dengan perbuatan-perbu atan yang Allah haramkan.

Boleh jadi, saat ini hati kita condong kepada seseorang. Sehingga kita menganggap dialah yang terbaik menjadi pasangan hidup kita suatu hari nanti.

Namun hal ini jangan sampai membuat kita berlebihan dalam memanjatkan doa kepada-Nya.

Seperti berdoa, " Ya Allah, jadikanlah saya berjodoh dengan fulanah/fulan. Jadikanlah ia yang terbaik bagi saya." Atau berdoa, " Ya Allah jika dia bukan jodoh saya, jadikanlah dia jodoh saya."

Padahal Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda, "Sungguh akan muncul kaum dari umat ini yang akan berbuat melampaui batas dalam berdoa dan bersuci." (Shahih Sunan Abi Dawud, no. 87)

Mungkin saat ini kita menganggap dia yang terbaik, namun belum tentu dia lah yang terbaik menurut Allah.

Allah berfirman: " Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah:216)

Allah lah yang mengetahui apa yang baik dan apa yang buruk bagi kita. Termasuk dalam masalah jodoh.

Kita boleh berusaha sekuat tenaga meraih yang kita inginkan, namun kita harus bertawakal dan menyerahkan hasilnya kpd Allah.

Jodoh kita mungkin dia yang sekarang kita cintai, mungkin juga bukan. Namun pasti itulah yang terbaik bagi kita.

Yakinlah apa yang Allah berikan adalah yang terbaik bagi kita.

Maka cukupkanlah diri dengan berdoa: " Ya Allah karuniakanlah kepadaku seseorang yang terbaik bagiku, terbaik bagi akhirat dan duniaku."

Dan sudah konsekuensi mengharapkan jodoh yang baik berarti senantiasa berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi.

Dikirim pada 15 Desember 2012 di Hikmah


Ukhty : "Jangan jadikan aku sebagai makmummu."
Akhy : "Tidak! Aku sudah berketetapan hati menjadikan Ukhty sebagai makmumku."
Ukhty : "Tidakkah engkau tahu, dulu aku banyak dipeluk Lelaki lain?"
Akhy : "Aku tidak peduli. Akulah lelaki terakhir yang akan memelukmu dengan penuh kasih sayang."
Ukhty : "Kamu adalah bukan cinta pertamaku."
Akhy : "Akan aku jadikan engkau cinta terakhirku."
Ukhty : "

Ketahuilah sudah banyak lelaki yang pernah menyentuh tubuhku."
Akhy : "Aku juga tak peduli. Karena yang aku inginkan adalah untuk menyentuh hatimu."

Ukhty : "Banyak juga lelaki yang menganggapku sebagai pelacur."
Akhy : "Tapi aku menganggapmu wanita yang baik. Dan akan membawamu menjadi makmum yang terbaik."

Ukhty : "Aku adalah wanita tak pantas untuk dicintai lelaki sebaik dirimu!! Aku juga tak cantik seperti mereka!!" ucapnya sambil terisak berurai air mata.

Akhy itu menatap matanya dalam-dalam, sambil tersenyum ia berkata :

"Aku bukanlah Lelaki yang mencintai kecantikanmu, tapi yang aku cintai adalah hatimu. Semata-mata karena Allah SWT."

Dikirim pada 02 Desember 2012 di Cinta






Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.



KETIKA MELAMAR

Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.



KETIKA AKAD NIKAH

Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah



KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN

Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoa’kan anda, karena anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan do’a mereka.



KETIKA MALAM PERTAMA

Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.



SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA

Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.



KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA GOYANG

Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.



KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.

Cintailah isteri atau suami anda 100%.



KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK.

Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.



KETIKA EKONOMI KELUARGA MENURUN

Yakinlah bahwa pintu rezeki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.



KETIKA EKONOMI BERKEMBANG

Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.

KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri memerlukan pertolongan Anda.

KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengangemalai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahawa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak,kerana orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak ….

KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anak pun yang tidak mau bekerjasama dengan orang tua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orangtuanya.

KETIKA ADA PIL.
Jangan diminum, cukuplah suami, isteri sebagai obat.

KETIKA INGIN AMAN DAN HARMONIS
Gunakanlah formula 7 K :

1. Ketaqwaan
2. Kasih sayang
3. Kesetiaan
4. Komunikasi dialogis
5. Keterbukaan
6. Kejujuran
7. Kesabaran


Semoga bermanfaat…







Sumber : facebook.com



Dikirim pada 02 Desember 2012 di Muhasabah


Ketika jodoh tidak kunjung datang. Apa masalahnya?
Inilah 7 rahasia yang semoga jadi upaya hadirnya pertolongan ALLAH.
1. Jangan-jangan, ada dosa yang selama ini jadi penghalang hadirnya jodoh. Sehingga sebelum dosa itu ditaubati, ALLAH bakal menutup rapat-rapat pintu jodoh.
Maka langkah awal, ingat semua dosa, sesali, tangisi, istighfari & j

anji jangan ulangi dosa itu lagi. Taubat nasuha.

2. Diam-diam, doakan sahabatmu yang lain supaya dipertemukan jodohnya. Doa mukmin bagi saudaranya secara diam-diam, akan di-aamiin-kan malaikat & kembali kepada kita.

3. Minta doa-doa mustajab, yakni orang tua. Kalo orang tua sudah menangis dalam tahajudnya untuk mendo`akan anaknya,maka tinggal tunggu terkabulnya.

4. Teruslah berdoa,"Rabbii laa tadzarnii.." (Ya ALLAH,jangan biarkan aku sendiri). Kalo tidak mengadu kepada ALLAH, mau kepada siapa lagi? Sambil nangis.

5. Perbaiki diri. ALLAH akan memberi jodoh baik bagi orang yang baik. Agar jodohmu baik, maka ALLAH tidak akan menemukan sebelum kau perbaiki diri.

6. Sedekah. Segala masalah tuntas dengan sedekah yang ikhlas. Segeralah hajat bakal terkabul.

7. Ikhtiar dan tawakkal. Upaya kerja keras dan serahkan pada-Nya. Usaha sebisa-bisanya, berserah sepasrah-pasrahnya. ALLAH yang Maha Menakdirkan.

Insya ALLAH dengan 7 rahasia tersebut,ALLAH akan mempermudah jalan menuju pertemuan agung itu. Aamiin ya Rabbal`alamin.


Sumber : facebook.com

Dikirim pada 02 Desember 2012 di Hikmah




Lebih baik aku dibilang tak laku-laku, daripada dicap sangat laku hingga sampai bergonta-ganti pasangan yang belum halal.

Lebih baik aku tak punya kebanggaan, kalau hanya kebanggaan atas banyaknya koleksi mantan pasangan yang belum halal.

Lebih baik aku menjaga fitrah diri, daripada hanya sekedar mencari kesenangan diri.

Lebih baik aku mengejar cita-cita, daripadahanya mengejar cinta yang belum waktunya.

Aku tak mau hidupku hanya mencari kesenangan sesaat. Aku tak mau terjebak. Aku tak mau mengorbankan jalan hidupku yang terasa sangat singkat.

Dengan diisi hal-hal yang tak banyak membawa manfaat.
Dengan godaan-godaan nafsu yang akan membuat diriku tersesat.

Biarlah mereka mau bilang apa. Karena aku lebih mempedulikan untuk menjaga kefitrahan diriku, yang kelak akan ku pertanggungjawabkan di hadapan Allah Azza Wa Jalla.

Dan yang pasti, akan ku persembahkan diriku seutuhnya. Hanya untuk pasangan halalku saja yang bernama suami, bukan untuk yang lain. Itulah pilihanku.

Salam santun salam ukhuwah fillah...



sumber : facebook.com

Dikirim pada 18 November 2012 di Muhasabah




Jika kita punya sebuah harapan, janganlah segan untuk memunajatkannya. Jika kita punya sebuah keinginan, jangan lelah untuk berusaha mewujudkannya. Jika kita punya sebuah cita, jangan ragu untuk meraihnya. Jika kita sedang semangat mengusahakan ketiganya, jangan lupa untuk senantiasa menggantungkannya semuanya kepada-Nya, Ya Shomad.

Manusiawi bila keraguan juga membayang di setiap ikhtiar kita. Ragu karena ketidakberhasilan untuk mewujudkan harapan, keinginan, dan cita tersebut. Takut karena banyaknya rintangan, halangan, godaan, dan peluh kerja yang seringkali melemahkan semangat. Hal tersebut tidaklah aneh, hal tersebut manusiawi. Itulah proses hidup, duka nestapa selalu mengiringi setiap keberhasilan yang dicitakan.

Ikhtiar yang sekuat tenaga dan sepenuh hati dilaksanakan adalah indikator suatu hal yang sedang diusahakan akan berhasil. Benar, setiap hal perlu keseriusan dalam mengusahakannya. Berpeluh, berpilu, berlelah dalam ikhtiar seringkali menurunkan semangat yang telah terkumpul. Mengikis, merongrong, mengerosi semangat dengan dentuman ombak yang melemahkan. Itulah mengapa ikhtiarlah dengan ikhlas dan sabar.

Dikirim pada 18 November 2012 di Muhasabah


Sebagian lelaki berkata, betapa sulitnya menemukan Wanita Sholehah di zaman sekarang. Dan sebagian wanita juga berkata, betapa susahnya mencari Lelaki Sholeh saat ini.


Mungkin pernyataan diatas ada benarnya juga walaupun tidak mutlak. Akan tetapi yang lebih penting, alangkah baiknya kalau pernyataan tersebut kita tujukan untuk diri sendiri terlebih dahulu sebelum diucapkan kepada orang lain.

"Sudah menjadi Lelaki Sholehkah diriku? Sudah menjadi Wanita Sholehahkah diriku?"

Kadang kita terlalu sibuk untuk menilai orang lain sehingga kita lupa menilai diri sendiri. Kita terlalu sibuk MENCARI sosok yang menurut kita Sholeh atau Sholehah. Kita terlalu sibuk MENCARI sosok yang baik. Sementara kita sendiri lupa untuk berusaha MENJADI sosok yang Sholeh atau Sholehah.

Muncul satu pertanyaan, sudah pantaskah kita berharap untuk bisa mendapatkan sosok yang Sholeh atau Sholehah? Jawabannya berpulang pada diri kita masing-masing. Jangan bermimpi mendapatkan Wanita Sholehah kalau masih belum mampu menjadi Lelaki Sholeh. Jangan bermimpi mendapatkan Lelaki Sholeh kalau belum mampu menjadi Wanita Sholehah.

Sebuah solusi yang tepat..

Tak perlu bersusah payah untuk MENCARI yang Sholeh atau Sholehah. Tapi MENJADI-LAH Sholeh atau Sholehah terlebih dahulu. Karena apa?

Karena Allah telah menyiapkan pasangan yang sesuai dengan jati diri kita. Yang sesuai dengan kepribadian kita. Yang sesuai dengan kadar keimanan dan ketakwaan kita. Ingat, lelaki baik untuk wanita yang baik. begitu juga sebaliknya. Itulah ketetapan-Nya!

Tunggu apa lagi?
Marilah memulai dari diri sendiri dulu untuk menjadi baik. Tak perlu menunggu orang lain menjadi baik. Dan tak perlu terlalu sibuk untuk menilai orang lain yang pada akhirnya kita lupa untuk menilai diri sendiri.


sumber: Facebook

Dikirim pada 10 Oktober 2012 di Muhasabah


Banyak mitos yang bertebaran disetiap kehidupan kucing mulai dari memiliki 9 nyawa hingga sebagai jelmaan dewa. Seperti yang terjadi pada masa dinasti Fir’aun 3000 tahun yang lalu, kucing amat dipuja karena dianggap sebagai titisan dewa.

Lain di Mesir lain pula di Eropa, di dataran ini kucing dianggap sebagai sihir setan atau pembawa bencana. Tak pelak lagi, pada masa abad kegelapan terjadi pemusnahan besar-besaran terhadap hewan lucu ini, hingga menyebar ke Afrika Utara. Padahal, wabah yang oleh masyarakat saat itu dianggap sebagai kutukan adalah jenis penyakit pes yang diakibatkan oleh meledaknya populasi tikus dan penurunan populasi kucing sebagai predator.



Nabi Muhammad SAW dan Kucing Kesayangannya

Didalam perkembangan peradaban islam, kucing hadir sebagai teman sejati dalam setiap nafas dan gerak geliat perkembangan islam.

Nabi Muhammad memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.

Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.

Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.

Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Dari Ibnu Umar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai” (HR. Bukhari).

Tak hanya nabi, istri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala ditinggal pergi oleh si kucing. Seorang sahabat yang juga ahli hadist, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi julukan Abu Hurairah (bapak para kucing jantan), karena kegemarannya dalam merawat dan memelihara berbagai kucing jantan dirumahnya.



Penghormatan Para Tokoh Islam Terhadap Kucing

Pada abad ke-13, sebagai manifestasi penghargaan masyarakat Islam, rupa kucing dijadikan sebagai ukiran cincin para Khalifah, termasuk porselen, patung hingga mata uang. Bahkan di dunia sastra, para penyair tak ragu untuk membuat syair bagi kucing peliharaannya yang telah berjasa melindungi buku-buku mereka dari gigitan tikus dan serangga lainnya.

Dalam buku yang berjudul Cats of Cairo, pada masa dinasti Mamluk, Baybars Al Zahir, seorang Sultan yang juga pahlawan garis depan dalam Perang Salib sengaja membangun taman-taman khusus bagi kucing dan menyediakan berbagai jenis makanan di dalamnya. Tradisi ini telah menjadi adat istiadat di berbagai kota-kota besar negara Islam.

Hingga saat ini, mulai dari Damaskus, Istanbul, hingga Kairo, masih bisa kita jumpai kucing-kucing yang berkeliaran di pojok-pojok masjid tua dengan berbagai macam makanan yang disediakan oleh penduduk setempat.

Keistimewaan Kucing
Nabi menekankan di beberapa hadits bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.

Kenapa Rasulullah SAW berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?



Fakta Ilmiah 1

Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.

Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya. Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.



Fakta Ilmiah 2

Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.

Hasil yang Didapatkan

Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.
Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.
Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.


Komentar Para Dokter Peneliti

Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing.
Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing,
Manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia.
Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.
Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll)
Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air.
Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.


Fakta Ilmiah 3

Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih daripada manusia.



Fakta Ilmiah Tambahan

Zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress.

Sisa makanan kucing hukumnya suci. Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.

Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW prnh bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.

Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur.

Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.

Rasulullah SAW bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing.” (H.R Al Baihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).

Hadits ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan imam hadits yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya adalah suci, Liurnya bersih dan membersihkan, serta hidupnya lebih bersih daripada manusia. Mungkin ini pula-lah yang menyebabkan mengapa Rasulullah SAW sangat sayang kepada Muezza, kucing peliharaannya.


Rep/Red: Farid Zakaria
Sumber: Islampos / Eramuslim

Dikirim pada 06 Oktober 2012 di Hikmah


Jodoh itu telah digariskan.
Jodoh itu telah ditentukan.
Jodoh itu telah ditakdirkan.
Dan jodoh itu telah ditetapkan.
Walaupun hal itu tetap menjadi rahasia-Nya dengan siapa nantinya kita bakal berjodoh.

Jodoh itu tidak hanya milik sebagian orang.
Tidak juga hanya untukku.
Tidak juga hanya untuk Kalian.
Apa lagi hanya untuk mereka.
Akan tetapi kita semua mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatkannya.

Seiring perjalanan waktu.
Kadang kita begitu risaunya.
Ketika kita belum mendapatkan pasangan.
Ketika kita merasa sudah waktunya.
Ketika sebagian sahabat telah mendapatkan.
Ketika dalam hati kita merasa terlambat.

Tapi ketahuilah.
Kita tak hanya sekedar mencari jodoh yang baik.
Kita tak hanya sekedar mengejar jodoh yang baik.
Ada yang jauh lebih penting dari kesemuanya itu.

Yaitu..
Menggapai jodoh dengan niat yang baik.
Menggapai jodoh denga cara-cara yang baik.
Dengan menjadikan diri sebagai orang yang baik.
Berakhlak yang baik.
Bergaul yang baik dengan banyak berkumpul dengan orang-orang yang baik pula.
Dan tentu saja kita tak boleh melupakan untuk selalu berdoa sembari menunggu keputusan-Nya.

Ingat..

Menikah dengan waktu yang sedikit tertunda akan jauh lebih baik daripada menikah dengan terburu-buru tapi mendapatkan pasangan yang kurang baik.


sumber : facebook

Dikirim pada 05 Oktober 2012 di Muhasabah


Di saat kamu ingin melepaskan seseorang, ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya...
Di saat kamu mulai tidak mencintainya, ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya...
Di saat kamu mulai bosan dengannya, ingatlah selalu saat terindah bersamanya...
Di saat kamu ingin menduakannya, bayangkan jika dia selalu setia...
Di saat kamu ingin membohonginya, ingatlah saat dia jujur padamu...

Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu, jangan sampai di saat dia sudah tidak disisimu, kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu...

Yang indah hanya sementara...
Yang abadi adalah kenangan...
Yang ikhlas hanya dari hati...
Yang tulus hanya dari sanubari...
Tidak mudah mencari yang hilang...
Tidak mudah mengejar impian...
Yang lebih susah adalah mempertahankan yang ada, karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga...

Pepatah:

“Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini”

Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif...
Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas...

Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, dan jabatan yang luar biasa....
Namun… Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tidak bisa dibawa pergi...
Sehelai benang pun tidak bisa dimiliki...
Apalagi yang diperebutkan...
Apalagi yang mau disombongkan...

Maka jalanilah hidup ini dengan rendah hati...
Jangan terlalu perhitungan...
Jangan hanya mau menang sendiri...
Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita...
Belajarlah tiada hari tanpa kasih...
Selalu berlapang dada dan cinta damai...
Hidup ceria bebas leluasa...
Tidak ada yang tidak bisa diikhlaskan...
Tidak ada sakit hati yang tidak bisa dimaafkan...
Tidak ada dendam yang tidak bisa terhapus...

Dikirim pada 22 September 2012 di Muhasabah


Sudah menjadi rahasia umum jika membaca adalah pekerjaan yang membosankan bagi kalangan muda.

Membaca itu adalah suatu kebutuhan, jadi jika tanpa membaca kita tak akan memperoleh pengetahuan yang banyak.

Membaca harus selalu dibiasakan. Jika kita sudah terbiasa, maka pasti kita akan jadi gemar membaca.

Ada beberapa kiat agar kita terbiasa untuk membaca antara

lain:

a. Mencari buku yang kira-kira mudah dipahami, artinya untuk memulai kebiasaan agar kita suka membaca yaitu kita cari buku yang ringan-ringan saja, tidak perlu kita mencari buku yang nantinya sulit kita pahami dan membuat kita malas untuk membacanya.

b. Mencari tempat yang pas untuk kita membaca, dalam membaca kita perlu suatu ketenangan ketika nanti kita berada ditempat yang tenag pasti dengan mudah kita akan konsentrasi dan bisa untuk memahami bacaan yang kita baca, dan selanjutnya pasti kita akan semakin serus untuk membaca dan tidak beranjak dari tempat kita duduk, selain itu itu kita juga harus memperhatikan suasana diri kita atau pun lingkungan sekitar agar kita semakin nyaman untuk membaca.

c. Memahami alur cerita atau topik bacaan, kita harus berusaha untuk memahami alur bacaan yang kita baca, setelah kita paham alur cerita bacaan itu pasti kita akan menemukan makna dari bacaan itu dan selanjutnya kita akan tertarik dengan isi buku karena kita penasran dengan kalimat-kalimat yang ada dalam bacaan, sehingga kita semakin mendalami bacaan tersebut.

d. Selain hal di atas tentu ada hal yang penting untuk diperhatikan agar kita tidak malas untuk membaca, yaitu semangat dari diri kita sendiri, tanpa semangat dari kita tentu saja hal di atas sia-sia saja, karena jika tanpa semangat dari diri kita ketiga hal diatas sulit untuk kita lakukan.

Untuk mari kita biasakan diri kita untuk selalu semangat membaca agar pengetahuan yang kita dapat semakin bertambah...



sumber : facebook.com

Dikirim pada 22 September 2012 di IPTEK


Remaja muslimah sejati itu,
Tak banyak menghabiskan waktunya untuk memikirkan cinta.

Akan tetapi ia lebih banyak mengisi hari-harinya dengan belajar dan menuntut ilmu.

Remaja Muslimah sejati itu,
Tak mudah silau dengan kebebasan pergaulan yang ditawarkan teman-temannya,
Akan tetapi ia akan silau dengan nasehat-nasehat baik yang diberikan teman-temannya.

Remaja Muslimah sejati itu,
Tak akan mudah terpengaruh dengan prilaku-prilaku yang mengatasnamakan kemajuan zaman,
Akan tetapi ia akan semakin mewaspdai dirinya agar tidak mudah terbawa arus zaman.

Ia sadar,
Bahwa memfokuskan diri untuk menuntut ilmu sebanyak-banyaknya adalah jauh lebih berharga daripada sekedar pacaran.

Ia sadar,
Bahwa pergaulan zaman sekarang sudah terlalu mengkhawatirkan dan seringkali kebablasan.

Dan ia sadar,
Bahwa hempasan gelombang budaya yang semakin besar begitu mudahnya menggoyahkan iman.

Ia tak ingin hidupnya sia-sia,
Ia tak ingin hidupnya berbalut penyesalan,
Dan ia tak ingin kehormatan hidupnya tergadaikan.

Walau Malam Minggu tanpa pasangan,
Dia tetap mampu tersenyum penuh kebahagiaan tanpa ada sedikitpun rasa GALAU.



Dikirim pada 02 Agustus 2012 di Muhasabah


Assalamualaikum wr wb

Bersyukurlah sobat, karna Allah masih takdirkan kita bertemu dengan bulan yang mulia ini, coba ingat-ingat berapa banyak keluarga,teman, dan sahabat yang tahun lalu bersama kita kini telah tiada. jangan sia-siakan kesempatan terbaik ini, karna bisa jadi tahun depan kita yang menghadap Allah. ayoo jadikan ini ramadhan terindah,terbaik kita.

Pastikan kita telah memiliki Rencana dan Strategi agar Ramadhan kali ini benar2 penuh kebaikan dan jauh dari kesia-siaan apalagi kemaksiatan.

Tetapkan target terbaik, yang ingin khatam qur`an, ingin 5 waktu kemasjid, ingin sholat sunnat, ingin perbanyak sedekah,ingin perbaiki akhlak, ingin berjilbab, ingin merubah kebiasaan buruk. sekaranglah saat nya.

Saat syaitan2 dibelenggu, saat lingkungan mendukung, saat Allah membuka pintu Rahmat.

Jangan malu dan ragu untuk berubah, fokuslah hanya pada penilaian Allah, biarlah orang berkata sok alim,lho kok berubah, jadi orang aneh nih,dll

Asalkan Allah yang perintahkan, Allah suka,lakukan saja, jangan hiraukan perkataan manusia,penilaian manusia.

Ayoo sama-sama kita tingkatkan amal kita, dan berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan.

Semoga kita semua diberikan kekuatan oleh Allah untuk terus semangat sampai akhir hayat, bukan sampai akhir ramadhan saja, karna kesholehan itu bukan hanya di ramadhan tapi selama Ruh dikandung badan.amin.

Wassalamualaikum wr wb



-abizumisolusiislam-



Dikirim pada 21 Juli 2012 di Muhasabah



Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu.

Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang, sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.

Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.

Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itu pula.

Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.

Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.

Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap peduli padanya.

Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.

Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.
Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.

Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.

Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum – jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.

Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.



Sumber : facebook.com

Dikirim pada 15 Juli 2012 di Hikmah


“Tidak akan pernah berkurang harta yang disedekahkan kecuali ia bertambah… bertambah… bertambah…” (H.R. Al Tirmidzi)

“Siapa yang memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan

balasannya dan baginya pahala yang mulia...” (Q.S. Al Hadiid 57:11)

“…Dan (janganlah kamu takut kepada kemiskinan karena membelanjakan harta kepada Allah)…” (Q.S. Al Baqarah 2:245)

“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sehingga kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai…” (Q.S. Ali Imran 3:92)

“Ingatlah kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah, maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah Yang Maha Kaya, sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya)…” (Q.S. Muhammad: 38)

“Dan Allah senantiasa memberi pertolongan kepada hamba-Nya selama ia menolong saudaranya...” (H.R. Muslim)

Perbanyaklah SEDEKAH, karena di dalamnya terdapat KHASIAT:
1. Menyembuhkan berbagai macam penyakit
2. Melampangkan rezeki
3. Menjauhkan diri dari segala macam kesulitan dan masalah
4. Diselamatkan dari segala keburukan
5. Menenangkan hati dan jiwa

Sumber: Facebook

Dikirim pada 14 Juli 2012 di Hukum


Aku begitu kagum akan kesopananmu dalam bertutur kata,

Bukan kagum pada kepintaranmu dalam merangkai berkata-kata.



Aku begitu terpesona akan keindahan budi pekertimu dalam pergaulan,

Bukan terpesona pada kecantikan dan keelokan paras rupamu.



Aku begitu tertarik akan keteguhanmu dalam menjaga dan menutupi auratmu,

Bukan tertarik pada bagus dan mahalnya pakaian yang dikenakanmu.



Aku begitu terpana akan kesederhanaan yang ada dalam setiap penampilan keseharianmu,

Bukan terpana pada kekayaan yang ada padamu.



Jika aku bertandang jarang kita berpandang,

Jika aku bertemu pantang aku merayu,



Andai saja dibolehkan,

Andai saja diijinkan,

Andai saja ditakdirkan,



Betapa inginnya aku selalu menjagamu,

Betapa inginnya aku selalu melindungimu,

Betapa inginnya aku selalu memuliakanmu,

Betapa inginnya aku memilikimu.

Dan betapa inginnya aku menjadikanmu pendamping hidupku.



Kan kupinta kepada-Nya,

Kan kumohon dalam sujudku,

Kan kuharap dalam setiap doaku,



Semoga kita dipertemukan dalam sebuah ikatan mulia,

Bersama merajut dalam sebuah pelaminan asmara.

Merenda senyum dan tawa,

Dalam suka,

Dalam duka.



Untuk saling menyempurnakan ibadah kita,

Untuk mengharap Ridha-Nya.



**Teruntuk insan yang tengah menyukai seseorang**

Dikirim pada 07 Juli 2012 di Cinta


Sholehah adalah idaman bagi setiap laki-laki. Sholehah secara bahasa berarti layak dan pantas. Dan istri sholehah adalah istri yang memiliki kepribadian layak sebagai seorang istri. Kelayakan kepribadian tersebut dinilai dari sisi agama karena Islam telah memberitakan tentang ciri-ciri istri sholehah/idaman dalam banyak ayat-ayat Al-Qur`an dan Hadist Nabi.

Dan menjadi pribadi istri sholehah juga diidam-idamkan oleh kebanyakan wanita, baik yang telah menjadi istri atau yang belum. Karena secara naluri, setiap orang selalu berusaha menjadi lebih baik dari apa yang pernah dia raih sebelumnya.

Jika anda seorang wanita yang ingin menyempurnakan kepribadian sehingga menjadi seorang istri yang sholehah atau seorang laki-laki yang ingin memiliki seorang istri yang sholehah. perhatikan hadist berikut:

خير النِّسَاء امْرَأَة نظرت إِلَيْهَا سرتك وَإِذا أَمَرتهَا أَطَاعَتك وَإِذا غبت عَنْهَا حفظتك فِي نَفسهَا وَمَالك

Artinya: "Sebaik-baik wanita (istri) adalah yang ketika engkau memandangnya akan membuatmu bahagia dan jika diperintah, dia akan mentaatimu. Dan jika engkau tidak bersamanya, dia akan menjagamu dalam dirinya serta menjaga apa-apa yang engkau miliki." (HR Abu Daud, Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

3 Ciri-ciri Istri Sholehah/Idaman

1. Ketika dipandang, dia akan membuatmu bahagia, nyaman dan menentramkan jiwa.

2. Ketika engkau memerintahkannya akan sesuatu yang mubah/boleh, dia mentaatimu.

3. Ketika engkau pergi dan dia tidak bersamamu, dia akan menjaga dirinya untukmu dan juga menjaga apa-apa yang engkau miliki; harta, anak dan lain-lain.

Berlombalah untuk selalu menjadi lebih baik, memperbaiki kesalahan-kesalahan dan selalu berpikir maju, itulah pribadi seorang muslim yang hakiki.

Dikirim pada 05 Juli 2012 di Muhasabah



Ia mutiara terindah dunia
Bunga terharum sepanjang masa
Ada cahaya di wajahnya, Betapa indah pesonanya
Bidadari bermata jeli pun cemburu padanya
Kelak, ia menjadi bidadari surga, Terindah dari yang ada

Ya, bidadari surga yang Allah segerakan adalah wanita sholehah. Konteks tulisan ini sama sekali bukan tentang fisik. Kita hanya akan membahas hal-hal substansial yang bernama kesalehan. Untuk itu, cukuplah dialog penuh ‘ibrah antara Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang didokumentasikan oleh Imam Ath-Thabrani sebagai pecut penyemangat, pengobar ruh kesalehan.

Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha berkata, “Wahai Rasulullah, Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam jelaskanlah kepadaku firman Subhanahu wa Ta’ala tentang bidadari-bidadari yang bermata jelita.” (QS. Ad-Dukhan: 54) Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar.”

Aku berkata lagi, “Jelaskan kepadaku tentang firman Allah, “Laksana mutiara yang tersimpan baik.” (Al-Waqi’ah: 23) Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.”

Aku berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, “Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.” (Ar-Rahman: 70) Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita.”

Aku berkata lagi, “Jelaskan kepadaku firman Allah, “Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.” (Ash-Shaffat: 49) Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur.”

Aku berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, Penuh cinta lagi sebaya umurnya” (Al-Waqi’ah: 37) Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.”

Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli.” Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”

Aku bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?” Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, “Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.”

Aku berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang wanita di antara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga? Beliau menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa di antara mereka yang akhlaqnya paling bagus, lalu dia berkata, “Wahai Rabb-ku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaqnya tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya.” Wahai Ummu Salamah, akhlaq yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.”

Kesholehan dan akhlak baiklah sumber kemuliaan, semoga kita dapat meraihnya. Aamiin.

Dikirim pada 05 Juli 2012 di Hikmah


Bekam atau hijamah adalah teknik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Perkataan Al Hijamah berasal dari istilah bahasa arab : Hijama (حجامة) yang berarti pelepasan darah kotor. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut dengan cupping, dan dalam bahasa melayu dikenal dengan istilah Bekam. Di Indonesia dikenal pula dengan istilah kop atau cantuk.

Dengan melakukan penghisapan/vakum maka terbentuklah tekanan negatif di dalam cawan/kop sehingga terjadi drainase cairan tubuh berlebih (darah kotor) dan toksin, menghilangkan perlengketan/adhesi jaringan ikat dan akan mengalirkan darah “bersih” ke permukaan kulit dan jaringan otot yang mengalami stagnasi serta merangsang sistem syaraf perifer.

Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa bekam bekerja dengan cara merangsang atau mengaktifkan :

sistem kekebalan tubuh,
Pengeluaran Enkefalin,
Pelepasan neurotransmitter,
Penyempitan dan pelebaran pembuluh darah serta
“the gates for pain” pada Sistim Syaraf Pusat (CNS) yang berfungsi mengartikan sensasi rasa nyeri.
Apabila dilakukan pembekaman pada titik bekam, maka akan terjadi kerusakan mast cell dan lain-lain pada kulit, jaringan bawah kulit ( sub kutis), fascia dan ototnya. Akibat kerusakan ini akan dilepaskan beberapa mediator seperti serotonin, histamine, bradikinin, slow reacting substance (SRS), serta zat-zat lain yang belum diketahui. Zat-zat ini menyebabkan terjadinya dilatasi kapiler dan arteriol, serta flare reaction pada daerah yang dibekam. Dilatasi kapiler juga dapat terjadi di tempat yang jauh dari tempat pembekaman. Ini menyebabkan terjadinya perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah. Akibatnya timbul efek relaksasi (pelemasan) otot-otot yang kaku serta akibat vasodilatasi umum akan menurunkan tekanan darah secara stabil. Yang terpenting adalah dilepaskannya corticotrophin releasing factor (CRF), serta releasing factors lainnya oleh adenohipofise. CRF selanjutnya akan menyebabkan terbentuknya ACTH, dan corticosteroid. Corticosteroid ini mempunyai efek menyembuhkan peradangan serta menstabilkan permeabilitas sel.

Penelitian lain menunjukkan bekam pada titik tertentu dapat menstimulasi kuat syaraf permukaan kulit yang akan dilanjutkan pada cornu posterior medulla spinalis melalui syaraf A-delta dan C, serta traktus spinothalamicus kearah thalamus yang akan menghasilkan endorphin. Sedangkan sebagian rangsang lainnya akan diteruskan melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor neuron dan menimbulkan reflek intubasi nyeri.

Berbekam merupakan metode pengobatan klasik yang telah digunakan dalam mengobati berbagai kelainan penyakit seperti hemophilia, hipertensi, gout, reumatik arthritis, sciatica, back pain (sakit punggung), migraine, vertigo, anxietas (kecemasan) serta penyakit umum lainnya baik bersifat fisik maupun mental.

Bekam merupakan pengobatan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, sebagaimana dijelaskan dalam hadist Bukhari :

Dari Ibnu Abbas r.a. Rasulullah bersabda : “Kesembuhan (obat) itu ada pada tiga hal: dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan dengan besi panas. Dan aku melarang ummatku dengan besi panas.” (Hadist Bukhari)



Sejarah Bekam
Hijamah/bekam/cupping/Blood letting/kop/chantuk dan banyak istilah lainnya sudah dikenal sejak zaman dulu, yaitu kerajaan Sumeria, kemudian terus berkembang sampai Babilonia, Mesir, Saba, dan Persia. Pada zaman Rasulullah, beliau menggunakan kaca berupa cawan atau mangkuk tinggi. Pada zaman China kuno mereka menyebut hijamah sebagai “perawatan tanduk” karena tanduk menggantikan kaca. Pada kurun abad ke-18 (abad ke-13 Hijriyah), orang-orang di Eropa menggunakan lintah sebagai alat untuk hijamah. Pada satu masa, 40 juta lintah diimpor ke negara Perancis untuk tujuan itu. Lintah-lintah itu dilaparkan tanpa diberi makan. Jadi bila disangkutkan pada tubuh manusia, dia akan terus menghisap darah tadi dengan efektif. Setelah kenyang, ia tidak berupaya lagi untuk bergerak dan terus jatuh lantas mengakhiri upacara hijamahnya.

Seorang herbalis Ge Hong (281-341 M) dalam bukunya A Handbook of Prescriptions for Emergencies menggunakan tanduk hewan untuk membekam/mengeluarkan bisul yang disebut tehnik “jiaofa”, sedangkan di masa Dinasti Tang, bekam dipakai untuk mengobati TBC paru-paru . Pada kurun abad ke-18 (abad ke-13 Hijriyah) , orang-orang di Eropa menggunakan lintah (al ‘alaq) sebagai alat untuk bekam (dikenal dengan istilah Leech Therapy) dan masih dipraktekkan sampai dengan sekarang.

Kini pengobatan ini dimodifikasi dengan sempurna dan mudah pemakaiannya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dengan menggunakan suatu alat yang praktis dan efektif.Disebutkan oleh Curtis N, J (2005), dalam artikel Management of Urinary tract Infections: historical perspective and current strategies: Part 1-before antibiotics. Journal of Urology. 173(1):21-26, January 2005. Bahwa catatan Textbook Kedokteran tertua Ebers Papyrus yang ditulis sekitar tahun 1550 SM di Mesir kuno menyebutkan masalah Bekam.

Hippocrates (460-377 SM), Celsus (53 SM-7 M), Aulus Cornelius Galen (200-300 M) mempopulerkan cara pembuangan secara langsung dari pembuluh darah untuk pengobatan di zamannya. Dalam melakukan tehnik pengobatan tersebut, jumlah darah yang keluar cukup banyak, sehingga tidak jarang pasien pingsan. Cara ini juga sering digunakan oleh orang Romawi, Yunani, Byzantium dan Itali oleh para rahib yang meyakini akan keberhasilan dan khasiatnya.

Kapan Hijamah dikenal dan berkembang di Indonesia?
Tidak ada catatan resmi mengenai kapan metode ini masuk ke Indonesia, diduga kuat pengobatan ini masuk seiring dengan masuknya para pedagang Gujarat dan Arab yang menyebarkan agama Islam.

Metode ini dulu banyak dipraktekkan oleh para kyai dan santri yang mempelajarinya dari “kitab kuning” dengan tehnik yang sangat sederhana yakni menggunakan api dari kain/kapas/kertas yang dibakar untuk kemudian ditutup secepatnya dengan gelas/bekas botol. Waktu itu banyak dimanfaatkan untuk mengobati keluhan sakit/pegal-pega di badan, dan sakit kepala atau yang dikenal dengan istilah “masuk angin”.

Tren pengobatan ini kembali berkembang pesat di Indonesia sejak tahun 90-an terutama dibawa oleh para mahasiswa/pekerja Indonesia yang pernah belajar di Malaysia, India dan Timur Tengah. Kini pengobatan ini dimodifikasi dengan sempurna dan mudah pemakaiannya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dengan menggunakan suatu alat yang higienis, praktis dan efektif.

Jenis bekam
Bekam kering atau bekam angin (Hijamah Jaaffah),
yaitu menghisap permukaan kulit dan memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor. Bekam kering ini berkhasiat untuk melegakan sakit secara darurat atau digunakan untuk meringankan kenyerian urat-urat punggung karena sakit rheumatik, juga penyakit-penyakit penyebab kenyerian punggung. Bekam kering baik bagi orang yang tidak tahan suntikan jarum dan takut melihat darah. Kulit yang dibekam akan tampak merah kehitam-hitaman selama 3 hari.

Bekam basah (Hijamah Rothbah)
Yaitu pertama kita melakukan bekam kering, kemudian kita melukai permukaan kulit dengan jarum tajam (lancet), lalu di sekitarnya dihisap dengan alat cupping set dan hand pump untuk mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh. Lamanya setiap hisapan 3 sampai 5 menit, dan maksimal 9 menit, lalu dibuang darah kotornya. Penghisapan tidak lebih dari 7 kali hisapan. Darah kotor berupa darah merah pekat dan berbuih. Dan selama 3 jam setelah di-bekam, kulit yang lebam itu tidak boleh disiram air. Jarak waktu pengulangan bekam pada tempat yang sama adalah 3 minggu sahaja

Waktu berbekam
Sebaiknya berbekam dilakukan pada pertengahan bulan, karena darah kotor berhimpun dan lebih terangsang (darah sedang pada puncak gejolak). Anas bin Malik radhiallaahu ‘anhu menceritakan bahwa : “Rasulullah SAW biasa melakukan hijamah pada pelipis dan pundaknya. Ia melakukannya pada hari ketujuhbelas, kesembilanbelas atau keduapuluhsatu.” (Diriwayatkan oleh Ahmad).

Pemilihan waktu bekam adalah sebagai tindakan preventif untuk menjaga kesehatan dan penjagaan diri terhadap penyakit. Adapun untuk pengobatan penyakit, maka harus dilakukan kapan pun pada saat dibutuhkan. Dalam hal ini Imam Ahmad melakukan bekam pada hari apa saja ketika diperlukan.

Imam asy-Syuyuthi menukil pendapat Ibnu Umar, bahwa berbekam dalam keadaan perut kosong itu adalah paling baik karena dalam hal itu terdapat kesembuhan. Maka disarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 2-3 jam sebelumnya.

. Dari Abu Hurairah radhiallaahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berbekam pada hari ke-17, 19 dan 21 (tahun Hijriyah), maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.” (Shahih Sunan Abu Dawud, II/732, karya Imam al-Albani)
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallaahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: “ Sesungguhnya sebaik-baik bekam yang kalian lakukan adalah hari ke-17, ke-19, dan pada hari ke-21.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/204))
Dari Anas bin Malik radhiallaahu ‘anhu, dia bercerita: ” Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam biasa berbekam di bagian urat merih (jugular vein) dan punggung. Ia biasa berbekam pada hari ke-17, ke-19, dan ke-21.” (HR, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, sanad shahih)
Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: “Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Berbekamlah pada hari ke-17 dan ke-21, sehingga darah tidak akan mengalami hipertensi yang dapat membunuh kalian’.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami (III/388))
Ibnu Sina di dalam kitabnya Al-Qaanun mengatakan : “Diperintahkan untuk tidak berbekam di awal bulan karena cairan-cairan tubuh kurang aktif bergerak dan tidak normal, dan tidak diakhir bulan karena bisa jadi cairan-cairan tubuh mengalami pengurangan. Oleh karena itu diperintahkan melakukan bekam pada pertengahan bulan ketika cairan-cairan tubuh bergolak keras dan mencapai puncak penambahannya karena bertambahnya cahaya di bulan”.

Cara bekam
Cara melakukan Bekam :

Mempersiapkan semua peralatan yang sudah disterilkan dengan alat sterilisator standar.
Mulai dengan do’a dan mensterilkan bagian tubuh yang akan dibekam dengan desinfektan (misalnya. Iodin)
Dilanjutkan dengan penghisapan kulit menggunakan “kop/gelas” bekam, kekuatan penghisapan pada setiap pasien berbeda-beda. Lama penghisapan selama 5 menit, tindakan ini sekaligus berfungsi sebagai Anestesi (pembiusan) lokal. Diutamakan mendahulukan bagian tubuh sebelah kanan dan jangan melakukan penghisapan lebih dari 4 titik bekam sekaligus.
Dengan menggunakan pisau bedah standar kemudian dilakukan syartoh /penyayatan (jumlah sayatan 5-15 untuk satu titik tergantung diameter kop yang dipakai, panjang sayatan 0,3-0,5 cm, tipis dan tidak boleh terlalu dalam, dilakukan sejajar dengan garis tubuh). Salahsatu tanda bahwa sayatannya baik adalah sesaat setelah disayat, kulit tidak mengeluarkan darah akan tetapi setelah disedot dengan alat maka darahnya baru keluar.
Lakukan penghisapan kembali dan biarkan “darah kotor” mengalir di dalam kop selama 5 menit.
Bersihkan dan buang darah yang tertampung dalam kop dan jika perlu bisa lakukan penghisapan ulang seperti tadi. Tidak boleh dilakukan pengulangan sayatan.
Bersihkan bekas luka dan oleskan minyak habbatus sauda yang steril. Umumnya bekas bekam akan hilang setelah 2-5 hari.
Ucapkan Alhamdulillah dan rasakan keajaiban “mukjizat” medis bekam.
Setiap pasien dianjurkan untuk memiliki alat bekam sendiri. Kop/alat bekam tidak boleh digunakan untuk pasien lain pada penderita hepatitis, ODHA, dan penyakit menular lainnya.
Titik-titik Bekam

Ada sekitar 12 titik utama yang disebutkan dalam hadits, selebihnya merupakan pengembangan dari itu. Beberapa ahli bekam juga menggunakan titik akupuntur untuk dilakukan pembekaman sedangkan yang lainnya menggunakan pendekatan anatomi organ tubuh dan patofisiologis suatu penyakit.

Bagian tubuh yang dibekam diantaranya adalah Titik di kepala (Ummu Mughits, Qomahduwah, Yafukh, Hammah, dzuqn, udzun), Leher dan punggung (Kaahil, al-akhda’ain, alkatifain, naqroh,munkib), kaki (Wirk, Fakhd, Zhohrul qodam, iltiwa’) dan lain sebagainya.

Penyakit apa saja yang dapat diobati dengan bekam
Thomas W. Anderson telah menulis sebuah buku berjudul 100 Diseases Treated by Cupping Methode. Beberapa diantara penyakit yang berespon cukup baik dengan Terapi bekam adalah Hipertensi, hiperuricemia (Gout/Pirai), hiperkolesterolemia, stroke, parkinson, epilepsy, migrain, vertigo, gagal ginjal, varises, wasir (hemoroid), dan semua keluhan sakit (rematik, ischialgia/sciatica, nyeri pinggang bawah), penyakit darah (leukemia, thalasemia), tinnitus, asma, alergi, penyakit sistim imun (SLE, HIV), infeksi (Hepatitis, elefantiasis), Glaukoma, Insomnia, enuresis/mengompol, mania, skizofren dan trans (gangguan sihir/jin), dll. Begitu juga bekam untuk kesuburan (fertilitas) dan kecantikan (menghilangkan jerawat, komedo, vitiligo, menurunkan berat badan, dll).

Apakah terdapat kontraindikasi efek samping yang terjadi akibat bekam? Orang dalam kondisi seperti apa yang tidak boleh dibekam?
Pada beberapa kasus dimana syarat pembekaman kurang terpenuhi, terkadang muncul efek samping berupa mual/muntah (jika terlalu dekat jaraknya dengan makan/<2jam setelah makan), lemas (jika pembekaman terlalu banyak titik), keluarnya bula/gelembung (jika pembekaman terlalu lama dan kekuatan pompa terlalu kuat). Adapun jika dilakukan sesuai “aturan main” maka efek samping tersebut jarang sekali terjadi.

Orang yang ditunda pembekamannya adalah : Wanita hamil (pada daerah perut dan punggung bawah), wanita menstruasi dan nifas, orang yang sedang mengkonsumsi obat pengencer darah, sedang cuci darah, baru melakukan donor darah, penderita dengan kondisi yang sangat lemah dan tekanan darah sangat rendah, serta orang yang sedang kelaparan/kenyang/gugup (fobia).[19]

Siapa saja yang boleh dibekam? Dan kisaran usia berapa?

Semua orang bisa dibekam pada kisaran umur 4 tahun keatas, yang penting pasiennya bisa kooperatif. Pada orang tua yang sudah renta, ibu hamil dan anak-anak pembekaman dilakukan dengan hati-hati, dengan sayatan yang tipis, tekanan kop yang ringan dan titik bekam yang terbatas.[20]

Tips memilih tempat bekam
Bagaimana tips yang baik dalam memilih terapi bekam?

Pilihlah Terapis bekam yang bersertifikat dan diutamakan memiliki pendidikan/pengetahuan medis yang cukup
Pastikan Terapis tersebut memiliki peralatan standar sterilisasi (sterilisator) yang memadai
Menggunakan peralatan medis standar (hanscon, masker, pisau bedah, kassa steril, dll) Hindari penggunaan silet, cutter, kaca, tissue gulung, kapas, atau kop berupa tanduk, bambu dan gelas biasa. Dalam prakteknya Rosulullah menggunakan metode syartoh (sayatan) ketika berbekam.
Bekam di Dunia Barat
Seiring dengan bertambahnya pasien yang dengan izin Allah Ta’ala sembuh dan terbebas dari penyakitnya melalui bekam maka semakin banyak pula bermunculan Terapis Hijamah dari “Barat” yang menggunakan metode Cupping Therapy maupun metode Lintah (Leech Therapy) untuk mengobati berbagai macam penyakit, mereka juga menuliskannya dalam berbagai artikel, buku dan publikasi lainnya.

