0


TIPS DAN DOA AGAR DAPAT JODOH
Ikhtiar untuk menemukan jodoh anda? Khusus, hanya
untuk yang siap nikah tidak pakai pacaran.
Siapakah jodoh kita, kapan waktunya tiba, di mana akan
dipertemukan, apakah ia benar-benar orang shaleh/
shalehah?. Semua itu rahasia Allah SWT.
Allah SWT menetapkan tiga bentuk taqdir dalam masalah
jodoh. Pertama, cepat mendapatkan jodoh. Kedua,
lambat mendapatkan jodoh, tapi suatu ketika pasti
mendapatkannya di dunia. Ketiga, menunda
mendapatkan jodoh sampai di akhirat kelak. Apapun
pilihan jodoh yang ditentukan Allah adalah hal terbaik
untuk kita. Allah SWT berfirman: “Boleh jadi kamu
membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan
boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia
amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu
tidak mengetahuiâ€‌ (QS. Al Baqarah: 216).
Kita harus terikat aturan Allah. Kita juga dibekali akal
untuk memahami aturan-Nya.

Ketika kita memutuskan
untuk taat atau melanggar aturanNya adalah pilihan kita
sendiri. Bagaimana cara kita untuk mendapatkan jodoh
adalah pilihan kita. Dengan jalan yang diridhoiNya atau
tidak. Tetapi hasil akhirnya Allah yang menentukan.
Berikut ini ada beberapa tips agar cepat mendapatkan
jodoh bagi anda yang sampai saat ini belum
mendapatkan jodoh untuk menikah:


1. Tentukan terlebih dahulu kriteria pasangan ideal
Nabi bersabda: â€‌Apabila datang kepada kalian lelaki
yang kalian ridhai agama dan akhlaknya,maka
nikahkanlah ia (dengan puteri kalian). Sebab jika tidak,
maka akan terjadi fitnah dibumi dan kerusakan yang
besarâ€‌. "Lelaki yang bertaqwa akan mencintai dan
memuliakan istrinya. Jika ia marah tidak akan
menzhalimi istrinya. Kaum jahiliyah menikah dengan
melihat kedudukan, kaum Yahudi menikah dengan
melihat harta, kaum Nasrani menikah dengan melihat
rupa, sedangkan umat Islam menikahkan dengan melihat
agama".
Nabi bersabda:"Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah
perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita
(isteri) yang sholehahâ€‌. Beliau juga bersabda, â€‌Wanita
dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta
kekayaannya, karena kedudukannya, karena
kecantikannya, dan karena agamanya. Hendaknya
pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu.â€‌
Sulit mencari jodoh bisa jadi karena kriteria terlalu
muluk. Janganlah kita menginginkan kesempurnaan
orang lain, padahal diri kita tidak sempurna.


2. Memperluas Pergaulan Sesuai Syariat
Seringlah bersilaturrahim ke tempat saudara atau
mengikuti majelis ta`lim. Ustadz, teman, orang tua,
saudara, keluarga, dan yang lain Insyaallah pasti bisa
diminta bantuan.


3. Sebisa mungkin hindari berpacaran
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya
zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu
jalan yang buruk.â€‌ (QS. Al Israa’: 32). Kita dilarang
berkhalwat, memandang lawan jenis dengan syahwat,
wanita bepergian sehari semalam tanpa muhrim, dll.
Biasanya, orang pacaran selalu menutupi kekurangannya
dan menampilkan yang baik-baik saja. Cari informasi
dari orang dekatnya (saudara, teman, tetangganya).
Perlu juga penilaian dari orang tua dan keluarga kita.
Biasanya kita tidak dapat melihat kekurangan orang yang
kita cintai.


4. Perbanyak introspeksi diri
Jika kita ingin mendapatkan jodoh yang shaleh, maka
kita harus menjadi orang yang shaleh juga. Allah SWT
berfirman: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-
laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat
wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang
baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang
baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula}â€‌ (QS.
An Nuur: 26).
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah SWT
tidak melihat pada bentuk-bentuk (lahiriah) dan harta
kekayaanmu, tapi Dia melihat pada hati dan amalmu
sekalian. " (HR. Muslim, Hadits no. 2564 dari Abu
Hurairah). Jadi, lelaki atau wanita yang baik menurut
pandangan Allah itu adalah lelaki atau wanita yang baik
iman dan amalnya.
Secara lahiriah kita perlu menjaga kebersihan, kerapihan
dan menjaga bau badan. Bukan berdandan berlebihan
(tidak Islami), tapi tampil menarik.


