0


Semangat dalam menjalani kehidupan dengan ikhlas.
Semangat menghadapi ujian dengan sabar.
Semangat bertahan pada kebenaran.
Semangat dalam berlomba-lomba berbuat kebaikan.
Dan semangat dalam memperbaiki diri.

Hari ini hadir setelah hari kemarin.
Dan hari kemarin tak akan pernah kembali.
Sedetik yang berlalu tak akan pernah kita temui lagi.
Sebab waktu hanya milik Allah.
Kita tak dapat menarik mundur ataupun maju.
Yang dapat kita lakukan adalah evaluasi diri
Dan berupaya untuk menjadi lebih baik.

Menjadi lebih baik adalah sebuah keinginan setiap kita.
Tentu tidak ada orang yang ingin menjadi lebih buruk.
Menjadi lebih baik secara integratif itulah yang semestinya.
Walau faktanya tak mudah untuk menjadi lebih baik.

Sahabat sekalian yang baik hati.
Waktu adalah kesempatan yang Allah berikan untuk kita.
Untuk meraih kebaikan dan menjadi lebih baik.
Baik secara fisik maupun mental.
Baik secara lahir dan batin.
Baik secara aqidah dan ibadah.
Baik dunia maupun akhirat.

Apalah arti kebaikan duniawi bila itu hanya akan menghancurkan akhirat kita.
Apalah arti kebaikan fana bila itu hanya akan mengabaikan pahala surga.

Sebagaimana Allah ingatkan kita dalam firman-Nya:
"Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)." (QS. Al-Baqarah : 281)

Semoga Allah jadikan hari ini membawa kita pada keikhlasan dan kesabaran yang lebih baik.. Aamiin..

Dikirim pada 12 Februari 2014 di Motivasi


Makna kalimat "Berlomba-lombalah dalam kebaikan"
Dari kalimat tersebut diatas, mengapa tidak menggunakan berkompetisi atau bertandinglah dalam kebaikan. Allah menurunkan wahyu , menurunkan ayat - ayatnya dengan maksud dan tujuan tertentu . Serta perlu memahami menggunakan akal & ilmu kita, serta kita harus melihat keadaan sekitar lingkungan kita agar mengetahui maksud dan makna kalimat yang terkandung di dalam ayat - ayat-Nya. Allah memerintahkan agar kita selalu mempergunakan,pemikiran, ilmu serta akal kita di dalam memahami semua perintah yang tertera di dalam kitab - Nya karena makna yang terkandung sangat luas dan dalam.
“Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang TIDAK MAU mempergunakan AKAL.” (QS. Al-Maa’idah, surat 5, ayat 58)
“Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya). Maka apakah mereka tidak MEMIKIRKAN?“ (QS. Yaasiin, surat 36, ayat 68)
Musa berkata: “Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu MEMPERGUNAKAN AKAL;.” (QS. Asy-Syu’araa’, surat 26, ayat 28)
“Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang BERFIKIR.” (QS. Ar-Ra’d, surat 13, ayat 4)
“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu MEMAHAMINYA.” (QS. Yusuf, surat 12, ayat 2)
“Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu MEMAHAMINYA(nya).” (QS. Az-Zukhruf, surat 43, ayat 3)
Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau MEMIKIRKAN (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al-Mulk, surat 67, ayat 10)
Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya yang ia menghadap kepadanya. Maka BERLOMBA -LOMBALAH didalam kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian . Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(Qs.2:148)
...maka BERLOMBA-LOMBAlah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,(Qs.5:48)
BERLOMBA -LOMBALAH kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.(Qs.57:21)
...dan untuk yang demikian itu hendaknya orang BERLOMBA-LOMBA.(Qs.83:26)
Makna kalimat berlomba-lomba lah dalam kebaikan yaitu apabila ada orang lain berbuat baik kepada siapa pun , maka kita harus berbuat lebih baik kepada siapapun ,tanpa harus melukai orang lain dan merugikan orang lain atau bahkan menghalalkan segala cara agar kita dapat dianggap lebih baik dari orang tersebut .
Tetapi berbeda makna apabila menggunakan kata "berkompetisilah" atau bahkan "bertandinglah" . Apabila telah menggunakan kalimat tersebut , makna yang terkandung berbeda .
Berkompetisi & bertanding merupakan hal yang sering kita dengar, pasti ada orang yang kalah , ada seseorang yang menggunakan berbagai macam cara agar menang di dalam pertandingan atau kompetisi . Dan pasti salah satu diantara orang yang berkompetisi ada yang jatuh atau dirugikan.
Saudaraku ..
Manusia tak lepas dari sebuah dosa.
Dimanapun kita berada pasti kita sering melakukan dosa setiap harinya ,entah kita sadari atau tidak.
Apabila kita ingin berbuat baik kepada orang lain.
Terkadang kita salah mengerti dengan keadaan orang tersebut sehingga terjadi salah paham diantara sesama.
Dimanapun kaki ini menginjak dan dimanapun nafas ini masih menghembus, jalankanlah perintah berlomba-lombalah dalam kebaikan sesuai dengan maksud yang ada.
Berikanlah yang terbaik untuk sesama & pahami bagaimana keadaannya terlebih dahulu agar kita terhindar dari rasa kesalahpahaman antar sesama serta tidak ada yang dirugikan atas semua tindakan baik kita.
Semoga bermanfaat.. aamiin.. :)