Sumber: Wikipedia

Dikirim pada 02 Juli 2012 di Kesehatan



Tolong beritahu dia aku ada pesan buatnya..
Tolong beritahu dia, cinta agung adalah cintaNya..
Tolong beritahu dia, cinta manusia bakal membuatnya lupa.
Tolong nasihati dia, jangan mencintaiku lebih dari dia mencintai Allah
Tolong nasihati dia, jangan mengingatku lebih dari dia mengingat Allah
Tolong nasihati dia, jangan mendoakanku lebih dari dia mendoakan ibu bapanya..
Tolong katakan pada dia, dahulukan Allah kerana di situ ada surga..
Tolong katakan pada dia, dahulukan ibu bapanya karena di telapak itu surganya..
Tolong ingatkan dia, aku terpikat karena imannya bukan fisiknya
Tolong ingatkan dia, aku lebih cinta zuhudnya bukan harta..
Tolong ingatkan dia aku mengasihinya karena santunnya..
Tolong tegur dia, bila dia mulai mengagungkan cinta manusia..
Tolong tegur dia, bila dia tenggelam dalam angan-angannya..
Tolong tegur dia, andai nafsu mengawal fikirannya..
Tolong sadarkan dia, aku milik Allah
Tolong sadarkan dia, aku masih milik keluarga..
Tolong sadarkan dia, tanggungjawabnya besar kepada keluarganya..
Tolong sabarkan dia, tak usah berucap cinta di kala cita-cita belum terlaksana..
Tolong sabarkan dia, andai diri ini enggan dirapati kerana menjaga batasan cinta..
Tolong sabarkan dia, bila jarak menjadi penyebab bertambah rindunya..
Tolong beri pesan padanya, aku tidak mau menjadi fitnah besar kepadanya..
Tolong beri pesan padanya, aku tidak mau menjadi puncak kegagalannya..
Tolong beri pesan padanya, aku membiarkan Allah menjaga dirinya..
Tolong kabarkan pada dia, aku tidak mau mengecewakan dia..
Tolong kabarkan pada dia, aku mau dia berjaya dalam impian dan cita-citanya..
Tolong kabarkan pada dia, jadilah penyokong dalam kejayaanku..
Tolong sampaikan pada dia, aku mendambakan cinta suci yang terjaga..
Tolong sampaikan pada dia, cinta karena Allah tidak ternilai harganya..
Tolong sampaikan pada dia, hubungan ini terjaga selagi dia menjaga hubungan dengan Allah..
Tolong sampaikan kepada dia, karena aku tidak mampu memberitahunya sendiri…
Hanya engkau Ya Allah mengetahui siapa dia..
Moga dia seekor lebah yang sentiasa memuji keagungan Yang Maha Kuasa memasuki taman larangan dengan sopan santunnya dan bertemu mawar berduri yang terjaga oleh tuannya..
Simpanlah pesanan ku ini sehingga engkau bertemu diriku suatu hari nanti…



Sumber :dari seseorang

Dikirim pada 01 Juli 2012 di Hikmah
21 Jun


Allah telah berfirman, “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).(QS. Ibrahim 34).

Subhanallah, betapa luar biasanya Nikmat Allah, kita menghitung saja tidak sanggup, apalagi harus membayarnya.

Seandainya Allah mau minta bayar udara yang kita hirup, maka berapa yang harus kita siapkan untuk bisa bernafas.

Dirumah sakit 1 jam oksigen itu harganya 750rb, coba kalikan 24jam, kalikan 365 hari, kalikan sudah berapa usia kita.

Seandainya Allah berkata kepada malaikat, siapa yg gak bisa bayar udara yang dihirup, cabut nyawa nya. mungkin tak ada lagi manusia yang hidup didunia ini.tak ada lagi yg baca pesan di FB ini.

Tapi berkat sifat Rahman dan Rahim Allah, kita diberikan udara gratis. tak terbatas. mau hirup sebanyak apapun silakan.

Tapi kita sudah diberikan nikmat begitu luar biasa masih sering ingkar atas perintah-perintahNYA, masih banyak mikir mau menjalankan sholat, masih ragu-ragu menutup Aurat (berjilbab).dst.

Astagfirullah, semoga Allah ampuni dosa-dosa kita, kesalahan-kesalahan kita, dan semoga Allah berikan kita kemampuan untuk memperbaiki diri, untuk lebih dekat kepada Allah.amin.

Semoga bermanfaat.



Sumber: Dari seseorang

Dikirim pada 21 Juni 2012 di Hikmah


"Dunia memang aneh", Gumam Pak Ustadz



"Apanya yang aneh Pak?" Tanya Penulis yang fakir ini..



"Tidakkah antum (kamu/anda) perhatikan di sekeliling antum, bahwa dunia menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa"



"Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum ke masjid, kenakan pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami" Kata Pak Ustadz.



Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz, menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan berjalan menunju masjid yang berjarak sekitar 200 M dari rumah.



Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya"



"Aduh, tumben nih rapi banget, kayak pak ustadz. Mau ke mana, sih?" Tanya ibu muda itu.



Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapi ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz di atas, menjadi sesuatu yang lain rasanya...



"Kenapa orang yang hendak pergi ke masjid dengan pakaian rapi dan memang semestinya seperti itu dibilang"tumben"?



Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan memberi makan anaknya di tengah jalan, di tengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja?



Kenapa orang ke masjid dianggap aneh?



Orang yang pergi ke masjid akan terasa "aneh" ketika orang-orang lain justru tengah asik nonton reality show "TAKE ME OUT" .



Orang ke masjid akan terasa "aneh" ketika melalui kerumunan orang-orang yang sedang ngobrol di pinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi suara panggilan adzan.



Orang ke masjid terasa "aneh" ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan mobilnya yang kotor karena kehujanan.



Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum,



"Kamu akan banyak menjumpai "keanehan-keanehan" lain di sekitarmu," kata



Pak Ustadz.

"Keanehan-keanehan" di sekitar kita?



Cobalah ketika kita datang ke kantor, kita lakukan shalat sunah dhuha, pasti akan nampak "aneh" di tengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca koran dan mengobrol.



Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa "aneh", karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh di tengah-tengah sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat di akhir waktu.

Cobalah berdzikir atau tadabur al Qur`an ba`da shalat, akan terasa aneh di tengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat. Dan makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya nyaman dan tidak silau. Orang yang mau shalat malah serasa menumpang di tempat orang tidur, bukan malah sebaliknya, yang tidur itu justru menumpang di tempat shalat. Aneh, bukan?



Cobalah hari ini shalat Jum`at lebih awal, akan terasa aneh, karena masjid masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah ke dua menjelang selesai.



Cobalah anda kirim notes, artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa aneh di tengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu, dan test... test, test saja.



Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits, atau ayat al Qur`an, pasti akan terasa aneh di tengah orang-orang yang membaca artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot atau lainnya.



Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut menjadi orang "aneh" selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari`at dan tata nilai serta norma yang benar.





Jangan takut dibilang "tumben" ketika kita pergi ke masjid, dengan pakaian rapi, karena itulah yang benar yang sesuai dengan al Qur`an (Al A`raf:31)



Jangan takut dikatakan "sok alim" ketika kita lakukan shalat dhuha di kantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul tak karuan.



Jangan takut dikatakan "Sok Rajin" ketika kita shalat tepat pada waktunya, karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya terhadap orang-orang beriman.



"Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.. Kemudian apabila kamu Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (Annisaa:103)



Jangan takut untuk shalat Jum`at/shalat berjama`ah berada di shaf terdepan, karena perintahnya pun bersegeralah. Karena di shaf terdepan itu ada kemuliaan sehingga di jaman Nabi Salallahu`alaihi wassalam para sahabat bisa bertengkar cuma gara-gara memperebutkan berada di shaf depan.



"Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum`at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli [1475]. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui". (Al Jumu`ah:9)



Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat al Qur`an, karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling menasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran adalah sebaik-baik perkataan;



"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (Fusshilat:33)



Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali kita menyerukan, sekali kita kirim artikel, lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan, lenyap donk ladang amal kita....



Kalau yang kirim e-mail humor saja, gue/elu saja, test-test saja bisa kirim e-mail setiap hari, kenapa kita mesti risih dan harus berpikir ratusan atau bahkan ribuan kali untuk saling memberi nasehat. Aneh nggak, sih?



Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, atau sok tahu. Lha wong itu yang disuruh kok,



"sampaikan dariku walau satu ayat"



(potongan dari hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 3461 dari hadits Abdullah Ibn Umar).



Jangan takut baca e-mail dari siapapun, selama e-mail itu berisi kebenaran dan bertujuan untuk kebaikan. Kita tidak harus baca e-mail dari orang-orang terkenal, e-mail dari manager atau dari siapapun kalau isinya sekedar dan ala kadarnya saja, atau dari e-mail yang isinya asal kirim saja.



Mutiara akan tetap jadi mutiara terlepas dari siapapun pengirimnya.



Pun sampah tidak akan pernah menjadi emas, meskipun berasal dari tempat yang mewah sekalipun.



Lakukan "keanehan-keanehan" yang dituntun manhaj dan syari`at yang benar.

Kenakan jilbab dengan teguh dan sempurna, meskipun itu akan serasa aneh ditengah orang-orang yang berbikini dan ber `you can see`.

Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur`an & Hadist), meskipun akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak bermoral.

Lagian kenapa kita harus takut disebut "orang aneh" atau "manusia langka" jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru yang akan menyelamatkan kita?

Selamat jadi orang aneh yang bersyari`at dan bermanhaj yang benar.



Sumber: facebook (dari seseorang)

Dikirim pada 21 Juni 2012 di Kisah-kisah


Sesuatu yang paling mulia pada manusia adalah hati. Karena sesungguhnya hatilah yang mengetahui hakekat Allah Subhanahu Wata’ala, yang beramal untuk-Nya, dan yang berusaha menuju kepada-Nya. Anggota badan hanya menjadi pengikut dan pembantu hati, layaknya seorang budak yang membantu raja.

Barangsiapa mengetahui hakekat hatinya, ia akan mengetahui hakekat Rabb-Nya. Namun mayoritas manusia tidak mengetahui hati dan jiwanya.

Hati Selalu Diserang

Ketahuilah, bahwa hati, pada tabiat fitrahnya, mau menerima petunjuk (kebenaran). Tapi tetap ada syahwat dan hawa nafsu yang melekat padanya di mana hati juga akan cenderung tergoda kepadanya. Di sana, akan saling mengusir antara malaikat dan setan, terus berlangsung sampai hati itu membuka untuk salah satunya dan akhirnya menetap padanya. Sehingga pihak kedua tidak melewati hati itu kecuali sembunyi-sembunyi. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala:

“Dari kejahatan bisikan-bisikan yang tersembunyi”.

Yaitu yang jika disebut Allah Subhanahu Wata’ala ia sembunyi, tapi kalau lalai ia merasa lega. Dan tidak ada yang mengusir setan dari hati kecuali dzikir kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Setan tidak akan tentram bersama dzikir.

Hati Ibarat Benteng

Ketahuilah, permisalan hati seperti sebuah benteng, sedang setan adalah musuh yang hendak memasuki benteng itu lalu menguasainya. Tidak mungkin benteng itu terjaga kecuali dengan menjaga pintu-pintunya. Dan orang yang tidak mengetahuinya tidak mungkin mampu menjaganya, begitu pula tidak mungkin menghalangi setan kecuali dengan mengetahui jalan masuknya.

Jalan-jalan (pintu) masuk setan banyak jumlahnya, di antaranya hasad (dengki), ambisi duniawi, marah, syahwat, cinta berhias, kenyang, tamak, terburu-buru, cinta harta, fanatik madzhab, berpikir sesuatu yang tidak dicapai akal, buruk sangka dengan kaum muslimin, dan lain-lain.

Penjaga Pintu Hati

Seyogyanya seorang manusia menjaga dirinya dari sesuatu yang akan menjadikan orang berprasangka buruk kepadanya. Untuk mengobati kerusakan-kerusakan ini adalah dengan menutup pintu-pintu masuknya setan tersebut dengan membersihkan hati dan sifat-sifat jelek itu sehingga dengan bersihnya hati dari sifat-sifat itu berarti setan-setan hanya bisa lewat, tidak bisa menetap padanya. Untuk menghalangi lewatnya cukup dengan berdzikir kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan memenuhi hati dengan takwa.

Perumpamaan setan itu seperti anjing lapar yang mendekatimu. Kalau kamu tidak punya makanan dia akan pergi hanya diusir dengan kata-kata. Tapi kalau kamu punya makanan sedangkan dia lapar, dia tidak akan pergi hanya dengan ucapan. Begitupula hati yang tidak memiliki makanan untuk setan, setan itu akan pergi hanya dengan dzikir.

Hati Yang Kalah

Sebaliknya hati yang dikalahkan oleh hawa nafsunya, dia menjadikan dzikir itu hanya sambilan sehingga tidak mapan di tengahnya. Maka setanlah yang akhirnya menetap di tengahnya.

Jika kamu ingin tahu kebenarannya, perhatikan yang demikian ini pada shalatmu. Lihatlah bagaimana setan mengajak bincang-bincang dengan hatimu di saat semacam ini, dengan mengingatkan pasar, penghasilan/ gaji , urusan dunia, dan lain-lain.

Wallahu ta’ala a’lam.



Sumber:facebook.com

Dikirim pada 17 Juni 2012 di Hikmah


“Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur’an”.

Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.

Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan.

Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.

Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Quran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.

Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Al-Qur’an.

Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Al-Qur’an dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Al-Qur’an dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an.

Al-Qur’an memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.

Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Al-Qur’an. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Al-Qur’an lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Al-Qur’an memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).

Mahabenar Allah yang telah berfirman, “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (Q.S. 7: 204).



Sumber: facebook

Dikirim pada 15 Juni 2012 di Kesehatan


Ilmu adalah cahaya yang dikaruniakan Allah kepada manusia. Tidak diragukan lagi kedudukan orang yang berilmu disisi Allah adalah lebih tinggi beberapa derajat. Hanya orang-orang yang berilmu & berakal lah manusia dapat memahami kebesaran Allah melalui penciptaan alam semesta beserta segala isinya.

Demikian mulia kedudukan orang yang berilmu sehingga Rasulullah meriwayatkan dalam sebuah hadist :

“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu maka Allah mudahkan jalannya menuju syurga. Sesungguhnya malaikat akan membuka sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air. Sesungguhnya keutamaan orang alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan di atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar, tidak juga dirham, Yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yangmengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telahmendapatkan bagian yang paling banyak.1

Siapa sich orang yang ga mau di doakan oleh malaikat dan makhluk-makhluk Allah yang ada di bumi?? Sungguh hal tersebut adalah suatu kemuliaan yang besar.

Seperti kata pepatah “No pain, no gain” (tidak ada yang akan kita dapatkan tanpa pengorbanan), maka untuk mencapai kemuliaan yang bernama ilmu itu pasti ada tantangan yang harus kita hadapi..

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menghalangi sampainya kemuliaan ilmu kepada seseorang :
Niat yang rusak

Niat adalah dasar dan rukun amal. Apabila niat itu rusak maka rusaklah seluruh amalannya. Sebagaimana sabda Rasulullah “Amal itu tergantug niatnya, dan seseorang akan mendapatkan apa yang diniatkan…”2)

Imam Malik bin Dinar (wafat th.130 H) rahimahullah mengatakan,”Barangsiapa mencari ilmu bukan karena Allah Ta’ala maka ilmu itu akan menolaknya hingga ia dicari hanya karena Allah.”

2. Ingin Terkenal dan Ingin Tampil

Coba kita ingat mungkin terkadang saat kita belajar terbersit di hati kita “Supaya jadi rangking 1 atau jadi juara umum dan dikenal orang?? Ya, ingin terkenal dan ingin tampil adalah penyakit kronik. Tidak seorang pun yang bisa selamat darinya kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah Subhana Wa Ta’ala. Hal itu lebih dikeal dengan sebutan riya. Rasulullah sangat mengkhawatirkan adanya penykit ini pada umatnya. Karena seringkali penyakit itu halus hingga muncul tanpa kita sadari, hingga Rasulullah mengibaratkan bahwa penyakit riya itu seperti semut hitam, di batu hitam pada malam yang gelap. Nah lho, bayangin hampir ga keliatan khan?? So, be careful…

Rasulullah bersabda,”….sesuatu yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah kesyirikan dan syahwat tersembunyi.”3

Mahmud bin Ar-Rabi berkata : “syahwat yang tersembunyi maksudnya adalah seseorang ingin / senang apabila kebaikannya dipuji oleh orang lain. Hendaknya kita behati-hati terhadap penyakit ini, karena Allah memperingatkan dalam sebuah hadist yang diampaikan oleh Rasulullah Salallahu’alaihi Wassallam :

“Barangsiapa yang menyiarkan amalnya, maka Allah akan menyiarkan aibnya. Dan banrangsiapa yang beramal karena riya maka Allah akanmembuka niatnya di hadapan manusia pada hari kiamat.”4 Naudzubillahi mindzalik.

3. Lalai Menghadiri Majelis Ilmu

Jika kita tidak memanfaatkan majelis ilmu yang dibentuk dan pelajaran yang disampaikan, niscaya kita akan gigit jari sepenuh penyesalan. Kalau kebaikan yang ada di majelis ilmu hanya berupa ketenangan dan rahmat Allah yang meliputi mereka, maka dua alasan itu saja seharusnya sudah cukup sebagai pendorong untuk menghadirinya. Apalagi jika seseorang mengetahui bahwa orang yang menghadiri majelis ilmu –insyaAllah- mendapatkan dua keberuntungan, yaitu ilmu yang bermanfaat dan ganjaran pahala di akhirat??!

4. Beralasan dengan banyaknya kesibukan

Alasan ini sewringkali dijadikan syaitan sebagai alasan menjadi penghalang dalam menuntut ilmu. Coba dihitung, Allah memberikan kita 24 jam, 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk istirahat, masih sisa 8 jam lagi… apa yang selama ini telah kita lakukan untuk memanfaatkan sisa waktu itu???

5. Menyia-nyiakan kesempatan belajar di waktu kecil.

Allah Ta’ala berfirman : ”Dan beribadahlah kepada Rabb-mu hingga datangnya kematian.” (QS.Al-Hijr : 99)

Karena itu, mari kita semua para remaja, maupun orang tua, laki-laki maupun wanita, kita bertaubat pada Allah Ta’ala atas apa yang telah luput dan berlalu. Sekarang, kita mulai menuntut ilmu, menghadiri majelis ta’lim, belajar dengan benar dan sungguh-sungguh dan menggunakan kesempatan sebaik-baiknya sebelum ajal tiba.

Ketika ditanya pada Imam Ahmad, ”Sampai kapankah seseorang harus menuntut ilmu?” Beliau pun menjawab ”sampai meninggal dunia.”

6. Bosan dalam menuntut ilmu

Diantara penghalang menuntut ilmu adalah merasa bosan dan beralasan dengan berkonsentrasi mengikuti peristiwa yang sedang terjadi. Ilmu yang kita cari seharusnya mendorong kita untuk mengetahui keadaan kita sendiri. Kita tidak akan bisa mengatasi berbagai masalah dan musibah yang menimpa kecuali dengan meletakkannya pada timbangan syariat. Seorang penyair mengatakan : ” Syariat adalah timbangan semua permasalahan dan saksi ata akar masalah dan pokoknya”5

Bosan itu adalah penyakit. Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit melainkan ada obatnya. Tidaklah musibah terjadi melainkan ada penyelesaiannya dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Oleh karena itu, kita harus melawan rasa bosan yang terkadang timbul saat kita belajar. Belajarlah sampai Anda mendapatkan nikmatnya ilmu.

7. Menilai Baik Diri Sendiri

Maksudnya adalah merasa bangga apabila dipuji dan merasa senang apabila mendengar oranglain memujinya.

Allah TA’ala berfirman : ”Maka janganlah kamu merasa dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS. An-Najm : 32)

8. Tidak Mengamalkan Ilmu

Tidak Mengamalkan Ilmu merupakan salah satu sebab hilangnya keberkahan ilmu. Allah Ta’ala benar-benar mencela orang yang melakukan ini dalam firmanNya : ”Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan hal yang tidak kamu perbuat. Amat besar kebencian Allah bahwa kamu mengatakan apa saja yang tidak kamu kerjakan (QS.Ash-Shaff : 3)

9. Putus Asa dan Rendah Diri

Allah berfirman : “Dan Allah mengeluarkankamu dari perut ibumu dlam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan danhati agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl : 78)

Putus Asa dan Rendah Diri adalah salah satu penghalang ilmu. Semua manusia dicptakan dalam keadaan sama yang tidak mengetahui sesuatupun. Jangan merasa rendah diri dengan lemahnya kemampuan menghapal, lambat membaca atau cepat lupa.

Selain itumenjauhi maksiat adalah sebab paling utama dalammenguatkan hapalan dan memperoleh ilmu.

10. Terbiasa Menunda-Nunda

Yusuf bin Asbath rahimahullah mengatakan : ”Muhammad bin samurah pernah menulis surat kepadaku sebagai berikut : ” Wahai saudaraku janganlah sifat menunda-nunda menguasai jiwamu dan tertanam di hatimu karena ia membuat lesu an merusak hati. Ia memendekkan umur kita, sedangkan ajal segera tiba… Bangkitlah dari tidurmu dan sadarlah dari kelalaianmu! Ingatlah apa yang telah engkau kerjakan, engkau sepelekan, engkau sia-siakan, engkau hasilkan dan apa yang telah engkau lakukan. Sungguh semua itu akan dicatat dan dihisab sehingga seolah-olah engkau terkejut dengannya dan engkau sadar dengan apa yang telah engkau lakukan, atau menyesali apa yang telah engkau sia-siakan.”6

11. Belajar kepada Ahlul Bid’ah

Seorang penuntut ilmu tidak boleh belajar pada ahlul bid’ah karena ahlul bid’ah merasa ridha terhadap sesuatu yang menyelisishi agama Allah, seolah-olah ia mengatakan bahwa Allah Ta’ala belum menyempurnakan agama ini dan Rasulullah belum menyampaikan seluruh risalah.

12. Tergesa-gesa ingin memetik buah ilmu.

Seorang penuntut ilmu tidak boleh tergesa-gesa dalam usahanya memperoleh ilmu, karena belajar adalah proses seumur hidup. Terutama yang berkaitan dalam masalah agama tidak cukup dilakukan dlam waktu satu atau dua tahun belajar.

Imam Yahya bin Abi Katsir rahimahullah mengatakan,”Ilmu tidak bisa diperoleh dengan tubuh yang dimanjakan”

Imam Ibnu Madini rahimahullah mengatakan,”Dikatakan kepada Imam As-Sya’bi ’Darimana Anda peroleh semua ilmu ini?’ Beliau menjawab,’Dengan tidak bergantung pada manusia, menjelajahi berbagai negeri, bersabar seperti sabarnya benda mati, dan berpagi-pagi mencarinya seperti pagi-paginya burung gagak.”

Dikirim pada 10 Juni 2012 di Hukum


Di antara bentuk akhlak mulia yang diajarkan dalam Islam adalah bermuka manis di hadapan orang lain. Bahkan hal ini dikatakan oleh Syaikh Musthofa Al ‘Adawi menunjukkan sifat tawadhu’ seseorang. Namun sedikit di antara kita yang mau memperhatikan akhlak mulia ini. Padahal di antara cara untuk menarik hati orang lain pada dakwah adalah dengan akhlak mulia.

Lihatlah bagaimana akhlak mulia ini diwasiatkan oleh Lukman pada anaknya,

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Lukman: 18).

Ibnu Katsir menjelaskan mengenai ayat tersebut, “Janganlah palingkan wajahmu dari orang lain ketika engkau berbicara dengannya atau diajak bicara. Muliakanlah lawan bicaramu dan jangan bersifat sombong. Bersikap lemah lembutlah dan berwajah cerialah di hadapan orang lain” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 11: 56).

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun juga walau engkau bertemu saudaramu dengan wajah berseri” (HR. Muslim no. 2626).

Begitu pula dengan wajah ceria dan berseri akan mudah menarik hati orang lain ketika diajak pada Islam dan kepada kebaikan. Senyum manis adalah di antara modal ketika berdakwah. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّكُمْ لَا تَسَعُونَ النَّاسَ بِأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ لِيَسَعْهُمْ مِنْكُمْ بَسْطُ الْوَجْهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ

“Sesungguhnya kalian tidak bisa menarik hati manusia dengan harta kalian. Akan tetapi kalian bisa menarik hati mereka dengan wajah berseri dan akhlak yang mulia” (HR. Al Hakim dalam mustadroknya. Al Hakim mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Dari Jarir, ia berkata,

مَا حَجَبَنِى النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - مُنْذُ أَسْلَمْتُ ، وَلاَ رَآنِى إِلاَّ تَبَسَّمَ فِى وَجْهِى

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menghalangiku sejak aku memberi salam dan beliau selalu menampakkan senyum padaku” (HR. Bukhari no. 6089 dan Muslim no. 2475).

Wajah berseri dan tersenyum termasuk bagian dari akhlak mulia. Ibnul Mubarok berkata bahwa makna ‘husnul khulq’ (akhlak mulia),

طَلاَقَةُ الوَجه ، وَبَذْلُ المَعروف ، وَكَفُّ الأذَى

“Wajah berseri, berbuat kebaikan (secara umum) dan menghilangkan gangguan”. Dinukil dari Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi rahimahullah.

Sedangkan orang yang berakhlak mulia disebutkan dalam hadits dari Jabir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَىَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّى مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلاَقًا

“Orang yang paling dicintai di antara kalian dan yang paling dekat duduk denganku di hari kiamat adalah yang paling bagus akhlaknya” (HR. Tirmidzi no. 2018. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Namun wajah berseri ini tidaklah setiap saat dan tidak ditujukan pada setiap orang. Ketika menghadapi orang yang lebih pantas dimarahi (bukan diberi senyuman), juga di hadapan orang kafir maka kita tidak menyikapi seperti itu sebagaimana diterangkan oleh Ash Shon’ani dalam Subulus Salam. Juga amat bahaya jika seorang gadis memberi senyuman kepada laki-laki karena godaannya amat besar.

Ya Allah, berikanlah kami anugerah dengan akhlak yang mulia dan selalu berwajah ceria di hadapan saudara-saudara kami.

Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.

Dikirim pada 09 Juni 2012 di Hikmah



Setelah kita mengetahui tentang tujuan menikah maka Islam juga mengajarkan kepada umatnya untuk berhati-hati dalam memilih pasangan hidup karena hidup berumah tangga tidak hanya untuk satu atau dua tahun saja, akan tetapi diniatkan untuk selama-lamanya sampai akhir hayat kita.

Muslim atau Muslimah dalam memilih calon istri atau suami tidaklah mudah tetapi membutuhkan waktu. Karena kriteria memilih harus sesuai dengan syariat Islam. Orang yang hendak menikah, hendaklah memilih pendamping hidupnya dengan cermat, hal ini dikarenakan apabila seorang Muslim atau Muslimah sudah menjatuhkan pilihan kepada pasangannya yang berarti akan menjadi bagian dalam hidupnya. Wanita yang akan menjadi istri atau ratu dalam rumah tangga dan menjadi ibu atau pendidik bagi anak-anaknya demikian pula pria menjadi suami atau pemimpin rumah tangganya dan bertanggung jawab dalam menghidupi (memberi nafkah) bagi anak istrinya. Maka dari itu, janganlah sampai menyesal terhadap pasangan hidup pilihan kita setelah berumah tangga kelak.

Lalu bagaimanakah supaya kita selamat dalam memilih pasangan hidup untuk pendamping kita selama-lamanya? Apakah kriteria-kriteria yang disyariatkan oleh Islam dalam memilih calon istri atau suami?

A. Kriteria Memilih Calon Istri

Dalam memilih calon istri, Islam telah memberikan beberapa petunjuk di antaranya :

1. Hendaknya calon istri memiliki dasar pendidikan agama dan berakhlak baik karena wanita yang mengerti agama akan mengetahui tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda : “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Dalam hadits di atas dapat kita lihat, bagaimana beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menekankan pada sisi agamanya dalam memilih istri dibanding dengan harta, keturunan, bahkan kecantikan sekalipun.

Demikian pula Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yg artunya :

“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang Mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun ia menarik hatimu … .” (QS. Al Baqarah : 221)

Sehubungan dengan kriteria memilih calon istri berdasarkan akhlaknya, Allah berfirman yg artinya :

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) … .” (QS. An Nur : 26)

Seorang wanita yang memiliki ilmu agama tentulah akan berusaha dengan ilmu tersebut agar menjadi wanita yang shalihah dan taat pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Wanita yang shalihah akan dipelihara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana firman-Nya yang artinya:

“Maka wanita-wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara dirinya, oleh karena itu Allah memelihara mereka.” (QS. An Nisa’ : 34)

Sedang wanita shalihah bagi seorang laki-laki adalah sebaik-baik perhiasan dunia.

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)

2. Hendaklah calon istri itu penyayang dan banyak anak.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah bersabda :

Dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : ” … kawinilah perempuan penyayang dan banyak anak … .” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

Al Waduud berarti yang penyayang atau dapat juga berarti penuh kecintaan, dengan dia mempunyai banyak sifat kebaikan, sehingga membuat laki-laki berkeinginan untuk menikahinya.

Sedang Al Mar’atul Waluud adalah perempuan yang banyak melahirkan anak. Dalam memilih wanita yang banyak melahirkan anak ada dua hal yang perlu diketahui :

a. Kesehatan fisik dan penyakit-penyakit yang menghalangi dari kehamilan. Untuk mengetahui hal itu dapat meminta bantuan kepada para spesialis. Oleh karena itu seorang wanita yang mempunyai kesehatan yang baik dan fisik yang kuat biasanya mampu melahirkan banyak anak, disamping dapat memikul beban rumah tangga juga dapat menunaikan kewajiban mendidik anak serta menjalankan tugas sebagai istri secara sempurna.

b. Melihat keadaan ibunya dan saudara-saudara perempuan yang telah menikah sekiranya mereka itu termasuk wanita-wanita yang banyak melahirkan anak maka biasanya wanita itu pun akan seperti itu.

3. Hendaknya memilih calon istri yang masih gadis terutama bagi pemuda yang belum pernah nikah.

Hal ini dimaksudkan untuk mencapai hikmah secara sempurna dan manfaat yang agung, di antara manfaat tersebut adalah memelihara keluarga dari hal-hal yang akan menyusahkan kehidupannya, menjerumuskan ke dalam berbagai perselisihan, dan menyebarkan polusi kesulitan dan permusuhan. Pada waktu yang sama akan mengeratkan tali cinta kasih suami istri. Sebab gadis itu akan memberikan sepenuh kehalusan dan kelembutannya kepada lelaki yang pertama kali melindungi, menemui, dan mengenalinya. Lain halnya dengan janda, kadangkala dari suami yang kedua ia tidak mendapatkan kelembutan hati yang sesungguhnya karena adanya perbedaan yang besar antara akhlak suami yang pertama dan suami yang kedua. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjelaskan sebagian hikmah menikahi seorang gadis :

Dari Jabir, dia berkata, saya telah menikah maka kemudian saya mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan bersabda beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Apakah kamu sudah menikah ?” Jabir berkata, ya sudah. Bersabda Rasulullah : “Perawan atau janda?” Maka saya menjawab, janda. Rasulullah bersabda : “Maka mengapa kamu tidak menikahi gadis perawan, kamu bisa bermain dengannya dan dia bisa bermain denganmu.”

4. Mengutamakan orang jauh (dari kekerabatan) dalam perkawinan.

Hal ini dimaksudkan untuk keselamatan fisik anak keturunan dari penyakit-penyakit yang menular atau cacat secara hereditas.

Sehingga anak tidak tumbuh besar dalam keadaan lemah atau mewarisi cacat kedua orang tuanya dan penyakit-penyakit nenek moyangnya.

Di samping itu juga untuk memperluas pertalian kekeluargaan dan mempererat ikatan-ikatan sosial.

B. Kriteria Memilih Calon Suami

1. Islam.

Ini adalah kriteria yang sangat penting bagi seorang Muslimah dalam memilih calon suami sebab dengan Islamlah satu-satunya jalan yang menjadikan kita selamat dunia dan akhirat kelak.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“ … dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita Mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang Mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke Surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS. Al Baqarah : 221)

2. Berilmu dan Baik Akhlaknya.

Masa depan kehidupan suami-istri erat kaitannya dengan memilih suami, maka Islam memberi anjuran agar memilih akhlak yang baik, shalih, dan taat beragama.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Apabila kamu sekalian didatangi oleh seseorang yang Dien dan akhlaknya kamu ridhai maka kawinkanlah ia. Jika kamu sekalian tidak melaksanakannya maka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan tersebarlah kerusakan.” (HR. At Tirmidzi)

Islam memiliki pertimbangan dan ukuran tersendiri dengan meletakkannya pada dasar takwa dan akhlak serta tidak menjadikan kemiskinan sebagai celaan dan tidak menjadikan kekayaan sebagai pujian. Sebagaimana firman Allah Ta’ala yg artinya :

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (nikah) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur : 32)

Laki-laki yang memilki keistimewaan adalah laki-laki yang mempunyai ketakwaan dan keshalihan akhlak. Dia mengetahui hukum-hukum Allah tentang bagaimana memperlakukan istri, berbuat baik kepadanya, dan menjaga kehormatan dirinya serta agamanya, sehingga dengan demikian ia akan dapat menjalankan kewajibannya secara sempurna di dalam membina keluarga dan menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai suami, mendidik anak-anak, menegakkan kemuliaan, dan menjamin kebutuhan-kebutuhan rumah tangga dengan tenaga dan nafkah.

Jika dia merasa ada kekurangan pada diri si istri yang dia tidak sukai, maka dia segera mengingat sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yaitu :

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Jangan membenci seorang Mukmin (laki-laki) pada Mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai.” (HR. Muslim)

Sehubungan dengan memilih calon suami untuk anak perempuan berdasarkan ketakwaannya, Al Hasan bin Ali rahimahullah pernah berkata pada seorang laki-laki :

“Kawinkanlah puterimu dengan laki-laki yang bertakwa sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika tidak menyukainya maka dia tidak akan mendzaliminya.”

Untuk dapat mengetahui agama dan akhlak calon suami, salah satunya mengamati kehidupan si calon suami sehari-hari dengan cara bertanya kepada orang-orang dekatnya, misalnya tetangga, sahabat, atau saudara dekatnya.

Demikianlah ajaran Islam dalam memilih calon pasangan hidup. Betapa sempurnanya Islam dalam menuntun umat disetiap langkah amalannya dengan tuntunan yang baik agar selamat dalam kehidupan dunia dan akhiratnya. Wallahu A’lam Bis Shawab.

Dikirim pada 04 Juni 2012 di Muhasabah
02 Jun


Ahli matematika Muslim fenomenal di era keemasan Islam ternyata bukan hanya Al-Khawarizmi. Pada abad ke-10 M, peradaban Islam juga pernah memiliki seorang matematikus yang tak kalah hebat dibandingkan Khawarizmi. Matematikus Muslim yang namanya terbilang kurang akrab terdengar itu bernama Abul Wafa Al-Buzjani. “Ia adalah salah satu matematikus terhebat yang dimiliki perabadan Islam,” papar Bapak Sejarah Sains, George Sarton dalam bukunya bertajuk Introduction to the History of Science.

Abul Wafa adalah seorang saintis serba bisa. Selain jago di bidang matematika, ia pun terkenal sebagai insinyur dan astronom terkenal pada zamannya.

Kiprah dan pemikirannya di bidang sains diakui peradaban Barat. Sebagai bentuk pengakuan dunia atas jasanya mengembangkan astronomi, organisasi astronomi dunia mengabadikannya menjadi nama salah satu kawah bulan. Dalam bidang matematika, Abul Wafa pun banyak memberi sumbangan yang sangat penting bagi pengembangan ilmu berhitung itu.

“Abul Wafa dalah matematikus terbesar di abad ke 10 M,” ungkap Kattani. Betapa tidak. Sepanjang hidupnya, sang ilmu wan telah berjasa melahirkan sederet inovasi penting bagi ilmu matematika. Ia tercatat menulis kritik atas pemikiran Eucklid, Diophantos dan Al-Khawarizmisayang risalah itu telah hilang. Sang ilmuwanpun mewariskan Kitab Al-Kami (Buku Lengkap) yang membahas tentang ilmu hitung (aritmatika) praktis. Kontribusi lainnya yang tak kalah penting dalam ilmu matematika adalah Kitab Al-Handasa yang mengkaji penerapan geometri. Ia juga berjasa besar dalam mengembangkan trigonometri.

Abul Wafa tercatat sebagai matematikus pertama yang mencetuskan rumus umum si nus. Selain itu, sang mate ma tikus pun mencetuskan metode baru membentuk tabel sinus. Ia juga membenarkan nilai sinus 30 derajat ke tempat desimel kedelapan. Yang lebih menga gumkan lagi, Abul Wafa mem buat studi khusus tentang ta ngen serta menghitung se buah tabel tangen.

Jika Anda pernah mempelajari matematika tentu pernah mengenal istilah secan dan co secan. Ternyata, Abul Wafalah yang pertama kali memperkenalkan istilah matematika yang sangat penting itu. Abu Wafa dikenal sangat jenius dalam bi dang geometri. Ia mampu me nyelasikan masa lah-masalah geometri dengan sangat tang kas.

Buah pemikirannya dalam matematika sangat berpengaruh di dunia Barat. Pada abad ke-19 M, Baron Carra de Vaux meng ambil konsep secan yang dicetuskan Abul Wafa. Sayangnya, di dunia Islam justru namanya sangat jarang terdengar. Nyaris tak pernah, pelajaran sejarah peradaban Islam yang diajarkan di Tanah Air mengulas dan memperkenalkan sosok dan buah pikir Abul Wafa. Sungguh ironis.

Sejatinya, ilmuwan serbabisa itu bernama Abu al-Wafa Muhammad Ibn Muhammad Ibn Yahya Ibn Ismail Ibn Abbas al-Buzjani. Ia terlahir di Buzjan, Khurasan (Iran) pada tanggal 10 Juni 940/328 H. Ia belajar matematika dari pamannya bernama Abu Umar al- Maghazli dan Abu Abdullah Muhammad Ibn Ataba. Sedangkan, ilmu geometri dikenalnya dari Abu
Yahya al-Marudi dan Abu al-Ala’ Ibn Karnib.

Abul Wafa tumbuh besar di era bangkitnya sebuah dinasti Islam baru yang berkuasa di wilayah Iran. Dinasti yang ber nama Buwaih itu berkuasa di wilayah Persia — Iran dan Irak ñ pada tahun 945 hingga 1055 M. Kesultanan Buwaih menancapkan benderanya di antara periode peralihan kekuasaan dari Arab ke Turki. Dinasti yang berasal dari suku Turki itu mampu menggulingkan kekuasaan Dinasti Abbasiyah yang berpusat di Baghdad pada masa kepemim -pinan Ahmad Buyeh.

Dinasti Buwaih memindahkan ibu kota pemerintahannya ke Baghdad saat Adud Ad-Dawlah berkuasa dari tahun 949 hingga 983 M. Pemerintahan Adud Ad- Dawlah sangat mendukung dan memfasilitasi para ilmuwan dan seniman.

Dukungan itulah yang membuat Abul Wafa memutuskan hijrah dari kampung halamannya ke Baghdad. Sang ilmuwan dari Khurasan ini lalu memutuskan untuk mendedikasikan dirinya bagi ilmu pengetahuan di istana Adud ad-Dawlah pada tahun 959 M. Abul Wafa bukanlah satusatunya matematikus yang mengabdikan dirinya bagi ilmu pengetahuan di istana itu.

Matematikus lainnya yang juga bekerja di istana Adud ad-Dawlah antara lain; Al- Quhi dan Al-Sijzi. Pada tahun 983 M, suksesi kepemimpinan terjadi di Dinasti Buwaih. Adyd ad-Dawlah digantikan puteranya bernama Sharaf ad-Dawlah. Sama seperti sang ayah, sultan baru itu juga sangat mendukung perkembangan matematika dan astronomi. Abul Wafa pun makin betah kerja di istana.

Kecintaan sang sultan pada astronomi makin memuncak ketika dirinya ingin membangun sebuah observatorium. Abul Wafa dan temannya Al-Quhi pun mewujudkan ambisi sang sulatan. Observatorium astronomi itu dibangun di taman istana sultan di kota Baghdad. Kerja keras Abul Wafa pun berhasil. Observatorium itu secara resmi dibuka pada bulan Juni 988 M.

Untuk memantau bintang dari observatorium itu, secara khusus Abul Wafa membangun kuadran dinding. Sayang, observatorium tak bertahan lama. Begitu Sultan Sharaf ad-Dawlah wafat, observatorium itu pun lalu ditutup. Sederet karya besar telah dihasilkan Abul Wafa selama mendedikasikan dirinya di istana sultan Buwaih.

Beberapa kitab bernilai yang ditulisnya antara lain; Kitab fima Yahtaju Ilaihi al- Kuttab wa al-Ummal min ‘Ilm al-Hisab sebuah buku tentang aritmatika. Dua salinan kitab itu, sayangnya tak lengkap, kini berada di perpustakaan Leiden, Belanda serta Kairo Mesir. Ia juga menulis “Kitab al-Kamil”.

Dalam geometri, ia menulis “Kitab fima Yahtaj Ilaih as-Suna’ fi ‘Amal al-Handasa”. Buku itu ditulisnya atas permintaan khusus dari Khalifah Baha’ ad Dawla. Salinannya berada di perpustakaan Masjid Aya Sofya, Istanbul. Kitab al-Majesti adalah buku karya Abul Wafa yang paling terkenal dari semua buku yang ditulisnya. Salinannya yang juga sudah tak lengkap kini tersimpan di Perpustakaan nasional Paris, Pran cis.

Sayangnya, risalah yang di buatnya tentang kritik terha dap pemikiran Euclid, Diophantus serta Al-Khawarizmi sudah musnah dan hilang. Sungguh peradaban modern berutang budi kepada Abul Wafa. Hasil penelitian dan karya-karyanya yang ditorehkan dalam sederet kitab memberi pengaruh yang sangat signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahun, terutama trigonometri dan astronomi.

Sang matematikus terhebat di abad ke-10 itu tutup usia pada 15 Juli 998 di kota Baghdad, Irak. Namun, hasil karya dan pemikirannya hingga kini masih tetap hidup.


Abadi di Kawah Bulan

Abul Wafa memang fenomenal. Meski di dunia Islam modern namanya tak terlalu dikenal, namun di Barat sosoknya justru sangat berkilau. Tak heran, jika sang ilmuwan Muslim itu begitu dihormati dan disegani. Orang Barat tetap menyebutnya dengan nama Abul Wafa. Untuk menghormati pengabdian dan dedikasinya dalam mengembangkan astronomi namanya pun diabadikan di kawah bulan.

Di antara sederet ulama dan ilmuwan Muslim yang dimiliki peradaban Islam, hanya 24 tokoh saja yang diabadikan di kawah bulan dan telah mendapat pengakuan dari Organisasi Astronomi Internasional (IAU). Ke-24 tokoh Muslim itu resmi diakui IAU sebagai nama kawah bulan secara bertahap pada abad ke-20 M, antara tahun 1935, 1961, 1970 dan 1976. salah satunya Abul Wafa.

Kebanyakan, ilmuwan Muslim diadadikan di kawah bulan dengan nama panggilan Barat. Abul Wafa adalah salah satu ilmuwan yang diabadikan di kawah bulan dengan nama asli. Kawah bulan Abul Wafa terletak di koordinat 1.00 Timur, 116.60 Timur. Diameter kawah bulan Abul Wafa diameternya mencapai 55 km. Kedalaman kawah bulan itu mencapai 2,8 km.

Lokasi kawah bulan Abul Wafa terletak di dekat ekuator bulan. Letaknya berdekatan dengan sepasangang kawah Ctesibius dan Heron di sebelah timur. Di sebelah baratdaya kawah bulan Abul Wafa terdapat kawah Vesalius dan di arah timur laut terdapat kawah bulan yang lebih besar bernama King. Begitulah dunia astronomi modern mengakui jasa dan kontribusinya sebagai seorang astronom di abad X.


Matematika Ala Abul Wafa

Salah satu jasa terbesar yang diberikan Abul Wafa bagi studi matematika adalah trigo no metri. Trigonometri berasal dari kata trigonon = tiga sudut dan metro = mengukur. Ini adalah adalah sebuah cabang matematika yang berhadapan dengan sudut segi tiga dan fungsi trigo no met rik seperti sinus, cosinus, dan tangen.

Trigonometri memiliki hubungan dengan geometri, meskipun ada ketidaksetujuan tentang apa hubungannya; bagi beberapa orang, trigonometri adalah bagian dari geometri. Dalam trigonometri, Abul Wafa telah memperkenalkan fungsi tangen dan memperbaiki metode penghitungan tabel trigonometri. Ia juga tutur memecahkan sejumlah masalah yang berkaitan dengan spherical triangles.

Secara khusus, Abul Wafa berhasil menyusun rumus yang menjadi identitas trigonometri. Inilah rumus yang dihasilkannya itu:

sin(a + b) = sin(a)cos(b) + cos(a)sin(b)
cos(2a) = 1 - 2sin2(a)
sin(2a) = 2sin(a)cos(a)

Selain itu, Abul Wafa pun berhasil membentuk rumus geometri untuk parabola, yakni:
x4 = a and x4 + ax3 = b.


Rumus-rumus penting itu hanyalah secuil hasil pemikiran Abul Wafa yang hingga kini masih bertahan. Kemampuannya menciptakan rumus-rumus baru matematika membuktikan bahwa Abul Wafa adalah matematikus Muslim yang sangat jenius.

Dikirim pada 02 Juni 2012 di IPTEK


Saat masih sekolah di bangku sekolah menengah, tentu Anda pernah mempelajari istilah sinus dalam mata pelajara matematika. Sinus adalah perbandingan sisi segitiga yang ada di depan sudut dengan sisi miring. Hukum sinus itu ternyata dicetuskan seorang matematikus Muslim pada awal abad ke-11 M.

Ahli matematika itu bernama Abu Nasr Mansur ibnu Ali ibnu Iraq atau akrab disapa Abu Nasr Mansur (960 M – 1036 M). Bill Scheppler dalam karyanya bertajuk al-Biruni: Master Astronomer and Muslim Scholar of the Eleventh Century, mengungkapkan, bahwa Abu Nasr Mansur merupakan seorang ahli matematika Muslim dari Persia.

“Dia dikenal sebagai penemuan hukum sinus,” ungkap Scheppler. Ahli sejarah Matematika John Joseph O’Connor dan Edmund Frederick Robertson menjelaskan bahwa Abu Nasr Mansur terlahir di kawasan Gilan, Persia pada tahun 960 M. Hal itu tercatat dalam The Regions of the World, sebuah buku geografi Persia bertarikh 982 M.

Keluarganya “Banu Iraq” menguasai wilayah Khawarizm (sekarang, Kara-Kalpakskaya, Uzbekistan). Khawarizm merupakan wilayah yang berdampingan dengan Laut Aral. “Dia menjadi seorang pangeran dalam bidang politik,” tutur O’Cornor dan Robertson.

Di Khawarizm itu pula, Abu Nasr Mansur menuntut ilmu dan berguru pada seorang astronom dan ahli matematika Muslim terkenal Abu’l-Wafa (940 M – 998 M). Otaknya yang encer membuat Abu Nasr dengan mudah menguasai matematika dan astronomi. Kehebatannya itu pun menurun pada muridnya, yakni Al-Biruni (973 M – 1048 M).


