0


kita tak usah dulu saling kenal sebelum engkau siap,cukuplah berpadu pandang yang sekali itu menjadi debu tebal menyelimuti hati lugu kita,
siapmu sekarang ditunda oleh Allah oleh sebab-sebab itu, maka selesaikanlah dulu urusanmu,,
Allah punya rahasia dibalik semuanya., mungkin saya atau engkau yang ingin Ia siapkan lebih matang, mungkin... juga kita tidak berjodoh
tentang cinta, kita bersihkan dulu hati kita, jangan kita pelihara yang bukan milik kita,,,
mari kita titipkan kepada Allah, dan kita `kosongkan` dulu relung qalbu kita...untukNya..
saat ini aku tak mencintaimu, engkaupun sebaiknya begitu....
insyaAllah, Allah akan memberi kita wadah yang suci untuk itu, jika Ia berkehendak...
aku tak akan mengikatmu,
aku pun tak ingin menunggumu,
aku hanya akan menunggu keputusan Allah...
kepada seorang ksatria sholeh yang saya hargai keberaniannya...

Dikirim pada 07 Desember 2011 di Hikmah


Anjuran ini sama sekali tidak bermaksud
agar anda selalu menyenangkan orang lain,
karena sebenarnya anda takkan mampu melakukan hal itu.
Namun agar hidup anda lebih produktif, lebih efektif, dan lebih ringan.

Bila semua orang senang mencari-cari sisi buruk orang lain,
maka dunia akan penuh dengan kebingungan.
Anda akan berhadapan dengan puluhan nasehat,
ratusan saran bahkan ribuan caci-maki.
Hal ini berlaku pula pada diri anda.

Selalu melihat keburukan orang lain,
membuat hidup anda menjadi kusam.
Sedangkan dengan melihat kebaikan orang lain,
hidup menjadi menyenangkan.
Anda akan mempunyai lebih banyak waktu untuk menikmatinya.

Kulit jeruk terasa pahit.
Sedangkan isi jeruk terasa manis menyegarkan.
Bukankah kita belajar dari alam?
Kita mengupas dan menyingkirkan kulit jeruk yang pahit
untuk mereguk kesegaran buah jeruk.
Kita tak menyukai keburukan maka singkirkan.
Kita mencari kebaikan maka carilah.
Dan temukan itu pada setiap orang yang hadir dalam hidup anda.

Oleh karena itu, mindset kita adalah :

SEMUA ORANG ITU BAIK, BILA KITA MELIHAT KEBAIKANNYA
SEMUA ORANG ITU ITU MENYENANGKAN, BILA KITA LIHAT KEUNIKANNYA
DAN BILA TIDAK ADA SALAH SATUNYA MAKA ORANG LAIN TERASA MEMBOSANKAN

Dikirim pada 07 Desember 2011 di Hikmah


Hari ini ada ribuan gulung kain, diperjual-belikan di pasar-pasar di kota ini. Hari ini ada sedemikian banyak kain putih, yang sedang dibeli, diukur dan dipotong. Hari ini ada sedemikian banyak kain putih yang siap digunakan sebagai kain kafan. Hari ini ada sedemikian banyak kain kafan yang seolah bertanya untuk siapa ia akan dibeli.

Esok hari, siapa gerangan pembeli berikutnya. Bisa jadi kain putih itu akan dibeli orang yang tidak kita kenal, Bisa jadi kain putih itu kita sendiri yang membelinya untuk tetangga atau keluarga terdekat kita. Bisa jadi seseorang sedang membelikannya untuk jenazah kita yang sedang menunggu dikubur,

Engkau boleh saja tertawa, tapi bisa jadi kain kafanmu ada di truk pengirim barang yang sedang diparkir di pinggir toko kain itu. Engkau boleh saja berencana, tapi bisa jadi kain kafanmu sedang dipesan si pemilik toko. Engkau boleh saja tidur nyenyak, tapi bisa jadi seorang penenun sedang memintal kain kafanmu. Engkau boleh saja menikmati keindahan alam pertanian, tapi boleh jadi seorang petani sedang memanen kapas bahan kain kafanmu.

Kita tidak tahu kapan hidup kita berakhir. Kita juga tidak tahu kain kafan mana yang akan menemani kita di kuburan. Tapi yang jelas kain itu ada di suatu tempat,

Kain putih itu sendiri tidak pernah tahu kepada siapa ia akan digunakan. Seandainya ia bisa berbicara, tentu ia akan meminta agar digunakan pada orang soleh yang selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan berikutnya.

Dikirim pada 27 November 2011 di Hikmah
Awal « 12 13 14 15 » Akhir
Profile

Aku hanyalah orang biasa,. sederhana dan apa adanya,. More About me

Page



    Flag Counter
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 4.583.171 kali


connect with ABATASA