0


Ukhty : "Jangan jadikan aku sebagai makmummu."
Akhy : "Tidak! Aku sudah berketetapan hati menjadikan Ukhty sebagai makmumku."
Ukhty : "Tidakkah engkau tahu, dulu aku banyak dipeluk Lelaki lain?"
Akhy : "Aku tidak peduli. Akulah lelaki terakhir yang akan memelukmu dengan penuh kasih sayang."
Ukhty : "Kamu adalah bukan cinta pertamaku."
Akhy : "Akan aku jadikan engkau cinta terakhirku."
Ukhty : "
Ketahuilah sudah banyak lelaki yang pernah menyentuh tubuhku."
Akhy : "Aku juga tak peduli. Karena yang aku inginkan adalah untuk menyentuh hatimu."

Ukhty : "Banyak juga lelaki yang menganggapku sebagai pelacur."
Akhy : "Tapi aku menganggapmu wanita yang baik. Dan akan membawamu menjadi makmum yang terbaik."

Ukhty : "Aku adalah wanita tak pantas untuk dicintai lelaki sebaik dirimu!! Aku juga tak cantik seperti mereka!!" ucapnya sambil terisak berurai air mata.

Akhy itu menatap matanya dalam-dalam, sambil tersenyum ia berkata :

"Aku bukanlah Lelaki yang mencintai kecantikanmu, tapi yang aku cintai adalah hatimu. Semata-mata karena Allah SWT."

Dikirim pada 02 Desember 2012 di Cinta


Aku begitu kagum akan kesopananmu dalam bertutur kata,
Bukan kagum pada kepintaranmu dalam merangkai berkata-kata.

Aku begitu terpesona akan keindahan budi pekertimu dalam pergaulan,
Bukan terpesona pada kecantikan dan keelokan paras rupamu.

Aku begitu tertarik akan keteguhanmu dalam menjaga dan menutupi auratmu,
Bukan tertarik pada bagus dan mahalnya pakaian yang dikenakanmu.

Aku begitu terpana akan kesederhanaan yang ada dalam setiap penampilan keseharianmu,
Bukan terpana pada kekayaan yang ada padamu.

Jika aku bertandang jarang kita berpandang,
Jika aku bertemu pantang aku merayu,

Andai saja dibolehkan,
Andai saja diijinkan,
Andai saja ditakdirkan,

Betapa inginnya aku selalu menjagamu,
Betapa inginnya aku selalu melindungimu,
Betapa inginnya aku selalu memuliakanmu,
Betapa inginnya aku memilikimu.
Dan betapa inginnya aku menjadikanmu pendamping hidupku.

Kan kupinta kepada-Nya,
Kan kumohon dalam sujudku,
Kan kuharap dalam setiap doaku,

Semoga kita dipertemukan dalam sebuah ikatan mulia,
Bersama merajut dalam sebuah pelaminan asmara.
Merenda senyum dan tawa,
Dalam suka,
Dalam duka.

Untuk saling menyempurnakan ibadah kita,
Untuk mengharap Ridha-Nya.

**Teruntuk insan yang tengah menyukai seseorang**

Dikirim pada 07 Juli 2012 di Cinta



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... telah lama ... cinta tersasar .. dari cinta yang suci ... telah lama ... cinta tersisih ... dari cinta hakiki .. karena sekian lamanya .. manusia, dibuai cinta nafsu ..
sering berubah ... tidak menentu ... seperti pantai dipukul ombak ..

Siapa sih yang tidak pernah jatuh cinta, sedangkan perasaan mencintai dan dicintai adalah fitrah manusia. Tetapi, pada kadar tertentu, ada rasa cinta yang bisa membuat seseorang mabuk kepayang. bisa membuat seseorang merana, tersiksa sampai setengah gila. cinta yang membuatnya menderita itu semakin membuat jiwanya rapuh, membobol benteng keimanan, menangis air mata darah, sampai menghalalkan segala cara untuk bisa berdekatan terus dengan orang yang dicintainya.

Itu adalah sebagian kecil tanda-tanda dari penyakit cinta. ya, penyakit cinta, sebab cinta sejati itu menyembuhkan, bukan menyakitkan.

Inilah resep cinta dari Ibnu Athaillah: tidak ada yang bisa mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangan duniawi selain rasa takut kepada Allah yang menggetarkan hati, atau rasa rindu kepada Allah yang membuat hati merana.

Hampir semua orang yang pernah jatuh cinta merasakan apa yang dirasakannya. Dan perasaan itu tidak akan bisa kaukeluarkan, kauusir dari dalam hati, kecuali jika kamu memiliki 2 hal:

1. rasa cinta kepada Allah yang luar biasa, yang menggetarkan hatimu. sehingga ketika yang ada di hatimu adalah Allah, yang lain dengan sendirinya menjadi kecil dan terusir.

2. rasa rindu kepada Allah yang dahsyat sampai hatimu merasa merana. jika kau merasa merana karena rindu kepada Allah, kau tidak mungkin merana karena rindu kepada yang lain. jika kau sudah sibuk memikirkan Allah, kau tidak akan sibuk memikirkan yang lain.

Saat hati seseorang miskin oleh cinta dan rindu kepada Allah, maka hati itu akan dijajah oleh cinta dan rindu pada yang lain. Itulah yang membuatmu tersiksa.

