0
12 Jul
















Ini juga bukan tentang pertanyaan pelik dari handai taulan di saat silatil arham. Ini hanya kisah seorang pemuda 20 tahun yang merasa yakin pada pilihan, meski "nekad" barangkali adalah kata yang lebih tepat.
Dia bertemu calon istrinya pertama kali pada 8 Juli 2004 di rumah seorang Ustadz. Ya, sebab ketakpercayaan diri untuk berikhtiar mandiri, dia percayakan urusan "siapa" pada Allah dan serta guru yang dipandang mumpuni, barangkali agar lebih fokus mempersiapkan "bagaimana".
"Mau calon yang kriterianya seperti apa?", tanya sang Ustadz tempo hari.
"Yang shalihah dan menshalihkan", jawabnya.
"Bagus. Tapi abstrak. Bisa agak konkret sedikit?"
"Emm.. Yang punya sedikitnya 3 kelompok binaan pengajian?"
"OK. Mantap. Baarakallaahu fiik."
Lalu tak lama, diapun telah memegang beberapa lembar biodata. Dia telah tahu nama, orang tua, saudara, pendidikan, tinggi dan berat badan, aktivitas, hobi, tradisi keluarga, hingga penyakit yang pernah diderita. Dan hari untuk berjumpa dan melihatnya pun tiba.
انْظُرْ إِلَيْهَا، فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا
“Lihatlah wanita yang akan kaunikahi itu, karena yang demikian lebih mungkin melanggengkan hubungan di antara kalian berdua.” (HR. An Nasa`i/3235, At Tirmidzi/1087. Dishahihkan Al Albani dalam Ash Shahihah/96)
Nasehat Rasulullah untuk Al Mughirah ibn Syu`bah ini sebenarnya hendak dia `amalkan segera. Ketika membaca bahwa gadis itu bekerja paruh waktu di sela kuliah sebagai Asisten Apoteker, diapun mencoba untuk mengamatinya. Kali itu dengan cara sembunyi-sembunyi seperti Sayyidina Jabir diajari Sang Nabi.
Belanja ke Apotek dimaksud, dibelinya multivitamin seharga 18 ribu. Tapi ternyata AA tugasnya di belakang, meracik obat, bukan melayani pembeli. Nazhar pertama seharga 18 ribu itu gagal total.
Maka di pertemuan 8 Juli itu diniatkanlah untuk melihat. Namun apa daya, ternyata sepanjang pertemuan tak banyak kata, dan pemuda ini terus-menerus menundukkan kepala, sama sekali tak berani menatap langsung pada gadis yang ada di hadapannya.
Untunglah meja ruang tamu itu terbuat dari kaca. Bening sekali.😉
Baru pada pertemuan kedua pada 12 Juli, dengan dimoderatori pasangan Ustadz dan sang istri, terjadilah diskusi. Pertanyaan, "Visi misi pernikahan menurut Anda?", "Bagaimana konsep pendidikan anak yang tepat?", "Apa pandangan Anda tentang istri yang berkarier?", "Seperti apa proyeksi nafkah nantinya?", "Bagaimana pendapat Anda tentang homeschooling?", "Rencana tempat tinggal dan penataannya?", diberondongkan dengan lebih mengerikan daripada ujian pendadaran.
Tapi endingnya adalah pengakuan.
"Maaf, saya tidak bisa memasak."
Si pemuda bergumam dalam hati, "Ya Allah aku kemarin minta yang shalihah dan menshalihkan. Mengingati Ibunda `Aisyah, rupanya pandai memasak belum termasuk di situ. Ya Allah apakah Kau menguji kesungguhan kriteriaku?" Lalu dia kuatkan hati, "Tidak apa Ukhti. Di kota ini banyak rumah makan. Murah-murah lagi."
"Saya juga tidak terbiasa mencuci."
"Alamak", batin hati si pemuda. Tapi mengingat hal yang sama, dia berkata lagi, "Tidak apa Ukhti. Di kota ini banyak laundry. Kiloan lagi."
"Saya bukan mencari tukang masak dan tukang cuci. Melainkan seorang istri. Kalau diperkenankan, saya akan segera menghadap pada Ayah Anda." Maka hari itu, tanggal lamaran pun ditetapkan pada enam hari kemudian, tepatnya 18 Juli.
Kisahnya akan bersambung dalam tulisan "Kapan Melamar?" yang akan datang insyaallah. Sementara itu, pertanyaannya: mengapa pacaran tak memberi kita perkenalan sejati? Karena kita selalu ingin tampil lebih demi memikat hati. Lalu ketika dua hati telah terikat janji, mental set "beri penawaran terbaik" tak diperlukan lagi.
Maka dalam konseling pernikahan, keluhan pasutri yang memukadimahi rumahtangga dengan pacaran biasanya berbunyi, "Tolong Ustadz.. Suami saya sudah kelihatan aslinya."
Nah bagaimana saling mengenal yang hakiki? Ta`aruf itu istilah umum. Dalam Al Quran, ia adalah hikmah diciptakannya kita bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Jadi, kapan ta`arufnya suami-istri?
Ta`aruf itu seumur hidup. Sebab manusia adalah makhluq penuh dinamika. Dia sedetik lalu takkan persis serupa dengan kini adanya. Ta`aruf itu seumur hidup. Sebab kenal sejati adalah saat bergandengtangan dalam surgaNya.
Dua belas tahun berta`aruf, pemuda itu masih terus belajar mengenal istrinya. Dan selalu ada kejutan ketika prasangka baik dikedepankan. Misalnya, si dia yang mengaku tak bisa memasak itu, pada HUT RI ke-60 setahun kemudian, menjadi juara lomba masak Agustusan. Tingkat RT. Lumayan bukan?