Kala itu, Al-Biruni tak hanya menjadi muridnya saja, tapi juga menjadi koleganya yang sangat penting dalam bidang matematika. Mereka bekerja sama menemukan rumus-rumus serta hukum-hukum yang sangat luar biasa dalam matematika. Kolaborasi kedua ilmuwan itu telah melahirkan sederet penemuan yang sangat hebat dan bermanfaat bagi peradaban manusia.

Perjalanan kehidupan Abu Nasr dipengaruhi oleh situasi politik yang kurang stabil. Akhir abad ke-10 M hingga awal abad ke-11 M merupakan periode kerusuhan hebat di dunia Islam. Saat itu, terjadi perang saudara di kota sang ilmuwan menetap. Pada era itu, Khawarizm menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Dinasti Samaniyah.

Perebutan kekuasaan di antara dinasti-dinasti kecil di wilayah Asia Tengah itu membuat situasi politik menjadi kurang menentu. Pada 995 M, kekuasaan Banu Iraq digulingkan. Saat itu, Abu Nasr Mansur menjadi pangeran. Tidak jelas apa yang terjadi pada Abu Nasr Mansur di negara itu, namun yang pasti muridnya al-Biruni berhasil melarikan diri dari ancaman perang saudara itu.

Setelah peristiwa itu, Abu Nasr Mansur bekerja di istana Ali ibnu Ma’mun dan menjadi penasihat Abu’l Abbas Ma’mun. Kehadiran Abu Nasr membuat kedua penguasa itu menjadi sukses.
Ali ibnu Ma’mun dan Abu’l Abbas Ma’mun merupakan pendukung ilmu pengetahuan. Keduanya mendorong dan mendukung Abu Nasr mengembangkan ilmu pengetahuan. Tak heran jika ia menjadi ilmuwan paling top di istana itu. Karya-karyanya sangat dihormati dan dikagumi.

Abu Nasr Mansur menghabiskan sisa hidupnya di istana Mahmud di Ghazna. Ia wafat pada 1036 M di Ghazni, sekarang Afghanistan. Meski begitu, karya dan kontribusianya bagi pengembangan sains tetap dikenang sepanjang masa. Dunia Islam modern tak boleh melupakan sosok ilmuwan Muslim yang satu ini.

Kontribusi Sang Ilmuwan
Abu Nasr Mansur telah memberikan kontribusi yang penting dalam dunia ilmu pengetahuan. Sebagian Karya Abu Nasr fokus pada bidang matematika, tapi beberapa tulisannya juga membahas masalah astronomi.

Dalam bidang matematika, dia memiliki begitu banyak karya yang sangat penting dalam trigonometri. Abu Nasr berhasil mengembangkan karya-karya ahli matematika, astronomi, geografi dan astrologi Romawi bernama Claudius Ptolemaeus (90 SM – 168 SM).

Dia juga mempelajari karya ahli matematika dan astronom Yunani, Menelaus of Alexandria (70 SM – 140 SM). Abu Nasr mengkritisi dan mengembangkan teori-teori serta hukum-hukum yang telah dikembangkan ilmuwan Yunani itu.
Kolaborasi Abu Nasr dengan al-Biruni begitu terkenal. Abu Nasr berhasil menyelesaikan sekitar 25 karya besar bersama al-Biruni. ” Sekitar 17 karyanya hingga kini masih bertahan. Ini menunjukkan bahwa Abu Nasr Mansur adalah seorang astronom dan ahli matematika yang luar biasa,” papar ahli sejarah Matematika John Joseph O’Connor dan Edmund Frederick Robertson

Dalam bidang Matematika, Abu Nasr memiliki tujuh karya, sedangkan sisanya dalam bidang astronomi. Semua karya yang masih bertahan telah dipublikaskan, telah dialihbahasakan kedalam bahasa Eropa, dan ini memberikan beberapa indikasi betapa sangat pentingnya karya sang ilmuwan Muslim itu.

Secara khusus Abu Nasr mempersembahkan sebanyak 20 karya kepada muridnya al-Biruni. Salah satu adikarya sang saintis Muslim ini adalah komentarnya dalam The Spherics of Menelaus.

Perannya sungguh besar dalam pengembangan trigonometri dari perhitungan Ptolemy dengan penghubung dua titik fungsi trigonometri yang hingga kini masih tetap digunakan. Selain itu, dia juga berjasa dalam mengembangkan dan mengumpulkan tabel yang mampu memberi solusi angka yang mudah untuk masalah khas spherical astronomy (bentuk astronomi).

Abu Nasr juga mengembangkan The Spherics of Menelaus yang merupakan bagian penting, sejak karya asli Menelaus Yunani punah. Karya Menelaus berasal dari dasar solusi angka Ptolemy dalam masalah bentuk astronomi yang tercantum dalam risalah Ptolemy bertajuk Almagest.

“Karyanya di dalam tiga buku: buku pertama mempelajari kandungan/kekayaan bentuk segitiga, buku kedua meneliti kandungan sistem paralel lingkaran dalam sebuah bola/bentuk mereka memotong lingkaran besar, buku ketiga memberikan bukti dalil Menelaus,” jelas O’Cornor dan Robertson.
Pada karya trigonometrinya, Abu Nasr Mansur menemukan hukum sinus sebagai berikut:
a/sin A = b/sin B = c/sin C.

“Abu’l-Wafa mungkin menemukan hukum ini pertama dan Abu Nasr Mansur mungkin belajar dari dia. Pastinya keduanya memiliki prioritas kuat untuk menentukan dan akan hampir pasti tidak pernah diketahui dengan kepastian,” ungkap O’Cornor dan Robertson.

O’Cornor dan Robertson juga menyebutkan satu nama lain, yang disebut sebagai orang ketiga yang kadang-kadang disebut sebagai penemu hukum yang sama, seorang astronom dan ahli matematika Muslim dari Persia, al-Khujandi (940 M – 1000 M).

Namun, kurang beralasan jika al-Khujandi dsebut sebagai penemu hukum sinus, seperti yang ditulis Samso dalam bukunya Biography in Dictionary of Scientific Biography (New York 1970-1990). “Dia adalah seorang ahli astronomi praktis yang paling utama, yang tidak peduli dengan masalah teoritis,” katanya.

Risalah Abu Nasr membahas lima fungsi trigonometri yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam bentuk astronomi. Artikel menunjukkan perbaikan yang diperoleh Abu Nasr Mansur dalam penggunan pertama sebagai nilai radius. Karya lain Abu Nasr Mansur dalam bidang astronomi meliputi empat karya dalam menyusun dan mengaplikasi astrolab.

Al-Biruni, Saksi Kehebatan Abu Nasr
Sejatinya, dia adalah murid sekaligus kawan bagi Abu Nasr Mansur. Namun, dia lebih terkenal dibandingkan sang guru.
Meski begitu, al-Biruni tak pernah melupakan jasa Abu Nasr dalam mendidiknya. Kolaborasi kedua ilmuwan dari abad ke-11 M itu sangat dihormati dan dikagumi.

Abu Nasr telah ‘melahirkan’ seorang ilmuwan yang sangat hebat. Sejarawan Sains Barat, George Sarton begitu mengagumi kiprah dan pencapaian al-Biruni dalam beragam disiplin ilmu. ”Semua pasti sepakat bahwa Al-Biruni adalah salah seorang ilmuwan yang sangat hebat sepanjang zaman,” cetus Sarton.

Bukan tanpa alasan bila Sarton dan Sabra mendapuknya sebagai seorang ilmuwan yang agung. Sejatinya, al-Biruni memang seorang saintis yang sangat fenomenal. Sejarah mencatat, al-Biruni sebagai sarjana Muslim pertama yang mengkaji dan mempelajari tentang seluk beluk India dan tradisi Brahminical. Dia sangat intens mempelajari bahasa, teks, sejarah, dan kebudayaan India.

Kerja keras dan keseriusannya dalam mengkaji dan mengeksplorasi beragam aspek tentang India, al-Biruni pun dinobatkan sebagai ‘Bapak Indologi’ — studi tentang India. Tak cuma itu, ilmuwan dari Khawarizm, Persia itu juga dinobatkan sebagai ‘Bapak Geodesi’.

Di era keemasan Islam, al-Biruni ternyata telah meletakkan dasar-dasar satu cabang keilmuan tertua yang berhubungan dengan lingkungan fisik bumi. Selain itu, al-Biruni juga dinobatkan sebagai ‘antropolog pertama’ di seantero jagad. Sebagai ilmuwan yang menguasai beragam ilmu, al-Biruni juga menjadi pelopor dalam berbagai metode pengembangan sains.
Sejarah sains mencatat, ilmuwan yang hidup di era kekuasaan Dinasti Samaniyah itu merupakan salah satu pencetus metode saintifik eksperimental. Al-Biruni pun tak hanya menguasai beragam ilmu seperti; fisika, antropologi, psikologi, kimia, astrologi, sejarah, geografi, geodesi, matematika, farmasi, kedokteran, serta filsafat. Dia juga turun memberikan kontrbusi yang begitu besar bagi setiap ilmu yang dikuasainya itu. hri/ des/she[republika]

Dikirim pada 02 Juni 2012 di IPTEK


semua ilmu datangnya dari Allah SWT, begitu juga Matematika:

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 + 10 = 1111111111

9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888

Hebatkan?
Coba lihat simetri ini :

1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 123456789876543 21

kurang hebat,,,,
Sekarang lihat ini

Jika 101% dilihat dari sudut pandangan Matematika, apakah ia sama dengan 100%, atau ia LEBIH dari 100%?

Kita selalu mendengar orang berkata dia bisa memberi lebih dari 100%, atau kita selalu dalam situasi dimana seseorang ingin kita memberi 100% sepenuhnya.

Bagaimana bila ingin mencapai 101%?
Apakah nilai 100% dalam hidup?
Mungkin sedikit formula matematika dibawah ini dapat membantu memberi
jawabannya.

Jika ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ

Disamakan sebagai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Maka, kata KERJA KERAS bernilai :
11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 + 18 + 19 + 1 = 99%

H-A-R-D-W-O-R-K
8 + 1 + 18 + 4 + 23 + !5 + 18 + 11 = 99%

K-N-O-W-L-E-D-G -E
11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 + 7 + 5 = 96%

SKILL
19 + 11 + 9+ 12 + 12 = 63

ACTION
1 + 3+ 20+ 9+ 15+ 14 = 62

A-T-T-I-T-U-D-E
1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 + 5 = 100%

Sikap diri atau ATTITUDE adalah perkara utama untuk mencapai 100% dalam hidup kita. Jika kita kerja keras sekalipun tapi tidak ada ATTITUDE yang positif didalam diri, kita masih belum mencapai 100%.

Tapi, LOVE OF GOD
12 + 15 + 22 + 5 + 15 + 6 + 7 + 15 + 4 = 101%

atau, SAYANG ALLAH
19 + 1 + 25 + 1 + 14 + 7 + 1 + 12 + 12 + 1 + 8 = 101%



Sumber: Facebook

Dikirim pada 01 Juni 2012 di Motivasi


Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri ...

Hidup akan lebih bahagia ..
kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki ..
Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi ...

Bersyukurlah sahabat ..!
Bersyukurlah bahwa kita belum siap
memiliki segala sesuatu yang kita inginkan ....
Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan ..?

Bersyukurlah sahabat ..!
Bersyukurlah apabila kita tidak tahu sesuatu ..
Karena itu memberikan kita kesempatan untuk belajar ....

Bersyukurlah sahabat ..!
Bersyukurlah untuk masa-masa sulit ..
Karena Di masa itulah kita tumbuh …

Bersyukurlah duhai sahabat ..!
Bersyukurlah untuk keterbatasan kita ..
Karena itu memberikan kita kesempatan untuk berkembang ...

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru ..
Karena itu akan membangun kekuatan dan karakter kita masing-masing ....

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kita buat ..
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga ...

Bersyukurlah bila kita lelah dan letih ..
Karena itu kita telah membuat kita merasakan nikmatnya beristirahat ...

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal baik …

Hidup dan berkah yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut …

Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif



Sumber: Facebook

Dikirim pada 01 Juni 2012 di Hikmah


Matahari telah tergelincir. Seorang lelaki terlihat bersegera menuju masjid ketika adzan zuhur dikumandangkan dari sebuah masjid kampus. Lelaki itu berwudhu dan menunaikan shalat nawafil. Lalu ia menjadi makmum di shaff terdepan. Shalat wajib ia laksanakan dengan ruku’ dan sujud yang sempurna. Setelah shalat tak lupa ia memuji nama Tuhannya dan memanjatkan doa untuk dirinya, ibu, ayahnya dan untuk ummat Muhammad saw yang sedang berjihad fii sabilillah.

Sebelum menuju kelas untuk kuliah, lelaki itu menyempatkan diri bersalam-salaman dengan beberapa jamaah lain. Dengan raut wajah yang bersahaja, ia sedekahkan senyum terhadap semua orang yang ditemuinya. Ucapan salam pun ditujukannya kepada para akhwat yang ditemuinya di depan masjid.

Lelaki yang bernama Ali itu kemudian segera memasuki ruang kelasnya. Ia duduk di bangkunya dan mengeluarkan buku berjudul “Langitpun Terguncang’. Buku berisi tentang hari akhir itu dibacanya dengan tekun. Sesekali ia mengerutkan dahi dan dan sesekali ia tersenyum simpul.

Ali sangat suka membaca dan meyukai ilmu Allah yang berhubungan dengan hari akhir karena dengan demikian ia dapat membangkitkan rasa cinta akan kampung akhirat dan tidak terlalu cinta pada dunia. Prinsipnya adalah “Bekerja untuk dunia seakan hidup selamanya dan beribadah untuk akhirat seakan mati esok.”

Sejak setahun belakangan ini, Ali selalu berusaha mencintai akhirat. Sunnah Rasululah saw ia gigit kuat dengan gigi gerahamnya agar tak terjerumus kepada bid’ah. Ali selalu menyibukkan diri dengan segala Islam. Ia sangat membenci sekularisme karena menurutnya, sekulerisme itu tidak masuk akal. Bukankah ummat Islam mengetahui bahwa yang menciptakan adalah Allah swt, lalu mengapa mengganti hukum Tuhannya dengan hukum ciptaan dan pandangan manusia? Bukankah yang menciptakan lebih mengetahui keadaan fitrah ciptaannya?

Allah swt yang menciptakan, maka sudah barang tentu segala sesuatunya tak dapat dipisahkan dari hukum Allah. Katakan yang halal itu halal dan yang haram itu haram, karena pengetahuan yang demikian datangnya dari sisi Allah.

Sementara Ali membaca bukunya dengan tekun, dua mahasiswi yang duduk tak jauh dari Ali bercakap-cakap membicarakan Ali. Mereka menyayangkan sekali, Ali yang demikian tampan dan juga pintar, namun belum mempunyai pacar, padahal banyak mahassiwi cantik di kampus ini yang suka padanya. Tapi tampaknya Ali tidak ambil peduli. Sikapnya itu membuat para wanita menjadi penasaran dan justru banyak yang ber-tabarruj di hadapannya. Kedua wanita itu terus bercakap-cakap hingga lupa bahwa mereka telah sampai kepada tahap ghibah.

Ali memang tak mau ambil pusing tentang urusan wanita karena ia yakin jodoh di tangan Allah swt. Namun tampaknya iman Ali kali ini benar-benar diuji oleh Allah SWT.

Ali menutup bukunya ketika dosen telah masuk kelas. Tampaknya sang dosen tak sendirian, di belakangnya ada seorang mahasiswi yang kelihatan malu-malu memasuki ruang kelas dan segera duduk di sebelah Ali. Ali merasa belum pernah melihat gadis ini sebelumnya. Saat dosen mengabsen satu persatu, tahulah Ali bahwa gadis itu bernama Nisa.

Tanpa sengaja Ali memandang Nisa. Jantungnya berdegup keras. Bukan lantaran suka, tapi karena Ali selalu menundukkan pandangan pada semua wanita, sesuai perintah Allah SWT dalam Al Qur’an dan Rasulullah saw dalam hadits. “Astaghfirullah…!”, Ali beristighfar.

Pandangan pertama adalah anugerah atau lampu hijau. Pandangan kedua adalah lampu kuning. Ketiga adalah lampu merah. Ali sangat khawatir bila dari mata turun ke hati karena pandangan mata adalah panah-panah iblis.

***

Pada pertemuan kuliah selanjutnya, Nisa yang sering duduk di sebelah Ali, kian merasa aneh karena Ali tak pernah menatapnya kala berbicara. Ia lalu menanyakan hal itu kepada Utsman, teman dekat Ali. Mendengar penjelasan Utsman, tumbuh rasa kagum Nisa pada Ali.

“Aku akan tundukkan pandangan seperti Ali”, tekad Nisa dalam hati.

Hari demi hari Nisa mendekati Ali. Ia banyak bertanya tentang ilmu agama kepada Ali.

Karena menganggap Nisa adalah ladang da’wah yang potensial, Ali menanggapi dengan senang hati.

Hari berlalu… tanpa sengaja Ali memandang Nisa. Ada bisikan yang berkata, “Sudahlah pandang saja, toh Nisa itu tidak terlau cantik.. Jadi mana mungkin kamu jatuh hati pada gadis seperti itu” Namun bisikan yang lain muncul, “Tundukkan pandanganmu. Ingat Allah! Cantik atau tidak, dia tetaplah wanita.” Ali gundah. “Kurasa, jika memandang Nisa, tak akan membangkitkan syahwat, jadi mana mungkin mata, pikiran dan hatiku ini berzina.”

Sejak itu, Ali terus menjawab pertanyaan-pertanyaan Nisa tentang agama, tanpa ghadhul bashar karena Ali menganggap Nisa sudah seperti adik… , hanya adik.

Ali dan Nisa kian dekat. Banyak hal yang mereka diskusikan. Masalah ummat maupun masalah agama. Bahkan terlalu dekat…

Hampir setiap hari, Ali dapat dengan bebas memandang Nisa. Hari demi hari, minggu demi minggu, tanpa disadarinya, ia hanya memandang satu wanita, NISA! Kala Nisa tak ada, terasa ada yang hilang. Tak ada teman diskusi agama…, tak ada teman berbicara dengan tawa yang renyah.., tak ada…wanita. DEG!!! Jantung Ali berdebar keras, bukan karena takut melanggar perintah Allah, namun karena ada yang berdesir di dalam hati…karena ia… mencintai Nisa.

Bisikan-bisikan itu datang kembali… “Jangan biarkan perasaan ini tumbuh berkembang. Cegahlah sebisamu! Jangan sampai kamu terjerumus zina hati…! Cintamu bukan karena Allah, tapi karena syahwat semata.”

Tapi bisikan lain berkata, “Cinta ini indah bukan? Memang indah! Sayang lho jika masa muda dilewatkan dengan ibadah saja. Kapan lagi kamu dapat melewati masa kampus dengan manis. Lagipula jika kamu pacaran kan secara sehat, secara Islami.. ‘Tul nggak!”

Ali mengangguk-anggukkan kepalanya. “Manalah ada pacaran Islami, bahkan hatimu akan berzina dengan hubungan itu. Matamu juga berzina karena memandangnya dengan syahwat. Hubungan yang halal hanyalah pernikahan. Lain itu tidak!!! Bukankah salah satu tujuan pernikahan adalah untuk mengubur zina?”, bisikan yang pertama terdengar lagi.

Terdengar lagi bisikan yang lain, “Terlalu banyak aturan! Begini zina, begitu zina. Jika langsung menikah, bagaimana bila tidak cocok? Bukankah harus ada penjajakan dulu agar saling mengenal! Apatah lagi kamu baru kuliah tingkat satu. Nikah susah!”

Terdengar bantahan, “Benci karena Allah, cinta karena Allah. Jika pernikahanmu karena Allah, Insya Allah, Dia akan ridho padamu, dan akan sakinah keluargamu. Percayalah pada Tuhan penciptamu! Allah telah tentukan jodohmu. Contohlah Rasululah SAW, hubungan beliau dengan wanita hanya pernikahan.”

Bisikan lain berkata. “Bla.., bla.., Ali,… masa muda.., masa muda…, jangan sampai dilewatkan, sayang lho!”

Ali berpikir keras. Kali ini imannya benar-benar dilanda godaan hebat. Syetan telah berhasil membujuknya dengan perangkapnya yang selalu sukses sepanjang zaman, yaitu wanita.

Ali mengangkat gagang telepon. Jari-jarinya bergetar menekan nomor telepon Nisa. “Aah.., aku tidak berani.” Ali menutup telepon.
Bisikan itu datang lagi, “Menyatakannya, lewat surat saja, supaya romantis…!” “Aha! Benar! “ Ali mengambil selembar kertas dan menuliskan isi hatinya. Ia berencana akan menitipkannya pada teman dekat Nisa. Jantung Ali berdebar ketika dari kejauhan ia melihat Nisa terlihat menerima surat dari temannya dan membaca surat itu.

***

Esoknya, Utsman mengantarkan surat balasan dari Nisa untuk Ali, sembari berkata, “Nisa hari ini sudah pakai jilbab, dia jadi cantik lho. Sudah jadi akhwat!”

Ali terkejut mendengarnya, namun rasa penasarannya membuatnya lebih memilih untuk membaca surat itu terlebih dahulu daripada merenungi ucapan Ustman tadi. Ali membaca surat itu dengan sungguh-sungguh. Ia benar-benar tak menyangka akan penolakan yang bersahaja namun cukup membuatnya merasa ditampar keras. Nisa menuliskan beberapa ayat dari Al Qur’an, isinya :

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An Nuur : 30)

“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.”(QS. Al Mu’minuun : 19).

Ali menghela nafas panjang… Astaghfirullah… Astaghfirullah… Hanya ucapan istighfar yang keluar dari bibirnya. Pandangan khianatku sungguh terlarang. Memandang wanita yang bukan muhrim. Ya Allah… kami dengar dan kami taat. Astaghfirullah… [SOA]

Sumber: Bulletin Biru SMUNSA Bogor No. 01/I/23 Shafar 1421 H



Dikirim pada 01 Juni 2012 di Kisah-kisah


Kisah seorang wanita yang bernama `Abiir yang sedang dilanda penyakit kanker. Ia mengirimkan sebuah surat berisi kisahnya ke acara keluarga mingguan "Buyuut Muthma`innah" (rumah idaman) di Radio Qur`an Arab Saudi, lalu menuturkan kisahnya yang membuat para pendengar tidak kuasa menahan air mata mereka. Kisah yang sangat menyedihkan ini dibacakan di salah satu hari dari sepuluh terakhir di bulan Ramadhan lalu (tahun 2011). Berikut ini kisahnya –sebagaimana dituturkan kembali oleh sang pembawa acara DR Adil Alu Abdul Jabbaar- :

Ia adalah seorang wanita yang sangat cantik jelita dan mengagumkan, bahkan mungkin tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kecantikannya merupakan tanda kebesaran Allah. Setiap lelaki yang disekitarnya berangan-angan untuk memperistrikannya atau menjadikannya sebagai menantu putra-putranya. Hal ini jelas dari pembicaraan `Abiir tatkala bercerita tentang dirinya dalam acara Radio Qur`an Saudi "Buyuut Muthma`innah". Ia bertutur tentang dirinya:

"Umurku sekarang 28 tahun, seorang wanita yang cantik dan kaya raya, ibu seorang putri yang berumur 9 tahun yang bernama Mayaa`. Kalian telah berbincang-bincang tentang penyakit kanker, maka izinkanlah aku untuk menceritakan kepada kalian tentang kisahku yang menyedihkan….dan bagaimana kondisiku dalam menghadapi pedihnya kankerku dan sakitnya yang berkepanjangan, dan perjuangan keras dalam menghadapinya. Bahkan sampai-sampai aku menangis akibat keluhan rasa sakit dan kepayahan yang aku rasakan. Aku tidak akan lupa saat-saat dimana aku harus menggunakan obat-obat kimia, terutama tatkala pertama kali aku mengkonsumsinya karena kawatir dengan efek/dampak buruk yang timbul…akan tetapi aku sabar menghadapinya..meskipun hatiku teriris-iris karena gelisah dan rasa takut. Setelah beberapa lama mengkonsumsi obat-obatan kimia tersebut mulailah rambutku berguguran…rambut yang sangat indah yang dikenal oleh orang yang dekat maupun yang jauh dariku. Sungguh…rambutku yang indah tersebut merupakan mahkota yang selalu aku kenakan di atas kepalaku. Akan tetapi penyakit kankerlah yang menggugurkan mahkotaku…helai demi helai berguguran di depan kedua mataku.

Pada suatu malam datanglah Mayaa` putriku lalu duduk di sampingku. Ia membawa sedikit manisan (kue). Kamipun mulai menyaksikan sebuah acara di salah satu stasiun televisi, lalu iapun mematikan televisi, lalu memandang kepadaku dan berkata, "Mama…engkau dalam keadaan baik..??". Aku menjawab, "Iya". Lalu putriku memegang uraian rambutku…ternyata uraian rambut itupun berguguran di tangan putriku. Iapun mengelus-negelus rambutku ternyata berguguran beberapa helai rambutku di hadapannya. Lalu aku berkata kepada putriku, "Bagaimana menurutmu dengan kondisiku ini wahai Mayaa`..?", iapun menangis. Lalu iapun mengusap air matanya dengan kedua tangannya, seraya berkata, "Waha mama…rambutmu yang gugur ini adalah amalan-amalan kebaikan", lalu iapun mulai mengumpulkan rambut-rambutku yang berguguran tadi dan meletakkannya di secarik tisu. Akupun menangis melihatnya hingga teriris-iris hatiku karena tangisanku, lalu aku memeluknya di dadaku, dan aku berdoa kepada Allah agar menyembuhkan aku dan memanjangkan umurku demi Mayaa` putriku ini, dan agar aku tidak meninggal karena penyakitku ini, dan agar Allah menyabarkan aku menahan pedihnya penyakitku ini….

Keeseokan harinya akupun meminta kepada suamiku alat cukur, lalu akupun mencukur seluruh rambutku di kamar mandi tanpa diketahui oleh seorangpun, agar aku tidak lagi sedih melihat rambutku yang selalu berguguran… di ruang tamu…, di dapur…di tempat duduk…di tempat tidur…di mobil…tidak ada tempat yang selamat dari bergugurnya rambutku.

Setelah itu akupun selalu memakai penutup kepala di rumah, akan tetapi Mayaa putriku mengeluhkan akan hal itu lalu melepaskan penutup kepalaku. Iapun terperanjak melihat rambutku yang tercukur habis. Ia berkata, "Mama..kenapa engkau melakukan ini ?!, apakah engkau lupa bahwa aku telah berdoa kepada Allah agar menyembuhkanmu, dan agar rambutmu tidak berguguran lagi?!. Tidakkah engkau tahu bahwasanya Allah akan mengabulkan doaku…Allah akan menjawab permintaanku…!!, Allah tidak menolak permintaanku…!!. Aku telah berdoa untukmu mama dalam sujudku agar Allah mengembalikan rambutmu lebih indah lagi dari sebelumnya…lebih banyak dan lebih cantik. Mama…sudah sebulan aku tidak membeli sarapan pagi di sekolah dengan uang jajanku, aku selalu menyedekahkan uang jajanku untuk para pembantu yang miskin di sekolah, dan aku meminta kepada mereka untuk mendoakanmu. Mama…tidakkah engkau tahu bahwasanya aku telah meminta kepada sahabatku Manaal agar meminta neneknya yang baik untuk mendoakan kesembuhanmu??. Mamaa…aku cinta kepada Allah…dan Dia akan mengabulkan doaku dan tidak akan menolak permintaanku…dan Dia akan segera menyembuhkanmu"

Mendengar tuturan putriku akupun tidak kuasa untuk menahan air mataku…begitu yakinnya ia…, begitu kuat dan berani jiwanya…lalu akupun memeluknya sambil menangis…".

Putriku lalu duduk bertelekan kedua lututnya menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangannya berdoa agar Allah menyembuhkanku sambil menangis. Ia menoleh kepadaku dan berkata, "Mama..hari ini adalah hari jum`at, dan saat ini adalah waktu mustajaab (terkabulnya doa)…aku berdoa untuk kesembuhanmu. Ustadzah Nuuroh hari ini mengabarkan aku tentang waktu mustajab ini." Sungguh hatiku teriris-iris melihat sikap putriku kepadaku... Akupun pergi ke kamarku dan tidur. Aku tidak merasa dan tidak terjaga kecuali saat aku mendengar lantunan ayat kursi dan surat Al-Fatihah yang dibaca oleh putriku dengan suaranya yang merdu dan lembut…aku merasakan ketentaraman…aku merasakan kekuatan…aku merasakan semangat yang lebih banyak. Sudah sering kali aku memintanya untuk membacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas kepadaku jika aku tidak bisa tidur karena rasa sakit yang parah…akupun memanggilnya untuk membacakan al-Qur`an untukku.

Sebulan kemudian –setelah menggunakan obat-obatan kimia- akupun kembali periksa di rumah sakit. Para dokter mengabarkan kepadaku bahwa saat ini aku sudah tidak membutuhkan lagi obat-obatan kimia tersebut, dan kondisiku telah semakin membaik. Akupun menangis karena saking gembiranya mendengar hal ini. Dan dokter marah kepadaku karena aku telah mencukur rambutku dan ia mengingatkan aku bahwasanya aku harus kuat dan beriman kepada Allah serta yakin bahwasanya kesembuhan ada di tangan Allah.

Lalu aku kembali ke rumah dengan sangat gembira…dengan perasaan sangat penuh pengharapan…putriku Mayaa` tertawa karena kebahagiaan dan kegembiraanku. Ia berkata kepadaku di mobil, "Mama…dokter itu tidak ngerti apa-apa, Robku yang mengetahui segala-galanya". Aku berkata, "Maksudmu?". Ia berkata, "Aku mendengar papa berbicara dengan sahabatnya di HP, papa berkata padanya bahwasanya keuntungan toko bulan ini seluruhnya ia berikan kepada yayasan sosial panti asuhan agar Allah menyembuhkan uminya Mayaa". Akupun menangis mendengar tuturannya…karena keuntungan toko tidak kurang dari 200 ribu real (sekitar 500 juta rupiah), dan terkadang lebih dari itu.

Sekarang kondisiku –Alhamdulillah- terus membaik, pertama karena karunia Allah, kemudian karena kuatnya Mayaa putriku yang telah membantuku dalam perjuangan melawan penyakit kanker yang sangat buruk ini. Ia telah mengingatkan aku kepada Allah dan bahwasanya kesembuhan di tangan-Nya…sebagaimana aku tidak lupa dengan jasa suamiku yang mulia yang telah bersedekah secara diam-diam tanpa mengabariku yang merupakan sebab berkurangnya rasa sakit yang aku rasakan.

Aku berdoa kepada Allah agar menyegerakan kesembuhanku dan juga bagi setiap lelaki atau wanita yang terkena penyakit kanker. Sungguh kami menghadapi rasa sakit yang pedih yang merusak tubuh kami dan juga jiwa kami…akan tetapi rahmat Allah dan karuniaNya lebih besar dan lebih luas sebelum dan susudahnya"

(Diterjemahkan oleh Firanda Andirja, semoga Allah menyegerakan kesembuhan bagi ukhti `Abiir)

Kota Nabi -shallallahu `alaihi wa sallam-, 22-02-1433 H / 16 Januari 2011 M

sumber: cintaq.com

Dikirim pada 01 Juni 2012 di Kisah-kisah


Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

* Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.

Ada seorang murid bekerja di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tersebut. Selain memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid - murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.

*Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.

Seorang anak berkata kepada ibunya : "Ibu hari ini sangat cantik." Ibu menjawab : "Mengapa?" Anak menjawab : "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah - marah."

*Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah - marah.

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata : "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur." Petani menjawab : "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku."

*Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya : "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?" Ada yang menjawab : "Cari mulai dari bagian tengah." Ada pula yang menjawab : "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam." Dan ada yang menjawab : "Cari di rumput yang paling tinggi." Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat : "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput yang sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana."

*Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat - loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan : "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku." Katak di pinggir jalan menjawab : "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah." Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

*Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya : "Mengapa engkau begitu santai?" Dia menjawab sambil tertawa : "Karena barang bawaan saya sedikit."

*Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.



Sumber :Facebook

Dikirim pada 01 Juni 2012 di Kisah-kisah


Qona`ah artinya rela menerima dan merasa cukup dgn apa yg dimiliki, dan menjauhkan diri dari sifat tdk puas dan merasa kurang yg berlebihan.

Qona`ah bukan berarti hidup bermalas2an/tdk mau berusaha sebaik2nya utk meningkatkan kesejahteraan hidup. Justru orang yg Qona`ah itu selalu giat bekerja dan berusaha, namun apabila hasilnya tdk sesuai dgn apa yg diharapkan, ia akan rela hati menerima hasil tersebut dgn rasa syukur pada Allah SWT.

Rosulallah SAW bersabda:
``Sesungguhnya beruntung bagi orang yg masuk islam dan rizkinya cukup dan merasa cukup dgn apa-apa yg telah Allah berikan kepadanya.`` (HR. Muslim)

Orang yg mempunyai sifat Qona`ah memiliki pendirian bahwa apa yg diperoleh atau apa yg ada pada dirinya adalah kententuan Allah.

Firman Allah SWT:
``Tiada sesuatu yg melata di bumi melainkan di tangan Allah rizkinya.`` (Hud:8)

Qona`ah harusnya menjadi sifat dasar setiap muslim, karena sifat tersebut dapat menjadi pengendali agar tidak surut dalam keputusasaan dan tidak terlalu maju dalam keserakahan.
Qona`ah berfungsi sebagai stabilisator dan dinamisator hidup soearang muslim.

Dikatakan stabilisator, karena seorang muslim yg mempunyai sifat Qona`ah akan selalu berlapang dada, berhati tentram, merasa kaya dan berkecukupan, bebas dari keserakahan, karena pada hakikatnya kekayaan dan kemiskinan terletak pada hati bukan pada harta yg dimilikinya. Bila kita perhatikan banyak orang yg lahirnya nampak berkecukupan bahkan mewah, namun hatinya dipenuhi dengan keserakahan dan kesengsaraan, sebaliknya banyak orang yg sepintas lalu sprti kekurangan namun hidupnya tenang, penuh kegembiraan, bahkan masih sanggup mengeluarkan sebagian hartanya utk kepentingan sosial.

Dari Abu Hurairah r.a. Rosulallah SAW bersabda: ``Kekayaan itu bukanlah banyaknya harta benda, tapi kekayaan sebenarnya adalah kekayaan hati.`` (HR. Bukhari dan Muslim)

Karna hatinya selalu merasa berkecukupan, maka orang yg mempunyai sifat Qona`ah terhindar dari sifat loba/tamak, yg cirinya antara lain suka meminta kepada kepada sesama manusia karena merasa masih kurang puas dengan apa yg diberikan Allah kepadanya.

Disamping itu Qona`ah juga berfungsi sebagai dinamisator, yaitu kekuatan batin yg selalu mendorong seseorang utk meraih kemajuan hidup berdasarkan kemandirian dgn tetap bergantung pada karunia Allah.

Qona`ah itu bersangkut paut dgn sikap hati atau sikap mental. Oleh karena itu utk menumbuhkan sifat Qona`ah diperlukan latihan dan kesabaran. Pada tingkat permulaan mungkin memberatkan hati, namun jika sifat Qona`ah sdh menjadi bagian dr kehidupan maka kebahagian didunia akan dpt dinikmatinya dan kebahagian akhirat kelak akan dicapainya.

Demikianlah betapa pentingnya sifat Qona`ah dlm hidup, karna akan membangun pribadi muslim yg menerima rela apa adanya, memohon tambahan yg pantas kepada Allah serta usaha & ikhtiar, menerima ketentuan Allah dgn sabar, bertawakal kepada Allah, dan tdk tertarik oleh tipu daya dunia.

Dikirim pada 28 Mei 2012 di Hukum



Ketika kutatap wajah istriku,
Betapa aku sangat bersyukur kepada ALLAH,
atas anugerah terbesar yg pernah aku terima.

Seorang wanita yang sederhana,
Namun keridhoan dan keikhlasannya menerima diriku sebagai suaminya, membuat aku tidak berhenti bahkan tidak akan pernah berhenti bersyukur kepada ALLAH, atas kado pernikahan paling indah yang diberikan oleh_NYA kepadaku.

Ketika kutatap wajah istriku,....
Betapa besar rasa maluku,
Karena masih banyak kekurangan pada diriku.

Dan sungguh banyak kelebihannya,
yang mungkin aku tidak akan mampu menandinginya.

Seorang wanita yang tegar dan tidak banyak menuntut,kecuali tanggung jawabku sebagai suami, ayah dan imam keluarga.
Dia wanita yang ikhlas menerima segala kelemahan dan kekuranganku, sebagai suami.

Ketika kutatap wajah istriku, ....
Betapa bangga dan bersemangatnya diriku,
Karena dukungannya terhadap perjuanganku untuk terus memperbaiki diri.

Aku memang bukan laki-laki yang sempurna,
dan dia juga bukan wanita yang sempurna,
Tetapi ALLAH telah memilihnya untuk menjadi pasangan hidupku dan juga ibu anak-anakku yg terbaik menurut Sang Maha Penentu Takdir.

Ketika kutatap wajah istriku.....
di saat dia sedang lelap tertidur, tak terasa menetes air mataku,
karena rasa syukur kepada ALLAH atas anugerah terbesar_NYA.

Terlihat wajahnya yang kelelahan,
karena harus melayani suami dan anak-anak.

Tapi aku yakin, lewat keikhlasannya,
dia akan menjadi wanita yang mampu terus berjuang di jalan ALLAH dengan menjadi istri dan ibu anak-anakku.
Ku kecup keningnya, sambil berdoa,

Ya RABB......,

Jadikanlah dia bidadari syurgaku,
sehingga meringankan pertanggungjawaban ku,
saat menghadap ENGKAU di Hari Perhitungan kelak...

Aamiin.....Ya Rabb..

Dikirim pada 27 Mei 2012 di Muhasabah


Siapakah jodoh kita, kapan waktunya tiba, di mana akan dipertemukan, apakah ia benar-benar orang shaleh?.
Semua itu rahasia Allah Swt..

1. Jodoh adalah Taqdir Allah Swt.

Allah Swt menetapkan tiga bentuk taqdir dalam masalah jodoh..
Pertama, cepat mendapatkan jodoh..
Kedua, lambat mendapatkan jodoh, tapi suatu ketika pasti mendapatkannya di dunia..
Ketiga, menunda mendapatkan jodoh sampai di akhirat kelak..
Apapun pilihan jodoh yang ditentukan Allah adalah hal terbaik untuk kita..

Allah Swt berfirman:
" Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui "
(QS. Al Baqarah: 216).

Kita harus terikat aturan Allah..
Kita juga dibekali akal untuk memahami aturan-Nya..
Ketika kita memutuskan untuk taat atau melanggar aturanNya adalah pilihan kita sendiri..
Bagaimana cara kita untuk mendapatkan jodoh adalah pilihan kita..
Dengan jalan yang diridhoiNya atau tidak..
Tetapi hasil akhirnya Allah yang menentukan..

2. Kriteria Pasangan Ideal.

Nabi bersabda:
" Apabila datang kepada kalian lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya,maka nikahkanlah ia (dengan puteri kalian)..
Sebab jika tidak, maka akan terjadi fitnah dibumi dan kerusakan yang besar "

Lelaki yang bertaqwa akan mencintai dan memuliakan istrinya..
Jika ia marah tidak akan menzhalimi istrinya..
Kaum jahiliyah menikah dengan melihat kedudukan, kaum Yahudi menikah dengan melihat harta, kaum Nasrani menikah dengan melihat rupa, sedangkan umat Islam menikahkan dengan melihat agama..

Nabi bersabda:
" Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita (isteri) yang sholehah "
Beliau juga bersabda:
" Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta kekayaannya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya..
Hendaknya pilihlah yang baik agamanya agar berkah kedua tanganmu "

Sulit mencari jodoh bisa jadi karena kriteria terlalu muluk..
Janganlah kita menginginkan kesempurnaan orang lain, padahal diri kita tidak sempurna..

3. Memperluas Pergaulan Sesuai Syar’i.

Seringlah bersilaturrahim ke tempat saudara atau mengikuti pengajian..
Ustadz, teman, orang tua, saudara, keluarga, dll bisa diminta bantuan..

4. Haram berpacaran.

" Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji..
Dan suatu jalan yang buruk "
(QS. Al Israa’: 32).
Kita dilarang berkhalwat, memandang lawan jenis dengan syahwat, wanita bepergian sehari semalam tanpa muhrim, dll..

Orang pacaran selalu menutupi kekurangannya dan menampilkan yang baik-baik saja..
Cari informasi dari orang dekatnya (saudara, teman, tetangganya)..
Perlu juga penilaian dari orang tua dan keluarga kita..
Biasanya kita tidak dapat melihat kekurangan orang yang kita cintai..

5. Introspeksi diri.

Jika kita ingin mendapatkan jodoh yang shalih, maka kita harus menjadi orang yang shalihah juga..
Allah Swt berfirman:
" Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula} "
(QS. An Nuur: 26).

Rasulullah Saw bersabda:
" Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat pada bentuk-bentuk (lahiriah) dan harta kekayaanmu, tapi Dia melihat pada hati dan amalmu sekalian "
(HR. Muslim, Hadits no. 2564 dari Abu Hurairah).
Jadi, lelaki atau wanita yang baik menurut pandangan Allah itu adalah lelaki atau wanita yang baik iman dan amalnya..

Secara lahiriah kita perlu menjaga kebersihan, kerapihan dan menjaga bau badan. Bukan berdandan berlebihan (tidak Islami), tapi tampil menarik..

6. Jangan Mencintai Manusia Secara Berlebihan.

" Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya.."
(HR. Abu Dawud)

Jika kita mencintai manusia lebih daripada Allah, niscaya hati kita akan hancur dan putus asa jika ditinggalkan..
Jika kita mencintai Allah di atas segalanya, niscaya kita akan selalu tegar dan tabah karena kita yakin bahwa Allah itu Maha Hidup dan Abadi serta selalu bersama hamba yang Sholeh..

7. Jika Gagal Berusaha Lagi.

Jika kita gagal, jangan putus asa dan minder..
Kita harus sabar dan tetap berusaha mendapatkan yang lebih baik lagi..
Yakinlah ada yang lebih baik yang sedang dipersiapkan Allah untuk kita..
Para sahabat besarpun mengalaminya..
Contohnya Utsman ra yang melamar putri Abu Bakar ditolak, lalu melamar putri Umar juga ditolak, akhirnya malah menjadi menantu Rasulullah Saw..

8. Masa Penantian Jodoh.

Jodoh tidak akan lari dan akan datang pada waktunya..
Bersabarlah dan sibukkan diri dengan amal sholeh..
Hadapilah dengan sikap tenang, santai, tidak mudah emosi/sensitif, tidak larut dalam kesedihan, tidak berputus asa dan tetap bersemangat..

Rasulullah Saw bersabda:
" Sungguh menakjubkan kondisi seorang mukmin..
Segala keadaan dianggapnya baik, dan hal ini tidak akan terjadi, kecuali bagi seorang mukmin..
Apabila mendapat kesenangan ia bersyukur, maka itu tetap baik baginya dan apabila ditimpa penderitaan ia bersabar maka itu tetap baik baginya "
(HR Muslim)

Gunakan energi kita untuk lebih mendekatkan diri dan mencintai Allah Swt., orang tua, dan umat. Yakinlah dengan keadilan-Nya bahwa setiap manusia pasti memiliki jodoh masing-masing..
Yakinlah bahwa semua kondisi adalah baik, berguna, dan berpahala bagi kita..

9. Siap Menerima Taqdir Allah.

Hidup adalah ujian..
Bisa saja, takdir jodoh kita bukan orang shaleh..
Allah Swt berfirman:
" Wahai orang-orang yang beriman..
Sesungguhnya di antara pasanganmu dan anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka..
Sesungguhnya hartamu dan anakmu, hanyalah ujian bagimu, dan di sisi Allah pahala yang besar "
(Q.S. At-Taghaabuun: 14-15)

Hal tersebut tetap bisa menjadi kebaikan apabila dijadikan sebagai lahan amal shaleh dan batu ujian untuk meningkatkan keimanan, tawakal, dan kesabaran..

10. Wanita Melamar Lelaki.

Bukan hal yang dilarang jika wanita menemukan lelaki sholeh dan berinisiatif menawarkan diri dalam pernikahan melalui peran orang yang dipercaya..
Khadijah ra melalui pamannya melamar Nabi Muhammad Saw setelah mengetahui akhlak dan agama beliau..

11. Taqarrub Ilallah.

Perburuan jodoh secara syar’i adalah dengan mendekati Allah super ekstra..
Caranya dengan bertawasul amal-amal shaleh, tidak hanya ibadah wajib (berbakti kepada orangtua, sholat wajib), juga ibadah sunnah (shoum sunnah, sholat tahajjud/taubat/istikhoroh/hajat/witir/dhuha, tilawah Al Qur’an, istighfar, infaq, dll).
Semakin dekat dengan Allah, iman bertambah dan do’a kita semakin terkabul..
Usaha yang konsisten, optimis dan prasangka baik akan memudahkan jalan kita..

12. Tidak Putus Asa Berdoa.

Bacalah doa:
" Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa "
(QS. Al Furqon: 74).

Doa lebih terkabul pada tempat mustajab, waktu mustajab dan memperhatikan adab berdoa..
Berdoalah menurut apa yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya..
Tempat mustajab: masjid, majlis ta’lim, Arafah, Hajar Aswad, Hijr Ismail, di atas sajadah, dll..

Waktu mustajab: sepertiga malam yang akhir, selesai sholat wajib/tahajjud/hajat, saat sujud/I’tidal terakhir dalam sholat, sedang berpuasa, berbuka puasa, dalam perjalanan, selesai khatam qur’an, hari Jum’at, baru mulai hujan, diantara azan dan iqamat, ketika minum air zamzam, bulan ramadhan/lailatul qodar, antara zuhur dan ashar juga antara ashar dan maghrib, selesai sholat subuh, dalam kesulitan, sedang sakit, sedang ada jenazah..

Adab berdoa: menjauhkan hal yang haram, ikhlas, diawali dan diakhiri tahmid/sholawat, menghadap kiblat, suci dari hadats dan najis, khusyu’ dan tenang, menengadahkan kedua tangan, dengan suara rendah dan pengharapan sepenuh hati, mengulangi berkali-kali, tidak berputus asa, menghadirkan Allah dalam hati, tidak meninggalkan sholat wajib, tidak melakukan dosa besar, tidak minta sesuatu yang dilarang Allah, sambil menangis..

Nabi Musa as berdoa setelah menolong dua perempuan penggembala kambing:
" Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku "
(QS 28:24)

Allah swt memahami keperluan dan prioritasnya, sehingga tidak saja memberi makanan, tapi juga memberi jodoh, tempat tinggal dan pekerjaan..

Ingat !!!,
Pacaran Bukan Sarana Mengenal, tetapi sarana syetan menjerumuskan manusia kedalam kehinaan zina, zina mata, zina hati, zina mulut, zina telinga, zina kaki, zina tangan, dan zina kemaluan..