Mencintai makhluk itu sangat berpeluang untuk menemui kehilangan. Kebersamaan dengan makhluk itu juga berpeluang mengalami perpisahan. Hanya cinta kepada Allah yang tidak.

Jika kau mencintai seseorang ada dua kemungkinan; diterima atau ditolak. Jika ditolak pasti sakit rasanya ..

Namun jika kau mencintai Allah pasti diterima. Jika kau mencintai Allah, engkau tidak akan pernah merasakan kehilangan ...

Tak akan ada yang merebut Allah yang kaucintai itu dari hatimu. Tak akan ada yang merampas Allah ...

Jika kau bermesraan dengan Allah, hidup bersama Allah, kau tidak akan pernah berpisah dengan-Nya. Allah akan setia menyertaimu. Allah tidak akan berpisah darimu, kecuali kamu sendiri yang berpisah dari-Nya ...

Cinta yang paling membahagiakan dan menyembuhkan adalah cinta kepada Allah `Azzawajalla ...



Sumber: izti.multiply.com

Dikirim pada 13 Mei 2012 di Cinta


Berbicara tentang cinta adalah berbicara tentang rasa suka, rasa tenang dan tenteram, rasa rindu dan pengharapan.
Namun tidak jarang dalam hubungan dengan sesama, kita merasakan kekecewaan, kekesalan, bahkan kemarahan yang akan berakhir pada perselisihan dan perpecahan.
Padahal, sejatinya cinta bersifat menguatkan, bukan menghancurkan, ia menyuburkan, bukan membunuh, ia menyembuhkan, bukan menyakiti, sehingga cinta haruslah membuat sang pencinta menjadi orang yang lebih bahagia, bersemangat dan produktif.
Ketika hubungan dua manusia tidak lagi memberikan kebahagiaan, dan tidak memberikan manfaat tidak hanya bagi keduanya, melainkan juga kepada lingkungan sekitarnya, maka perlu ditinjau kembali perasaan cinta yang melandasi keduanya.
Cinta semacam itu adalah cinta yang sudah dikotori oleh hawa nafsu. Lalu bagaimanakah hakikat dari cinta sejati?
Cinta sejati adalah cinta yang dilandasi atas kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya. Sesungguhnya cinta sejati adalah fitrah yang diberikan Allah kepada orang-orang mukmin.
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang." (QS. Maryam: 96).

Cinta sejati adalah cinta yang dibingkai oleh iman kepada Allah SWT. Bahkan Rasulullah SAW. telah berjanji kepada siapa saja yang mampu melaksanakan tiga perkara, ia pasti akan mereguk lezatnya iman.

Rasulullah SAW bersabda : Dari Anas bin Malik ra berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Seseorang tidak akan pernah mendapatkan manisnya iman sehingga ia mencintai seseorang, tidak mencintainya kecuali karena Allah, sehingga ia dilemparkan ke dalam api lebih ia sukai daripada kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan darinya dan sehingga Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selainnya.” (HR. Bukhari)

Dengan demikian, seorang mukmin tidak akan mencintai apapun dan siapapun apabila cinta itu membuatnya jauh dari kebenaran, membuatnya meninggalkan perintah Allah dan sunnah Rasul, atau bahkan membuatnya melakukan hal-hal yang dibenci Allah. Sebaliknya, cinta tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, bukan berdasarkan balasan yang kita terima dari orang yang kita cintai.
Cinta sejati akan bertambah ketika iman orang yang kita cintai ikut bertambah.
Cinta sejati adalah cinta yang menyandarkan harapan terbesarnya hanya kepada Allah.
Cinta seperti ini membebaskan manusia dari perasaan kecewa karena sungguh, tidak akan kembali pengharapan seorang makhluk kepada makhluk yang lain melainkan ia akan kembali berupa kekecewaan.
Apalah yang bisa dilakukan seorang makhluk untuk memuaskan makhluk yang lain, sedangkan untuk memuaskan dirinya sendiri saja dia tidak bisa?
Hanya kepada Allah lah berpulang semua pengharapan.
Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan bahwa rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri.
Seiring berjalannya waktu dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan, efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang.
Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari empat tahun.
Karenanya, tanpa ikatan yang berdasar karena ketuhanan, rasa cinta itu bersifat sangat sementara.
Mencinta dan dicinta karena Allah SWT-lah yang bisa melanggengkan pasangan suami istri, yang bisa melangengkan cinta orang tua pada anaknya dan sebaliknya, yang tentu juga akan menguatkan cinta saudara seiman dan juga meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang telah dijanjikan Allah naungan pada hari kiamat, ketika tidak ada lagi naungan selain naungan-Nya. Aamiin.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu `anhu, Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda: Allah berfirman pada Hari Kiamat, “Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku pada hari ini? Aku akan menaungi mereka dalam naungan-Ku pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Ku.” (HR. Muslim; Shahih).

Dikirim pada 24 April 2012 di Cinta
Awal « 1 2 3 4 5 6 » Akhir
Profile

Aku hanyalah orang biasa,. sederhana dan apa adanya,. More About me

Page



    Flag Counter
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 4.583.182 kali


connect with ABATASA