Salim A. Fillah

Dikirim pada 12 Juli 2016 di Muhasabah


TIPS DAN DOA AGAR DAPAT JODOH
Ikhtiar untuk menemukan jodoh anda? Khusus, hanya
untuk yang siap nikah tidak pakai pacaran.
Siapakah jodoh kita, kapan waktunya tiba, di mana akan
dipertemukan, apakah ia benar-benar orang shaleh/
shalehah?. Semua itu rahasia Allah SWT.
Allah SWT menetapkan tiga bentuk taqdir dalam masalah
jodoh. Pertama, cepat mendapatkan jodoh. Kedua,
lambat mendapatkan jodoh, tapi suatu ketika pasti
mendapatkannya di dunia. Ketiga, menunda
mendapatkan jodoh sampai di akhirat kelak. Apapun
pilihan jodoh yang ditentukan Allah adalah hal terbaik
untuk kita. Allah SWT berfirman: “Boleh jadi kamu
membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan
boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia
amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu
tidak mengetahuiâ€‌ (QS. Al Baqarah: 216).
Kita harus terikat aturan Allah. Kita juga dibekali akal
untuk memahami aturan-Nya.

Ketika kita memutuskan
untuk taat atau melanggar aturanNya adalah pilihan kita
sendiri. Bagaimana cara kita untuk mendapatkan jodoh
adalah pilihan kita. Dengan jalan yang diridhoiNya atau
tidak. Tetapi hasil akhirnya Allah yang menentukan.
Berikut ini ada beberapa tips agar cepat mendapatkan
jodoh bagi anda yang sampai saat ini belum
mendapatkan jodoh untuk menikah:


1. Tentukan terlebih dahulu kriteria pasangan ideal
Nabi bersabda: â€‌Apabila datang kepada kalian lelaki
yang kalian ridhai agama dan akhlaknya,maka
nikahkanlah ia (dengan puteri kalian). Sebab jika tidak,
maka akan terjadi fitnah dibumi dan kerusakan yang
besarâ€‌. "Lelaki yang bertaqwa akan mencintai dan
memuliakan istrinya. Jika ia marah tidak akan
menzhalimi istrinya. Kaum jahiliyah menikah dengan
melihat kedudukan, kaum Yahudi menikah dengan
melihat harta, kaum Nasrani menikah dengan melihat
rupa, sedangkan umat Islam menikahkan dengan melihat
agama".
Nabi bersabda:"Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah
perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita
(isteri) yang sholehahâ€‌. Beliau juga bersabda, â€‌Wanita
dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta
kekayaannya, karena kedudukannya, karena
kecantikannya, dan karena agamanya. Hendaknya
pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu.â€‌
Sulit mencari jodoh bisa jadi karena kriteria terlalu
muluk. Janganlah kita menginginkan kesempurnaan
orang lain, padahal diri kita tidak sempurna.


