0









1. Seorang wanita yang jatuh cinta terhadap seorang lelaki, lalu meminta bantuan -mak comblang- agar dijodohkan. Inilah kisah "Separuh Hati" Rasûlullah dan Siti Khadijah. Ketika itu, Siti Khadijah meminta bantuan Maisarah, seorang budak yang menjadi asisten Rasul ketika berdagang, diminta Khadijah untuk menyampaikan isi hatinya kepada Nabi Muhammad Saw yang pada saat itu belum menjadi nabi.

2. Pasangan yang belum terpikir menikah yang akhirnya ijab qabul karena dijodohkan. Hal ini terjadi pada pernikahan Rasul Saw. dengan Siti Saudah. Pada waktu itu, keduanya tidak terfikir untuk menikah disebabkan keadaan masing-masing yang masih berkabung akibat ditinggal oleh pasangannya masing-masing. Akan tetapi, atas jasa Haulah, sang mak comblang, keduanya akhirnya berijab qabul.

3. Seorang pria yang langsung menyatakan pada pujaan hatinya. Kasus ini pernah dicontohkan oleh Rasul Saw. terhadap Siti `Aisyah, dimana Rasul sendiri yang memilih dan menkhitbahnya. Beliau berterus terang kepada `Aisyah dan mendatangi Abu AshShidiq, Ayah `Aisyah untuk menikahi putrinya.

4. Orang tua yang nawarin putrinya untuk dinikahi. Perjodohan seperti ini pernah terjadi antara Rasul Saw. dengan Hafshah dimana orang tua Hafshah sendiri, yaitu Umar bin Khattab yang menawarkan putrinya yang berstatus janda ditinggal syahid kepada Nabi Muhammad Saw. Sebelumnya Hafshah pernah ditawarkan kepada Abu Bakar, kemudian Utsman, akan tetapi tidak berhasil.

5. Seorang wanita yang menyatakn pda pujaan hatinya. Hal ini terjadi pada pernikahan Rasul Saw. dengan Zainab bt. Jahsy. Zainab lah yang pertama kali mengungkapkan isi hatinya kepada Rasul Saw, kemudian beliau menikahinya.

6. Seorang lelaki yg bak ketiban durian runtuh. Ini pernah terjadi ketika Rasul menolak pinangan seorang wanita. Dikarenakan Rasul tidak berkenan menikahi wanita tersebut, akhirnya seorang lelaki mendapatkan pasangan hidup.

Semoga berkah dikala setiap tahapannya. Semoga berkah disetiap keshabarannya selamat menemukan "separuh aku"-nya. Dan menggenapkan separuhnya.
Sebab cinta adalah kebiasaan. Maka rawatlah ia agar terus berdetak.

Dikirim pada 12 Juli 2016 di Cinta


Ketika engkau begitu merindukan seseorang yang sangat engkau sayangi nun jauh disana. Maka rindukanlah dia dalam setiap doamu. Rindukanlah dia dalam setiap sujudmu.Pintalah agar dia selalu berada di jalan_Nya.Pintalah agar dia selalu menjaga hatinya..
Ingatlah..
Jarak jauh adalah Ujian sebuah hubungan cinta.
Jarak dekatpun adalah ujian keimanan sebuah hubungan cinta.
Dan menanti dengan penuh ketulusan adalah bukti kesetiaan dan pengorbanan sebuah hubungan cinta..

Sesungguhnya jarak itu bukan bermaksud untuk menghukummu. Akan tetapi untuk menjaga dirimu dengannya..
Menjaga kefitrahannya..

Bersabarlah hingga suatu saat waktunya akan tiba..
Dalam sebuah ikatan yang terlindungi ridha-Nya..

Maka bertahanlah dalam sebuah penantian penuh dengan keikhlasan. Dalam sebuah penantian penuh dengan ketulusan.
Dalam menjemput hubungan yang benar2 dihalalkan..