Jika ingin mengenal orang yang kamu cintai / sukai, maka ta`aruf dengan datang kerumahnya, mengenal ia dan keluarganya, mengetahui dengan menanyakan apa saja yang ingin engkau ketahui..
Jika setelah Ta`aruf dirasa cocok, maka bisa dilanjut dengan proses khitbah atau langsung walimah..
Sesungguhnya dengan seperti itu izzah & iffah keduanya lebih terjaga..

Selamat berjuang memperbaiki diri, selamat berjuang meraih jodoh terbaik dari ALLAH SWT..

Wallahu’alam bishawab..


sumber: cintahakikiindonesia.blogspot.com/

Dikirim pada 27 Mei 2012 di Hikmah


Kecantikan adalah impian para wanita,
Mereka berdandan, berhias, menunjukkan perhiasan dan kemolekan tubuh
Hanya untuk mendapatkan gelar ratu kecantikan
Tidakkah mereka mengetahui kecantikan yang hakiki?
Inilah nasehat orang tua kepada puterinya
Akan makna kecantikan yang hakiki

*
Kecantikan jiwa lebih tinggi nilainya
Wahai puteriku, jika engkau menginginkan kecantikan menghiasi tubuh dan akalmu
Tinggalkanlah kebiasaan bertabarruj (bersolek), karena kecantikan jiwa itu lebih tinggi dan lebih mulia
(Hal ini sebagaimana) bunga buatan yang dibuat oleh para penghiasnya, namun bunga yang berada di taman tidak ada yang menyaingi keindahan dan bentuknya
Wahai putriku jadilah engkau seperti matahari yang menyinari manusia, baik yang mulia maupun yang hina

*
Rasa malu dan sikap lemah lembut adalah perangai terpuji
Jadikanlah rasa malu sebagai perangaimu
Karena rasa malu lebih utama dalam diri seorang wanita
Tidak ada kebahagiaan sedikitpun pada seorang gadis jika rasa malu sudah lenyap darinya
Dan jika engkau melihat seorang yang tertimpa kesusahan
Ulurkanlah kepadanya bantuan dan iringilah dengan cucuran air mata kebaikan
Karena air mata yang keluar dari rasa kebaikan lebih indah dalam pipi dan lebih cantik dan lebih tinggi nilainya dari permata

(Sumber : Mujahidah Sunnah, Dialihbahasakan oleh Abu Hasan Arif dari kitab al-Adwa fil Lughatil Arabiyyah (Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 25 hal. 51) )

Dikirim pada 19 Mei 2012 di Hikmah


Ketika hati seorang muslimah terluka, ia akan menghapus air matanya dengan imannya..
Ketika hati seorang muslimah terluka,
ia akan menguatkan hatinya dengan ilmunya
Ketika hati seorang muslimah terluka,
hati-harinya akan ia penuhi dengan semangat perubahan lebih baik pada dirinya

Ketika hati seorang muslimah terluka,
ia menari dalam doa permohonan ampunnya terhadap Rabbnya

Ketika hati seorang muslimah terluka,
wajah kusutnya tetap terlihat indah bagi dunia

Ketika hati seorang muslimah terluka,
bibir merahnya menyimpulkan senyuman untuk hidupnya

Ketika hati seorang muslimah terluka,
matanya basah oleh lembutnya hatinya

Ketika hati seorang muslimah terluka,
dunia nya terasa akan berlanjut dan ia harus tegar

Ketika hati seorang muslimah terluka,
jiwa lembutnya sampaikan ketenangan pada hati kecilnya

Ketika hati seorang muslimah terluka,
akal dan hatinya hadir untuk menanti kesedarannya

Ketika hati seorang muslimah terluka,
tangannya ia gunakan seperti kebiasaannya

Ketika hati seorang muslimah terluka,
tak akan ada perubahan dalam dirinya oleh hal-hal yang tidak berguna

Ketika hati seorang muslimah terluka,
ia gunakan kesedarannya tuk menjaga perasaan orang sekitarnya

Ketika hati seorang muslimah terluka,
air matanya dijadikan doa untuk keselamatan orang yang melukainya

Ketika hati seorang muslimah terluka,
jari-jemarinya bergerak untuk tetap menolong orang lain tanpa beban di hatinya

Ketika hati seorang muslimah terluka,
hidupnya tetap menjadi kebahagiaan bagi orang disekelilingnya.

Ketika hati seorang muslimah terluka,
dia tetap meneruskan liku2 hidupnya.

Ketika hati seorang muslimah terluka,
kepercayaan dirinya tetap tak akan pudar..

Ketika hati seorang muslimah terluka, ia dan dirinya tetap menjadi MUSLIMAH…

Tabahkanlah HATIMU duhai MUSLIMAH disaat dirimu TERLUKA..Anggaplah ujian ini sebagai ANUGERAH TERINDAH darinya..kerana Dia ingin senantiasa dekat dengan dirimu..InsyaAllah,Allah senantiasa bersama2 denganmu.

Dikirim pada 19 Mei 2012 di Hikmah



Duhai kamu yang tercipta dari tulang rusukku….
Di belahan Bumi manapun kamu berada. Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun. Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah, tersempurna, dan tertinggi.

Bagiku dirimu salah satu dari semua itu. Jangan pernah biarkan aku menatapmu penuh, karena ia akan membuatkanku mengingatmu. Berarti memenuhkan kepalaku dengan menginginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku. Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari…
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh Lumpur. Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.

Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tidak berhujung. Ada ingin tetapi tiada henti. Menyentuhmu merupakan ingin diri, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh. Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena sucimu kau pertaruhkan.

Mungkin kau tak peduli. Tetapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah. Dan tidak lebih dari wanita biasa. Jangan pernah kau tatapku penuh. Bahkan tak perlu kau lirikkan matamu untuk melihatku. Bukan karena aku terlalu indah, tapi karea aku seorang yang masih kotor.

Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutera emas. Meniru gaya para ustadz, meskipun hatiku lebih kotor dari lumpur. Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau tergugat.
Karena kau hanya manusia – hanya wanita. Berilah sepenuh diri kepada lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu ke hadapan Tuhanmu.

Tunggulah lelaki itu menjemputmu, dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah. Atau kejarlah sang lelaki suci itu, karena itu adalah hakmu, seperti dicontohkan oleh Khadijah. Janganlah ada ragu, janganlah ada malu, semua telah terukir di dalam kitab suci.

Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas. Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu,
mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tiada sampai kau mati….
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di dunia fana saat ini. Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu, yang kau bangun dengan segala kekhusyukkan tangis doamu. Pilihan Allah tidak selalu seindah inginmu, tapi itu pilihan-Nya.

Tiada yang lebih baik dari pilihan Allah. Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kau pilih, seperti kisah seorang wanita suci di masa lalu yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya.

Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi. Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta dalam setiap denyut nadi kita. —

Dikirim pada 19 Mei 2012 di Muhasabah


Wanita Shalihah adalah pecinta agama Tuhannya yang di hatinya mengalir rasa cinta.Takut dan harap terus menguasai perjalanan hidupnya ..Dari waktu ke waktu sehingga perjanjian antara nyawa dan jasadnya berakhir..."

Wanita Shalihah adalah yang dimata dan wajahnya terpancar sinar nur Ilahi...Lidahnya basah dengan dzikrullah dan senantiasa muraqabah...Setiap masa ia sibuk memperbaiki diri,di sudut hati kecilnya senantiasa memikirkan kebesaran Ilahi..."

Wanita Shalihah akan menghidupkan kepribadiannya dengan budi pekerti yang luhur dan keimanan yang murni...Fitrah kasih sayangnya tersimpan dalam perasaanya yang halus,sehingga membuahkan kelembutan dan kehalusan perasaan insani...

Jika senantiasa dijaga dengan didikan syari`ah,maka ia akan menghiasi taman surga diakhirat nanti..."

Wanita Shalihah akan menghiasi hidupnya dengan fitrah kebenaran Ilahi...Sebagai hamba Allah,ia senantiasa tunduk dan berserah diri kepada Rabbnya...

Sebagai seorang anak,ia menjadi anak yang shalihah,berbakti kepada orang tuanya...

Sebagai seorang istri,ia dan patuh kepada suaminya...Sebagai seorang ibu,ia mencurahkan kasih sayangnya untuk anak-anaknya...

Kecantikan Wanita Shalihah..bukan terletak pada halusnya wajah..

Kecantikan yang murni terletak pada akhlaknya yang mulia...

Terpancar pada wajahnya yang penuh kasih...Selalu menjaga kehormatan dan kemulianan diri...

Wanita Shalihah ibarat setangkai mawar Surga...

Anggun di balik perisai ketegasan..

Cantik dalam balutan rasa malu...

Berbinar dalam tunduknya pandangan mata

Ia tangguh meskipun lembut...

Ia serahkan jiwa dan raganya untuk mengabdi kepada Rabbnya...

Wanita Shalihah dengan kencantikanmu,kau lebih indah dari Rembulan..

Dengan kerendahan hatimu,kau lebih tinggi dari matahari...

Dengan kelembutanmu,kau lebih halus dari rintik hujan..

Dengan akhlakmu,kau lebih harum dari bunga..

Maka jaga dan pertahankanlah keindahan itu,agar kau terus menjadi sayap kiri para penegak kalimat Allah dibumi..."

Cantiknya wanita shalihah karena kejernihan wajah,wajah yang jernih karena wudhu yang sempurna....

Kecantikan wanita shalihah,karena kesederhanaan lahiriahnya,sederhana dalam penampilannya sehingga tidak mengundang orang lain tergoda..."

Yaa Allah....

Izinkanlah aku menjadi sekuntum bunga yang dihiasi dengan kelopak akhlak yang mulia....

Harum wanginya dengan ilmu agama..

Cantiknya karena iman dan takwa...

Namunkeindahadzahirnya kusimpan rapi,biar menjadi rahasia yang kekal abadi..

Bukan untuk perhatian mata ajnabi,yang menjadi puncak fitrah dihati..."

Dikirim pada 16 Mei 2012 di Hikmah


Sabda Rasulullah SAW dalam hadis Riwayat Muslim,

"Harta yang paling berharga di dunia adalah wanita yang solehah."



Ramai manusia menisbahkan kemulian wanita pada kecantikan semata-mata.

Ada juga yang menisbahkan kemuliaan mereka pada kekayaan, dan tidak kurang juga pada keturunan.

Tetapi ini semua adalah penilaian oleh insan yang buta mata hatinya.

Sesungguhnya kemuliaan semua makhluk Allah SWT adalah terletak pada tahap ketaqwaan kepada Allah SWT.

Wanita adalah makhluk Allah yang amat istimewa.

Kemuliaan dan keruntuhan sesuatu bangsa terletak di tangan wanita, walaupun mereka diselubungi kelemahan, tapi teriakan mereka mampu merubah segalanya.

Kerana itulah sebagai anak, dia perlu menjadi anak yang solehah.

Manakala sebagai isteri, dia menjadi isteri yang menyenangkan dan menenangkan hati suaminya.

Sebagai ibu pula, dia akan mendidik anaknya dengan penuh kasih dan sayang.

Firman Allah SWT dalam surah An-Nisa` ayat ke-24 yang bermaksud,

"Barangsiapa yang mengerjakan amalan yang soleh baik lelaki mahupun wanita sedang ia seorang yang beriman maka mereka itu masuk ke dalam syurga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun."

Dalam Islam wanita amat dihormati dan dihargai peranannya. Sebagaimana eratnya hubungan siang dan malam yang saling melengkapi, begitu juga lelaki dan wanita diciptakan untuk saling melengkapi.

Setiap lelaki dan wanita memiliki tugas-tugas dan kewajipan-kewajipan yang berlainan, sesuai dengan fitrah masing-masing. Namun, matlamat hidup setiap lelaki dan wanita adalah sama, iaitu mencari keredhaan Allah SWT.

Rasulullah SAW telah memerintahkan supaya kaum wanita diperlakukan menurut fitrah ia dijadikan sebagaimana dalam sabdanya yang bermaksud,"Berlaku baiklah terhadap kaum wanita lantaran mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok adalah bagian yang teratas, jika kamu coba untuk meluruskannya kamu akan mematahkannya dan jika kamu membiarkannya ia akan tetap bengkok, maka berlaku baiklah kamu terhadap kaum wanita."( HR Al-Bukhari-Muslim)



Nilai wanita bukan terletak pada pakaiannya yang menonjol, berhias diri untuk memperlihatkan kecantikannya, tetapi hakikatnya ialah pada kesopanan, rasa malu dan keterbatasan dalam pergaulan.

Wanita solehah itu adalah wanita yang tegar menjaga maruah serta apa yang lahir dari dirinya, dari hujung rambut hingga hujung kaki, termasuklah wajahnya, suaranya, senyum tawanya, jalannya, tulisannya hatta namanya sekalipun.



Wajahnya bukan aurat tetapi ada kalanya ia menjadi aurat

Dalam mazhab syafie ada khilafnya berdasarkan ayat ke-30 dalam surah an-Nur.

Allah melarang wanita beriman menunjukkan perhiasannya, kecuali apa yang telah zahir daripadanya.

Ulama Syafie berpendapat makna "apa yang zahir daripadanya" adalah muka dan tapak tangan, tetapi bagi wajah yang boleh mengundang fitnah, ia tetap menjadi aurat.

Wanita yang khuatir wajahnya boleh melalaikan lelaki yang memandangnya pasti akan menganggapnya sebagai aurat, lalu mengenakan purdah pada wajahnya.

Mungkin berat bagi wanita bergelar remaja untuk mengamalkannya, tapi cukuplah dengan tidak terlalu menonjolkan diri mereka di hadapan ajnabi atau tidak menjadikan wajah mereka sebagai paparan umum seperti friendster, facebook dan lain-lain.



Suaranya bukan aurat, tapi ada kalanya ia menjadi aurat.

Wanita yang memahami arti kesolehan tidak akan melembutkan suaranya di hadapan ajnabi kerana memahami perintah Allah SWT.

"Maka janganlah kamu melemah lembutkan suara dalam bebicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit hatinya." (Surah Al-Ahzab, 33)



Jadi, bertegaslah apabila berurusan dengan lelaki ajnabi.

Pergaulan yang betul telah Allah ajarkan melalui kisah dua orang puteri Nabi Syuib AS.

Bagaimana mereka ketika ingin memberi minum haiwan ternakan, mereka dapati ramai pengembala di sumur. Hajat mereka tidak kesampaian.

Nabi Musa AS telah mengambil alih tugas mereka.

Apabila selesai memberi minum haiwan ternakan tersebut, salah seorang daripada puteri tersebut mendatangi Nabi Musa AS dengan keadaan malu untuk menyampaikan pesanan ayahnya menjemput Nabi Musa AS ke rumahnya.

Daripada peristiwa ini, Allah menggambarkan wanita solehah itu adalah wanita yang tidak memdedahkan dirinya kepada pandangan umum.

Apabila ia berurusan dengan lelaki ajnabi, maka ia akan tunduk dan melahirkan rasa malu.



Berurusanlah dengan ajnabi tanpa mendatangkan keadaan khalwat (berdua-duaan).

Khalwat paling mudah berlaku dalam hubungan cinta terlarang. Khalwat juga adalah bunga-bunga zina.

Berbual-bual di telefon atau SMS di antara lelaki dan wanita kerana dasar cinta terlarang sehingga menyebabkan nafsu syahwat bergelora juga dikira sebagai khalwat kerana ia berlaku secara berdua-duaan.

Saidina Umar r.a berkata, "Aku lebih rela berjalan di belakang seekor singa daripada berjalan di belakang seorang wanita."

Seorang wanita solehah tidak akan membiarkan lelaki berjalan di belakangnya kerana dia faham seribu satu fitnah boleh timbul daripada keadaan tersebut.

Bagaimana pula keadaan wanita yang tidak melabuhkan jilbabnya apabila lelaki berjalan di belakangnya?



Maka, labuhkanlah tudungmu.

Ketahuilah bahawa pada pagi hari perintah berjilbab diwahyukan kepada Rasulullah SAW,seorang sahabiyah yang masih tidak tahu tentang wahyu tersebut telah keluar dari rumahnya tanpa jilbab. Kemudian seseorang telah menegurnya, "Mengapa engkau tidak berjilbab, adakah engkau tidak tahu tentang perintah memakainya?"

Lalu wanita tersebut berhenti melangkah dan menyuruh seseorang mengambil jilbabnya, lalu beliau berkata, "Aku tidak mahu selangkah pun aku berjalan dalam keadaan melanggari perintah Allah SWT."

Malangnya hari ini apa yang terjadi kepada wanita Islam; bertahun-tahun belajar Islam tetapi masih tiada kekuatan untuk mengamalkannya.



Saudariku,

Bangkitlah dari lenamu yang panjang dan tidak berkesudahan.

Sekali kamu terjatuh, jangan biarkan diri kamu jatuh selamanya.

Kamu punya kekuatan untuk bangkit semula, walaupun kita berdosa sebanyak buih yang memutih di lautan.

Yakinlah kasih sayang dan keampunan Allah terlalu luas.



Saudariku,

Hidup ini seperti mimpi, seorang pengemis bermimpi menjadi seorang raja, dipuji dan dipuja, segala kemuliaan dan kekayaan tunduk kepadanya, tapi bila dia sedar dari lenanya, dia masih seorang pengemis yang miskin dan tidak punya apa-apa.

Seorang raja yang bermimpi, menjadi seorang pengemis yang miskin dan hodoh, dia dihina dan dikeji di setiap persimpangan yang dilalui, tapi bila raja itu sedar dari lena, dia tetap seorang raja.

Matanglah dalam urusan akhiratmu. Jangan kerana kesenangan dunia yang sementara, kau sanggup menempah sengsara di akhirat selamanya.

Janganlah kerana kasih makhluk yang sementara, kau hilang kasih Allah SWT di akhirat sana. Jika kau hilang kasih Allah SWT, nescaya kau akan hilang segalanya.



Saudariku,

Saidatina Aisyah RA pernah berpesan,

"Sebaik-baik wanita adalah yang tidak memandang dan dipandang"



Jangan kau berasa bangga dengan kecantikanmu sehingga kau dikejar jutaan lelaki. Itu bukan kemuliaan bagimu.

Jika kau berasa bangga, kau menyamakan dirimu dengan pepasir di pantai, yang boleh dipijak dan dimiliki sesiapa sahaja.

Muliakanlah dirimu dengan taqwa, setanding mutiara Zabarjad, yang hanya mampu dimiliki penghuni syurga.

Dikirim pada 13 Mei 2012 di Muhasabah


Sering kita bertanya pada diri kita sendiri:

Mengapa kita harus mengalami kesulitan sementara orang lain bisa senang?

Mengapa kita harus bekerja keras sampai harus lembur sementara orang lain sudah pulang ke rumah?

Mengapa kita selalu menjadi karyawan sementara orang lain bisa jadi usahawan sukses?

Mengapa kita harus berhujan-hujan naik angkutan umum sementara orang lain merasa nyaman di kendaraan pribadinya?

Tapi pernahkah kita bertanya:

Adakah orang lain yang lebih susah daripada kita malah tidak pernah tahu apa yang namanya senang?

Adakah orang lain yang tidak punya pekerjaan sama sekali sampai rela bekerja apapun?

Adakah orang yang bahkan untuk naik angkutan umum saja tidak mampu bayar?

Mengapa kita selalu melihat ke atas, dan tidak pernah melihat ke bawah?

Mengapa saat kita susah kita menyalahkan Tuhan, tetapi kepada saat senang kita lupa pada Tuhan?

Mengapa kita selalu komplain, tapi tidak pernah bersyukur?

Jawabannya tidak ada di buku mana pun, tidak ada di siapa pun, tapi di hati kita sendiri…

Bersyukurlah selagi mampu bersyukur….
sebelum segalanya terlambat dan diambil darimu.

Sebelum mata terpejam, sebelum terlelap dalam tidur, sebelum terlena dalam mimpi, ucapkanlah rasa syukur atas berkat dan nikmat yang telah kita dapati hari ini.

Ungkapan rasa syukur dari lubuk hati terdalam adalah sumber daripada kebahagiaan abadi

Dikirim pada 13 Mei 2012 di Muhasabah



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... telah lama ... cinta tersasar .. dari cinta yang suci ... telah lama ... cinta tersisih ... dari cinta hakiki .. karena sekian lamanya .. manusia, dibuai cinta nafsu ..
sering berubah ... tidak menentu ... seperti pantai dipukul ombak ..

Siapa sih yang tidak pernah jatuh cinta, sedangkan perasaan mencintai dan dicintai adalah fitrah manusia. Tetapi, pada kadar tertentu, ada rasa cinta yang bisa membuat seseorang mabuk kepayang. bisa membuat seseorang merana, tersiksa sampai setengah gila. cinta yang membuatnya menderita itu semakin membuat jiwanya rapuh, membobol benteng keimanan, menangis air mata darah, sampai menghalalkan segala cara untuk bisa berdekatan terus dengan orang yang dicintainya.

Itu adalah sebagian kecil tanda-tanda dari penyakit cinta. ya, penyakit cinta, sebab cinta sejati itu menyembuhkan, bukan menyakitkan.

Inilah resep cinta dari Ibnu Athaillah: tidak ada yang bisa mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangan duniawi selain rasa takut kepada Allah yang menggetarkan hati, atau rasa rindu kepada Allah yang membuat hati merana.

Hampir semua orang yang pernah jatuh cinta merasakan apa yang dirasakannya. Dan perasaan itu tidak akan bisa kaukeluarkan, kauusir dari dalam hati, kecuali jika kamu memiliki 2 hal:

1. rasa cinta kepada Allah yang luar biasa, yang menggetarkan hatimu. sehingga ketika yang ada di hatimu adalah Allah, yang lain dengan sendirinya menjadi kecil dan terusir.

2. rasa rindu kepada Allah yang dahsyat sampai hatimu merasa merana. jika kau merasa merana karena rindu kepada Allah, kau tidak mungkin merana karena rindu kepada yang lain. jika kau sudah sibuk memikirkan Allah, kau tidak akan sibuk memikirkan yang lain.

Saat hati seseorang miskin oleh cinta dan rindu kepada Allah, maka hati itu akan dijajah oleh cinta dan rindu pada yang lain. Itulah yang membuatmu tersiksa.

Mencintai makhluk itu sangat berpeluang untuk menemui kehilangan. Kebersamaan dengan makhluk itu juga berpeluang mengalami perpisahan. Hanya cinta kepada Allah yang tidak.

Jika kau mencintai seseorang ada dua kemungkinan; diterima atau ditolak. Jika ditolak pasti sakit rasanya ..

Namun jika kau mencintai Allah pasti diterima. Jika kau mencintai Allah, engkau tidak akan pernah merasakan kehilangan ...

Tak akan ada yang merebut Allah yang kaucintai itu dari hatimu. Tak akan ada yang merampas Allah ...

Jika kau bermesraan dengan Allah, hidup bersama Allah, kau tidak akan pernah berpisah dengan-Nya. Allah akan setia menyertaimu. Allah tidak akan berpisah darimu, kecuali kamu sendiri yang berpisah dari-Nya ...

Cinta yang paling membahagiakan dan menyembuhkan adalah cinta kepada Allah `Azzawajalla ...



Sumber: izti.multiply.com

Dikirim pada 13 Mei 2012 di Cinta


Wanita yang cantik bukan karena dia memiliki keelokkan wajah yang mempesona...tetapi dia yang memiliki ilmu sebagai kecantikan dan keselamatan pada dirinya agar tidak mudah tergoda oleh yang ingin memanfaatkan kecantikannya...

Memiliki ilmu akhlak yang terpuji..
memiliki ilmu mempertahankan diri yaitu rasa malu yang dijadikan pelindung diri..
memiliki ilmu ketaatan yang tegak kepada Allah SWT..agar tidak mudah luluh oleh tipuan dunia...
Memiliki Ilmu kekuatan iman yang dijadikan sebagai pelindung hati agar terhindak oleh penyakit2 hati yang bisa merusak kecantikan diri...
memiliki ilmu pengetahuan sebagai penyelamat diri untuk menghindari dari orang2 yg ingin menipunya...
Wanita yang cantik mempunyai Ilmu ia akan mengajak pemiliknya hidup mulia dan dicintai orang banyak,ilmu juga akan menghantarkan ia pada kehidupan yang damai dan tentram dengan Cinta-Nya...

Wanita cantik yang berilmu tidak mudah dibodohi orang lain.Hidup yang penuh dgn Prinsip yg teguh,bagi wanita yang berilmu,mereka akan merasa aman dan menyenangkan dalam kehidupan sehari-harinya..akan menjadi terak jalan hidupnya..:)

Berbeda dengan wanita yang cantik tidak berilmu,kebodohannya mengharus kan ia menyanjung dirinya sendiri agar mendapatkan pujian dari orang lain,Akhirnya memancing orang jahat untuk memanfaatkan kecantikannya...

wanita cantik tidak berilmu sangat mudah terpedaya oleh laki-laki yang bejad menjadikan wanita boneka mainan untuk pemuas nafsu..yang akhirnya menjadi hina dan terkucilkan...karena kebodohannya yang dibanggakan sehingga kecantikan diperjual belikan...

Wahai saudariku Yang Cantik engkau Tercipta Sebagai Mahkluk Terindah maka janganlah Engkau hilangkan keindahan itu ...

Galilah ilmu sedalam-dalamnya,,,ilmu bukan didapat dari bangku sekolah atau kuliah saja,tapi bisa dari manapun,pengajian,kursus,membaca buku yang bermanfaat,bergaul dgn orang2 sholeh dan mendekatkan diri kepada-Nya



Sumber :facebook

Dikirim pada 05 Mei 2012 di Hikmah


Citra diri adalah anggapan yang tertanam di dalam fikiran bawah sadar seseorang tentang dirinya sendiri. Citra diri bisa tertanam dalam fikiran bawah sadar oleh pengaruh orang lain, pengaruh lingkungan, pengalaman masa lalu atau sengaja ditanamkan oleh fikiran sadar. Citra diri ada yang bersifat positif dan membangun , adapula yang bersifat negatif dan merusak. Citra diri positip akan membawa seseorang pada kehidupan sukses dan bahagia dunia akhirat, sebaliknya citra diri negatif akan menghancurkan kehidupan seseorang dan membawanya pada kesengsaraan hidup didunia dan akhirat

Citra diri memegang peranan penting dalam kehidupan seseorang, antara lain

- Citra diri merupakan blueprint kehidupan seseorang, ia akan menjalani kehidupannya sesuai gambaran mental yang ada dalam citra dirinya

- Gambaran mental pada fikiran bawah sadar seseorang cenderung menjelma kealam nyata

- Kiprah seseorang dibatasi oleh citra dirinya, ia tidak akan pernah melampaui batasan batasan yang tergambar dalam fikiran bawah sadarnya

- Citra diri negatif membawa seseorang pada kehancuran

- Citra diri positip membawa seseoran pada kemenangan dan keberhasilan

- Citra diri negatif menarik unsur negatif kedalam kehidupan seseorang

- Citra diri positif menarik unsur positif kedalam kehidupan seseorang



Citra diri negatif ...

Citra diri negatif adalah gambaran serta anggapan seseorang tentang dirinya sendiri yang bersifat negatif .Citra diri negatif tertanan didalam diri seseorang akibat pangaruh lingkungan , orang lain atau pengalaman masa lalu yang membekas dalam dirinya. Di daerah yang lingkungan hidupnya miskin para orang tua sering menamkan fikiran negatif kepada putra putrinya. Ketika seorang anak menyampaikan cita cita atau keinginannya kepada orang tuanya maka orang tuanya mengatakan: “ Kita ini orang susah, orang melarat, kita tidak mungkin mendapatkan apa yang kau inginkan itu. Kita tidak pantas mendapatkan semua itu. Cukup saja kita hidup seperti ini”. Jika ucapan orang tuanya yang berulang –ulang itu terekam dan tertanam dalam fikiran bawah sadar sianak secara mendalam.maka ucapan itu telah membentuk citra diri sianak. Ia telah membuat gambaran dan batasan batasan tentang dirinya bahwa ia adalah orang miskin, susah dan melarat , tidak mungkin mencapai sukses atau keberhasilan dalam hidup. Batasan batasan ini akan menjadi blueprint kehidupannya untuk selanjutnya. Ia tidak akan pernah mampu melampaui batasan itu. Jika ada orang yang memberinya modal usaha , atau mengajaknya berbisnis pasti akan selalu mengalami kegagalan. Apapun usaha dan bisnis yang digelutinya akan mengalami kehancuran selama citra diri negatif itu masih tertanam dalam fikiran bawah sadarnya. Untuk mencapai sukses dan keberhasilan dalam hidup ia harus mengubah citra dirinya , dan ini bukan pekerjaan mudah. Mengubah citra diri yang telah tertanam dalam diri seseorang membutuhkan usaha yang gigih dan sungguh sungguh.



Ciri-ciri Citra diri negatif ...

Tanda tanda orang yang mempunyai citra diri negatif secara umum antara lain :

Merasa rendah diri, menganggap diri tidak berguna dan tidak berarti ditengah masyarakat. Merasa keberadaannya tidak dibutuhkan oleh masyarakat dan lingkungan.Merasa tidak pantas atau berhak memiliki atau mendapatkan sesuatuMerasa terlalu muda atau tua untuk melakukan sesuatuMerasa dibenci dan tidak disukai oleh lingkungan dan orang disekitarnyaMerasa tidak mampu dan selalu khawatir mendapat kegagalan dan cemoohan dari orang disekelilingnyaMerasa kurang pendidikan dibandingkan orang lainKurang memiliki dorongan dan semangat hidup, tidak berani memulai sesuatu hal yang baru, selalu khawatir berbuat salah dan ditertawakan orang

Orang yang mempunyai citra diri negatif umumnya sering mengucapkan kata kata sebagai berikut:

- Kita orang miskin, kita orang susah kita tidak mungkin mendapatkan itu…

- Itu hal yang tidak mungkin…

- Orang pasti mentertawakan kita...

- Kita tidak akan mampu melakukannya…

- Kita tidak pantas mendapatkan itu….



Citra diri positif ....

Citra diri positif adalah anggapan atau gambaran seseorang tentang dirinya sendiri yang bersifat positif. Umumnya sejak anak anak orang tua mereka telah menanamkan nilai nilai positif kedalam fikiran sianak. Tidak semua orang yang hidup dari kalangan rakyat miskin mempunyai citra diri negatif. Diantara mereka ada orang yang ditanamkan oleh orang tuanya nilai nilai positif dengan ucapan :“…Kalian harus meraih kemenangan,… kalian harus menjadi orang kaya….kalian harus memperbaiki keadaan kita…kalian harus membangkitkan batang terendam…” dan lain sebagainya.

Inilah yang menyebabkan munculnya orang orang besar dan sukses dari kalangan petani , buruh atau orang miskin didesa maupun kota.

Orang yang mempunyai citra diri positif mempunyai semangat hidup dan semangat juang yang tinggi. Ia mempunyai cita cita dan gambaran yang jelas tentang masa depannya. Ia yakin dan optimis apa yang dicita citakannya itu akan tercapai. Ia tidak takut gagal atau ditertawakan orang dalam mencoba hal hal yang baru.

Ia merasakan dirinya penuh semangat, optimis dan yakin pada setiap yang dikerjakan. Ia merasa lingkungkan dan semua orang berpihak padanya. Ia tidak gentar menghadapi berbagai halangan dan rintangan. Ia yakin kemenangan berpihak padanya. Citra diri positif menjadi blueprint kehidupannya, dunia seolah olah tunduk padanya, sukses demi sukses diraihnya seiring dengan berjalannya waktu. Masalah dan kesulitan tidak pernah bisa mengalahkannya. Inilah type pemimpin dunia dan orang orang yang meraih sukses dalam segala bidang kehidupan didunia ini.



Ciri citra diri positif ...

Tanda tanda orang yang mempunyai citra diri positif antara lain:

1. Mempunyai gambaran yang jelas tentang masa depannya

2. Optimis mengarungi kehidupan

3. Yakin dapat mengatasi berbagai masalah yang dihadapi

4. Penuh harapan dan yakin dapat meraih kehidupan yang lebih baik

5. Segera bangkit dari kegagalan dan tidak larut dalam duka berkepanjangan

6. Tidak ada hal yang tidak mungkin

7. Penuh rasa percaya diri



Umumnya orang yang mempunyai citra diri positip sering mengucapkan kata kata sebagai berikut:

- Kita pasti bisa mengatasinya

- Jangan takut….maju terus

- Coba sekali lagi kita pasti berhasil

- Kita tidak boleh lemah dan patah semangat

- Tidak ada hal yang tidak mungkin

- Jangan khawatir Allah selalu bersama ,kita

-Allah pasti menolong kita



Membentuk Citra diri positif

Mengubah citra diri negatif menjadi citra diri positif bukanlah pekerjaan mudah, dibutuhkan suatu usaha yang gigih dan sungguh sungguh. Sebagian besar orang sejak kanak kanak telah ditanamkan citra diri negatif kedalam fikiran bawah sadarnya. Mereka sering mendengar ucapan : “ Jangan lakukan itu….nanti kamu jatuh…..nanti kamu sakit….kamu bodoh, tolol……kamu tidak punya bakat untuk itu….kamu tidak mungkin melakukannya…… kamu tidak akan berhasil…” dan lain sebagainya. Ucapan ucapan negatif yang sering didengarnya itu mengendap didalam fikiran bawah sadar membentuk citra diri negatif. Untuk membentuk citra diri positif , terlebih dahulu citra diri negatif itu harus dihapuskan dari fikiran bawah sadar, kemudian diganti dengan citra diri baru yang positif.

Menanam fikiran baru kedalam fikiran bawah sadar tidak bisa dilakukan begitu saja . Kita tidak bisa memaksakan suatu pemikiran kedalam fikiran bawah sadar, ia akan menolak jika kita paksakan. Semakin kuat kita memaksakan semakin kuat pula dia menolak. Cara paling efektif memasukan pengaruh kedalam fikiran bawah sadar adalah dengan memasuki kondisi alpha. Para ahli telah menemukan bahwa otak manusia memancarkan gelombang otak yang dapat diukur dengan alat EEG. Otak memancarkan gelombang sesuai kondisi fikiran dan jiwanya. Ada 4 kondisi gelombang otak manusia yaitu:

Beta 14-100 Hz ...

Pada kondisi ini seseorang dalam keadaan terjaga dan sadar sepenuhnya. Otak kiri berada dalam keadaan aktif digunakan untuk konsentrasi berfikir, menghitung , menganalisa atau mengevaluasi keadaan disekitarnya sehingga gelombang otak meninggi. Gelombang otak yang tinggi merangsang otak mengeluarkan hormon kortisol dan norefinefrin yang menyebabkan rasa cemas tegang dan stres.

Alfa 8 – 14 Hz ...

Orang yang sedang melamun, tenang ,rileks dan santai gelombang otaknya berada pada frekwensi ini. Kondisi ini merupakan pintu masuk atau akses kedalam fikiran bawah sadar. Inilah kondisi yang kita cari untuk memasukan informasi atau saran kedalam fikiran bawah sadar. Pada kondisi ini otak memproduksi hormon serotonin dan endorfin yang menyebabkan seseorang merasa nyaman , tenang dan bahagia. Hormon ini meningkatkan imunitas tubuh, melebarkan pembuluh darah, menstabilkan detak jantung dan mempertajam indra kita. Pada kondisi ini otak menjadi cerdas dan mudah menyerap berbagai informasi yang diterima. Anak balita gelombang otaknya selalu dalam keadaan alfa karena itu mereka mudah menyerap informasi atau mengingat dan menghafal sesuatu dengan cepat.

Theta 4 – 8 Hz ...

Pada kondisi ini seseorang berada dalam kedaan tidur dan mimpi, tubuh menjadi rileks dan santai . Otak mengeluarkan hormon melatonin , catecholamine dan AVP ( arginine-vasopressin) yang memberi rasa nyaman pada seluruh tubuh.

Delta 1 – 4 Hz ...

Frekwensi terendah ini muncul disaat seseorang tidur pulas tanpa mimpi, tidak sadar, tidak bisa merasakan badan , tidak berfikir. Pada saat otak mengeluarkan hormon pertumbuhan HGH ( Human Growth Hormon) yang bisa membuat orang awet muda. Jika seseorang tidur dalam keadaan delta walaupun sebentar , ketika bangun kembali tubuhnya akan terasa sangat nyaman dan segar.

Keberhasilan anda menghilangkan pengaruh negatif dan memasukan pengaruh positif kedalam fikiran bawah sadar tergantung kemampuan anda memasuki keadaan alfa. Semakin pandai anda masuk kekondisi alfa semakin mudah anda membentuk citra diri positif pada diri anda. Memasuki kondisi alfa bisa dilakukan dengan meditasi, hipnoterapi atau bantuan suara musik yang menimbulkan rasa tenang dan nyaman ( rileks). Setelah anda memasuki kondisi alfa anda bisa mengulang ulang kalimat tertentu atau berdo’a kepada Allah untuk mengubah citra diri anda misalnya:

- Jangan takut, jangan sedih engkau adalah orang yang mulia dan terhormat

- Jangan kuatir Allah pasti menolongmu- Raih dan rebutlah kemenangan karena engkau adalah orang yang dipilih Allah untuk itu

- Ya Allah bebaskan kami dari kehinaan ,kemiskinan, dan kemelaratan hidup , bukakan bagi kami pintu rezeki dari langit dan bumimu, bukakan bagi kami pintu rezeki dari segala penjuru yang kau berkati, bukakan bagi kami pintu rezeki dari sumber kekayaanMu yang tak terbatas.

- Ya Allah ampuni kami, tutupi aib dan keburukan kami, angkat derajat kami, beri kami rezeki, beri kami hidayah dan petunjukMu, beri kami kesehatan dan kekuatan dan maafkan semua kesalahan kami.

Suasana ruang dan lingkungan juga membantu anda untuk memasuki kondisi alfa. Memasuki kondisi alfa yang paling efektif adalah pada saat sepertiga malam terakhir karena itu Allah menganjurkan kita untuk bangun pada sepertiga malam terakhir membaca Qur’an atau mengerjakan sholat tahajud.

Kegiatan sholat jika dilakukan dengan benar dan betul sebenarnya merupakan cara membentuk citra diri positif yang diajarkan Rasulullah. Bacaan dalam sholat berisi kalimat kalimat toyyibah (positif) yang mampu membentuk citra diri positif jika dilakukan dalam keadaan khusuk ( kondisi alfa ).



Firman Allah dalam S Al Mukmin ayat 1 -2 :

1- Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,2- (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya,



Namun sayang sebagian besar umat islam tidak mengerti tentang hal ini. Kegiatan sholat hanya merupakan kegiatan ritual rutin yang tidak berbekas bagi jiwa dan fikirannya.

Hal tersebut terjadi karena sebagian besar umat islam tidak mengerti apa yang dibaca dan diucapkan dalam sholat, sehingga kalimat serta do’a yang dibaca tidak berbekas dalam fikiran bawah sadarnya.

Membaca Qur’an dengan tadabbur juga dapat membentuk citra diri positif, karena Al Qur’an banyak mengandung kalimat kalimat positip yang berpengaruh besar pada jiwa ...

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya



Sumber : fadhilza.com

Dikirim pada 05 Mei 2012 di Hikmah
28 Apr



Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo`akannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia tersebut.

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh,
penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah
mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Seandainya kamu ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis, ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kamu mencium harum mawar tersebut, tetapi kadangkala kamu terasa bisa duri mawar itu menusuk jari.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya.
Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi.

Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya.
Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kamu benar-benar mencintainya setulus hati.

Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta PALSU.

Kemungkinan apa yang kamu sayangi atau cintai tersimpan keburukan didalamnya dan kemungkinan
apa yang kamu benci tersimpan kebaikan didalamnya.

Cinta kepada harta artinya bakhil, cinta kepada perempuan artinya alam, cinta kepada diri artinya bijaksana,
cinta kepada mati artinya hidup dan cinta kepada Tuhan artinya Takwa.

Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta kedalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan.
Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan.

Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai
perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar canang yang gemericing.

Cinta adalah keabadian ... dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dimiliki.

Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu
objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan
meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya cinta.

Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya menjadi
gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan didalam dirinya.

Kamu tidak akan pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. Namun apabila sampai saatnya itu,
raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya.

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut kemulut tetapi cinta adalah
anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai
itulah yang sukar diperoleh.
Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir.
Cinta sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan.

Yang buta adalah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa suatu pertimbangan.

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak, bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka,
bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merasa rindu dan cemburu.

Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan.

Tangisan juga bukanlah pengobat cinta karena ia tidak mengerti perjalanan hati nurani.

Kejarlah cita-cita sebelum cinta, apabila tercapainya cita-cita maka dengan sendirinya cinta itu akan hadir.

Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri.

Cinta pertama adalah kenangan, Cinta kedua adalah pelajaran, dan cinta yang seterusnya adalah satu keperluan
karena hidup tanpa cinta bagaikan masakan tanpa garam. Karena itu jagalah cinta yang dianugerahkan itu
sebaik-baiknya agar ia terus mekar dan wangi sepanjang musim.

Kecewa bercinta bukan berarti dunia sudah berakhir. Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu
yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu
sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa kekecewaan itu.

Hanya diperlukan waktu semenit untuk menafsir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan
sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

Hidup tanpa cinta sepeeti makanan tanpa garam. Oleh karena itu, kejarlah cinta seperti kau mengejar waktu dan apabila kau sudah mendapat cinta itu, jagalah ia seperti kau menjaga dirimu.

Sesungguhnya cinta itu karunia Tuhan Yang Maha Esa.

Cintailah orang yang engkau kasihi itu sekedranya, mungkin saja dia akan menjadi orang yang
kau benci pada suatu hari kelak. Juga bencilah terhadap orang yang kamu benci itu sekedarnya,
barangkali dia akan menjadi orang yang engkau kasihi pada suatu hari nanti.

Janganlah kau tangisi perpisahan dan kegagalan bercinta, karena pada hakikatnya jodoh itu bukan ditangan manusia.

Atas kasih sayang Tuhan kau dan dia bertemu, dan atas limpahan kasihNya jua kau dan dia dipisahkan
bersama hikmah yang tersembunyi. Pernahkan kau berfikir kebesaranNya itu ?

Cinta itu tidak menjanjikan sebuah rumah tangga aman damai, tetapi penerimaan dan tanggung jawab
adalah asas utama kebahagiaan rumah tangga. Cinta hanya sebuah keindahan perasaan,
cinta akan bertukar menjadi tanggung jawab apabila terbinanya sebuah rumah tangga.

Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu, jangan mengharapkan
balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang dihatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.

Cinta bukanlah dari kata-kata, tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan.

Cinta lebih mudah mekar dihati yang sedang dilanda kecewa, cinta seperti ini adalah cinta yang mengharapkan belas kasihan,
oleh karena itu, bila sepi telah punah maka biasanya cinta juga akan turut terbang.

Cinta yang dikaitkan dengan kepentingan pribadi akan berubah menjadi putus asa.

Dalam sebuah percintaan, janganlah kamu sesali perpisahan tetapi sesalilah pertemuan. Karena tanpa pertemua tidak akan ada perpisahan. Menikahlah dengan orang yang lebih mencintai diri kita
daripada kita mencintai diri orang itu. Itu lebih baik daripada menikahi orang yang kita cintai tetapi tidak menyintai diri kita karena adalah lebih mudah mengubah pendirian diri sendiri daripada mengubah pendirian orang lain.

Cinta yang suci dapat dilihat dari pengorbanan seseorang, bukanlah dari pemberian semata.

Ibaratkalah kehilangan cinta itu seumpama hilangnya cincin permata di lautan luas yang tiada bertepi dan harus dilupakan.

Cinta tidak selalu bersama jodoh, tapi jodoh selalu bersama cinta.

Kata pujangga ; Cinta letaknya di hati, meskipun tersembunyi, namun getarannya jelas sekali. Ia mampu mempengaruhi fikiran sekaligus mengendalikan tindakan kita sehingga kadangkala kita melakukan hal terbodoh tanpa kita sadari.

Cinta dimulai dengan senyuman, tuumbuh dengan dekapan dan seringkali berakhir dengan air mata.
Mencintai adalah masalah yang penting bagi manusia
Bila kita mampu mengurai cinta,
Maka hakekat cinta akan berubah menjadi sesuatu
Itulah kenyataan cinta ...
Memperlihatkan cinta adalah suatu kepicikan
Dibanding sesuatu yang agung, yang tersembunyi dibalik cinta

Cinta memang tidak mudah untuk dimengerti ...
Seseorang selalu membutuhkan orang lain
Untuk membantu memahami bagian dari diri kita.
Untuk menyingkap bagian yang tersembunyi dari diri mereka.
Dan untuk percaya dan memahami bagian yang terbaik dari mereka

Ketika kita membantu orang lain.
Kita tidak boleh menyembunyikan apa yang kita ketahui tentangnya
Kita tidak boleh hanya menjadi telinga bagi mereka.

Ketika tangan kehidupan terasa gelap dan malam tak bernyanyi
Itu adalah waktu untuk cinta dan kepercayaan
Dan tangan kehidupan akan bersinar dan bernyanyi
Bila seseorang mencintai dan mempercayai seutuhnya.

Kasih ... kekuatan apakah yang menggerakkanku dalam badai
Mengapa aku menjadi lebih baik dan lebih kuat
Serta lebih yakin pada kehidupan saat badai menerjang
Aku tak mengerti dan sekarang aku menjadi lebih mencintai dirimu
Dari apapun yang ada di alam ini.

Sejak pertama kulihat engkau,
Hal yang paling mendalam yang kurasakan adalah
Kejujuran, kecerdasan dan kehangatan dirimu.
Kini, pun sama hanya seribu kali lebih dalam dan lebih lembut.

Aku mencintaimu sebelum kita berdekatan,
Sejak pertama kulihat engkau.
Aku tahu ini adalah takdir.
Kita akan selalu bersama ...
Dan tidak ada yang akan memisahkan kita

Aamiin..

Dikirim pada 28 April 2012 di Muhasabah


Sabda Rasulullah SAW dalam hadis Riwayat Muslim, "Harta yang paling berharga di dunia adalah wanita yang solehah."

Ramai manusia menisbahkan kemulian wanita pada kecantikan semata-mata.

Ada juga yang menisbahkan kemuliaan mereka pada kekayaan, dan tidak kurang juga pada keturunan.

Tetapi ini semua adalah penilaian oleh insan yang buta mata hatinya.

Sesungguhnya kemuliaan semua makhluk Allah SWT adalah terletak pada tahap ketaqwaan kepada Allah SWT.

Wanita adalah makhluk Allah yang amat istimewa.

Kemuliaan dan keruntuhan sesuatu bangsa terletak di tangan wanita, walaupun mereka diselubungi kelemahan, tapi teriakan mereka mampu merubah segalanya.

Kerana itulah sebagai anak, dia perlu menjadi anak yang solehah.

Manakala sebagai isteri, dia menjadi isteri yang menyenangkan dan menenangkan hati suaminya.

Sebagai ibu pula, dia akan mendidik anaknya dengan penuh kasih dan sayang.