2. Memperluas Pergaulan Sesuai Syariat
Seringlah bersilaturrahim ke tempat saudara atau
mengikuti majelis ta`lim. Ustadz, teman, orang tua,
saudara, keluarga, dan yang lain Insyaallah pasti bisa
diminta bantuan.


3. Sebisa mungkin hindari berpacaran
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya
zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu
jalan yang buruk.â€‌ (QS. Al Israa’: 32). Kita dilarang
berkhalwat, memandang lawan jenis dengan syahwat,
wanita bepergian sehari semalam tanpa muhrim, dll.
Biasanya, orang pacaran selalu menutupi kekurangannya
dan menampilkan yang baik-baik saja. Cari informasi
dari orang dekatnya (saudara, teman, tetangganya).
Perlu juga penilaian dari orang tua dan keluarga kita.
Biasanya kita tidak dapat melihat kekurangan orang yang
kita cintai.


4. Perbanyak introspeksi diri
Jika kita ingin mendapatkan jodoh yang shaleh, maka
kita harus menjadi orang yang shaleh juga. Allah SWT
berfirman: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-
laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat
wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang
baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang
baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula}â€‌ (QS.
An Nuur: 26).
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah SWT
tidak melihat pada bentuk-bentuk (lahiriah) dan harta
kekayaanmu, tapi Dia melihat pada hati dan amalmu
sekalian. " (HR. Muslim, Hadits no. 2564 dari Abu
Hurairah). Jadi, lelaki atau wanita yang baik menurut
pandangan Allah itu adalah lelaki atau wanita yang baik
iman dan amalnya.
Secara lahiriah kita perlu menjaga kebersihan, kerapihan
dan menjaga bau badan. Bukan berdandan berlebihan
(tidak Islami), tapi tampil menarik.


5. Jangan Mencintai Secara Berlebihan
“Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena
Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah,
dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya.
(HR. Abu Dawud)
Jika kita mencintai manusia lebih daripada Allah,
niscaya hati kita akan hancur dan putus asa jika
ditinggalkan. Jika kita mencintai Allah di atas segalanya,
niscaya kita akan selalu tegar dan tabah karena kita
yakin bahwa Allah itu Maha Hidup dan Abadi serta
selalu bersama hamba yang Sholeh.


6. Jika Gagal Berusaha Lagi
Jika kita gagal, jangan putus asa dan minder. Kita harus
sabar dan tetap berusaha mendapatkan yang lebih baik
lagi. Yakinlah ada yang lebih baik yang sedang
dipersiapkan Allah untuk kita.
Para sahabat besarpun mengalaminya. Contohnya
Utsman RA yang melamar putri Abu Bakar ditolak, lalu
melamar putri Umar juga ditolak, akhirnya malah menjadi
menantu Rasulullah SAW.
Jodoh tidak akan lari dan akan datang pada waktunya.
Bersabarlah dan sibukkan diri dengan amal sholeh.
Hadapilah dengan sikap tenang, santai, tidak mudah
emosi/sensitif, tidak larut dalam kesedihan, tidak
berputus asa dan tetap bersemangat.
Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh menakjubkan
kondisi seorang mukmin. Segala keadaan dianggapnya
baik, dan hal ini tidak akan terjadi, kecuali bagi seorang
mukmin. Apabila mendapat kesenangan ia bersyukur,
maka itu tetap baik baginya dan apabila ditimpa
penderitaan ia bersabar maka itu tetap baik
baginya.â€‌ (HR Muslim)
Gunakan energi kita untuk lebih mendekatkan diri dan
mencintai Allah SWT., orang tua, dan umat. Yakinlah
dengan keadilan-Nya bahwa setiap manusia pasti
memiliki jodoh masing-masing. Yakinlah bahwa semua
kondisi adalah baik, berguna, dan berpahala bagi kita.


