0


KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN YANG AKU IDAM-IDAMKAN ..?

QUR’AN MENJAWAB : ………. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)

KENAPA AKU DIUJI ..?

QUR’AN MENJAWAB : "Apakah manusia itu mengira bahwa merekadibiarkan (saja) mengatakan:" Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut : 2).

Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-Ankabuut : 3)

KENAPA AKU DIBERI UJIAN SEBERAT INI ..?

QUR’AN MENJAWAB : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya ………. (Al-Baqarah : 286)

AKU FRUSTASI ..?

QUR’AN MENJAWAB : Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) , jika kamu orang-orang yang beriman. (Ali Imraan : 139)

AKU TAK DAPAT BERTAHAN ..?

QUR’AN MENJAWAB : ………..dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (Yusuf : 87)

AKU TAK SANGGUP ..!!

QUR’AN MENJAWAB : “Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.. (Qs. Yusuf : 87)

BAGAIMANA CARA MENGHADAPI UJIAN SEBERAT INI ..?

QUR’AN MENJAWAB :Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali Imraan : 200).

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. (Al-Baqarah : 45)

BAGAIMANA AGAR HATI INI TENANG ..?

QUR’AN MENJAWAB : "orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram". (Ar Ra`d ayat 28).

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP ..?

QUR’AN MENJAWAB : “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal. (At-Taubah : 129)

APA BENAR ALLAH BERSAMAKU DAN APAKAH ALLAH AKAN MENGURANGI KESULITANKU ..??

QUR’AN MENJAWAB :"dan Dia bersama kalian dimanapun kalian berada..." (Al-Hadid:4). "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu dalam kebenaran." (QS. Al-Baqarah : 186)

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan.” (QS. An-Naml: 62)

APA YANG KU DAPAT DARI SEMUA UJIAN INI ..?

QUR’AN MENJAWAB : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka………. (At-Taubah : 111)

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...

Dikirim pada 19 September 2013 di Hikmah


Tidak dipungkiri lagi bahwasannya bidadari surga yang selalu disebut Allah dalam Al-Qur`an, mampu membuat kaum muslimin berfasta biqul khairat untuk memperoleh bidadari-bidadari surga tersebut.
Sebab salah satu kenikmatan surga yang selalu diidamkan oleh setiap kaum muslimin khususnya kaum laki-laki adalah ingin mendapat pelayanan dan cinta kasih bidadari.

Bagaimana tidak ingin bidadari surga?
Berbagai keterangan tentang bidadari surga, baik tentang keelokan parasnya, kecantikannya, keharuman tubuhnya serta keperawanannya yang tidak pernah hilang, membuat banyak orang merindukannya.

Orang-orang yang beriman kepada Allah kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur`an yang mulia, diantaranya:

" Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik "
(QS. Al Waqiah : 22-23).

" Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya "
(QS. Al Waqiah : 35-37).

" Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin "
(QS. Ar Rahman : 56).

Dari sini munculah pertanyaan yang seolah-olah mempertanyakan keadilan Allah tentang laki-laki, wanita dan adanya bidadari surga.
Mengapa laki-laki dijanjikan Allah memperoleh bidadari di surga?
Mengapa wanita tidak dijanjikan mendapatkan bidadari di surga? Adilkah Tuhan?

Meskipun bidadari surga itu memiliki banyak kelebihan dan derajat terhormat, tetapi di dalam surga mereka masih kalah mulia dengan wanita dunia yang solehah.
Mari kita simak percakapan Rasulullah Saw dengan salah satu isterinya yaitu Ummu Salamah r.a.

Ummu Salamah bertanya, " Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari bermata jeli?,

Rasulullah saw menjawab, " Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat. "

Ummu Salamah bertanya, " Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari? "

Rasulullah saw menjawab, " Karena sholat mereka, puasa mereka dan ibadah mereka kepada Allah..
Allah meletakkan:

cahaya di wajah mereka

Tubuh mereka adalah kain sutera

Kulitnya putih Bersih

Pakaianya berwarna hijau

Perhiasannya kekuningan

Sanggulnya mutiara

Dan sisirnya terbuat dari emas.