Firman Allah SWT dalam surah An-Nisa` ayat ke-24 yang bermaksud, "Barangsiapa yang mengerjakan amalan yang soleh baik lelaki mahupun wanita sedang ia seorang yang beriman maka mereka itu masuk ke dalam syurga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun."

Dalam Islam wanita amat dihormati dan dihargai peranannya. Sebagaimana eratnya hubungan siang dan malam yang saling melengkapi, begitu juga lelaki dan wanita diciptakan untuk saling melengkapi.

Setiap lelaki dan wanita memiliki tugas-tugas dan kewajipan-kewajipan yang berlainan, sesuai dengan fitrah masing-masing. Namun, matlamat hidup setiap lelaki dan wanita adalah sama, iaitu mencari keredhaan Allah SWT.

Rasulullah SAW telah memerintahkan supaya kaum wanita diperlakukan menurut fitrah ia dijadikan sebagaimana dalam sabdanya yang bermaksud,

"Berlaku baiklah terhadap kaum wanita lantaran mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok adalah bahagian yang teratas, jika kamu cuba untuk meluruskannya kamu akan mematahkannya dan jika kamu membiarkannya ia akan tetap bengkok, maka berlaku baiklah terhadap kaum wanita kamu." - Hadis Riwayat Al-Bukhari dan Muslim

Nilai wanita bukan terletak pada pakaiannya yang menonjol, berhias diri untuk memperlihatkan kecantikannya, tetapi hakikatnya ialah pada kesopanan, rasa malu dan keterbatasan dalam pergaulan.

Wanita solehah itu adalah wanita yang tegar menjaga maruah serta apa yang lahir dari dirinya, dari hujung rambut hingga hujung kaki, termasuklah wajahnya, suaranya, senyum tawanya, jalannya, tulisannya hatta namanya sekalipun.

Wajahnya bukan aurat tetapi ada kalanya ia menjadi aurat

Dalam mazhab syafie ada khilafnya berdasarkan ayat ke-30 dalam surah an-Nur.

Allah melarang wanita beriman menunjukkan perhiasannya, kecuali apa yang telah zahir daripadanya.

Ulama Syafie berpendapat makna "apa yang zahir daripadanya" adalah muka dan tapak tangan, tetapi bagi wajah yang boleh mengundang fitnah, ia tetap menjadi aurat.

Wanita yang khuatir wajahnya boleh melalaikan lelaki yang memandangnya pasti akan menganggapnya sebagai aurat, lalu mengenakan purdah pada wajahnya.

Mungkin berat bagi wanita bergelar remaja untuk mengamalkannya, tapi cukuplah dengan tidak terlalu menonjolkan diri mereka di hadapan ajnabi atau tidak menjadikan wajah mereka sebagai paparan umum seperti friendster, facebook dan lain-lain.

Suaranya bukan aurat, tapi ada kalanya ia menjadi aurat.

Wanita yang memahami erti kesolehan tidak akan melembutkan suaranya di hadapan ajnabi kerana memahami perintah Allah SWT.

"Maka janganlah kamu melemah lembutkan suara dalam bebicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit hatinya." (Surah Al-Ahzab, 33)

Jadi, bertegaslah apabila berurusan dengan lelaki ajnabi.

Pergaulan yang betul telah Allah ajarkan melalui kisah dua orang puteri Nabi Syuib AS.

Bagaimana mereka ketika ingin memberi minum haiwan ternakan, mereka dapati ramai pengembala di sumur. Hajat mereka tidak kesampaian.

Nabi Musa AS telah mengambil alih tugas mereka.

Apabila selesai memberi minum haiwan ternakan tersebut, salah seorang daripada puteri tersebut mendatangi Nabi Musa AS dengan keadaan malu untuk menyampaikan pesanan ayahnya menjemput Nabi Musa AS ke rumahnya.

Daripada peristiwa ini, Allah menggambarkan wanita solehah itu adalah wanita yang tidak memdedahkan dirinya kepada pandangan umum.

Apabila ia berurusan dengan lelaki ajnabi, maka ia akan tunduk dan melahirkan rasa malu.

Berurusanlah dengan ajnabi tanpa mendatangkan keadaan khalwat (berdua-duaan).

Khalwat paling mudah berlaku dalam hubungan cinta terlarang. Khalwat juga adalah bunga-bunga zina.

Berbual-bual di telefon atau SMS di antara lelaki dan wanita kerana dasar cinta terlarang sehingga menyebabkan nafsu syahwat bergelora juga dikira sebagai khalwat kerana ia berlaku secara berdua-duaan.

Saidina Umar r.a berkata, "Aku lebih rela berjalan di belakang seekor singa daripada berjalan di belakang seorang wanita."

Seorang wanita solehah tidak akan membiarkan lelaki berjalan di belakangnya kerana dia faham seribu satu fitnah boleh timbul daripada keadaan tersebut.

Bagaimana pula keadaan wanita yang tidak melabuhkan jilbabnya apabila lelaki berjalan di belakangnya?

Maka, labuhkanlah tudungmu.

Ketahuilah bahawa pada pagi hari perintah berjilbab diwahyukan kepada Rasulullah SAW,seorang sahabiyah yang masih tidak tahu tentang wahyu tersebut telah keluar dari rumahnya tanpa jilbab. Kemudian seseorang telah menegurnya, "Mengapa engkau tidak berjilbab, adakah engkau tidak tahu tentang perintah memakainya?"

Lalu wanita tersebut berhenti melangkah dan menyuruh seseorang mengambil jilbabnya, lalu beliau berkata, "Aku tidak mahu selangkah pun aku berjalan dalam keadaan melanggari perintah Allah SWT."

Malangnya hari ini apa yang terjadi kepada wanita Islam; bertahun-tahun belajar Islam tetapi masih tiada kekuatan untuk mengamalkannya.

Saudariku,Bangkitlah dari lenamu yang panjang dan tidak berkesudahan.

Sekali kamu terjatuh, jangan biarkan diri kamu jatuh selamanya.

Kamu punya kekuatan untuk bangkit semula, walaupun kita berdosa sebanyak buih yang memutih di lautan.

Yakinlah kasih sayang dan keampunan Allah terlalu luas.

Saudariku,Hidup ini seperti mimpi, seorang pengemis bermimpi menjadi seorang raja, dipuji dan dipuja, segala kemuliaan dan kekayaan tunduk kepadanya, tapi bila dia sedar dari lenanya, dia masih seorang pengemis yang miskin dan tidak punya apa-apa.

Seorang raja yang bermimpi, menjadi seorang pengemis yang miskin dan hodoh, dia dihina dan dikeji di setiap persimpangan yang dilalui, tapi bila raja itu sedar dari lena, dia tetap seorang raja.

Matanglah dalam urusan akhiratmu. Jangan kerana kesenangan dunia yang sementara, kau sanggup menempah sengsara di akhirat selamanya.

Janganlah kerana kasih makhluk yang sementara, kau hilang kasih Allah SWT di akhirat sana. Jika kau hilang kasih Allah SWT, nescaya kau akan hilang segalanya.

Saudariku,Saidatina Aisyah RA pernah berpesan,

"Sebaik-baik wanita adalah yang tidak memandang dan dipandang"

Jangan kau berasa bangga dengan kecantikanmu sehingga kau dikejar jutaan lelaki. Itu bukan kemuliaan bagimu.

Jika kau berasa bangga, kau menyamakan dirimu dengan pepasir di pantai, yang boleh dipijak dan dimiliki sesiapa sahaja.

Muliakanlah dirimu dengan taqwa, setanding mutiara Zabarjad, yang hanya mampu dimiliki penghuni syurga.

Dikirim pada 24 April 2012 di Muhasabah


Berbicara tentang cinta adalah berbicara tentang rasa suka, rasa tenang dan tenteram, rasa rindu dan pengharapan.

Namun tidak jarang dalam hubungan dengan sesama, kita merasakan kekecewaan, kekesalan, bahkan kemarahan yang akan berakhir pada perselisihan dan perpecahan.

Padahal, sejatinya cinta bersifat menguatkan, bukan menghancurkan, ia menyuburkan, bukan membunuh, ia menyembuhkan, bukan menyakiti, sehingga cinta haruslah membuat sang pencinta menjadi orang yang lebih bahagia, bersemangat dan produktif.

Ketika hubungan dua manusia tidak lagi memberikan kebahagiaan, dan tidak memberikan manfaat tidak hanya bagi keduanya, melainkan juga kepada lingkungan sekitarnya, maka perlu ditinjau kembali perasaan cinta yang melandasi keduanya.

Cinta semacam itu adalah cinta yang sudah dikotori oleh hawa nafsu. Lalu bagaimanakah hakikat dari cinta sejati?

Cinta sejati adalah cinta yang dilandasi atas kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya. Sesungguhnya cinta sejati adalah fitrah yang diberikan Allah kepada orang-orang mukmin.

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang." (QS. Maryam: 96).



Cinta sejati adalah cinta yang dibingkai oleh iman kepada Allah SWT. Bahkan Rasulullah SAW. telah berjanji kepada siapa saja yang mampu melaksanakan tiga perkara, ia pasti akan mereguk lezatnya iman.



Rasulullah SAW bersabda : Dari Anas bin Malik ra berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Seseorang tidak akan pernah mendapatkan manisnya iman sehingga ia mencintai seseorang, tidak mencintainya kecuali karena Allah, sehingga ia dilemparkan ke dalam api lebih ia sukai daripada kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan darinya dan sehingga Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selainnya.” (HR. Bukhari)



Dengan demikian, seorang mukmin tidak akan mencintai apapun dan siapapun apabila cinta itu membuatnya jauh dari kebenaran, membuatnya meninggalkan perintah Allah dan sunnah Rasul, atau bahkan membuatnya melakukan hal-hal yang dibenci Allah. Sebaliknya, cinta tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, bukan berdasarkan balasan yang kita terima dari orang yang kita cintai.

Cinta sejati akan bertambah ketika iman orang yang kita cintai ikut bertambah.

Cinta sejati adalah cinta yang menyandarkan harapan terbesarnya hanya kepada Allah.

Cinta seperti ini membebaskan manusia dari perasaan kecewa karena sungguh, tidak akan kembali pengharapan seorang makhluk kepada makhluk yang lain melainkan ia akan kembali berupa kekecewaan.

Apalah yang bisa dilakukan seorang makhluk untuk memuaskan makhluk yang lain, sedangkan untuk memuaskan dirinya sendiri saja dia tidak bisa?

Hanya kepada Allah lah berpulang semua pengharapan.

Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan bahwa rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri.

Seiring berjalannya waktu dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan, efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang.

Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari empat tahun.

Karenanya, tanpa ikatan yang berdasar karena ketuhanan, rasa cinta itu bersifat sangat sementara.

Mencinta dan dicinta karena Allah SWT-lah yang bisa melanggengkan pasangan suami istri, yang bisa melangengkan cinta orang tua pada anaknya dan sebaliknya, yang tentu juga akan menguatkan cinta saudara seiman dan juga meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang telah dijanjikan Allah naungan pada hari kiamat, ketika tidak ada lagi naungan selain naungan-Nya. Aamiin.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu `anhu, Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda: Allah berfirman pada Hari Kiamat, “Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku pada hari ini? Aku akan menaungi mereka dalam naungan-Ku pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Ku.” (HR. Muslim; Shahih).

Dikirim pada 24 April 2012 di Cinta


WANITA,..
Wanita tercantik bagi pria terbaik bukanlah yang paling jelita melainkan dia yang jika dipandang memberi tenang & syurga pun terbayang
Wanita terkuat bagi pria bersemangat bukanlah yang merasa terhebat melainkan yang menundukkan diri dengan ibadat, menempatkan diri dalam taat
Wanita terkaya di hati pria bukan dia yang bertumpuk harta, melainkan yang Redha pada halal semata & qana`hnya menjadi simpanan tak fana
Wanita terdahsyat bagi pria, bukan dia yang pesonanya memukau banyak mata melainkan yang siap menjadi madrasah CINTA bagi anak"nya
Wanita paling kukuh dikehidupan pria, bukan yang tak pernah menangis tapi yang tersenyum meneguhkan & air matanya menjadi pengingat taqwa
Wanita paling bermakna bagi pria bahagia ialah dia yang kala berpisah menenangkan
kala berjumpa menggelorakan
tiap masa saling menguatkan

LELAKI,..
Lelaki terindah dimata wanita bukanlah yang paling tampan, melainkan yang bisa membuatnya merasa tercantik di dunia
Lelaki tergagah di hati wanita bukanlah yang paling kekar ototnya, melainkan yang mampu mendengarkan, memahami & mengerti curahan hatinya
Lelaki terkaya bagi wanita bukanlah yang terbanyak hartanya, melainkan dia yang pandai bersyukur & mengungkapkan terimakasih pada-Nya
Lelaki tershalih bagi wanita bukan sekedar yang banyak ilmu agama & rajin ibadahnya, melainkan juga yang paling mulia Akhlaknya
Lelaki paling hebat bagi wanita bukanlah yang mampu membelikan apapun untknya, melainkan yang senyum & air matanya selalu setia bersamanya
Lelaki tercinta bagi wanita, dia yang prasangka tak mengalahkan Akhlaknya, yang kekesalan tak mengalahkan kemaafannya...

Segala puji bagi Allah, yang dengan Nikma-Nya sempurnalah semua kebaikan.

Salam Hangat Silaturrahmi & Indahnya Persahabatan Karena-Nya.

Dikirim pada 24 April 2012 di Hikmah


" Wanita SEJUTA pesona, karunia Sang Maha Pencipta

Namun, wanita tidak diciptakan dari tulang kepala, karenanya ia tercipta bukan tuck disanjung dan dipuja...

Wanita pun tidak dicipta dari tulang jemari, sehingga ia tercipta bukan tuck disuruh dan didoktrinasi...

Bukan pula dari tulang kaki, maka hidupnya bukan untuk diinjak dan diintimidasi...

Wanita tercipta dari tukang rusuk sebelah kiri, dekat kehati untuk dilindungi dan meneguhkan jihad suami"



Sahabatku Fillaah...

Begitu mulia peranan seorang wanita dimuka bumi ini, kita semua mengetahui bagaimana ketabahan dan kesabaran seorang Siti Hajar yang harus ditinggal pergi suami tercinta di tanah yang tandus tak berpenghuni, tidak cukup sampai itu, ia pun harus mengikhlaskan anak yang sudah lama ia nantikan untuk dikorbankan demi Tuhannya. Kita pun tente tidak dapat melupakan bagaimana pengorbanan Siti Khodijah yang mendukung harta, jiwa dan raga demi perjuangan suami tercinta, Muhammad SAW.



Sahabatku Fillaah...

Lalu bagaimanakah sikap seorang Muslim saat bertemu cinta ? Ia dihadapkan dengan dua pilihan, JATUH CINTA atau BANGUN CINTA ?

Dalam sebuah analogi sederhana, saat seseorang terjatuh, ada yang dapat bangkit kembali, walau tidak sedikit yang mati perlahan dengan sakit yang diderita. Namun alangkah indahnya saat kita memilih pilihan kedua, yaitu membangun cinta, agar cinta terajut dan kekal hingga ke syurga. Seperti lantunan syair dari Edcoustic ini :

Dimatamu tersimpan cinta yang suciTerbangun dalam pernikahan dari beda duniaMeski kau terbiasa hidup tanpa perNamun kau ikhlas hidup bersahaja.....namun bahagia....Duhai pendampingkuAkhlak permata bagikuBuat aku makin cintaTetapkan selalu janji awal kita bersatu.....bahagia sampai ke syurga....



Sahabatku Fillaah...

Jika ada seorang lelaki yang berkata " Aku mencintaimu, maukah kau menjadi pacarku ?" sebenarnya ia sedang berkata "Aku ingin menzinaimu, maukah kau berzina denganku ?"



Sahabatku Fillaah...

Ingatlah dengan psikologi lelaki dan wanita yang didesain berbeda. Lelaki lebih mengedepankan logika dibandingkan perasaan. Maka sebenarnya saat seorang lelaki merayu dan memuji wanita yang belum halal baginya, sangat jarang itu keluar dari hatinya, namun lebih tepatnya dari nafsu yang dikemas oleh logikanya.

Namun berbeda dengan wanita yang lebih sering mengandalkan perasaannya, saat seorang lelaki memujinya, seakan dirinya melayang ke kahyangan, apalagi jika lelaki yang memuji itu adalah lelaki yang sangat diidam-idamkannya. Disinilah kaum Adam menang satu poin dari kaum Hawa.



Ukhtiku...

Akankah kau gadaikan kesucianmu kepada lelaki yang belum tentu akan menjadi suamimu ?

Akankah parasmu yang indah itu kau halalkan untuk direbus dalam neraka yang menyala hanya karena kau mengumbar kecantikanmu sehingga beribu lelaki bermaksiat setelah melihatmu ?

Tidakkah kau malu kepada DIA yang telah menciptakanmu dengan seindah-indahnya bentuk, bukan untuk pamer namun untuk mengabdi kepada-Nya dengan ketundukan yang utuh ?

Bangunlah cinta dengan kesejatian diri, jadilah orang yang layak untuk dicintainya dan dicintai-Nya. Hingga cinta itupun kekal hingga ke syurga.

Kadangkala, kita dihadapkan dengan dua pilihan, JATUH CINTA atau BANGUN CINTA ? Maka, pilihlah untuk membangun Cinta...agar ia kekal hingga ke syurga. Wallahua`lam.



….. (¯`v´¯)♥KETIKA HATI MUSLIMAH ITU TERLUKA….¸.•´…(-☻/…/▌/ \❤✫•°*”☀”*°•✫❤✫•°*”☀”*°•✫❤✫•°*”☀”*°•✫❤✫•°*”☀”*°•✫❤

Ketika hati seorang muslimah terluka, ia akan menghapus air matanya dengan imannya..Ketika hati seorang muslimah terluka,ia akan menguatkan hatinya dengan ilmunyaKetika hati seorang muslimah terluka,hati-harinya akan ia penuhi dengan semangat perubahan lebih baik pada dirinya

Ketika hati seorang muslimah terluka,ia menari dalam doa permohonan ampunnya terhadap Rabbnya

Ketika hati seorang muslimah terluka,wajah kusutnya tetap terlihat indah bagi dunia

Ketika hati seorang muslimah terluka,bibir merahnya menyimpulkan senyuman untuk hidupnya

Ketika hati seorang muslimah terluka,matanya basah oleh lembutnya hatinya

Ketika hati seorang muslimah terluka,dunia nya terasa akan berlanjut dan ia harus tegar

Ketika hati seorang muslimah terluka,jiwa lembutnya sampaikan ketenangan pada hati kecilnya

Ketika hati seorang muslimah terluka,akal dan hatinya hadir untuk menanti kesadarannya

Ketika hati seorang muslimah terluka,tangannya ia gunakan seperti kebiasaannya

Ketika hati seorang muslimah terluka,tak akan ada perubahan dalam dirinya oleh hal-hal yang tidak berguna

Ketika hati seorang muslimah terluka,ia gunakan kesadarannya tuk menjaga perasaan orang sekitarnya

Ketika hati seorang muslimah terluka,air matanya dijadikan doa untuk keselamatan orang yang melukainya

Ketika hati seorang muslimah terluka,jari-jemarinya bergerak untuk tetap menolong orang lain tanpa beban di hatinya

Ketika hati seorang muslimah terluka,hidupnya tetap menjadi kebahagiaan bagi orang disekelilingnya.

Ketika hati seorang muslimah terluka,dia tetap meneruskan liku2 hidupnya.

Ketika hati seorang muslimah terluka,kepercayaan dirinya tetap tak akan pudar..

Ketika hati seorang muslimah terluka, ia dan dirinya tetap menjadi MUSLIMAHTabahkanlah HATIMU duhai disaat dirimu TERLUKA.. Anggaplah ujian ini sebagai ANUGERAH TERINDAH dariNYA kerana DIA ingin senantiasa dekat denganmu..

sumber: facebook

Dikirim pada 24 April 2012 di Cinta


Diam adalah caraku mencintaimu karena-Nya. Kulakukan untuk menjaga kesucian hatiku dan hatimu karena memang terjaganya kesucianku dan kesucianmu adalah tujuanku.

Ini adalah caraku mengasihimu karena-Nya. Kulakukan untuk memelihara suatu kehormatan, karena memang terpeliharanya kehormatanku dan kehormatanmu adalah cita-citaku.

Jikalau Allah tak menakdirkan tersampaikan indahnya rasa ini kepadamu di dunia ini dalam ridha-Nya, mungkin dunia bukanlah tempat yang tepat bagi cinta untuk saling bersemi. Tapi bisa jadi cinta itu akan bersemi di Surga-Nya. Karena ku sangat yakin, bahwa di akhirat kelak Allah akan menghimpun orang-orang yang saling mencintai karena-Nya. Dan diamku kini adalah caraku mencintaimu karena-Nya. Suci tak tersentuh. Bahkan syaitanpun tak pernah tahu.

Insya Allah...

Jika kau belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam.

Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu.

Kau ingin muliakan dia dan tidak akan mengajaknya menjalin hubungan terlarang, dengan tidak merusak kesuciannya dan penjagaan hatinya.

Karena diammu akan memuliakan kesucian diri dan kesucian hatimu, serta menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu.

Karena diammu bukti kesetiaanmu dengannya.

Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah Allah Ta’ala pilihkan untukmu.

Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali, yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ? Sampai akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah.

Dikirim pada 19 April 2012 di Hikmah


Cairo memasuki musim semi. Pagi yang indah. Langit yang cerah. Orang-orang menatap hari dengan penuh gairah. Begitu juga Mahmud. Ia melangkah memasuki gerbang Universitas Al Azhar dengan semangat membuncah. Fakultas Dakwah di Nasr City demikian ia cintai. Ia bayangkan hari yang indah penuh barakah. Mata kuliah Sirah Nabawiyyah, Fiqih Dakwah, Fiqh Al Muqaranah, Qiraah Sab’ah, Syaikh Fahmi Abdullah, Syaikh Yahya Ash Shabrawi, Prof. Dr. Abdul Aziz Abdih, teman-teman yang sesemangat, seirama dan se-ghirah. Mencintai rasulullah seutuhnya, tekad membaktikan diri sepenuhnya pada agama Allah. Semuanya menjadi cahaya dalam dada. Menjadi mentari bagi semangatnya.



“Sebelum diangkat menjadi seorang nabi, Muhammad saw. Telah dikenal sebagai orang yang paling menjaga amanah di seantero kota Makkah. Shingga beliau diberi gelar Al Amin. Orang yang sangat bisa dipercaya. Orang yang sangat menjaga amanah. Sifat inilah yang semestinya dimiliki setiap muslim.”



“Menjaga amanah adalah ruh agama ini. Umur yang diberikan Allah kepada kita adalah amanah. Langkah kaki kita adalah amanah. Pandangan mata kita adalah amanah. Hidup kita adalah amanah. Menjaga amanah adalah inti ajaran agama mulia ini. Rasulullah bersabda, Laa diina liman laa amanita lahu. Tidak beragama orang yang tidak menjaga amanah!…



Hari ini ia mendapatkan penjelasan yang dalam tentang amanah, satu dari empat sifat utama Rasulullah. Prof. Dr. Abdul Aziz Abduh, Guru Besar Ilmu Dakwah menguraikannya dengan bahasa yang menghidupkan jiwa. Kampus tertua di dunia ini tiada henti menempa generasi.



* * *Pukul dua siang ia pulang. Naik bis menuju Ramsis, ia menyewa sepetak kamar di sebuah rumah tua di kawasan Ramsis. Kamar yang pernah disewa sepupunya yang kini telah menikah dan punya rumah di daerah Katamea. Tuan rumahnya sangat baik. Tak pernah menagih uang sewa kamar. Ia sendiri yang sering malu. Malu pada diri sendiri dan tentu malu pada tuan rumah. Pernah ia tidak bisa bayar sewa rumah enam bulan. Dan pemilik rumah tak jua menagih. Kali ini, sudah empat bulan ia belum bayar. Otaknya terus berputar dari mana ia akan dapat uang. Meminta orangtua yang sudah renta sangat tidak mungkin.



Ia hanya selalu yakin bisa membayar. Allah Mahakaya. Sudah tiga puluh lamaran ia kirimkan ke tempat-tempat yang teriklankan di koran Ahram membuka lowongan. Namun tidak satu pun panggilan ia dapatkan, apalagi pekerjaan.



Sementara ini, untuk memenuhi kebutuhan harian, ia berjualan buku-buku, majalah dan kaset-kaset islami di depan masjid Ramsis. Ia tidak bisa menggelar dagangannya setiap waktu. Sebab harus berbagi dengan jam kuliah. Boleh dikata ia punya kesempatan serius menjajakan dagangannya hanya pada hari Jumat. Ketika kuliah libur. Keuntungannya menjual buku tak seberapa.



Ketika bis sampai Ramsis ia turun. Seperti biasa ia langkahkan kakinya menuju masjid El Fath. Ia ingin melepas penat, sambil meunggu Ashar tiba. Ia masuk masjid. Terasa teduh. Masjid-masjid di Cairo selalu meneduhkan. Ia pilih sebuah tiang. Duduk, dan menyandarkan punggungnya, ke tiang. Tas hitamnya ia lepas. Ia letakkan di samping kanan. Kedua kakinya ia selonjorkan. Perlahan matanya memejam, namun pikirannya tetap melayang-layang. Dari mana ia akan dapatkan uang. Dari mana ia akan bayar sewa kontrakan. Ya Allah, mohon berikan aku jalan.



Azan Ashar berkumandang. Ia bangkit. Harus segera turun sebelum orang mulai banyak. Ia harus buang air kecil dan ambil wudlu. Ia turun menuju kamar kecil. Benar. Orang mulai banyak. Belasan kamar kecil tertutup. Untung masih ada satu yang terbuka. Kosong. Ia masuk. Ia tutup pintunya. Di pintu ia temukan tas hitam kumal tergantung.



“Ada yang lupa membawa barangnya.” Gumamnya.



Di mana-mana, di muka bumi ini, barang tertinggal di kamr kecil sudah jamak dan biasa. Di kamar kecil masjid Annur Abbasea ia pernah menemukan kaca mata tertinggal. Di kamar kecil masjid Sayyeda Zaenab ia pernah menemukan bungkusan plastik hitam. Ternyata isinya dua kilo ikan tuna. Dan pemiliknya ternyata seorang mahasiswa dari Indonesia yang baru saja belanja di pasar Sayyeda Zaenab. Entah kenapa ia sering menemukan barang-barang yang tertingglal di kamar kecil.



Ia ambil tas itu, lalu keluar dan berteriak ke arah orang-orang yang sedang berwudlu, “Ada yang merasa memiliki tas ini!”



Tak ada yang menjawab.



Sekali lagi ia berteriak, “Perhatian! Maaf, ada yang merasa memiliki tas ini. Aku temukan tergantung di kamar kecil nomor tiga belas.”



“Pemiliknya mungkin sudah naik ke atas.” Sahut seseorang.



“Serahkan saja pada pengurus masjid. Siapa tahu nanti pemiliknya mencari!” Sahut yang lain.



“ Ya, serahkan saja pada pengurus masjid, biar nanti setelah shalat diumumkan.”



“Baik.”



Ia langsung bergegas ke tempat pengurus masjid. Menyerahkan tas itu dan ihwal penemuannya. Pengurus masjid yang berjenggot lebat itu tersenyum ramah dan berkata, “Bukankah kau yang biasa berjulan buku di depan?”



“Benar paman.”



“Siapa namamu?”“Mahmud. Lengkapnya Mahmud Ali El Kayyis.”



“Apa yang kau lakukan sangat tepuji. Sesuai dengan namamu. Tidak semua orang yang menemukan tas berusaha disampaikan yang berhak dan yang berwenag mengurusinya. Aku bangga padamu. Semoga Allah memberkahi perbuatanmu, Anakku. Kau telah menunaikan amanah, dan insya Allah akan kami tunaikan amanah ini!”



Ia kembali turun untuk memenuhi hajatnya yang tertunda.



* * *Usai shalat, pengurus masjid El Fath mengumumkan perihal ditemukannya tas hitam. Jika ada yang merasa memilikinya harap menemui imam masjid.



Ia lega mendengar pengumuman itu. Berharap apa yang dilakukannya berpahala. Apapun isi tas itu, pasti yang punya merasa akan bahagia mendapatkannya kembali. Seperti saat ia lupa buku diktatnya tertinggal di masjid kampus. Ia benar-benar lupa saat itu. Sebelum shalat ia letakkan buku diktatnya di antara lemari tempat penyimpanan mushaf. Usai shalat ia langsung cabut pulang. Malamnya saat hendak membaca ulang tidak ia dapati bukunya. Barulah ia ingat, bukunya tertinggal di masjid. Ia sangat sedih. Buku itu sangat berharga baginya. Bagi sementara orang harganya mungkin murah. Tak seberapa. Tapi bagi dirinya yang serba kekurangan, buku itu sangat mahal. Sangat berharga. Pagi harinya ia bersegera ke kampus langsung ke masjid. Dan tidak ia temui bukunya di atas lemari. Ia sempat meneteskan airmata.



“Oh siapakah yang mengambil bukuku? Untuk apa?”



Ia coba beranikan bertanya pada seorang mahasiswa yang biasa menjaga masjid. Mahasiswa itu tersenyum dan berkata



“Mari ikut saya!”



Mahasiswa itu mengajaknya masuk ke ruang pengurus. Lalu mengambil sesuatu di rak. Sebuah buku.



“Inikah bukumu itu?”“Benar.” Jawabnya dengan penuh suka cita.



“Ambilah, Saudaraku. Apapun yang berada di rumah Allah ini insya Allah aman.”



Ia sangat bahagia saat itu. Benar-benar bahagia. Ia seperti terlepas dari kesulitan besar. Saat ia memegang kembali bukunya ia merasa menjadi orang paling bahagia diatas muka bumi ini.



Ia berharap pemilik tas itu juga akan merasakan hal yang sama.



* * *Hari berikutnya ia kembali kuliah. Dengan semangat. Dan seperti biasa mampir di masjid Ramsis untuk shalat Ashar. Usai shalat, pengurus masjid mengumumkan bahwa kemarin ditemukan tas hitam itu tergantung di kamar kecil. Jika ada yang merasa memiliki boleh menghubungi imam. Ia mafhum bahwa pemilikinya belum mengembilnya. Namun ia sangat lega, dengan mendengar pengumum itu ia jadi sangat yakin bahwa orang-orang masjid sangat bisa dipercaya, sangat bisa diandalkan keamanahannya.



Usai shalat, ia bergegas ke kontrakannya. Ia ingin menggelar dagangan bukunya. Bakda Maghrib ada pengajian Syaikh Sya’rawi. Biasanya jamaah membludak. Semoga di antara mereka ada yang berminat membeli buku dagangannya, terutama buku-buku yang ditulis Syaikh Sya’rawi yang dikenal sangat merakyat dan dalam ilmunya.



Begitu sampai kontrakan. Ia langsung mandi. Cepat sekali. Ganti pakaian. Pakai minyak wangi pemberian Rahmi, teman karibnya satu kampus yang suka jual minyak. Dua kardus besar ia letakan di kedua bahunya. Sebuah tikar plastik ia selipkan antara kardus dan kepalanya. Terasa sangat berat. Tapi inilah hidup. Inilah jihad. Dan jika sudah terbiasa jadi terasa ringan-ringan saja. Ia turuni tangga. Sebab kamarnya ada di lantai tiga. Lalu berjalan melewati lorong-lorong sempit. Menyusuri trotoar. Melewati deretan gedung perkantoran. Sampai di depan Bank Ahli ia turunkan kardusnya. Ia kelelahan.



Setelah cukup ia lanjutkan perjalanan. Menyeberang jalan. Sebuah sedan merah melaju kencang. Nyaris menyerempet kaki kanannya. Ia beristighfar sementara sopir sedan mengumpat-umpat tidak karuan. Empat menit kemudian ia sampai di tujuan. Trotoar depan masjid El Fath Ramsis. Ia turunkan pelan-pelan dua kardusnya. Ia gelar tikar. Lalu ia tata dan ia susun buku dagangannya sedemikian rupa. Demikian juga kaset-kaset dan majalah. Buku-buku Syaikh Sya’rawi ia susun semenarik mungkin di bagian paling depan. Sehingga tampak menonjol dan memikat hati yang melihatnya.



Senja mulai pekat. Langit memerah di sebelah barat. Lampu-lampu kota mulai menyala. Orang-orang mulai deras berdatangan. Hatinya riang. Sudah delapan buku yang terjual. Semuanya buku fatwanya Syaikh Sya’rawi. Keuntungan masing-masing buku tiga pound. Sebelum Maghrib ia sudah dapat dua puluh empat pound. Ia tersenyum.



“Alhamdulillah ya Rabb.” Pujinya pada Tuhan yang memberi rejeki.



Ia lalu berharap jika Syaikh Sya’rawi tiap hari memberi ceramah di masjid Ramsis. Atau ada seratus ulama seperti Syaikh Sya’rawi, dan semuanya menulis buku. Lalu semuanya memberikan ceramah masjid Ramsis, tempatnya menggelar dagangan. Jika tiap hari ia bisa untung dua pukuh lima pound



saja, maka dalam satu bulan ia akan punya masukan paling tidak tujuh ratus lima puluhan pound. Dan itu sangat cukup untuk membayar sewa kamar, makan, ongkos bis, dan buku. Bahkan ia bisa menargetkan kapan menikah. Ah kenapa ia tiba-tiba berpikir menikah.



“Ya Kapten, lau samah, bikam syarith dzai?”1



Suara seorang perempuan membuyarkan lamunannya. Ia mengarahkan matanya ke asal suara. Hatinya bergetar sesaat. Di hadapannya seorang gadis berparas elok berjilbab putih berjongkok sambil memegang sebuah kaset. Ya, kaset ceramah Syaikh Sya’rawi berjudul: Al Mar’ah Ash-Shalihah. Satu detik matanya beradu dengan mata gadis itu. Ia menangkap kecantikannya.mata yang bundar dan bening. Muka yang bersih dengan tahi lalat di dagu kirinya. Ia segera menahan matanya, mengalihkannya ke kaset yang di pegang gadis itu.



“E… sab’ah junaihat.”2“Ghali awi!”3



“La ya anisah, hadza jaded.”4“Arba’ah mumkin?”5 Gadis itu menawar.



“Musy mumkin, afwan.”6"Khamsah la azid.”7



“Masyi.”8



Gadis itu mengambil kaset dan memasukannya ke dalam tas, lantas mengeluarkan lima pound. Ia mengambil uang itu seraya mengucapkan, “Terima kasih, Nona.”



Setelah gadis itu berlalu ia raba hatinya. Masih ada getaran. Ia jadi berpikir, kenapa ia baru mengangankan nikah, tiba-tiba langsung ada gadis di hadapannya. Gadis yang membuat hatinya bergetar. Apakah ini tanda-tanda.



“Ah, astaghfirullah, aku tak mau dijebak setan!” cepat-cepat ia menolak pikirannya.bukankah sudah tidak terhitung gadis berjilbab yang membeli dagangannya? Di antara mereka bahkan banyak yang lebih cantik dari gadis tadi. Kenapa tiba-tiba ia harus bergetar, harus merasa sesuatu yang lain?



Saat Maghrib tiba masjid telah penuh. Ia merasa tidak perlu masuk masjid. Cukup menggelar koran dan ikut shalat jamaah di samping dagangannya. Usai shalat Syaikh Sya’rawi memberikan ceramahnya. Berkali-kali tasbih dan kalimat tauhid terdengar gemuruh dari para pendengar. Di tengah-tengah asyiknya mendengarkan ceramah. Sambil sesekali melayani pembeli tba-tiba seorang lelaki berjenggot bermuka ramah mendatanginya. Lelaki itu tak lain adalah salah satu pengurus masjid El Fath.



“Apa kabarmu Nak? Laris?”“Alhamdulillah, saya baik. Rejeki hari ini juga baik.”



“Syukur kalau begitu. E, begini Nak….”“Ya, Paman. Ada apa?”



“Ada yang punya perlu denganmu. Jika kau tidak keberatan. Habis shalat Isya datanglah ke kantor pengurs masjid.”



“Perlu apa ya kira-kira, Paman?”“Insya Allah baik untukmu. Bisa?”



“Insya Allah, Paman.”



* * *Syaikh Sya’rawi memberikan siraman penyejuk jiwa sampai Isya. Beliau juga mengimami shalat Isya. Acara ceramah beliau disiarkan langsung ke seluruh penjuru Timur Tengah oleh sebuah stasiun televisi. Usai shalat, Mahmud sibuk dengan para pembeli bukunya. Semua buku tulisan Syaikh Sya’rawi ludes. Kaset ceramah beliau tersisa tiga. Buku-buku yang lain juga banyak dibeli. Ketika masjid mulai sepi, ia mengemasi dagangannya.



“Ini sungguh hari yang penuh keberuntungan.” Katanya pada diri sendiri. Separo bukunya terjual. Ia menaksir keuntungannya hari itu kira-kira seratus empat puluh pound.



“Lumayan, bisa untuk menyelamatkan muka. Bisa untuk membayar sewa kamar dua bulan.” Gumamnya pada diri sendiri.



Setelah mengikat kardusnya ia melangkah ke masjid. Ia bawa barang dagangannya ke masjid. Ia letakkan di balik pintu masuk, lalu menuju salah satu ruang yang digunakan sebagai kantor para pengurus. Di sana ada beberapa orang yang berkumpul. Ia mengetuk pintu memberi salam. Yang ada di situ serentak menjawab salam. Sekilas ia kitarkan pandangan.



Tak ada Syaikh Sya’rawi. Mungkin telah diantar pulang.



“Nak Mahmud, silakan duduk.” Lelaki berjenggot bermuka ramah mempersilakan duduk.



“Terima kasih.” Jawabnya. Ia lalu duduk di kursi yang masih kosong.



“Diakah pemuda itu?” Seorang lelaki setengah baya berwajah bersih tiba-tiba berkata sambil memandang kearah Mahmud.



“Benar, dialah orangnya.” Jawab lelaki berjenggot bermuka ramah.



Mahmud yang merasa dirinya jadi obyek pembicaraan spontan bertanya,



“Kalian membicarakan aku?”



“Iya Nak Mahmud. Seperti yang saya sampaikan bakda shalat Maghrib tadi. Ada orang yang perlu denganmu. Ceritanya begini, bapak ini adalah Tuan Ragib Ali Ridhwan Hamid Ghazali. Beliaulah pemilik tas hitam yang kautemukan. Beliau ingin berterima kasih padamu.” Lelaki berjenggot bermuka ramah menjlaskan.



“Benar Nak Mahmud. Saya sangat berterima kasih padamu. Sebagai rasa terima kasih, saya ingin memberikan sesuatu padamu. Nilainya mungkin tidak seberapa tapi semoga menjadi tanda syukur. Karena siapa yang tidak berterima kasih pada manusia dia tidak berterima kasih kepada Allah.” Kata lelaki setengah baya berwajah bersih bernama Ragab itu.



Mahmud belum sempat mengucapkan sepatah kata, namun Tuan Ragab telah berdiri dan mengulurkan amplop kepadanya. Dengan spontan Mahmud menolaknya seraya berkata,



“Sebentar Tuan Ragab. Kemarin itu saya hanya menunaikan amanah karena Allah. Itu saja. Itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai seorang muslim. Jadi, rasanya tidak semestinya saya menerima yang berlebih. Tidak perlu berterima kasih atas sebuah kewajiban. Bersyukurlah pada Allah.”



“Iya. Kau benar. Tapi tolong terimalah tanda terima kasih saya padamu Nak. Terima kasih saya atas amanah yang kautunaikan.” Desak Tuan Ragab.



“Maaf, janganlah Tuan memaksa saya untuk menerima sesuatu sebagai imbalan kewajiban yang harus saya tunaikan.



Tolong, saya hanya melakukan karena Allah. Tolong. Saya sampaikan empati saya atas sikap Tuan yang hendak berterima kasih pada saya. Saya terima ungkapan terima kasihnya. Tapi tidak untuk sesuatu yang hendak Bapak berikan pada saya. Sekali lagi jangan paksa saya!”



Tuan Ragab memandang kepada lelaki imam masjid yang hanya dengan diam saja sejak tadi. Sang imam mengisyaratkan dengan gelengan kepala dan telapak tangannya agar dia jangan memaksa.



“Baiklah aku tak bisa memaksa. Tapi apakah kau tahu isi tas hitam itu?” kata Tuan Ragab.



Mahmud menggelengkan kepala seraya berkata, “saya sama sekali tidak membukanya.”



“Aku percaya kamu tidak membukanya karena isinya masih utuh semua. Untung kamu tidak membukanya, kalau kamu membukanya setan mungkun akan memperdaya kamu agar kamu tidak menunaikan amanah dengan sebenar-benarnya. Lihatlah Nak Mahmud, ini isinya.”



Tuan Ragab lalu mengeluarkan isi tas hitam. Pertama-tama koran bekas yang telah lecek. Bungkusan plastik hitam. Sebuah kantong kain berwarna hijau tua. Buku agenda. Dan sebuah pena hitam yang ujungnya kuning keemasan.



“Kelihatannya tak ada yang istimewa kan? Tapi ini adalah setengah perjalanan hidupku.” Kata Tuan Ragab. Dia lalu mengambil bungkusan plastik hitam dan mengeluarkan isinya. Dua bundel dollar Amerika.



“Jumlahnya tiga puluh ribu dollar.” Kata Tuan Ragab. Ia lalu meraih kantong hijau tua dan mengeluarkan isinya: seuntai kalung emas permata dengan bandul permata mulia berwarna merah tua yang sangat indah.



“Ini nilainya tiga ratus ribu dollar. Baru saya beli dari Madrid untuk hadiah keberhasilan putriku semata wayang menghafalkan Al-Quran.”



Tuan Ragab lalu beralih ke buku agendanya. Agendanya itu berkancing. Ia buka dan ia pegang selembar kertas seraya berkata dengan mata berkaca-kaca,



“Ini cek dari seorang kolega di Port Said. Nilainya tujuh ratus tujuh puluh lima ribu pound. Inilah isi tas hitam lusuh ini Nak Mahmud, apakah aku tidak pantas memberikan sesuatu padamu sebagai ungkapan terima kasih.”



Semua yang hadir di ruangan itu diam dan takjub. Semua baru tahu isi sebenarnya tas hitam kumal itu. Imam masjid dan pengurus masjid saat memeriksa tas itu hanya membuka agendanya. Mencatat keterangan yang ada di biodata di halaman depan. Yang tertulis hanya nama pemilik, tanggal lahir. Tidak ada alamat dan keterangan yang lainnya.



Mereka tidak sampai memeriksa beberapa berkas yang ada di agenda itu. Juga tidak memeriksa isi kantung hijau tua dan bungkusan plastik. Begitu ada yang mengaku memiliki tas itu. Mereka mengujinya dengan menanyakan kartu identitas. Ketika nama dan data dalam kartu identitas sama dengan yang tertulis di dalam buku agenda dan bisa menyebutkan isi tas secara umum. Maka mereka percaya dialah pemiliknya. Dan memang sejak diumumkan tidak ada satu orang pun yang mengaku. Sampai datang Tuan Ragab menanyakan kepada pengurus masjid perihal tas hitam kumalnya yang tertinggal saat buang air kecil.



“Allah yang mengatur semua. Alhamdulillah saya bisa mengamalkan ilmu dan menunaikan amanah. Saya ingin murni karena Allah. Jangan paksa saya,” Kata Mahmud lirih.



“Jadi kau benar-benar tidak ingin menerima amplop ini?”“Jangan paksa saya, saya mohon.”



“Aku sungguh bangga padamu Nak Mahmud. Baiklah aku tidak akan memaksa lagi. Namun aku tetap ingin mengungkap-kan rasa syukurku. Kepada yang hadir di ruangan ini saksikanlah aku sedekahkan cek senilai tujuh ratus tujuh puluh lima ribu pound untuk anak yatim dan fakir miskin. Pengelolaannya saya serahkan pada pengurus masjid. Pahalanya semoga terlimpahkan pada semua orang beriman yang menunaikan amanah dengan benar.”



Kata-kata Tuan Ragab membuat hati yang hadir di ruangan itu bergetar. Mahmud bersyukur dalam hati bahwa ia bisa mempertahankan prinsipnya. Di akhir pertemuan Tuan Ragab membagikan kartu namanya. Saat bersalaman dengan Mahmud beliau mencium kening anak muda itu sebagai tanda cinta dan penghormatan.



* * *Hari berikutnya Mahmud menceritakan apa yang dialaminya dengan Tuan Ragab perihal tas hitam kumal itu pada sahabat karibnya Ramhi. Dan Ramhi menanggapinya dengan emosi,



“Emang sewa kamarmu sudah kau lunasi!?”“Belum.” Jawab Mahmud.



“Kau sungguh bodoh! Sok suci! Sok ikhlas! Miskin tapi sok kaya! Apa sih beratnya menerima tanda terima kasih. Mungkin itu bisa jadi modal kamu usaha. Kamu itu sungguh manusia aneh. Bayar sewa kamar saja nunggak berbulan-bulan tapi sok malaikat. Sok tidak butuh uang. Dasar kolot, tolol, bahlul, primitif! Sini berikan padaku kartu namanya biar aku cari Tuan Ragab itu dan aku ambilkan bagianmu.”



Mahmud menggelengkan kepala.



“Kenapa tidak?!” Sengit Ramhi.“Lelaki sejati tidak akan menjilat ludahnya!”



“Bah! Dasar prtimitif kolot! Jika kau masih mem-pertahankan kekolotan prinsip-prinsipmu di era global seperti ini, kau tidak akan survive! Kau akan binasa terlindas realitas!”



“Allah bersama orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.”



Dengan muka kesal Ramhi meninggalkan Mahmud sambil bergumam,



“Semoga kau dapat petunjuk wahai manusia lugu yang kolot!”



* * *Bumi terus berputar. Matahari terus terbit di timur dan tenggelam di barat. Tak pernah berhenti. Hari berganti hari. Setelah empat tahun kuliah Mahmud berhasil menyelesaikan kuliahnya di Fakultas dengan nilai mumtaz. Ia terpilih sebagai terbaik pertama di angkatannya. Selesai kuliah ia tidak pulang kampung, tapi mencoba bertahan di Cairo. Ia sangat ingin lanjut pascasarjana. Namun ia merasa perlu kemapanan ekonomi.



Suatu hari di awal musim dingin ia pergi ke kampus.ia kangen dengan kampus. Ia ingin menemui beberapa teman satu angkatannya yang belum lulus sambil refresing menyegarkan pikiran. Di pintu gerbang ia berpapasan dengan Prof. Dr. Abdul Aziz Abduh. Mahmud menyalaminya dengan penuh takzim.



“Mahmud, sudah dua minggu ini aku mencarimu. Nanti jam satu siang datanglah ke ruang kerjaku.”



Kata-kata Prof. Dr. Abdul Aziz Abduh itu sangat menyejukkan hatinya. Jika ia dicari-cari seorang guru besar yang sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya seperti beliau maka itu suatu keberkahan. Suatu tanda akan datangnya kebaikan-kebaikan.



“Insya Allah, Doktor.” Jawabnya singkat.



Tepat jam satu kurang tiga menit ia masuk ruang kerja Prof. Dr. Abdul Aziz Abduh dengan terlebih dahulu mengucapkan salam.