5. Jangan Mencintai Secara Berlebihan
“Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena
Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah,
dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya.
(HR. Abu Dawud)
Jika kita mencintai manusia lebih daripada Allah,
niscaya hati kita akan hancur dan putus asa jika
ditinggalkan. Jika kita mencintai Allah di atas segalanya,
niscaya kita akan selalu tegar dan tabah karena kita
yakin bahwa Allah itu Maha Hidup dan Abadi serta
selalu bersama hamba yang Sholeh.


6. Jika Gagal Berusaha Lagi
Jika kita gagal, jangan putus asa dan minder. Kita harus
sabar dan tetap berusaha mendapatkan yang lebih baik
lagi. Yakinlah ada yang lebih baik yang sedang
dipersiapkan Allah untuk kita.
Para sahabat besarpun mengalaminya. Contohnya
Utsman RA yang melamar putri Abu Bakar ditolak, lalu
melamar putri Umar juga ditolak, akhirnya malah menjadi
menantu Rasulullah SAW.
Jodoh tidak akan lari dan akan datang pada waktunya.
Bersabarlah dan sibukkan diri dengan amal sholeh.
Hadapilah dengan sikap tenang, santai, tidak mudah
emosi/sensitif, tidak larut dalam kesedihan, tidak
berputus asa dan tetap bersemangat.
Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh menakjubkan
kondisi seorang mukmin. Segala keadaan dianggapnya
baik, dan hal ini tidak akan terjadi, kecuali bagi seorang
mukmin. Apabila mendapat kesenangan ia bersyukur,
maka itu tetap baik baginya dan apabila ditimpa
penderitaan ia bersabar maka itu tetap baik
baginya.â€‌ (HR Muslim)
Gunakan energi kita untuk lebih mendekatkan diri dan
mencintai Allah SWT., orang tua, dan umat. Yakinlah
dengan keadilan-Nya bahwa setiap manusia pasti
memiliki jodoh masing-masing. Yakinlah bahwa semua
kondisi adalah baik, berguna, dan berpahala bagi kita.


7. Siap menerima taqdir Allah
Hidup adalah ujian. Bisa saja, takdir jodoh kita bukan
orang shaleh. Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang
yang beriman. Sesungguhnya di antara pasanganmu dan
anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-
hatilah kamu terhadap mereka… Sesungguhnya hartamu
dan anakmu, hanyalah ujian bagimu, dan di sisi Allah
pahala yang besar.â€‌ (Q.S. At-Taghaabuun: 14-15)
Hal tersebut tetap bisa menjadi kebaikan apabila
dijadikan sebagai lahan amal shaleh dan batu ujian
untuk meningkatkan keimanan, tawakal, dan kesabaran.


8. Wanita bisa melamar lelaki
Bukan hal yang dilarang jika wanita menemukan lelaki
sholeh dan berinisiatif menawarkan diri dalam
pernikahan melalui peran orang yang dipercaya. Khadijah
RA melalui pamannya melamar Nabi Muhammad SAW
setelah mengetahui akhlak dan agama beliau.


9. Taqarrub Ilallah
Perburuan jodoh secara syar’i adalah dengan mendekati
Allah super ekstra. Caranya dengan bertawasul amal-
amal shaleh, tidak hanya ibadah wajib (berbakti kepada
orangtua, sholat wajib), juga ibadah sunnah (shoum
sunnah, sholat tahajjud/ taubat/ istikhoroh/ hajat/ witir/
d huha, tilawah Al Qur’an, istighfar, infaq, dan lain-lain).
Semakin dekat dengan Allah, iman bertambah dan do’a
kita semakin terkabul. Usaha yang konsisten, optimis
dan prasangka baik akan memudahkan jalan kita.


10. Tidak putus asa dan selalu berdoa
Bacalah doa: “Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada
kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai
penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi
orang-orang yang bertakwaâ€‌. (QS. Al Furqon: 74).
Doa lebih terkabul pada tempat mustajab, waktu
mustajab dan memperhatikan adab berdoa. Berdoalah
menurut apa yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya.
Tempat mustajab: masjid, majlis ta’lim, Arafah, Hajar
Aswad, Hijr Ismail, di atas sajadah, dll.