Mereka berkata (wanita shalehah) " Kami hidup abadi dan tidak mati.
Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali.
Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali.
Kami ridha dan tidak pernah bersungut sungut sama sekali.
Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya…"

Subhanallah, alangkah hebatnya Allah memuliakan wanita.
Begitulah cara Allah menciptakan bidadari surga untuk memuliakan wanita sholehah.
Dengan begitu apakah para suami akan memilih bidadari surga ataukah isteri sholehah yang di surga kelak menjadi sangat cantik melebihi bidadari?,

Dan tak hanya di akherat, wanita solehah mendapat kemuliaan juga di dunia, sebagaimana sabda Rasullulah Saw :
" Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalehah "
(HR.Muslim)

Sebaik-baik wanita adalah wanita sholehah dan sebaik-baik laki-laki adalah yang memuliakan wanita.
Semoga kita menjadi muslim dan muslimah yang soleh, Allah Ta`ala berfirman:

"…dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar "
(QS. An Nisa` : 13).

Wallahu A`lam Bis Shawab..

Dikirim pada 01 Agustus 2013 di Hikmah


Bismillahirrahmanirrahim...
Bagaimana bisa aku masuk ke dalam hati yang nyatanya sudah berpenghuni?
Meski penghuni itu hanyalah ilusi, yang masih saja dibawa dari masa2 yang sudah terlewati..
Bagaimana bisa aku bersikeras untuk masuk, sedangkan pemilik kediaman tidak akan mempersilakan aku duduk?

Pada akhirnya nanti, aku akan sampai pada titik di mana aku harus bangun dari segala mimpi..

Pada akhirnya nanti, aku harus menyadari bahwa ada hal2 yang telah disediakan namun bukan untuk aku miliki..

Pada akhirnya nanti, aku yang harus memilih untuk memperjuangkanmu hingga letih atau mempersiapkan diri untuk kemudian pergi..

Pada akhirnya nanti, aku akan menemui saat2 dimana sudah tidak memungkinkan lagi untuk memperjuangkan..

Bukankah tak ada artinya menunggu padahal kamu bukanlah untuk kutunggu?
Bukankah tidak mungkin aku memiliki sesuatu yang tidak diperuntukkan bagiku?

Ketika aku memutuskan untuk angkat kaki, itu artinya aku tidak ingin mempertahankan kamu lagi..

Ketika aku menganggap segalanya usai, itu artinya kamu bukan lagi sesuatu yang ingin aku gapai..
Mungkin kita bukanlah untuk saling mencari dan melengkapi..
Siapa tahu, kebahagiaanmu sudah Tuhan rancang ditangan orang lain..Kebahagiaanku juga pasti sudah disediakan sebaik mungkin..

Aku melepaskan kamu sebagai hati yang ingin aku pilih dan kuharap bisa membuatnya pulih..
Namun kini, aku membiarkan kamu untuk berlabuh ke manapun yang kamu mau..
Karena di titik ini, aku sudah dengan pasti mampu melepaskan dan merelakan..
Mari pergi dari titik ini dan cari bahagia kita sendiri..

Aku melepaskan, supaya ia yang sedang datang menujuku dapat menemukan jalannya yang sudah ditentukan..
Dialah jodoh yang telah ditentukanNya..

Dikirim pada 01 Agustus 2013 di Hikmah


Wanita adalah segala fungsi, peran, dan kedudukannya di dalam keluarga maupun masyarakat memungkinkan untuk meraih kedudukan tertinggi di surga. Fitrahnya yang diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, butuh kehalusan dan kesabaran untuk menghadapinya. Tapi, apakah wanita selalu identik dengan mahluk lemah dan cengeng?