“Wa’alaikumussalam. Duduklah Mahmud! Kau tepat waktu Mahmud. Aku senang.”



“Ada yang bisa saya bantu Doktor?”“Begini Mahmud, aku mau bertanya padamu, mau tidak kamu mengamalkan ilmumu?”



“Tentu Doktor. Bukankah ilmu harus diamalkan?”“Mau tidak kamu berjuang dan berdakwah?”



“Tentu doctor. Itu adalah kewajiban seorang muslim.”



“Rasanya aku tidak salah memanggil kamu. Begini, ada sebuah daerah di pelosok selatan Mesir yang sangat membutuhkan seorang dai. Maukah kamu diutus ke sana. Sebagai utusan resmi Al Azhar. Semua biaya Al Azhar yang menanggung. Kau juga akan dapat gaji. Kau tidak selamanya di sana. Hanya dua tahun. Setelah itu kau akan aku usahakan dapat beasiswa untuk lanjut S2. bagaimana?”



Mendengar penjelasan Prof. Dr. Abdul aziz Abduh, hati Mahmud gerimis.



“Saya wakafkan diri saya untuk dakwah, Doktor. Untuk dakwah saya siap ditempatkan dan diutus di mana saja.”



“Aku bangga mendengarnya, Anakku. Bersiap-siaplah. Surat-suratnya akan aku urus. Minggu depan kamu berangkat, insya Allah. Dan ingat kamu berangkat ke medan dakwah yang tidak ringan.”



“Mohon doanya, Doktor.”“Hayyakallah ya Bunayya.”9



“Amin.”



* * *Minggu berikutnya, setelah menempuh perjalanan panjang dari Cairo ke Asyyut dengan kereta dan disambung dengan angkot sampailah Mahmud ke sebuah desa. Turun dari angkot ia masih harus berjalan kaki setengah kilo untuk mencapai perkampungan di mana dia ditugaskan. Begitu sampai ia langsung rumah imam masjid.



Seorang petani memberi petunjuk, “Datangilah rumah yang bercat hijau. Di halamannya ada seekor keledai sedang ditambat. Dari sini kira-kira seratus meter. Setelah kebun korma.”



Ia bergegas ke sana. Dengan mudah ia temukan rumah itu. Ia ketuk pintu. Seorang lelaki tua, berumur tujuh puluhan keluar. Ia berbincang dengannya penuh takzim, menjelaskan kedatangannya dan menyerahkan surat tugas. Lelaki tua itu mempersilakan masuk rumahnya, menyambutnya dengan penuh suka cita, “Alhamdulillah surat permohonan saya ke bagian dakwah Al Azhar dikabulkan. Saya sangat bahagia. Saya berharap kau betah di desa ini dan bisa jadi penerang di desa kami.”



“Kalau boleh tahu siapa nama Imam?”



“Ah, sebenarnya saya merasa tidak pantas menjadi imam. Bacaan Al-Quran saya masih belum benar. Karena tidak ada yang lain jadi terpaksa saya menjadi imam. Nama saya Raghib. Nanti bakda shalat Maghrib kau akan kukenalkan pada jamaah masjid. Setelah itu kau akan kuajak berkunjung ke rumah para pemuka masyarakat desa ini. Mereka semua pasti akan senang dengan keberadaanmu di sini.”



“Semoga Allah memudahkan semuanya.”



Sejak hari itu mulailah perjuangan dakwah Mahmud benar-benar merasakan beban yang tidak ringan. Masyarakat di desa itu masih ada yang buta huruf. Masih ada yang belum bisa baca Al-Quran. Masih banyak yang belum mengerti ajaran Islam dengan benar.selama ada di desa itu, ia diangkat menjadi imam menggantikan Pak Raghib yang menjadi imam sementara. Ia menjadi rujukan, tempat bertanya masalah agama. Bahkan masalah sosial. Masyarakat begitu percaya padanya sebagai lulusan Al Azhar di Cairo. Anak-anak juga sangat lekat padanya. Mereka antusias belajar Al-Quran padanya. Seringkali Mahmud membuat acara yang sangat mengasyikan bagi mereka. Kematangannya ketika aktif di kepanduan sebelum masuk kuliah sangat berharga.



Genap satu tahun, Mahmud seolah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat desa itu. Pengajian umum yang ia buka di masjid setiap hari Jumat pagi dihadiri oleh ribuan orang. Tidak hanya masyarakat dessa itu namun juga desa-desa sekitarnya.



Namun lazimnya sebuah dakwah, tidaklah mulus begitu saja. Sudah beberapa kali nyawanya terancam oleh mereka yang merasa keberadaan Mahmud sangat membahayakan mereka.



Mereka sebuah mafia kecil yang secara diam-diam menanam ganja di tengah-tengah kebun mereka. Mereka adalah bagian dari jaringan pengaedar narkotika di kawasan Mesir Selatan. Ulah mereka belum terendus pihak kepolisian. Kehadiran Mahmud yang berpendidikan dianggap sangat membahayakan. Beberapa kali Mahmud hendak dilenyahkan namun gagal.



Mafia kecil itu terus mencari cara membinasakan imam muda ini. Akhirnya mereka sepakat untuk menghabisi Mahmud dengan rekayasa dan fitnah.



“Begini, agaknya imam muda ini banyak disukai anak-anak gadis. Kita manfaatkan hal ini untuk membinasakannya. Kita pernah dengar dulu di Bani Israel ada seorang ahli ibadah yang namanya Barshisha. Dan ia hancur karena perempuan. Bagaimana kalau kita gunakan cara setan itu untuk membinasa- kan imam muda ini.” Seorang anggota mafia berambut keriting mengajukan usul.



“Boleh. Riilnya bagaimana?” Ketua mafia menyahut.



“Begini Bos,” Kata lelaki berambut keriting, “Saya telah amati kegiatan imam muda itu dua minggu penuh. Juga saya bertanya banyak hal tentangnya ke para penduduk. Imam muda itu punya pengajian rutin Tafsir Jalalin di masjid tiap hari malam Ahad. Tempatnya di masjid selatan desa. Dia pulang dan pergi tidak pernah sendirian. Jadi kalau kita gunakan kekerasan justru berbahaya.”



“Terus gimana membinasakan dia?” Sahut sang ketua tidak sabar.



“Begini Bos, kita fitnah dia. Penduduk desa ini paling anti dan paling murka terhadap orang yang mengotori anak gadisnya. Saya dapat informasi ada seorang anak gadis yang sangat suka apa saja asal dapat imam muda ini. Setahu saya, imam muda ini sampai di rumahnya dari pengajian Tafsir Jalalain jam setengah dua belas malam. Kita akan manfaatkan Sadia. Kita seolah membantu Sadia, namun Sadia harus ikut skenario kita. Dan harus menjaga rahasia. Begitu Bos.”



“Lha terus riil memanfaatkan Sadia itu gimana, Keriting?”



“Begini Bos, saat si imam muda itu pergi mengaji Tafsir Jalalain, diam-diam dengan cara yang tidak diketahui orang kita datangi rumah imam itu lewat belakang. Kita ajak Sadia ikut serta. Kita congkel pintu belakang, kita minta Sadia masuk dalam rumah imam itu. Sadia harus bersembunyi. Ketika imam itu nanti pulang dan tidur pulas. Sadia harus tidur di samping imam itu. Satu ranjang kalau perlu dengan pakaian yang tampak acak-acakan. Saat itulah kita grebek, kita kerahkan orang kampung. Pada saat kita grebek Sadia harus memeluk imam muda itu kuat-kuat, menangis dan menjerit-jerit. Dengan demikian hancurlah imam muda itu. Ia akan dilempari batu seperti anjing kurap oleh seluruh penduduk kampung. Akan diusir.”



Sang ketua manggut-manggut mengerti.



“Apa Sadia mau. Pasti mau bos. Dia sudah masuk perngkap kita. Sekarang dia sudah ikut pakai ganja sebab kakaknya juga bagian dari kelompok kita.”



“Bagus. Segera jalankan rencanamu dengan matang. Ajak dan provokasi para pemuda yang tidak suka dengan imam sok suci itu!”



* * *Sore itu Mahmud asyik membuat acara permainan dengan anak-anak di sebuah kebun korma. Tiba-tiba seorang anak berteriak,



“Imam… imam itu ada ular!”



Mahmud langsung melihat ke arah yang ditunjuk si anak. Ya ada seekor ular cobra yang sangat berbahaya. Ia minta anak-anak menyingkir. Di kepanduan ia pernah belajar mengatasi ular. Sepuluh menit kemudian Mahmud telah berhasil meringkus ular itu dengan kain yang ia gunakan untuk tikar.



“Jangan takut ini ularnya sudah tertangkap.”Anak-anak gembira.



“Imam memang hebat. Di sini belum pernah ada seorang pun yang berani menangkap ular cobra. Kepala desa yang dulu meninggal katanya karena dipatuk ular cobra.” Kata anak yang tadi berteriak.



Sore itu kabar imam muda menangkap ular cobra langsung tersiar ke seluruh penjuru desa. Seorang petani separo baya mendatangi Mahmud dan menasihati,



“Imam, jangan main-main dengan cobra. Lebih baik langsung di bunuh saja!”



“Saya tidak main-main kok, Paman. Ular ini sengaja tidak saya bunuh sebab besok pagi saya ingin membawanya ke dokter untuk diambil serumnya. Serum itu bisa jadi obat jika kelak ada penduduk desa ini digigit ular berbisa ini. Jangan kuetir, Paman.”



Setelah faham petani itu tersenyum dan minta diri. Mahmud memasukkan ular itu ke dalam kantong goni lalu mengikatnya dan meletakannya di ruang belakang rumahnya.



Setelah Maghrib, Mahmud membaca tafsir yang akan dia sampaikan untuk pengajian rutin. Bakda Isya ia berangkat ke masjid selatan desa untuk menyampaikan pengajian.sementara kelompok mafia mulai menjalankan rencananya. Sebagian mereka sudah mampu menyebar fitnah dan meyakinkan sebagian penduduk desa bahwa si imam muda itu tak lain adalah seekor srigala busuk. Imam muda itu telah mengotori desa dan menodai kesucian gadis desa, di antara korban yang sedang dalam cengkeramannya adalah Sadia.



Sebagian yang lain ada yang menyebar desas-desus ke kalangan ibu-ibu. Mereka minta ibu-ibu melihat apa yang akan terjadi malam nanti. Malam nanti akan ketahuan siapa sebenarnya imam muda yang selama ini dipuji-puji itu.



Di sebuah rumah, Sadia telah siap dengan segala fitnahnya.



“Suratku tak pernah ditanggapinya. Malam ini imam sok suci itu akan tahu siapa Sadia. Dia akan tunduk di telapak kakiku.” Gumamnya.



Tepat pukul sepuluh Sadia dan lelaki berambut keriting berhasil masuk rumah Mahmud lewat pintu belakang. Sadia berpakaian setengah telanjang. Ia benar-benar sudah kehilangan rasa malunya. Di luar rumah ketua mafia bersiaga penuh dengan beberapa anak buahnya. Beberapa anak buah yang lain bertugas membawa para pemuda pada saat yang tepat.



Tepat pukul sebelas Mahmud pulang diantar oleh seorang pemuda. Setelah pemuda itu pamit, Mahmud masuk rumah. Ia tidak masuk ke kamarnya tapi duduk di ruang tamu. Ia belum mengantuk. Ia ingin membaca Fiqhus Sunnah yang ditulis oleh Sayyid Sabiq.



Satu jam kemudian, terdengar teriakan yang sangat gaduh di luar rumahnya. Teriakan itu mencaci-maki dirinya. Pintu rumahnya digedor dengan sangat keras.



“Ayo seret imam pezina itu!”“Telanjangi Mahmud serigala itu! Arak dia biar jadi pelajaran!”



Belum sempat ia beranjak dari tempat duduknya, pintu itu telah terbuka. Didobrak. Mahmud berdiri kaget. Kitab Fiqhus Sunnah masih ditangannya. Orang-orang masuk dengan marah. Yang paling depan adalah ketua mafia. Mata Mahmud beradu dengan matanya. Ketua mafia agak gentar, tidak seperti yang direncanakn. Tidak ada suara merengek atau tangis Sadia. Ke mana Sadia? Namun ia tidak kehabisan akal. Ia langsung menggertak.



“Di mana Sadia kausembunyikan, Bangsat!”



Mahmud tidak gentar, “Siapa Sadia?”“Jangan sok tidak tahu. Sadia yang kauzinai setiap malam!”



Mahmud kaget, “Apa zina? Aku mezinai Sadia? Astagh-firullah. Na’udzubillah. Jangan sembarangan kau bicara! Menuduh zina adalah kriminal!”



"Jangan banyak bacot. Langsung seret saja pemuda ini. Sadia adalah korbannya ia telah menodai gadis lugu itu. Ayo seret dia!”



Para pemuda yang emosi langsung bergerak memegang tangan Mahmud. Mahmud melawan dengan menampar mereka. Terjadi pergulatan. Tiba-tiba terdengar teriakan keras, “Berhenti! Ada apa ini?”



Ternyata suara kepala desa. Di belakangnya ada beberapa orang polisi. Rupanya kepala desa mencium gerakan para pemuda. Ia ingin menegakan hukum, siapa pun yang salah harus diadili sesuai hukum, makanya ia mengundang polisi. Sebelum Mahmud angkat bicara, ketua mafia angkat bicara dan meluncurkan tuduhan dan fitnahnya. Panjang lebar, dan dengan suara sangat meyakinkan,



“Beberapa kali aku melihat dia dan Sadia berbuat mesum!”Mahmud emosi, “Dia bohong! Dia memfitnah! Ini fitnah!”



“Aku bahkan pernah melihat tengah malam Sadia menutup jendela kamar rumah ini, dalam keadaan telanjang dada dan di belakangnya si jahannam ini mendekapnya mesra!” cerocos ketua mafia.



“Sudah diam kamu Bandot! Tuduhan kamu harus kamu buktikan!” Bentak kepala desa.



“Akan aku buktikan! Aku yakin Sadia sedang terlelap di salah satu ruangan di rumah ini setelah dibius srigala ini! Ayo kita geledah!” Sahut ketua mafia mantap.



Ia bergerak. Beberapa orang bergerak. Pak kepala desa, dua polisi dan Mahmud mengikuti. Mahmud hanya pasrah kepada Allah. Kamar pertama digeledah, tak ada apa-apa. Kamar kedua juga. Kamar ketiga, yang tak lain kamar tidur Mahmud digeledah. Dengan sangat teliti. Almari dibuka. Kolong ranjang diteliti tak ada apa-apa. Wajah ketua mafia merah. Ia marah. Dalam hati ia mendesis, “Di mana kau Sadia? Kurang ajar kamu! Kamu telah mempermainkanku. Awas aku cincang kamu!”



Ketua mafia itu lalu mengajak menggeledah ke ruang belakang yang tak lain adalah dapur dan kamar mandi. Ruang belakng itu gelap. Beberapa orang menyorotkan senternya. Sinar senter itu menerangi ruangan. Di atas lantai orang-orang terkesima dengan pemandangan yang merekaa lihat. Dua orang anak manusia lain jenis diam tak bergerak dalam posisi yang sangat memalukan. Tubuh keduanya telanjang.



“Itu Sadia!” teriak seorang pemuda.“Lha itu yang menindihnya siapa?” Tanya seseorang.



Kepala mafia pucat."Itu si kerempeng. Anak bejat dari kampung utara!”



Polisi melihat keduanya.



“Inna lillahi wa inna ilahi raaji’un. Keduanya sudah tidak bernyawa. Ada gigitan ular di kaki kedua manusia jalang ini." Kata polisi itu.



Kepala desa langsung berkata pada ketua mafia, dan ia tidak tahu kalau yang ia ajak bicara adalah seorang ketua pengedar narkotika, “Hai Bandot, berarti kau salah lihat. Yang berbuat mesum bersama sadia itu bukan Mahmud. Tapi si pemuda keriting ini. Saya tahu persis siapa Mahmud. Sejak dia datang sampai sekarang saya tahu persis akhlaknya. Memang rumah ini sering ditinggalkannya kalau malam untuk mengisi pengajian. Jadi sering kosong. Kelihatannya itu dimanfaatkan dua manusia itu. Karena mereka merasa aman melakukannya di sini. Tapi Allah tidak ingin membiarkan hal ini berlanjut terus.”



“Ya aku bersaksi Mahmud bersih dari tuduhan keji itu. Kenyataan di depan mata kita telah membuktikannya. Memang sejak satu minggu ini ada yang menyebar desas-desus tidak sedap tentang imam muda kita. Dan malam ini semuanya jelas.” Sahut seorang ibu-ibu yang ikut menyaksikan kejadian itu.



Dalam hati Mahmud bersyukur telah selamat dari fitnah. Ia merasa ada makar yang ingin mencelakainya di balik kejadian menggegerkan desa malam ini, dan Allahlah yang menggagalkan.



Penduduk desa, juga Mahmud tak ada yang tahu, apa yang dilakukan Sadia dan Pemuda Keriting setelah masuk rumah Mahmud. Setan telah membakar nafsu mereka berdua di tempat gelap itu karena pengaruh ganja yang mereka hisap. Tangan pemuda itu tidak sadar membuka ikatan karung goni yang berisi ular saat sedang berasyik masyuk. Saat jantung berdegup kencang. Tanpa mereka sadari ular itu memaruk kaki mereka.



Jantung terus berdegup. Racun mematikan pun menyebar dengan cepat. Dan tamatlah riwayat mereka berdua. Makar yang mereka buat membinasakan mereka sendiri.



* * *Peristiwa malam itu berbuntut panjang. Kakak Sadia yang juga anggota mafia kecil itu tidak bisa teerima atas kematian adiknya. Ia tahu persis adiknya adalah korban dari makar busuk ketua mafia.



Diam-diam ia mendatangi kantor polisi dan membocorkan rahasia yang selama ini ia pendam. Ia juga mendatangi kepala desa, dan membocorkan semua yang ia tahu, termasuk makar fitnah untuk membinasakan sang imam muda, Mahmud, pada malam itu.



Polisi bergerak cepat. Seluruh anggota mafia di desa itu dan desa-desa sekitarnya di tangkap. Bahkan jaringan yang lebih besar di Mesir selatan segera digulung. Kepala desa mengum-pulkan warganya dan menjelaskan lebih detil tentang makar fitnah itu. Penduduk desa semakin mencintai Mahmud.



Tak terasa sudah sembilan belas bulan Mahmud berdakwah di desa itu. Sudah cukup banyak perubahan. Anak-anak sudah fasih baca Al Quran. Para orang tua sudah memahami isi aqidah Thahawiyyah, Fiqh Sunnah, dan inti risalah Islam. Sebuah balai serba guna didirikan di samping masjid.



Tiga bulan lagi tugasnya usai. Ia ingin kembali ke Cairo dan melanjutkan S2. Ia hendak menyampaikan hal itu pada kepala desa, agar tidak mengejutkan kepergiannya. Usai shalat Maghrib ia membicarakn hal itu pada kepala desa dan beberapa pengurus



masjid, termasuk Pak Raghib yang sangat dihormati. Apa yang ia sampaikan ditanggapi dengan keharuan dan tetesan airmata. Kepala desa berkata dengan mata berkaca,



“Kami sangat mencintaimu Nak Mahmud. Kami sebenarnya ingin Nak Mahmud tinggal di sini. Atau lebih lama di sini. Namun semua kembali pada Nak Mahmud. Kami tidak bisa dan tidak berhak memaksa. Namun ada satu permintaan kami yang kami sangat berharap Nak Mahmud tidak menolaknya.”



“Apa itu?” Tanya Mahmud.“Bicaralah Paman Raghib.”



“Begini Nak Mahmud. Saya punya cucu. Satu-satunya. Tidak cucu langsung, tapi cucu kakak saya yang telah meninggal karena kecelakaan, setengah tahun sebelum kau datang kemari. Akulah satu-satunya keluarganya. Aku sudah tua. Sejak kecil ia hidup di desa ini. Sejak kecil. Meski ayah-ibunya tinggal di kota Thanta, ia tinggal di sini. Bersama kami. Karena ia memang dilahirkan di sini. Setiap dibawa ke Thanta ia sakit. Tapi jika dibawa ke sini ia sembuh.



“Boleh dikata cucu saya itu, menurut pengakuan orang-orang di desa ini adalah gadis tercantik dan terpandai. Dialah satu-satunya gadis yang menghafal Al-Quran. Menghafal Al- Quran dengan kemauannya sendiri. Cucu saya ini juga bisa dikatakan orang paling kaya di desa ini. Selain mewarisi kekayaan ayahnya di Thanta, ia juga mewarisi kekayaan kakeknya, yaitu kakak saya. Tanggung jawab saya adalah menikahkannya dengan pemuda yang saleh, bertakwa, berilmu dan bertanggung jawab. Saya merasa kau sangat tepat. Saya berani menjamin ia gadis yang salehah. Sekarang sedang kuliah di Al azhar Banat, Cairo, tahun kedua. Ini permohonan saya. Dan saya berharap tidak kamu tolak. Saya akan sangat merasa aman jika dia dalam naungan lelaki saleh sepertimu.”



Perkataan Pak Raghib membuatnya kaget dan terkesima. Lidahnya susah digerakkan. Ia diam. Semua yang ada dalam pembicaraan itu diam. Suasana hening sesaat. Akhirnya ia berhasil menggerakan lidah dan bibirnya,



“Sa… saya akan istikharah dulu.”



* * *Tiga kali ia istikharah. Setiap kali istikharah ia tidur. Dan dalam tidur selalu bermimpi membaca Al Quran surat Ar Ruum ayat 21. Ia sangat yakin, itu ilham agar ia segera menikah. Akhirnya ia menyampaikan jawaban ‘menerima tawaran itu’ pada Pak Raghib. Jawaban Mahmud menerbitkan airmata haru lelaki itu.



Minggu berikutnya diadakan acara ta’aruf antara Mahmud dan cucu Pak Raghib itu. Acara dihadiri kepala desa. Mahmud hanya bisa menunduk dengan hati dan jantung berdebar-debar. Darah mudanya meluap. Ia penasaran. Seperti apa rupa gadis yang katanya paling pilihan di desa ini.



Istri Pak Raghib mengeluarkan minuman dan makanan. Gadis itu tidak ikut keluar. Setelah berbincang-bincang cukup lama. Pak Raghib berkata,



“Ya Hafshah keluarlah!”Tak lama kemudian seorang gadis berjilbab panjang putih bersih keluar. Iaduduk di samping istri Pak Raghib.



“Nak Mahmud, ini Hafshah cucuku.” Kata Pak Raghib.



Mahmud mengangkat muka ke arah wajah gadis itu. Si gadis juga melakukan hal yang sama. Dan…. Subhanallah! Ia teringat peristiwa dua tahun yang lalu. Peristiwa di musim semi, saat ia berjualan buku. Gadis ini bukankah? Ya, persis! Mata yang bundar dan bening. muka yang bersih dengan tahi lalat di dagu kirinya. Si gadis agaknya juga kaget. Cukup lama mereka berpandangan.



“Agak aneh. Apa kalian pernah saling kenal?” Pak Raghib menangkap gelagat. Gadis itu diam. Mahmud mencoba mengingat kejadian itu. Ia bergumam,



“Masjid El Fath, Ramsis. Kaset Syaikh Sya’rawi berjudul: Al Mar’ah Ash-shalihah.”



Gadis itu tiba-tiba menyambung lirih,



“Ya kapten, lau samah, bikam syarith dza?E….sab’ah junaihat!Lu ya anisah, hadza jaded.



Arba’ah mumkin?Musyi mumkin, afwan.Khamsah la azid.



Masyi.”



Mahmud terhenyak, gadis itu masih ingat dialog tawar menawar kaset itu dua tahun yang lalu. Sebelum Mahmud bicara gadis itu menjelaskan dengan detail pertemuan dua tahun yang lalu. Pertemuan yang setelah itu tidak bertemu lagi kecuali saat ta’aruf itu.



Paman Raghib dan semua yang hadir mafhum. Ia lalu membahas lebih dalam. Hafshah dan Mahmud sama-sama rida. Hari pernikahan pun ditentukan.



* * *Musim semi yang penuh barakah. Pagi yang indah. Langit yang cerah. Orang-orang menatap hari dengan penuh gairah. Begitu juga Hafshah dan Mahmud. Pagi hari Jumat itu berlangsung akad nikah di desa bersuka cita. Anak-anak mendendangkan lagu kebahagiaan dan cinta.



Rumah tua yang ditempati Mahmud ternyata adalah rumah tempat Hafshah dulu dilahirkan. Rumah itu telah direnovasi. Dicat kembali. Kamar pengantin dihias indah dan wangi.



Malam usai shalat Isya Mahmud masuk kamar. Sang isteri telah menanti. Kali ini tidak berjilbab. Mahmud terhenyak ketika melihat kalung permata yang dipakai Hafshah. Kalung emas permata dengan bandul permata mulia berwarna merah tua yang sangat indah. Ia memandangi kalung itu lama sekali.



Hafshah heran dan bertnya,



“Ada apa denganmu, Suamiku? Kenapa wajahmu pucat dan matamu berkaca-kacaa saat kau melihat kalung permata ini?”



Mahmud berkaca-kaca, dan berkata, “Jika mataku tidak silap. Aku pernah melihat kalung mutiara ini dua tahun yang lalu. Pemiliknya mengatakan kalung ini dibeli dari Madrid untuk hadiah putri semata wayangnya yang baru hafal Al-Quran.”



Mendengar hal itu Hafshah terisak. Ia teringat cerita ayahnya almarhum. Terbata- bata ia berkata,” Jadi kaukah yang menemukan tas hitam lusuh di kamar kecil masjid Al Fath itu? Kaukah yang menolak pemberian tanda terima kasih dari pemiliknya itu?”



Mahmud kaget, “Kau tahu peristiwa itu? Dari mana kau tahu peristiwa itu?”



“Kau ingat nama Ragab Ali Ridhwan Hamid Ghazali.”“Ya. Itu pemilik tas itu?”



“Beliau adalah ayahku.”“Ayahmu?”"Ya.”



“Subhanallah. Ketika namamu disebut dalam akad nikah Hafshah binti Ragab Ali Ridhwan Hamid Ghazali. Aku tidak pernah berpikiran nama pemilik tas hitam lusuh itu. Sebab betapa banyak nama Ragab di Mesir ini.”



“Hari itu aku datang ke masjid El Fath bersama ayah. Aku asyik melihat buku-buku. Ayah yang bertanya ke pengurus masjid. Ketika ayah bilang tasnya telah ditemukan masih utuh aku sangat bahagia. Sementara ayah menunggu di masjid bakda shalat Isya, aku memilih langsung istirahat ke hotel. Setengah sepuluh ayah masuk hotel sambil menangis. Aku bertanya pada ayah ada apa. Ayah menjawab, ‘Yang menemukan tas ayah yang sangat berharga ini adalah seorang pemuda yang sangat menjaga keikhlasan dan sangat menjaga amanah. Aku akan merasa bahgia jika Allah berkenan menjodohkan dirimu dengannya.’ Suamiku, apakah kautahu apa yang kulakukan saat mendengar perkataan ayah itu?”



“Aku tak tahu? Apa yang kaulakukan?”



“Dalam hati aku berdoa kepada Allah, jika pemuda itu memang benar-benar saleh dan menjaga amanah semoga kelak ia benar-benar menjadi jodohku. Dan Allahu akbar! Allah mengabulkan doaku.”



“Allahu akbar. Saat itu aku menolak amplop pemberian ayahmu. Dan ternyata Allah menyiapkan yang lebih berharga dari itu.”



“Ya. Aku dan segala yang kumiliki sekarang ada dalam kuasamu.”“Aku merasa musim semi ini benar-benar penuh barakah.”



Hafshah mendekat dan meletakkan kepalanya dalam dada Mahmud. Sesaat, suasana haru dan indah memenuhi kamar pengantin. Kedua makhluk Allah itu larut dalam rasa syukur yang dalam dan panjang. * * *



Catatan kaki :



1 Kapten, maaf, berapa harga kaset ini?2 Tujuh pound.3 Mahal sekali.4 Tidak nona, ini baru.5 Empat, mungkin.6 Tidak mungkin, afwan.7 Lima (pound), tak akan aku tambah.8 Okay.9 Semoga Allah selalu menjagamu, memberimu keberhasilan hidup wahai anakku.



- Karya : Habiburrahman El Shirazy

Dikirim pada 18 April 2012 di Hikmah


Kesetiaan adalah sebuah karya seni dari batin manusia yang dapat sangat membahagiakan manusia yang lain. Harganya tidak tertera dalam hitungan rupiah. Dan kesetiaan itulah yang teramat sangat langka untuk kita jumpai sekarang ini.

Kesetiaan tidak hanya berlaku hanya kepada hubungan suami dan istri, namun pada semua hubungan hati manusia lengkap dengan kepentingan mereka.

Tanyalah pada setiap batin manusia, betapa mereka pasti akan membutuhkan seseorang yang dapat dengan tulus memberikan kesetiaan kepada diri mereka.

Tapi mengapa disisi lain, ketika manusia ditempatkan pada posisi dimana dia harus memenuhi kepercayaan orang lain, atau dengan kata lain demi membahagiakan diri orang lain, seringkali manusia terjebak pada godaan main api tentang bagaimana menyalahi kesetiaan tersebut. Begitulah, bagaimanapun ceritanya, setan tak akan pernah henti membuat manusia berdosa.



Maka dari itu, dari pada kita sendiri sibuk menuntut orang lain untuk selalu memegang amanah serta kepercayaan yang kita berikan kepadanya, maka mengapa kita tidak lebih baik mewujudkan diri kita sendiri sebagai hadiah terindah yang membahagiakan mereka. Sebuah pelatihan yang baik yang akan memberikan kenyataan praktek yang indah dalam kesetiaan, adalah apabila diri kita sendiri secara sadar mengerti tentang indahnya sebuah kesetiaan.

Karena kesetiaan hanya dimiliki oleh pribadi yang mulia, karena kesetiaan itu mencerminkan pribadinya yang begitu luas menerima segala kelebihan dan kekurangan orang lain. Jiwanya yang luas menuntunnya tersenyum dan tetap berpikir positif tentang segala apa yang telah Allah gariskan kepadanya.

Karena kesetiaan hanya dimiliki oleh pribadi dengan jiwa yang kuat. Lihatlah betapa anggun tentang caranya bertahan menghadapi segala apa yang disuguhkan kepadanya. Dan sudah lumrah bila manusia dilengkapi rasa bosan, namun sebuah pelajaran tentang kesetiaan, telah mengajarkan manusia yang dilengkapi atau melengkapi batinnya dengan hal tersebut, untuk berubah menjadi ajaib dimana dengan caranya yang elegan, akan di ubahnya rasa bosan menjadi hal yang menyenangkan.

Karena kesetiaan hanya dimiliki oleh jiwa yang indah. Betapa sangat sulit ketika seseorang ditetapkan pada keadaan dimana dia harus tetap pada sebuah kesetiaan yang terkelilingi oleh keadaan yang serba berkhianat. Memang pahit pada awalnya karena dengan hal ini, dia `terpaksa` untuk pelatihan mengindahkan jiwa dan kalbunya sendiri, demi tetap pada kesetiaan.

Menjadi setia adalah memberi kedamaian kepada siapapun yang kita setia kepadanya. Menjadi setia adalah tetap menyenangkan kepada siapapun yang kita setia kepadanya. Menjadi setia adalah sebuah karunia tak terhingga bagi siapapun yang dikehendaki Allah untuk memilikinya.

Maka milikilah hak paten dari sebuah kesetiaan, yaitu dengan menjadi setia hamba Allah yang tetap lurus, atau berusaha agar selalu tetap lurus dalam keadaan apapun. Adakah yang lebih indah dari sebuah perangai dan tingkah laku seorang hamba yang hatinya tunduk patuh serta mengabdi kepada Robbnya?. Jatuh bangun adalah sesuatu yang pasti dalam sebuah mentraining diri menjadi setia, tapi yang pasti pula, bahwa sebuah perjuangan pastilah ada akhirnya, dan semoga akhir dari pribadi yang sungguh setia adalah beroleh dengan Surga.

Wahai Wanita, Kau Pondasi Rumah Tanggamu Sendiri, Maka Kuatkan Dirimu

Bismillahirr Rahmanirr Rahim ...

Wahai para wanita, dalam kelemahan fisik dan halusnya perasaanmu, namun tiada terperi kekuatanmu dalam rumah tangga. Kau lah pondasi rumah tanggamu sendiri, yang jika kau lalai, maka bangunan rumah tangga itu akan roboh dan menimpa seluruh keluargamu. Maka hentikan tindakan egoismu, yang mengutamakan kebahagiaanmu sendiri. Percayalah, melayani bukan berarti menjadikan kau pelayan, namun berarti adalah memuliakanmu sebagai wanita yang berbudi dan berakhlak mulia.

Jangan umbar tangisanmu, walaupun kau berhak untuk menangis. Karena jika kau merasa susah terhadap sesuatu, maka bukan hanya dirimu yang akan berduka. Lebih- lebih para suami yang akan lebih merasa karena kewajiban mereka yang memang harus membahagiakanmu. Sampaikan saja seluruh keluh kesahmu kepada yang Maha menyelesaikan dan maha mempunyai jalan keluar, Allah subahanahu wata`ala.

Jangan banyak meminta, walaupun dalam hal hakmu sekalipun jika memang sudah sedemikian sulit suamimu berjuang untuk keluarga.Ringankan bebannya walaupun sedikit. Jangan beratkan tanggung jawabnya walaupun hanya sekedar sikap burukmu yang hanya sesaat.

Bayangkan bagaimana suamimu harus menjawab pertangungan jawabnya kepada Allah atas sebuah ketidakberdayaannya dalam mendidikmu ?. hentikanlah sikap lalaimu sekarang juga.

Jangan banyak mengeluh, sampaikan saja kekurangan dan protes yang ada pada diri suamimu dengan halus, sehalus kau ingin diperlakukan olehnya. Karena rumah tangga adalah tentang komunikasi dan bekerjasama, dan bukan ajang tuntut menuntut, apalagi merinci kekurangannya. Seperti halnya kaupun tak ingin hanya dilihat dari sisi kekuranganmu saja bukan?

Jangan perlihatkan sakitmu kepada sembarang telinga. Karena tiada manusia yang bisa seratus persen dapat dipercaya. Maukah kau saat ternyata orang yang kau percaya justru memanfaatkan sesuatu yang telah kau ceritakan dan kemudia menusukmu dari belakang. InsyaAllah tidak ada yang lebih mengasihimu kecuali Tuhanmu. Maka sampaikan kepadanya segala keluh kesah dan sakitmu, kepadanya, maka akan kau temukan sejatinya obat batinmu yang luka.

Wahai para wanita, dalam kelemahan fisik dan halusnya perasaanmu, namun tiada terperi kekuatanmu dalam rumah tangga. Kau lah pondasi rumah tanggamu sendiri, yang jika kau lalai, maka bangunan rumah tangga itu akan roboh dan menimpa seluruh keluargamu. Maka hentikan tindakan egoismu, yang mengutamakan kebahagiaanmu sendiri. Percayalah, melayani bukan berarti menjadikan kau pelayan, namun berarti adalah memuliakanmu sebagai wanita yang berbudi dan berakhlak mulia.

Maka kuatkanlah batinmu sekuat yang kau bisa, karena keluargamu membutuhkanmu untuk menguatkan mereka. Dan jika semua sudah diluar kemampuanmu, maka jangan pernah bersandar kepada manusia dalam menguatkan dirimu sendiri. Percayalah, saat kau melayani keluargamu karena Allah, maka Allahpun tak akan menyia- nyiakan mu, dan kau akan lebih terlayani oleh kebaikanNya. InsyaAllah...

Sumber: kembang anggrek

Dikirim pada 18 April 2012 di Muhasabah


Allah telah menciptakan manusia berpasang-pasangan, supaya muncul suatu ketenangan, kesenangan, ketenteraman, kedamaian dana kebahagiaan. Hal ini tentu saja menyebabkan setiap laki-laki dan perempuan mendambakan pasangan hidup yang memang merupakan fitrah manusia, apalagi pernikahan itu merupakan ketetapan Ilahi dan dalam sunnah Rasul ditegaskan bahwa “Nikah adalah Sunnahnya”. Oleh karena itu Dinul Islam mensyariatkan dijalinnya pertemuan antara laki-laki dan perempuan dan selanjutnya mengarahkan pertemuan tersebut sehingga terlaksananya suatu pernikahan.

Namun dalam kenyataannya, untuk mencari pasangan yang sesuai tidak selamanya mudah. Hal ini berkaitan dengan permasalahan jodoh. Memang perjodohan itu sendiri suatu hal yang ghaib dan sulit diduga, kadang-kadang pada sebagian orang mudah sekali datangnya, dan bagi yang lain amat sulit dan susah. Bahkan ada kalanya sampai tua seseorang belum menikah juga.

Fenomena beberapa tahun akhir-akhir ini, kita melihat betapa banyaknya muslimah-muslimah yang menunggu kedatangan jodoh, sehingga tanpa terasa usia mereka semakin bertambah, sedangkan para musliminnya, bukannya tidak ada, mereka secara ma’isyah belum berani maju untuk melangkahkan kakinya menuju mahligai rumah tangga yang mawaddah wa rahmah. Kekhawatiran jelas tampak, di tengah-tengah perekonomian yang semakin terpuruk, sulit bagi mereka untuk memutuskan segera menikah.

Gejala ini merupakan salah satu dari problematika dakwah dewasa ini. Dampaknya kaum muslimah semakin membludak, usia mereka pelan namun pasti beranjak semakin naik.

Untuk mencari solusinya, dengan tetap berpegangan kepada syariat Islam yang memang diturunkan untuk kemaslahatan manusia, beberapa kiat mencari jodoh dapat dilakukan :

1. Yang paling utama dan lebih utama adalah memohonkannya pada Sang Khalik, karena Dialah yang menciptakan manusia berpasang-pasangan (QS.4:1). Permohonan kepada Allah SWT dengan meminta jodoh yang diridhoiNya, merupakan kebutuhan penting manusia karena kesuksesan manusia mendapatkan jodoh berpengaruh besar dalam kehidupan dunia dan akhirat seseorang.



2. Melalui mediator, antara lain:

a. Orang tua. Seorang muslimah dapat meminta orang tuanya untuk mencarikannya jodoh dengan menyebut kriteria yang ia inginkan. Pada masa Nabi SAW, beliau dan para sahabat-sahabatnya segera menikahkan anak perempuan. Sebagaimana cerita Fatimah binti Qais, bahwa Nabi SAW bersabda padanya : Kawinlah dengan Usamah. Lalu aku kawin dengannya, maka Allah menjadikan kebaikan padanya dan keadaanku baik dan menyenangkan dengannya (HR. Muslim).

b. Guru ngaji (murabbiyah). Jika memang sudah mendesak untuk menikah, seorang muslimah tidak ada salahnya untuk minta tolong kepada guru ngajinya agar dicarikan jodoh yang sesuai dengannya. Dengan keyakinan bahwa jodoh bukanlah di tangan guru ngaji. Ini adalah salah satu upaya dalam mencari jodoh.

c. Sahabat dekat. Kepadanya seorang muslimah bisa mengutarakan keinginannya untuk dicarikan jodoh. Sebagai gambaran, kita melihat perjodohan antara Nabi SAW dengan Khadijah RA. Diawali dengan ketertarikan Khadijah RA kepada pribadi beliau yang pada saat itu berstatus karyawan pada perusahaan bisnis yang dipegang oleh Khadijah RA. Melalui Nafisah sebagai mediatornya akhirnya Nabi SAW menikahi Khadijah RA..

d. Biro Jodoh. Biro jodoh yang Islami dapat memenuhi keinginan seorang muslimah untuk menikah. Dikatakan Islami karena prosedur yang dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Salah satu di antaranya adalah Club Ummi Bahagia.



3. Langsung, dalam arti calon sudah dikenal terlebih dahulu dan ia berakhlaq Islami menurut kebanyakan orang-orang yang dekat dengannya (temannya atau pihak keluarganya). Namun pacaran tetap dilarang oleh Islam. Jika masing-masing sudah cocok maka segera saja melamar dan menikah. Kadang kala yang tertarik lebih dahulu adalah muslimahnya, maka ia dapat menawarkan dirinya kepada laki-laki saleh yang ia senangi tersebut (dalam hal ini belum lazim di tengah-tengah masyarakat kita). Seorang shahabiat pernah datang kepada Nabi SAW dan menawarkan dirinya pada beliau. Maka seorang wanita mengomentarinya, “Betapa sedikit rasa malunya.” Ayahnya yang mendengar komentar putrinya itu menjawab, “Dia lebih baik dari pada kamu, dia menginginkan Nabi SAW dan menawarkan dirinya kepada beliau.”

Sebuah cerita bagus dikemukakan oleh Abdul Halim Abu Syuqqoh pengarang buku Tahrirul Mar’ah, bahwa ada seorang temannya yang didatangi oleh seorang wanita untuk mengajaknya menikah. Temannya itu merasa terkejut dan heran, maka wanita itu bertanya, “Apakah aku mengajak Anda untuk berbuat haram? Aku hanya mengajak Anda untuk kawin sesuai dengan sunnah Allah dan Rasul-Nya”. Maka terjadilah pernikahan setelah itu.

Semua upaya tersebut hendaknya dilakukan satu persatu dengan rasa sabar dan tawakal tidak kenal putus asa. Di samping itu seorang muslimah sambil menunggu sebaiknya ia mengaktualisasikan kemampuannya. Lakukan apa yang dapat dilakukan sehingga bermanfaat bagi masyarakat dan dakwah. Jika seorang muslimah kurang pergaulan, bagaimana ia dapat mengenal orang lain yang ingin menikahinya.

Barangkali perlu mengadakan evaluasi terhadap kriteria pasangan hidup yang ia inginkan. Bisa jadi standar ideal yang ia harapkan menyebabkan ia terlalu memilih-milih. Menikah dengan orang hanif (baik keagamaannya) merupakan salah satu alternatif yang perlu diperhatikan sebagai suatu tantangan dakwah baginya.

Akhirnya, semua usaha yang telah dilakukan diserahkan kembali kepada Allah SWT. Ia Maha Mengetahui jalan kehidupan kita dan kepadaNyalah kita berserah diri. Wallahu A’lam bishowab. (hudzaifah/hdn)

Oleh : Herlini Amran, MA

dakwatuna.com

Dikirim pada 14 April 2012 di Muhasabah


Ada 10 (Sepuluh) Sifat dan jika semuanya terdapat pada diri seorang WANITA,maka dia berhak mendapatkan Kabar Gembira,Yakni SYURGA yang luasnya Seluas Langit dan Bumi ...SUBHANALLOH . . .

Di Antara Ke-Sepuluh Sifat itu .Adalah :



1 : Iman kepada ALLOH Azza Wa Jalla :Iman yang menjadikan Pengawasan ALLOH lebih dekat kepada diri-nya dari urat leher.Dia selalu mengingat ALLOH pada saat sendiri ataupun bersama,pada saat Rahasia dan terbuka ,pada saat Sulit dan Mudah. . .

Alloh Azza Wa Jalla.Berfirman :Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupunperempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS.An Nahl :97)



2 : Berdiam Diri di Rumah dan tidak Bertabaruj (Bersolek untuk Orang Lain)Hal ini di tetapkan karena para perusak Iman menginginkan wanita keluar dari rumah "Khususnya" di negara yang berdiri di atas Syari`at Islam "Qur`an dan Sunnah"Para perusak itu menginginkan agar WANITA Bertabaruj (Bersolek untuk Orang Lain) dan membuang rasa malu-nya,sehingga dia berperilaku sebagai wanita`` pada masa Jahiliyah .Mereka mengikut sertakan "baca : WANITA" di segala bidang kerja.

ALLOH Azza Wa Jalla .Berfirman :dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias danbertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.(QS.Al Ahzab :33)



3 : Menundukan Pandangan dan Menjaga Diri-nya.

ALLOH Azza Wa Jalla.Berfirman :Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. (QS.An Nuur :31)Yakni pada kebimbangan dan Syhwat ,dia menundukan pandangan dan tidak melihat kepada laki`` yang bukan Mahrom`a . . .



4 : Menjaga Lisan-nya dari GHIBAH (Menggunjing) dan Namimah (Adu Domba).

ALLOH Azza Wa Jalla .Berfirman :Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (QS.Al Hujuraat :12)

Dan perkara yang paling banyak "merajalela" yang terjadi di kalangan Wanita"Naudzubillah" adalah :Menggunjing,Mencibir dan Mencela Orang lain,Khususnyakepada sesama kaum wanita . . .



5 : Menjaga Pendengaran-nya dari Nyanyian,Ucapan Kotor dan Sejenis-nya.Haramnya Lagu & NyanyianTermasuk dalam Madzhab Hanafi,Maliki,Syafi`i dan Hambali.

Rasulullah Sallallahu `alaihi Wasallam.Bersabda :Niscaya Akan muncul di suatu Jaman kaum dari Umatku yang menghalalkan Zina,Sutera,Khamr dan Alat-alat Musik (HR.Bukhari)

ALLOH Azza Wa Jalla .Berfirman :Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidakberguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. (QS.Luqman :6)



6 : Menghormati Suami ,Menunaikan Hak-nya, Berusaha Membuat-nya Tentram dan Mentaatinya dalam Ketaatan kepada ALLOH . . .

Rasulullah Sallallahu `alaihi Wasallam.Bersabda :Apabila seorang Wanita Menunaikan Sholat 5 waktu,Berpuasa di Bulan Puasa,Taat kepada Suaminya Niscaya dia masuk Syurga Tuhan-nya (HR.Ahmad :1664)



7 : Hemat dalam Kehidupan ,Tidak Boros dalam Makanan,Pakaian dan tempat tinggal.Wanita MUSLIMAH hendaknya Menginfakan Kelebihan Hartanya di Jalan ALLOH,dimana ALLOH menyimpan pahalanya di Sisi-Nya. . .

ALLOH Azza Wa Jalla .Berfirman :Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS.Al Israa` :27)



8 : Tidak Menyerupai Laki-LakiWanita MUSLIMAH berusaha tidak meniru laki-laki dalam cara apapun,yang menjadi kekhususan bagi Laki-laki . Jangan mengubah Ciptaan ALLOH .dimana telah ALLOH ciptakan di atasnya..

Rasulullah Sallallahu `alaihi Wasallam.Bersabda :ALLOH telah melaknat Para WANITA yang menyurupai Laki-Laki (HR.Bukhari)

dalam Hadits lain:ALLOH telah melaknat Washilah dan Mustaushilah (HR.Bukhari)Yang pertama adalah Wanita yang telah menyambung Rambutnya dan wanita yang meminta akan hal itu . .

ALLOH telah melaknat Namishah dan Mutanammisha (HR.Bukhari)Wanita yang telah Mencukur Alisnya dan Menipiskan-nya ..Semoga ALLOH melimpahkan taufiq dan Hidayah-nya untuk Mereka "WANITA" . . .



9 : Berusaha Menjaga Sholat-Sholat,Puasa-Puasa dan Sedekah-Sedekah Sunnah.