7. Siap menerima taqdir Allah
Hidup adalah ujian. Bisa saja, takdir jodoh kita bukan
orang shaleh. Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang
yang beriman. Sesungguhnya di antara pasanganmu dan
anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-
hatilah kamu terhadap mereka… Sesungguhnya hartamu
dan anakmu, hanyalah ujian bagimu, dan di sisi Allah
pahala yang besar.â€‌ (Q.S. At-Taghaabuun: 14-15)
Hal tersebut tetap bisa menjadi kebaikan apabila
dijadikan sebagai lahan amal shaleh dan batu ujian
untuk meningkatkan keimanan, tawakal, dan kesabaran.


8. Wanita bisa melamar lelaki
Bukan hal yang dilarang jika wanita menemukan lelaki
sholeh dan berinisiatif menawarkan diri dalam
pernikahan melalui peran orang yang dipercaya. Khadijah
RA melalui pamannya melamar Nabi Muhammad SAW
setelah mengetahui akhlak dan agama beliau.


9. Taqarrub Ilallah
Perburuan jodoh secara syar’i adalah dengan mendekati
Allah super ekstra. Caranya dengan bertawasul amal-
amal shaleh, tidak hanya ibadah wajib (berbakti kepada
orangtua, sholat wajib), juga ibadah sunnah (shoum
sunnah, sholat tahajjud/ taubat/ istikhoroh/ hajat/ witir/
d huha, tilawah Al Qur’an, istighfar, infaq, dan lain-lain).
Semakin dekat dengan Allah, iman bertambah dan do’a
kita semakin terkabul. Usaha yang konsisten, optimis
dan prasangka baik akan memudahkan jalan kita.


10. Tidak putus asa dan selalu berdoa
Bacalah doa: “Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada
kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai
penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi
orang-orang yang bertakwaâ€‌. (QS. Al Furqon: 74).
Doa lebih terkabul pada tempat mustajab, waktu
mustajab dan memperhatikan adab berdoa. Berdoalah
menurut apa yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya.
Tempat mustajab: masjid, majlis ta’lim, Arafah, Hajar
Aswad, Hijr Ismail, di atas sajadah, dll.


Waktu mustajab seperti sepertiga malam yang akhir,
selesai sholat wajib/tahajjud/hajat, saat sujud/I`tidal
terakhir dalam sholat, sedang berpuasa, berbuka puasa,
dalam perjalanan, selesai khatam qur`an, hari Jum`at,
baru mulai hujan, diantara azan dan iqamat, ketika
minum air zamzam, bulan ramadhan/lailatul qodar,
antara zuhur dan ashar juga antara ashar dan maghrib,
selesai sholat subuh, dalam kesulitan, sedang sakit,
sedang ada jenazah.
Adab berdoa seperti menjauhkan hal yang haram, ikhlas,
diawali dan diakhiri tahmid/sholawat, menghadap kiblat,
suci dari hadats dan najis, khusyu’ dan tenang,
menengadahkan kedua tangan, dengan suara rendah dan
pengharapan sepenuh hati, mengulangi berkali-kali,
tidak berputus asa, menghadirkan Allah dalam hati, tidak
meninggalkan sholat wajib, tidak melakukan dosa besar,
tidak minta sesuatu yang dilarang Allah, sambil
menangis.
Nabi Musa as berdoa setelah menolong dua perempuan
penggembala kambing: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku
sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau
turunkan kepadaku." (QS 28:24).