Waktu mustajab seperti sepertiga malam yang akhir,
selesai sholat wajib/tahajjud/hajat, saat sujud/I`tidal
terakhir dalam sholat, sedang berpuasa, berbuka puasa,
dalam perjalanan, selesai khatam qur`an, hari Jum`at,
baru mulai hujan, diantara azan dan iqamat, ketika
minum air zamzam, bulan ramadhan/lailatul qodar,
antara zuhur dan ashar juga antara ashar dan maghrib,
selesai sholat subuh, dalam kesulitan, sedang sakit,
sedang ada jenazah.
Adab berdoa seperti menjauhkan hal yang haram, ikhlas,
diawali dan diakhiri tahmid/sholawat, menghadap kiblat,
suci dari hadats dan najis, khusyu’ dan tenang,
menengadahkan kedua tangan, dengan suara rendah dan
pengharapan sepenuh hati, mengulangi berkali-kali,
tidak berputus asa, menghadirkan Allah dalam hati, tidak
meninggalkan sholat wajib, tidak melakukan dosa besar,
tidak minta sesuatu yang dilarang Allah, sambil
menangis.
Nabi Musa as berdoa setelah menolong dua perempuan
penggembala kambing: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku
sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau
turunkan kepadaku." (QS 28:24).

Allah SWT memahami
keperluan dan prioritasnya, sehingga tidak saja memberi
makanan, tapi juga memberi jodoh, tempat tinggal dan
pekerjaan. Wallahu’alam bishawab.
Doa bagi laki2 yang berharap jodoh :
“ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH
AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA
SHOOHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL
AAKHIROHâ€‌.
“Ya Robb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari
sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang
menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia
dan akhiratâ€‌.
Doa bagi wanita yang berharap jodoh :
“ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN
WAYAKUUNA SHOOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL
AAKHIROHâ€‌.
“Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari
sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam
urusan agama, urusan dunia & akhiratâ€‌
“ALLOHUMMAB’ATS BA’LAN SHOOLIHAN LIKHITHBATHII
WA’ATTHIF QOLBAHU ‘ALAYYA BIHAQQI KALAAMIKAL
QODIIMI WABIROSUULIKAL KARIIMI BI ALFI ALFI LAA
HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL
‘AZHIIM WA SHOLLALLOOHU ‘ALAA SAYYIDINAA
MUHAMMADIN WA’ALAA AALIHII WA SHOHBIHI WA
SALLAMA WALHAMDULILLAAHIROBBIL ‘AALAMIIN.â€‌
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Tuhanku, utuslah seorang suami yang shalih untuk
melamarku, condongkanlah hatinya kepadaku berkat
kebenaran Kalam-Mu yang qadim dan berkat utusanMu
yang mulia dengan keberkahan sejuta ucapan LAA
HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL
‘AZHIIM. Dan semoga Allah Melimpahkan Rahmat dan
salam kepada junjungan kita, Nabi Muhammad, dan
kepada segenap keluarga serta sahabatnya. Dan segala
puji bagi Allah Tuhan sekalian Alam.â€‌