ALLOH Azza Wa Jalla .Berfirman :Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (QS.Al Baqarah :286)

Karena Wanita memiliki Kesibukan di rumah ,khususnya terhadap Anak-anaknya..akan tetapi dia tidak melupakan bagiannya,terutama AL-QUR`AN danDZIKIR...



10 : Hendak-nya dia menjadi seorang Da`i di kalangan Para Wanita,menyeru kepada kebaikan dan melarang dari Kemungkaran :

Karena pada umumnya laki-laki tidak bisa berdakwa di kalngan kaum wanita.ia tidak bisa mengatasi masalah`` mereka dan tidak bisa Berkhalwat (Berduaan) denagn mereka..

Saya memohon Taufiq dan Hidayah-Nya untuk Diriku dan SemuaKaum MUSLIMIN agar menjadikan Wanita "Istri-Istri" dan Anak-anak kita ,Orang-orang yang Shalih dan Qurratu A`yun (Penyejuk Hati) bagi kita . . .Wallahu`alam Bishawab..

Dikirim pada 14 April 2012 di Muhasabah


Aku bertanya pada Bunda, bagaimanakah lelaki sejati itu?

Bunda menjawab, Nak...

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,
tetapi dari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya ....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,
tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran .....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya,
tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa ...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan,
tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan ...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang,
tetapi dari hati yang ada dibalik itu ...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yang memuja, tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya ...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan ...

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca kitab suci,
tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca ...

Dikirim pada 14 April 2012 di Muhasabah


Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya, “Abi ceritakan padaku tentang wanita sejati?”

Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum. Anakku…

Wanita sejati BUKANlah dilihat dari kecantikan PARAS wajahnya, MELAINKAN dari kecantikan HATI yang ada di baliknya .....

Wanita sejati BUKAN dilihat dari BENTUK TUBUHNYA yang mempesona, MELAINKAN dilihat dari sejauh mana ia MENUTUPI BENTUK TUBUHNYA .....

Wanita sejati BUKAN dilihat dari begitu BANYAKNYA kebaikan yang ia berikan, MELAINKAN dari KEIKHLASANNYA memberikan kebaikan itu ......

Wanita sejati BUKAN dilihat dari seberapa INDAH LANTUNAN SUARANYA, MELAINKAN dari apa yang SERING MULUTNYA BICARAKAN ....

Wanita sejati BUKAN dilihat dari keahliannya BERBAHASA, MELAINKAN dari bagaimana CARA ia BERBICARA ...

Wanita sejati BUKAN dilihat dari KEBERANIANNYA dalam BERPAKAIAN, MELAINKAN sejauh mana ia berani MEMPERTAHANKAN KEHORMATANNYA .......

Wanita sejati BUKAN dilihat dari KEKHAWATIRANNYA DIGODA orang di jalan, MELAINKAN KEKHAWATIRAN DIRINYAlah yang MENGUNDANG ORANG JADI TERGODA .....

Wanita sejati BUKANlah dilihat dari seberapa BANYAK dan BESARNYA UJIAN yang ia jalani, MELAINKAN sejauh mana ia MENGHADAPI UJIAN itu dengan penuh rasa SYUKUR .....

dan ingatlah...

Wanita sejati BUKAN dilihat dari SIFAT SUPELNYA DALAM BERGAUL, MELAINKAN sejauh mana ia bisa MENJAGA KEHORMATANNYA DALAM BERGAUL ......

Dikirim pada 14 April 2012 di Hikmah


Bertemu seseorang itu adalah Kesempatan..
Tapi mencintai seseorang sepenuhnya adalah Keputusan..

Ketika bertemu seseorang yang membuat kita tertarik, Itu bukan keputusan, tapi itu adalah Kesempatan..

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dgn segala kekurangannya..
Itu sudah Bukan sebuah Kesempatan, tetapi itu adalah Keputusan..

Ketika kita memilih bersama seseorang walau apapun yang terjadi, JUSTRU di saat kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasangan kita, namun kita tetap memilih untuk mencintainya..
Itu juga Bukan Kesempatan, tetapi itu adalah Keputusan..

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, datang sebagai Kesempatan dalam hidup kita..

Tetapi Cinta yg murni adalah, mencintai dgn komitmen penuh baik disaat senang maupun susah, itu sepenuhnya adalah Keputusan..

Mungkin KESEMPATAN mempertemukan pasangan jiwa kita dgn kita..
Tetapi mencintai dan komitmen tetap bersama pasangan jiwa kita, adalah KEPUTUSAN yg harus kita pertanggung jawabkan sepanjang umur kita..

Kita berada didunia BUKAN untuk mencari seseorang yang Sempurna untuk dicintai.. Tetapi untuk BELAJAR mencintai orang yang Belum Sempurna, Dengan cara yg Sempurna..

Mari BELAJAR mencintai dan menyayangi pasangan kita (suami/istri) yg Belum Sempurna melalui cara-cara yg Sempurna dgn menghadirkan Kasih Sayang seutuhnya yang senyata-nyatanya dalam hubungan relasimu !

Pasangan kita itu adalah Belahan Jiwa kita.. karena itulah yang akan melengkapi kita agar jiwa kita pun menjadi Sempurna.. :)
JADIKAN PASANGANMU SEBAGAI TEMAN HIDUPMU, BUKAN SEBAGAI MUSUH HIDUPMU..

Dikirim pada 14 April 2012 di Muhasabah


Bunga yg kembang dan cantik itu jarang yg wangi.., begitulah juga orang yg cantik, kebanyakannya jarang berbudi.

Apabila si gadis dipuji dg kata-kata "kamu ni cantik" maka akan menguntumlah sekuntum senyuman dibibirnya dan berbungalah hatinya. Tersipu-sipulah dia.

Ah..., siapa yg tidak senang bila dikatakan cantik dan menawan? Begitulah sifat manusia, senang bila dipuji kecewa bila dikeji.

Tetapi lain halnya bagi si mukmin yg merasa dirinya miskin dg Tuhannya.

Terasa kerdil tatkala berhadapan dg pujian dan sanjungan manusia.

Wanita yg cantik selalu ditimpa "perasaan" karena sadar dirinya punya kelebihan.

Kata orang wanita cantik banyak maunya. Diri rasa bangga, seisi dunia mau digenggamnya.

Kalau ia seorang gadis dirinya sanggup menjadi tukaran dg uang yg beribu, ada pula yg rela hidup liar bak merpati, senang didekat dan di tangkap lari.

Jika dia seorang isteri yg sadar dan bangga dg kecantikannya maka suamilah yg menjadi mangsa.

Si suami selalu melutut dan kalah dg kehendak dan karenanya.

Lebih malang jika si suami pula suka akan kecantikan isterinya. Ia menyayangi isteri atas dasar kecantikannya.

Jadilah laksana Nahkoda Kemana diarah di situlah perginya,alangkah dayusnya dia, si isteri yg cantik rupawan akan merajuk dan meragam seandai kemauannya tidak tercapai,Merajuk hendak balik kampung atau minta cerai.

Alangkah indahnya jika si istri tadi,Kecantikannya digunakan utk meniup semangat jihad ke lubuk hati mujahidin. Ketahuilah, keutamaan dan nilai diri seorang wanita sama ada cantik atau tidak, adalah pada akhlaknya.

Andai dia seorang istri, ketaatannya pada sumai adalah akhlak yg indah.

Wanita yg cantik tetapi tidak berbudi pekerti tinggi, lebih2 lagi istri yg cantik yg durhaka pada suami adalah ibarat bunga raya.Cantik warnanya, harumnya tiada.

Sebaliknya wanita yg kurang cantik tetapi berakhlak mulia, taat suaminya,sentiasa mencari keridhaanNya, ibarat bunga cempaka.Tiada rupa tetapi harumnya memikat jiwa.



Antara bunga raya dan bunga cempaka pastilah cempaka diminati orang. Kasihan si bunga raya, tidak di jual atau dipakai orang.



Ibarat gadis murahan yg mempertontonkan kecantikan.Konon nanti ada yg berkenan tetapi tidak sadar diri jadi mainan.



Wanita yg kurang cantik pula jika tidak berakhlak mulia, akan menyakitkan hati dan mata.Ibarat bunga yg tidak cantik tidak pula harum dan wangi.Maka tiadalah apa-apa tarikan dan keindahan padanya.

Usah bangga dan usah pula risau akan paras rupa utk merebut kasih sayang manusia.

Tetapi marilah kita berlomba-lomba utk menjadi wanita yg bertaqwa dan berakhlak mulia.Niscaya disayangi Allah serta makhluk-makhlukNya.

Seharusnya diri yg dikurniakan Allah dg nikmat kecantikan sentiasa resah jiwanya.Bukan karena takut luput kurniaan itu dari dirinya.Bukan jua karena ada yg iri hati dan mau menganiayai atau menandingi kejelitaannya.

Resah adalah karena menghitung pahala-pahala yg tinggal akibat pujian dan sanjungan manusia yg bakal menjerumuskan dirinya ke jurang neraka.

Mengira ngira bagaimana utk meruntuhkan gunung mazmumah(sikap negatif) akibat dari kecantikan diri yg dijulang bagaikan mahkota.Apalagi jika kecantikan itu hidangan setiap insan, cantik indah tetapi hina terdedah. Menjadi mainan nafsu dan Syaitan.Bersyukur dg Nikmat Tuhan. Baik buruk, cantik itu adalah pemberianNya.Yg berwajah cantik sama2 perlukan persediaan.Akan tiba saatnya jua dimana yg berwajah cantik indah dikerumuni oleh cacing dan ditimbun tanah di liang lahad yg gelap dan sunyi.Tatkala itu bersandinglah manusia dg kematian.

Apakah baru dikala itu mau diucapkan nikmat Iman dan Islam. Itulah sebesar-besar pemberian Tuhan? Baru sanggup berjuang, berkorban apa saja demi mendapatkannya?

Sebelum segala-galanya terlewat mari kita sama" mendaki anak tangga menuju ke puncak taubat.Asal manusia adalah dari setitis mani yg hina. Sehina itulah pula dirimu wahai wanita.Kenanglah nasib diri dihari penghisaban. Segala pinjaman Tuhan itu.Untuk apa digunakan.

Lunakkan hati, tenangkan perasaan, lihatlah kepenjuru alam.

Dimana saja mata menjurus disana ada tanda keagungan Tuhan.

Dongakkan kepala ke langit biru, tundukkan wajah kebumi yg hijau.

Saksikanlah kilauan mentari, percikan cahaya bulan dan bintang.

Langit yg dijadikanNya tidak bertiang, gunung2 tidak berpancang.

Usah terlena dibuai keindahan, sesungguhnya pada segalanya itu terkandung pengajaran.

"Dan apa saja nikmat yg ada padamu dari Allah lah datangnya, dan bila kamu ditimpa kemudaratan maka hanya padaNya lah kamu meninta pertolongan." (Surah An-Nahl:53)

sumber: Andhika Al-Banjari

Dikirim pada 14 April 2012 di Muhasabah
10 Apr


Alkisah di suatu kebun yang indah, ditanami oleh banyak bunga, hiduplah sekuntum mawar merah yang terpojok diantara mawar-mawar putih. Sang mawar merah tumbuh dengan bersemangat, dan selalu menjadi pusat perhatian orang - orang yang melintasinya. Tapi suatu hari, mawar merah tak bersemangat.

"Kenapa, wahai tukang kebun, engkau selalu mendekati si putih? Engkau sapa ia, engkau mandikan ia dengan kasih sayang? Sedangkan aku...?" keluh hati sang merah.

Keesokan harinya... Sang merah ingin menarik perhatian sang tukang kebun, tapi...
"Wahai tukang kebun, kemarilah! Aku lebih menarik dan berbeda kenapa tak pernah kau sentuh dan sapa aku?" hari demi hari terus seperti itu, akhirnya suatu hari ketika hujan telah membasuhi seluruh isi taman dan pelangi pun muncul dari kejauhan, sang merah bercermin di genangan air. Ia tersadar bahwa dirinya tidaklah semenarik putih, berduri tebal, banyak! Tak secerah putih.

Sang merah pun kembali bertanya-tanya. "Salah siapakah ini? Kenapa rupaku seperti ini? Pantas sang tukang kebun tak berkenan terhadapku, apa yang menarik dari diriku? Tak ada! Pantas saja tukang kebun selalu memberiku pupuk yang sedikit, air yang tidaklah banyak dan tak pernah aku disentuh bahkan disapa olehnya."

Kemudian sang mawar merah memutuskan mengakhiri hidupnya dengan menggugurkan kelopak bunganya. Ketika hendak memekarkan kelopaknya agar gugur dari tangkai bunga... datanglah sekerumunan lebah yang menghinggapinya, silih berganti.

"Waw... ada yang menyukaiku, sang lebah menyukaiku!" Urunglah niatnya untuk mati. Lalu dilihatnya mawar - mawar putih itu dipotong oleh tukang kebun satu per satu. Sang merah baru sadar kenapa semua ini terjadi padanya. Berduri, berwarna merah dan tak tersentuh. Ia paham mengapa tukang kebun membiarkannya hidup secara alami tanpa ada kasih sayang yang berlebihan, karena ia diciptakan untuk sang lebah yang dimanfaatkan oleh lebah untuk banyak hal. Sedangkan mawar putihhanya terpampag di vas bunga dimana itu hanya sementara.

Akhirnya sang merah dapat mati dengan tenang karena sebelum kematiannya ia dapat mengetetahui untuk apa ia ada di kebun itu.

Sejenak merenung...., kenapa kita harus takut dibanding - bandingkan dengan orang lain. Kenapa harus takut kita tak ada artinya jika dibandingkan dengan orang lain. Kenapa harus takut tak ada yang menyukai kita. Kenapa harus takut? padahal Allah ciptakan tiap orang itu berbeda. Ia ciptakan dengan warna tersendiri dan untuk saling melengkapi. Kenapa harus takut?

Seharusnya yang ditakutkan itu adalah sudahkah kita layak dibandingkan dengan hamba yang Allah cintai? Sudahkah kita punya arti di sisi Allah? Sudahkah Allah menyukai kita sebagai hambanya?

Sumber : media-itsar.web.id

Dikirim pada 10 April 2012 di Muhasabah


Ketika cinta datang dalam hatimu engkau dapat tersenyum meski hatimu terluka,Bahkan engkau menangis meski hatimu bahagia, Engkau menjadi terlena dalam merdunya nyanyian cinta, Karena engkau yakin cinta ada dalam hatimu.

Ketika pena cinta melukis dalam hatimu,Ia mampu memainkan warna diatas kanvas bahagia dan sedih, Melukisnya dengan sakit hati, cemburu,iri dan rindu,Namun hatimu tetap mengharapkannya,Itulah warna-warni indahnya lukisan cinta.

Ketika cinta telah datang dalam hatimu, Ia mampu memerahkan hati dan membutakan matamu, Menutup mata hatimu, membawamu melayang sesaat di dunia, Dan engkau tidak beranjak dipeluk merdunya angin bahagia semu, Melukis di kanvas kemewahan duniawi, mengejar kesuksesan hampa, Menguasai sisi gelap mata hatimu dengan kemegahannya, Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsu materi.

Dari mana sesungguhnya datangnya cinta ?

Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia, Ditulis-Nya ketika mencipta makhluk-makhluk-NYA di atas Arsy, Membawa ketulusan hati mengalahkan amarah, Meredam benci, mengubur iri dan dengki, Menuju kepatuhan dan pengabdian kepada Allah dan RasulNYA.

Saat pena cinta Illahi telah melukis hatimu, Satu jam mengagungkan asma-Nya, serasa satu menit saja, Setiap hentakan nafasmu adalah memuliakan nama-Nya, Cahaya cintaNya menjadi lentera bagi mata hatimu, Membawa ketundukan dan pengabdian tulus kepadaNYA, Menelusuri dan meneladani jalan para Rasul-NYA.

Namun saat api cinta Illahi dipadamkan oleh dorongan ego dan nafsumu, Alirannya memekatkan darahmu, membutakan mata hatimu dari kebenaran, Membawamu pada jalan kesesatan dan kerendahan.

Belajarlah cinta Illahi yang telah diajarkan Allah,Melalui alam semesta dengan kepatuhannya,Melalui thawafnya gugusan bintang, bulan dan matahari pada orbitnya, Yang tak pernah sedetikpun mau bergeser dari poros ketundukannya, Membawa keharmonisan yang berujung pada keabadian.

Belajarlah cinta Illahi yang telah diajarkan Allah, Karena disaat engkau merasakan agungnya cinta Illahi dalam dirimu, Engkau dapat mengubur perasaan iri,dengki dan amarah dalam dirimu, Menggantinya dengan perasaan empati bagi sesamamu,Mengalirkannya melalui kebaikan demi kebaikan bagi sesamamu.

Cintamu dapat merangkulmu dalam ketulusan ibadah kepadaNYA, Menjadi media amaliyah dalam ketundukan tulus pengabdian kepadaNYA,Menjadi penuntun kepatuhan pada ajaran para Rasul-Nya,Mewarnai kedamaian,kebahagiaan dan kekayaan jiwamu.

Belajarlah cinta yang telah diajarkan Allah, Karena Allah adalah kekasihmu yang abadi, DenganNya engkau akan merasakan kedamaian hati, Dengan cintaNYA engkau akan merasakan kebahagiaan sejati.

Belajarlah mencintai Allah setulusnya, maka Allahpun akan mencintaimu, Belajarlah hanya mengarahkan hatimu kepadaNya, maka Allahpun akan membimbingmu, Karena Allah adalah sumber cinta yang agung dan abadi, Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki.



Sumber: facebook

Dikirim pada 27 Maret 2012 di Muhasabah


HATI yang MULIA itu saat engkau tetap TERSENYUM & BERTAHAN,

Walau luka tergenggam didalamnya..

Dan kau tetap bertahan dlm SABARmu,

...

Tetap memberi obat walau orang memberimu racun,

Kau tetap berbesar hati tuk selalu mendoakannya.

Kemuliaan hati tumbuh bersama KECINTAANmu pada ILAHI,

Karena HATI yang selalu tertuju pada-Nya..

Sebesar apapun luka yang dibidikan org lain terhadapnya.

Ia tetap TERSENYUM & MEMAAFKAN,

Ia senantiasa sadar diri akan dirinya yang rendah dihadapan ALLAH,

dia akan merasa malu bila tak belajar memaafkan karena ALLAH pun Maha Pemaaf..

HATI yang BENING adalahah hati yang tak ada penyakit didalamnya, dan Indah dengan DZIKIR yang terus terlantun..

Indahnya SABAR berbuah KEIKHLASAN..InsyaAllah

(^_^) Salam santun ukhwah fillah

Dikirim pada 27 Maret 2012 di Muhasabah


Walaupun sesuatu yg engkau sukai dalam gengamanmu, kadang ia bisa terlepas juga. Seperti orang yg kita cintai seberapa kuat engkau mencintai, kalau memang tidak dijodohkan akan terlepas juga.

Sungguh malu rasanya, dengan Rabb..Sang Pemilik Hati ini.

Sungguh malu rasanya, bagaimana menyembunyikan rasa Dari-NYA.

Sungguh malu rasanya, bagaimana menerima cinta yang belum halal untuk hati ini.

Dan jika memang Cinta itu tak bisa memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam dalam hati biarlah ia berkembang dengan INDAH sesuai kehendak-NYA...

Karena dalam diam tersimpan kekuatan dan harapan ...Hingga mungkin saja ALLAH SUBHANAHU WA TA`ALA akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cinta itu INDAH pada akhirnya.

Bukankah ALLAH SUBHANAHU WA TA`ALA tak akan pernah memutuskan harapan hamba yg berharap pada-Nya??

Jika dia memang bukan milikmu, ALLAH SUBHANAHU WA TA`ALA melalui waktu akan menghapus cinta dalam hatimu, itu dengan memberi rasa yg lebih INDAH dan orang yg tepat ...

Biarkan Cinta itu menjadi memori tersendiri dari sudut hatimu menjadi rahsia antara engkau dengan Sang Pemilik hatimu ...

Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan karena tiada yg tahu rencana Rabb...mungkin saja rasa ini ujian yg akan melapuk atau membeku dengan perlahan karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan...

Serahkankan rasa yg tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yg mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya...

Tebarlah cintamu untuknya dan jangan mengharapkan pamrih berupa kebersamaan fisik dengannya.INGATLAH orang yang mencintai karena ALLAH SUBHANAHU WA TA`ALA itu, jika ia tak bisa bersama dan akhirnya harus melihat ia bersama yg lain, kemudian engkau masih bisa tersenyum padanya dan mengucapkan selamat barakallah kepadanya maka pada dasarnnya engkau telah menang dengan rasa cintamu.

Engkau telah mencintainya dengan sepenuh rasa, ikhlas karena Allah dan itulah cinta sebenar-benarnya cinta ...

SEBENAR_BENAR CINTA ADALAH MANAKALA KITA BAHAGIA MELIHATDIA BAHAGIA WALAU KITA TAK BISA MEMILIKI FISIKNYA DISISI KITA. NAMUN CUKUPLAH CINTANYA TELAH KITA MILIKI DAN KITA BERDO’A SAJA SEMOGA CINTANYA TAK LUNTUR UNTUK KITA.MASIH MAU MENYAMBUNG TALI SILATURAHIM DAN MASIH MAU MENDO’AKAN KITA..insyaAllah..

I LOVE YOU Because ALLAH ...Semoga bisa mengambil HIKMAHnya

Dikirim pada 27 Maret 2012 di Cinta


Bismillahirrahmaanirrahiim...........

Untukmu BIDADARIKU...
dimanapun dikau berada....
kutulis surat ini khusus untuk mu wahai bidadariku...
yang sedang berkaca di depan bulan.....
yang memegang bintang di tangannya....
yang sedang bersujud di sepertiga malamNya.....
yang sedang menyiapkan dirinya untuk menyambut kedatanganku......

Jadilah air bagiku....
yang akan menyirami imanku....

Jadilah sayap untuk ku...
yang akan menerbangkanku ke langit Arsyi....

Jadilah embun bagiku....
yang akan menyejukkan qalbu ini hingga menjadi bersinar...

Jadilah pengingatku...
dikala diri ini ditepi jurang.....

Jadilah pendamping hidupku....
sampai ke jannahNya......

Jadilah Bidadariku di Dunia dan Akhirat....
dariku calon suamimu Hati Muhasabah Sang Ikhwan....

Ya Allah....
Pertemukanlah kami.....
Jadikanlah pertemuan kami pertemuan yang engkau Ridhoi....
Pertemukan kami di dalam pernikahan.....
Jadikan Cinta kami cinta yang halal....

Ya Allah....
Pertemukanlah kami dalam ikatan yang halal....
Satukanlah hati kami karenaMu....

Ya Allah....
Mudahkanlah jalan kami.....
Mudahkanlah urusan kami ini.....
Janganlah biarkan kami jatuh dalam jurang maksiat.......

Ya Allah.....
Hadirkan Kebahagiaan dalam pertemuan kami....
Jadikan Cinta kami abadi sampai ke JannahMu.....
Karuniakan kami Cinta karenaMu.....

Ya Allah...
Sempurnakanlah separuh iman kami.....
dan akan kami sempurnakan separuhnya lagi dengan Taqwa kepadaMu......

Ya Allah....
Sampaikan Doaku ini pada Bidadariku....
Agar ia merasa tenang.....
Agar ia menjaga dirinya untukku.....

Ya Allah.....
ku tau Engkau maha melihat.....
dah Engkau selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya....

Ya Allah.....
Hamba ridho atas segala ketetapanMu...
Hamba yakin, Engkau tak akan mengingkari janjiMu.....

Ya Allah....
Karena-Mu kami akan bertemu.....

Ya Allah....
Hamba serahkan segala urusanku padaMu....

Aamiin ya Robbal `alamiin

Dikirim pada 21 Maret 2012 di Hikmah


Iman itu menghilangkan kegelisahan dan menghapuskan kesedihan. Ia adalah teman orang-orang yang bertauhid dan penghibur bagi orang-orang yang beribadah.

Apa yang telah lewat tidak akan kembali; apa yang telah hilang berarti mati; maka janganlah memikirkan yang telah hilang karena dia telah mati dan lenyap.

Bersikaplah ridha terhadap takdir. Dzikir akan mewujudkan hati yang tenang, melenyapkan kesedihan, menghidupkan hati dan menghapuskan dosa..

Jangan tunggu ucapan terimakasih dari seseorang, Cukuplah dari Allah balasannya. Jangan kecewa ketika menemukan orang yang tak kenal balas budi, dengki dan hasad.

JIKA engkau berada di pagi hari , maka JANGAN tunggu hingga sore hari. HIDUPLAH DALAM BATASAN HARI ITU, fokuskan konsentrasi anda untuk memperbaiki kondisi anda pada hari itu. Tinggalkanlah masa depan hingga dia datang. Jangan pikirkan hari esok karena JIKA ANDA MEMPERBAIKI HARI INI NISCAYA HARI ESOK AKAN LEBIH BAIK .

PERBARUILAH HIUDUP INI, VARIASIKANLAH cara-cara hidup anda dan UBAHLAH RUTINITAS yang anda jalani sehari-hari. BERSYUKURLAH kepada Rabbmu atas nikmat agama, akal, kesehatan, nama baik, pendengaran, penglihatan, rezeki, keturunan dan lainnya.

HIDUPLAH dengan Al-Quran dengan menghafalnya, mempelajarinya dan memahaminya karena Al-Quran adalah obat paling manjur untuk menghilangkan kesedihan dan kegelisahan.

MAAFKANLAH orang yang menzalimimu, SAMBUNGLAH tali silaturahim orang yang memutuskan silaturahim denganmu, BERILAH orang yang tidak pernah memberimu dan BERSIKAP LEMBUTLAH pada orang yang berbuat buruk pada anda , niscaya anda akan dapatkan kebahagiaan dan keamanan. PERBANYAKLAH ISTIGFAR , karena bersama istigfar terdapat rezeki, jalan keluar, keturunan, ilmu yang bermanfaat, dimudahkannya urusan dan dihapuskannya dosa-dosa.

MERASA PUASLAH dengan bentuk tubuh anda, potensi anda, keluarga anda dan rumah anda, niscaya anda akan memperoleh kedamaian dan kebahagiaan. Bahwa sesungguhnya bersama kesulitan itu terdapat kemudahan dan jalan keluar akan datang setelah kesempitan.

BERSIKAPLAH OPTIMIS dan JANGAN PUTUS ASA . BERBAIK SANGKALAH pada Rabb-Mu serta berharaplah segala kebaikan dan keindahan dari-Nya. BERGEMBIRALAH dengan pilihan ALLAH bagimu, karena itu pastilah YANG TERBAIK .Musibah akan MENDEKATKAN kita kepada Allah, mengajarkan untuk berdoa, menghilangkan kesombongan, ujub dan kebanggaan.

BERBUAT BAIKLAH kepada orang lain, BERIKANLAH kebaikan-kebaikan pada orang yang membutuhkan bantuan, orang sakit, orang miskin dan anak yatim. JAUHILAH berburuk sangka, BUANGLAH kesedihan dan imajinasi buruk serta pemikiran-pemikiran yang sakit.

KETAHUILAH bahwa KESULITAN-KESULITAN akan membuka pendengaran, penglihatan, menghidupkan hati, menundukkan nafsu, membuat ingat hamba dan menambahkan pahala.

KEBANYAKAN yang ditakuti itu tidak terjadi, kebanyakan dari kesulitan yang pernah didengar tidak terbukti, kepada Allahlah terdapat segala kecukupan. Dialah yang menjaga dan tempat kita minta tolong.

Hati- hatilah jangan sampai berbuat dosa, karena dosa adalah sumber kegelisahan dan kesedihan, dosa menjadi sebab segala bencana, musibah dan problem.

Melepaskan pandangan kepada yang haram akan menumbuhkan kegelisahan, kesedihan dan luka dalam hati. Sedangkan orang yang bahagia adalah orang yang menundukkan pandangannya dan takut terhadap Rabbnya.

Pikirkanlah RAHMAT ALLAH SWT yang maha pengasih, Dia mengampuni pelacur yang memberi minum seekor anjing, memberikan tobat kepada orang yang telah membunuh seratus orang, MENGEMBANGKAN TANGAN-NYA untuk mengampuni orang-orang yang BERTAUBAT dan mengajak orang-orang nasrani untuk bertaubat.

Jika anda ingin BERBAHAGIA BERSAMA ORANG LAIN , perlakukanlah mereka sesuai dengan apa yang ANDA INGINKAN ATAS PERLAKUAN MEREKA , jangan kritik milik mereka serta jangan rendahkan kedudukan mereka.

Kebahagiaan TIDAK TERLETAK pada kedudukan, keturunan ataupun harta, namun terletak pada agama, ilmu pengetahuan, adab dan meraih cita-cita.

MEMBERI MAAF adalah lebih lezat daripada MEMBALAS DENDAM , BEKERJA itu lebih nikmat daripada menganggur, QANAAH itu lebih besar dari harta , dan KESEHATAN itu lebih baik dari KEKAYAAN .

Orang yang tidak berbahagia dirumahnya tidak akan berbahagia di tempat lain, orang yang tidak dicintai keluarga niscaya tidak akan dicintai siapapun. Orang yang menyia-nyiakan hari ini maka ia akan menyia-nyiakan hari esoknya.

JAUHILAH sifat cemas dan bimbang karena ia adalah racun . HINDARI sifat mudah menyerah karena ia berarti sifat kebinasaan. BUANGLAH jauh-jauh sifat malas karena ia menjerumuskan pada kegagalan. HiNDARI sikap TIDAK KONSISTEN baik dalam berkata maupun berbuat karena sesungguhnya ia bersumber dari RENDAHNYA MANAJEMEN DIRI .

KEJUJURAN membawa kepada KETENANGAN , DUSTA membawa KEGELISAHAN . Perasaan malu adalah perisai hidup, ilmu adalah pembeda, kefasihan berbicara adalah perhiasan dan sikap diam adalah hikmah dan kebijaksanaan.

TIGA TEMAN YANG HARUS DIMILIKI : KEGEMBIRAAN, KETENANGAN, dan SEMANGAT YANG TINGGI . TIGA MUSUH YANG HARUS DIJJAUHI : yaitu SIFAT PESIMIS, BIMBANG dan PUTUS ASA.

Tidak ada yang lebih MENYADARKAN selain KUBURAN , tidak ada yang lebih MEMBAWA SIAL l daripada melakukan MAKSIAT , Tidak ada sikap hidup yang lebih MULIA daripada ZUHUD dan tidak ada yang memberi KEPUASAN kecuali sikap QANAAH .

“DIALAH YANG MENGHILANGKAN BALA , MENGAMPUNI DOSA , MEMBERI REZEKI, MENYEMBUHKAN PENYAKIT, MENYELAMATKAN DARI BENCANA , MEMBEBASKAN DARI KETERIKATAN DAN MEMBALUT LUKA YANG TERANIAYA. BERMUNAJATLAH KEPADA ALLAH SWT, NISCAYA DIA AKAN MEMENUHINYA. KEMUKAKANLAH SEGALA KEBUTUHAN KEPADA-NYA. UTARAKANLAH SEGALA KEINGINANMU DI HADAPAN-nYA , MINTALAH REZEKIMU dan ADUKANLAH KEADAANMU "

BERDOALAH KEPADA-KU , NISCAYA AKAN AKU PERKENANKAN BAGIMU (AL-mukmin 60)

"UMATKU ADALAH UMAT YANG DIRAHMATI " (HR Ahmad)

KEMULIAAN TIDAK BISA DIUKUR dengan keturunan , gelar atau tingkat pendidikan. Tetapi orang yang memiliki usaha keras, ketabahan, keaktifan dan kesabaranlah yang akan dapat meraih KEMULIAAN . Orang yang tidak berbahagia berada dirumah maka tidak akan bahagia di tempat lain. Ketahuilah sesungguhnya sebaik-baik tempat untuk menentramkan diri ,menenangkan pikiran dan menjauhkan dari beban hidup adalah rumah. BAITI JANNATI .

Hati-hatilah bergaul dengan orang yang suka bersikap PESIMIS karena ketika engkau perlihatkan sekuntum bunga yang indah padanya maka yang ia lihat hanya duri-durinya.Ketika engkau bawakan segelas air padanya , maka yang ia lihat hanya kotoran didalamnya. Demikian juga ketika engkau memuji kebaikan/ manfaat matahari dihadapannya maka yang ia rasakan hanya panasnya.

KESALAHAN KITA kita hanya merasa gelisah dan TAKUT KEPADA SELAIN ALLAH , bahkan hampir sebagian kehidupan diisi dengan ketakutan. Kita takut dan cemas akan terlambat, takut akan tersalah, takut akan terburu2, takut tidak makan, takut dimarahi dsb.

Tidak ada tutup kecuali suatu saat akan terbuka, tidak ada ikatan kecuali suatu saat akan terlepas. Tidak ada sesuatu yang jauh kecuali akan mendekat. Tidak ada yang hilang kecuali akan ditemukan. Tetapi ingatlah semua itu membutuhkan proses dan waktu. Kegagalanmu dalam meraih suatu kesuksesan di satu tempat akan engkau temukan gantinya ditempat lain dan hal tersebut akan dipandang sebagai sesuatu yang bernilai dan bermanfaat dimata orang lain.

Diatas segalanya hanya orang- orang yang bertakwalah yang benar-benar akan berbahagia.

(Dr. Aidh Al-Qarni)

Dikirim pada 18 Maret 2012 di Motivasi


Penelitian-penelitian kedokteran mengungkapkan kepada kita bahwa kuku yang panjang dapat mengundang penyakit, karena jutaan kuman akan bersarang di bawahnya. Penelitian kedokteran juga mengungkapkan bahwa membiarkan panjang bulu kemaluan adalah salah satu faktor penyebab penyakit bulu kemaluan berkutu yang tersebar di Eropa serta menyebabkan luka dan peradangan pada daerah di sekitar kemaluan.

Penemuan ini menjelaskan kepada manusia sebagian hikmah di balik hadits Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam, yaitu hadits tentang sunnah-sunnah fithrah yang diwasiatkan oleh Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wasallam kepada manusia. Hadits ini adalah pondasi kebersihan individu. Al-Imam Muslim telah meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam pernah bersabda,
عَشْرٌ مِنَ الفِطْرَةِ : قَصُّ الشَّارِبِ ، وَإعْفَاءُ اللِّحْيَةِ ، وَالسِّوَاكُ ، وَاسْتِنْشَاقُ المَاءِ ، وَقَصُّ الأظْفَارِ ، وَغَسْلُ البَرَاجِمِ ، وَنَتف الإبْطِ ، وَحَلْقُ العَانَةِ ، وَانْتِقَاصُ المَاءِ . قَالَ الرَّاوِي : وَنَسِيْتُ العَاشِرَةَ إِلاَّ أنْ تَكُونَ المَضمَضَةُ
"Sepuluh perkara yang merupakan fithrah: merapikan kumis, memelihara jenggot, bersiwak, memasukkan air ke hidung (ketika berwudhu), memotong kuku, membasuh ruas jari-jemari (ketika berwudhu), mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan istinja`(membersihkan kemaluan setelah buang air". Salah seorang rawi hadits ini berkata, “Saya lupa yang kesepuluh, (tapi saya menduga bahwa yang kesepuluh adalah berkumur-kumur ketika berwudhu) (HR. Muslim)

Sumber : http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatmujizat&id=93

Dikirim pada 17 Maret 2012 di Kesehatan


Makan dan minum bagi seorang muslim sebagai sarana untuk menjaga kesehatan badannya supaya bisa manegakkan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala. Karenanya dia berusaha agar makan dan minumnya mendapatkan pahala dari Allah. Caranya, dengan senantiasa menjaga kehalalan makanan dan minumanya serta menjaga adab-adab yang dituntunkan Islam.



Makan dan minum seorang muslim tidak sebatas aktifitas memuaskan nafsu, menghilangkang lapar dan dahaga semata. Karenanya, seorang muslim apabila tidak lapar maka dia tidak makan dan apabila tidak haus, dia tidak minum. Hal ini seperti yang diriwayatkan dari seorang sahabat,

نَحْنُ قَوْمٌ لاَ نَأْكُلُ حَتَّى نَجُوْعَ وَإِذَا أَكَلْنَا لاَ نَشْبَعُ

Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.


Dari sini, maka seorang muslim dalam makan dan minumnya senantiasa memperhatikan adab Islam yang telah dicontohkan Nabi shallallahu `alaihi wasallam agar bernilai ibadah. Dan di antara adabnya adalah tidak bernafas dan meniup minuman. Hal ini didasarkan pada beberapa hadits, di antaranya dari Abu Qatadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika kalian minum maka janganlah bernafas dalam wadah air minumnya.” (HR. Bukhari no. 5630 dan Muslim no. 263)

Dari Ibnu Abbas, “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk bernafas atau meniup wadah air minum.” (HR. Al-Tirmidzi no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728, dan hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani)

Dan juga hadits Abu Sa`id al-Khudri radliyallah `anhu, Bahwa Nabi shallallahu `alaihi wasallam melarang untuk meniup di dalam air minum." (HR. al-Tirmidzi no. 1887 dan beliau menyahihkannya)

Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi mengatakan, “Larangan bernafas dalam wadah air minum adalah termasuk etika karena dikhawatirkan hal tersebut mengotori air minum atau menimbulkan bau yang tidak enak atau dikhawatirkan ada sesuatu dari mulut dan hidung yang jatuh ke dalamnya dan hal-hal semacam itu."

Dalam Zaadul Ma`ad IV/325 Imam Ibnul Qayyim mengatakan, “Terdapat larangan meniup minuman karena hal itu menimbulkan bau yang tidak enak yang berasal dari mulut. Bau tidak enak ini bisa menyebabkan orang tidak mau meminumnya lebih-lebih jika orang yang meniup tadi bau mulutnya sedang berubah. Ringkasnya hal ini disebabkan nafas orang yang meniup itu akan bercampur dengan minuman. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam melarang dua hal sekaligus yaitu mengambil nafas dalam wadah air minum dan meniupnya.

Apa Hikmahnya?

Apa hikmahnya, sering menjadi pertanyaan kita sebelum mengamalkannya. Padahal dalam menyikapi tuntunan Islam hanya sami`na wa atha`na (kami mendengar dan kami taat), tanpa harus terlebih dahulu mengetahui hikmahnya. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Umar bin al-Khathab sesudah mencium hajar Aswad, "Sesungguhnya aku tahu engkau hanya seonggok batu yang tidak bisa menimpakan madharat dan tidak bisa mendatangkan manfaat. Kalau seandainya aku tidak melihat Nabi shallallahu `alaihi wasallam menciummu, pasti aku tidak akan menciummu." (HR. Al-Bukhari no. 1494 dan Muslim no. 2230)

Namun yang jelas bahwa setiap yang disyariatkan dan dituntunkan oleh Islam pasti mendatangkan kebaikan dan setiap yang dilarangnya pasti mendatangkan madharat. Dan apabila seorang muslim mengetahui hikmah dari sebuah syariat, maka dia akan semakin mantap dalam mengamalkannya. Dan apabila belum mampu menyingkapnya, maka keterangan dari Al-Qur`an dan Sunnah sudah mencukupi.

Di antara hikmah larangan meniup minuman yang masih panas adalah karena nanti struktur molekul dalam air akan berubah menjadi zat asam yang membahayakan kesehatan.

Sebagaimana yang diketahui, air memiliki nama ilmiah H20. ini berarti di dalam air terdapat 2 buah atom hidrogen dan satu buah atom oksigen yang mana 2 atom hidrogen tersebut terikat dalam satu buah atom oksigen. Dan apabila kita hembus napas pada minuman, kita akan mengeluarkan karbon dioksida (CO2). Dan apabila karbon dioksida (CO2) bercampur dengan air (H20), akan menjadi senyawa asam karbonat (H2CO3). Zat asam inilah yang berbahaya bila masuk kedalam tubuh kita.

senyawa H2CO3 adalah senyawa asam yang lemah sehingga efek terhadap tubuh memang kurang berpengaruh tapi ada baiknya kalau kita mengurangi masuknya zat asam kedalam tubuh kita karena dapat membahayakan kesehatan. (Dikutip Dari : Apa Aja: Bahaya Meniup Minuman Panas Kerja Sama Dengan blog-apa-aja.blogspot.com)

Dari sini juga semakin jelas hiikmah dari larangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam agar ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernapas di dalam gelas. Hal ini karena ketika kita minum langsung banyak, maka ada kemungkinan kita akan bernapas di dalam gelas, yang akan menyebabkan reaksi kimia seperti di atas.

Oleh: Badrul Tamam

Sumber : http://www.addakwah.com/2010/06/larangan-meniup-minuman-dan-bahayanya.html



Dikirim pada 17 Maret 2012 di Kesehatan


Maka tersenyumlah Wahai diri,Roda kehidupan selalunya berputar ada kalanya bahagia terasa,Sedih Merintih juga air mata.Tapi tahukan engkau,ada Dia yang Selalu menatapmu Lembut yang paling tahu apa Yang terbaik Untukmu.Dia Memberi apa Yang kamu butuhkan Bukan apa Yang kamu inginkan.

Maka Tersenyumlah wahai Diri,semua Yang terjadi Juga karena Kehendak-Nya,semua berjalan atas Rencana-Nya.Ilmu-Nya meliputi segalanya dan kau tak MUngkin menjangkaunya... jadi Untuk apa resah untuk Sesuatu yang Belum pasti kejadiannya.Bukankah janji-janji-Nya itu pasti.
Allah Maha Mengetahui.

Ada Dia Yang selalu Maha Memberi,dan Dia Memberika kepadamu segala apa yang kau Mohonkan pada-Nya.Dan Jika kau mampu menghitung Nikmat-Nya..maka tak ada alasan bagimu untuk mengeluh atas apa yang saat ini Allah Berikan.

Hidup Selalu berjalan meski terkadang hati tak Menginginkan,yang Dicinta akan pergi,yang Didamba akan Hilang ..Maka dekatkanlah Dirimu dengan-Nya karena Dia yang Maha Kekal.

Seorang hamba akan rapuh tanpa Tuannya,,begitu kita sebagai seorang hamba..Maka hanya pada-Nya lah Kita pantas untuk menggantungkan segala Asa Dan harapan..Karena Allah Maha Kuasa.. kau tak akan pernah kecewa.

Ini ujian dari-Nya,dan Dia tak kan menguji Hamba-Nya melebihi batas Kemampuan seorang Hamba itu.Tapi bukankah manusia memang diuji,untuk mengetahui mana yang paling Bertaqwa kepada-Nya,maka tetaplah istiqomah dijalan-Nya

Masih banyak saudara-saudara Kita diluar sana yang Sedang Diuji dengan kesakitan dan kegelisahan,Selalu ada hikmah Dibalik Musibah,Selalu ada kemudahan setelah kesulitan,,, Semua akan Indah pada saatnya,,,maka bersabarlah.

Tersenyumlah Wahai Diri,semua yang terjadi akan berakhir dan kembali kepada-Nya

Dikirim pada 12 Maret 2012 di Muhasabah


Ketika dirimu gelisah…
Sentuhlah hatimu dgn lantunan ayat2 cinta dalam kitab suci Al-qur’an.

Ketika kau lemah…
Rangkum kembali makna-makna kebersamaan
bersama saudara-saudaramu agar saling menguatkan.

Ketika kau lelah dan mulai putus asa…
Maka Allah swt akan tersenyum padamu…
YAKINLAH tiada usaha halal yg sia-sia.

Ketika peluh & kerja tak dihargai…
Maka ingatlah saat itu kita sedang belajar tentang KETULUSAN.

Ketika usaha keras kita dinilai sia-sia oleh orang lain…
Maka saat itu kita sedang memaknai KEIKHLASAN.

Ketika hati terluka dalam karena tuduhan atas hal yang tak pernah kita lakukan…
Maka saat itu kita sedang belajar tentang MEMAAFKAN.

Ketika lelah mendera & kecewa menerpa…
Maka saat itu kita sedang belajar memaknai tentang arti KESUNGGUHAN.

Ketika sepi menyergap & sendiri membulat dalam keramaian…

Maka saat itu kita sedang memberi makna tentang KETANGGUHAN.

Ketika kita harus membayar biaya yang sebenarnya tak perlu kita tanggung,
Maka saat itu kita sedang belajar tentang KEMURAHHATIAN.

Bersama kesulitan ada kemudahan…Bersama Kesulitan ada kemudahan…
Jangan pernah merugikan & menyakiti org lain.

Allah maha melihat & mendengar rintihan hatimu: BERDOALAH.

Tetap semangat, sabar, tersenyum…
Dan Terus belajar..!! Karena kamu sedang menimba ilmu di KEHIDUPAN!

Dia menaruhmu di tempat yang sekarang, bukan karena kebetulan..!!
Ada maksud yg TERINDAH di setiap rencanaNya..!! Bergembiralah !!

Dikirim pada 12 Maret 2012 di Muhasabah


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Istri yang shalehah adalah yang mampu menghadirkan kebahagiaan di depan mata suaminya, walau hanya sekadar dengan pandangan mata kepadanya. Seorang istri diharapkan bisa menggali apa saja yang bisa menyempurnakan penampilannya, memperindah keadaannya di depan suami tercinta. Dengan demikian, suami akan merasa tenteram bila ada bersamanya.

Mendapatkan istri shalehah adalah idaman setiap lelaki. Karena memiliki istri yang shalehah lebih baik dari dunia beserta isinya. ``Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri shalehah.`` (HR Muslim dan Ibnu Majah).

Di antara ciri istri shalehah adalah, pertama, melegakan hati suami bila dilihat. Rasulullah bersabda, ``Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah takwa kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya, selain istri yang shalehah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan suaminya, ketika suaminya pergi.`` (HR Ibnu Majah).

Kedua, amanah. Rasulullah bersabda, ``Ada tiga macam keberuntungan (bagi seorang lelaki), yaitu: pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu ...`` (HR Hakim).

Ketiga, istri shalehah mampu memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir dan berperasaan bagi suaminya. Allah SWT berfirman, ``Di antara tanda kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya. Sungguh di dalam hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir.``(QS Ar Rum : 21).

Beruntunglah bagi setiap lelaki yang memiliki istri shalehah, sebab ia bisa membantu memelihara akidah dan ibadah suaminya. Rasulullah bersabda, ``Barangsiapa diberi istri yang shalehah, sesungguhnya ia telah diberi pertolongan (untuk) meraih separuh agamanya. Kemudian hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara separuh lainnya.`` (HR Thabrani dan Hakim).

Namun, istri shalehah hadir untuk mendampingi suami yang juga shaleh. Kita, para suami, tidak bisa menuntut istri menjadi `yang terbaik`, sementara kita sendiri berlaku tidak baik. Mari memperbaiki diri untuk menjadi imam ideal bagi keluarga kita masing-masing.

(tulisan seseorang yg sedang mencari istri shalehah)

Dikirim pada 07 Maret 2012 di Hikmah


Ketulusan

Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai olehsemua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karenayakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakankebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan ataumemutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”.Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangidengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadikeluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

Kerendahan Hati

Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justrumengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikaprendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orangyang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnyatidak merasa minder.

Kesetiaan

Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yangsetia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punyakomitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

Positive Thinking

Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihatsegala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruksekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan oranglain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih sukamencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dansebagainya.

Keceriaan

Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidakharus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceriaadalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selaluberusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain,juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorongsemangat orang lain.