Seperti yang kita ketahui, hakikat wanita adalah makhluk yang penuh kelembutan, halus, sensitif, dan mudah tersentuh. Beberapa hak wanita yang harus diperoleh antara lain diayomi, dilindungi, dihargai, dihormati, serta diperhatikan.

Namun, seiring perkembangan zaman yang semakin ketat seringkali kodrat wanita harus dipertaruhkan demi bertahan di atas kehidupan yang keras. Emansipasi Wanita yang dahulu menjadi naungan berlindungnya para wanita, kini seringkali menjadi tombak untuk bertarung melawan persaingan globalisasi.
Seperti pemandangan yang sering kita lihat di sekitar, wanita tua yang seharusnya santai menikmati hari tuanya. Namun, harus rela berjemur di bawah terik matahari untuk menyambung hidup.

Cobalah kita tengok sebentar di sekitar kita. Sebagai renungan, kita ambil contoh di pasar. Mungkin pasar lebih identik dengan kaum hawa karena berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari yang pada umumnya memang tugas mereka. Tetapi jika lebih seksama lagi, keberadaan mereka di pasar tidaklah hanya sebagai konsumen. Keberadaan mereka ternyata juga sebagai penjual. Tak hanya sekadar penjual biasa. Penjual yang mencari nafkah. Sehingga seringkali masa tua mereka dihabiskan di sana.

Keterpurukan ekonomi bangsa yang melanda negeri harus menyulap tangan halus mereka menjadi tangan baja. Siap turun tangan dari fajar menyongsong sampai petang menjelang demi sesuap nasi. Menerima dengan lapang dada terik matahari mengubah kulit lembutnya menjadi hitam legam. Bulir-bulir air sebesar biji jagung dari kulit pori-pori membasahi wajah dan sekujur tubuh mereka.

Pendidikan rendah atau tidak sama sekali tahu bangku sekolah mungkin salah satu faktor mereka harus bekerja dengan urat dan otot. Bukan di sebuah ruangan ber-AC, duduk manis di sebuah ruangan bersih dan wangi, atau hanya tangan lentik nan indah mengetik di atas keyboard dan depan monitor.
Sebuah perjuangan hidup. Terkadang kaki yang sudah mulai rapuh harus siap mengayuh sepeda tua untuk mencari pelanggan, pundak yang sudah melemah harus siap memikul barang berat untuk dibarter menjadi lembaran uang yang tak seberapa. Entah itu barang dagangan atau barang bekas yang diperoleh dari tempat yang bau dan menjijikan.

Ekonomi yang tidak pernah kunjung membaik mengharuskan mereka memegang double-role dalam keluarga. Mereka harus siap menjadi Wonder woman bagi sekelilingnya. Kelembutan mereka bisa menjadi sebuah ketangguhan.
Jika kita mau flashback kembali kepada sejarah. Wanita tangguh sudah ada sejak zaman Fir`aun. Di balik kelembutannya, ada kekuataan dan keberanian yang tersembunyi. Masyithah tukang sisir anak Fir`aun rela direbus hidup-hidup demi mempertahankan aqidah dan kalimat tauhid. Hingga pengorbanaanya dibalas surga dan wangi-wangian.

Asma putri Abu Bakar, tegar saat melihat anak laki-lakinya Abdullah bin Zubair terbunuh dalam keadaan terpancang di tiang salib. Al Khansa yang telah menghadiahkan empat orang anaknya di jalan Allah hingga gugur mereka sebagai syuhada. Keanggunan mereka membuktikan dapat berubah menjadi keberanian yang luar biasa.