Dikirim pada 27 Agustus 2013 di Cinta


Anaphalis javanica, yang dikenal secara populer sebagai Edelweiss jawa (Javanese edelweiss), adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Nusantara. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 m dan dapat memiliki batang sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m. Tumbuhan ini sekarang dikategorikan sebagai langka. Bunga ini dianggap sebagaian orang merupakan perlambangan cinta dan pengorbanan. Mengapa disebut seperti ini karena bunga ini hanya tumbuh di puncak-puncak atau lereng-lereng gunung yang tinggi sehingga untuk mendapatkannya membutuhkan perjuangan yang amat berat. Selain itu, menurut cerita orang edelweis merupakan perlambang cinta yang penuh ketulusan mengingat tekstur yang halus dan lembut dengan warnanya yang putih yang biasanya warna putih dianggap sebagai bukti ketulusan cinta.
Selain itu, meskipun dipetik bunga ini tidak akan berubah bentuk dan warnanya, selama disimpan di tempat yang kering dengan suhu ruangan. Sehingga disebut dengan bunga keabadian dan bunga yang membuat cinta akan tetap abadi.
Tetapi bila kita bayangkan, dibalik keabadiannya bunga edelweis ini merupakan tumbuhan yang langka. Bila setiap pendaki mengambil setangkai bunga ini, maka populasi edelweis ini semakin langka. Perlu diingat juga bahwa kelangsungan kehidupan anak cucu kita tergantung apa yang kita lakukan sekarang. Coba kita bayangkan bila anka cucu kita tidak dapat melihat edelweis lagi. Bila bunga edelweis tidak bisa dinikmati lagi oleh anak cucu kita, sungguh berdosa bila kita merupakan bagian dari yang memusnahkan populasi eidelweis ini. Biarkanlah bunga ini tetap tumbuh di tingginya pegunungan nusantara. Biarkanlah bunga ini tetap lestari di atas dinginnya puncak pegunungan nusantara. Edelweis ini tidak akan bisa disebut bunga abadi bila tidak bisa dinikmati untuk anak cucu kita.
Kamu tidak akan pernah mendapatkan cinta abadi hanya dari sekuntum bunga abadi, tapi cinta sejati itu juga bukan dari sekuntum bunga Edelweis. Kamu justru tidak akan mendapatkan keduanya jika kamu tidak meyakini bahwa yang sedang kamu rasakan sekarang ini adalah cinta sejati dan juga abadi.

Dikirim pada 18 Juni 2013 di Cinta


Bagaimana kita menemukan jodoh setia dalam bahagia dan derita? Sahabatku, bila ingin mendapatkan jodoh yang bisa menjadi partner bahagia dan derita lihatlah keimanan dan ketakwaannya kepada Allah sebab kualitas hidup kita akan diketahui dan teruji hanya setelah kita hidup berpasangan, karena dalam hidup berpasangan akan dapat diketahui kualitas, kapasitas dan sifat-sifat kemanusiaannya. Dalam hidup pernikahan itulah seseorang teruji kepribadiannya, tanggung jawabnya, keibuannya, kebapakannya, perikemanusiaannya, ketangguhannya, kesabarannya. Begitu besar makna hidup berumah tangga sampai Nabi mengatakan bahwa di dalam hidup berumah tangga sudah terkandung separoh urusan agama. fitrah kita sebagai manusia membutuhkan sebagai pendamping hidup, sebagai partner dalam suka maupun duka sekaligus sebagai pasangan yang mampu selalu berpikir dan berkehendak baik terhadap pasangannya. Ia akan memberi dukungan jika ia merasa bahwa dukungannya itu akan membawa kebaikan pasangannya.
Sebaliknya jika pasangannya keliru jalan, ia akan berkata tidak! meski pahit diucapkan dan pahit di dengar. Pasangan yang materialistis biasanya rajin hadir dalam keadaan suka, tetapi ia segera menjauh jika pasangannya dalam kesulitan, ia pasangan hanya dalam suka, tidak dalam duka. Pasangan dunia biasanya angin-anginan, terkadang mesra, tetapi suatu ketika bisa menjadi musuh, bahkan musuh yang sukar didamaikan. Pasangan dunia adalah pasangan sehidup, tetapi belum tentu semati. Hanya pasangan dunia akhirat yang biasanya hadir dalam keadaan suka, tetapi juga hadir membela ketika dalam duka. Pasangan yang terikat oleh nilai-nilai kebaikan, ikhlas dan ibadah. Ketika kita sudah matipun pasangan sejati tetap menjaga nama baik kita, mendoakan kita. Dialah jodoh anda sehidup semati, pasangan di dunia dan pasangan di akhirat.
Sahabatku yang ingin segera menikah, carilah jodoh dunia akhirat, jodoh yang setia dalam mengarungi bahtera rumah tangga hanya dengan mengharap keridhaan Allah. bila memang ada niat & keinginan sungguh2 untuk mendapatkan jodoh. Jangan putus asa, tetaplah berikhitiar & memohon kpd Allah maka Allah akan mengirimkan jodoh yg terbaik untuk anda.
Sumber : facebook sebelum engkau halal bagiku

Dikirim pada 12 Juni 2013 di Cinta
Awal « 1 2 3 4 » Akhir
Profile

Aku hanyalah orang biasa,. sederhana dan apa adanya,. More About me

Page



    Flag Counter
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 4.234.962 kali


connect with ABATASA