0
Dikirim pada 20 Juni 2013 di Motivasi

Di suatu ballroom mewah sekelompok pemuda dengan senyum yang sumringah, ditemani orang terdekat seperti orang tua, keluarga dan kekasih menambah kebahagiaan para pemuda tersebut. Kelompok pemuda tersebut adalah para wisudawan yang baru saja mendapatkan gelar sarjana.


 


Di tempat yang lain terlihat baju- baju  seragam yang kini memiliki warna-warni dari pilok. Siswa – siswi SMA yang telah merampungkan jenjang pendidikan di tingkat menengah mengekspresikan kebahagian mereka atas kesuksesan yang telah mereka raih .


 


Itulah bentuk kesuksesan dari perspektif dua kelompok yang berbeda, jangankan kelompok besar setiap individu memaknai kesuksesan yang berbeda-beda, namun apa hakikat kesuksesan sesungguhnya?


 


Sukses menurut kamus bahasa Indonesia adalah berhasil dan beruntung .


 


Menurut definisi di atas bahwa yang disebut orang sukses itu adalah orang yang berhasil dan beruntung.


 


Kesuksesan yang hakiki


 


Keberhasilan dan keberuntungan yang sebenarnya adalah tatkala seorang manusia bisa mendapatkan suatu kenikmatan yang sifatnya kekal nan abadi ,bukan hanya kenikmatan yang sifatnya semu dan fana(sementara ).


 


Berbicara tentang kesuksesan yang hakiki dalam AL Quran Allah subhanahu wa ta’ala telah memberitahukan kepada hambaNya apakah hakekat kesuksesan yang hakiki tersebut .


 


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:


 


كل نفس ذائقة الموت وإنما توفون أجوركم يوم القيامة فمن زحزح عن النار وأدخل الجنة فقد فاز وما الحياة الدنيا إلا متاع الغرور


 


Artinya :”setiap yang bernyawa akan merasakan mati .dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu .barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga ,dia sungguh telah mendapatkan kemenangan ,kehidupan dunia adalah kesenangan yang memperdaya.” (QS.Ali Imran : 185)


 


Ayat diatas menjelaskan kepada kita bahwa setiap yang bernyawa pastilah akan merasakan kematian ,kemudian sampailah manusia pada marhalah dimana amalan – amalan selama didunia akan dihisab dan di adili.


 


فمن زحزح عن النار وأدخل الجنة فقد فاز


 


“Barang siapa yang terhindar dan selamat dari api neraka dan di masukkan kedalam syurga maka ia telah mendapatkan kemenangan dan kesuksesan yang sebenarnya” .


 


Dalam penutup ayat ini disebutkan nilai dunia yang sifatnya hanya sementara lagi memperdaya.


 


“Kehidupan dunia adalah kesenangan yang memperdaya” Yaitu, Perendahan, celaan terhadap dunia yang sifatnya tidak kekal, sedikit,dan akan hilang.


 


Inilah hakekat kesuksesan yang hakiki, kenikmatan yang kekal nan abadi ,dan pasti setiap individu akan sentiasa merindui .dan pastilah ,untuk menuju kepadanya kita harus mengetahui jalan yang harus di titi.Wallohu a’lam.


 



Dikirim pada 20 Juni 2013 di Motivasi
comments powered by Disqus
Profile

Aku hanyalah orang biasa,. sederhana dan apa adanya,. More About me

Page
twitter



    Flag Counter
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 4.559.684 kali


connect with ABATASA