Mungkin keberanian para wanita sekarang melawan badai kehidupan merupakan titisan keberanian dari wanita-wanita terdahulu yang tangguh. Meski bukan keberanian menunggang kuda untuk melawan kaum kafir. Bukan pula keberanian direbus dalam keadaan hidup-hidup demi mempertahankan kalimat tauhid.
Lalu, bagaimana dengan tugas wanita yang sebenarnya? Bukankah mereka memiliki tugas sendiri? Menjaga rumah, menjaga anak-anak, menyiapkan makanan, bahkan membuat rumah seindah surga.

Mengingat kisah bang Toyib yang tak pulang-pulang, bisa menjadi salah satu pemicu isteri menjadi wanita tangguh. Gambaran suami yang tidak bertanggung jawab meninggalkan isteri dan anak-anak begitu saja tanpa kabar dan berita. Waktu erus berjalan, sementara kebutuhan hidup terus menuntut untuk dipenuhi. Berdiam duduk manis di rumah bukanlah jalan solusinya.

Ada yang kerja keras membanting tulang berangkat pagi pulang malam. Memikul beban berat sendiri. Bahkan rela menjadi pengisi devisa negara demi kebutuhan sehari-hari terpenuhi.

Setelah melihat roda kehidupan yang telah terjadi, ternyata keadaanlah yang sering membuat kodrat harus dipertaruhkan. Kehalusan dan kelembutan mereka harus disimpan dahulu untuk menentang kerasnya hidup.

Bahkan bisa semua jalan ditempuh demi mendapatkan sesuap nasi. Saat iman tidak melekat di hati, mata hati tertutup rapat, segala jalan ditempuh tanpa melihat halal dan haram. Kenyataan seperti itu sering kita lihat di ibu kota besar. Karena keterpurukan hidup wanita sering kali menjadi korban atau mengorbankan.

Wanita... kau tidak tercipta dari tulang kepala karena bukan untuk angkuh kepada suamimu. Tidak juga tercipta dari tulang kaki karena bukan untuk dihina oleh siapapun. Namun, kau tercipta dari tulang rusuk yang bengkok. Dekat dengan hati agar selalu disayangi, bersabar menghadapi cobaan, dan tetap tegar meski kau dilanda kesedihan.

Jangan sekali-kali kalian mengambil jalan pintas untuk menyelesaikan masalah hidupmu, karena arga diri dan kehormatanmu lebih berharga. Kalian tetap makhluk indah dan anggun. Semerbak seperti bunga. Hiduplah seperti bunga edelweiss yang tegar dan kuat. Meski dirinya jarang merasakan air, tetap tegar dan kokoh berdiri. Jadilah edelweiss yang tegar dan putih seperti salju. Putih bersih dan dingin menyejukan.

Wanita derajatnya telah tinggi di hadapan Allah. Perhiasan yang paling indah adalah wanita solehah. Bahkan Wanita adalah tiangnya negara. Sudah seharusnya kaum wanita dihargai, diayomi, dan dijaga. Bukankah menjaga mereka sama artinya kita menjaga ibu, nenek, bahkan saudara perempuan kita?
Berbahagialah bagi para kaum hawa. Sejak kelahiran baginda Rasulallah SAW., derajat kalian dijunjung setinggi-tingginya. Kehormatan kalian dilindungi. Bahkan segala urusan wanita diatur serapi mungkin dalam kitab Suci Al-Qur`an.

Para kaum hawa yang kini menyebar di muka bumi... berpijaklah sebagaimana kodratmu. Perhatikan syari’at-Nya. Peranmu sangat penting. Dari rahimmu kelak akan terlahir generasi yang akan memperbaiki negerimu. Berjuanglah terus dengan kelembutanmu dan yakinlah bahwa ketangguhan dan keringatmu suatu saat bisa merubah dunia menjadi lebih baik.

Dikirim pada 18 Juni 2013 di Hikmah
Awal « 1 2 3 4 5 6 » Akhir
Profile

Aku hanyalah orang biasa,. sederhana dan apa adanya,. More About me

Page



    Flag Counter
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 4.500.659 kali


connect with ABATASA