Allah SWT memahami
keperluan dan prioritasnya, sehingga tidak saja memberi
makanan, tapi juga memberi jodoh, tempat tinggal dan
pekerjaan. Wallahu’alam bishawab.
Doa bagi laki2 yang berharap jodoh :
“ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH
AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA
SHOOHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL
AAKHIROHâ€‌.
“Ya Robb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari
sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang
menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia
dan akhiratâ€‌.
Doa bagi wanita yang berharap jodoh :
“ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN
WAYAKUUNA SHOOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL
AAKHIROHâ€‌.
“Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari
sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam
urusan agama, urusan dunia & akhiratâ€‌
“ALLOHUMMAB’ATS BA’LAN SHOOLIHAN LIKHITHBATHII
WA’ATTHIF QOLBAHU â€ALAYYA BIHAQQI KALAAMIKAL
QODIIMI WABIROSUULIKAL KARIIMI BI ALFI ALFI LAA
HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL â€ALIYYIL
â€AZHIIM WA SHOLLALLOOHU â€ALAA SAYYIDINAA
MUHAMMADIN WA’ALAA AALIHII WA SHOHBIHI WA
SALLAMA WALHAMDULILLAAHIROBBIL â€AALAMIIN.â€‌
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Tuhanku, utuslah seorang suami yang shalih untuk
melamarku, condongkanlah hatinya kepadaku berkat
kebenaran Kalam-Mu yang qadim dan berkat utusanMu
yang mulia dengan keberkahan sejuta ucapan LAA
HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL â€ALIYYIL
â€AZHIIM. Dan semoga Allah Melimpahkan Rahmat dan
salam kepada junjungan kita, Nabi Muhammad, dan
kepada segenap keluarga serta sahabatnya. Dan segala
puji bagi Allah Tuhan sekalian Alam.â€‌

Dikirim pada 21 Maret 2015 di Muhasabah


Cinta jarak jauh adalah, dua orang yang saling mencintai, namun ia terpisahkan oleh jarak yang jauh di sana, Terhalangi oleh perbatasan Waktu.
Namun inilah tips Cinta jarak jauh :
1. Jika engkau merindukannya, maka Rindukanlah dia dalam Munajadmu agar ia sama , merindukanmu dalam Munajadnya
2. Jika engkau Teringat akan Kasih sayangnya, maka Do`akanlah agar ia selalu dalam keadaan yang baik, dan selalu dalam lindungan-Nya

3. Jika engkau Takut kehilangannya.. Maka angkatlah tanganmu dan pejamkan matamu.. Dan katakanlah `` Ya Allah aku sangat menyayanginya, aku sangat merindukannya, dan aku takut kehilangannya, Maka jagalah ia untukku, Ya Allah sungguh Kutitipkan ia kepada-Mu .. dan Sayangilah ia dengan Kasih sayang-Mu agar selalu dalam lindungan-Mu

4. Yakinlah, Cinta jarak jauh ini tidak akan selamanya..
Percayalah bahwa suatu saat nanti Cinta ini akan bersatu dalam ikatan yang Suci.

Dikirim pada 16 Januari 2014 di Muhasabah


Tatkala hati rindu akan kasih sayang seorang insan…
Janganlah terlalu berharap balasan dari dirinya..
Namun berharaplah kepada Allah..
Kerana hati setiap insan ada dalam genggaman Allah.
Sehingga hanya Allah lah yang mampu membolak balikkan hati
dari benci menjadi sayang...

demikian pula sebaliknya..
Dengan berharap kepada Allah hati yang rapuh menjadi kuat…
Hati yang galau menjadi tenang..
Hati yang risau menjadi
tentram…

Teruslah istiqomah dalam kebaikan,
Agar Allah memilihkan yang baik pula untuk menjadi
teman seperjuangan kita..

Ya Allah,, andai dia Engkau takdirkan menjadi jodohku,
Satukan hatinya dan hatiku dalam pernikahan yang barokah..

Namun bila dia bukan Engkau ciptakan menjadi jodohku,
Beri kami jalan yang terbaik agar tidak saling menyakiti..

Aamiin . .

Dikirim pada 24 November 2013 di Muhasabah
Awal « 1 2 3 4 » Akhir
Profile

Aku hanyalah orang biasa,. sederhana dan apa adanya,. More About me

Page



    Flag Counter
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 4.123.205 kali


connect with ABATASA