Bertanggung jawab

Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengansungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya.Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untukdisalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akanmenyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yangbertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

Percaya Diri

Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimanaadanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percayadiri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Diatahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

Kebesaran Jiwa

Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa bencidan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidakmembiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

Easy Going

Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak sukamembesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatirdengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalahyang berada di luar kontrolnya.

Empati

Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan sajapendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain.Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi keduabelah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Diaselalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

Dikirim pada 07 Maret 2012 di Muhasabah


Ya Allah..Yang Maha Melihat,Mendengar dan Mengetahui ,

Ketika ia adalah bidadari yang ENGKAU gariskan menjadi belahan jiwaku,Maka dekatkanlah kami,ijinkanlah kami menyempurnakan dien kami,perkenankan kami mengikuti sunnah Rosul-MU,perbolehkan kami menjadi sebuah keluarga yang sakinah,mawaddah,warohmah yang selalu diliputi keromantisan dan keharmonisan yang selalu saling mencintai,menyayangi dan merindui hingga usia menjelang senja hingga ajal jua yang memisahkan..

Ketika ia adalah bidadari yang ENGKAU takdirkan menjadi pendamping hidupku,Maka mudahkanlah jalan kami,menjadi sepasang suami-istri yang selalu dapat berbagi suka dan duka,selalu berbagi canda,tawa,dan air mata,bisa saling mengerti,memahami dan menerima kekurangan masing-masing dapat menemukan dan mensyukuri kelebihan masing-masing..

Ketika ia adalah bidadari yang telah ENGKAU pilihkan untukku,Yang mana ia barokah tuk dunia dan akheratku,berilah kami kepercayaan menjadi sepasang ayah-bunda dari putra-putri yang sholeh dan sholehah dari putra-putri yang faham agama dari putra-putri yang sehat,cerdas dan berbakti..

ketika ia adalah bidadari yang ENGKAU jodohkan denganku,Maka jadikan ia bagian dari tulang rusukku yang dekat dengan lenganku,tuk kujaga dan ku lindungi,yang dekat dengan hatiku,tuk ku cintai dan sayangi sepenuh jiwa..

Ketika ia adalah bidadari yang ENGKAU persiapkan untukku,sejak sebelum langit-bumi diciptakan,Maka jadikanlah ia Hawa terbaik untukku dan jadikanlah aku Adam terbaik untuknya.

Ya Allah..

Hanya pada-Mu Hamba bersujud dan memohon dalam setiap sholat wajibku di lima waktu,dalam setiap do`a malamku karena hanya pada-MU,hidup,mati,rizki dan jodohku berada...Aamiin ya Rabbal`alamin..

Dikirim pada 06 Maret 2012 di Hikmah


Ada kekasih yg membuktikan cintanya dengan jutaan kalimat ,pujian dan rayuan,,Adapula dengan sikap nan penuh kasih..
Tak sedikit dengan pengorbanan yg meluluh lantakkan harga diri
Ada pula dengan menguras tenaga dan materi.

Namun bagiku, aku mencintaimu dengan menundukkan wajahku padamu, bukan karena ku ingin berpaling darimu,
Tapi karena ku ingin menjaga pandanganmu dari panah-panah iblis.

Ku mencintaimu dengan tidak melemah lembutkan suaraku padamu, bukan karena aku ingin menyakitimu namun karena aku ingin menjaga hatimu dari bisikan syaitan yg menipu.

Ku mencintaimu dengan menjauh darimu
Bukan karena aku membencimu, namun karena ku ingin menjagamu dari khalwat yg menjebak.

Ku mencintaimu dengan menjaga dirimu dan diriku,
Menjaga kesucianmu dan kesucianku,
Menjaga kehormatanmu dan kehormatanku,
Menjaga kebeningan hatimu dan hatiku.

Cinta...

Tak mengapa saat ini qita jauh, karena kelak Allah yg akan menyatukan qita dalam ikatan sucinya..
Karena itu jauh lebih berarti,
Jauh lebih abadi,
Karena aku yakin janji Allah adalah pasti,
Wanita yg baik untuk laki-laki yg baik.

Seperti inilah ku mencintaimu dengan menjaga kesucian diri, jiwa dan hatiku hanya untuk ku persembahkan padamu kelak.

Oleh karena itu cinta...
Jaga kesucian cintamu juga hanya untukku.

Ya Rabb..
Pada-MU ku titipkan cintaku pada nya...Aamiin..

Dikirim pada 04 Maret 2012 di Cinta


Kerinduan… Tetaplah sama.. Ia bisa menyapa siapa saja, kapan saja…

Mungkin yang berbeda adalah pada objek nya, siapa yang di rindui…

Ketika jiwa mulai merindu..

Ketika canda tawa sahabat tak bisa lagi menceriakan..

Ketika ditengah ramai dengan orang-orang yang ada disekitar, hatimu tetap merasakan sebuah kesepian..

Mungkin ini saat nya dirimu perlu berdua.. dirimu memerlukan seseorang yang menjadi sahabat sejiwamu.. belahan jiwa mu… Tempat dimana jiwa mu bertepi, menyandarkan rasa yang berpelangi… Indah memang…

Namun..tak perlu engkau gusar, lalu terburu-buru memutuskan untuk menyerahkan sebuah cintamu pada seseorang.. bisa jadi engkau salah menempatkan perasaanmu… mungkin saja cintamu salah alamat..

Tetaplah jaga kemuliaanmu, tundukkan rasa dan gerak yang bisa merendahkan nilai dirimu, pertahankan agar senantiasa ‘malu’ menjadi penghiasmu…

Bukankah engkau menginginkan yang terbaik?.. Meski kadangkala yang terbaik tidak selalu seperti yang kau inginkan.. Tapi yakinlah akan janjiNya, bahwa wanita baik-baik hanya untuk laki-laki baik-baik..

Bersabar dan tetap bersahaja dalam penantianmu…meski ikhtiar tak boleh kau abaikan… Jalani sesuai ketentuan sang Pemilik kehidupanmu…

Bila telah sampai waktunya.. Detik demi detik masa ta’aruf mu akan begitu mendebarkan… Saat-saat menuju pernikahan agung itu akan begitu mengharukan…

Kau tahu mengapa??...karena itulah waktu yang tepat untuk pertama kalinya cintamu mekar dari kuncupnya…

Akan menjadi sebuah keharuan, karena luapan cinta yang merekah telah tertuju pada satu orang yang tepat…pada dia..suamimu..

Akan menjadi suatu kemuliaan, karena semua keindahan itu bernilai ibadah dan menuai pahala.. Subhanallah…

Dirimu adalah yang terpilih bagi dia yang telah dipilihkan olehNya…

Begitulah seharusnya merekahkan cintaku…cintamu…. Cinta yang terpilih…Ada berkuntum bahagia…

Cantiknya WANITA bukan dilihat dari seberapa MAHAL bedak yang dibeli.

Anggunnya WANITA bukan dilihat dari seberapa MAHAL pakaian yang dikenakan mengikuti trend.

Cantik dan Anggunnya WANITA yaitu dilihat dari pakaian yang LONGGAR, dan MENUTUP aurat dengan BENAR.

Bahwasannya Allah telah berfirman didalam QS. Al Ahzab ayat 59, dimana dalam ayat ini menjelaskan KEHARUSAN wanita memakai JILBAB, bila berada DILUAR rumah.Artinya: Hai Nabi katakanlah kepada Isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri orang mu`min. Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Sahabatku, bahwa AURATmu dan bahkan dirimu (WANITA) adalah PERHIASAN.

Allah telah berfirman didalam QS. An Nur ayat 31: Katakanlah kepada wanita yang beriman "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kai kudung kedadanya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

semoga kita bisa mengambil hikmah dalam setiap kejadian.

Dikirim pada 03 Maret 2012 di Muhasabah


Suatu yang wajar jika setiap kita menginginkan jodoh kelak di kemudian hari seorang yang sempurna di sana sini.akan tetapi apakah setiap orang akan mendapatkannya???Bagaimana agar keinginan itu tdk sekedar angan-angan saja????Bagaimana pula jika ternyata kelak realita tak seindah mimpi dan angan yang kita bayangkan...???

*JODOH ADALAH POTRET DIRI *

Ungkapan ini tdk berelebihan kiranya,krn bukankah pepatah mengatakan:barang siapa menanam dia akan memetik??? artinya dia akan menikmati hasil jerih payah yg dia usahakan demikian juga seseorang yg berusaha menjadikan dirinya baik,menjaga dirinya dr hal-halyg jelek,dan terus meningkatkan kebaikan2 diri dia akn``memanen`` jerih payahnyakalau diri kita mengingkan orang lain dalam hal ini calon jodoh kita yg baik.diapun menginginkan untk dirinya calon jodohnya yg baik pula.maka tdk pas kiranyajika kita berharap mendapat jodoh yg ``serba plus`` sementara kita membiarkan diri kita``serba minus``.

Wajib untk kita selalu ingat bahwa jika kita ingin mendapatkan jodoh yg baik jadikandiri kita baik terlebih dahulu allah swt.berfirman:``Wanita-wanita keji adalah untk laki-lakiyg keji,dan laki-laki yg keji adalah untk wanita yg keji (pula),dan wanita-wanita yg baik adalah untk laki-laki yg baik dan laki-laki yg baik adalah untk wanita-wanita yg baik(pula)``(QS.An-Nur:26).

Dalam ayat lain allah swt.berfirman:

``laki-laki yg berzinah tdk mengawini kecuali perempuan yg berzinah atau perempaun yg musyrik;dan perempaun yg berzinah tdk di kawini kecuali oleh laki-laki yg berzinah atau laki-laki ygmusyrik;dan yg demikian itu di haramkan bagi orang2 mukmin``(QS.An-Nur:3).

kalau ada yg bertanya : mengapa ada istri nabi yg durhaka,semisal istri nabi Luth dan nabiNuh...???Di sini kita tdk melihatnya dr sisi yg baik untuk yg baik ,akan tetapi kita khususnyawanita bisa mengambil pelajaran bahwa kita hendaknya bersemangat dlm beramal shaleh krn kedudukan orang2 terdekat kita semisal pasangan hidup yg shaleh tdklah menjaminkeselamatn diri kita dr azab allah.

Dan jangan lupa terkadang kita d uji dngn orang2 terdekat kita..kalau istri nabi saja bisa seprti itu,apakah tdk mungkin lg istri kita...???ketika kita menyadari hal ini,maka semestinya sejak awal kita mencari yg terbaik dngn harapan akn terus baikdan bahkan meningkat kebaikkannnya,dan tentu saja hendaknya mendorong kitauntuk menjadi lbh baik dan terus memperbaiki diri Bukankah blm tentu pasangan seseorang baik,meski dia tergolong orang yg baik...???apakah lagi jika dia tdk termasuk orang yg baik...???

*JANGAN HARAP TERIMA JADI*

Dalam segala hal,kita di tuntut untk banyak belajar .orang tua khususnya ibu,begitu susahpayah mendidik balitanya agar bisa mengenakan pakaian sendiri,mengembalikan mainanke tempatnya semula,tdk sembarangan membuang sampah,mencuci tangan sebelum n sesudah makan dan seterusnya...:baru kemudian dia bisa besenang hati melihat si kecil tumbuh menjadianak yg baik dan membanggakan.

Demikian juga seorang suami or istri,tdk bisa mengharap pasangannya menjadi istri or suamiyg semakin baik,tnp berusaha membantu pasangannya untk itu,ketika seorang laki-lakidan perempuan bertemu dalam suatu pernikahan,masing2 datang dngn kelebihan dankekurangan yg di sandangnya,kelebihan patut di syukuri,adapun kekurangan jangan di sesali.bahkan hendaknya di usahakan bersama untk menguranginya or bahkan menghilangkannyajika itu memungkinkan jika tdk khususnya apabila berkaitan dngn fisik maka memunculkankelebihan2 baru yg lbh berarti drpada mempersoalkan kekurangan yg tdk mungkin lg di perbaiki.itu setelah pernikahan sebelum pernikahan...???jangan pernah berharap calon jodoh yg sempurna.kenyataannya memang tdk ada pribadi ygsempurna yg terpenting,kedua pihak yg hendak menikah adalah pribadi yg siapdan punya motivasi berubah menjadi lebihi baik.syukur-syukur sudah punya track record yg bagus.

*AKUI KELEMAHAN DIRI SENDIRI*

Ketika melihat diri,mesti jujur kita akui bahwa kita adalah hamba yg dha`if mungkin sekali segala yg tampak setelah proses ta`aruf syar`i atau terdenger tentang seseorang yg sedangkita bidik untk di jadikan pasangan hidup adalah serba indah tak bercacat sedang apa ygdi balik itu yg tdk sampai ke mata n telinga kita,kita tdk mengetahuinya bahkan orang ygkita anggap tedekat dngn si dia pun blh jd tdk ngeh...Taruhlah si dia itu memang sprt apa yg kita lihat dan kita denger.tetapi bukankah si dia boleh jd baik bagi orang lain dan tdkbaik bagi kita...???tidakkah kita pernah mendengar ada pasangan suami-istri yg bercerai gara2lama tdk mendapat keturunan setelah masing2 menikah lagi ternyata masing2 di anugerahiketurunan lalu mesti gimana....???

Sikap yg terbaik tentu saja kita bertanya kepada yg maha mengetahui Dialah ALLAH dzat yangmaha berkuasa atas segala sesuatu ALLAH berfirman,

``.........Boleh jadi km membenci sesuatu padahal itu baik bagimu,dan boleh jadi km mencintai sesuatu padahal ia buruk bagimu,ALLAH maha mengetahui ,sedangkan kamu tdk mengetahui`` (QS.AL-Baqarah:216).

Adapaun caranya telah di ajarkan oleh Rasulullah saw.yaitu shalat istikharah lengkap dngn do`anyaSo`ingin jodoh yg baik....??? perbaiki diri,jangan menghayal yang tdk2,jangn berharap ygberlebihan ,banyak2 berdo`a,dan jangn lupa bertanya kepada yang maha tahu danmaha kuasa semoga dapat jodoh yang terbaik....!!! amin....amin

Dikirim pada 03 Maret 2012 di Muhasabah


Allah S.W.T berfirman, “Perempuan yang jahat untuk lelaki yang jahat dan lelaki yang jahat untuk perempuan yang jahat, perempuan yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk perempuan yang baik.” (an-Nur’:26)

Telah tercatat namamu untukku di Lauh Mahfuz. Juga telah tercatat namaku untukmu sejak azali lagi. Hanya Allah yang tahu, tak siapa di antara kita yang tahu..

Aku hanya menulis sebuah warkah khas untukmu yang lahir dari sudut hati ini.. Hanya untukmu.. Yang Allah telah jadikan engkau dari tulang rusukku..

Maafkan aku jika warkah ini tak sehebat yang engkau harapkan.. Aku bukanlah lelaki yang sehebat Sayidina Umar, bukan secakap Nabi Yusuf, bukan seteguh cinta kasih Adam untuk Hawa.

Aku masih tertanya-tanya siapakah dirimu yang Allah telah ciptakan sebagai peneman hidupku, pelengkap hidupku, pembimbingku, sayap kiri kepadaku, pembantu keluargaku serta ibu kepada anak-anakku nanti.

Siapakah dirimu ? Yang mana satukah dirimu ? Adakah kau sudah hadir dalam hidupku ? Adakah kau belum hadir dalam hidupku ? Adakah kita pernah bersama dan sudah berpisah ? Mungkinkah kau akan hadir kembali dalam hidupku ? Hanya Allah yang tahu.. Pengetahuan Allah meliputi seluruh alam..

Pertama sekali, aku ingin memohon maaf darimu. Mungkinkah kau akan memaafkanku ? Aku sepatutnya menjaga diriku, akhlak ku, menutup pintu aib dengan sempurna, memelihara diriku, seluruh kehormatanku hanya untukmu.

Di dunia yang tanpa sempadan ini, kadang kala aku tewas. Aku terpengaruh dengan maksiat di sekeliling.. Seringkali aku berfikir, masihkah kau akan menerima diriku yang penuh dengan dosa noda ini ? Aku pasti, semestinya kau mengharapkan seorang lelaki yang suci, yang hatinya belum di isi oleh mana-mana wanita, yang dirinya belum di sentuh oleh mana-mana wanita walaupun hujung jari.

Andainya aku dapat ulang semula waktu zaman remajaku dulu, pasti akan terpelihara segala milikku hanya untukmu.. Diriku.. bukan seindah segar yang kau harapkan. Untukku persembahkan, menghadiahkan padamu sebagai lambang sucinya cintaku padamu.

Alangkah indahnya jika kau boleh menerima diriku seadanya. Alangkah indahnya jika kau mengatakan “usah dipersoalkan keterlanjuran di masa silam.. Aku sedia menerimamu seadanya sebagai isteriku..

Kerana kita hanya insan biasa.. Aku tak pernah menyesal memilihmu” Terima kasih dan segala sujud syukur pada Ilahi yang telah membuka hatimu untukku dan menerima diriku seadanya..

Sayangku.. Kasihku.. Cintaku.. Hatiku.. Rinduku.. Kata-kata indah ini sepatutnya hanya aku ucapkan padamu. Hanya kau yang berhak, yang selayaknya menerima kata-kata cintaku, ayat-ayat cinta dariku.

Maafkan aku jika kau bukan yang pertama aku ucapkan kata-kata sebegini. Maafkan aku.. Sungguh, aku telah mudah mengucapkan kata-kataku pada orang lain yang pasti bukan milikku. Maafkan aku bakal isteriku..

Sepatutnya aku simpan semua kata-kata romantis itu hanya untukmu, hanya untuk dipersembahkan pada hari-hari selepas aku di ijab Kabul denganmu.. Kata-kata yang terlalu berharga, yang lahir dari hati yang ikhlas.

Maafkan aku lagi jika kau bukan yang pertama yang bertakhta di hati ini. Maafkan aku. Aku tak berniat nak membiarkan dia yang bukan untukku berada dalam hatiku. Ia datang tanpa dapat aku mengawalnya..

Maafkan aku kerana sudah tersalah memberi cinta pada orang lain, sedangkan cinta ini, hati ini hanya layak untukmu.. Hanya milikmu.. Maafkan aku.. Dalam perjalanan untuk bertemu denganmu, aku tergelincir di saat ingin mendaki ke puncak mahligai kita.. Aku di heret oleh sifat rakus wanita yang mengaburi mataku.

Di mana kau pada waktu itu ? Di mana kau untuk melindungiku ? Adakah kau juga turut sama membiarkan aku lalai, leka dengan syaitan yang bertopengkan manusia ? Adakah kau saja membiarkan aku begitu dan juga merasai mempergunakan aku ? Jika tidak, Di mana kau untuk mempertahankan aku dari mereka ?

Jika kau tahu, apakah tindakanmu untuk menghalang mereka dari terus mengheret aku ke lembah kemaksiatan ? Mengapa kau biarkan aku diperlakukan sebegitu, mengapa kau membiarkan seorang dari mereka menghancurkan hati ini, melukakan hati ini, mengguris hati ini, mengecewakan hati ini, mencincang hati ini tanpa belas kasihan ? Di mana kau bakal isteriku…

Aku tak mengharapkan kesempurnaan darimu. Aku tak mengharapkan paras rupa sehebat Aisyah dan seteguh Zulaikha. Aku tak mengharapkan harta bertimbun darimu, biarlah ianya semua bersederhana.

Apa yang paling penting aku harapkan ialah agamamu. Itu yang paling aku harapkan. Kelak nanti, kau yang akan membantuku, anak-anakku menuju ke Jannah. Jika kau tak mendidik keluarga kita dengan ajaran agama sebaiknya, kelak musnahlah kehidupan anak-anak kita.

Indahnya bila kita dapat beribadat bersama-sama. Solat berjemaah, Solat-solat sunat, Tahajud Cinta di Sepertiga Malam, Puasa Sunat, Membaca Al-quran, Membaca Tafsir, Menghidupkan bacaan hadith dalam rumah kita. Pasti indah bila semuanya di lakukan bersama.

Aku memerlukanmu, selama ini aku keseorangan mengamalkan semua itu. Kadangkala juga aku tidak mempunyai kekuatan untuk mengamalkan semua tu, aku lemah, ada yang aku tertinggal, aku tak istiqamah. Aku menzalimi diri aku sendiri. Jika kau bersamaku, pasti kau akan memberi semangat padaku, mengingatkanku, menasihatiku..

Maafkan aku semaaf-maafnya jika permintaanku ini sungguh keterlaluan. Salahkah aku mengimpikan rumahtangga yang di redhai Allah, di berkati Allah ? Salahkah aku ingin mengecapi manisnya iman bersamamu dan zuriat kita ? Aku mengimpikan sebuah keluarga yang bahagia, yang berlandaskan syariat, yang bersandarkan pada Ilahi. Aku tak sanggup melihat keluarga yang akan terbina nanti akan kucar-kacir..

Keluarga yang soleh bermula dari hubungan yang suci

Bagaimana nak menghasilkan sebuah keluarga yang soleh jika hubungan sebelum akad pun sudah di kotori dengan dosa noda, titik-titik hitam, debu-debu kekotoran ? Ku mengharapkan hubungan yang suci denganmu sebelum akad.

Jika kau sudah pasti, sudah mendapat petunjuk bahawa benar aku adalah untukmu, dekatilah aku dengan cara yang baik, dengan cara yang halal, dengan penuh hikmah. Aku tahu kau juga tahu apakah cara yang paling baik itu.

Aku tak ingin hubungan ini di cemari dengan benda-benda lagha. Selagi kita belum disatukan dalam ikatan yang sah, selagi itu kita tak sepatutnya bercakap melalui telefon, ber ‘sms’ , berjumpa bertentangan mata, menjeling antara satu sama lain.

Kita hamba Allah yang tak pernah terlepas dari melakukan kesilapan. Aku juga begitu. Maka, segeralah bertaubat. Lakukanlah solat sunat taubat. Aku juga begitu, sentiasa melakukan dosa. Tak siapa tahu jika kesalahan yang pernah aku lakukan lebih besar darimu. Aku sedia menerimamu. Yang lepas biarlah lepas. Asalkan kau betul-betul menginsafi diri dan berazam tidak akan melakukannya lagi. Kerana kau pelengkap diriku, aku juga pelengkap dirimu..

Aku di sini.. Aku tahu kau memerlukanku.. Dan aku juga memerlukanmu.. Aku masih menunggumu.. Sabar menanti.. Kita sama-sama memerlukan antara satu sama lain..

Itulah janji Allah S.W.T buat semua manusia seperti mana ayat diatas tadi. Seandainya kita menginginkan isteri atau suami yang baik, kita haruslah terlebih dahulu menjadi seorang yang baik. Tak mungkin seorang yang baik akan mendapatkan wanita yang tidak baik atau sebaliknya. Seandainya anda masih meragui kalimah ilahi, kalimah siapakah lagi yang tinggal untuk anda ikuti?



sumber:diarihati.com

Dikirim pada 21 Februari 2012 di Muhasabah


Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata.
Untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti.

Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati.
Untuk menyadari, betapa ia dicintai.

Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri.
Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.

Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati,
berusaha meraih yang tidak dapat diraih,
memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan,
tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada.

Manusia buta karena egois dan hanya memikirkan diri,
tidak sadar bahwa ia begitu dicintai,
tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik,
selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.

Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan,
karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri.

Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata
ada teman yang sejati.

Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah,
ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang,
selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan.

Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan
nomor satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain,
dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.

Kebahagiaan bersumber dari dalam diri kita sendiri.
Jikalau berharap dari orang lain, maka bersiaplah
untuk ditinggalkan, bersiaplah untuk dikhianati.

Kita akan bahagia bila kita bisa menerima diri apa
adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau
mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.

Percayalah kepada Allah, dan bersyukurlah kepada-Nya,
bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha
kita, tak perlu berkeras hati.

Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita
butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari.

Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu
banyak orang.

Dikirim pada 21 Februari 2012 di Muhasabah


“Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sholat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al Muzzamil:1-4)

Firman Allah Subhanahu wa ta’alaa di atas telah memerintahkan dengan jelas kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tengah tidur untuk melakukan sholat malam atau sholat tahajud. Dan perintah yang diberikan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut bukanlah perintah yang dikhususkan hanya kepada beliau saja, melainkan juga kepada seluruh umat beliau. Namun pada kenyataannya, betapa sedikit sekali umat muslim yang dapat berdiri dan mengistiqomahkan sholat tahajud ini.

Dari Jabir ra, ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda, “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Sholat tahajud merupakan salah satu bentuk komunikasi dengan Allah Subhanahu wa ta’alaa yang paling efektif. Karena sholat tahajud dilakukan manakala kebanyakan makhluk Allah Subhanahu wa ta’alaa sedang tertidur lelap. Masa yang penuh dengan kesunyian dan ketenangan akan membantu kita untuk lebih khusyuk bermunajat kepada Allah.

Seorang muslim yang senantiasa mendawamkan sholat tahajud, insya Allah akan selalu dicintai oleh Allah swt. Barang siapa mendawamkan sholat tahajud maka Allah Subhanahu wa ta’alaa akan menjaminnya dengan kehidupan di syurga kelak.

Dari Abdullah bin Salam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, dan sholat malamlah pada waktu orang-orang tidur, kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Imam Tirmidzi)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda yang artinya,“Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR. Ahmad)

Allah Subhanahu wa ta’alaa akan senantiasa memberikan kemuliaan kepada umatnya yang khusyuk dan kontinyu dalam mengamalkan sholat sunnah tahajud. Dari Sahal bin Sa’ad ra., ia berkata, “Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah saw lalu berkata, ‘Wahai Muhamad, hiduplah sebebas-bebasnya, akhirnya pun kamu akan mati. Berbuatlah semaumu, pasti akan dapat balasan. Cintailah orang yang engkau mau, pasti kamu akan berpisah. Kemuliaan orang mukmin dapat diraih dengan melakukan shalat malam, dan harga dirinya dapat ditemukan dengan tidak minta tolong orang lain.’”

Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seluruh manusia dikumpulkan di tanah lapang pada hari kiamat. Tiba-tiba ada panggilan dikumandangkan dimana orang yang meninggalkan tempat tidurnya, maka berdirilah mereka jumlahnya sangat sedikit, lalu masuk surga tanpa hisab. Baru kemudiaan seluruh manusia diperintah untuk diperiksa.”

Setelah melihat hebatnya kedudukan dan keutamaan mendawamkan sholat tahajud di atas, maka sudah sepatutnyalah bagi kita semua untuk senantiasa berlomba-lomba mendapatkan fadhilah dari sholat tahjud tersebut.

Berikut kami sekelumit suguhkan tips yang insya Allah akan membantu kita agar lebih mudah untuk bangun di sepertiga malam dan melaksanakan sholat sunnah tahajud.

1. Biasakan tidur di awal waktu, jangan bergadang untuk hal-hal yang tidak penting, yang akhirnya hanya akan membuat mata kita terlampau lelah dan mengantuk untuk bangun di sepertiga malam.

2. Bersungguh-sungguh mengamalkan adab-adab sebelum tidur. Biasakan berwudhu, sholat sunnah, berdzikir dan berdoa sebelum tidur. Jangan tidur dalam keadaan berhadats (terutama hadats besar), karena hal ini akan menimbulkan kemalasan di waktu bangun malam.

3. Janganlah paranoid dan menganggap bahwa bangun di sepertiga malam untuk melakukan sholat tahajud itu sebagai pekerjaan yang berat. Karena pemikiran semacam itu akan berpengaruh pada niat dan kekuatan kita untuk merealisasikan niat tersebut (dapat melemahkan niat dan tekad untuk melakukan sholat tahajud).

4. Senantiasa menjaga keikhlasan ketika berniat untuk bangun malam dan melakukan sholat tahjud. Dengan niat yang ikhlas, insya Allah akan meringankan pekerjaan yang semula tampak berat.

5. Cobalah untuk mengenali dan menyesuaikan waktu tidur masing-masing. Bila kita telah tahu berapakah standar waktu tidur kita masing-masing, maka kita akan dapat menentukan jam berapakah kita harus mulai tidur, sehingga kita akan bangun tepat di sepertiga malam. Jika memang ada tugas yang harus diselesaikan dan dibawa pada hari esok, lebih baik dikerjakan selepas melaksanakan sholat tahajud, jangan dikerjakan pada waktu malam (sebelum tidur) yang memakan waktu hingga larut malam dan akhirnya akan membuat kita tidak dapat bangun di sepertiga malam (kesiangan).

6. Jika memang memungkinkan, jangan lupa untuk melakukan tidur siang. Dengan tidur siang, insya Allah akan membuat kita lebih kuat untuk bangun di sepertiga malam dan melakukan sholat sunnah tahajud.

7. Jangan lupa untuk senantiasa memasang alarm, dan letakkan alarm tersebut di tempat yang jauh dari jangkauan tangan namun tetap dapat terdengar dengan jelas (keras) oleh telinga. Dengan demikian, mau atau tidak mau kita akan bangkit dari tempat tidur untuk mematikannya manakala alarm tersebut berbunyi.

8. Anda juga dapat menggunakan program tahajud missedcalldengan teman-teman anda. Buatlah jadwal berkelanjutan yang telah disepakati bersama untuk mengatur siapa-siapa yang mendapatkan jatah untuk membangunkan.

9. Programlah aktivitas siang hari anda dengan seefisien dan seefektif mungkin, sehingga anda tidak terlalu kelelahan untuk bangun di sepertiga malam untuk melakukan sholat tahajud. Hindari kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu penting, yang akan menguras stamina anda.

10. Tanamkanlah kesadaran bahwa anda memiliki kebutuhan jasmani dan ruhani yang harus anda penuhi keduanya dengan seimbang, tidak berat sebelah.

11. Motivasi diri anda untuk bangun malam dengan cara mempelajari dan mengingat betapa besar keutamaan-keutamaan yang terdapat di dalam sholat tahajud.

12. Tanamkan rasa rindu untuk senantiasa bernunajat dan berkhalwat dengan Allah Subhanahu wa ta’alaa.

13. Hindari maksiat. Karena, maksiat adalah sumber lemahnya kadar iman dan ibadah kita kepada Allah Subhanahu wa ta’alaa. Dalam hal ini Sufyan Ats-Tsauri telah menuturkan pengalamannya, “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan.”.

14. Janganlah makan malam terlampau kenyang, karena perut yang kenyang akan memberikan efek mengantuk dan malas.

15. Jika anda telah berkeluarga, anda dapat membuat kesepakatan dengan anak dan isteri berupa program sholat tahajud berjamaah, misalnya setiap tiga kali dalam sepekan keluarga wajib melakukan sholat tahajud secara berjamaah.

16. Jangan lupa untuk senantiasa berdoa dan memohon kepada Allah Subhanahu wa ta’alaa agar diberikan kemudahan untuk bangun malam dan melakukan sholat tahajud dengan ikhlas dan khusyuk.

17. Untuk memantapkan kedisiplinan diri, anda pun dapat melakukan program “self-punishment” bagi diri anda sendiri, manakala kesiangan atau lupa tidak melaksanakan sholat tahajud. Tentunya, “self-punishment” ini haruslah bersifat mendidik dan tidak terlalu keras. Ketika lupa atau kesiangan sehingga tidak melakukan sholat tahajud, maka anda dapat menghukum diri anda misalnya harus membaca Al Quran sebanyak 2 juz di hari esoknya. 2 juz tersebut dapat anda baca per lima lembar setiap setelah melakukan sholat fardhu.

Demikianlah artikel sederhana mengenai keutamaan sholat tahajud dan tips mempermudah bangun malam untuk melakukan sholat tahajud ini.

Perlu diketahui, bahwa tips dan keutamaan sholat tahajud dalam artikel ini bukanlah bukanlah sebuah harga mati. Karena sesungguhnya, masih sangat banyak lagi keutamaan-keutamaan yang terkandung di dalam sholat sunnah tahajud ini. Dan tentunya masih sangat banyak pula tips-tips yang dapat digunakan untuk memudahkan kita agar dapat bangun malam dan melakukan sholat sunnah tahajud.

Rasulullah saw telah bersabda di dalam haditsnya yang artinya,“Sesungguhnya amal perbuatan itu harus dengan niat, dan setiap orang itu tergantung pada niatnya.” (Muttafaq Alaih)

Untuk itulah mari kita kuatkan dan luruskan niat kita untuk senantiasa menegakkan dan mendawamkan sholat tahajud dengan ikhlas agar kita mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah Subhanahu wa ta’alaa. Amin

Sumber: ceritateladan.com

Dikirim pada 21 Februari 2012 di Hukum
21 Feb


Aku hadiahkan nasehat ini utk saudara2ku yg menjunjung tinggi
kehormatan, memelihara nilai2 kesucian,dan
senantiasa menjaga keteladanan nabiNya...

~ Jangan kau tambah
kesedihanmu dg diam dan menangis. Obatilah dgn byk mengingatNya baek diwaktu luang maupun sdg sibuk.
Membaca Alquran lbh baik dri menangis tersedu2

~ Senyummu kpd saudaramu adlh
sedekah. Maka tersenyumlah
saudariku,
agar hari2mu
penuh cinta
dan harapan

Dan terimakasih utk senyumanmu yg cantik, yg mengirimkan cinta
dan mengutus kasih
syang bagi orang laen.

~ Bicaralah yg baek2 saja, atau jika tidak bisa maka diamlah.

Maka bicaralah dgn doa dan nasehat baek.

~ Katakan TIDAK..,bagi sikap yg selalu mengingat musibah masalalu dan melupakan bekal
akherat.

Selamat Berbahagia..
Untukmu yg mendirikan
sholat, yg berpuasa dg taat dan khusuk, yg menutup aurat, berwibawa,
dan memiliki sikap
istiqomah yg teguh.

Semoga engkau menjadi wanita paling bahagia di dunia.

~SenyuM~

Dikirim pada 21 Februari 2012 di Cinta


1. CINTA

Hiduplah dengan cinta. Mencintai hidup, mencintai sesama dan seluruh alam semesta akan membuat kita terasa lebih hangat dan indah luar biasa.

2. RESPECT
Memberi dan menerima, sudah menjadi hal yang semestinya kita lakukan dalam kehidupan. Salah satunya memberikan rasa hormat kita pada orang lain. Membuat orang senang itu menyenangkan, let’s get do it.

3. BERSYUKUR
Tak ada yang lebih indah daripada kata hidup. Berterima kasihlah bahwa Tuhan telah memberikan hidup pada kita. Mari jadikan hidup penuh syukur.

4. BAHAGIA
Kata orang, bahagia itu relatif, tapi punya tanda minimal, yakni senyum. Orang yang berbahagia selalu menunjukkan senyumnya yang paling manis. Bukankah senyum pada saudara adalah ibadah.

5. FORGIVENEES
Banyak orang stress gara-gara tak bisa memaafkan dirinya sendiri dan orang lain. Hidupnya penuh dengan kemarahan, yang akhirnya membuat ia tertekan. Padahal jadi seorang pemaaf lebih menyenangkan.

6. BERBAGI
Salah satu cara membuat hidup itu tidak sepi adalah dengan berbagi. Berbagi apa saja, curhat sama teman, berbagi kasih sayang dengan anak yatim atau yang lainnya.

7. KEJUJURAN
Hidup tanpa kejujuran seperti nelayan yang selalu menambal jala sebelum terjun ke laut. Jujur mampu membuat hidup kita lebih ringan, tak ada beban untuk menutupi kebohongan yang kita lakukan.

8. KETULUSAN
Jika kejujuran membuat hidup kita lebih ringan, ketulusan membuat hidup kita lebih mantap.

9. KEPEKAAN
Suatu keajaiban yang diberikan Tuhan pada kita adalah hati. Dengan hati, kita bisa merasakan sedih dan senang, bisa memilih kebenaran. Tinggal kita menjaga hati yang tetap peka

10. KEDAMAIAN
Kedamaian adalah anugerah yang sangat mahal

**Jika suatu kebenaran dinyatakan dalam hidup kita, maka suatu saat nanti kita akan diuji apakah kita masih akan tetap tinggal dalam kebenaran itu atau tidak

>Berfikir secara rasional tanpa dipengaruhi oleh naluri atau emosi merupakan satu cara menyelesaikan masalah yg paling berkesan”

>Akal itu menteri yang menasihati, Hati itu ialah raja yang menentukan, Harta itu satu tamu yang
akan berangkat, Kesenangan itu satu masa yang ditinggalkan”.

>“Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak boleh mencari sahabat dan orang yang lebih lemah
dari itu ialah orang yang mensia-siakan sahabat yg telah dicari”

>Kecemerlangan adalah hasil daripada sikap yang ingin sentiasa melakukan yang terbaik.”

>Jadikan sebagai aturan hidup untuk melakukan yang terbaik dalam apa jua yang dilakukan, pasti
akan menghasil kecemerlangan.”

Dikirim pada 18 Februari 2012 di Motivasi


Hari yang cerah bukan ditandai dengan matahari yang bersinar terang atau udara yang sejuk, melainkan dari hati dan pikiran yang segar.
Kecerahan suatu hari dimulai dari diri anda sendiri.
Kita tahu bahwa sesuatu yang dimulai dengan baik merupakan separuh dari pencapaian tujuan.
Karena itu, memulai aktivitas hari ini dengan kecerahan suasana adalah modal besar untuk menyelesaikan hari dengan baik pula.
Bagaimana memulai hari dengan cerah sangat dipengaruhi oleh pola hidup kita.

Berikut beberapa tips ringan agar kita bisa memulai hari dengan cerah.

1-- Mulailah dari malam hari.
Kita tak bisa berharap bangun dengan segar jika di malam harinya tak cukup tidur nyenyak. Hari esok yang cerah dimulai dari malam ini. Bila anda masih mempunyai masalah, yakinlah masih ada waktu esok untuk menyelesaikannya lebih baik lagi. Malam ini, beristirahatlah sebaik-baiknya.

2-- Bangun pagi lebih pagi.
Bangunlah lebih pagi daripada terbitnya matahari. Jumpai keheningan dan kesunyian. Pagi buta adalah saat yang tepat untuk menemukan sisi damai dalam diri anda.

3-- Damaikan pikiran dan tentramkan jiwa
Jangan terburu melakukan aktivitas. Resapi saja suasana pagi yang damai ini. Berdoa,sampaikan syukur atas hidup yang masih diberikan pada kita dan bersaat teduh.

4-- Segarkan tubuh.
Minum air. Hirup aroma tea atau kopi yang menyegarkan. Berjalan-jalanlah keluar. Pompa udara banyak-banyak ke dalam paru-paru. Lakukan olahraga ringan, Mandi dengan air segar. Bersihkan tubuh baik-baik. Tetaplah mengingat janji anda tadi pagi untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi semesta hari ini.

5--Dapatkan sarapan secukupnya.
Isi perut anda secukupnya. Sarapan yang baik adalah modal untuk kebugaran tubuh anda sepanjang hari. Jangan asal kenyang, namun cukupkan kebutuhan energi dan gizi.

6-- Sapalah orang-orang yang anda jumpai.
Terbarkan senyum. Tak peduli apakah matahari bersinar cerah atau mendung menggayut, sapalah orang-orang yang anda jumpai. Tanyakan kabar mereka, maka jangan terkejut jika mereka pun akan membalas senyum anda.

7-- Jangan mengeluh
Apa pun yang terjadi, entah itu hari hujan, jalanan macet, kereta datang terlambat, kendaraan mogok, atau apa pun yang terjadi, terimalah semua itu apa adanya.


Langkah-langkah untuk mengembangkan hati yang gembira untuk menghasilkan kesehatan yang baik dan jauh dari penyakit :
1. Mengampuni
2. Mengendalikan lidah
3. Bersahabatlah dengan orang-orang yang positif
4. Berilah makanan yang sehat ke dalam pikiran anda
5. Kehidupan berohani yang akan mengubah kehidupan anda

Dikirim pada 18 Februari 2012 di Motivasi


Segala puji hanya milik Allah, kita selalu memujiNya dikala senang maupun susah. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah -yang pernah mengalami sakit dan tertimpa cobaan- , kepada keluarga dan sahabat beliau yang penyabar lagi ridha terhadap taqdir Allah.



Pada zaman ini berbagai penyakit semakin menyebar dan banyak macamnya. Bahkan beberapa penyakit tidak bisa ditangani oleh dokter dan belum ditemukan obatnya, seperti kanker dan semisalnya, meskipun sebenarnya obat penyakit tersebut ada. Allah tidak menciptakan suatu penyakit, melainkan ada obatnya. Namun obat tersebut belum diketahui, karena suatu hikmah tertentu yang dikehendaki oleh Allah.



Mungkin penyebab utama banyaknya penyakit adalah banyaknya kemaksiatan dan dilakukan dengan terang-terangan tanpa malu. Kemaksiatan yang menyebar ditengah masyarakat dapat membinasakan mereka. Allah berfirman yang artinya,



"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri" (Surat Asy Sura 30)



Diantara hikmah penyakit yang diderita seorang hamba adalah sebagai ujian dari Allah kepadanya, dunia adalah tempat berseminya berbagai musibah, kesedihan, kepedihan dan penyakit.



Ketika saya melihat orang sakit bergulat dengan rasa sakitnya dan menyaksikan orang yang membutuhkan pertolongan dengan menahan rasa perihnya, mereka telah melakukan berbagai macam ikhtiar namun mereka melewatkan sebab penyembuhan yang hakekatnya dari Allah. Maka saya tergerak menulis untuk semua orang yang sedang sakit, agar rasa duka dan sedihnya lenyap, dan penyakitnya dapat terobati.



Wahai anda yang sedang sakit menahan lara, yang sedang gelisah menanggung duka , yang tertimpa musibah dan bala, Semoga keselamatan selalu tercurah kepadamu, sebanyak kesedihan yang menimpamu, sebanyak duka nestapa yang kau rasakan.



Penyakitmu telah memutuskan hubunganmu dengan manusia, menggantikan kesehatanmu dengan penderitaan. Orang lain tertawa sedang engkau menangis. Sakitmu tidak kunjung reda, tidurmu tidak nyenyak, engkau berharap kesembuhan walau harus membayar dengan semua yang engkau punya.



Saudaraku yang sedang sakit! Saya tidak ingin memperparah lukamu, namun saya akan memberimu obat mujarab dan membuatmu terlepas dari derita yang bertahun tahun. Obat ini didapat dari sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam,



"Obatilah orang yang sakit diantara kalian dengan sedekah"(Dihasankan oleh syaikh Albani dalam Shahihul Jami`)



Benar saudaraku, obatnya adalah sedekah dengan niat mencari kesembuhan. Mungkin engkau telah banyak sedekah, namun tidak engkau niatkan agar Allah menyembuhkanmu dari penyakit yang engkau derita. Cobalah sekarang dan hendaknya engkau yakin bahwasanya Allah akan menyembuhkanmu.



Berilah makan orang fakir, atau tanggunglah beban anak yatim, atau wakafkanlah hartamu, atau keluarkanlah sedekah jariahmu. Sungguh sedekah dapat menghilangkan penyakit dan kesulitan, musibah atau cobaan. Mereka dari golongan Allah yang diberi taufik oleh Allah telah mencoba resep ini. Akhirnya mereka mendapatkan obat ruhiyah yang lebih mujarab dari obat jasmani.



Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga mengobati dengan obat ruhiyah sekaligus obat ilahiyah. Para salafush shalih juga mengeluarkan sedekah yang sepadan dengan penyakit dan musibah yang menimpa mereka. Mereka mengeluarkan harta mereka yang paling mereka cintai. Jangan kikir untuk dirimu sendiri, jika engkau memang memiliki harta dan kemudahan. Inilah kesempatannya telah datang..!!



Dikisahkan bahwa Abdullah bin Mubarak pernah ditanya oleh seorang laki-laki tentang penyakit yang menimpa lututnya semenjak tujuh tahun. Ia telah mengobati lututnya dengan berbagai macam obat. Ia telah bertanya pada para tabib, namun tidak menghasilkan apa-apa. Ibnul Mubarak pun berkata kepadanya, "Pergilah dan galilah sumur, karena manusia sedang membutuhkan air. Saya berharap akan ada mata air dalam sumur yang engkau gali dan dapat menyembuhkan sakit di lututmu. Laki-laki itu lalu menggali sumur dan ia pun sembuh".. (Kisah ini terdapat dalam Shahihut Targhib).



Seorang laki-laki pernah ditimpa penyakit kanker. Ia lalu mencari obat keliling dunia, namun ia tidak mendapatkannya. Ia kemudian bersedekah pada seorang janda yang memiliki anak-anak yatim dan Allah pun menyembuhkannya.



Kisah lain, orang yang mengalami kisah ini menceritakan kepadaku, ia berkisah, "Anak perempuan saya yang masih kecil tertimpa penyakit di tenggorokannya. Saya membawanya ke beberapa rumah sakit. Saya menceritakan penyakitnya kepada banyak dokter, namun tidak ada hasilnya. Dia belum juga sembuh, bahkan sakitnya tambah parah. Hampir saja saya ikut jatuh sakit karena sakit anak perempuan saya yang mengundang iba semua keluarga.



Akhirnya dokter memberinya suntikan untuk mengurangi rasa sakit, hingga kami putus asa dari semuanya kecuali dari rahmat Allah. Hal itu berlangsung sampai datangnya sebuah harapan dan dibukanya pintu kelapangan. Seorang shalih menghubungi saya dan menyampaikan sebuah hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, "Obatilah orang sakit diantara kalian dengan sedekah" (Dihasankan oleh Albani dalam Shahihul Jami`) Saya berkata, "Saya telah banyak bersedekah". Ia pun menjawab, "Bersedekahlah kali ini dengan niat untuk kesembuhan anak perempuanmu". Sayapun mengeluarkan sedekah sekedarnya untuk seorang fakir, namun tidak ada perubahan.



Saya kemudian mengabarinya dan ia berkata, "Engkau adalah seorang yang banyak mendapatkan nikmat dan karunia dari Allah, hendaknya engkau bersedekah sebanding dengan banyaknya hartamu".



Sayapun pergi pada kesempatan kedua, saya penuhi isi mobil saya dengan beras, ayam dan bahan-bahan sembako dan makanan lainnya dengan menghabiskan uang yang cukup banyak.



Saya lalu membagikannya kepada orang-orang yang membutuhkan dan mereka senang dengan sedekah saya.



Demi Allah saya tidak pernah menyangka bahwa setelah saya mengeluarkan sedekah itu anak saya tidak perlu disuntik lagi, anak saya sembuh total walhamdulillah. Saya yakin bahwa faktor (yang menjadi sebab) paling besar yang dapat menyembuhkan penyakit adalah sedekah. Sekarang sudah berlalu tiga tahun, ia tidak merasakan penyakit apapun. Semenjak itu saya banyak mengeluarkan sedekah khususnya berupa wakaf. Setiap saat saya merasakan hidup penuh kenikmatan, keberkahan, dan sehat sejahtera baik pada diri pribadi maupun keluarga saya.



Saya mewasiatkan kepada semua orang sakit agar bersedekah dengan harta mereka yang paling mereka cintai, dan mengeluarkan sedekah terus menerus, niscaya Allah akan menyembuhkannya walaupun hanya sebagian penyakit. Saya yakin kepada Allah dengan apa yang saya ceritakan. Sungguh Allah tidak melalaikan balasan untuk orang yang berbuat baik.



Kisah