Dikirim pada 21 Maret 2015 di Muhasabah


Seorang wanita cantik dan gaul mendekati seorang
lelaki sholeh yang belum menikah.
Dia penasaran kenapa lelaki tampan yang juga seorang
ustadz ini nggak tertarik sama dirinya.
Padahal puluhan lelaki mengejar-ngejar dirinya.
Akhirnya di sebuah kesempatan kajian keslaman, sang
wanita yang terpaksa memakai kerudung gaul itu
memberanikan diri bertanya pada sang lelaki ini yang
menjadi narasumber kajian tersebut
Wanita: "Ustadz muda yang tampan dan sholeh, apakah
dalam Islam ada yang namanya pacaran?"
Ustadz: "Maaf Mba, sebelumnya terimakasih sudah
mendo’akan saya. Sejujurnya saya masih jauh untuk
dikatakan sholeh.
Segala puji itu hanya milik Allah yang Maha Mulia.
Memang dalam Al Qur’an surat Al-Isra ayat 32 Allah
menegaskan, "Dan janganlah kamu mendekati zina;
(zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan
yang buruk."
Nah, pacaran itu salah satu jalan mendekati zina"
Wanita: "Tapi bagaimana dong caranya kita kenal
dengan calon suami kita. Emangnya kita mau beli kucing
dalam karung?"
Ustadz: "Mba sepertinya orang cerdas. pasti bisa jawab
pertanyaan ini, Coba kalau seorang penjual ingin
dagangannya cepat laku.
Apa yang mesti dia lakukan?"
Wanita: (Mengernyitkan dahinya) "Mm.. kebetulan saya
dulu jurusan manajemen, saya coba jawab ya.
Jadi gini ibu-ibu, sang pedagang pasti akan berusaha
supaya si pembeli tertarik.
Iklannya harus menarik, packagingnya harus keren,
diskon besar, mm.. ya gitu deh.
Ih ustadz kok malah nanya balik?"
Ustadz: "Terimakasih Mba, tepat sekali jawabannya.
Itulah bedanya orang yang menikah dengan cara
pacaran dan cara ta’aruf yang disukai Allah".
Wanita: "Maksud Ustadz gimana sih?
Makin bingung deh! Iya kan jama’ah?" (Sambil melihat
pada para jama’ah)
Ustadz: "Saat seseorang berpikir bahwa pacaran bisa
membuat dirinya lebih mengenal calon pasangan
hidupnya.
Sebenarnya yang sedang dilakukan dirinya adalah
memperindah kemasan alias topeng dirinya supaya
calon pasangannya suka dengan dirinya.
Misalnya: kalau jalan berdua pasti pake baju paling
bagus, sisiran paling rapi, mobil kalau lelaki pake mobil
bagus walau modal pinjem, sampe nraktir walau pake
uang pinjaman kanan kiri. Wanitanya juga demikian, ia
akan berdandan bak artis, pake make up tebal biar si
pacar makin demen.
Nah apakah selama 2 tahun jalan berdua mereka sudah
mengenal 100 persen pasangannya?
Saat menikah ketahuan deh ternyata lelakinya gak
punya mobil, males-malesan, atau justru wanitanya
cantik hanya saat dimakeup, konsumtif, dan bau badan
misalnya.
Wajar, kalau akhirnya banyak terjadi pacaran 7 tahun,
cerai setelah 7 bulan nikah."
Wanita: "I.. iya juga sih Ustadz. Tapi bagaimana cara kita
mengenal calon pasangan kita?
Nikah kan sekali seumur hidup?"
Ustadz: "Inilah indahnya Islam Mba. Islam sangat
menjunjung tinggi nilai pernikahan.
Maka untuk masa pengenalan ada namanya ta’aruf.
Dalam jangka waktu itu setiap pasangan diperkenankan
mencari tahu selengkap mungkin tentang kepribadian,
kesehatan juga latar belakang keluarga calon.
Tentunya dengan tidak berdua-duaan, sms mesra, atau
kegiatan yang mendekati zina lainnya.
Kalau memang ada kepentingan bisa sms sekedarnya
atau lewat perantara saudara.
Saat ada yang mau didiskusikan untuk ke jenjang
pernikahan harus ditemani mahromnya. Biar tidak terjadi
fitnah".
Wanita: "Ribet banget sih.. Mau nikah aja sulit banget!
"
Ustadz: "Lebih sulit lagi kalau orang tua membiarkan
anak wanitanya jalan berdua dengan calon yang belum
pasti menikahinya.
Namun yang sudah pasti bermaksiat dengannya. Berapa
banyak yang pulang hilang kehormatannya.
Lalu dijauhi begitu saja oleh sang lelaki saat sudah
menikmati manisnya?
Disinilah Islam menjaga harga diri dan kehormatan
wanita."
Wanita: (Mulai paham, dan merasa dirinya kotor)
"Ustadz, tapi apakah seorang wanita yang banyak dosa
dan masa lalunya kelam bisa dapatkan suami yang
soleh?"
Ustadz: Jangan takut Mba, ampunan Allah begitu besar.
InsyaAllah jika kita terus mensucikan diri maka Allah
akan memberikan jodoh terbaik bagi diri kita.
InsyaAllah"
Wanita: "Terimakasih Ustadz. Do’akan agar saya dan
para wanita lainnya bisa bertaubat dan menjadi sebaik-
baik wanita yang dicintai Allah dan mendapatkan jodoh
lelaki sholeh seperti Ustadz."
Ustadz: "Aamiin. Barokallahufiik um"
Semoga Bermanfaat

Dikirim pada 15 Maret 2015 di Kisah-kisah
Awal « 1 » Akhir
Profile

Aku hanyalah orang biasa,. sederhana dan apa adanya,. More About me

Page



    Flag Counter
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 4.266.743 kali


connect with ABATASA