Dikirim pada 21 Juli 2013 di Motivasi


Ketika kesendirian merajam hati…
Termangu…
dan ku terjebak dalam Suramnya dunia…
Keheningan kini seakan setia temani ku kembali…
Duhai engkau hati…
Bersabarlah…
“Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin: yaitu jika mendapat kebahagiaan ia bersyukur karena itu yang terbaik baginya, jika tertimpah musibah ia pun bersyukur karena itu yang terbaik baginya.” [HR.Muslim]
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” [Al-Baqarah: 153].
Disaat yang tepat dia pun datang…
Datang membawa berjuta keanggunan Ciptaan-MU…
Memberi terang disaat ku butuhkan cahaya…
Saat senyum,,, canda dan tawa menghangatkan kalbu…
Sungguh indah duniaku saat itu…
Saat ku perjuangkan cintaku…
Bersamamu…
Namun inilah perjalanan hidup yang harus ku lalui…
Cobaan demi cobaan begitu deras bagai hujan…
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” [ al-baqarah 286]
Karena ini jalan yang KAU beri… dan aku tidak membencinya….
“jika kejahatan dibalas dengan kejahatan, maka itu adalah dendam…,jika kebaikan dibalas dengan kebaikan itu adalah perkara biasa…, jika kebaikan dibalas kejahatan itu adalah zalim…, tapi jika kejahatan dibalas dengan kebaikan, itu adalah mulia dan terpuji.”
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” [ al-baqarah 216]
Ya Allah ku pasrahkan semua ini pada-MU…
Karena ENGKAU yang maha membolak-balikkan hati kami…
“Cukup Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. DIA mengetahui apa yang dilangit dan dibumi.” [ al-ankabut 52]
Maka janganlah kamu berputus asa…
Karena sabar adalah kemenangan…

Dikirim pada 23 Juni 2013 di Motivasi


Di suatu ballroom mewah sekelompok pemuda dengan senyum yang sumringah, ditemani orang terdekat seperti orang tua, keluarga dan kekasih menambah kebahagiaan para pemuda tersebut. Kelompok pemuda tersebut adalah para wisudawan yang baru saja mendapatkan gelar sarjana.

Di tempat yang lain terlihat baju- baju seragam yang kini memiliki warna-warni dari pilok. Siswa – siswi SMA yang telah merampungkan jenjang pendidikan di tingkat menengah mengekspresikan kebahagian mereka atas kesuksesan yang telah mereka raih .

Itulah bentuk kesuksesan dari perspektif dua kelompok yang berbeda, jangankan kelompok besar setiap individu memaknai kesuksesan yang berbeda-beda, namun apa hakikat kesuksesan sesungguhnya?

Sukses menurut kamus bahasa Indonesia adalah berhasil dan beruntung .

Menurut definisi di atas bahwa yang disebut orang sukses itu adalah orang yang berhasil dan beruntung.

Kesuksesan yang hakiki

Keberhasilan dan keberuntungan yang sebenarnya adalah tatkala seorang manusia bisa mendapatkan suatu kenikmatan yang sifatnya kekal nan abadi ,bukan hanya kenikmatan yang sifatnya semu dan fana(sementara ).

Berbicara tentang kesuksesan yang hakiki dalam AL Quran Allah subhanahu wa ta’ala telah memberitahukan kepada hambaNya apakah hakekat kesuksesan yang hakiki tersebut .

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

كل نفس ذائقة الموت وإنما توفون أجوركم يوم القيامة فمن زحزح عن النار وأدخل الجنة فقد فاز وما الحياة الدنيا إلا متاع الغرور

Artinya :”setiap yang bernyawa akan merasakan mati .dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu .barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga ,dia sungguh telah mendapatkan kemenangan ,kehidupan dunia adalah kesenangan yang memperdaya.” (QS.Ali Imran : 185)

Ayat diatas menjelaskan kepada kita bahwa setiap yang bernyawa pastilah akan merasakan kematian ,kemudian sampailah manusia pada marhalah dimana amalan – amalan selama didunia akan dihisab dan di adili.

فمن زحزح عن النار وأدخل الجنة فقد فاز

“Barang siapa yang terhindar dan selamat dari api neraka dan di masukkan kedalam syurga maka ia telah mendapatkan kemenangan dan kesuksesan yang sebenarnya” .

Dalam penutup ayat ini disebutkan nilai dunia yang sifatnya hanya sementara lagi memperdaya.

“Kehidupan dunia adalah kesenangan yang memperdaya” Yaitu, Perendahan, celaan terhadap dunia yang sifatnya tidak kekal, sedikit,dan akan hilang.

Inilah hakekat kesuksesan yang hakiki, kenikmatan yang kekal nan abadi ,dan pasti setiap individu akan sentiasa merindui .dan pastilah ,untuk menuju kepadanya kita harus mengetahui jalan yang harus di titi.Wallohu a’lam.

Dikirim pada 20 Juni 2013 di Motivasi
Awal « 1 2 3 » Akhir
Profile

Aku hanyalah orang biasa,. sederhana dan apa adanya,. More About me

Page



    Flag Counter
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 4.123.199 kali


connect with ABATASA